8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 1358

Ini Jebakan Tikus Otomatis Karya 2 Bocah SD yang Bikin Jokowi Kagum

0
Presiden RI Jokowi

batamtimes.co,Jakarta – Presiden Joko Widodo bangga ketika belasan bocah SD inovatif berkunjung ke Istana Negara. Ada salah satu inovasi yang membuat Jokowi tertarik karena berkaitan dengan pertanian.

“Ada yang karyanya berurusan dengan pertanian?” tanya Jokowi di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2015).

Lalu ada dua anak mengangkat tangan dan langsung diminta maju oleh Jokowi. Rupanya mereka adalah pasangan duet yang membuat Alat Jebakan Tikus Otomatis.

“Alat penjebak hama tikus otomatis. Jadi pas tikus masuk, nanti ada saklar injak, terjadilah korsleting. Ada MCB turun ke posisi off dan pintunya tutup,” papar Devina dan Aisyah kompak.

“Menarik sekali itu. Idenya dari mana? Di rumah banyak tikus ya?” tanya Jokowi.

“Iya di rumah banyak tikus pertamanya. Terus barang pada rusak. Terus pernah coba pakai lem tikus. Pakai sekali, tapi harganya mahal. Terus ada penjebak tikus mekanik banyak kelemahannya. Kan ada pengait, tikus harus tarik pengait ke depan kalau enggak, enggak ketutup,” jawab Davina.

Jokowi kemudian berdecak kagum oleh penjelasan mereka berdua. Lalu muncul satu pertanyaan tak terduga.

“Pakai lem, kemahalan. Pakai perangkap tikus yang mekanik yang banyak di pasaran juga banyak kurangnya. Berarti alat buatan kalian itu paling hebat ya? Kalah dong alat yang di pasaran?” tanya Jokowi.

Davina dan Aisyah kemudian tersenyum-senyum seakan bingung menjawab pertanyaan Presiden. Melihat respons kedua siswi SDTI Buah Hati Jakarta Timur itu pun Jokowi tersenyum.

“Bilang, yang lain kalah, gitu. Jadi kita harus optimistis dengan karya kita sendiri,” kata Jokowi kemudian.

“Memang negara kita butuhkan anak-anak kuasai teknologi dan sains sehingga dalam kompetisi dengan anak-anak negara lain ya tidak kalah. Saya ngomong dengan mereka, saya optimistis kita tak kalah dari negara lain,” lanjut Jokowi.(detik)

Sebanyak 16 Sukarelawan Pertamina Foundation Diperiksa Bareskrim

0

batamtimes.co,Jakarta – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa 16 sukarelawan program Gerakan Menanam 100 juta Pohon (GMP) yang dikerjakan oleh Pertamina Foundation, Rabu (9/9/2015). Kepala Subdirektorat Pencucian Uang Tipideksus Kombes Golkar Pangraso mengatakan bahwa sukarelawan itu masih diperiksa sebagai saksi perkara korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di tubuh Pertamina Foundation.

“Pemeriksaan mereka ini adalah bagian dari pemeriksaan dari hulu sampai hilir dalam pelaksanaan proyek itu,” ujar Golkar di kantornya, Rabu (9/9/2015).

Berdasarkan penyelidikan dan penyidikan sebelumnya, penyidik mendapat informasi bahwa program penanaman 100 juta pohon itu tidak sesuai dengan perencanaan. Bahkan, ada dugaan bahwa terdapat sukarelawan fiktif, padahal uang penanaman telah digelontorkan Pertamina Foundation.

“Betul, kira-kira konstruksi perkaranya ke arah sana. Itu juga dilakukan dengan berbagai motif. Nah motifnya ini yang sedang kita dalami dengan pemeriksaan-pemeriksaan,” ujar dia.

Berikutnya Nina Nurlina

Usai memeriksa sukarelawan, lanjut Golkar, penyidik akan melakukan peninjauan ke lokasi GMP itu. Beberapa lokasi yang akan ditinjau antara lain Bandung dan Jakarta Utara. Saat ditanya kapan penyidik memeriksa tersangka, yakni mantan Direktur Eksekutif Pertamina Foundation Nina Nurlina Pramono, Golkar mengaku belum menjadwalkannya. Tapi, ia memastikan akan memeriksa Nina setelah pemeriksaan sukarelawan rampung.

“Ibarat bangun rumah, pasang atap itu dilakukannya terakhir. Ya sama saja seperti ini ya,” ujar Golkar.

Perkara ini mulai diusut sejak Agustus 2015. Dalam perkara ini penyidik telah menetapkan Nina Nurlina sebagai tersangka. Berdasarkan dokumen pencairan dana CSR yang didapat penyidik, Pertamina Foundation menggelontorkan ratusan miliar untuk program penanaman 100 juta pohon.

Pelaksanaan program itu pun melibatkan relawan. Penyidik menduga ada penggelapan dana melalui pemalsuan tanda tangan relawan dalam program itu. Dalam kasus ini, total kerugian negara dari program itu diperkirakan Rp 226,3 miliar. Namun, penyidik masih membutuhkan analisis dari lembaga audit.(net/kmp)

Agung Mulyana Berjanji Mempercepat Proses Perizinan

0

batamtimes.co,Batam- Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana berjanji akan mempercepat proses perizinan, untuk mempermudah investor maupun pengusaha dalam membuka perusahaan di Kepri khususnya Batam.
“Bagaimana investor atau pengusaha mau menanamkan modalnya atau invetasi, jika izinnya saja tidak jelas kapan keluar,” ujar kata Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana saat tatap muka bersama sejumlah pengusaha di rumah makan (RM) Cianjur Batam Centre, Selasa (8/9/2015).
Agung Mulyana juga memberi dukungan kepada pengusaha Batam yang hadir dalam tatap muka saat itu, untuk terus berkarya dan membuka kesempatan kerja bagi masyarakat.
Untuk masalah perizinan Agung Mulyana akan menjamin akan merubah birokrasi yang panjang.
“Saya akan pangkas birokrasi yang terlalu rumit bagi satu urusan perizinan. Kalau bisa tidak butuh waktu lama izin sudah keluar. Jika perlu satu hari selesai,” katanya.
Agung Mulyana juga mengatakan siap memfasilitasi bagi pengusaha Batam bekerja sama dengan investor dari luar negeri. (tri)

Kobaran Api Hanguskan Belasan Hektar Hutan di Pulau Battoa

0

batamtimes.co,Mandar – Kebakaran hutan dan lahan gambut kembali terjadi di Pulau, Battoa, Kecamatan Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Selasa (8/9/2015). Ini adalah kebakaran kedua dalam satu bulan terakhir.

Hanya dalam waktu satu jam kobaran api menghanguskan belasan hektar hutan jambu mete, kayu jati dan kebun tanaman rakyat serta lahan yang berada di dua buah bukit di pulau berpenduduk lebih dari 300 jiwa itu.

Sejauh ini, penyebab munculnya api belum diketahui. Namun, warga setempat menduga gesekan antarbatu yang jatuh saat cuaca panas menimbulkan percikan api yang pada akhirnya menimbulkan kebakaran.

Akibat kebakaran ini, asap pekat menyelimuti pulau itu tetapi tak terlihat warga yang berupaya memadamkan api yang terus merembet.

Hanya terlihat beberapa siswa sekolah yang mencoba memadamkan api dengan cara memukul-mukul api dengan menggunakan ranting pohon atau bambu. Namun, karena titik api terlalu banyak maka upaya para siswa itu menjadi tak berarti.

Riswan, salah satu siswa sekolah yang ikut mencoba menghentikan laju api, mengatakan, kebakaran bermula dari salah satu bukit di pulau itu. Dia mengatakan, sebelum kebakaran terjadi terdengar suara dentuman keras seperti dua buah batu besar yang bertumbukan.

Tak lama dari suara dentuman itu, api muncul dan langsung membakar lahan di sekitar bukit yang dipenuhi tanaman jambu mete. Api kemudian menyebar cepat hingga mendekati permukiman warga yang berjarak kurang dari satu kilometer dari pusat kebakaran.

Warga setempat mengaku bingung mencari cara untuk memadamkan kebakaran. Sebab wilayah di daerah itu dipenuhi perbukitan dan tak terdapat sumber air yang cukup banyak untuk memadamkan api.

Selain itu, akses untuk mencapai Pulau Battoa yang berjarak sekitar satu kilometer dari Kota Polewali Mandar sangat sulit sehingga membuat pasukan pemadam kebakaran sulit menjangkau daerah terjadinya kebakaran.(net/kmp)

Musim Kemarau dan Ancaman Kebakaran di Perkotaan

0

batamtimes.co,Jakarta- Belum lama ini, khususnya di wilayah Jakarta Barat, telah terjadi dua kebakaran yang cukup besar, yaitu kebakaran di pul bus PT Trans Batavia, Rawa Buaya, Selasa (1/9/2015), dan di gardu induk PLN, Kembangan, Rabu (2/9/2015).

Dua kebakaran besar itu belum termasuk beberapa kebakaran dalam skala kecil yang juga terjadi sejak awal bulan September hingga hari ini.

Data Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat mencatat, sudah ada tujuh peristiwa kebakaran hingga Selasa (8/9/2015).

Hal yang memicu naiknya frekuensi kebakaran itu adalah musim kemarau yang panjang. Efek dari cuaca, tanpa sadar, telah menjadi penyebab utama dari kebakaran yang marak terjadi.

“Musim panas ini memang frekuensi kebakaran naik, dari alang-alang atau sampah organik seperti daun yang menumpuk itu saja, kalau dibiarkan, bisa terjadi kebakaran,” kata Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Barat Pardjoko.

Pardjoko mengambil contoh kasus alang-alang dan sampah daun serta jenis sampah organik lainnya bisa memicu terjadinya kebakaran seperti kejadian di pul bus PT Trans Batavia.

Meski hasil penyelidikan Puslabfor Polri tentang penyebab kebakaran belum keluar, Pardjoko tidak percaya sumber api berasal dari bus yang terbakar.

Dia lebih melihat lokasi pul bus yang berbatasan langsung dengan lapangan terbuka dan cukup banyak alang-alang di sana.

“Sampah organik itu sendiri bisa terbakar dengan sendirinya. Ada proses oksidasi dan pengomposan, ada pembusukan. Bisa menyala dengan sendirinya,” ujar Pardjoko.

Jika tanaman dan sampah organik saja bisa terbakar akibat hawa panas, kebiasaan-kebiasaan kecil lainnya yang sering tidak disadari oleh masyarakat juga bisa memicu kebakaran besar.

Kebiasaan itu adalah membakar sampah dan membuang puntung rokok yang masih menyala di sembarang tempat.

Terlepas dari faktor alam dan kebiasaan masyarakat, hal lain yang bisa memicu kebakaran adalah usia kabel listrik yang sudah tua.

Pardjoko mengaku beberapa kali menemukan kasus kebakaran yang disebabkan percikan api dari kabel milik PLN yang sudah tidak layak pakai.

Di beberapa tempat, kabel yang tersambung ke tiang listrik juga dinilai terlalu menumpuk dan tidak beraturan. Meski demikian, Pardjoko menuturkan tidak ada kendala berarti selama proses pemadaman kebakaran yang terjadi belakangan ini.

Hanya, karena musim kemarau, proses pencarian air untuk pemadaman akan lebih sulit ketimbang musim hujan. “Air agak sulit. Sesulit-sulitnya, mobil masih banyak. Air juga harus ditransfer dari tempat lain,” tutur dia.(net/Kmp)

Ratusan Supir Carry Tuding Kepala Dishub Tutup Mata Kutipan Liar KIR

0
Ratusan Carry Mogok

Oleh : Budi KUN

batamtimes.co,Batam -Pagi itu selasa 18/9/2015 sekitar Pukul 09.00 Wib terlihat ramai angkutan Carry di ruas jalan simpang tugu Patung Kuda Sungai Panas, tidak seperti biasanya. Turun-turun,penumpang semuanya turun.seluruh supir angkot Carry ayo ikut demo teriak para supir yang berhenti .Inilah pemandangan yang terlihat tatkala ratusan mobil Carry yang biasa mengantarkan penumpang tujuan Benkong-Muka kuning dan Muka kuning Batam Center diturunkan.

Rahman (29) supir angkot Carry kuning dengan muka kesal memberikan jawaban saat media ini menanyakan kenapa banayak sopir berhenti.dengan lugas rahman mengatakan hari ini seluruh supir carry akan stop narik penumpang,”kita kecewa dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Batam,mereka enak saja melakukan rajia mobil carry yang kami miliki karena alasan uji kelayakan kendaraan atau KIR sudah mati,”kata Rahman

Padahal papar rahman,saat supir carry mau melakukan pembayaran KIR selalu ada saja permintaan yang tidak jelas sebagai persyaratan dari Dishub seperti,kaca film yang terlalu gelaplah,lampu yang tidak ada,dan permintaan lainya.

Jika satu saja kurang jangan harap supir dapat melakukan perpanjangan KIR kendaraan.Jika memang itu yang menjadi permintaan Dishub, supir dapat menyangupinya hanya saja perlakukan oknum dishub yang bertugas dilapangan seperti melakukan pemerasan.

” jika satu saja kekurangan oknum Dishub minta duit,setelah itu mereka menyuruh kita kembali lagi besok.Dan saat kita kembali besok harinya orang yang berbeda dari Dishub,masih tetap menyalahi hal yang sama dan menambahkan berbagai kekurangan angkutan carry yang kita miliki,dan ujung-ujungnya oknum minta duit lagi.”ujarnya

Ditambahkanya,jika dihitung-hitung biaya pengurusn KIR Carry dapat mencapai Rp 700 Ribu untuk satu angkutan carry.”darimana kita sangup membayarnya sementara penumpang saja sepi akibat masih banyaknya bus karyawan mengangkut penumpang.”kata Rahman.

Dishub tidak pernah meninjau dilapangan padahal supir sudah berkali-kali memberikan laporan.Akibatnya supir tidak sangup bayar KIR yang terlalu mahal,dan uji KIR sangat lama menyita waktu.”Puncaknya hari ini Ratusan sopir carry melakukan unjuk rasa,terangnya.

Unjuk rasa yang di gelar seluruh pengemudi carry itu, dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan mereka terhadap Pemerintah Kota, khususnya Dinas Pehubungan Kota Batam.

Dalam unjuk rasa tersebut, para sopir carry membawa spanduk yang berisikan tuntutan mereka kepada Pemerintah Kota.

Diantaranya, menolak bus karyawan yang tak memiliki izin trayek di Batam, menolak bus karyawan yang melanggar izin operasional dan berikan subsidi BBM kepada seluruh angkutan umum di Kota Batam.

Serta, para sopir carry itu menuntut pemerintah untu mempermudah uji kelayakan kendaraan atau KIR Angkutan Umum dan meminta pemerintah untuk membubarkan badan usaha yang tidak jelas.

Pantauan batamtimes.co,unjuk rasa dilakukan mulai sejak pukul 09.30 WIB. Semua akses ditutup mulai dari arah Panbil, Simpang Kara di Simpang Kabil, ratusan sopir carry itu melanjutkan aksinya ke Kantor Pemko Batam.

Ali Safi Siregar, perwakilan sopir Metrotrans trayek Bengkong – Mukakuning menyampaikan agar Pemko Batam bisa menertibkan bus karyawan karena menurutnya bus tersebut mengurangi pendapatan para mereka.

“Kami juga meminta agar angkutan plat hitam juga bisa ditertibkan juga,” kata Ali

Selain itu Ali juga meminta kepada Pemko Batam dan Polresta Barelang bisa menggratiskan uji kir dan pajak untuk angkot karena akunya hampir 90 persen angkot di Bengkong mati kir dan pajak.

Sedangkan John Sinaga koordinator sopir angkot menyampaikan agar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Zulhendri dicopot dari jabatannya.

Karena menurutnya selama ini banyaknya permasalahan angkot di Batam karena tidak ada langkah yang tegas dari Dishub.

“Selama ini cuma janji-janji saja, masalah ini sudah lama,” katanya.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan yang diminta untuk turun temui ratusan sopir angkutan umum yang berunjuk rasa ternyata sedang tidak ada di tempat sehingga Wakil Wali Kota Rudi yang menemui para pengunjuk rasa.

Menanggapai keluhan para supir angkot, Sekretaris Dishub Kota Batam, Ahmad Tarmizi mengatakan semua permasalahan akan dibenahi bersama.

Sedangkan menggratiskan uji kir ia katakan hal tersebut sudah datur di perda untuk retribusi pendapatan jadi hal itu bisa dilakukan jika ada perubahan dari Pemko Batam dan DPRD.

Sementara Rudi menjelaskan semua pihaknya akan menindak jika memang Dishub ada menyalahi aturan yang ada dan terkait bus karyawan dia katakan akan segera koordinasi dengan pihak kepolisian untuk menertibkan.

Sedangkan terkait pencopotan Kadishub, Rudi jelaskan hal itu bisa dilakukan sampai ada pergantian Wali Kota Baru nanti.

“Pencopotan Kadishub ada di tangan Pak Wali yang mempunyai wewenang, dan hari ini sudah tidak ada rotasi lagi sampai pergantian Wali Kota yang baru, jelasnya.

Setelah semua tuntutan ditanggapi oleh Rudi, pulul 13.45 WIB para sopir akhirnya membubarkan diri, sementara jalan Engku Putri yang sempat dialihkan sudah dibuka kembali.(*)

Panglima: Presiden Minta Setiap April TNI Intai Pelaku Pembakaran Hutan

0
Panglima TNI Gatot Nurmayanto

Jakarta – Presiden Joko Widodo memberikan arahan kepada Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar untuk menangani kebakaran. Presiden juga meminta agar setiap bulan April dilakukan pengintaian agar pembakaran hutan tak kembali terjadi.

“Presiden sudah minta agar dibuat posko di wilayah dan sejak dini sudah mengingatkan bahwa sejak bulan April tahun depan mulai melakukan pengintaian agar jangan sampai terulang lagi. Itu tindakan bodoh kalau sampai terulang lagi,” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di DPR, Senayan, Jakpus, Senin (7/9/2015).

Sementara itu, KSAU Marsekal Agus Supriyatna mengatakan untuk mencegah kebakaran hutan, dari TNI AU sudah meminta pengadaan 2 unit pesawat pemadam kebakaran. Pesawat ini diharapkan dapat membantu proses pemadaman api yang membakar hutan di pulau Sumatera.

“Insya Allah kalau pemerintah jadi belikan kita pesawat untuk pemadaman karena sekarang kan modifikasi (cuaca) saja. Kalau ada pesawat khusus untuk pemadaman api,” ucap Agus.

Ia mengatakan pesawat itu sudah dicantumkan dalam daftar pesawat yang akan dibeli pada Renstra 2016. Agus berharap pembelian pesawat ini disetujui oleh Komisi I DPR.

Saat Agus menyatakan harapannya, ia disapa oleh politisi PDIP yang juga anggota komisi I, Effendi Simbolon. Effendi mengaku komisi I tak akan mencoret pengadaan pesawat pemadam tersebut.

“Apanya yang dicoret? Nggaklah,” ucap Effendi tersenyum.(net/dtk)

Menhan Akan Tambah Alutsista untuk Pasukan Elite AL Kopaska

0

batamtimes.co,Jakarta-Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyatakan akan menambah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk pasukan elite TNI Angkatan Laut, Komando Pasukan Katak (Kopaska). Selama ini, alutsista untuk Kopaska dinilainya masih kurang memadai.

“Seperti tadi pasukan katak, ada banyak (yang kurang), seperti senjata seharusnya ada 400 hanya cuma ada 20-an, itu kan terlalu kurang. Itu saya akan tambah separuhnya dulu. Daripada 20 mendingan 200 kan. Alat-alat lain juga gitu, yang rusak yang sudah habis masa pakainya, kita akan beli,” kata Menhan usai meninjau Markas Kopaska, di Pondok Dayung, Jakarta Utara, Senin (7/9/2015).

Menurut Ryamizard, ia ingin melihat langsung bagaimana operasional di lapangan, baik alutsista maupun personelnya.

“Kalau personel saya lihat sudah sangat baik, walaupun harus terus berlatih, berlatih dan berlatih. Mulai kemarin AD sekarang AL. Masalah alutsista, peralatan masih banyak harus ditambah,” ucap Ryamizard.

Dalam kunjungannya itu, Ryamizard melihat-lihat pasukan dengan atribut khas Kopaska. Ada yang mengenakan tabung lengkap hingga atribut penyamaran. Berbagai perlengkapan bawah air juga menjadi perhatian khusus Menhan, seperti kendaraan bawah air, dive proportion device (DPD) dan kendaraan tempur bawah air, Sea Bob.

Sea Bob digunakan Kopaska untuk mempercepat saat mendekati sasaran musuh. Selain menghemat waktu karena tidak lagi perlu berenang, prajurit lebih mudah dalam menyergap sasaran.

Ryamizard lalu melihat berbagai jenis senjata dan perlengkapan menyelam yang dimiliki Kopaska. Ia juga mendapat pemaparan dari Kepala Staf Armabar Laksma TNI A Oktavian tentang keperluan-keperluan yang masih dibutuhkan pasukan katak.

“Besar harapan agar Mako Armabar bisa pindah ke sini. Dan agar ada akses jalan menuju Ksatrian Pondok Dayung ini jadi nggak hanya lewat penyeberangan,” ujar Oktavian saat memberikan pemaparan.

Ryamizard setelahnya lalu menuju lokasi fasilitas pemeliharaan dan perbaikan Lantamal III Jakarta yang letaknya berdekatan dengan Mako Kopaska. Jenderal purnawirawan bintang 4 itu mengecek gudang peluru, bengkel dok, dan break water. Sesudahnya Menhan masuk ke KRI Kapitan Pattimura-371 yang sedang sandar di Dermaga Lantamal III.

Ia menyatakan, masih banyak yang memerlukan tambahan, seperti pesawat tempur yang biayanya per satu unit bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun.

“Tapi kalau ini (senjata dan perlengkapan) nggak sampai, hanya ratusan lah. Saya pikir masih terjangkau. Artinya (dari minimun essential force) ada tambahan-tambahan lah,” tutur Ryamizard.

Dirjen Perencanaan Pertahanan Kemhan Marsda TNI M Syaugi, menambahkan, anggaran untuk penambahan senjata dan perlengkapan lainnya akan diambil dari ditundanya pembuatan pesawat KFX, dimana pesawat tersebut merupakan program kerja sama Indonesia dengan Korea Selatan.

“Tadi peralatan Denjaka, Kopaska (yang kurang) ada senjata, alat selam. Itu sudah dicatat semua,” kata dia (ant)

Partai Nasdem Optimis Menangkan Paslon Pilkada Desember Mendatang

0

batamtimes.co,Batam-Partai Nasdem menggelar rapat kerja wilayah (Rakerwil) tingkat DPD di Novotel, Senin(7/9/2015). Willy Aditya, Korwil Nasdem Kepri yang sekaligus sekretaris Bapilu (Badan Pemenangan Pemilu) Partai Nasdem mengatakan, kegiatan tersebut serentak dilaksanakan di semua wilayah.

Dikatakan Willy,Rakerwil Provinsi Kepri merupakan bahagian rencana Rakernas yang akan dilaksanakan secara Nasional di jakarta 21-22 September mendatang.”Ini sekaligus untuk persiapan Rakernas dengan agenda pemenangan Pilkada di tanggal21-22 September nanti di Jakarta.”katanya

Willy menjelaskan, dalam Rakernas Nasdem memiliki tema totalitas dalam memenangkan Pilkada.”Kenapa temanya nasdem totalitas memenangkan Pilkada, sebab dari awal kami sudah menggaungkan pilkada tanpa mahar. Jadi kami total bekerja untuk memenangkan pasangan yang kami usung, tidak dipungut seperakpun.” ujarnya

Sementara, Ketua DPW Nasdem Kepri Susui Susilawati mengatakan,Acara yang diselengarakan Partai Nasdem merupakan bahagian dari konsolidasi Internal Partai sekaligus sebagai ajang perkenalan Pasangan calon (Paslon)kepada seluruh pengurus Partai Nasdem yang tersebar di 4 Kabupaten dan 2 Kota yang ada diseluruh Kepri.

Lebih jauh dikatakan Susi,Seluruh Pengurus DPW,DPD,DPC dan Sayap Partai Nasdem hadir dan siap memenagkan Paslon yang diusung Partai Nasdem.

“Segenap pengurus Nasdem, dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi, serta tamu kehormatan ketua Dewan Pertimbangan DPP Nasdem, Maxi Gunawan pun turut hadir.”katanya

Susi menegaskan DPW Partai Nasdem dalam kegiatan Rakerwil juga akan mendata jumlah DPC dan DPRT yang masih aktif
“kegiatan ini juga sebagai bahagian dari memantapkan keberadaan DPC sebagai ranting dan DPRT sebagai anak ranting yang menyebar diseluruh Kepri.Setelah dimantapkan keberadaan DPC dan DPRT,maka hasilnya dilaporkan dalam Rakernas mendatang.” tegasnya

dari pantauan batamtimes.co,hadir Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri HM Sani-Nurdin Basirun (Sanur) pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Rudi-Amsakar Ahmad (Ramah),Paslon Apri Sujadi-Dalmasri Syam (Asri)Bintan,dan Aunur Rafiq–Anwar Hasyim (ARAH) Karimun.Selain itu hadir juga pengusaha-pengusaha dari Kadin ikut hadir di sana, sebut saja seperti Ketua Kadin Kepri Makruf Maulana,Jadi Rajaguk-guk.(ron)

Sejumlah Perwira Menegah di Polda Kepri Kena Mutasi

0

batamtimes.co,Batam – Kapolda Kepri Brigadir Polisi Arman Depari memutasi sejumlah Perwira Menengah (Pamen), Perwira Muda (Pama) serta Bintara pada lembaga tersebut berdasarkan surat yang dikeluarkan 2 September 2015.

“Mutasi berdasarkan Surat Telegram Kapolda Kepri Nomor: STR/518/IX/2015 Tanggal 02 September 2015 dan KEP Kapolda Kepri nomor: KEP/252/IX/2015 Tanggal 02 September April 2015,” kata Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono di Batam, Jumat.

Dengan adanya Surat Telegram Kapolda Kepri tentang Mutasi Jabatan Pamen, Pama, Bintara dan PNS Polri berjumlah 118 Orang Personil yang terdiri dari Kompol 23 orang personil, Akp 45 orang personil, Iptu 25 orang personil, Ipda 22 orang personil, Brigadir 1 orang personil dan PNS 2 Persoil.

“Rincian personil yang diganti itu yakni Kompol 23 orang personil, Akp 45 orang personil, Iptu 25 orang personil, Ipda 22 orang personil, Brigadir 1 orang personil dan PNS 2 Personil,” kata Kabag Humas Polda Kepri AKBP, Hartono.

Perwira menengah yang diganti itu antara lain yakni Kompol Didik Efrianto sebelumnya menjabat sebagai Kanit II Subdit II Ditreskrimsus Polda Kepri, diangkat menjadi Kasinego Subditdalmas Ditshabara Polda Kepri. Kompol Rimsyahtono yang dulunya sebagai Kapolsek Sekupang, diangkat sebagai Koorspripim Polda Kepri. AKP Limin sebelumnya Wakasat Shabara diangkat jadi Kasat Sabhara Polresta Barelang.

Kasat Lantas Polresta Barelang Kompol Agus Joko Nugroho diangkat menjadi Kabagops Polres Bintan. Kompol Henry Andhar Sibarani sebelumnya menjabat sebagai kasi BPKB Subditregident Ditlantas Polda Kepri, diangkat menjadi Kasat Lantas Polresta Barelang.

AKP Donris E Pasaribu Kapolsek Sei Beduk diangkat menjadi Kaurrapkum Subbidbankum Bidkum Polda Kepri. AKP Suwitnyo Kasipropam Polresta Barelang diangkat menjadi Kapolsek Sei Beduk.

Kompol Faisal Syahroni Koorspripim Polda Kepri diangkat menjadi Kasatshabara Polresta Barelang. Kompol Ferri Aprizon Kasashabara dijadikan Kapolsek Sekupang. Kompol Irham Halid Kasat Narkoba Polresta Barelang diangkat menjadi Kanit I Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri. Kompol Suhardi Hery Haryanto Kasubbagselek Bagdalpers Ro SDM diangkat menjadi Kasat Narkoba Polresta Barelang

Hartono mengatakan bahwa Kapolda Kepri Brigjen Pol Arman Depari menyampaikan serah terima jabatan dalam organisasi, merupakan hal yang wajar. Karena sebagai proses pelaksanaan kebijakan pimpinan. Dalam rangka pembinaan karir bagi personel melalui suatu sistem tour of duty dan tour of area.

“Momentum ini juga sangat diperlukan untuk pendewasaan dalam organisasi guna memelihara dinamika organisasi yang semakin kompleks, agar senantiasa selaras dengan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, Seyogyanya pelaksanaan mutasi ini janganlah dipandang sesuatu acara yang bersifat Formalitas, melainkan harus dilihat sebagai suatu upaya Institusi Polri dalam meningkatkan Produktivitas dan Kinerja Kesatuan untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin berat dan kompleks, sehingga pengelolaan organisasi dapat berjalan lebih Efektif dan Efisien, guna menuju perubahan yang lebih baik.” (lantas)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga