8.6 C
New York
Thursday, April 2, 2026
spot_img
Home Blog Page 1361

Pemilik Dolar Keluhkan Tingginya Biaya dan Jasa

0

batamtimes.co,Jakarta-Melemahnya rupiah terhadap kurs dolar  Amerika hingga menembus angka Rp 14.000 membuat sejumlah pemilik dolar di wilayah kota administrasi Jakarta Utara mengeluhkan tingginya kenaikan harga barang dan jasa yang di import langsung dari luar negeri.

Salah satunya yakni‎ Handi (36) warga Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang mengeluhkan naiknya biaya untuk sekolah yang menggunakan jasa guru internasional meskipun biayanya di konversi ke rupiah.

“Memang sekarang sudah tidak boleh‎ ada sekolah internasional yang mengenakan biaya dengan kurs dolar, tapi tetap saja patokan tarifnya didasarkan pada US dolar,” ujar Handi, Selasa (25/8) siang saat sedang menukarkan uang dolar Amerikanya di salah satu pedagang Valuta Asing di Jalan Boulevard Raya Kelapa Gading.

Ia memberi contoh apabila selama ini untuk satu tahun tingkat pendidikan bisa menghabiskan uang sebesar Rp 80 juta, maka dengan adanya pelemahan nilai rupiah bisa meningkat menjadi diatas Rp 100 juta.

“Kalau dulu misalkan kita ‎tukarkan 10 ribu dolar Amerika bisa untuk membiayai anak sekolah selama setahun, biaya travelling, dan belanja peralatan elektronik, sekarang paling sudah habis dalam kurun waktu setengah tahun saja,” tambahnya.

‎Sementara itu, Noviola (58), Warga Kelapa Gading Barat yang memiliki usaha jual-beli komputer di ruko elektroniknya di Jalan Boulevard Raya juga mengaku omsetnya berkurang drastis hingga 30 persen akibat pelemahan harga rupiah.

“‎Pembeli banyak yang menunggu harga kurs rupiah kembali menguat sebelum membeli barang elektronik yang mereka inginkan, kalaupun dia masih membeli unit elektronik itu dengan cicilan kartu kredit,” kata Novi.

Ia berharap agar pemerintah bisa menguatkan kembali nilai tukar rupiah sesuai harga fundamentalnya dan mengendalikan berbagai harga komoditas bahan pokok yang semakin bergerak liar dan tidak dapat dikendalikan oleh pemerintah.

“Kalau dihitung-hitung jelas kita bukan ambil untung, tapi ya kalaupun dapat nilai rupiah yang agak lebih sedikit dibandingkan kurs minggu lalu ya langsung tertutup dengan kenaikan harga sekarang ini,” tuturnya.

Beda lagi dengan Rendi (32), salah satu pengusaha ‎restoran steak di salah satu derertan Ruko di Jalan Boulevard Raya juga merasakan dampak ketidakstabilan harga rupiah.

“Harga daging import yang kita datangkan langsung dari Australia dan New Zealand jelas ikut terkerek naik‎, untuk menutupi kerugian kita terpaksa menaikan sebesar 10-15 persen harga per porsi sajian yang berkisar Rp 90.000 hingga Rp 200.000,” kata Rendi.

Menurutnya, dampak dari kenaikan tarif tersebut langsung terasa dari berkurangnya jumlah pelanggan yang datang berkunjung ke restorannya untuk menyantap steak ataupun menu variasi lain yang masih menggunakan bahan baku daging sapi impor.(net/berita satu)

 

Menkeu: Sampai September Masih Ada Gejolak

0

Jakarta -Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menilai gejolak pasar keuangan global masih akan terjadi sampai Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed memutuskan terkait rencana kenaikan suku bunga acuan. Sekitar pada pertengahan September 2015.

Hal ini tentunya akan ikut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Sehingga menjadi tugas pemerintah adalah menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri.

“‎Pokoknya kita lihat, sampai September ini, sampai FOMC meeting, masih ada gejolak. Makanya tugas kita bisa menjaga stabilitas ekonomi,” ujarnya di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, (25/8/2015)

Di samping itu‎ juga menjadi perhatian adalah kemungkinan China kembali melakukan devaluasi terhadap mata uangnya. Bambang menyebut risiko terjadinya devaluasi masih ada.

“Yang lebih berpengaruh ke luar kalau China melakukan devaluasi, dan dia masih terus melakukan devaluasi karena sampai sekarang ini masih overvalue.‎” terangnya.

Terkait dengan keputusan Bank Sentral China yang memangkas suku bunga menjadi 4,6%, menurut Bambang dampaknya lebih kepada pertumbuhan ekonomi China. Ini sudah untuk kelima kalinya‎ dilakukan.

“Kan sudah beberapa kali melakukan itu. Kalau cut rate sih menurut saya dia lebih ke internal dan lebih untuk mendorong pertumbuhan di dalam,” tukasnya.(net/dtk)

Pasangan M Rudi-Amsakar mendapat nomor urut 1

0

Batamtimes.co,Batam-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam melakukan pencabutan nomor urut dua pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam di Hotel Harmoni One, Batam, Selasa (25/8/2015).

Pencabutan nomor urut ini dihadiri dua pasangan calon dan diikuti oleh ratusan massa pendukung masing-masing. Di tengah-tengah hadir Ketua KPU Batam Agus Setiawan.Dua pasangan calon yang telah ditetapkan KPU, Rudi dan Amsakar Ahmad bersama Ria Saptarika dan Sulistyana.

Setelah dilakukan pencabutan, keduanya memperlihatkan nomor urut masing-masing ke hadapan massa pendukungnya. Pasangan M Rudi-Amsakar mendapat nomor urut 1 dan pasangan Ria Saptarika-Sulistyana mendapat nomor urut 2.

Dalam sambutannya Ketua KPU Batam, Agus Setiawan mengatakan bahwa nomor mempunyai peran penting dalam identitas bagi para calon.

“Artinya akan mempermudah bagi para pemilih pada 9 Desember mendatang,” katanya, seraya menambahkan bahwa nomor urut tersebut ditetapkan dan akan mulai berlaku hari ini.

Para pendukung kedua calon terlihat saling berteriak untuk mendukung calonnya masing-masing dan menyanyikan yel-yelnya.(rustam)

 

Realisasi APBN dan APBD 2015 Ibarat Buah Simalakama: Penyebab Utama DPR/DPRD Menjadi Agen Ganda?

0

Oleh: Ir. Petra Paulus Tarigan Sibero MM, MBA

Dosen Senior di UNRIKA

Ketakutan…keraguan.. Itulah suasana yang terjadi di pemerintahan saat ini. Bagaimana tidak ketakutan hampir semua pejabat daerah di seluruh provinsi ragu mengerjakan proyek-proyek pemerintah sesuai anggaran 2015. Realisasi APBN 2015 hasilnya sangat memprihatinkan, buktinya sampai Agustus serapan APBN baru mencapai 20 persen.

Selain APBN yang mengalami pelemahan serapan, APBD juga mengalami hal yang sama. Menurut Ketua Umum Badan Pengurus Harian Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Bahlil Lahadalia, di Jakarta, Minggu (23/8/2015), lanjutnya: “Saat ini APBD lebih banyak mengendap di lembaga keuangan sebab kepala daerah dan dinas-dinas sebagai kuasa anggaran ketakutan menghadapi kriminalisasi. Akibatnya tidak ada pihak yang berani mengambil keputusan terhadap semua tanggung jawab proyek yang ada, sebab utamanya kepala daerah minim perlindungan hukum.”

Padahal sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkirakan penyerapan anggaran tahun 2015 akan meningkat pesat pada Juni-Juli 2015 sejalan dengan pelaksanaan berbagai program yang ditetapkan. Untuk itu Presiden Joko Widodo memanggil seluruh kepala daerah setingkat gubernur didampingi Kapolda dan Kajati ke Istana Negara di Bogor, Jawa Barat, Senin (24/8/15). Rapat koordinasi tersebut juga melibatkan beberapa Lembaga Negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.

Rapat tersebut guna mencari jalan keluar rendahnya penyerapan anggaran sepanjang 2015 dan merata di seluruh Indonesia. Ini menjadi beban besar Pemerintah mengatasi rendahnya serapan anggaran APBN kita baru 20 persen, di satu sisi kita sudah memasuki akhir Agustus, belanja modal baru 20 persen. Jokowi mengingatkan pertumbuhan ekonomi dapat dicapai dengan menggenjot belanja pemerintah, baik melalui APBN, APBD, BUMN, belanja swasta, nasional, dan asing. Di sisi lain, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta, Senin (24/8/2015) pagi bergerak melemah sebesar 122 poin menjadi Rp14.038 dibandingkan posisi sebelumnya Rp13.916 per dolar AS.

Periuk Nasi Pemerintahan Pusat sedang diuji. Disaat Pemerintah memulai kabinetnya dengan Samurai HUKUM MENGIBARKAN BENDERA PERANG TERHADAP KORUPSI dengan me-revitalisasi Lembaga Maruah Pemberantas Korupsi KPK, di sisi lain Kepolisian semakin Bertenaga diesel melalui Badan Bareskrim siap menciduk Pejabat-pejabat yang terlibat aliran dana korupsi. Pedang sudah dihunus dari sarungnya, tentu saja sasaran utamanya kepada Pejabat2 Kelas I kepala daerah baik Gubernur, Bupati dan Walikota bahkan sampai kepada Pejabat Eselon 2 Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pengguna Anggaran tentu saja merasa terancam dan sangat mungkin dikriminalisasi?

Bagaimana tidak rekanan pemenang dari proyek pengguna anggaran biasanya adalah Para Perusahaan Titipan Anggota Dewan. Dewan dalam hal ini merangkap fungsi agen ganda, disatu sisi bertugas mengawasi mensupervisi pelaksanaan penggunaan anggaran, disisi lain melaksanakan proyek pekerjaan melalui orang-orang suruhannya. Dewan yang mengatur Proyek dan menikmati hasilnya, tetapi Kepala Dinas atau Kepala Satuan Kerja Pengguna Anggaran yang harus menerima tanggung jawab apabila diendus terjadi kebocoran bahkan adanya tindak korupsi. Inilah menjadi permasalah utama yang dihadapi hampir di setiap daerah termasuk di wilayah Provinsi Kepri. Contoh pelaksanaan Pengadaan Alat-alat Kesehatan (ALKES) bukan rahasia umum lagi di setiap Kota Kabupaten di Kepri seperti Kota Batam, Kabupaten TB Karimun, Kabupaten Bintan, Tanjung Pinang menjadi rawan kriminalisasi kepada Pejabat Kepala Rumah Sakit Daerah. Walaupun sudah diterapkan system on line berupa tender/lelang elektronik, peluang terjadi penyalahgunaan tetap ada.

Memang diakui Keterlambatan penyerapan anggaran belanja daerah itu, memang terkait dengan pembenahan secara mendasar yang tengah dilakukan dalam rangka mengeliminir terjadinya tindak pidana korupsi. Contoh memverifikasi calon penerima dan menentukan calon lokasinya, menyamakan persepsi perlu dilakukan pertemuan antara pihak pelaksana kegiatan (PPTK) dengan aparat penegak hukum dan aparat pengawasan, seperti Kepolisian, Kejaksaan, BPK dan BPKP. Disamping factor Kriminalisasi dan minimnya payung hukum bagi Pejabat Pengguna Anggaran, ada bermacam penyebab yang menimbulkan seretnya penyerapan anggaran di daerah, yakni: 1). adanya kegamangan aparat pengelola anggaran di tingkat instansi, 2). lambatnya proses tender, 3). lambatnya pengesahan dokumen pelaksanaan anggaran, 4). kurangnya SDM yang bersertifikat, sampai dengan: 5).  kelemahan dalam perencanaan awal, 6). kelemahan dalam sistem pengendalian intern di bidang pengadaan barang dan jasa.

Yang pasti harapan Presiden dan seluruh rakyat Indonesia agar perlambanan ekonomi segera diantisipasi. “Semua harus sama, jangan sampai sudah diberikan garis, masih ada yang keluar garis,” ditegaskan Jokowi.(*)

Pahlawan Perlindungan Anak

0

Asrorun Ni’am Sholeh
Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI)

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawan. Pemeo ini sudah sangat populer dan mengakar dalam benak masyarakat kita karena senantiasa diungkap dalam pidato hari kemerdekaan setiap tahun di bulan Agustus. Riuh rendah hari jadi Republik Indonesia menghiasi kehidupan masyarakat Indonesia mulai dari level terendah hingga di Istana Negara.

Dalam konteks perlindungan anak, pahlawan adalah mereka yang memiliki komitmen dan konsisten dalam memberikan penyelenggaraan dan pengawasan perlindungan hak anak. Pelakunya bisa siapa saja, rakyat jelata hingga aparatur pemerintah.

Keberpihakan terhadap hak anak ini tidak lepas dari upaya segenap lapisan masyarakat untuk menjadikan anak sebagai arus utama pembangunan nasional. Prinsip kepentingan terbaik bagi anak diterapkan dalam setiap perencanaan dan kebijakan program pemerintah.

Prinsip ini menjadi strategi perlindungan anak dengan mengintegrasikan hak anak ke dalam setiap pembangunan nasional. Bahkan, integrasi ini dimulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan, sampai evaluasi dari berbagai peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan program pemerintah. Semua ini dilakukan dalam rangkaian penerapan pengarusutamaan hak anak atau yang disebut Puha.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menjadi yang terdepan dalam pengawasan penyelenggaraan perlindungan anak dengan visi mewujudkan Indonesia ramah anak. Sudah barang tentu, KPAI tidak bisa sendiri dalam mewujudkan cita-cita mulia tersebut. Untuk mewujudkan strategi Puha, KPAI membutuhkan kerja sama antarlembaga negara, pemerintah, swasta, dan masyarakat. Oleh sebab itu, KPAI melakukan sejumlah penandatanganan nota kesepahaman dengan berbagai instansi dari latar belakang berbeda yang tujuannya adalah memantapkan misi perlindungan anak di Indonesia.

Wujud kerja sama ini tidak hanya dalam bentuk tuntutan yang berkenaan dengan hak dan kewajiban. Lebih dari itu, KPAI menilai perlu adanya penghargaan tulus yang diberikan kepada mereka yang telah bekerja tanpa pamrih demi terwujudnya perlindungan anak. Demikian juga bagi pemegang kebijakan yang mampu menjadi “pemecah kebuntuan” dengan kebijakan yang out of the box dalam mewujudkan perlindungan anak.

Dalam kaitannya dengan hal ini, KPAI pun menginisiasi diselenggarakannya penganugerahan KPAI Award. Award ini digelar sebagai rangkaian dari perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2015 dan HUT ke-70 RI.

Ada harapan yang besar bagi KPAI atas penganugerahaan ini. Berbagai kasus anak mengoyak sanubari dan mencabik perasaan kita yang paling dalam. Setidaknya, dengan award ini, masyarakat lebih terdorong untuk berpartisipasi mewujudkan kepedulian perlindungan terhadap anak. Dengan demikian, visi KPAI untuk mewujudkan Indonesia ramah anak bisa segera terwujud.

Dulu, KPAI pernah menobatkan tiga anak pemberani dari Bogor yang berhasil menyelamatkan anak dari upaya pemerkosaan, meski dengan risiko nyawa sebagai pahlawan perlindungan anak. Apresiasi muncul dari seluruh masyarakat, mulai RT hingga presiden karena kepeloporan dan kepahlawanan mereka. Bahkan, sekolahnya pun mendapat berkah dari kepeloporan mereka. Ini sebagai fakta, masih ada asa untuk bersama wujudkan perlindungan anak Indonesia.

Untuk memberikan apresiasi atas kepeloporan dan kepahlawanan dalam perlindungan anak, KPAI secara khusus menggelar acara penghargaan kepada mereka yang berdedikasi meski dalam sunyi. Setelah melalui proses panjang, panitia KPAI Award mengajukan 11 calon penerima yang terdiri atas unsur pemerintah, swasta, komunitas masyarakat, dan individu.

Pertimbangan atas anugerah ini pun bervariasi. Unsur pemerintah, misalnya, pemberian penghargaan ini karena peraturan yang dikeluarkannya memperhatikan aspek perlindungan anak. Hal ini tentu sangat layak untuk diapresiasi lantaran dampak dikeluarkannya peraturan tersebut sangat besar kontribusinya terhadap masyarakat, khususnya anak.

Kita bisa menyaksikan sejumlah kepala daerah mengeluarkan kebijakan fenomenal yang berdampak besar bagi upaya perlindungan anak. Ada yang ketika menjabat mengeluarkan perda larangan merokok, bahkan hingga tidak mau menerima cukai rokok dalam APBD. Ini tentu langkah yang sangat berani dan layak diapresiasi. Kita bisa menyimak begitu besar dampak bahaya rokok terhadap anak melalui berbagai pemberitaan di media massa.

Penutupan lokalisasi pelacuran di daerah pun menjadi kebijakan pemerintah yang harus diihat secara positif dari perspektif perlindungan anak. KPAI memiliki catatan betapa tingginya angka pelacuran yang melibatkan anak-anak.

Mereka adalah generasi penerus bangsa, tapi karena berbagai hal, harus terjerembab dalam kehidupan hitam yang pekat dalam kenistaan. Penutupan lokalisasi ini patut dihargai dan diberikan penganugerahan dalam konteks dan perspektif perlindungan anak.

Apakah hanya aparat pemerintah yang menerima KPAI Award? Tentu tidak sama sekali. Rakyat jelata di pelosok yang memiliki kontribusi terhadap perlindungan anak sangat berhak menerima penganugerahan ini.

Di Sumatra Barat, ada seorang seniman yang mampu menciptakan 300 lagu tentang anak sepanjang hidupnya. Kehidupannya jauh dari popularitas dan peliputan media massa. Namun, KPAI menangkap sosok tersebut sebagai pahlawan perlindungan anak meski jauh dari ingar bingar pemberitaan karena balutan pencitraan. Begitu pula dengan unsur swasta yang dianggap memiliki kontribusi besar dalam perlindungan anak.

Penganugerahan ini tentu memiliki tujuan mulia. Dalam momentum hari kemerdekaan RI dan Hari Anak Nasional (HAN), KPAI ingin memulai sesuatu yang begitu tulus untuk diberikan kepada mereka yang tanpa pamrih memberikan perlindungan anak di negara kita. Mereka adalah para pahlawan yang hadir melawan “penjajahan” terhadap anak.

“Penjajahan” dalam bentuk eksploitasi, penelantaran, kekerasan, dan kejahatan terhadap anak, saat ini sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dampak globalisasi memberikan kontribusi besar terhadap kejahatan anak. Pengaruh budaya negatif masuk ke kehidupan anak-anak kita yang terselubung dalam arus global. Mari merdekakan anak Indonesia dengan kepeloporan dan kepahlawanan kita.(.)

Kader PKS Bongkar Kasus Gatot

0

Batamtimes.coJakarta – Tak hanya dibelit kasus penyuapan di Komisi Pemberantasan Korupsi dan dugaan korupsi dana bantuan sosial di Kejaksaan Agung, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho juga disangka menyalahgunakan kewenangannya oleh Kementerian Dalam Negeri. Februari lalu, Kementerian menyurati Gatot menyampaikan hasil pemeriksaan khusus mengenai hal itu.

Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri, Dodi Riyadmadji, mengatakan pemeriksaan dilakukan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri. Menurut dia, bila temuan awal Inspektorat tersebut terbukti, pemerintah akan menjatuhkan sanksi.

“Bisa pemeriksaan lebih lanjut dari kami atau lewat penegak hukum,” ujarnya Selasa 4 Agustus 2015. Dodi mengatakan belum mengetahui kelanjutan perkara setelah hasil pemeriksaan disampaikan kepada Gatot.

Hasil pemeriksaan disampaikan Kementerian pada 11 Februari 2015. Dalam suratnya, Kementerian menjelaskan bahwa pemeriksaan tersebut untuk merespons sejumlah pengaduan, termasuk dari Amsal Nasution, Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara periode 2009-2014. Sebagaimana Amsal, Gatot juga kader PKS.

Dihubungi kemarin, Amsal mengaku dua kali melaporkan kejanggalan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Sumatera Utara, yakni pada 2013 dan 2014. Salah satunya, pemerintahan Gatot tak membayar utuh dana bagi hasil pajak ke kabupaten/kota. Akibatnya, pada akhir 2013 utang pemerintah provinsi ke daerah menumpuk hingga Rp 2 triliun. “Kelemahannya di situ,” ujar Amsal.

Dalam pengaduannya ke Kementerian tertanggal 17 April 2013, Amsal membeberkan persoalan lain. Dia menulis bahwa ada masalah dalam pemberian bantuan kepada daerah oleh pemerintah provinsi pada 2012 dan 2013. Pertama, besaran anggaran melebihi kemampuan keuangan provinsi. Kedua, alokasi tiap kabupaten/kota sangat timpang. Amsal menduga dana bagi hasil itu dialokasikan untuk dana bantuan daerah.

Merespons laporan Amsal, Kementerian dalam laporan hasil pemeriksaan menemukan kejanggalan dalam anggaran 2013. Misalnya, anggaran dana bantuan ke daerah, atau dana Bantuan Daerah Bawahan, melonjak dari Rp 1,68 triliun menjadi Rp 2,84 triliun. Bantuan sosial yang semula dianggarkan Rp 76,7 miliar membengkak sampai Rp 107,8 miliar. Pada saat yang sama, bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota yang semula Rp 1,4 triliun menjadi hanya Rp 522,7 miliar.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mencurigai kenaikan dana bantuan untuk daerah dan bantuan sosial itu berhubungan dengan kemenangan Gatot dalam pemilihan Gubernur Sumatera Utara pada 2013. Indikasinya, di daerah yang menerima dana besar, Gatot unggul mutlak ketimbang lawannya.

Walau laporannya menyudutkan Gatot, Amsal Nasution mengatakan tak bermaksud membuka aib koleganya. “Kalau dia sendiri, saya tidak yakin bisa berbuat seperti itu. Artinya, tim dia (saat itu) tidak pas,” ujarnya. Amsal mengatakan laporan itu atas inisiatif dia sendiri, bukan partai.

Juru bicara PKS, Mardani Ali Sera, menyanggah ada perpecahan di partainya. “Laporan Amsal tak perlu koordinasi dengan PKS pusat,” kata Mardani. “Bahkan Amsal layak mendapat apresiasi karena tak menutup-nutupi kesalahan.” Adapun pengacara Gatot, Razman Arief Nasution, membantah kliennya telah menyalahgunakan wewenang.(net/temp)

PDIP Hadirkan Megawati sebagai Jurkam Risma-Whisnu

0

batamtimes.co,Surabaya – Ketua Umum PDIP Megawati dipastikan akan menjadi salah satu juru kampanye dalam Pilkada Surabaya untuk pasangan calon Risma-Whisnu. Bahkan, Megawati meminta sendiri untuk hadir dalam kampanye.

“Bu Mega yang meminta sendiri untuk kampanye di Surabaya dan sudah konfirmasi,” kata juru bicara Tim Kampanye Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono di KPU Surabaya, Jumat (21/8/2015).

Ia menegaskan, Pilkada Surabaya menjadi salah satu prioritas daerah dari 269 Pilkada serentak di Indonesia pada 2015. “Surabaya termasuk prioritas yang akan didatangi,” imbuhnya.

Selain Megawati, lanjut Didik, pengurus DPP PDIP juga akan ikut hadir sebagi juru kampanye Risma-Whisnu di Pilkada Surabaya. “Semua akan full team memenangkan Risma-Whisnu termasuk Ketua Bapilu Bambang DH,” pungkas dia.

Saat ini, KPU tengah melakukan proses verifikasi berkas bakal calon. Risma-Whisnu akan ditantang Rasiyo-Dhimam Abror yang diusung Partai Demokrat dan PAN. Pilkada dijadwalkan digelar Desember 2015 mendatang.(net/dtk)

Ada Yakuza di Balik Sindikat Penipuan Tiongkok di Indonesia

0

batamtimes.co,Jakarta-Polda Metro Jaya membongkar praktik sindikat kejahatan transnasional berupa penipuan di Indonesia. Dalam penelusuran polisi, sindikat ini mendapat perlindungan dari organisasi kejahatan terbesar di Jepang.

“Pelindungnya adalah dari organisasi di Jepang. Organisasinya cukup besar. Yakuza terlibat,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti di Jakarta, Jumat (21/8/2015).

Krishna menambahkan, sindikat ini merupakan kejahatan terorganisasi lintas negara. Untuk itu, Indonesia patut waspada dalam menghadapi sindikat ini, apalagi dalam arus globalisasi.

“Kita bukan hanya jadi korban kejahatan, tetapi dikhawatirkan bisa menjadi basis untuk melakukan kejahatan,” kata Krishna.(net/Kmp)
Sindikat ini memiliki fungsi masing-masing di tiap negara. Di Taiwan, sindikat ini merekrut orang untuk menjadi pelaku kejahatan. Setelah itu, nanti akan diajarkan aksen Tiongkok.

Sebab, sasaran sindikat ini merupakan para pejabat Tiongkok yang terlibat korupsi dan perselingkuhan. Mereka akan mencoba memeras pejabat tersebut.

Sementara itu, tempat aktivitas kejahatan tersebut berada di Indonesia. Warga negara Indonesia memfasilitasi para pelaku kejahatan tersebut untuk melakukan pemerasan dan penipuan.

Cukup Tujuh Jam Polisi Bekuk Pembunuh Deni Tato

0

Batam – Deni alias Tato Seorang pria paruh baya ditemukan tewas di samping Hotel City View , Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepri, Jumat (21/8/2015).Cukup mengenaskan  Kondisi lelaki berambut ikal tersebut bersimbah darah.Saat ditemukan ia dalam kondisi telentang di pelataran parkir Hotel Liberty.

Atas kejadian tersebut Jajaran Polresta Barelang pun langsung bertindak  merilis pelaku pembunuhan terhadap seorang pria yang membunuh Deni alias Tato di kos Ruko Business Centre Nagoya Blok C No.5 Kecamatan Lubuk Baja, Batam, Kepri, Jumat (21/8/2015) pukul 08.45 WIB.

Pria yang diburu tersebut bernama Anang Pirnang alias Pak De. Kelahiran Serang, 23 April 1955.

“Mohon bantuan masyarakat, jika menemukan orang bernama,” ujar akun resmi Facebook Polresta Barelang.

Menurut ofisial akun Polresta Barelang, pekerjaan pelaku sebagai tukang urut.Hanya berselang sekitar tujuh jam usai dirilis, pembunuhan terhadap Deni alias Tato di indekos komplek Nagoya Busines Center Blok V, RT 02/RW 03, dekat Hotel City View, Nagoya, Jumat (21/8/2015) sekitar pukul 09.00 WIB, pelaku pembunuhan berinisial AP langsung dibekuk jajaran Polresta Barelang.

Meski mencoba kabur, namun berkat kerja sama tim, keberadaan pelaku diketahui dan dilakukan pengejaran. Ia berhasil dibekuk di Belakangpadang pada sore harinya, sekitar pukul 16.00 WIB.

Mengenakan baju kaus warna kuning, AP yang diketahui berusia 50 tahunan tersebut, digiring ke ruangan Unit VI Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polresta Barelang untuk proses pemeriksaan selanjutnya.

“Begitu mendapat laporan adanya pembunuhan, kita langsung melakukan olah TKP dan mencari pelaku. Berkat kerja tim yang dilakukan sorenya pelaku berhasil diamankan,” kata Kapolresta Barelang, Komisaris Besar Asep Safrudin, Jumat sore.

Dijelaskan Asep, pelaku setelah membunuh langsung meninggalkan lokasi. “Pelaku berniat kabur dan lokasinya diketahui sudah berada di Belakangpadang. Anggota langsung melakukan pengejaran,” jelas Asep.

Keterangan sementara yang didapat dari pelaku lanjutnya, ia menyerang dan menusuk korban menggunakan gunting. “Sementara ini motif pembunuhan ini karena utang-piutang. Hubungan mereka adalah sama-sama penghuni kos di kawasan itu,” lanjutnya.(Lantas/btd)

 

Busyro Muqoddas Jadi Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum

0

Jakarta – Pasca Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar yang menghasilkan Dr Haedar Nashir sebagai ketua umum, PP Muhammadiyah menyusun kepengurusan secara lengkap. Salah satunya, mengangkat Busyro Muqoddas sebagai ketua bidang hukum.

“Keputusan dibahas dalam rapat pleno secara musyawarah mufakat,” kata sekretaris umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti dalam pesan singkat, Jumat (21/8/2015).

Surat Keputusan (SK) tentang susunan kepengurusan PP Muhammadiyah itu bernomor 124/KEP/l.0 /D/2015. Kepala Kantor PP Muhammadiyah Zainuddin, mengatakan SK tersebut dikeluarkan tanggal 18 Agustus.

Ada penambahan 4 orang ketua dari 13 nama yang sudah lebih dulu terpilih dalam Muktamar Muhammadiyah. Yaitu Prof. Dr. Bahtiar Effendy, Dra. Siti Noordjannah Djohantini, dr. Agus Taufiqurrohman, dan Marpuji Ali.

Terkait nama Busyro Muqoddas yang masuk jajaran ketua PP Muhammadiyah namun juga akan dipilih sebagai calon pimpinan KPK, Zainuddin mengatakan tidak masalah jika Busyro rangkap jabatan.

“Kalau untuk intern Muhammadiyah karena bukan ketua umum, sekretaris umum dan bendahara umum, masih dibolehkan. Kecuali aturan KPK tidak boleh rangkap dengan ormas atau orpol, maka harus memilih,” ucapnya.

Berikut Susunan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Periode 2015 – 2020 :

Ketua Umum: Dr. H. Haedar Nashir, M.Si.

Ketua Bidang Tarjih, Tajdid dan Tabligh: Prof. Dr. H. Yunahar Ilyas, Lc.,M.Ag.

Ketua Bidang Konsolidasi Organisasi dan Kaderisasi: Drs. H. A. Dahlan Rais, M.Hum.

Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik: Dr. H.M. Busyro Muqoddas, SH., M.H.

Ketua Bidang Ekonomi, Kewirausahaan, dan UMKM: Dr. H. Anwar Abbas, M.M, M.Ag.

Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan dan Litbang: Prof. Dr. H. Muhadjir Effendy, M.AP.

Ketua Bidang Hubungan Antaragama & Peradaban: Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni

Ketua Bidang Pustaka, Informasi, dan Komunikasi: Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si.

Ketua Bidang Wakaf dan Kehartabendaan: Drs. H. M. Goodwill Zubir

Ketua Bidang Pemberdayaan Masyarakat, LH, Kebencanaan, ZIS: Drs. H. Hajriyanto Y. Thohari, M.A.

Ketua Bidang Hubungan dan Kerjasama Luar Negeri: Prof. Dr. Bahtiar Effendy

Ketua Bidang Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial : dr. H. Agus Taufiqurrohman, M.Kes, Sp.S.

Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak: Dra. Hj. Noordjannah Djohantini. MM., M.Si.

Sekretaris Umum: Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed,

Sekretaris : Dr. H. Agung Danarto, M.Ag.

Bendahara Umum: Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd.

Bendahara : Drs. H. Marpuji Ali, M.SI.

(net/detik)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga