8.6 C
New York
Thursday, April 2, 2026
spot_img
Home Blog Page 1360

Terjajah Kemiskinan

0
Teguh Dartanto

Teguh Dartanto,
MAHASISWA DOKTORAL UNIVERSITAS NAGOYA, JEPANG

batamtimes.co-Bangsa Indonesia telah menyatakan kemerdekaannya pada 64 tahun yang lalu, namun sebagian rakyat Indonesia belum benar-benar merdeka dari kemiskinan. Persentase penduduk miskin di Indonesia pada 2008 (15,42 persen) menurun sekitar 2 persen dibanding persentase pada 1996 (17,47 persen). Jika dilihat dari jumlah absolut, jumlah penduduk miskin meningkat dari 34,01 juta (1996) menjadi 34,96 juta (2008) (Badan Pusat Statistik, 2008).

Presiden sudah berganti empat kali sejak Soeharto lengser dan setiap pemerintahan mengaku sudah berusaha keras mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dengan mengalokasikan triliunan rupiah untuk membiayai berbagai program kemiskinan, namun angka kemiskinan tidak menurun secara berarti. Selama kurun waktu 2006-2008, pemerintah SBY telah mengalokasikan dana APBN sebesar Rp 142 triliun untuk pos bantuan sosial yang digunakan untuk program-program pengentasan masyarakat miskin.

Ratusan triliun rupiah dan berbagai macam program seolah-olah tidak efektif mengentaskan masyarakat miskin. Melihat kondisi ini, tentu ada sesuatu yang salah dari sisi kebijakan atau bahkan paradigma pengentasan masyarakat miskin itu sendiri yang salah. Terdapat dua paradigma yang perlu diluruskan dalam pengentasan masyarakat dari kemiskinan. Pertama, pemerintah selama ini memandang kemiskinan hanyalah angka-angka statistik bisu yang harus diturunkan persentasenya dari tahun ke tahun sebagai salah satu indikator kesuksesan dalam menjalankan roda pemerintahan. Konsekuensi dari paradigma ini, pemerintah berusaha keras menurunkan angka kemiskinan secara instan dalam tempo sesingkat-singkatnya. Hal ini dilakukan dengan jalan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis, seragam, dan mengabaikan kearifan lokal yang bertujuan mengurangi angka kemiskinan sekaligus menarik simpati masyarakat. Kebijakan ini hanya akan menurunkan kemiskinan secara semu, di mana ketika program-program pemerintah berhenti, kelompok miskin akan kembali menjadi miskin.

Sudah seharusnya kemiskinan tidak hanya dipandang sebatas angka, melainkan sebagai entitas yang hidup dan berkembang menurut dimensi ruang dan waktu. Kemiskinan yang bersifat hidup dan berkembang dalam dimensi waktu mengharuskan pemerintah memutus lingkaran hidup/rantai kemiskinan. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa orang kaya mati meninggalkan kekayaan dan pendidikan bagi anak-anaknya, sedangkan orang miskin mati mewariskan kemiskinan dan kebodohan bagi anak-anaknya.

Keluarga miskin tidak mampu memberikan asupan gizi dan fasilitas pendidikan yang memadai bagi anak-anaknya. Kombinasi kekurangan gizi dan pendidikan yang rendah akan menghasilkan generasi kurang berkualitas, serta tenaga kerja tidak produktif, bergaji rendah, dan tidak kompetitif. Karena itu, anak dari keluarga miskin akan terjebak dalam kemiskinan kembali. Di sisi lain, anak dari keluarga kaya memperoleh asupan gizi, fasilitas pendidikan, jaringan, dan akses pengetahuan yang prima. Kombinasi berbagai hal tersebut, serta tambahan warisan dalam jumlah besar, menjadikan anak-anak dari keluarga kaya generasi berkualitas, bergaji tinggi, dan kompetitif, sehingga mereka sulit jatuh dalam jurang kemiskinan. Karena itu, untuk mewujudkan masyarakat yang berkeadilan dan memutus lingkaran kemiskinan, pemerintah dapat mengimplementasikan kebijakan “Robin Hood”: mengambil sedikit kesenangan/harta dari kelompok kaya melalui pajak barang warisan (selain BPHTB), dan hasilnya digunakan untuk mendukung kegiatan pendidikan dan perbaikan gizi bagi kelompok miskin.

Paradigma kedua yang perlu diluruskan adalah, paradigma pengentasan masyarakat miskin dengan memberikan ”ikan” atau ”kail”. Sudah selayaknya perdebatan kebijakan memberikan ikan atau kail diberhentikan karena keduanya bersifat saling melengkapi. Kebijakan memberikan “ikan”, seperti BLT, yang akan sangat menolong golongan tidak produktif, misalnya kelompok lanjut usia, perlu diteruskan. Sedangkan kebijakan memberikan “kail”, seperti kredit usaha dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), sangat cocok bagi kelompok usia produktif. Paradigma pengentasan masyarakat miskin seharusnya tidak hanya memberikan ”ikan” dan/atau ”kail”, tetapi harus ditambah dengan paradigma “pencipta”, di mana kelompok miskin dibekali pengetahuan agar bisa membuat kail untuk mencari ikan sendiri. Kebijakan ini bersifat jangka panjang dan hanya bisa dilakukan dengan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan yang hasilnya baru terasa 15-20 tahun mendatang. Alokasi 20 persen APBN seharusnya tidak hanya digunakan untuk pendidikan formal, tetapi digunakan juga untuk program makanan tambahan/gizi bagi anak-anak usia SD melalui program makan siang di sekolah.

Kebijakan ala Robin Hood tidaklah menguntungkan secara politik, sedangkan investasi di sektor pendidikan/kesehatan hasilnya tidak bisa dilihat secara instan selama lima tahun berkuasa. Karena itu, pemerintah akan setengah hati untuk menjalankan dua kebijakan di atas. Tetapi, tanpa keberanian dan kebijakan radikal, mungkin kita akan dijajah oleh kemiskinan selamanya.(*)

Pelanggan ATB Diimbau Menampung Air Seperlunya

0

batamtimes.co,Batam-Curah hujan Batam yang terus berkurang sejak awal tahun 2015 membuat seluruh dam yang menjadi andalan sumber air baku PT. Adhya Tirta Batam (ATB) menyusut tajam. Penyusutan air baku yang paling signifikan terjadi di Dam Sei Harapan. Dam menyusut 3,82 meter dikarenakan curah hujan yang normalnya mencapai 2.345 mm, kini hanya 808 mm.

Dam Sei Harapan akan mencapai titik kritis saat menyusut lima meter. Oleh karena itu untuk memperpanjang masa ketahanan air baku Dam Sei Harapan, mulai 1 September 2015 ATB akan melakukan rationing.

“Rationing merupakan program penggiliran suplai air kepada pelanggan dengan beberapa cara, salah satunya menurunkan kapasitas produksi agar ketersediaan air baku dapat bertahan lebih panjang. Bila air baku Dam Sei Harapan dimanfaatkan 100 persen seperti saat ini tanpa penambahan curah hujan yang signifikan, air baku di dam tersebut diprediksi hanya akan bertahan hingga 8 Oktober 2015,” ungkap Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno, seperti yang dikutip media ini dari laman atbbatam.com.

Oleh karena itu, untuk memperpanjang masa ketahanan air baku, ATB akan mengurangi kapasitas produksi sekitar 30 persen agar air baku dapat bertahan sedikit lebih lama – yakni hingga 29 Oktober 2015 – meski curah hujan tidak bertambah secara signifikan

“Selama rentang tersebut, akan kami lihat perkembangannya seperti apa. Bila curah hujan masih belum tinggi, terpaksa ATB harus kembali mengurangi kapasitas produksi. Kemungkinan bila kondisi hujan masih seperti saat ini, produksi air bersih akan diturunkan menjadi 33 persen dari kapasitas normal sehingga air baku diharapkan dapat bertahan lebih lama, yakni hingga Desember 2015,” papar Enriqo.

Selain rationing Dam Sei Harapan, ATB juga akan mulai memberlakukan penggiliran suplai air Dam Ladi. Saat ini kondisi air baku di Dam Ladi juga sudah mengkhawatirkan. Dam tersebut sudah mengalami penyusutan 2,79 meter.

“Bila intensitas curah hujan masih seperti saat ini dan Dam Sei Ladi dipaksakan tetap beroperasi normal, kemungkinan hanya akan bertahan hingga 19 Desember 2015. Itu belum dikalkulasi bila Dam Sei Ladi harus berbagi air baku dengan pelanggan yang mendapat suplai air dari Dam Sei Harapan. Bila air baku Dam Sei Harapan tidak mencukupi, pelanggan yang suplai airnya dialirkan dari Dam Sei Harapan, akan dibantu dari Sei Ladi” jelasnya.

Ia menegaskan, program rationing yang akan diberlakukan di Dam Sei Harapan akan berdampak pada pelanggan di sebagian Tiban,Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam, dan sekitarnya. Saat rationing diberlakukan, suplai air kepada pelanggan pasti tidak akan sehandal saat normal, suplai air bersih yang dinikmati pelanggan otomatis akan berkurang.

“Tekanan air yang diterima juga kemungkinan besar tidak akan sebesar saat normal. ATB berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan suplai air, namun kami tidak dapat memastikan jadwal kapan pelanggan tersebut akan mendapatkan suplai air setiap harinya,” ungkapnya.

Enriqo menegaskan, penggiliran suplai air tidak sama dengan listrik. ATB tidak dapat memastikan kapan suatu daerah tertentu mendapatkan air, seberapa banyak airnya. Dan seberapa besar tekanan airnya. Aliran air tidak dapat diatur seperti kita mengatur arus listrik.

“Kemarau berkepanjangan akibat Elnino memang mengharuskan ATB melakukan penggiliran suplai air. Perlu diketahui, water rationing sudah lebih dahulu dilakukan di beberapa wilayah, salah satunya di sebagian wilayah Johor Baru, Malaysia sejak 16 Agustus lalu,” terang Enriqo.

Oleh karena itu ia menghimbau agar pelanggan ATB mengubah pola pemakaian air sehingga dapat lebih menghemat air bersih. Selain itu pelanggan juga diharapkan disiplin dan tertib mengikuti jadwal rationing yang sudah ditetapkan. Ketidakdisiplinan dan intoleransi merupakan kendala yang dapat menggagalkan program rationing yang pada akhirnya menimbulkan masalah lebih besar.

“Saat program rationing diberlakukan, pelanggan harus tertib, disiplin dan berkomitmen untuk menghemat penggunaan air bersih. Jangan karena air di rumah masih mengalir lancar dan sanggup membayar tagihan yang dibebankan oleh ATB setiap bulan, pelanggan menghambur-hamburkan air bersih,” katanya mengingatkan.

Oleh karena itu, ia menghimbau, untuk kegiatan yang menggunakan air bersih dan bersifat tidak terlalu penting mohon dikurangi sehingga dapat menghemat cadangan air yang tersedia. ATB berharap pelanggan menggunakan air hanya untuk kegiatan yang esensial. Saat ini diupayakan jangan dulu menyiram taman dan mencuci kendaraan setiap hari karena kebutuhan manusia lebih utama

“Ketersediaan air baku adalah segalanya. Setiap tetes air sangat berarti bagi kelangsungan hidup. Kesia-siaan penggunaan air akan menjadi bencana bagi kita semua. Saat rationing, penyelesaian dengan menggunakan mobil tanki air tidak akan menyelesaikan masalah utama, yaitu ketersediaan air baku itu sendiri. Oleh karena itu, solusi utama adalah ekstra hemat penggunaan air bersih,” tegasnya.

Enriqo juga menghimbau agar pelanggan menyediakan tampungan SEPERLUNYA. Pelanggan diharapkan manampung air SEPERLUNYA, bukan SECUKUPNYA karena orang lain juga membutuhkan kehidupan. Pelanggan harus bertoleransi dan berbagi dengan pelanggan lain yang juga membutuhkan air. Penampungan berlebihan akan mengakibatkan pelanggan di sisi hilir semakin menderita.

“Pelanggan harus hemat menggunakan air karena rationing yang akan dijalankan ATB September ini bukan karena gangguan umum atau akibat kerusakan jaringan, namun karena ketersediaan air baku yang berkurang. Seperti yang kita tahu Batam tidak memiliki sumber daya air alami dan hanya mengandalkan air hujan sebagai air baku,” pungkasnya.(corporate Comunicatio ATB)

Mulai Besok Suplai Air Bersih Digilir

0
Kondisi Air Baku Dam Sei Harapan

batamtimes.co,Batam – PT.Adhya Tirta Batam (ATB) sebagai perusahaan penyedia air bersih di Batam menerangkan bahwa sejumlah dam/waduk di Batam mengalami penyusutan yang cukup signifikan akibat Curah hujan Pada Tahun 2015 yang berkurang.

Perihal tersebut membuat PT. ATB harus melakukan rationing untuk memperpanjang umur persediaan air di seluruh dam yang ada di Batam.

“Rationing merupakan program penggiliran suplai air kepada pelanggan dengan beberapa cara,kita akan lakukan mulai besok di Dam Sungai Harapan dan Sungai Ladi,” kata Wakil Presiden Direktur ATB, Benny Andrianto, Senin (31/8/2015).

Benny menjelaskan bahwa program rationing merupakan satu-satunya cara yang diambil ATB untuk bisa memperpanjang ketersediaan air baku, karena akibat dampak curah hujan yang sedikit yang melanda Indonesia.

Ia juga menjelaskan bahwa penyusutan air baku yang paling signifikan terjadi di Dam Sungai Harapan yang menyusut sekitar 3,82 meter. Karena itu pada 1 September akan diberlakukan terlebih dahulu.

lebih jauh dikatakan,saat ini dam Sei Harapan susut hingga 4 meter, dan air yang bisa dimanfaatkan hanya tersisa 1 meter atau kalau dipakai secara normal hanya bisa digunakan selama 50 hari ke depan.

Hal senada juga disampaikan oleh Corporate Communication Manager ATB, Enriqo Moreno bahwa air baku di Dam Sungai Harapan diprediksi akan bertahan sampai 8 Oktober 2015.

“Oleh karena itu ATB akan mengurangi kapasitas produksi sekitar 30 persen agar air baku dapat bertahan sedikit lebih lama yakni hingga 29 Oktober 2015,” kata Enriqo.

Selain rationing Dam Sungai harapan, Enriqo katakan ATB juga akan mulai memberlakukan penggiliran suplai air Dam Ladi yang kondisinya juga sudah mengalami penyusutan 2,79 meter.

Adapun wilayah yang akan terkena dampak dari rationing Dam Sungai Harapan dan Sungai Ladi adalah pelanggan di sebagian Tiban, Sekupang, Tanjung Pinggir, Tanjung Riau, Patam dan sekitarnya.

“Untuk dam lainnya seperti Dam Mukakuning dan Duriangkang juga akan kita berlakukan jika curah hujan kita tetap seperti ini. Sedangkan untuk yang di Nongsa saat ini sudah tidak berfungsi lagi,” katannya.(Rustam)

Alat Peraga Kampanye Calon Bupati Bintan Dibersihkan

0
Ilustrasi Pilkada 2015

batamtimes.co,Bintan – Sesuai dengan kesepakatan antara KPU,Panwaslu dan Pihak Kepolisian di Kabupaten Bintan maka semua alat peraga Kampanye milik kedua pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati di Bintan telah selesai dibersihkan.

Ketua Panwaslu Kabupaten Bintan, Ondi Bobi Susanto, Minggu (30/8/2015) siang mengatakan ditargetkan pada Senin (31/8/2015) ,mendatang semua alat peraga kampanye sudah bersih di Bintan.Dan sampai saat ini, panitia masih terus bekerja untuk membersihkannya.

Hanya saja menurut Ondi, ada beberapa spanduk yang belum bisa dilepas dengan beberapa alasan.Diantaranya spanduk yang ada di gedung purna MTQ teluk Bakau Kawal, Gunung Kijang. Disana spanduk tersebut tinggi dan tiangnya sudah tidak tahan lagi untuk dipanjat.

“Kalau seperti itu, kita langsung berkordinasi dengan dinas terkait. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilepas. Apakah nanti kita akan menggunakan alat. Kita lihat nanti,” sebut Ondi.

Namun secara keseluruhan, semua alat peraga kampanye di Kabupaten Bintan sudah dilepas.Pelepasan dilakukan oleh masing-masing tim sukses dari dua kubu yang berlaga di Pemilihan ini. “Untuk penertiban juga dibantu oleh anggota satpol PP Kabupaten Bintan,” tambahnya.(hel)

Tanjungpinang Terancam Krisis Air, Waduk Sei Pulai Minus Setengah Meter

0

batamtimes.co,Tj.Pinang-Persediaan air baku Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kepri di waduk Sungai Pulai kian menipis. Jika bulan depan tidak turun hujan, maka waduk tersebut terancam kering. Padahal waduk Sei Pulau sendiri merupakan sumber air baku utama PDAM Tirta Kepri.
Pantauan Tribun di waduk Sei Pulai, Jumat (28/8) sore, kondisi air baku, dilihat dari mistar pengukur kedalaman air, minus sekitar 50 centimeter. Padahal di Tanjungpinang kondisi saat ini belum memasuki musim kemarau panjang. Karena meskipun jarang, hujan masih turun dalam dua bulan terakhir..
Kabag Teknik, PDAM Tirta Kepri, Tri Wahyu didampingi Kasi Produksi Sungai Pulai Razak mengatakan kondisi saat ini merupakan yang terparah dalam kurun waktu delapan tahun terakhir.
Kondisi terparah terjadi pada tahun 2007. Kondisi air baku di Sei Pulai saat itu minus 1,2 meter.
Dengan kondisi saat ini, pihaknya mengaku telah berupaya semaksimal mungkin agar suplai air kerumah-rumah warga tetap jalan.
Diantaranya dengan melakukan pengehematan distribusi. Sehingga suplai air kerumah-rumah warga harus dijadwal. Itu dilakukan agar suplay air tetap bisa diberikan PDAM Tirta Kepri hingga kondisi waduk kembali normal.(net/Tri)

Deklarasi Pilkada Damai, Dua Pasangan Calon Bacakan 8 Kesepakatan

0

batamtimes.co,Batam-Deklarasi damai Pilkada Tahun 2015 merupakan bagian dalam rangka membangun tatanan nilai dan moral dalam berdemokrasi. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam, Agus Setiawan dalam sambutanya di  Sport Hall Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Batam Sabtu (29/8/2015).

“Deklarasi damai Pilkada 2015 bagian dalam rangka membangun tatanan nilai dan moral.Moral dalam arti proses demokrasi yang berbentuk perhelatan pilkada,” kata Agus

Ia mengimbau kepada petugas, tokoh masyarakat untuk sama-sama menjalankan tahapan Pemilukada Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang aman, tertib dan damai untuk mewujudkan pemilu yang berintegritas.

Lebih jauh disamaikan,Penanandatangan deklarasi Pilkada berintegritas dan damai tersebut  tidak hanya sebagai formalitas tetapi bisa di jalankan sesuai dengan apa yang disepakati.

“Sikap bersama ini mudah-mudahan bukan hanya formalitas saja tapi memiliki makna yang berarti semangat Pilkada damai, aman, tertib dan berintegritas,” katanya.

Dari Pantauan Batam times,Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, Rudi-Amsakar Achmad (Ramah) dan Ria Saptarika-Sulisyana (Riali)s sebelum ditandatanggani  naskah deklarasi Pilkada berintegritas keduanya pun membacakan terlebih dulu isi naskah deklarasi tersebut .

 Didampingi oleh tim pemenangan masing-masing yang ikut naik ke atas panggung, kedua pasangan membaca delapan poin isi naskah deklarasi.

Adapun tim pemenangan terlihat saling mengangkat tangan menunjukkan angka 1 dan 2 sesuai nomor urut masing-masing calon tersebut.

Sesekali, dari arah tribun terdengar ratusan massa saling bersorak memberikan semangat kepada kedua pasangan tersebut.

Delapan poin naskah deklarasi ikut dipajang di sebuah papan untuk bersama-sama dapat dilihat oleh tim pemenangan dan simpatisan yang hadir.

Adapun delapan poin yang tertuang dalam naskah deklarasi Pilkada berintegritas dan damai Pemilihan Wali Kota dam Wakil Wali Kota Batam 2015 diantaranya adalah

  1. Saling menghormati masing-masing pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam dalam melaksanakan kegiatan kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Tunduk dan taat kepada peraturan yang berkaitan dengan pelaksanaan kampanye serta akan menjaga ketertiban dan kondusifitas dalam setiap kegiatan kampanye.
  3. Menghormati kebebasan pers untuk mencari dam menyampaikan informasi kepada masyarakat sesuai dengan kode etik jurnalistik dan kode etik penyiaran.
  1. Menyelesaikan masalah yang terjadi dengan jalan musyawarah mufakat dan menghindari segala bentuk kekerasan, intrik, intimindasi, dan provokasi untuk meraih kemenangan.
  2. Tidak melakukan praktik jual beli suara, manipulasi suara dan penyuapan kepada pemilih dan penyelenggara pemilihan umum dalam bentuk apapun
  3. Menghormati proses pemungutan dan perhitungan suara yang dilakukan oleh KPU Kota Batam
  4. Menerima dengan ihklas kekalahan dan mengakui kemenangan yang sah pasangan lain dalam pemilihan umum Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam sesuai dengan peraturan perundang-udangan.
  5. Berkewajiban menyampaikan isi deklarasi kepada seluruh pendukung masing-masing pasangan calon Wali Kota Batam.(rustam)

BMD Kepri Tarik Dukungan Dari Cawako Rudi-Amsakar

0

batamtimes.co,Batam-Aksi mengejutkan tiba-tiba dilakukan Barisan Masa Demokrat (BMD) Kepri.Kader partai Demokrat ini tiba-tiba menarik dukungan dari pasangan calon Wali Kota Batam Rudi dan wakilnya Amsakar Achmad.

Bahkan masa BMD menurunkan baliho pasangan Rudi-Amsakar (Ramah) berukuran besar yang tergantung di depan kantor mereka, di Jl. Duyung Komplek Orchid Centre Blok B No. 11, Batam, Jumat (28/8/2015) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Pada baliho tersebut terpampang foto Ketua Umum Partai Demokrat, (Susilo Bambang Yudoyono), Ketua Umum DPP BMD DPP BMD (Supandi R Sughondo), Ketua DPC Partai Demokrat (Ahmad Dahlan), Ketua BMD Provinsi Kepri (Edy Susilo), Calon Wali Kota Batam (Rudi) dan Wakil Wali Kota Batam (Amsakar Achmad).

Ketua BMD Provinsi Kepri, Edy Susilo, mengatakan, aksi menarik dukungan dengan cara menurukan baliho tersebut karena kekecewaan atas sikap Rudi yang dirasa tidak dapat menjalin komunikasi dengan kader partai Demokrat Kepri.

“Ini merupakan aksi spontanitas kader. Kita menginginkan agar Demokrat bisa menang, tapi kenyataan Rudi tidak kurang memperhatikan serta tidak bisa menjalin komunikasi dengan kader,”tutur Edy setelah baliho tersebut diturunkan.

Ditambahkan Edy, kekecewaan kader juga didasari atas tidak terpilihnya Ahmad Dahlan yang sebelumnya juga mencalonkan diri sebagai calon Wakil Gubernur Kepri dari partai Demokrat.(net/tri)

 

Kabareskrim Sebut Satu Calon Pimpinan KPK Ditetapkan Tersangka

0
Komjen Pol.Budi Waseso
Komjen Pol.Budi Waseso

batamtimes.co,Jakarta – Kepala Bareskrim Polri Komjen (Pol) Budi Waseso mengatakan, satu calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihaknya.

“Kalau tidak salah ada yang dua hari lalu sudah ditetapkan menjadi tersangka oleh penyidik saya,” ujar Budi di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (28/8/2015).

Budi enggan membuka siapa calon yang dimaksud. Catatan tindak pidana yang bersangkutan telah diserahkan ke panitia seleksi calon pimpinan KPK.

“Artinya, karena ini terkait kerahasiaan sang capim itu,” ujar dia.

Budi juga tidak mau mengungkapkan apa perkara yang menjerat capim KPK tersebut. Ia hanya mengatakan, saat ini perkara yang bersangkutan terus berjalan di Bareskrim Polri.

Ia menambahkan, seorang tersangka itu berasal dari penelusuran Bareskrim Polri atas 48 capim KPK sebelumnya.

Ketika ditanya, apakah tersangka itu adalah salah satu dari 19 calon pimpinan yang tengah melakukan seleksi tahap akhir, Budi mengaku tidak mengetahuinya.

“Saya tidak tahu yang 19 itu siapa saja, ya. Yang jelas catatannya tentang 48 orang itu sudah kita serahkan ke pansel,” ujar Budi.

Budi Waseo sebelumnya mengatakan, Polri akan membuka ke publik hasil penelusuran pihaknya jika ada calon yang mendapat catatan Bareskrim, tetapi dinyatakan lolos oleh Pansel.

“Jika nanti ada yang diloloskan, akan saya perlihatkan, kita buka ke masyarat (hasil penelusuran polisi atas rekam jejak capim KPK). Masyarakat harus tahu atas dasar kejujuran,” ujar Budi, di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/8/2015).

Ia menekankan, Polri tak mau hasil penelusuran yang dilakukan hanya dianggap formalitas. Catatan penelusuran Bareskrim harus menjadi rujukan bagi Pansel dalam memilih calon Pimpinan KPK. (Baca: Kabareskrim Jamin Tidak Usut Kasus Lama Pimpinan KPK)

“Kami akan meminta pertanggungjawaban dari Pansel, apa pertimbangannya kok dia diloloskan. Kami (Bareskrim) ini kerjanya resmi loh, enggak main-main, datanya otentik, tapi kok enggak dianggap. Kami mau jangan sekedar formalitas,” katanya.(net/kmp)

Kapolda Kepri : Pilkada Hendaknya Berjalan Tertib Dan Aman

0
Kapolda Kepri Apel Siaga di HAlaman Engku Putri

batamtimes.co,Batam – Dalam rangka persiapan menyambut pesta demokrasi di Kepulauan Riau, TNI-Polri bersama unsur Ditpam Batam, Satpol PP dan Linmas melakukan apel siaga Operasi Mantap Praja 2015, yang di adakan dilapangan Engku Putri Batam Centre Batam, Kepri, Kamis pagi (27/8/2015).

Apel Mantap Praja 2015 dipimpin langsung Kapolda Kepri Arman Depari yang juga sekaligus sebagai penanggung jawab operasi.

Dalam apel tersebut Kapolda Kepri Arman Depari memerikasa kesiapan setiap pasukan, ditemani Ketua DPRD Kepri, Ketua Banwaslu dan Ketua KPU Kepri. Seperti kendaraan dan senjata yang digunakan saat bertugas.

Pada pidatonya Kapolda Kepri berpesan selaku aparat kita harus selalu siap siaga apapun yang terjadi. Karena Kepri pada pilkada sekarang ada dua pasangan bakal calon Gubernur, dua pasangan calon Walikota dan lima pasangan Bupati.

Selain itu, pilkada ini hendaknya berjalan tertib dan aman, jaga kekompakan setiap aparat keamanan, tingkatkan komunikasi antara TNI-Polri untuk pengamanan jalannya pilkada.

Sambungnya, yang paling penting adalah setiap aparat tidak berpihak pada salah satu calon dan lakukan tindakan secara tegas dan terukur setiap pelanggaran yang terjadi.

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menilai, daerah yang memiliki dua pasang calon, rawan terjadi konflik horizontal. Polisi pun harus sigap dalam mengatasi hal ini sebelum terjadi.(lantas/b.news)

Polresta Barelang Berhasil Ungkap Pelaku Rampok di Winsor

0

Batamtimes.co,Batam – Aksi kawanan perampok di Windsorcentre Blok D no. 9, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Kepri, pada 14 Agustus 2015 sekira pukul 01.20 WIB yang melukai anak seorang pengusaha bernama Aku berhasil diungkap pihak Kepolisian dari Sat Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Lubuk Baja .

Menurut Kapolresta Barelang, Kombes Asep Syafrudin.para pelaku telah merampok seorang pengusaha bernama A Ku di kediamannya di kawasan Windsor.Kejadian tersebut berawal saat korban pulang ke rumah dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB. Begitu korban turun dari mobil di depan rumahnya, dua orang pelaku, JR  dan Har langsung mendekat dan menodongnya.

Melihat kejadian tersebut, anak korban yang juga ikut turun dari mobil mencoba melawan. Naasnya, ia malah ditusuk pelaku sehingga mengalami luka parah. “Yang menusuk Har. Sedangkan JR menodongkan senjata airsoft gun,” kata Asep, Selasa (25/8/2015).

Karena tidak berani melawan lagi, pelaku berhasil membawa kabur tas korban berisikan uang Rp 25 juta dan satu unit iPad. “Mereka datang empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor. Dua orang lainnya, Er dan Ihn berperan sebagai joki dan menunggu di motor,” jelas Asep.

Kejadian tersebut dilaporkan korban pagi harinya. Polsek Lubukbaja bersama Buser Polresta Barelang langsung melakukan pengembangan. Beberapa hari kemudian, seorang pelaku, Er yang merupakan residivis kasus pecah kaca mobil dan baru dua bulan keluar penjara di kedai kopi kawasan Harbour Bay.

“Hasil pengembangan. Tiga pelaku lainnya berhasil dibekuk. Pengakuan tiga pelaku ini, mereka adalah karyawan kedai kopi tersebut,” lanjut Asep.

Para tersangka tersebut, awalnya tidak mengakui telah melakukan perampokan. Namun saat beberapa korban dipertemukan dengan pelaku, ada yang mengenali wajah mereka. “Karena wajahnya dikenali, mereka mencoba kabur. Anggota memberikan tembakan peringatan tapi tak diindahkan. Kaki mereka terpaksa ditembak,” tambah Asep.

Untuk proses selanjutnya, tersangka ini menjalani pemeriksaan di Polsek Lubukbaja. Mereka dikenakan pasal 365 KUHP tentang pencurian dan kekerasan dengan ancaman 9 tahun penjara (lantas)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga