8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 22

Zulkifli Hasan Raih Predikat Menko Terbaik Versi SPIN, Tagar #MenkoBidangPangan Trending di Twitter

0
Keterangan Foto : Menteri Koordinator Bidang Pangan Indonesia Zulkifli Hasan

Jakarta – batamtimes.co –  Mentri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas, kembali menjadi sorotan publik usai dinobatkan sebagai Menteri Koordinator dengan kinerja terbaik berdasarkan hasil survei terbaru dari Survei dan Polling Indonesia (SPIN).

Survei SPIN mencatat, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Menko Pangan mencapai angka tertinggi di antara seluruh menteri koordinator dalam Kabinet Merah Putih pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kabar tersebut langsung memicu antusiasme tinggi di media sosial, terutama di platform X (Twitter). Sejak pukul 09.30 WIB, tagar #MenkoBidangPangan menduduki daftar trending topic nasional. Ribuan warganet secara serentak menuliskan cuitan berisi ucapan selamat dan apresiasi terhadap kinerja Bapak Zulkifli Hasan dalam menjaga stabilitas pangan nasional.

“Salut untuk Bapak Zulkifli Hasan. Kinerja beliau di bidang pangan benar-benar terasa efeknya buat masyarakat kecil,” tulis salah satu pengguna X.

“#MenkoBidangPangan pantas trending. Kerja nyata, bukan janji. Terbukti di lapangan!” ungkap akun lainnya.

Fenomena trending ini memperlihatkan bahwa masyarakat kini mulai lebih aktif memberikan apresiasi kepada pejabat publik yang dianggap bekerja dengan hasil nyata, bukan sekadar wacana.

Hal itu bisa disaksikan karena selain tranding di “X’ , apresiasi masyarakat terhadap Menko Pangan Zulkifli Hasan juga masif di kanal media sosial lainnya seperti Facebook, Instagram, Tik Tok dan yang lainnya.

Diketahui, Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) dalam hasil risetnya menyebut bahwa Bapak Zulkifli Hasan memperoleh tingkat kepuasan publik tertinggi di antara para menteri koordinator.

Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden di 38 provinsi, menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error ±2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

“Penilaian publik terhadap kinerja Zulkifli Hasan sangat positif, terutama dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah,” tulis laporan SPIN yang diterima redaksi.

Menanggapi ramainya perbincangan di media sosial, pengamat media sosial Dr. H. Ami Kamiludin, MA. menilai bahwa fenomena trending tersebut menunjukkan perubahan perilaku warganet yang kini lebih rasional dan apresiatif terhadap pejabat publik.

“Menarik melihat bagaimana apresiasi digital kini bergerak secara organik. Tagar #MenkoBidangPangan muncul bukan karena hanya respon semata, tapi karena masyarakat benar-benar merasakan dampak kebijakan Bapak Zulkifli Hasan,” ujar Ami Kamiludin, Sabtu 18 Oktober 2025.

Ia menambahkan, bahwa perubahan pola interaksi di media sosial ini menjadi sinyal positif bagi komunikasi publik di era digital.

“Ketika kebijakan yang dijalankan berpihak pada masyarakat, apresiasi akan datang dengan sendirinya. Trending ini bentuk kepercayaan publik yang tumbuh dari kinerja nyata,” lanjutnya.

Gelombang dukungan yang muncul di linimasa menandakan bahwa ruang digital kini tidak hanya menjadi tempat kritik, tetapi juga ruang apresiasi bagi pejabat yang bekerja dengan hasil konkret.

Tagar #MenkoBidangPangan menjadi simbol pengakuan publik terhadap upaya pemerintah, khususnya Bapak Zulkifli Hasan, dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap stabil di tengah tantangan global.

Konsistensi kinerja dan hasil yang dirasakan langsung oleh masyarakat menjadi faktor utama yang mendorong tingginya sentimen positif di media sosial. Fenomena ini juga menegaskan bahwa publik kini mulai menilai pejabat bukan dari retorika, melainkan dari kerja nyata yang berdampak.

Penulis : Tanto

Bakau, Harapan dan Dampak Masa Depan Aliansi BEM Kabupaten Lingga Gelar Sosialisasi dan Aksi Tanam Mangrove

0

Lingga – batamtimes.co –  Aliansi BEM Kabupaten Lingga menggelar kegiatan sosialisasi dan aksi tanam mangrove sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan hidup. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu (18/10/2025) bertempat di Cafe and Resto Mading, Kelurahan Daik Sepincan.

Acara sosialisasi menghadirkan penyuluh Lingkungan Hidup dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

“Penanaman bakau yang tepat dapat membawa dampak positif yang signifikan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Ikhlas dalam penyampaian materinya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan , Kabid Perikanan Budidaya dari Dinas Perikanan Kabupaten Lingga. Dalam sambutannya, Ketua Aliansi BEM Kabupaten Lingga menyampaikan harapan besar terhadap aksi tersebut.

“Aksi kita kali ini bukan hanya menanam bakau, tetapi juga menanam harapan masa depan dengan menjaga pelestarian lingkungan,” ujarnya dengan semangat.

Usai sosialisasi, Aliansi BEM bersama tamu dan undangan melanjutkan aksi penanaman sebanyak 400 batang mangrove. Lokasi penanaman berada di pesisir Tanjung Buton dan Pulau Mepar, sesuai arahan Kades Mepar .

Kegiatan ini juga mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya perwakilan Polsek Daik Bripka , Koptu mewakili Danrem 05 Daik Lingga, Kades Mepar, serta Ketua Komunitas Pecinta Alam Lingga .

Fungsi Penting Mangrove

Tanaman bakau memiliki peran strategis bagi kelestarian lingkungan, di antaranya:

  • Meningkatkan Kualitas Tanah: Mangrove memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta mencegah erosi.
  • Mengurangi Polusi Udara: Mangrove menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen, sehingga membantu menekan dampak perubahan iklim.
  • Meningkatkan Biodiversitas: Mangrove menjadi habitat berbagai jenis flora dan fauna, menjaga keseimbangan ekosistem.
  • Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat: Mangrove menyediakan sumber daya alam berkelanjutan dan mendukung ekonomi masyarakat pesisir.

Melalui aksi nyata ini, Aliansi BEM Kabupaten Lingga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Penanaman bakau bukan hanya langkah ekologis, tapi juga investasi untuk masa depan yang lebih baik.

 

Penulis : Asma

DPRD Lingga Audiensi dengan ESDM Kepri Bahas Permasalahan Lapangan Kerja dan Legalitas Penambang Timah

0

Lingga – batamtimes.co – Pimpinan DPRD Kabupaten Lingga melakukan audiensi lanjutan bersama Bagian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terkait permasalahan lapangan kerja di Kabupaten Lingga, Jumat (17/10/2025).

Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Kadis ESDM Provinsi Kepri, Muhammad Darwin, beserta jajarannya. Turut hadir Asisten II Setda Lingga, Ketua SPSI, Forum Peduli Masyarakat Singkep Barat, serta perwakilan masyarakat penambang timah Kabupaten Lingga.

Dalam pertemuan itu, berbagai pihak menyoroti pentingnya perhatian serius dari pemerintah provinsi maupun kabupaten terhadap nasib masyarakat penambang timah. Salah satu pokok pembahasan adalah penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang hingga kini belum ditetapkan oleh pemerintah pusat.

“Usulan WPR yang telah disampaikan ke pemerintah pusat belum ditetapkan, sehingga masyarakat belum bisa memperoleh IPR. Tindak lanjut dari pertemuan ini diharapkan gubernur atau pemerintah provinsi dapat menyurati pemerintah pusat agar menetapkan kawasan WPR Kabupaten Lingga menjadi IPR,” ujar salah satu perwakilan dalam pertemuan.

Dengan adanya penetapan tersebut, masyarakat diharapkan dapat melakukan aktivitas penambangan timah secara legal dan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini juga dinilai akan berdampak langsung terhadap peningkatan perekonomian masyarakat Lingga dan Provinsi Kepri secara umum.

Ketua DPRD Kabupaten Lingga, Maya Sari, menyampaikan bahwa audiensi ini merupakan bentuk kepedulian terhadap nasib masyarakat penambang timah yang selama ini belum memiliki kepastian hukum.

“Tadi kami, DPRD Kabupaten Lingga bersama OPD terkait, rekan-rekan dari SPSI serta tokoh masyarakat, sudah melakukan audiensi dengan pihak provinsi yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Kepala ESDM Provinsi Kepri. Yang menjadi atensi kami adalah agar kawan-kawan penambang timah mempunyai legalitas untuk melakukan pekerjaan penambangan. Ini demi keberlangsungan hidup masyarakat Kabupaten Lingga, mengingat sulitnya lapangan kerja di daerah kami,” tegas Maya.

Ia juga berharap Kadis ESDM Kepri dapat menyampaikan aspirasi masyarakat Lingga kepada Gubernur Kepri, sehingga dapat dibuat kebijakan yang memberikan payung hukum bagi para penambang rakyat. “Besar harapan kami, aspirasi ini dapat diteruskan dan ditindaklanjuti sehingga para penambang timah ini mendapat legalitas untuk bekerja,” tambahnya.

Audiensi ini menjadi langkah penting dalam upaya mendorong percepatan penetapan WPR dan IPR sebagai solusi atas keterbatasan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Lingga.

 

Penulis : Asma

Yayasan Bhakti Bela Negara Tanam Perdana Benih Padi PS-08 di Pandeglang, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

0

Pandeglang – (YBBN) menggelar kegiatan penanaman perdana benih padi unggul PS-08 di hamparan sawah wilayah Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan pertanian YBBN yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani lokal serta memperkuat ketahanan pangan nasional.

Penanaman perdana tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Presiden Republik Indonesia , sebagai bentuk penghormatan dan dukungan terhadap visi Presiden dalam mewujudkan kedaulatan pangan bangsa.

Dalam suasana pagi yang cerah, para petani bersama pengurus YBBN menanam benih padi unggul PS-08 di lahan milik Kelompok Tani Berkah Carita, Desa Mataram, Sukarame, Kecamatan Carita. Program ini mencakup pengembangan lahan seluas 700 hektar dan diharapkan menjadi percontohan nasional untuk sistem pendampingan pertanian berbasis pemberdayaan komunitas lokal.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dewan Pembina YBBN Muhamad Fachry Anggara, jajaran pengurus DPW YBBN Provinsi Banten, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Muhamad Fachry Anggara menegaskan bahwa sektor pangan merupakan bagian penting dari semangat bela negara.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari bela negara. Melalui pertanian, kita membangun kemandirian dan kekuatan bangsa dari akar rumput. Padi PS-08 ini adalah simbol semangat baru petani Indonesia — semangat untuk tidak bergantung, tetapi berdiri tegak di atas kekayaan dan kerja keras sendiri,” ujarnya.

Fachry juga menambahkan, pendampingan YBBN tidak hanya sebatas penanaman, tetapi juga mencakup edukasi, inovasi pertanian berkelanjutan, dan distribusi hasil panen yang terintegrasi dengan sistem rantai pasok nasional.

Langkah ini selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan sektor pertanian sebagai kekuatan utama menuju kedaulatan pangan nasional.

Pada momentum istimewa ini, keluarga besar YBBN turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Presiden Prabowo Subianto. Mereka mendoakan agar Presiden senantiasa diberi kesehatan, kebijaksanaan, dan kekuatan dalam memimpin Indonesia menuju masa depan yang mandiri dan sejahtera.

Sebagai informasi, YBBN merupakan lembaga yang aktif dalam pengabdian masyarakat dan pembangunan nasional, dengan fokus pada sektor pertanian, pendidikan bela negara, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. Komitmen ini menjadi wujud nyata dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional.

Penulis : Adi

Polda Kepri Serahkan 10 Jenazah Korban Kebakaran Kapal Federal ke Keluarga

0

Batam – batantimes.co –  (Polda Kepri) menggelar konferensi pers terkait proses pemulangan jenazah korban peristiwa kebakaran kapal di kawasan galangan kapal , Kelurahan Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Kamis (16/10/2025).

Konferensi pers dipimpin oleh Kabiddokkes Polda Kepri drg. Muhammad Zakir, S.H., M.H., didampingi Ka Rumkit Bhayangkara Polda Kepri AKP Dr. dr. Leonardo, Sp.F.M., M.H., Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang, S.Tr.K., S.I.K., serta Ps. Kaurpenum Subbid Penmas Bidhumas Polda Kepri AKP Tigor Sidabariba, S.H. Turut hadir pula perwakilan dari Bag Psikologi SDM Polda Kepri dan tim DVI.

Kabiddokkes Polda Kepri menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban peristiwa kebakaran kapal . Ia menjelaskan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kepri telah berhasil mengidentifikasi seluruh sepuluh korban meninggal dunia berdasarkan pemeriksaan sidik jari, kecocokan ciri medis, data properti, dan profil gigi.

“Seluruh korban telah berhasil kami identifikasi dengan hasil yang valid. Setelah proses identifikasi selesai, tim melaksanakan pemulasaraan, pengawetan, pemetian, dan penyerahan jenazah kepada keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kabiddokkes Polda Kepri.

Ia menambahkan, delapan dari sepuluh jenazah akan dipulangkan ke kampung halaman masing-masing di Pekanbaru, Palembang, dan Medan, sedangkan dua korban lainnya akan dimakamkan di Batam. Polda Kepri juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit Bhayangkara di wilayah tujuan untuk membantu proses penjemputan jenazah di bandara hingga ke lokasi pemakaman.

“Kepolisian akan memastikan seluruh proses berjalan dengan baik. Kendaraan pengantaran juga kami sediakan sebagai bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap keluarga korban,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Batu Aji AKP Raden Bimo Dwi Lambang menyampaikan bahwa penanganan kasus kebakaran kapal Federal ditangani oleh Satreskrim .

“Lokasi kejadian sudah dipasangi garis polisi. Namun, olah TKP belum dapat dilakukan sepenuhnya karena kondisi kapal masih dalam tahap pendinginan,” jelasnya.

Kapolda Kepri bersama pejabat utama Polda Kepri juga telah meninjau langsung lokasi kebakaran. Dalam insiden yang terjadi Rabu (15/10/2025) dini hari tersebut, sepuluh orang meninggal dunia dan 21 orang lainnya mengalami luka-luka.

Pihak kepolisian menyatakan akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran kapal tersebut.

Penulis : Adi

BP Batam Sidak PT ASL Usai Kebakaran Kapal MT Federal II, Amsakar Minta Evaluasi Total SOP Keselamatan Kerja

0

Batam – batamtimes.co –  Kepala (BP Batam) Amsakar Achmad bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke galangan kapal milik di Tanjunguncang, Kamis siang (16/10/2025). Sidak ini dilakukan menyusul terjadinya kebakaran kapal yang menelan korban jiwa pada Rabu (15/10/2025) dini hari.

Dalam pertemuan dengan manajemen perusahaan yang diwakili Audrey, Amsakar menegaskan perlunya pembenahan tata kelola dan evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) pelaksanaan kegiatan usaha di PT ASL.

“Sebagai pimpinan daerah, saya tidak ingin kejadian ini terulang lagi. Tentu tidak ada yang menginginkan kejadian seperti ini, namun demikian harus segera dilakukan pembenahan dan perubahan. Tata kelola dan standar harus diubah. Harus dilakukan evaluasi dan pembenahan SOP bagi PT ASL,” tegas Amsakar.

Selain itu, Amsakar meminta agar perusahaan bertanggung jawab penuh terhadap penanganan korban dan keluarga, termasuk memberikan pendampingan psikis.

“Penanganan korban dan keluarga harus dilakukan secara baik, termasuk langkah-langkah pendampingan psikis kepada keluarga korban juga harus dilakukan,” ujarnya.

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menambahkan bahwa aspek keselamatan kerja merupakan hal mutlak yang tidak boleh diabaikan. Ia mengingatkan perusahaan untuk memperkuat standar keamanan mengingat ini bukan kali pertama insiden terjadi.

“Sudah ada dua kejadian, artinya harus dilakukan evaluasi. Kami tidak ingin lagi terulang kejadian seperti ini. Keselamatan mereka adalah hal utama,” tegas Li Claudia.

BP Batam menegaskan komitmennya menjaga iklim investasi yang kondusif dengan memastikan seluruh kegiatan industri berjalan aman dan sesuai standar keselamatan kerja. Dalam kesempatan ini, BP Batam juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan pekerja yang masih dirawat intensif.

“Saya, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan segenap jajaran, mengucapkan belasungkawa bagi korban Kapal MT Federal II. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dan bagi pekerja yang masih mendapat perawatan, semoga lekas pulih kembali,” tutur Amsakar.

Turut hadir dalam sidak tersebut, Anggota (DPR RI) Rizky Faisal, Wakil Ketua I Aweng Kurniawan, Kapolresta Barelang Kombes Pol Zainal Arifin, Anggota/Deputi Bidang Kebijakan Strategis dan Perizinan BP Batam Sudirman Saad, serta Anggota/Deputi Bidang Infrastruktur Mouris Limanto.

Penulis : Adi

Kementerian Perdagangan Gelar Rakor untuk Percepatan Ekonomi Batang

0
Keterangan foto : Ketua umum PMB Dr (HC) Heppy Trenggono (paling kiri) terlihat berdiri disela-sela Rakor dengan Kementerian Perdagangan.

Jakarta – batamtimes.co – Kementrian  Perdagangan Republik Indonesia menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Ekonomi Batang yang diinisiasi oleh Isy Karim, Sekretaris Kementerian Perdagangan pada 14 Oktober 2025 lalu.

Acara ini mempertemukan tokoh-tokoh nasional asal Batang, unsur pemerintah pusat dan daerah, serta diaspora Batang dari berbagai wilayah dalam upaya memperkuat kolaborasi membangun ekosistem ekonomi Batang yang inklusif dan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan ini diantaranya; Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom, Ketua Umum Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) Wihaji, S.Ag, Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN, sekaligus mantan Bupati Batang Faiz Kurniawan, Bupati Batang Sukirman, Pembina PMB Irjen Pol (Purn) Soeprapto, Brigjen TNI AD Suprayogi serta tokoh-tokoh diaspora Batang serta keluarga besar PMB dari Jakarta dan Kabupaten Batang

Sinergi Diaspora dan Pemerintah Daerah

Dalam paparannya, Bupati Batang Faiz Kurniawan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

“Kita tidak bisa membangun sendirian. Dukungan diaspora dan masyarakat Batang di mana pun mereka berada sangat penting bagi kemajuan Batang,” ujar Faiz saat itu.

Gagasan Bela Beli Batang

Ketua Umum PMB Dr. (HC) Heppy Trenggono, M.Kom mengusulkan penerbitan Peraturan Daerah (Perda) Bela Beli Batang sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi lokal.

“Perda Bela Beli Batang akan mendorong industri dan pemerintahan di Batang untuk membelanjakan anggarannya kepada petani dan pelaku usaha asal Batang, menggunakan vendor lokal, serta menumbuhkan kebanggaan daerah dengan mengenakan batik Batang di hari tertentu,” jelasnya dalam keerangan tertulis Jumat 17 Oktober 2025.

Heppy menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Batang harus tumbuh dari masyarakatnya sendiri.

“Industri di Batang akan menjadi ekosistem ekonomi Batang hanya jika mereka belanja dari orang Batang dan memperkerjakan orang Batang,” tegasnya.

Dukungan Pemerintah Pusat

Menanggapi usulan tersebut, Menteri Kependudukan dan Kepala BKKBN, Wihaji, S.Ag, yang juga pernah menjabat sebagai Bupati Batang, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif PMB.

“Bupati perlu menindaklanjuti agar yang disampaikan Pak Heppy Trenggono bisa di-deliver secara nyata di lapangan,” kata Wihaji.

Momentum Gerakan Bela Beli Batang

Kembali ke Heppy Trenggono, Rakor tersebit menjadi momentum penting lahirnya gerakan bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan diaspora Batang. Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB) berkomitmen mengawal kebijakan yang memperkuat rantai nilai ekonomi Batang dari petani, UMKM, hingga industri besar untuk mewujudkan kemandirian ekonomi daerah yang berdaya saing.

“PMB merupakan wadah silaturahmi dan kolaborasi tokoh diaspora Batang di berbagai sektor. PMB berkomitmen memperkuat jejaring, investasi sosial, dan kerja sama nyata guna mendorong kemajuan Kabupaten Batang,” demikian Heppy Trenggono.

Penulis : Tanto

Polda DIY Gulung Tersangka Pemalsuan Tanah Milik Kasultanan

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Direktorat Reserse Kriminal Umum Direskrimum) Polda DIY menetapkan TPS alias KRT WD, 60 tahun, warga Kraton, Kota Yogyakarta karena diduga melakukan penipuan dan pemalsuan surat tanah Kasultanan.

Tanah Sultan Ground atas nama pelapor sekaligus korban itu seluas 60 meter persegi yang berada Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul itu aat ini, tanah tersebut telah berdiri bangunan 3 lantai untuk kafe dan restoran.

Menurut Wadirkrimum Polda DIY AKBP Kayuswan Tri Panungko kasus ini bermula dari laporan polisi Nomor LP-B/24/III/2025/SPKT/Polres Gunungkidul/Polda D.I. Yogyakarta, tanggal 25 Maret 2025.

“Tersangka TPS alias KRT WD, 60 tahun, warga Kraton, Kota Yogyakarta, diduga melakukan penipuan dan pemalsuan surat tanah Kasultanan dengan mengeluarkan surat ijin pemanfaatan/kekancingan Tanah Sultan Ground tanpa hak. Tersangka ditahan di Polda DIY dan dijerat Pasal 378 dan 263 KUHP,” terangnya saat jumpa pers Kamis 16 Oktober 2025.

Masih menurutnya, kejadian bermula pada bulan Juni 2023, tersangka tanpa sepengetahuan pihak Kasultanan mengeluarkan ijin pemanfaatan/kekancingan Tanah Sultan Ground atas nama korban berupa obyek tanah seluas 60 m2 di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

“Dan saat ini tanah tersebut telah berdiri bangunan 3 lantai untuk kafe dan restoran,” urainya.

Ditempat yang sama Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan mengatakan, Polda DIY berkomitmen untuk menindak setiap pelaku yang terlibat dalam praktik kejahatan penipuan dan pemalsuan surat.

“Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda DIY masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini dan diduga masih ada kasus serupa yang belum terungkap. Masyarakat diimbau untuk aktif melaporkan informasi terkait kejahatan serupa kepada Polda DIY atau kantor Kepolisian terdekat,” pungkas Ihsan.

 

Penulis : Tanto

Heppy Trenggono: Gerakan “Ruwat Citra Batang” untuk Lestarikan Sejarah

0

Jakarta – batamtimes.co – Perkumpulan Masyarakat Batang atau PMB menggagas gerakan bertajuk “Ruwat Citra Batang”. Hal itu dikatakan Ketua Umum PMB Heppy Trenggono usai dialog tokoh nasional di Ballroom Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Sabtu 11 Oktober kemarin.

Heppy menjelaskan, esensi dari program ini bukan sekadar melestarikan sejarah, melainkan membangun kebanggaan kolektif masyarakat Batang yang diyakini menjadi fondasi penting bagi kemajuan daerah.

“Kebanggaan itu adalah fondasi pembangunan. Kalau masyarakat tidak bangga dengan daerahnya, bagaimana mereka mau berjuang membangunnya,” ujarnya.

Menurutnya penggagas gerakan Beli Indonesia ini, istilah Ruwat Batang bermakna upaya untuk memperbaiki dan meluruskan citra yang selama ini kurang jelas.

Dirinya mengungkapkan, Kabupaten Batang perlu diruwat secara sejarah dan mentalitas agar kembali menemukan jati dirinya.

“Dulu brand Batang tidak jelas, tidak punya identitas kuat. Maka, perlu ada rekonstruksi sejarah dan penguatan citra daerah. Meruwat berarti memperbaiki yang rusak atau tidak utuh, dan itu yang sekarang kita lakukan,” jelasnya.

Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) ini menambahkan, selama ini Batang sering dianggap sebagai daerah yang baru muncul secara administratif pada 1966.

Padahal, menurut catatan sejarah, Batang sudah ada jauh sebelum itu. Bahkan memiliki peran penting dalam lahirnya peradaban besar seperti Mataram dan Borobudur.

“Fakta tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Beliau menyebut bahwa Batang sudah ada sebelum bergabung dengan Pekalongan,” katanya.

Bahkan, Sri Sultan Hamengkubuwono X bersedia membantu meluruskan sejarah terbentuknya Kabupaten Batang, yang kemungkinan sebenarnya sudah ada sejak 1614.

Heppy melanjutkan, melalui program Ruwat Batang, PMB berharap generasi muda Batang bisa mengenal kembali akar sejarahnya dan tumbuh dengan rasa bangga terhadap daerah sendiri.

“Ruwat Citra Batang adalah ajakan untuk membangkitkan kembali kesadaran bahwa Batang punya sejarah besar, punya potensi besar, dan layak dibanggakan. Kita tidak sedang memulai dari nol kita sedang melanjutkan kejayaan yang dulu sempat terlupakan,” tegasnya.

Heppy juga menyampaikan, selain soal sejarah, PMB juga menyoroti pentingnya rebranding Kabupaten Batang agar lebih percaya diri dalam berkompetisi di era modern.

“Rebranding ini tidak hanya dalam bentuk citra, tetapi juga dalam mentalitas masyarakat agar siap menghadapi perubahan, terutama di sektor industri dan investasi,” demikian Heppy Trenggono.

Penulis : Tanto

Pedagang Bakso asal Gunungkudul Ditusuk Pakai Pisau

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Seorang  pedagang bakso asal Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta ditusuk menggunakan sebilah pisau. Kejadian yang terjadi didepan kantor Bank BPD Mikro Jalan Pabringan Gondomanan, Kota Yogyakarta Sabtu sore itu membuat warga yang berada disekitar lokasi kejadian langsung mengamankan pelaku.

“Benar telah terjadi penusukan pedagang bakso berinisial ZA (36) asal Warak Giri Sekar, Panggang, Gunungkidul,” kata Kasi Humas Polresta Yogyakarta Iptu Gandung Harjunadi, Sabtu 11 Oktober 2025.

Gandung mengaku, akibat penusukan yang dilakukan pria berinisial H (36) warga Sulang Lor Patalan Jetis , Bantul ini korban mengalami luka 4 tusukan dipunggung dan dua tusukan du tangan kanan.

“Untuk motifnya hingga saat ini masih didalami pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia melanjutkan, penusukan terjadi secara mendadak dan mengejutkan warga yang berada disekitar lokasi kejadian.

“Kejadiannya sekitar pukul 15:00 Wib saat korban sedang membuat bakso. Kemudian pelaku mengambil pisau dan langsung menusuk dari arah belakang mengenai punggung. Tak berhenti disitu pelaku juga menusuk korban dibagian tangan kanan. Saat ini pelaku sudah diamankan polisi. Korban langsung dibawa ke RS PKU Muhamadiyah Yogyakarta,” pungkas Gandung.

Penulis : Tanto

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga