8.6 C
New York
Thursday, April 9, 2026
spot_img
Home Blog Page 228

Bersama Forkopimda, BP Batam Akan Terus Menjaga Situasi Kondusif di Rempang

0

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) menampik tindakan pengejaran yang dilakukan oleh anggota Ditpam BP Batam dan anggota Polsek Galang kepada warga penjual kepiting, sebagai tindakan yang tidak humanis.

Kabiro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menjelaskan, awalnya dua warga Sembulang penjual kepiting itu, akan melewati titik pengamanan di Simpang Dapur 6, Sembulang untuk menuju ke Tanjung Banon.

Namun, karena pertimbangan untuk menjaga situasi yang kondusif, keduanya dilarang untuk melintas di sekitaran lokasi acara peletakan batu pertama pembangunan rumah contoh. Namun karena keduanya memaksa untuk melintas, akhirnya mereka diizinkan oleh Kapolsek Galang untuk melintas.

Dengan catatan, mereka harus dikawal oleh petugas untuk ke lokasi penampungan kepiting di Tanjung Banon, hingga kembali lagi ke Simpang Dapur 6.

“Arahan dari Bapak Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, kami dan seluruh jajaran diminta untuk mengedepankan upaya-upaya yang humanis dan cara-cara yang baik,” katanya.

Ariastuty melanjutkan, upaya pengawalan itu dilakukan sebagai tindakan pencegahan atas adanya pihak-pihak yang dengan sengaja untuk memprovokasi penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City. Sebab, ia tak menampik, jika di beberapa titik sejumlah masyarakat masih melakukan aksi protes terhadap PSN Rempang Eco City ini.

“Kami berharap, situasi kondusif di Rempang dapat terus terjaga, demi kelancaran investasi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam beberapa kesempatan, Ariastuty menjelaskan bahwa pengembangan Kawasan Rempang akan melibatkan masyarakat setempat. Sehingga, pihaknya mengajak agar masyarakat tak terpengaruh dengan informasi negatif yang telah beredar dari mereka yang tak bertanggung jawab.

Ditambah lagi, bahwa saat ini Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023, tentang Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan dalam rangka Penyediaan Tanah untuk Pembangunan Nasional.

Dalam Perpres tersebut, telah diatur mengenai hak-hak yang diterima oleh warga yang terdampak atas Proyek Strategis Nasional (PSN).

“BP Batam sudah menyampaikan bahwa hak masyarakat terdampak. Pembangunan untuk masyarakat terus diperhatikan. Semoga masyarakat bisa memahaminya,” imbuhnya.

 

(Red/Adi)

Forkopimda Kepri Sepakat Dukung Pengembangan Rempang

0

Batam – batamtimes.co – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepri sepakat untuk mendukung realisasi investasi di Pulau Rempang.

Hal ini ditegaskan oleh Kapolda Kepri, Irjen Pol Yan Fitri Halimansyah saat menghadiri peletakan batu pertama (Groundbreaking) rumah contoh untuk warga terdampak pengembangan Rempang di Tanjung Banon, Rabu (10/1/2024).

“Program pemerintah ini memiliki tujuan yang baik. Proyek yang terdaftar sebagai Program Strategis Nasional harus bersama kita dukung. Sehingga masyarakat mendapatkan dampak positif, khususnya bagi warga yang berusia produktif,” ujar Yan Fitri dalam sambutannya.

Ia juga berharap, seluruh instansi pemerintah terkait serta elemen masyarakat dapat mengawal hingga tuntas pengembangan Rempang Eco-City.

Dimana, jenderal kebanggaan masyarakat Melayu juga mengajak agar seluruh masyarakat tidak terprovokasi dengan isu-isu liar yang tak dapat dipertanggungjawabkan.

“Saya berharap masyarakat bisa bersama menjaga situasi kondusif sehingga pembangunan bisa berjalan tepat waktu. Masyarakat harus saling mendukung agar tidak ada lagi isu-isu tidak penting,” pungkasnya.

Sementara, Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa seluruh jajaran Forkopimda di Kepri maupun Kota Batam berkomitmen untuk mendukung percepatan pembangunan Rempang.

“Tujuan pemerintah tentu baik dan tidak akan menyengsarakan rakyatnya,” tegas Muhammad Rudi.

Dalam agenda Groundbreaking Rumah Contoh Warga Rempang yang dihadiri seluruh Forkompinda ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad tampak tak hadir (absen).

Ansar diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepri.

Pantauan tim di lapangan, agenda Groundbreaking tersebut juga diramaikan oleh masyarakat asal Rempang.

Mereka tampak antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan positif yang salah satunya adalah pemeriksaan kesehatan gratis.

“Agenda ini sangat bermanfaat. Jadi kita tahu bagaimana kesehatan kita,” ujar salah satu warga.

 

(Red/Adi)

Groundbreaking Rumah Contoh Warga Rempang, BP Batam Komitmen Selesaikan Pembangunan Tahap Awal

0

Batam – batamtimes.co – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan rumah baru bagi warga terdampak pengembangan Rempang.

Muhammad Rudi menargetkan, pembangunan empat rumah contoh pada tahap awal ini akan selesai sekitar 2,5 bulan ke depan.

Setelah itu, BP Batam akan menggesa pembangunan sebanyak 961 unit rumah baru lainnya.

“Hari ini merupakan rangkaian dari kegiatan pengembangan Rempang Eco-City dan sudah masuk ke fase pembangunan rumah contoh. Saya mengajak kita semua untuk mendukung percepatan investasi Rempang,” ujar Muhammad Rudi saat melakukan peletakan batu pertama (Groundbreaking) rumah contoh bagi warga yang berlokasi di Tanjung Banon, Rabu (10/1/2024).

Ia juga mengungkapkan bahwa BP Batam telah menyiapkan pelabuhan atau dermaga bertaraf nasional.

Selain itu, akan dibangun pula lapangan sepak bola yang berstandar nasional di kawasan baru nanti.

“Site plan sudah ada. Fasum dan fasos juga akan dibangun,” tambah Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam.

Sebagaimana diketahui, Pulau Rempang akan disiapkan sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia.

Dengan harapan, pengembangannya bakal menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat di Pulau Rempang.

“Tujuan pemerintah cuma satu agar ekonomi Pulau Rempang ini bisa maju. Kami Forkopimda di Kepri dan Batam sepakat untuk bersatu guna menyelesaikan investasi di Rempang,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

Sinergi Bersama Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat Rempang

0

Batam – batamtimes.co – eletakan batu pertama pembangunan rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City dilakukan, Rabu (10/1/2024).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi bersama seluruh jajaran Forkopimda tingkat Provinsi Kepri serta Forkopimda tingkat Kota Batam ikut hadir dalam peletakan batu pertama ini.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menegaskan, kehadiran seluruh Forkopimda tersebut, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan kesejahteraan untuk masyarakat Rempang. Hal ini telah dimulai dari rapat di Balairung Sari yang juga dihadiri oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

“Pemerintah tak akan pernah menyengsarakan rakyatnya. Kami tak mungkin merelokasi masyarakat Rempang begitu saja. Kami akan mengusahakan yang terbaik untuk masyarakat Rempang,” ujarnya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, pemerintah akan menyiapkan hunian tetap berupa rumah type 45 dengan luas tanah maksimal 500 m2 yang berada di kawasan Tanjung Banon.

Lokasi hunian baru tersebut diberi nama “Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City” yang akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.

Dengan fasilitas lahan hunian baru yang luas tersebut dapat diberdayakan masyarakat untuk mengembangkan berbagai macam kegiatan berupa Usaha Kecil Menengah (UKM).

Peran UKM akan menjadi faktor pendorong perekonomian yang penting karena sejalan dengan tujuan pengembangan daerah.

“BP Batam sangat ingin masyarakat turut andil dalam peningkatan perekonomian daerah setempat, melalui potensi UKM di area industri,” imbuhnya.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, mendukung penuh upaya BP Batam untuk menyelesaikan pengembangan Kawasan Rempang.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, pihaknya pun ikut mendukung percepatan relokasi masyarakat yang terdampak pembangunan program strategis nasional tersebut ke Tanjung Banon.

“Kita wajib menjaga iklim investasi di Batam. Peluang emas ini jangan sampai kita lewatkan,” tegas Ansar.

Ansar percaya jika pemerintah pusat melalui BP Batam telah menyiapkan solusi terbaik untuk masyarakat Rempang.

Bukan tanpa alasan, program Rempang Eco-City sebagai mesin ekonomi baru di Indonesia bakal memberikan _multiplier effect_ bagi daerah Kepri dan seluruh elemen masyarakat.

Sehingga, pengembangan Kawasan Rempang ke depannya diharapkan mampu meningkatkan nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Komitmen kita bersama adalah mengawal pengembangan Kawasan Rempang. Pengembangan Rempang Eco-City ini merupakan Program Strategis Nasional. Artinya proyek ini punya eskalasi ekonomi yang luas,” tambahnya.

 

(Red/Adi)

Pengurus DPD LDII Sampaikan soal Kerukunan Umat Beragama pada DPRD Kota Batam

0

Batam- batamtimes.co – Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Batam melakukan Silaturahami serta dialog dengan Pimpinaan DPRD Kota Batam. di Ruang Kerja Ketua DPRD Kota Batam, Selasa,(9/1/2024).

Dalam kunjungan tersebut Pengurus LDII Kota
Batam menyampaikan persoalan-persoalan yang terjadi di Batam terutama terkait
penguatan kerukunan umat beragama menjalankan ibadah masing-masing.

Menurut Ketua DPRD Kota Batam,Nuryanto, SH, MH kunjungan Pengurus LDII Kota Batam sangat diapresiasi. Masukan serta program LDII Batam guna membangun kerukunan umat beragama serta organisasi agama,kemasyarakatan di Batam mestilah dijunjung tinggi dan perlu ditingkatkan. Hal ini dilakukan agar Batam tetap konsusif serta aman dan tentram.

Caknur menambahkan Pembangunan di Kota Batam dapat berjalan lancar yang dilaksanakan Pemerintah Daerah mestinya kita sebagai masyarakat sangatlah senang dan bahagia. Untuk mencapai target yang akan dicapai maka diharapkan masyarakay dapat bersatu dan Rukun.

Selaku wakil rakyat di Kota Batam, masyarakat dihimbau agar tetap menjaga kerukunan umat beragama serta kerukunan antar agama di Kota Batam.

“Sebagai anak bangsa kita harus mampu bersinergi hidup rukun tentram serta damai menuju satu arah. Batam Kota Badani menuju
kota baru untuk kemajuan kita bersama.”terang Nuryanto.

Ditempat yang sama Ketua LDII Kota Batam, H. Rudy Budi Suhardi menyampaikan Peran
Caknur (Nuryanto) Ketua DPRD Kota Batam dirasakan masyarakat luar biasa. Perhatian serta konsentrasinya menjaga kerukunan serta kedamaian masyarakat Batam mestilah
didukung sepenuhnya.

Mengingat Batam merupakan Kota yang hetrogen (bermacam suku, agama) ada semua.
menjaga keukunan masyarakat,agama serta yang akan menjalankan ibadah dengan
nyaman sangatlah diperlukan konsisten yang terus menerus dilakukan.
Kerukunan umat sangatlah penting tercipta di Kota Batam,” terang Ketua LDII Kota
Batam.

Pengurus LDII Kota Batam bersama pengurus menyerahkan profil organisasi sejak berdirinya
LDII Tahun 1970 Pengurus juga menerima bantuan peningkatan masjid di wilayah Bengkong.

 

(Red/Humas)

Tunaikan Janji, Kepala BP Batam Mulai Bangun Fly Over Sei Ladi

0

Batam- batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) terus mendorong pengembangan Kota Batam sebagai kawasan tujuan investasi. Tak hanya itu, sebagai wilayah kepulauan, Kota Batam mempunyai potensi besar menarik banyak wisatawan mancanegara (wisman).

Batam telah berkembang menjadi salah satu pintu gerbang utama masuknya wisatawan di bagian Barat Indonesia, khususnya Sumatra.

Untuk itu, BP Batam terus mengembangkan infrastruktur seperti jalan hingga jembatan. Salah satunya adalah pembangunan Fly Over Sei Ladi yang mulai dibangun tahun 2024 ini. Pembangunan ini, tentunya akan meningkatkan kelancaran konektivitas dan memangkas biaya logistik.

Sementara bagi wisatawan dan masyarakat, kelancaran mobilitas juga diperlukan untuk kenyamanan. Selesainya pembangunan Fly Over ini, nantinya juga akan menambah keindahan dan tertatanya Kota Batam.

Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) Muhammad Rudi mengatakan, pembangunan Fly Over ini merupakan salah satu upayanya untuk menghilangkan kemacetan di daerah tersebut. Terutama kemacetan yang sering timbul pada jam-jam sibuk di pagi hari maupun sore hari saat pulang kerja.

“Maka saya butuh dukungan dari masyarakat, agar seluruh proses pembangunan ini dapat berjalan sesuai dengan perencanaan. Apabila akses jalan selesai, tentunya akan berdampak pada perekonomian Kota Batam kedepannya,” ujarnya.

Kepala Sub Direktorat Pembangunan Kepelabuhanan Dan Bandara BP Batam, Boy Zasmita, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), mengatakan jangka waktu pembangunannya selama 370 hari/kalender. Saat ini, pembangunan ini sudah dimulai dengan persiapan tahap pembuatan frontage atau pelebaran jalan di sisi kanan dan kiri.

“Tahap pertama ini, dalam waktu 2,5 bulan kita akan melakukan pelebaran jalan di situ. Baik yang ke arah Nagoya dari sisi UIB maupun dari sisi DAM Sei Ladi,” katanya.

Untuk arus lalu lintas, pekan depan pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga, Dinas Perhubungan dan kepolisian untuk rekayasa arus lalu lintas. Ia mengungkapkan, dampak dari pekerjaan ini tentunya akan berdampak terhadap arus lalu lintas, namun pihaknya bersama dengan instansi terkait akan berupaya semaksimal mungkin agar arus lalu lintas tetap lancar.

“Saat ini, kita lihat sudah macet. Paling tidak arus lalu lintasnya itu sama seperti yang sekarang. Tapi tetap akan kita usahakan tetap mengalir,” tuturnya.

Setelah pelebaran jalan dari sisi UIB dan DAM Sei Ladi selesai, pekerjaan kemudian akan dilanjutkan dengan pembangunan pondasi Fly Over. Terkait anggaran pembangunan total yaitu Rp 132.074.141.869,28 untuk tahun anggaran 2023-2024 dengan sumber dana dari PNBP BP Batam. Proyek ini, dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) dengan konsultan PT. Disiplan Consult.

“Target kita itu, kalau kita lihat konstruksinya, satu tahun selesai. Kecuali kalau ada Force Majure,” imbuhnya.

 

(Red/Anto)

Gubernur Kepri Dukung Penuh Groundbreaking Rumah Contoh Warga Rempang di Tanjung Banon

0

Batam – batamtimes.co – Percepatan investasi Rempang Eco-City mendapat dukungan penuh dari seluruh unsur pimpinan daerah di Provinsi Kepri.

Hal ini seperti yang tertuang dalam rapat mengenai tindak lanjut pembahasan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 78 Tahun 2023 bersama Forum Komunikasi Kepala dan Perangkat Daerah (FKPD) Provinsi dan Kota Batam berlangsung di Balairungsari BP Batam pada Jumat (5/1/2024) lalu.

Dimana, seluruh unsur FKPD pun menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh peletakan batu pertama (Groundbreaking) rumah contoh bagi warga Rempang yang berlokasi di Tanjung Banon. Tak terkecuali Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.

Mengingat, Gubernur Kepri menjadi bagian penting dalam penanganan dampak sosial kemasyarakatan seperti yang tertuang dalam Perpres.

“Memang dalam rapat FKPD itu semua mendukung percepatan investasi Rempang Eco-City. Ini menjadi komitmen bersama untuk merealisasikan program strategis nasional tersebut,” ujar Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, Rabu (10/1/2024).

Sebagaimana diketahui, rumah contoh tipe 45 dengan luas maksimal 500 meter persegi itu akan dibangun di kawasan Tanjung Banon.

Pemerintah pusat melalui BP Batam pun berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik kepada seluruh masyarakat Rempang. Termasuk dalam memberikan hunian baru bagi warga Rempang.

“Mari kita dukung pembangunan di Rempang agar dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi Kepri dan Batam ke depan,” pungkasnya.

 

(Red/Anto)

Pria 58 Tahun Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Penginapan di Parangkusumo

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Seorang pria berusia sekitar 58 tahun ditemukan tewas usai melakukan hubungan badan di penginapan kawasan pantai Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta Rabu dinihari.

Pria berinisial S warga Kota Baru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta itu ditemukan tewas terlentang tanpa mengenakan busan sekira pukul 00:30 WIB.

Kejadian bermula, saat korban bersama temannya berinisial TS (38) datang ke pantai Parangkusumo Selasa malam sekira pukul 21:30 WIB.

“Rabu dinihari sekira pukul 00:15 WIB korban datang ke penginapan Cempuri dan membayar Rp 100 ribu untuk menginap,” kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu I Nengah Jeffry, Rabu 10 Januari 2024.

Setelah korban masuk kedalam kamar, lanjut Jeffry, seorang wanita paruh baya juta masuk kedalam kamar korban.

“Kemudian korban melakukan hubungan badan dengan wanita berinisial SJ (60). Tak lama kemudian korban langsung tergeletak dengan posisi terlentang tanpa mengenakan busana. Melihat kejadian itu sang wanita pun langsung memberitahukan ke warga setempat,” ucapnya.

Petugas yang datang ke lokasi melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan melakukan olah TKP. Usai diperiksa oleh petugas tidak ditemukan bekas tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban.

“Korban akhirnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” ucapnya.

(Red/Tanto)

BP Batam Akan Groundbreaking Rumah Contoh Warga Rempang Rabu Besok

0

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) akan melakukan peletakan batu pertama rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City, Rabu (10/1/2024).

Rumah contoh tipe 45 dengan luas maksimal 500 m2 itu, akan dibangun di kawasan Tanjung Banon.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kembali menegaskan, dalam pengembangan Rempang Eco-City ini, ia berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik kepada seluruh masyarakat Rempang. Termasuk dalam memberikan hunian baru bagi warga Rempag.

“Saya bersyukur kepada Allah, hari Rabu besok, rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City sudah bisa kita bangun,” ujar Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi menegaskan, BP Batam akan terus mengupayakan percepatan realisasi investasi di Rempang, demi kesejahteraan masyarakat Rempang kedepannya. Sehingga, pembangunan rumah untuk warga Rempang yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City akan terus digesa.

“Jadi setelah dilakukan rapat hari ini, peletakan batu pertama diputuskan untuk dilaksanakan pada Rabu 10 Januari 2024,” ujarnya

Ia menjelaskan, dalam kegiatan peletakan batu pertama itu, juga dilaksanakan bakti sosial dengan pembagian 1.000 paket sembako untuk masyarakat. Selain itu juga, dilaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.

“Dalam kegiatan ini, kami mengundang seluruh jajaran Forkopimda Provinsi dan Kota Batam untuk bersama-sama hadir dalam peletakan batu pertama ini. Selain itu, kami juga mengundang seluruh ormas dan rekan-rekan media,” katanya.

Untuk diketahui, sejak tanggal 8 September 2023 hingga 3 Januari 2024, sebanyak 387 Kepala Keluarga (KK) sudah mendaftar.

Sebanyak 583 KK lainnya tercatat telah melakukan konsultasi terkait hak-hak yang akan mereka dapatkan. Sementara, sebanyak 94 KK telah menempati hunian sementara.

“BP Batam juga terus berkomitmen untuk memfasilitasi pergeseran warga hingga menempati hunian baru,” tutupnya.

 

(Red/Anto)

Milad YKB ke-45, Kepala BP Batam Ajak YKB Bersinergi Membangun Batam

0

Batam- batamtimes.co- Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menghadiri malam puncak perayaan HUT Yayasan Keluarga Batam (YKB) ke-45, di Dataran Engku Puteri Batam Center, Sabtu (6/1/2024).

Kegiatan ini dimeriahkan dengan sejumlah penampilan dari para pelajar SD hingga SMA di bawah naungan YKB, dan dihadiri oleh masyarakat Kota Batam sembari menikmati kuliner yang disuguhkan para pelaku UMKM.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Rudi secara khusus menyampaikan apresiasinya atas jasa para pendiri YKB, Dr Sri Soedarsono, yang juga merupakan adik kandung mantan Presiden RI ke-3, almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie.

Didirikan sejak tahun 1978, YKB hingga saat ini telah berdedikasi mendukung pengembangan Kota Batam.

“Saya ucapkan selamat ulang tahun kepada YKB. Semoga selalu berkiprah untuk mendukung pembangunan Kota Batam,” ujar Muhammad Rudi.

Untuk itu, dengan bertambahnya usia YKB, Muhammad Rudi mengajak seluruh jajaran YKB terus mendukung program pembangunan Kota Batam. Sebagaimana diketahui pembangunan infrastruktur terus digesa Pemko Batam dan BP Batam.

Diantaranya seperti Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Pelabuhan Batuampar, pembangunan infrastruktur jalan-jalan utama hingga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kesehatan di Sekupang.

“Mari kita selalu menjaga kekompakan ini untuk Batam kota baru,” katanya.

(Red/Adi)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga