8.6 C
New York
Thursday, April 23, 2026
spot_img
Home Blog Page 325

Pergerakan penumpang ke Batam meningkat , Rudi harapkan berdampak bagi pelaku UMKM

0

Batam-batamtimes.co – Badan Pusat Satistik BPS Batam merilis data Perkembangan Transportasi Kota Batam Jumlah penumpang angkutan udara dalam negeri (domestik) pada Mei 2022 sebanyak 357.801 orang atau naik 37,98 persen dibanding April 2022.

Sedangkan penumpang angkutan udara luar negeri (internasional) sebanyak 139 orang atau naik 187,84 persen dibanding April 2022.

Kepala BPS Batam, Rahmad Iswanto, menyampaikan, selama Januari hingga Mei 2022, jumlah penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dan datang dari dan ke Bandara Hang Nadim sebanyak 1.345.577 orang atau naik 50,70 persen.

Dan jumlah penumpang angkutan udara internasional yang datang dan berangkat dari dan ke Batam melalui Bandara Hang Nadim sebanyak 321 orang atau naik 306,33 persen dibanding periode yang sama tahun 2021.

Kemudian, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri pada Mei 2022 tercatat 361.455 orang atau naik 54,71 persen dibanding April 2022.

Jumlah penumpang angkutan laut luar negeri (internasional) turun sebesar 27,87 persen dibandingkan bulan lalu.

Selama Januari hingga Mei 2022 jumlah penumpang angkutan laut domestik yang berangkat dan datang dari dan ke batam melalui pelabuhan sebanyak 1.194.868 orang atau naik 47,97 persen, dan jumlah penumpang angkutan laut internasional yang berangkat dan datang melalui pelabuhan di Batam sebanyak 186.824 orang atau naik sebesar 649,09 persen dibanding dengan periode yang sama tahun 2021.

Seterusnya, perkembangan Angkutan Udara
Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke Kota Batam pada Mei 2022 sebanyak 189.626 orang.

Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 62,92 persen dibandingkan bulan April. Sedangkan kumulatif jumlah penumpang domestik yang datang ke Kota Batam bulan Januari-Mei 2022 sebanyak 666.323 orang.

Jumlah ini mengalami kenaikan 49,97 persen atau sebanyak 222.015 orang dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2021.
Selama Mei 2022 ada sebanyak 168.175 orang penumpang angkutan udara domestik yang berangkat dari Bandara Hang Nadim, Batam.

Penumpang yang berangkat mengalami kenaikan 17,66 persen dibandingkan bulan April 2022. Sedangkan kumulatif jumlah penumpang domestik yang berangkat pada bulan Januari-Mei 2022 sebanyak 679.254 orang. Jumlah ini naik 51,42 persen atau naik sebanyak 230.679 orang dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Sementara itu, untuk angkutan udara internasional ada sebanyak 106 penumpang yang datang, sedangkan yang berangkat dari bandara Hang Nadim Batam sebanyak 107 pada

bulan Mei 2022. Kumulatif jumlah penumpang angkutan udara internasional yang datang pada bulan Januari-Mei mengalami kenaikan sebesar 314,29 persen, sedangkan jumlah kumulatif penumpang yang berangkat dari Bandara Hang Nadim bulan Januari-Mei 2022 mengalami kenaikan sebesar 300 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021.

Total kenaikan penumpang angkutan udara internasional yang datang dan berangkat sebesar 187,84 persen.

Secara keseluruhan, jumlah penumpang angkutan udara baik domestik dan internasional Mei 2022 mengalami peningkatan sebesar 38,02 persen dari bulan sebelumnya.

Sedangkan kumulatif jumlah penumpang bulan Januari-Mei 2022 mengalami peningkatan sebesar 50,72 persen, yaitu dari 892.962 orang di Januari-Mei 2021 menjadi 1.345.898 penumpang di Januari-Mei 2022.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, berharap, kembali normalnya pergerakan penumpang ke Batam memberikan efek positif bagi perekonomian Batam, kehususnya bagi pelaku UMKM Batam.

“Semua harus bersiap menyambut ini. Pemerintah sudah membangun sejumlah infrastruktur,” katanya.

Rudi ingin Kota Kota Tanjungpinang ngpinang bisa maju seperti Batam

0

Batam-batamtimes.co- Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Muhammad Rud menyempatkan diri untuk pulang ke kota kelahirannya Kota Tanjungpinang di hari libur, Minggu (3/7/2022).

Meskipun saat ini menjabat sebagai Wali Kota Batam, hingga saat ini Rudi masih menjadi bagian dari Kota Tanjungpinang. Sebab, di Ibu Kota Provinsi Kepri tersebutlah Rudi lahir dan dibesarkan.

“Saya sebagai Wali Kota Batam dan Kepala BP Batam saat ini juga bernaung di Provinsi Kepri. Karena itu kalau saya hadir di ibu kota saya kira sesuatu yang wajar,” kata Rudi.

Terlebih lagi lokomotif ekonomi Kepri ada di Batam, itu sebabnya pihaknya tentu juga mempunyai tugas bagaimana membantu Kota Tanjungpinang bisa tumbuh seperti Kota Batam.

“Mudah-mudahan kehadiran saya dapat memberikan makna bagi Ibu Wali Kota Tanjungpinang dan seluruh perangkat daerahnya,” katanya.

Rudi berharap apa yang sudah dibangun di Kota Batam dapat juga memberikan dampak positif bagi Kota Tanjungpinang dan kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Kepri.

Dengan demikian tentu juga diharapkan pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh kembali. Sebagaimana diketahui kata Rudi, Kota Batam ekonominya saat ini tumbuh 4,75 persen dan ditargetkan tahun 2022 bisa tumbuh di angka 6 persen.

“Kita berharap kalau Batam sudah 6 persen, Kota Tanjungpinang bisa 3 atau 4 persen pertumbuhan ekonominya,” katanya.

Pihaknya berharap dengan kehadirannya bisa memotivasi Pemko dan masyarakat Tanjungpinang. Sehingga ke depan bisa maju dan berkembang seperti Kota Batam saat ini.

“Mudah-mudahan semua akan berjalan dengan baik buat Kota Tanjungpinang dan Provinsi Kepri,” jelasnya.

Presiden Joko Widodo menyampaikan dukacita atas wafat MenPAN-RB Tjahjo Kumolo

0

Jakarta- batamtimes.co- Presiden Joko Widodo berbelasungkawa dan menyampaikan dukacita atas wafatnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo. Diketahui, Tjahjo berpulang pada Jumat (01/06/2022), pukul 11.10 WIB di Jakarta.

“Inna lillahi wa inna ilaihi rojiun. Saya atas nama pribadi, keluarga, bangsa dan negara menyampaikan duka cita yag mendalam atas berpulangnya saudara kita, sahabat kita, Bapak Tjahjo Kumolo, Menteri PAN dan RB, hari ini Jumat, 1 Juli 2022, pukul 11.10 di Jakarta,” ujar Presiden Jokowi di Hotel Emirates Palace, Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab, Jumat (01/06/2022).

Presiden Jokowi mengenang almarhum Tjahjo sebagai pribadi yang tenang dan sederhana. Menurut Presiden, Tjahjo juga merupakan seorang tokoh teladan dan nasionalis sejati.

“Pak Tjahjo adalah pribadi yang tenang dan sederhana. Seorang tokoh teladan dan nasionalis sejati, yang penuh integritas dan setia mengabdikan dirinya untuk masyarakat, bangsa dan negara,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Kepala Negara pun mengucapkan doa untuk almarhum Tjahjo Kumolo beserta keluarga yang ditinggalkannya.

“Semoga almarhum Pak Tjahjo Kumolo mendapat tempat terbaik di sisi Allah Swt., dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin ya robbal alamiin,” tandasnya.

 

(Red/Setkab)

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris Mengundang Menteri BUMN

0

Anambas – batamtimes.co – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), H. Erick Tohir, B.A., M.B.A diminta oleh Bupati Kepulauan Anambas untuk dapat berkunjung ke Kabupaten Kepulauan Anambas sekaligus menyerahkan bantuan, Yayasan BUMN selaku Pembina Yayasan yang rencananya dilaksanakan pada bulan Agustus mendatang.

Rencana ini disampaikan oleh Djaya Putradi dan Fajar Wisma yang juga Perwakilan Yayasan BUMN pada saat Rapat Koordinasi bersama Bupati Kepulauan Anambas di Ruang Rapat Lantai II, Pasir Peti (1 Juli 2022).

Pada agenda tersebut Menteri BUMN selaku Pembina Yayasan BUMN di Minta oleh Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris untuk dapat datang berkunjung ke Anambas sekalian menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya : 1 unit mesin pembuat es, 3 Set Library Digital, Ambulance Laut, 30 unit Komputer Untuk Sekolah dan 5 unit oksigen concentrator.

Keinginan Pemerintah daerah tentunya undangan kedatangan pak Menteri agar dapat juga melihat dan meresmikan beberapa kegiatan yang telah maupun sedang berjalan perusahaan BUMN yang ada di Anambas seperti kebutuhan depo pertamina BBM satu harga, presmian indihome Telkom dan Pelayanan teras kapal BRI dan lainnya.

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, S.H menhimbau agar bantuan tersebut nantinya dapat tersalurkan pada sasaran yang tepat sehingga benar dapat dimanfaatkan dengan baik.

“nanti saya harapkan agar bantuan tersebut banar-banar dipastikan diberikan kepada yang tepat untuk menerimanya  supaya benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat”, ucap Bupati

Perwakilan Yayasan BUMN, Fajar Wisma menyebutkan melalui program bantuan yang diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas adalah untuk memberikan dampak positif  yang mana memang masuk kedalam fokus dari program Yayasan BUMN yaitu Daerah 3T (Terluar, Tertinggal dan Terisolir).

“maka dari itu, Anambas salah satunnya termasuk kedalam 3T tersebut yang mana kami memberikan suport dan dukungan serta memberikan bantuan di Kabupaten Kepulauan Anambas”, ucapnya.

 

 

(Red/Humas)

Rudi sampaikan Duka untuk Mentri Tjahjo Kumolo,Beliau orang Berjasa

0

Batam- batamtimes.co – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, menyampaikan rasa dukanya setelah mendapat kabar meninggalnya Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo.

Rudi menilai, Menteri Tjahjo Kumolo punya jasa besar dalam membangun negara bahkan, saat berkunjung ke Batam, Menteri Tjahjo sempat menyampaikan keinginan dalam memajukan kota yang berseberangan dengan Singapura dan Malaysia ini.

“Sejumlah terobosan beliau sangat membantu Batam, bahkan sejumlah perizinan bisa dipercepat,” ujar Rudi.

Ia mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Menteri Tjahjo Kumolo. Rudi mengenang sejumlah masukan dan apresiasi yang sampaikan Menteri Tjahjo kepada dirinya.

“Pak Menteri sempat menyampaikan Batam memang seyogyanya berkembang pesat. Tidak hanya bertumpu pada kegiatan industri yang kini sudah lebih dahulu ada, namun juga potensi pariwisata hendaknya jadi prioritas,” kenang Rudi mengingat pesan dari Menteri Tjahjo.

Rudi mengaku, keberhasilan pembangunan di Batam tak lepas dari kepercayaan dan dukungan yang diberikan pemerintah pusat, dalam hal ini juga termasuk dukungan Menteri Tjahjo saat menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) maupun Menpan RB.

“Kami sangat kehilangan, semoga beliau senantiasa ditempatkan di sisi Allah SWT,” doa Rudi.

Untuk diketahui, Menpan RB Tjahjo Kumolo telah meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta, pada pukul 11.10 WIB, Jumat (1/7/2022).

Menteri Tjahjo menjalani perawatan intensif di RS tersebut sejak pertengahan Juni.

Sekretaris Kementerian PANRB Rini Widyantini mengonfirmasi berita duka tersebut.

“Bapak Menteri telah dipanggil Allah SWT pada hari ini pukul 11.10 WIB. Kami mohon doa dari Bapak/Ibu dan rekan-rekan sekalian, semoga beliau diterima di sisi-Nya,” ujar Rini di Jakarta.

BP Batam Serahkan SK Pegawai Ke PT BIB

0

Batam-batamtimes.co- Setelah proses serah terima bandar udara pada tanggal 24 Juni 2022 oleh Kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), Muhammad Rudi dan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, maka BP resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pegawai kepada PT Bandara Internasional Batam (PT BIB).

Proses penyerahan SK ini dilaksanakan pada Kamis (30/6/2022) sore di Ruang Tunggu A2 Bandara Internasional Batam.

Penyerahan SK ini disaksikan oleh lebih kurang 60 pegawai yang kini sudah resmi sepenuhnya berada di bawah naungan PT BIB.

SK Pegawai diserahkan oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro dan Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah, kepada tiga orang perwakilan pegawai.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengatakan masa akhir kontrak pegawai dengan BP Batam jatuh pada tanggal 1 Juli 2022.

Wahjoe menegaskan, BP Batam tetap konsisten dalam melaksanakan komitmennya mengawal para pegawai pada masa transisi hingga akhir.

“Kami akan memastikan para pegawai yang dialihkan tidak disia-siakan, semua akan dinilai dengan adil bila nantinya dipromosikan pada jabatan tertentu,” pungkas Wahjoe.

Ia menjamin, pegawai yang memiliki kemampuan cukup, kinerja yang baik, berkomitmen serta profesional dalam setiap pekerjaan yang dilakukan, akan berkesempatan untuk diamanahkan jabatan fungsional di PT BIB.

“Ini adalah tantangan bagi pegawai setelah peralihan, karena standard kerja BP Batam pastilah berbeda dengan PT BIB yang lebih menekankan orientasi profit,” kata Wahjoe.

BP Batam juga menepati janji untuk memberikan gaji ke-13 kepada pegawai, yang disambut tepuk tangan dan sorak sorai gembira dari peserta kegiatan.

“Semoga Bapak/Ibu bisa bekerja dengan baik di bawah PT BIB dan membawa kemajuan untuk perusahaan,” harap Wahjoe.

Direktur Utama Pelaksana Badan Usaha Pelaksana PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah menilai, langkah strategis utama untuk meningkatkan kinerja pegawai adalah meneruskan komitmen yang telah dibangun oleh BP Batam.

“Kami juga akan melakukan pengembangan pegawai melalui training-training sesuai kebutuhan, baik dari sisi pengetahuan maupun manajerial. Standard pegawai juga kami tingkatkan ke level internasional,” jelas Pikri.

Selain itu, Pikri berencana untuk membuka lelang terbuka untuk mengisi jabatan-jabatan strategis tertentu di PT BIB.

“Kami berikan kesempatan untuk berkarir lebih baik lagi, dengan dilengkapi sistem Indikator Kinerja Utama (IKU). Jadi terlihat siapa yang kerjanya baik, siapa yang tidak,” imbuhnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada tiga puluh anak yatim dan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas dimulainya babak baru dalam pengelolaan bandar udara di Batam.

(Red/Humas)

 

Heppy Trenggono Bersama Tsabita Bangun Industri Halal di Indonesia

0

Jakarta- batamtimes.co- Pengusaha kondang Heppy Trenggono menggandeng Tsabita untuk mengembangkan industri halal di Indonesia.

Presiden Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) itu mengaku, sejak bukan Mei lalu telah mengandeng Tsabita yang berpusat di Solo, Jawa Tengah.

Ia mengatakan tertarik mengembangkan pasar halal lantaran industri halal di Indonesia saat ini size-nya sangat besar.

“Ya benar, Tsabita menjadi pintu masuk yg strategis bagi kami untuk masuk ke space Halal Market,” ungkap Heppy saat ditemui usai silaturahmi IIBF se pulau Jawa di Joglo Gelaran Beli Indonesia, kawasan Monumen Yogya Kembali, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis 30 Juni 2022.

Menurut penggagas Gerakan Beli Indonesia ini, pangsa pasar halal food di Indonesia saat ini sangat besar. Oleh sebab itu, alasan itulah yang melandasi dirinya untuk menanamkan investasi dalam sektor ini.

Disamping itu, lanjut Heppy, visi pemilik Tsabita yang komitmen mewujudkan industri halal Indonesia sejalan dengan pemikirannya.

“Kita lihat visi pemilik Tsabita sejalan dengan kami. Makanya saya tertarik untuk masuk” ucapnya.

Dirinya berharap, Tsabita kedepan mampu berkembang di seluruh tanah air. Sehingga, bisa membantu memberikan pemenuhan solusi makanan halal bagi masyarakat.

“Tahap awal ini Tsabita sedang menggarap market di Jabodetabek dan juga di Jatim dengan brand AHDA Bakery yang merupakan hasil kerjasama Tsabita dengan Muhammadiyah” demikian Heppy Trenggono.

Ditempat yang sama Founder Tsabita Halal Bakery, Vitri Sundari mengaku senang lantaran pengusaha kondang Heppy Trenggono mau masuk untuk mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah kami menyambut baik kedatangan pak Heppy untuk bergabung dengan Tsabita,” ungkap Vitri.

Dengan masuknya Heppy Trenggono, Vitri berharap bisa memudahkan masyarakat untuk mendapatkan makanan halal.

“Mudah-mudahan Tsabita bisa berkembang hingga ke setiap Kecamatan. Sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan bakery halal,” demikian Vitri.

 

(Red/Tanto)

Alarm Petani Garam: Kapan Indonesia Bisa Ekspor

0
RUSDIANTO SAMAWA Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) dan Pendiri LBH Nelayan Indonesia.(foto: istimewa)

Penulis: Rusdianto Samawa

Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI)

Tahun 2019 – 2021 lalu, saya menulis puluhan artikel dan berita tentang “Anomali Garam Indonesia.” Problem impor yang tak kunjung berhenti. Pemerintah selalu saja buka keran impor garam. Alibinya, untuk memenuhi pasokan kebutuhan garam dalam negeri. Pemerintah tak pernah bicara hasil riset kadar NaCl garam. Selalu lupa jumlah petani garam Indonesia lebih dari satu juta kepala keluarga.

Sejak kemerdekaan NKRI garam serta petaninya selalu malang nasibnya. Kena tuduhan rendahan bahwa NaCl dibawah produk garam negara lain. Mengapa dan kenapa begitu banyak alasan. Begitu lemahnya pemerintah melihat sisi positif garam Indonesia. Negara berdaulat dan berumur 70tahun, mestinya sudah mencapai target garam terbaik di dunia. Selama ini, diketahui, Indonesia sebagai negara merdeka belum memiliki desain pengembangan industri garam nasional untuk swasembada.

Teringat betul, beberapa waktu lalu. Ada seorang warga negara Indonesia yang baik dan cerdas bisa mengubah air tanah pengganti bensin untuk kendaraan bermotor. Logikanya, air dan bensin itu jauh berbeda. Tetapi motor bisa dikendarai. Air saja bisa mengubah sistem kehidupan ekonomi sosial masyarakat sebagai bahan bakar minyak motor yang di uji coba oleh sala satu unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI). Begitu juga, garam nasional.

Sekian puluh tahun Indonesia merdeka, bekal garam melimpah. Namun selalu beralasan merendahkan. Seharusnya negara merdeka berupaya menyusun strategi komprehensif dan peta swasembada garam agar Indonesia tidak lagi berada pada jalan impor. Perlu di ingat, petani garam Indonesia terseok – terseok. Kehidupan sosial ekonomi dan pasar garam tidak menentu. Akibat kebijakan impor hanya untuk respon pasar industri.

Kebijakan impor merupakan kedunguan struktural yang sifatnya reaktif jangka pendek. Sementara garam Indonesia dianeksasi dengan isu – isu kekurangan kadar kualitas. Kalau pemerintah tidak memiliki rencana strategi, maka impor terus berulang. Ketidakpastian pemerintah terhadap potensi garam membuat negara ini, kehilangan kedaulatan.

Kekurangan paling menonjol yakni pemerintah tidak pernah survei jumlah produksi garam nasional yang berasal dari petani. Apalagi Badan Pusat Statistik (BPS) tidak memiliki data valid sebagai dasar penetapan hitungan jumlah ton garam. Lebih kacau lagi, pemerintah sama sekali tidak memiliki data valid terkait kebutuhan garam untuk pasar dalam negeri.

Hal ini penting agar menjadi perhatian sehingga kesejahteraan para petani garam dapat diperhatikan secara maksimal. Petani garam selalu dibayangi impor yang tak terduga. Nasionalisme garam tergadai oleh kebutuhan industri yang dipilih dari luar. Industri tak punya standar nasionalisme bisnis dengan melihat potensi yang dimiliki petani garam. Apa salahnya, garam nasional diupayakan pada perbaikan infrastruktur produksi sehingga nilai kualitas dan daya belinya seimbang.

Pemerintah minus strategi, tidak memiliki standar regulasi terhadap kuota kebutuhan garam yang berdampak pada meningkatkan impor setiap tahun. Apa artinya garam nasional dengan luas lahan garam jutaan hektar. Pemerintah terkesan membiarkan impor banjiri pasar – pasar lokal dan nasional. Akibatnya, tidak ada target pengurangan impor dari tahun ke tahun. Target kebijakan produksi untuk capai swasembada pun hanya sebatas pengumuman dimedia massa sebagai cara menutupi kekurangan pemerintah sendiri.

Bila pemerintah mengerti cabang – cabang produksi garam, mulai dari kebutuhan rumah tangga, pelaut, kapal ikan, industri pengolahan, pakan ternak, hingga ekspor. Mestinya garam Indonesia sejak merdeka paling tinggi kualitasnya. Pada musim covid-2019 lalu, jika pemerintah mau mengganti pencegahan terpapar covid, maka vaksin bisa dikurangi dengan formula garam nasional. Karena itu, sudah semestinya dijadikan momentum untuk meningkatkan produksi garam nasional secara lebih komprehensif dan terukur yang melibatkan seluruh petani (produsen) garam.

Pemerintah juga perlu memperbaiki tata niaga garam yang berpihak kepada petani garam dan industri dalam negeri. Selama ini, industrialisasi pergaraman hanya sebatas kampanye program. Belum menjadi visi bersama untuk mencapainya. Bahkan, kerap terjadi perdebatan yang alot antar pemerintah Daerah (dinas-dinas), Provinsi (dinas-dinas), dan Pusat (Kementerian) terkait data – data valid. Begitu pun Badan Pusat Statistik (BPS) tak pernah bisa memastikan data produksi garam setiap tahun.

Mengapa hal ini terjadi? karena: pertama, pemerintah tidak memiliki standar pengawalan kebijakan secara serius terhadap pola produksi petani garam; Kedua, terlalu lembek pada kemauan industri dan oligarki sehingga cenderung mengikuti keinginan importir; Ketiga, lemahnya jaminan infrastruktur dasar pengolahan garam untuk petani – petani; Keempat, pemerintah selalu beralasan tidak bisa mengurangi kadar air dan NaCl agar impor bisa dilakukan serta mendapat legitimasi DPR maupun publik luas.

Ada banyak alasan pemerintah ungkapkan kepada petani garam Indonesia, agar bisa meyakinkan bahwa impor garam itu sangat urgent sekali. Padahal tidak semestinya melakukan impor garam. Masih banyak cara lain untuk mengatasi krisis garam nasional yang tengah terjadi saat ini.

Polemik garam dari tahun ke tahun kian menantang. Pemerintah belum memiliki komitmen untuk fokus pada peningkatan kapasitas produksi garam nasional. Ada beberapa hal yang perlu dijelaskan, adalah pertama, mengapa harus impor? pertanyaan ini tergantung sikap pejabat negara dan kadar nasionalisme apabila memenuhi kebutuhan rakyat dengan impor maka kebanggaan kita terhadap garam nasional dipastikan tidak ada. Pola importir garam ini merupakan sistem yang sudah lama digeluti oleh para kartel asing yang bekerjasama dengan pejabat sebagai penyalurnya.

Alasan paling mendasar untuk impor adalah cuaca ekstrem yang menyebabkan kelangkaan garam. Padahal tidak seperti itu yang terjadi. Bukan karena cuaca namun keterbatasan regulasi kontrol pemerintah yang tegas terhadap para kartel pebisnis garam yang selama periode 4 bulan ini mereka menampung dan menumpuknya.

Dengan mudahnya, menyalahkan alam karena matahari kurang sahabat dan hujan. Hal ini bukanlah suatu alasan yang tepat bagi pemerintah menyalahkan alam. Seharusnya pemerintah, perbaiki pola distribusi garam baik di tingkat petani maupun pasar. Pola distribusi ini yang sering membuat krisis garam karena pemerintah sendiri yang membuat kebijakan harus impor garam.

Kedua, Infrastruktur pengelolaan garam nasional belum memadai. Dari sejak 1942 hingga 2022 ini, kondisi petani garam sangat susah untuk memodernisasi alat produksi garam maupun tempat penampungan garam di petani tambak. Kalau pemerintah komitmen mengembangkan pengelolaan dan memusatkan kerja pelayanan untuk pembangunan infrastruktur garam, maka harus ada alokasi infrastruktur garam nasional yang memadai, misalnya pembangunan tempat penampungan garam, alat produksi, mesin penyedot air dan penimba air tawar.

Oleh karena itu, pemerintah fokus memperbaiki infrastruktur garam nasional, perpendek pola distribusi garam yang tidak lagi melibatkan kartel asing. Sehingga petani garam nasional bisa memiliki kemandirian yang kuat dan bertahan serta stok garam selalu tersedia.

Kegagalan garam pada 2016 hingga 2022 ini, menjadi kambing hitam yang dipersalahkan pemerintah. Kelangkaan garam di Indonesia tentu amat mencengangkan. Karena itu, pasti ada yang tidak beres atas kebijakan pengelolaan garam nasional. Krisis garam perlu diantisipasi jauh sebelumnya. Karena perlu diketahui, garam menjadi komoditas strategis yang kegunaannya sangat luas. Karena itu, industri pengguna garam telah menyumbangkan devisa setara hampir 500 kali lipat dari impor garam setara pertumbuhannya bisa lima hingga tujuh persen per tahun.

Pengguna garam itu bukan hanya disektor rumah tangga. Tetapi, industri mulai dari petrokimia, kerta, aneka pangan, farmasi dan kosmetik, hingga pertambangan minyak. Industri Chlor Alkali Plant (CAP) saja membutuhkan hingga 2,4 juta ton per tahun. Total kebutuhan garam secara nasional mencapai 4,6 juta ton pada 2021. Tahun 2022 diprediksi 5juta ton lebuh. Padahal menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 – 2022, produksi garam nasional tidak sampai 1,5 juta ton. Karena itu, Indonesia masih harus mengimpor garam dengan nilai sekitar USD100 juta pada 2022. Dengan bahan baku tersebut industri pengguna garam mengekspor setara dengan USD 50,2 miliar tahun 2022.

Data kebutuhan diatas, alasan industri – industri menekan pemerintah untuk lakukan impor. Hal ini tergantung pemerintah? kalau memiliki nasional yang kuat. Industri ini akan menyerah pada regulasi pemerintah. Penggunaan garam dalam negeri bisa dimaksimalkan. Kalau pemerintah berkomitmen menaikkan kadar garam industri itu setidaknya harus punya kadar kemurnian 97 persen. Maka garam nasional bisa terserap maksimal.

Kebutuhan garam tahun 2022 relatif sama dengan kebutuhan 2021, 2020, 2019. Kebutuhan industri chlor alkali plant (CAP) sebesar 2,5 juta ton. Selain itu industri aneka pangan 650.000 ton, konsumsi 650.000 ton, dan industri lainnya 500.000 ton. Selain impor, industri juga kembali menyerap garam produksi lokal. Targetnya pada tahun 2022 penyerapan garam lokal sebanyak 1,1 juta ton. Target serapan tahun 2021 sebanyak 1,2 juta ton realisasi sekitar 763.000 ton atau sekitar 63%. Pada tahun 2021 produksi garam lokal sebesar 850.000 ton.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor garam tahun 2021 periode Januari – November sebesar 2,35 juta ton. Angka tersebut naik sedikit dari periode yang sama tahun 2020 sebesar 2,29 juta ton sedangkan tahun 2022 naik kebutuhannya sekitar 3juta ton. Pemerintah harus bekerja keras, untuk peningkatan produksi, lahan – lahan petani garam harus disiapkan agar dapat menyediakan kebutuhan produksi. Data per tahun 2022 masih diatas 30 ribu hektare, dari sebelumnya di kisaran 25 ribu hektare. Selain itu, juga harus perbaiki metode produksi sehingga garam yang bisa lebih banyak dan kadarnya diterima industri supaya tak ada lagi alasan impor.

Spirit nasional harus hadir ditengah petani garam, pemerintah jadikan garam sebagai sokoguru agar garam tidak lagi dilakukan secara tradisional pola produksinya. Pada tahun 2022 produksi garam metode tradisional bisa menghasilkan garam sekitar 50-60 ton per hektare per tahun. Kalau metode intensif, perkirakan produksi capai 100-150 ton per hektare per tahun. Kalau pemerintah usaha memakai sistem intensif, maka Indonesia bisa swasembada garam.

Tantangan teknologi memang menjadi nyata untuk merekayasa kadar garam. Pemerintah perlu galakan program industrialisasi secara intensif. Jangan jadikan garam nasional hanya sala satu kebutuhan pangan. Namun, garam harus diolah dan dikonversikan sehingga bisa menjadi alat diplomasi negara kepada dunia. Kalau bicara bahan baku seperti batubara, besi, alumnium termasuk barang langka. Tetapi, inovasi membuat sepeda motor listrik bisa dilakukan rekayasa. Mengapa garam tak bisa?.

Padahal bahan baku yang ada sangat berlimpah. Apa salahnya, pemerintah berupaya semaksimal mungkin dalam menasionalisasi dan gerakan industrialisasi garam sehingga masa depan Indonesia bisa gemilang. Lagi pula, garam bisa menjadi alat negosiasi perdagangan dunia. Peran Indonesia sebagai presidensi G20 yang dilaksanakan di Indonesia. Tentu harus menyamakan prinsip nasionalisme bahwa garam sebagai pemasok pangan masyarakat dunia.

Karena perlu pertimbangan matang bagi Indonesia yang selama ini membuat garam terkanalisasi dan nirjustice bagi petani garam Indonesia. Bayangkan saja, alokasi impor yang telah direalisasikan oleh importir garam industri per 28 September 2021 telah mencapai 1,8 juta ton atau sekitar 60% dari total alokasi yang diterbitkan pada tahun 2021 sebesar 3.077.901 ton. Di periode yang sama, Industri Chlor Alkali Plan (CAP) menjadi pengguna terbesar garam impor yakni sebanyak 1.448.073 ton. Kemudian disusul oleh industri aneka pangan sebanyak 379.468 ton dan industri farmasi dan kosmetik sebanyak 2.909 ton. Di sisi lain, industri pengeboran minyak belum menyerap alokasi impor garam. Realisasi impor garam masih akan terus berjalan hingga akhir tahun 2021.

Sementara untuk proyeksi impor garam di tahun 2022 mengalami kenaikan permintaan tanpa pertimbangkan stok garam nasional Indonesia. Sementara negara – negara penghasil garam terbesar di dunia seperti Tiongkok dengan jumlah produksi sebanyak 64 juta metrik ton atau menyumbang 22,07% dari total produksi garam dunia. Amerika Serikat dengan produksi sebesar 40 juta metrik ton. Produksi garam di India sebanyak 29 juta metrik ton. Kemudian, produksi garam di Jerman dan Australia masing-masing sebesar 15 juta metrik ton dan 12 juta metrik ton. Negara – negara tersebut, jadikan Indonesia sebagai tempat menjual garam.

Ekspor garam Australia dan India telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir untuk memenuhi permintaan yang besar dari Tiongkok. Laporan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (2022) menyebutkan, produksi garam pada 2021 – 2022 meningkat 602,2 % menjadi 5,3 juta ton. Begitu juga pada 2017-2018 meningkat masing-masing sebesar 561,3% dan 144,7% menjadi 1,1 juta dan 2,7 juta ton. Penurunan terbesar produksi garam nasional terjadi pada 2016, yaitu mencapai 93,23% dari 2,5 juta ton menjadi 168 ribu ton.

Sementara itu, kebutuhan garam setiap tahun selalu meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk dan pertumbuhan industri. Situs resmi Informasi Pangan Jakarta mencatat, harga rata-rata garam pada 20 Januari 2022 naik jadi Rp3.272 per 250 gram, dimana harga tertinggi adalah Rp6.000 per 250 gram dan terendah Rp2.000 per 250 gram.

Harga garam besutan Australia hanya senilai US$ 30 per ton atau sekitar Rp 450 per kilogram (Kg). Sedangkan harga pokok produksi petambak garam di Madura telah mencapai Rp 775 per Kg, menyentuh Rp 900 per Kg dengan biaya logistik, dan hingga Rp 1.4 juta. Jika melalui proses pemurnian, tidak semua garam dapat diserap oleh industri karena alasan spesifikasi terendah yang dapat diterima olah industri memiliki kemurnian NaCl setidaknya 94%. Apa terus terusan alasan kayak begini pemerintah?.(*)

Presiden Jokowi Tiba di Abu Dhabi

0
Foto istimewa : Presiden Jokowi tiba di Abu Dhabi, Jumat (01/07/2022).

Abu Dhabi – Batamtimes.coPresiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo tiba di Bandar Udara Internasional Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab (PEA), Jumat (01/07/2022) dini hari sekitar pukul 02.15 waktu setempat.

Presiden Jokowi Minta Jaminan Keamanan Rusia bagi Jalur Ekspor Pangan Ukraina  

0
Foto istimewa : Pertemuan Presiden Jokowi - Putin minta jaminan keamanan Rusia bagi Jalur Ekspor Pangan Ukraina./Dok. Muchlis Jr.

Moskow – Batamtimes.co – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lawatanya melakukan diskusi dengan Presiden Vladimir Putin membahas masalah terganggunya rantai pasok pangan dan pupuk berdampak kepada ratusan juta masyarakat dunia, terutama di negara berkembang.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga