8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 33

Polres Bantul dan BPBD Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih ke Warga Srandakan

0
Keterangan Foto : Waka Polres Bantul, Kompol Citra Fatwa Rahmadani salurkan 20 ribu liter air bersih secara langsung kepada masyarakat.

Bantu Ringankan Dampak Kekeringan Musim Kemarau

 

Bantul – batamtimes.co – Polres Bantul bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekurangan air akibat musim kemarau. Kegiatan tersebut berlangsung di tujuh titik wilayah Padukuhan Bendo, Nengahan, dan Gerso, Kalurahan Trimurti, Kapanewon Srandakan, pada Selasa (29/7/2027).

Sebanyak 20 ribu liter air bersih disalurkan secara langsung kepada masyarakat. Bantuan ini diserahkan oleh Waka Polres Bantul, Kompol Citra Fatwa Rahmadani, mewakili Kapolres Bantul.

Kompol Citra menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama dalam menghadapi situasi sulit akibat kemarau panjang.

“Kami ingin Bhayangkara hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga dalam aspek sosial dan kemanusiaan. Air adalah kebutuhan dasar, dan semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Kompol Citra.

Ia juga berharap bantuan air bersih ini dapat menjadi solusi sementara bagi warga yang terdampak, khususnya di wilayah Kapanewon Srandakan yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau serta kerusakan DAM Srandakan.

Salah satu warga, Slamet (42), menyampaikan terima kasih atas kepedulian Polres Bantul. Menurutnya, sejak DAM Srandakan jebol, warga semakin kesulitan memperoleh air bersih karena sumur-sumur mulai mengering.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di musim kemarau seperti sekarang. Terima kasih kepada Polres Bantul dan semua pihak yang sudah peduli,” ungkap Slamet.

Melalui kegiatan ini, Polres Bantul berharap dapat mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus membantu memenuhi kebutuhan dasar warga, demi terciptanya situasi sosial yang lebih aman dan sejahtera.

Penulis : Tanto

Polda DIY Tilang 13.069 Kendaraan dalam Operasi Patuh Progo 2025

0
Keterangan GBR : Polda DIY mencatat sebanyak 13.069 kendaraan ditilang dalam pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2025.

Yogyakarta – batamtimes.co –  Polda DIY mencatat sebanyak 13.069 kendaraan ditilang dalam pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2025 yang berlangsung selama 14 hari, sejak 14 hingga 27 Juli 2025. Selain penilangan, petugas juga memberikan 12.428 teguran kepada pengguna jalan, sehingga total pelanggaran yang tercatat selama operasi ini mencapai 25.481 kasus.

Jika dibandingkan dengan Operasi Patuh Progo tahun 2024, jumlah pelanggaran tahun ini mengalami penurunan sebesar 5 persen atau turun 1.340 kasus dari total 26.821 pelanggaran pada tahun sebelumnya. Pada 2024, jumlah penilangan tercatat sebanyak 13.052 dan teguran sebanyak 13.769.

Jenis pelanggaran yang paling sering ditemukan meliputi STNK mati pajak, tidak memasang spion, tidak memakai helm, penggunaan knalpot tidak sesuai standar, serta SIM mati.

Direktur Lalu Lintas Polda DIY, Kombes Pol. Yuswanto Ardi, menjelaskan bahwa penindakan bukanlah tujuan utama operasi. “Kami berupaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Penindakan yang kami lakukan adalah bagian dari edukasi, bukan sekadar menilang,” ujar Yuswanto Ardi, Senin (28/7/2025).

Lebih lanjut, ia berharap ke depan masyarakat tidak hanya sekadar takut ditilang, tetapi benar-benar memahami pentingnya keselamatan bersama saat berlalu lintas.

Senada, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol. Ihsan, turut mengapresiasi kesadaran masyarakat yang mulai meningkat. “Kami melihat indikasi positif adanya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas. Ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan budaya berlalu lintas yang aman dan nyaman di Yogyakarta,” ungkap Ihsan.

Dengan capaian ini, Polda DIY menilai Operasi Patuh Progo 2025 tak hanya efektif menekan angka pelanggaran, tetapi juga semakin memperkuat budaya disiplin dan keselamatan di jalan raya.

Penulis : Tanto

Operasi Patuh Progo 2025 Polres Bantul Berakhir, Ribuan Pelanggar Ditindak

0
Keterangan Foto : Operasi Patuh Progo 2025 yang digelar Polres Bantul resmi berakhir pada Minggu (27/7/2025).

Bantul – batamtimes.co – Operasi Patuh Progo 2025 yang digelar Polres Bantul resmi berakhir pada Minggu (27/7/2025). Selama 14 hari pelaksanaan sejak 14 Juli 2025, ribuan pelanggaran lalu lintas berhasil ditindak oleh petugas.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, mengungkapkan bahwa selama operasi berlangsung, petugas menindak 2.346 pelanggaran melalui sistem ETLE BRIVA serta memberikan 1.835 teguran kepada pengendara.

“Pelanggaran terbanyak adalah tidak menggunakan helm SNI sebanyak 543 kasus, disusul pengendara di bawah umur sebanyak 505 kasus, dan melanggar lampu lalu lintas sebanyak 469 kasus,” ujar Jeffry, Senin (28/7/2025).

Selain itu, petugas juga mencatat pelanggaran lain seperti penggunaan knalpot brong sebanyak 332 kasus dan melawan arus sebanyak 299 kasus.

Sebagai barang bukti, petugas mengamankan 978 SIM, 1.283 STNK, serta 85 kendaraan bermotor. Dari seluruh kasus tersebut, 2.323 melibatkan kendaraan roda dua dan 23 kasus kendaraan roda empat.

Dalam periode operasi ini juga terjadi 75 kasus kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan 94 orang luka ringan dan satu korban meninggal dunia, dengan total kerugian materil mencapai sekitar Rp51 juta.

Jeffry menambahkan, meski Operasi Patuh Progo 2025 telah selesai, upaya penegakan disiplin dan imbauan tertib berlalu lintas akan terus dilakukan. “Kami tetap mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi aturan demi keselamatan bersama,” tutupnya.

Penulis : Tanto

Kedaulatan Digital Rontok, dari Kuota Hangus ke SIM Fiktif

0
Keterangan foto : Iskandar Sitorus,Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW).

Oleh: Iskandar Sitorus,

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW)

Kartu kecil, dampaknya besar

Dari saku baju, SIM card bisa menembus sistem keuangan negara, mengguncang pemilu, hingga menyuburkan kejahatan online. Kartu yang ongkos produksinya dikisaran Rp1.100 sampai Rp1.200 itu sungguh cukup mereporkan republik kita.

Data resmi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat ada 315 juta kartu SIM aktif di Indonesia per Mei 2025. Namun Bjorka sebutkan 1,3 Miliar data dari registrasi nomor handphone. Padahal, jumlah penduduk negeri ini hanya sekitar 280 juta jiwa.

Artinya, ada ratusan jutaan SIM card aktif yang tak punya logika demografis. Pertanyaannya, siapa yang punya, siapa yang pakai, dan siapa yang mengawasi?

Ledakan SIM card sudah terjadi sejak 2010

Fenomena SIM card melebihi jumlah penduduk bukan hal baru. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat data pelanggan telepon seluler sejak 2010 yang luar biasa tinggi:

Tahun 2010 ada nomor selular aktif 253 juta; 2011 yang aktif 288 juta; pada 2012 terdapat 319 juta nomor aktif.

Tahun 2013 :341 juta nomor, serta
2014: 351 juta
2015: 338 juta
2016: 385 juta
2017: 435 juta
2018: 319 juta
2019: 341 juta
2020 : 355 juta

Sejak era ponsel massal 15 tahun lalu, kita hidup dalam situasi aneh, yaitu jumlah nomor aktif tidak pernah mencerminkan jumlah penduduk yang bisa diverifikasi.

Aturan sudah ada, tapi lemah di pengawasan

Permenkominfo No. 12 tahun 2016 sebenarnya membatasi 1 NIK maksimal 3 SIM per operator. Tapi dalam praktiknya, masyarakat tetap bisa membeli belasan SIM dari berbagai konter tanpa validasi identitas.

Permenkominfo No. 5 tahun 2021 memperbaikinya lewat aturan registrasi ulang dan pemutusan otomatis nomor yang tidak aktif selama 180 hari. Namun, tak ada integrasi antaroperator dan penegakan sanksi administratif. Bahkan, menurut pengamatan IAW, penjualan SIM melalui e-commerce tetap marak tanpa verifikasi KTP.

Celakanya kejahatan digital menyelinap lewat celah SIM

Lemahnya pengawasan SIM card menjadikan Indonesia sebagai ladang subur kejahatan digital, yaitu:

1. Judi online menggunakan nomor fiktif digunakan top-up dompet digital.
2. Penipuan OTP sehingga akun perbankan dibobol lewat SIM lama.
3. SMS phishing dimana ribuan link jebakan dikirim tiap hari.
4. Bot politik gunakan uluhan ribu SIM dikendalikan untuk menyebar hoaks pemilu.
5. Pinjaman fiktif: SIM ganda dipakai buat akun palsu di pinjol dan e-wallet.
6. Akses VPN gelap menggunakan nomor tak terverifikasi dipakai masuk darkweb.

Kalau negara gagal menutup lubang ini, maka kita bukan hanya bicara soal kerugian finansial, tapi juga ancaman terhadap pemilu, ketertiban umum, dan integritas demokrasi.

Siapa audit vendor SIM dan provider?

Provider besar seperti Telkomsel, Indosat, XL Axiata menggandeng vendor global seperti Thales, IDEMIA, dan G+D. Vendor lokal seperti PT Pelita Teknologi (PGLO) guna memasok SIM fisik setiap bulan.

Namun, tak pernah ada audit tematik publik soal:

1. Distribusi SIM oleh vendor ke pasar.
2. Enkripsi dan keamanan personalisasi chip (IMSI dan Ki).
3. Kesesuaian antara SIM aktif dan pengguna terverifikasi.

IAW menyebut ini sebagai “zona abu-abu infrastruktur digital nasional.”

Kuota hangus, konsumen rugi diam-diam

Di luar kejahatan digital, praktik kuota hangus juga disorot. Contoh, konsumen kerap membeli 10GB, hanya terpakai 4GB, lalu sisanya hilang tanpa kompensasi. Tidak ada sistem rollover. Tidak ada transparansi nilai sisa layanan. Tidak pula terlihat pencatatannya.

Ini disebut praktik legal tapi sangat tidak etis. Hendaknya korporasi provider memiliki moral yang tinggi jika mengetahui posisi konsumennya dirugikan, walau karena regulasi yang belum berlaku adil.

Jangan pula malah merasa nyaman bahkan menikmati kondisi ‘zona’ yang buruk bagi konsumen tersebut. UU Perlindungan Konsumen No. 8 tahun 1999 memang belum menyentuh ranah perlindungan hak atas kuota digital.

BPK belum masuk ke hulu

Sejauh ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hanya mengaudit laporan keuangan Kominfo dan operator BUMN seperti Telkomsel. Belum pernah ada audit BPK terhadap:

1. Validitas data SIM nasional,
2. SIM tidak aktif (zombie),
3. Rantai pasok vendor SIM,
4. Kerugian akibat kuota hangus.

Padahal, audit inilah yang akan bisa membantu membuka tabir kriminal digital sistemik di Indonesia.

IAW mendorong reformasi total tata kelola kuota hangus-SIM card

Indonesian Audit Watch mengajukan 4 rekomendasi:

1. Audit BPK atas registrasi dan vendor SIM card. Libatkan Dukcapil, PPATK, dan BSSN. Provider harus memiliki etika moral yang tinggi untuk ikut bertanggungjawab atas nomor yang digunakan secara sistematis jika merugikan konsumennya. Itu tentu dengan mudah sesuai lingkup bisnisnya.

2. Revisi UU Perlindungan Konsumen, tambahkan pasal tentang hak atas kuota digital yang tidak terpakai. Guna hindarkan fraud by omission.

3. Whitelist nasional SIM card, dimana hanya nomor yang diverifikasi langsung ke Dukcapil yang boleh digunakan untuk akses digital vital (bank, e-wallet, pemilu).

4. Satgas judi online perlu menyisir jalur SIM, bukan cuma situs. Karena akar transaksinya bermula dari nomor-nomor yang tak terlacak.

Negara bisa runtuh dari chip seukuran kuku

SIM card hanya seukuran iklan baris, tapi ia adalah kunci masuk ke ruang digital nasional: rekening, e-wallet, pinjol, pendaftaran pemilu, dan identitas online.

Tidak sulit untuk menjerat para pelaku kejahatan kuota hangus dan SIM card. Aparat penegak hukum (Polisi, Jaksa dan KPK) maupun auditor keungan negara (AKN) ideal secara IT memeriksa kuota hangus melalui Billing System pada Signaling System 7 demikian juga terkait SIM card dengan lakukan audit HLR (Home Location Register).

Jika negara tak mampu mengendalikan kartu sekecil ini, maka negara bisa kehilangan kendali atas rakyatnya sendiri, di ruang yang tak terlihat, yakni dunia digital.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad Raih Gelar Doktor di IPDN, Angkat Disertasi tentang Penguatan Investasi Batam

0
Keterangan foto : Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan.

Batam – batamtimes.co – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan pada Rabu siang (23/7/2025). Prosesi wisuda digelar di Gedung Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Jawa Barat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung prosesi wisuda yang diikuti oleh total 1.305 wisudawan, terdiri dari 1.110 Sarjana, 81 Pascasarjana, 56 Doktor, dan 58 Profesi.

Dalam program doktoralnya, Amsakar Achmad mengusung disertasi berjudul “Implementasi Kebijakan Ex-Officio dalam Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.” Melalui kajian ini, Amsakar menyoroti pentingnya penguatan posisi Batam sebagai destinasi investasi global dan lokomotif perekonomian nasional, termasuk bagaimana mengefisienkan proses perizinan dan mengurangi tumpang tindih kebijakan.

“Dalam disertasi kami melakukan komparasi dengan daerah serupa, bagaimana menghilangkan overlapping dan simplifikasi proses perizinan sehingga investor merasakan kemudahan dan kenyamanan dalam melangsungkan kegiatan investasi di Kota Batam,” ujar Amsakar.

Amsakar juga mengungkapkan rasa syukurnya karena hasil kajian yang ia lakukan selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong percepatan investasi di Batam. Sejalan dengan itu, dua regulasi baru yakni Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2025 memberikan pelimpahan kewenangan kepada BP Batam di 16 sektor usaha strategis.

“Kami bersyukur melalui kajian dan pengayaan yang telah kami lakukan dalam disertasi, dapat selaras dengan kebijakan percepatan pembangunan kawasan dan investasi Kota Batam yang ditetapkan Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya percepatan investasi serta penyelarasan kebijakan strategis antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan daya saing Batam di tingkat nasional maupun internasional.

Dengan gelar Doktor yang baru diraih, Amsakar berharap dapat memberi kontribusi lebih besar bagi pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam yang kompetitif, inklusif, dan berdaya saing global.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar hadir bersama istri yang juga Ketua TP PKK Kota Batam sekaligus Ketua Pikori BP Batam, Erlita Amsakar, serta keluarga besar. Ia pun menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat Batam.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada kedua entitas yang membesarkan saya yakni Pemko Batam dan BP Batam, serta doa dan dukungan seluruh masyarakat Kota Batam,” ucapnya.

Putra daerah asal Sungai Buluh, Singkep, Kabupaten Lingga ini sebelumnya meraih gelar Sarjana Sosiologi dari Universitas Riau (1994) dan Magister Manajemen dari Universitas Airlangga (2005). Kini, pada tahun 2025, ia resmi menambah gelar Doktor dari IPDN.

“Dari sini saya belajar, bahwa teruslah belajar, pantang menyerah, dan dedikasikanlah ilmu itu untuk memberi kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” pungkas Amsakar.

Turut hadir mendampingi dalam acara tersebut Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Alexander Zulkarnain, dan Kepala Biro Umum, Mohamad Taofan.

Penulis : Adi

Bijak Memilih Tabungan, Pahami Saldo Minimalnya

0

Di era digital seperti sekarang, membuka rekening bank sudah menjadi kebutuhan mendasar, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis. Namun, ada satu hal penting yang kerap diabaikan calon nasabah: besaran saldo minimal yang wajib mengendap di rekening.

Saldo minimal bukan sekadar angka. Fungsinya cukup krusial sebagai penyangga agar rekening tetap aktif, sekaligus untuk menutupi biaya administrasi atau transaksi tertentu. Inilah sebabnya, saldo minimal di setiap jenis tabungan bisa berbeda, tergantung segmentasi nasabah maupun tujuan produk tersebut.

Per Juli 2025, empat bank besar di Indonesia – Bank Mandiri, BNI, BRI, dan BCA – masih mempraktikkan kebijakan saldo minimal yang cukup bervariasi. Sebagai contoh, Bank Mandiri memiliki saldo minimal Rp 100 ribu untuk Tabungan Rupiah, namun hanya Rp 10 ribu untuk Tabungan Payroll atau Tabungan TKI. Menariknya, Tabungan SiMakmur bahkan tidak membebankan biaya saldo minimal sama sekali.

Di BNI, saldo minimal BNI Taplus cukup tinggi, yakni Rp 150 ribu, sementara BNI Taplus Muda dan BNI Pandai tak mewajibkan saldo mengendap. Kebijakan ini jelas memberikan keleluasaan bagi segmen muda dan masyarakat yang baru mulai menabung.

Sementara itu, BRI memberlakukan saldo minimal Rp 25 ribu untuk Simpedes dan Rp 50 ribu untuk BritAma. Namun, produk seperti BRI Junio dan BRI SimPel hanya menetapkan saldo minimal Rp 20 ribu hingga Rp 5 ribu, mempermudah anak-anak atau pelajar untuk mulai menabung.

Kenapa ini penting? Karena seringkali nasabah tergiur membuka rekening hanya karena promo hadiah langsung atau bebas biaya admin tanpa melihat syarat saldo minimal. Akibatnya, banyak rekening akhirnya tidak aktif karena saldo tak mencukupi, bahkan ditutup secara otomatis setelah lama tidak digunakan.

Bijak memilih jenis tabungan berarti mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan keuangan kita sendiri. Apakah rekening tersebut hanya untuk menampung gaji, untuk menabung rutin, atau mendukung bisnis? Dari sana, kita bisa menyesuaikan dengan produk yang saldo minimalnya paling sesuai.

Langkah sederhana ini terlihat sepele, tetapi berdampak besar: membantu kita tetap disiplin menabung, menghindari biaya tak terduga, dan menjaga rekening tetap aktif. Jadi, sebelum membuka tabungan, luangkan sedikit waktu membaca syarat dan ketentuan, termasuk saldo minimalnya. Tabungan yang tepat bukan hanya soal bank mana yang dipilih, tapi juga seberapa cocok produk itu dengan gaya hidup dan tujuan finansial kita.

Penulis : Adi

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Narkoba dan Barang Kiriman Ilegal

0
Keterangan Foto : Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam waktu berdekatan, yaitu penyelundupan narkoba jenis sabu di Bandara Internasional Hang Nadim dan penindakan terhadap kapal pengangkut barang.

Batam – batamtimes.co –  Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan dalam waktu berdekatan, yaitu penyelundupan narkoba jenis sabu di Bandara Internasional Hang Nadim dan penindakan terhadap kapal pengangkut barang kiriman ilegal di perairan Batu Besar. Dari kedua kasus tersebut, petugas menyita tiga paket sabu dengan berat bruto 188,9 gram serta 266 koli barang kiriman tanpa dokumen kepabeanan.

Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, menjelaskan bahwa penindakan pertama dilakukan pada Senin (21/7/2025). Petugas menerima informasi masyarakat mengenai keberangkatan kapal Nasya yang diduga membawa barang tanpa dokumen resmi.

“Kapal patroli Bea Cukai berhasil menghentikan kapal Nasya yang dinakhodai S (38) dan satu ABK berinisial S (48) di perairan Batu Besar. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 266 koli barang kiriman tanpa dilengkapi dokumen kepabeanan,” ujar Zaky, Jumat (25/7/2025).

Barang-barang tersebut kemudian diamankan dan kapal dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Saat ini, kasus masih dalam tahap pengembangan untuk menelusuri jenis barang, jalur distribusi, serta potensi pelanggaran lainnya,” tambahnya.

Penindakan kedua terjadi pada Selasa (22/7/2025) di Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Petugas mencurigai perilaku seorang calon penumpang berinisial OT yang hendak terbang ke Lombok melalui transit di Surabaya.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya lilitan lakban mencurigakan di dalam pakaian OT. Setelah diperiksa di ruang khusus, petugas menemukan tiga bungkus kristal putih yang diduga sabu disembunyikan di area dubur pelaku,” jelas Zaky.

Total berat bruto narkotika yang disita mencapai 188,9 gram. Dari pengakuan OT, ia diperintahkan oleh seorang pria berinisial PI yang dikenalnya di tempat hiburan malam di Tanjung Balai Karimun. OT dijanjikan upah Rp5 juta per bungkus, sementara tiket dan penginapan sepenuhnya dibiayai oleh PI.

“OT tiba di Batam pada 21 Juli 2025 dan menginap di hotel di kawasan Lubuk Baja. Di sana, OT bertemu dengan pria lain berinisial SH, seorang residivis kasus narkotika, yang menyerahkan tiga bungkus sabu tersebut,” ungkap Zaky.

Zaky menegaskan seluruh barang bukti beserta para tersangka telah diserahterimakan kepada Polda Kepri untuk proses hukum lebih lanjut.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam melindungi masyarakat dan menekan peredaran barang ilegal serta narkotika di wilayah Batam,” tutupnya.

Penulis : Adi

Pertamina Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Seberang Ulu I Palembang

0

Palembang – batamtimes.co –  Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman padat penduduk di RT 13, Kelurahan 1 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, pada Rabu (23/07) sekitar pukul 03.15 WIB. Peristiwa tersebut menghanguskan 14 rumah milik 24 kepala keluarga, menyebabkan 86 jiwa kehilangan tempat tinggal, serta merusak tujuh rumah lainnya milik 11 kepala keluarga yang terdampak langsung.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bergerak cepat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Pada Jumat (25/07), Pertamina menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa paket bahan pokok dan kebutuhan dasar kepada warga korban kebakaran.

Ketua RT 13 Kelurahan 1 Ulu, Rumyani, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Pertamina.
“Kami sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan Pertamina. Di saat warga kami mengalami kesulitan seperti ini, kehadiran dan kepedulian Pertamina sangat berarti, memberikan semangat kepada warga untuk terus melanjutkan hidup,” ungkap Rumyani, Sabtu (26/07).

Salah satu korban kebakaran, Andi Nawi, juga mengungkapkan rasa syukurnya.
”Saya sangat berterima kasih kepada Pertamina yang telah membantu kami di saat yang paling sulit ini. Rumah saya habis terbakar, dan bantuan ini sangat membantu keluarga saya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud komitmen Pertamina untuk hadir di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat.
“Bantuan ini merupakan bentuk komitmen kami menjadi bagian dari solusi membantu masyarakat, sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan di wilayah operasional. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga terdampak kebakaran dan menjadi sumber kekuatan bagi mereka untuk bangkit kembali,” tutup Rusminto.

Penulis: Tanto

 

Anjing-anjing Terlatih unjuk Kebolehan di Halaman Polda DIY

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Anjing-anjing terlatih dari berbagai komunitas unjuk kebolehan dalam gelaran Race Agility Dog Gathering & Fun Games Piala Kapolda DIY di halaman Mapolda DIY Sabtu, 26 Juli 2025

Kegiatan itu menjadi ruang interaksi antara pecinta satwa dan institusi Polri dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79.

Kapolda DIY Irjen Pol Anggoro Sukartono, secara simbolis membuka acara dengan menyerahkan boneka kepada salah satu anjing peserta yang menandai dimulainya rangkaian perlombaan.

Hadir dalam kegiatan ini Wakapolda DIY, Irwasda, para Pejabat Utama Polda DIY, serta sejumlah tokoh dan tamu undangan, seperti Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, owner Grande Petzone Maherman, serta drh. Lily Gunawan dari PERKIN DIY.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan, menyampaikan bahwa kegiatan ini mencerminkan wajah humanis Polri yang terbuka dan inklusif.

“Kami menyambut baik antusiasme peserta dan komunitas dalam kegiatan ini. Tidak hanya untuk melatih kesiapsiagaan satuan K9, tapi juga memperkuat hubungan emosional antara Polda DIY dan masyarakat melalui pendekatan yang menyenangkan dan penuh makna. Kami harap event seperti ini bisa menjadi agenda rutin,” ungkap Ihsan.

Berbagai kategori lomba memeriahkan kegiatan ini, dengan total 78 peserta dari lomba profesional (Pro) dan hiburan (Fun), serta 17 peserta dari kategori Fun Games. Rincian kategori lomba meliputi:

PRO AGILITY & PRO JUMPING AGILITY
Small: 21 peserta
Medium: 3 peserta
Intermediate: 5 peserta
Large: 19 peserta

FUN AGILITY
Fun 1 Small: 14 peserta
Fun 2 Small: 2 peserta
Fun 1 Medium: 8 peserta
Fun 2 Medium: 1 peserta
Fun 1 Large: 4 peserta
Fun 2 Large: 1 peserta

FUN GAMES
Terdiri dari 17 peserta yang mengikuti berbagai permainan interaktif antara handler dan anjing.

Sebagai hasil dari seluruh rangkaian lomba tersebut, berikut adalah daftar pemenang dari masing-masing kategori:

Pro Agility Small 1
COKI – SUPRI (waktu: 41.03)
CHANNEL – YCOK (waktu: 46.31)
COKI – SUPRI (waktu: 49.84)

Pro Agility Medium
MALIKA – LAKSA DAWA (waktu: 43.31)
ROLEX – WANTO (waktu: 42.00)
TALLY – MAWARDI (waktu: 51.03)

Pro Agility Intermediate
MOCHI – SUPRI (waktu: 39.91)
BLOSSOM – HANS (waktu: 57.97)
REMOS – BADENG (waktu: 44.81)

Pro Agility Large 2
ANRES – ANTON (waktu: 76.72)

Pro Agility Large 3
QUAVO MAX – WANTO (waktu: 90.16)

Fun Agility Small 1
BRODY – IMAM (waktu: 16.87)
KOPI – FATTAH (waktu: 17.69)
BLUEMER LAGARTE – J. RANGGA (waktu: 18.16)

Fun Agility Small 2
MIXIE – WANTO (waktu: 24.63)
STAR – FRANCISCA (waktu: 22.03)

Fun Agility Medium
ELEANOR – UCOK (waktu: 21.10)
MIKI – EVA (waktu: 27.32)
BELO – EVA (waktu: 37.18)

Fun Agility Large
INTAN – ANDRI (waktu: 30)
MALLEY – BADENG (waktu: 27.78)
BIFFO – WANTO (waktu: 38.88).

 

Penulis :Tanto

Kehadiran Negara Dirasa Nyata, 67 Warga Lingga Timur Terima Bantuan Beras

0

Lingga – Di tengah tekanan kebutuhan hidup yang semakin meningkat, kehadiran negara melalui program bantuan pangan kembali membawa kelegaan bagi masyarakat. Sebanyak 67 warga penerima manfaat di Kecamatan Lingga Timur, Kabupaten Lingga, mendapatkan distribusi bantuan beras untuk periode Juni dan Juli 2025. Distribusi berlangsung pada Sabtu (26/7/2025) dengan suasana penuh keakraban dan kepedulian.

Tidak hanya hadir sebagai petugas, Brigadir Nofri, Bhabinkamtibmas Desa Teluk, turut terlibat langsung dalam proses distribusi. Ia memastikan kegiatan berjalan dengan tertib, aman, dan tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

Program bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Perum Bulog. Sebagai bagian dari jaring pengaman sosial, setiap penerima manfaat mendapat 20 kilogram beras untuk membantu meringankan beban hidup mereka.

Kapolres Lingga, AKBP Pahala Martua Nababan, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Daik Lingga, AKP Mayson Syafri, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bukan sekadar menjalankan tugas pengamanan. Lebih dari itu, ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

“Personel kami hadir untuk memastikan masyarakat menerima haknya secara tertib dan aman, sekaligus memperkuat silaturahmi serta membangun kepercayaan. Ini adalah bagian dari komitmen Polri mendampingi program-program kemanusiaan,” tutur AKP Mayson.

Di lapangan, Brigadir Nofri juga terlihat aktif membantu warga; mulai dari mengangkat karung beras, membagikannya langsung, hingga memberikan pesan humanis untuk menjaga ketertiban dan saling menghormati.

Wajah-wajah haru dan senyum syukur tampak jelas dari para penerima bantuan. Bagi mereka, beras bukan hanya sekadar kebutuhan pokok, tetapi juga simbol perhatian dan harapan di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

Distribusi bantuan beras di Lingga Timur kali ini berjalan lancar, penuh semangat gotong royong dan suasana kekeluargaan. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi bukti nyata bahwa dengan kebersamaan, berbagai persoalan dapat dihadapi dan diatasi.

Penulis: Asma

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga