8.6 C
New York
Monday, April 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 357

Masyarakat Belakangpadang senang kini Pelabuhan ponton bisa difungsikan kembali

0

Batam – batamtimes. co – Masyarakat Belakangpadang kini tak risau lagi. Pelabuhan ponton Belakangpadang kini telah difungsikan kembali. Sontak hal ini disambut bahagia masyarakat.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi meresmikan kembali sarana tersebut seiring penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat Program Pendaftaran Tanah Sistemasi Lengkap (PTSL), Kamis (7/4/2022) sore.

“Alhamdulilah pelabuhan ini bisa digunakan lagi, saya harap kita bisa menjaganya secara bersama,” kata Rudi.

Sebelumnya, Rudi menaruh perhatian yang khusus pada pelabuhan tersebut. Maka tidak menunggu lama, ia memerintah Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menyelesaikan persoalan pelabuhan ini.

Tidak berhenti sampai disitu, pelabuhan akan dikembangkan. Rencananya akan rampung tahun ini juga. Dalam perkiraan Rudi, paling tidak November atau Desember sudah tuntas.

“Tidak lain saya ingin Belakangpadang terus berkembang,” katanya.

Ia juga mengungkapkan kembali rencana pengoperasian kapal untuk mendukung pariwisata Batam-Belakangpadang dan sebaliknya. Dalam praktiknya, Rudi menegaskan Bahkan memperhatikan penambang pancung yang sudah ada.

“Saya ingin menyelesaikan masalah tanpa menghadirkan masalah baru. Untuk hal ini, nanti akan dudukkan,” ujar dia.

Wali Kota Batam Rudi membuka sosialisasi perseroan perorangan di Hotel Harris

0

Batam-batamtimes.co –  Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membuka sosialisasi perseroan perorangan di Hotel Harris Batamcentre, Kamis (7/4/2022). Kegiatan ini upaya membangkitkan Usaha Mikro dan Kecil di Batam.

Di kesempatan itu, Rudi memotivasi pelaku Usaha Mikro dan Kecil di Batam. Ia meminta pelaku UMKM menyiapkan diri dan menentukan target ke depan.

Ia mencontohkan, produk yang dihasilkan akan dijual ke mana dan untuk siapa. Hal itu perlu disiapkan sebelum memulai usahanya.

“Saya memberi info ini supaya UMKM ini bangkit ke depan. Harus ada di benak, tujuan produksi untuk siapa? Mudah-mudahan informasi ini bisa mengubah pola pikir kita dalam berusaha,” katanya.

Terlepas dari upaya dari pelaku UMKM, pihaknya juga berusaha untuk mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya agar ada perputaran uang di Batam.

“Ke depan, Batam akan berubah total. Saya sedang berpacu dengan waktu untuk membangun Batam ini,” ujarnya.

Untuk itu, pelaku UMKM harus bergerak cepat memanfaatkan peluang yang ada. Ia tak ingin peluang yang diciptakan justru dimanfaatkan oleh orang lain. “Jangan ketinggalan peluang ini,” pesan Rudi.

Di kesempatan itu, ia juga menyampaikan apa yang sudah dibangun di Batam. Mulai dari bandara, jalan, dan sebagainya. Hal itu untuk mempercantik Batam.

“Dengan pembangunan ini, Batam bangkin dan ekonomi pulih,” katanya.

Di lokasi sama, Plt Kanwil Kemenkumham Kepri, Agung Rektono Seto, mengapresiasi kehadiran Wali Kota Batam, Muhammad Rudi. Ia menegaskan, kegiatan ini untuk membaca peluang dan tantangan usaha mikro dan kecil agar bisa bangkit menuju pemulihan ekonomi nasional.

“Kehadiran beliau adalah bentuk dukungan UMKM di Batam untuk naik kelas,” katanya.

 

(red/adi)

Walikota Batam Rudi menyerahkan sertipikat tanah untuk Masyarakat Belakang Padang Program PTSL

0

Batam-batamtimes.co –  Wali Kota Batam Muhammad Rudi turut menyerahkan sertipikat tanah untuk rakyat, Program Pendaftaran Tanah Sistemasi Lengkap (PTSL) diberikan untuk Masyarakat Belakangpadang, Kamis (7/4) sore.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batam terus secara bertahap akan menyelesaikan program sertipikat tanah masyarakat.

“Satu persatu sertipikat akan selesai,” kata Rudi.

Selain untuk memberikan kepastian hukum atas hak agraria, program sertipikat juga bernilai ekonomi. Rudi berpesan agar masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini sebijak mungkin.

“Boleh masuk (diagunkan) bank, untuk modal. Tapi saya titip mohon dikelola dengan baik,” harap Rudi.

Kepala BPN Batam Makmur Siboro mengungkapkan, jumlah sertipikat yang dibagikan pada kesempatan ini sebanyak 234 sertipikat. Senada dengan Rudi, Makmur berpesan agar sertipikat dapat dimanfaatkan dengan baik.

“Sertipikat selain untuk kepastian hukum, juga memiliki nilai ekonomi yang bagus. Manfaatkan ini sebaik mungkin,” ucapnya.

Pada kesempatan ini, jumlah perwakilan warga menerima secara langsung sertipikat dari walikota maupun kepala BPN Batam.

Wako Amsakar dukung Pembentukan pansus Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2012

0

Batam- batamtimes.co – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut baik pembentukan pansus Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Batam.

Hal itu ia sampaikan usai menghadiri rapat paripurna di DPRD Batam, Kamis (7/4/2022).

Amsakar berharap, dengan terbentuknya pansus, Perubahan Perda Nomor 7 Tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Kota Batam dapat segera dibahas.

“Perubahan Perda ini untuk meningkatkan kemandirian puskesmas. Perda ini penting kita ajukan. Perda ini hadir akan ada keseragaman perlakuan dan tarif,” katanya.

Dengan aturan baru ini nantinya, diharapkan tidak ada standar yang berbeda di seluruh Puskesmas yang ada di Batam.

Sebelumnya, beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan perubahan Perda dimaksud antara lain dikarenakan semakin majunya perkembangan dunia kesehatan.

Hal itu, lanjut dia, berimplikasi terhadap jenis pelayanan kesehatan yang ada saat ini dan jenis pelayanan kesehatan tersebut belum terakomodir dalam Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2012.

“Pemerintah Kota Batam menilai perkembangan dunia kesehatan sebagai potensi yang dapat dimaksimalkan menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Retribusi di bidang Pelayanan Kesehatan,” ujarnya.

Pertimbangan berikutnya, dikarenakan saat ini ada tiga Puskesmas di Kota Batam yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD.

Untuk itu, dalam rangka optimalisasi pendapatan BLUD perlu dirumuskan norma/pengaturan di dalam Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 7 Tahun 2012. Hal ini menjadi penting agar fleksibilitas pelayanan kesehatan Puskesmas yang telah menerapkan pola pelayanan BLUD di Kota Batam dapat tercapai.

“Pengaturan pelayanan kesehatan dilaksanakan berdasarkan asas kemanusiaan, kemanfaatan, keadilan, partisipatif, keamanan, dan keselamatan pasien. Dan diselenggarakan secara transparan, efektif, efisien, dan akuntabel,” jelas Amsakar.

Pelayanan kesehatan, lanjut dia, dibuat untuk menjamin mutu dan aksesibilitas serta kelangsungan pelayanan kesehatan di Puskesmas sesuai standar yang ditetapkan sehingga pelayanan kepada masyarakat dan pengelola Puskesmas dapat terlindungi dengan baik.

Dalam sidang itu, juga dibentuk pansus yang diketuai oleh Sumali dari Fraksi Demokrat dan PSI dan Muhammad Safei dari Fraksi PKS sebagai Wakil Ketua.

Segera Diresmikan, Kepala BP Batam Tinjau Langsung Kesiapan Pembangunan Masjid Tanjak

0
Pembangunan Masjid Tanjak di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam diproyeksikan akan selesai pada Mei 2022 mendatang. (Foto: Humas /adi)

Batam-batamtimes.co – Pembangunan Masjid Tanjak di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam terus digesa dan diproyeksikan akan selesai pada Mei 2022 mendatang. Hal ini disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, saat meninjau langsung progres pembangunan Masjid Tanjak, pada Rabu (6/4/2022) pagi.

“Sesuai dengan addendum yang telah disepakati, insyaallah pembangunan masjid ini akan rampung tak lama lagi. Tentu peninjauan ini perlu dilakukan dalam rangka persiapan,” kata Muhammad Rudi saat melakukan peninjauan Masjid Tanjak.

Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya sengaja ingin meninjau langsung guna melihat kesiapan dari proses pembangunan Masjid Tanjak yang berada di Kawasan Bandara Hang Nadim Batam dan dirancang akan mampu menampung sebanyak 1.250 orang jamaah.

Dengan antusias, peninjauan masjid dilakukannya secara detail, mulai dari interior, eksterior, sound system dan ornamen masjid serta penerangan di area masjid.

Muhammad Rudi, juga meminta kepada pihak pelaksana agar membenahi bagian-bagian bangunan masjid yang masih belum rampung dan mengoptimalkan space kosong sehingga menjadi bermanfaat.

Ia berharap pembangunan masjid dapat selesai tepat waktu sehingga masyarakat Batam dapat segera memanfaatkan masjid untuk beribadah dan memakmurkan masjid untuk kegiatan keagamaan lainnya.

“Ada beberapa yang perlu untuk dibenahi dan dilengkapi, di antaranya, masih terdapat lahan yang kosong dan tanah merah di sekitar pembangunan masjid, kolam air yang belum berfungsi, tempat parkir dan tempat duduk serta kamar mandi yang masih perlu disiapkan dengan baik,” tutur Muhammad Rudi.

Pembangunan Masjid Tanjak telah dilakukan sejak 23 Desember 2020, di atas lahan 15.100 m2 dan total luas bangunan 4.983 m2 dengan lantai bawah seluas 1.963 m2 serta lantai mezzanine seluas 460 m2.

Konsep dari bangunan Masjid Tanjak terinspirasi dari bentuk Tanjak, karena Tanjak memiliki lambang kewibawaan dan identitas dikalangan masyarakat Melayu.

Adapun fasilitas penunjang yang dapat dinikmati wisatawan yakni Kolam Air Mancur, Area Parkir Umum, Area Parkir VVIP dan Taman (Kegiatan Outdoor).

Proyek Pembangunan ini dengan nilai kontrak hampir 40 milyar ini, dalam pelaksanaannya memakan waktu selama 16 bulan.

Pembangunan Masjid Tanjak ini, turut mendukung rencana pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam. Dimana, dalam waktu dekat akan dibangun terminal II penumpang.

“Masjid Tanjak ini akan menjadi ikon baru di Kota Batam yang diharapkan bisa menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” harap Muhammad Rudi.

Pembangunan Masjid Tanjak merupakan salah satu dari berbagai proyek strategis yang terus dilakukan BP Batam untuk menggerakkan ekonomi dan sektor pariwisata di Batam.

 

(red/adi)

Usulan Baru Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai

0

Penulis: Rusdianto Samawa, Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI)

Perjalanan awal pasti berkeringat dan penuh tantangan. Ujian paling berat adalah menyemangati diri sendiri agar tetap berada pada jalan rakyat. Tak ada kehidupan yang berarti kalau belum merasakan keringat peluh dan pilu kehidupan masyarakat pesisir di Pulau – Pulau kecil. Rakyat yang kulitnya hitam legam, hidup dalam angkara panas, dingin, kering dan penuh pilu atas pelayanan.

Tetesan air mata, hati meleleh. Walaupun berusaha menahan tangis. Rasanya ingin keluarkan suara keras atas penderitaan rakyat Pulau Moyo. Kisah Sahabuddin Dusun Brangkua memotong jari tangannya karena gigitan ular yang lambat bawa ke rumah sakit. Faktor jauhnya Puskesmas, jalan setapak. Kisah Sabaria naik motor jalan setapak dari sebotok ke Labuhan Aji yang ditusuk kayu pelipis matanya. Kisah tenggelam nelayan nyambi ojek perahu penumpang yang kebalik ditengah laut.

Kisah ekstrem anak – anak sekolah Pulau Moyo pulang pergi tengah hujan, angin, gelap dan dentuman petir melewati hutan belantara Pulau Moyo. Kisah petani Wijen dan padi yang menjual murah hasil panennya karena minimnya akses internet dan informasi. Kisah para aktor bom – bom ikan yang terpotong tangannya akibat bom. Kisah para pembajak terumbu karang tanpa ampun. Kisah para agen asing hingga pejabat yang memborong tanah Pulau Moyo.

Kisah para rentenir pemeras rakyat lewat tambat labuh perahu, rentenir wisata tanpa karcis, tak ada aturan. Pulau Satonda penarikan karcis semau gue, parkir perahu ojek 300ribu dan tiket masuk 200ribu. Konon, retribusi ini masuk Kabupaten Sumbawa. Khawatirnya masuk kantong pejabat. Belum ada aturan retribusi dermaga kecil di Pulau Moyo dan Pulau Satonda. Penarikan bebas.

Selain itu, penataan pariwisata tidak berkembang. Sampah memenuhi pesisir Pulau Moyo dan Pulau Satonda. Kalau Pulau Medang agak bersih. Belum ada komitmen zero waste pemerintah untuk ikut serta bersikap gotong royong ajak masyarakat mencegah menumpuknya sampah pesisir Pulau Moyo.

Jalan setapak yang dilalui masyarakat Pulau Moyo sudah menjadi lumrah. Mayoritas penduduk berpendapat: mestinya ukuran keberhasilan pemerintah adalah perbaiki infrastruktur jalan, mendekatkan pelayanan rumah sakit. Menjamin kesehatan masyarakat. Mencegah penyakit malaria. Perbaiki sanitasi air bersih dan MCK dapat di fasilitasi dengan baik.

Konon, 90% (sembilan puluh persen) pemilik lahan dikuasai para pejabat, asing dan lokal sebesar 10% (sepuluh persen). Dimanakah regulasi pemerintah mengatur investasi ilegal hotel, homestay dan geshoust di Pulau Moyo. Tambah masyarakat Pulau Moyo bernafsu ingin memiliki mobil, L300 Mitsubishi, dan sepeda motor trail hingga harus menjual atau menukar tanah sejumlah 4 hektar ukuran nilai 50juta rupiah. Sangat banyak masyarakat gaya model seperti ini. Mudah menukarkan hektaran tanah dengan barang – barang yang hanya bertahan 10 tahun. Padahal infrastruktur Pulau Moyo belum bagus dan tidak mendukung kendaraan mobil.

Ketika, agenda silaturahmi dan kunjungan keberbagai etnis dan keluarga masyarakat Selayar, Bugis, Bima dan Sumbawa di Pulau Moyo, Pulau Satonda, Karombo, Pulau Medang dan Calabai, sesuatu yang sangat luar biasa. Dialog masyarakat Pulau Moyo, Pulau Medang, Pulau Satonda Kab. Sumbawa, Desa Karombo dan Calabai Kec. Pekat Kab. Dompu. Masyarakat meminta perjuangkan usulan agar pulau – pulau kecil dalam Pulau Sumbawa bisa disatukan dalam satu daerah otonomi baru bernama Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (Pulau: Moyo, Satonda, Medang, Karombo, Calabai) sebagai Kabupaten Baru untuk di usulkan kepada pemerintah pusat.

Pulau Moyo Samakai ini, tergolong tertinggal dari sisi distribusi hasil pertanian, nelayan, pariwisata, infrastruktur, pelayanan kesehatan, rumah sakit, hingga lingkungan. Maka usulan pembentukan Kepulauan Moyo Samakai (KMS) merupakan tuntutan dalam upaya bangkit dan mendekatkan pelayanan. Upaya itu sebuah usulan serius dilakukan masyarakat setempat untuk bisa setara dengan daerah pesisir lainnya.

Untuk perbaiki sistem: pemerintahan yang ideal, harus diusulkan dan menjadi isu utama pemekaran kabupaten baru. Apalagi, sejarah Kepulauan Moyo Samakai sudah terkenal mentereng seantaro dunia sehingga sudah seharusnya dimekarkan. Usulan dan perencanaan pemekaran Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai akan menjadi motivasi untuk memacu pembangunan sehingga perubahan dan kemajuan akan terasa dimasa akan datang.

Harapan memisahkan diri dari Kabupaten Induk, masyarakat bisa rasakan adanya perubahan. Jadi, sudah saatnya Kepulauan Moyo Samakai melangkah lebih jauh untuk diperjuangkan. Masyarakat harus semua bergerak menuju Kepulauan Moyo Samakai maju dan unggul dari berbagai kabupaten Kepulauan lain di Indonesia. Wacana masyarakat muncul beberapa hari ini, sejak 4 April 2022. Setelah hadiri acara dialog dan silaturahmi diberbagai pulau – pulau kecil. Tentu, bukanlah hal yang tidak mungkin. Bagi, Kepulauan Moyo Samakai (KMS) sudah layak dimekarkan menjadi satu Kabupaten.

Kendati demikian, semua untuk pemekaran itu harus direncanakan dengan matang dari segi pembangunan infrastruktur, SDM, ekonomi, pendidikan, maupun lainnya untuk bisa mendukung kemajuan Kepulauan Moyo Samakai (KMS) ke depannya. Persoalan sinkronisasi sosial budaya dan perkembangan pembangunan ke depan bukan sesuatu yang sulit. Ketika semua masyarakat bersatu padu, semua persolan itu tidak akan sulit.

Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (KMS) yang akan di usulkan menggabungkan beberapa Desa dan Pulau kecil seperti Desa Labuhan Aji dan Desa Sebotok berada dalam kawasan Pulau Moyo sendiri. Lalu, Pulau Medang terdiri dari dua desa yakni Medang Bugis dan Medang Bajo. Kemudian disusul Pulau Satonda, Pegunungan Desa Karombo dan Desa Calabai Kec. Pekat Kab. Dompu.

Penyatuan desa dan pulau tersebut, harus ada kesepakatan bersama dan dibentuknya panitia yang terdiri tokoh masyarakat terdiri dari tokoh agama, dan tokoh pemuda. Selama ini, kalau dari Sumbawa ke Pulau Moyo hanya berjarak waktu tempuh 3 – 4 Jam dengan kendaraan kapal penumpang. Kemudian Aibari Sumbawa ke Pulau Moyo berjarak 30 menit perjalanan dengan kapal ojek. Dari Calabai ke Pulau Moyo jarak tempuh 25 menit. Kalau dari Karombo Ke Pulau Moyo jaraknya 20 menit. Kemudian, Pulau Moyo menuju Pulau Danau Satonda berjarak 45 menit. Lalu, dari Labuhan Aji keliling Pulau Moyo jarak tempuhnya 1 hari penuh. Kemudian, dari Labuhan Aji menuju Pulau Satonda berjarak 1 jam. Kalau dari Dusun Patedong dan Dusun Rasa Bou Desa Sebotok menuju Pulau Satonda berjarak 15 menit perjalanan. Kalau dari Tanjung Pasir ke Pulau Satonda maupun Karombo jarak tempuh 20 menit.

Lagi pula, Pulau Moyo perlu ditetapkan dan diusulkan program percepatan pembangunan. Karena ukuran keberhasilan pembangunan dilakukan pemerintah titik fokus ada di Pulau Moyo. Mengapa? kondisi infrastruktur, kesehatan, lingkungan, sanitasi, MCK, transportasi hingga penanggulangan kemiskinan perlu gerak cepat. Ditambah, pulau – pulau kecil yang masih kehidupannya terbelakang. Terutama akses pelabuhan, Tempat Pelelangan Ikan serta pengawasan potensi perikanan yang melimpah.

Pimpinan daerah seperti bupati Dompu, Bupati Bima, Bupati Sumbawa dan Gubernur NTB bersama pimpinan serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah agar dapat pertimbangkan usulan pemekaran Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (KMS). Dibanding memaksakan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS). Kalau komitmen pimpinan daerah terhadap pemekaran Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (KMS), maka itulah bentuk keberpihakan kepada masyarakat pesisir dan desa – desa terisolir.

Pulau-pulau kecil seperti Pulau Medang, Pulau Moyo, Pulau Satonda, Karombo dan Calabai memiliki karakteristik yang unik, dengan sumberdaya alam dan lahan yang sangat luas, terisolasi, rentan dan skala ekonomi yang terbatas. Meskipun demikian, pulau kecil ini, memiliki potensi yang besar dengan keanekaragaman hayati yang tinggi; ekosistem terumbu karang, ekosistem lamun, ekosistem mangrove, pantai, perikanan dan spesies endemic dan dilindung.

Potensi tersebut yang membuat pembangunan pulau-pulau kecil tersebut, banyak diarahkan menjadi destinasi wisata. Tetapi, banyak pula pembangunan yang tidak terkontrol dan tidak terkelola dengan baik. Maka upaya ide dan gagasan pemekaran Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (KKMS) bentuk pertimbangan integrasi antara darat dan laut.

Pada banyak kasus pulau wisata seperti Pulau Moyo, Pulau Medang dan Pulau Satonda, pembangunan belum maksimal fokus pada aspek sosial, infrastruktur fisik dan sarana prasarana penunjang. Terkadang lebih dominan tidak dilirik dengan berbagai alasan. Padahal, potensi penerimaan pendapatan daerah dari pulau kecil tersebut, sebesar 30 persen dari jumlah APBD Sumbawa, Dompu dan Bima.

Mestinya, pemerintah maksimalkan pembangunan segala aspek sehingga pemanfaatan Sumber daya lebih meningkat. Seiring menyeimbangkan kualitas ekologi, lingkungan, konsumsi sumberdaya maupun konversi lahan. Nantinya, Kabupaten Kepulauan Moyo Samakai (KMS) pembangunan berbasis pada ekologi menjadi domain utama sehingga adanya peningkatan kualitas lingkungan.

Perubahan iklim dan pemanasan global pengaruhi kehidupan masyarakat di wilayah pesisir Pulau Moyo, Pulau Medang dan Pulau Satonda. Maka pengembangan infrastruktur kepulauan baik itu sarana dan prasarana memiliki peran penting yang sesuai kebutuhan sehingga dapat mendukung segala kegiatan sosial ekonomi masyarakat pulau, namun pengembangan Pulau Moyo, Pulau Medang dan Pulau Satonda saat ini tidak mengarah pada pembangunan yang berkelanjutan.

Ada beberapa aspek yang perlu dikembangkan pada Pulau Moyo, Pulau Medang dan Pulau Satonda, yakni aspek sosial: kepadatan populasi warga, peluang akses publik terhadap pantai dan partisipasi publik. Sementara aspek ekonomi: lapangan kerja, akses pasar dan harga barang sedangkan dalam aspek infrastruktur: ketersediaan jalur dan angkutan laut, ketersediaan pelayanan kesehatan, pengelolaan sampah dan MCK serta ketersediaan air bersih.(*)

Periode Januari-Marer, Melalui Cyber Crawling Bea Cukai Batam berhasil menindak 65.000 batang rokok

0

Batam- batamtimes.co – Slogan gempur rokok illegal dibuktikan Bea Cukai Batam melalui Operasi sinergitas tim Cyber Crawling Bea cukai.

Hal ini dilakukan untuk menekan peredaran rokok ilegal dan meningkatkan demand terhadap rokok legal.

Kepala Seksi Layanan Informasi Bea Cukai Batam, “Undani” melalui keterangan persnya (6/4/22) menjelaskan bahwa pengawasan barang kena cukai hasil tembakau (BKC HT) melibatkan seluruh unsur Bea Cukai, baik di pelayanan, pengawasan, kehumasan, maupun kepatuhan internal. Secara umum, pengawasan BKC HT yang dilakukan oleh Bea Cukai dibagi menjadi strategi preventif dan represif.

“Strategi represif yang dilakukan oleh Bea Cukai antara lain menggunakan skema operasi cukai, dan pengolahan informasi oleh tim Cyber Crawling, dalam skema Cyber Crawling, Bea Cukai.

Untuk mengintensifkan pengawasan peredaran BKC HT yang dijual dan diedarkan melalui marketplace dan media sosial, dengan melakukan mekanisme Cyber Patrol.

“Melalui informasi yang didapatkan dari skema Cyber Crawling Bea Cukai dapat melakukan pengawasan BKC HT dengan lebih efektif, yang dapat melakukan sinergi serta Kolaborasi dalam menindak BKC HT ilegal.” ucap Undani.

Bea Cukai Batam menjadi salah satu kantor yang secara aktif melakukan operasi Cyber Crawling.

Melalui Cyber Crawling, Bea Cukai Batam berhasil menindak 65.000 batang rokok ilegal pada periode Januari – Maret 2022, dengan rincian penindakan 34.000 batang rokok.

“Periode Januari 2022 4.000 batang rokok, di periode Februari 2022 sebanyak 27.000 batang rokok, dan periode Maret 2022. Penindakan yang dilakukan oleh Bea
Cukai Batam dilakukan dengan melakukan sinergi dan kolaborasi bersama Bea Cukai daerah lain di Indonesia,” ujar Undani.

Sinergi Cyber Crawling Bea Cukai Batam bersama beberapa kantor bea cukai lain membuahkan hasil, diantaranya dengan Bea Cukai Tasikmalaya menghasilkan penindakan 5 Surat Bukti Penindakan (SBP) BKC HT ilegal.

Melalui informasi awal dari tim Cyber Crawling, BKC HT ilegal yang dikirim melalui barang kiriman melalui jasa ekspedisi, dapat dilakukan penindakan. Total BKC HT ilegal yang dilakukan penindakan oleh Bea Cukai Tasikmalaya mencapai total 6.000 batang rokok ilegal.

Penindakan lainnya dilakukan oleh Bea Cukai Bojonegoro, melalui informasi yang diolah tim Cyber Crawling, Bea Cukai Bojonegoro menindak barang kiriman yang berisikan 4.000 batang rokok ilegal non pita cukai, rokok ilegal tersebut dikirim melalui skema barang kiriman yang disamarkan sebagai “Meja Lipat Kayu Anak”.

Penindakan lain yang dihasilkan melalui tim Cyber Crawling Bea Cukai Batam antara lain penindakan BKC
HT ilegal yang dilakukan Bea Cukai Madura, dari informasi yang ditindaklanjuti oleh Bea Cukai Madura. BKC HT ilegal yang diedarkan melalui skema barang kiriman, berjumlah 10.000 batang rokok berhasil dihentikan.

Informasi dari tim Cyber Crawling juga membantu Bea Cukai Blitar dalam melakukan penindakan. Melalui
informasi yang diberikan oleh tim Cyber Crawling, Bea Cukai Blitar melakukan penindakan atas BKC HT ilegal yang dikirimkan melalui barang kiriman. Total penindakan yang dilakukan Bea Cukai Blitar mencapai 4.000 batang rokok non cukai.

“Dalam waktu 3 bulan, kinerja dari tim Cyber Crawling Bea Cukai Batam terus menunjukkan hal positif, hasil informasi yang diolah oleh tim Cyber Crawling terbukti efektif dan mampu memberikan impact besar untuk menghentikan peredaran rokok ilegal,” pungkas Undani.

 

Penyelesaian sejumlah proyek strategis nasional di Kepri, Gubernur Ansar bersama Bupati Anambas bertemu Menhub RI

0

Tanjungpinang- Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad  bersama Bupati Anambas Abdul Haris  bertemu Menteri Perhubungan (Menhub) RI  Budi Karya Sumadi di Jakarta, Rabu (6/4/2022). Kunjungan Gubernur ini membawa misi untuk berupaya mempercepat penyelesaian sejumlah proyek strategis nasional yang ada di Kepulauan Riau.

Pembicaraan diawali dengan penyampaikan oleh Bupati Anambas Abdul Haris yang membahas terkait pengembangan pelabuhan Kuala Mara dan pelabuhan di Tarempa. Yang mana, pelabuhan tersebut akan menjadi pelabuhan strategis yang ada di daerah perbatasan NKRI, sekaligus menjadi penunjang konektivitas antar pulau.

Selain itu dalam pertmuan ini, Gubernur juga membahas soal pengmbangan pelabuhan terpadu di  kabupaten Natuna.

“Kita sidah sampaikan semua kepada Menteri Perhubungan, terutama tentang apa-apa yang berkaitan dengan kegiatan kementerian perhubungan yang ada di Kepulauan Riau. Tujuan kita hanya satu, yakni menfolow up semua kegiatan yang sudah direncanakan. Kita semua mau dan berharap agar berjalan lancar sesuai rencana dan harapan. Kita tidak boleh bosan memfolow up ini,” kata Gubernur Ansar.

Salah satu proyek yabg dimaksud Gubernur yang perlu di gesa di Natuna adalah  proyek-proyek strateguis nasional di Serasan, kabupaten Natuna, termasuk terkait  pembangunan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN).

“Tidak hanya proyek strategis nasional saja yang kita bahas dalam kesempatan ini. Tetapi juga  beberapa proyek di Natuna yang dibiayai oleh Pemprov Kepri, seperti proyek jalan di Tali Asuh dan sebagainya,” ujar Ansar lagi.

Tidak ketinggalan, dalam kesempatan ini Ansar dan Menhub juga membahas terkait pecepatan pengelolaan labuh jangkar di Selat Riau dan  Tanjung Berakit yang pengelolaannya akan segera diserahkan kepada Pemprov Kepri berdasarkan titik wilayah yang sudah ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Itulah yang kita sampaikan dan kita bahas bersama Menhub dalam kesempatan ini. Dan bahkan Menteri Perhubungan RI  juga menyampaikan, bahwa dalam waktu dekat beliau akan melakukan kunjungan ke Kepri. Kunjungan pak Menteri ini terkait pengembangan bandara Hang Nadim di Batam dan Bandara Busung di Bintan,” jelas Ansar.

(red/Agung)

 

Wali Kota Batam Rudi bersilaturahmi dengan warga Seibeduk

0

Batam-batamtimes.co – Dalam agenda Safari Ramadhan 1443 Hijriah, Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersilaturahmi dengan warga Seibeduk, Rabu (6/4).

Rudi beserta rombongan berbuka puasa dan Salat Maghrib di Masjid Baitul Muttaqien Kaveling Pancur Pelabuhan. Setelahnya, Salat Isya dan Salat Tarawih di Masjid Jabal Nur Perumahan Bukit Barelang.

“Kita patut bersyukur kepada Allah SWT, karena masih bisa bersilaturahmi,” kata Rudi di Masjid Baitul Muttaqien.

Lanjut Rudi, rasa syukur seyogyanya dipanjatkan walau dua tahun pandemi Covid-19 merebak, Batam bisa bertahan bahkan ekonominya tetap tumbuh. Ia berharap pandemi segera berlalu dan masyarakat bisa sepenuhnya berkegiatan seperti dulu lagi dan ekonomi semakin maju.

“Sekarang kegiatan masyarakat kita beri kelonggaran, pelabuhan buka, pasar juga mall. Tapi saya titip tetap laksanakan prokes, terutama masker tolong diperhatikan,” harap Rudi.

Sembari menekan penyebaran Covid-19, Batam tetap gencar dibangun . Seperti diketahui berbagai lompatan besar tengah dilakukan, hal ini tentu saja tanpa menanggalkan kewajiban kepada masyarakat.

“Kita berdoa dan berusaha semoga
Covid-19 tak akan naik lagi,” harapnya, diamini jamaah yang hadir.

Selepas buka bersama di Masjid Muttaqien, rombongan bergegas ke Masjid Jabal Nur untuk bersilaturahmi dengan warga setempat. Sekaligus, Salat Isya dan Tarawih berjamaah.

Kehadiran Rudi juga sekaligus menyerahkan bantuan pembangunan bagi masjid, tak hanya itu BAZNAS Kota Batam menyalurkan bantuan untuk pengurus masjid. Sejumlah bantuan tersebut tentu saja diapresiasi masyarakat.

Amsakar berbuka puasa sekaligus Salat Maghrib di Masjid Al Muttaqin Sagulung Mandiri Sei Pelenggut

0

Batam – batamtimes.co – Safari hari kedua, Ramadhan 1443 Hijriah Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad bertandang ke wilayah Kecamatan Sagulung, Selasa (5/4) malam.

Amsakar bersama rombongan berbuka puasa sekaligus Salat Maghrib bersama masyarakat di Masjid Al Muttaqin Sagulung Mandiri, Sei Pelenggut. Kemudian Salat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Hidayatul Ulum, Kaveling Bukit Kamboja, Sei Pelenggut.

“Atas nama Pemko Batam, saya ingin mengucapkan selamat kepada kita semua, telah dipertemukan kembali dengan bulan penuh berkah ini,” ucap Amsakar.

Menurutnya, bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur’an dan terdapat malam Lailatul Qadar ini, hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan ketaqwaan. “Untuk itu, saya mengajak jangan sia-siakan kehadiran ramadan. Sayang sekali kalau kita lewatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Pemko Batam juga menyalurkan bantuan dana pembangunan kepada dua masjid tersebut. Bantuan diberikan secara simbolis oleh Amsakar dan disambut bahagia masyarakat. Pada kesempatan ini, ia mengajak masyarakat juga ikut berpartisipasi.

“Insha Allah kalau ikut berpartisipasi, hati kita akan semakin terpaut dengan masjid,” katanya.

Selain membawa bantuan, ia menyebutkan safari ini merupakan salah satu cara Rudi-Amsakar bersilaturahmi dengan warga. Tak ayal setiap safari selalu diselipkan dialog langsung, guna menampung aspirasi masyarakat.

“Bapak ibu sekalian, silaturahmi ini sudah menjadi tradisi Rudi dan Amsakar. Istilahnya telah menjadi merk dagang. Silaturahmi mendekatkan masyarakat dan pemerintah, lewat safari ini, musrenbang dan lain sebagainya,” papar dia.

Ia menyebutkan, Wali Kota Batam Muhammad Rudi bersama dirinya, terus berusaha mewujudkan Batam yang lebih maju. Bahkan, tidak hanya melalui Pemko Batam, Rudi juga berbuat melalui BP Batam dengan terus mengembangkan sarana pendukung investasi.

“Ada empat kegiatan strategis yang aka dilakukan di Batam, pengembangan Bandara Internasional Hang Hadim, pengembangan Pelabuhan Batuampar, KEK Kesehatan hingga melanjutkan pembangunan jalan,” terangnya.

Selain itu, Pemko Batam secara konsisten mengembangkan infrastruktur hingga pemukiman melalui program inovatif yakni Pembangunan Sarana dan Prasaranana Kelurahan (PSPK). “Pembangunan-pembangunan ini merupakan cara kami membalas budi kepada masyarakat,” ucap Amsakar.

Tidak lupa, ia berharap doa masyarakat Rudi-Amsakar tetap sehat sehingga lancar berbuat untuk masyarakat. Serta Istiqomah dan amanah menjalan tugas yang telah dipercayakan masyarakat.

“Setiap kesempatan bertemu masyarakat, saya selalu berharap kami didoakan tiga hal ini,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga