8.6 C
New York
Friday, May 15, 2026
spot_img
Home Blog Page 674

Ketua Dekranasda Marlin meresmikan Workshop Batik Tanjung By Sih Pinaring di Tanjung Pinggir

0

Batam – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Batam, Marlin Agustina Rudi sangat bangga dan kagum dengan bertambahnya pengrajin Batik Batam. Bagaimana tidak bahagia hari ini , kamis (16/07/2020) Marlin membuka sekaligus meresmikan Workshop Batik Tanjung By Sih Pinaring, di Tanjung Pinggir.

Sih Pinaring merupakan salah satu masyarakat yang telah mengikuti pelatihan membatik di kelurahan pada tahun 2019 lalu yang diselenggakan Dekranasda Kota Batam. Sih Pinaring mengikuti pelatihan dari tingkat paling awam hingga mahir; menggambar, mencanting, mewarnai dan membuat pola motif.

Sih Pinaring sangat beruntung mengikuti pelatihan tesebut dimana seluruh proses yang diikuti mendapatkan pendampingan dari Dekranasda Kota Batam. Selain itu para pengrajin senior juga turut membantu dalam proses pembuatan batiknya.

“Saya sampai dititik ini berkat keseriusan bunda (Marlin) dalam mengembangkan kreatifitas masyarakat dengan memberikan pelatihan – pelatihan dan membuka wawasan saya bahwa siapapun bisa kalau mencoba dan berusaha” ujar Sih

Dalam kesempatan tersebut, Istri Walikota Muhammad Rudi ini juga di suguhkan dengan fashion show para model dengan menampilkan motif – motif batik hasil rancangan Sih Pinaring.
Marlin dalam sambutannya tidak menyangka bahwa kurang dari 1 tahun telah muncul pengrajin batik baru di Kota Batam melalui pelatihan – pelatihan yang telah dilakukannya sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat memerlukan wadah untuk menyalurkan bakat yang dimiliki.

Marlin yang juga sekaligus Ketua TP. PKK Kota Batam menambahkan bahwa program – program yang telah dilakukannya beserta tim dapat memberikan dampak nyata dimasyarakat. Sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya di industri ekonomi kreatif.

“Wah ini hebat sekali bu, tadi saya lihat batiknya dari penampilan para model sudah bagus dan saya bangga Dekransda dapat melahirkan pengrajin baru yang punya semangat seperti ibu” Puji Marlin

Batik Batam saat ini menjadi salah satu produk industri kreatif Kota Batam yang telah melanglang buana hingga ke negeri kangguru, Australia. Hal ini bukan pencapaian yang mudah dimana 4 tahun yang lalu beliau beserta beberapa pengrajin terus berinovasi sehingga batik batam dikenal seperti saat ini.

“4 Tahun lalu Batik Batam ini mati suri, saya dan beberapa pengrajin memutar otak bagaimana mengembangkannya dan Alhamdulillah saat ini dapat bersaing dengan batik – batik daerah lainnya” Jelas Marlin

Wanita yang senang mengikuti berbagai organisasi ini juga menambahkan bahwa Batik Batam terus berkembang dan berinovasi dengan kualitas dan kreatifitas yang tinggi.

Marlin juga menambahkan bahwa saat ini bukan hanya batik yang gencar dikembangkan dan dipromosikan. Songket Pulau Ngenang juga menjadi andalan Dekranasda Kota Batam.

Dengan mengajak masyarakat Pulau Ngenang mengembangkan Songket Batam diharapkan kedepannya Songket Batam dari Pulau Ngenang ini menjadi produk unggulan masyarakat Kota Batam dengan mengangkat kearifan lokal.

“Kita juga ada produksi songket di Pulau Ngenang dan saat ini peminatnya sangat banyak, semoga kedepannya produk – produk hasil industri kreatif ini dapat mendongkrak perekonomian masyarakat Kota Batam” tutup Marlin

Amsakar : Tujuh Kecamatan zona hijau

0

Batam- Dari total 267 pasien positif Covid-19 di Batam, tersisa 24 pasien masih dirawat. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam terus menggesa agar semua pasien segera sembuh.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, sejauh ini penanganan Covid-19 mampu dikendalikan. Bahkan, kata dia, sudah tujuh kecamatan yang sudah menjadi zona hijau karena sudah tidak ada lagi pasien positif.

“Alhamdulillah, ini kerja keras kita semua. Mudah-mudahan lima kecamatan lain juga menyusul jadi zona hijau juga,” kata Amsakar saat bersilaturrahmi bersama masyarakat Kecamatan Galang, Kamsi (16/7/2020).

Untuk menjadikan semua kecamatan di Batam masuk ke zona hijau, kata dia, tentu harus dilakukan penanganan lebih giat agar pasien yang tersisa segera sembuh. Selain itu, warga juga diminta tetap waspada agar penularan Covid-19 bisa dihentikan.

“Tetap terapkan protokol kesehatan. Ini adalah tameng kita agar tidak terjangkit,” ujarnya.

Untuk diketahui, sebanyak tujuh kecamatan di Batam sudah masuk zona hijau Covid-19. Adapun tujuh kecamatan yang masuk zona hijau tersebut yakni, Bulang, Galang, Belakangpadang, Batamkota, Nongsa, Seibeduk, dan Sekupang. Sementara enam kecamatan lain masih berstatus zona kuning.

“Lima kecamatan zona kuning, karena masih terdapat pasien dalam perawatan, untuk Kecamatan Batuampar masih ada tiga pasien, Batuaji empat orang, Sagulung enam orang, Bengkong empat orang, dan Lubukbaja tujuh orang,” ujarnya.

Di kesempatan sama, Amsakar juga menyampaikan, ada empat pasien yang sembuh hari ini, mereka yang sembuh setelah dua kali dilakukan swab sebanyak dua kali dan hasilnya sudah negatif Covid-19. Ia berharap, pasien lain juga segera sembuh.

Adapun pasien yang sembuh yakni Monang Halomoan Saragi, warga Batuaji, Armaris Hingis Hasibuan, warga Batuaji, Ismaji, warga Lubukbaja, dan Dedi Harnefi, warga Sekupang. Dengan demikian, berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikanoleh Laboratorium BTKLPP Batam tersebut, maka oleh Tim Medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Saat ini kondisi yang bersangkutan semua dalam keadaan sehat dan stabil serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya guna melaksanakan karantina mandiri di rumah masing-masing selama 14 hari,” kata Amasakar.

 

 

(red/MCB)

BP Batam Koordinasikan Persiapan Pendistribusian Bantuan Sembako

0

Batam- Badan Pengusahaan Batam menggelar rapat koordinasi terkait Rencana Pengadaan dan Pendistribusian Bantuan Sembako bagi masyarakat Batam akibat pandemi Covid-19. Rapat digelar pada Kamis (16/7/2020) pagi di Marketing Centre BP Batam.

Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro yang dihadiri oleh jajaran Polresta Barelang dan Kejaksaan Negeri Batam, serta Asosiasi Distributor Bahan Pokok Kota Batam (ADBKB).

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengatakan, salah satu tujuan rapat kordinasi tersebut adalah saling berkordinasi dan untuk memastikan tata kelola penyaluran sembako bagi masyarakat berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Paket bantuan sembako tersebut nantinya akan didistribusikan ke 12 kecamatan yang ada di Kota Batam.

“BP Batam juga telah berkordinasi dengan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Batam,” jelas Wahjoe Triwidijo Koentjoro.

“Kami akan cermati lebih lanjut untuk meminimalisir kendala. Maka dari itu, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan kejaksaan dalam pelaksanaannya nanti,” ujar Wahjoe.

Menanggapi hal tersebut, Polresta Barelang yang diwakili oleh Kapolsek Batam Kota AKP Restia Octane Guchi, menyatakan kesiapannya untuk mengawal jalannya proses pendistribusian bantuan sembako dari BP Batam kepada masyarakat.

“Pada dasarnya, kami siap mendukung kegiatan tersebut dan akan berkoordinasi dengan rekan-rekan lainnya, baik Polresta Barelang, Babinsa, Bhabinkamtibnas, hingga TNI,” ujar AKP Guchi.

Pada waktu yang sama, Kasi Intelijen Kejari Batam, Fauzi, juga berharap kegiatan ini akan berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti.

Pendistribusian sembako tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada minggu keempat Bulan Juli untuk tahap pertama dan Bulan Agustus 2020 untuk tahap kedua.

 

(red/Biro Humas Promosi dan Protokol)

 

Siap Sambut Penghuni Baru, Rusun BP Batam Sekupang Laksanakan Gotong Royong

0

Batam- Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam melaksanakan Gotong Royong pada Rabu (15/7/2020) pagi di kawasan Rumah Susun BP Batam Unit Sekupang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh General Manager Hunian, Gedung, Agribisnis dan Taman, Herawan, yang diikuti oleh para pengelola rumah susun, pegawai agribisnis dan taman, serta tenaga medis dari Rumah Sakit BP Batam.

Dalam sambutannya, Herawan mengatakan, gotong-royong ini dilakukan untuk bersiap menyambut calon penghuni rumah susun pasca pandemi Covid-19. Ia mengakui, selama gelombang pandemi berlangsung, pengelolaan rusun sempat terhenti untuk meminimalisir penyebaran virus.

“Memang sempat terhenti, namun setelah pemerintah memperkenankan kegiatan operasional dalam skema era kebiasaan baru, pengelolaan rusun kami jalankan kembali,” ujar Herawan.

Dari 190 kamar yang tersedia, sebanyak 140 kamar telah terisi oleh penghuni di Rumah Susun BP Batam Unit Sekupang.

Kegiatan gotong royong tersebut juga dilakukan sebagai upaya BP Batam dalam memulai pelayanan jasa, berupa penyediaan rumah susun kepada masyarakat Batam.

“Kami siap menerima calon penghuni rusun, tentunya dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan,” tutup Herawan.

 

(red/Biro Humas Promosi dan Protokol)

Moda Transportasi Laut Dibuka, Natuna Siap Terapkan New Normal

0

Batamtimes.co – Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, siap menerapkan New Normal di tengah pandemi Covid-19. Terlebih akan dibukanya moda transportasi laut melayani kebutuhan masyarakat dalam keperluan angkutan perjalanan laut.

Hal tersebut disampaikan Bupati Hamid Rizal, saat menggelar rapat bersama Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Natuna, Selasa (14/07/2020) pagi.

Hilang Tujuh Hari, SAR Natuna Akhirnya Temukan Kapal Nelayan Sumber Cahaya Di Pulau Timau Dengan Selamat

0

Batamtimes.co – Natuna – Tim SAR gabungan Basarnas Natuna akhirnya berhasil menemukan kapal nelayan Sumber Cahaya. Terombang-ambing di perairan Pulau Timau, Midai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Rabu (15/07/2020) pagi, akibat mengalami kerusakan mesin dikabarkan hilang selama tujuh hari sejak, Rabu, (08/07/2020) lalu.

Penemuan KM Sumber Cahaya berawal dari Informasi nelayan setempat  diketahui berada di 21 Mil dari pulau Timau, perairan laut Pulau Midai.

Bubarkan 18 Lembaga , Presiden Jokowi Teladan Pemimpin extra ordinary

0

Oleh : Emrus Sihombing

Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner

Di tengah negeri ini menghadapi Covid-19 dengan segala konsekuensinya, lagi Presiden Joko Widodo menunjukkan kepiawaianya sebagai teladan (contoh) pemimpin extra ordinary. Banyak hal pemikiran dan tindakannya sangat luar biasa dan mengejutkan kita. Boleh jadi belum terpikirkan oleh para pembatunya dan banyak orang dalam rangka negeri ini bisa mempercepat penanganan dan mengatasi berbagai persoalan terkait dengan Covid-19.

Presiden Joko Widodo acapkali muncul dengan gagasan, ide, rencana, kebijakan, keputusan, program yang bertujuan menyelematkan 260 juta lebih penduduk Indonesia. Apapun yang baik dia lakukan demi untuk seluruh rakyat Indonesia. Menurut saya, dia pemimpin siap mengabil resiko asal untuk kepentingan rakyat yang lebih luas.

Sekalipun ia berpenampilan sangat-sangat sederhana, ternyata Joko Widodo sosok pemimpin berani, cepat mengambil keputusan dan tindakan yang terkait mengatasi berbagai persoalan mendesak. Lihat saja penanganan Covid-19, sebagai contoh, ia sangat cepat mengeluarkan Perpu, merencanakan membuka lahan food estate (lumbung pangan) dan yang baru-baru ini melontarkan pemikiran pembubaran 18 lembaga pemerintah.

Pemikiran, rencana dan tindakan proaktif dan sekaligus antisipatif dari Presiden Joko Widodo tersebut sangat dibutuhkan negeri ini agar tetap bisa “berlayar” di tengah “badai” dan “ombak” yang sangat dahsyat akibat covid-19. Karena itulah, sejatinya semua kompenen bangsa sejatinya melakukan hal yang sama, berbuat dan bertindak extra ordinary yang terbaik untuk negeri sehingga kita semua bisa cepat keluar dari berbagai permasalahan dan mengantisipasi berbagai persoalan yang mungkin timbul ke depan oleh karena Covid-19. Jadi, bangsa besar, kita tidak boleh lagi berpikir dan bertindak biasa-biasa saja. Tentu, utamanya para pembatu presiden, kepala daerah, semua PNS dan seluruh komponen bangsa harus mengikuti irama kerja Presiden Joko Widodo.

Salah satu rencana yang extra ordinary, sebagai teladan, yaitu menghapus sejumlah lembaga. Pemerintahan Joko Widodo telah mewacanakan membubarkan 18 lembaga yang dasar pendiriannya merupakan perogratif presiden. Misalnya, melalui Kepres, Perpres dan sebagainya. Rencana ini sangat baik dan perlu didukung penuh. Bahkan dalam pekan ini DPR telah memberi sinyal “lampu hijau” persetujuan pembubaran tersebut. Dengan demikian, dipastikan terjadi efisiensi yang luar biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan ke depan tanpa batas waktu.

Bahkan menurut hemat saya, tentu bila memungkinkan, tidak hanya pembubaran 18 lembaga, tetapi semua instansi di bawah pemerintah yang sama sekali kegunaan dan kemanfaatannya sangat-sangat rendah. Bahkan ada beberapa lembaga tersebut, terdengarpun tidak. Itu semua harus dibubarkan, sehingga dana ABPN tersebut dapat dialokasikan ke sektor yang lebih produktif terkait dengan penanganan seluruh dampak dari Covid-19.

Karena itu saya menyarakan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi-RI supaya terus melakukan pengkajian medalam dan holistik sehingga bisa mengajukan ke Presiden minimal lima lembaga yang pantas dibubarkan dalam satu bulan. Sampai pada akhirnya, semua lembaga yang selama ini antara “ada dan tiada” ditiadakan saja.

Salam,
Emrus Sihombing
Direktur Eksekutif
Lembaga EmrusCorner

Terawan diberi tugas untuk meningkatkan  kemandirian obat dan alat kesehatan

0

Jakarta – Salah satu amanat Presiden Joko Widodo kepada Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto adalah meningkatkan  kemandirian obat dan alat kesehatan. Rencana aksi Kemenkes dalam meningkatkan kemandirian obat adalah dengan mengembangkan bahan baku sediaan farmasi.

Pengembangan bahan baku sediaan farmasi dilakukan secara bertahap dalam 4 fokus utama yakni bahan baku Natural, Kimia (API), Biopharmaceutical, dan vaksin.

Telah dicapai peningkatan jumlah industri yang dibina oleh Kemenkes, antara lain dalam kurun waktu 2016-2019 perkembangan jumlah industri farmasi dalam negeri bertambah dari 209 menjadi 230 industri.

Industri bahan baku obat bertambah dari 8 menjadi 14 industri, industri obat tradisional bertambah dari 88 menjadi 120 industri, industri ekstrak bahan alam bertambah dari 8 menjadi 17 industri, industri alkes dalam negeri bertambah dari 215 menjadi 313 industri.

Jumlah industri bahan baku obat tahun 2016 berjumlah 8 dan berkembang menjadi 14 industri di tahun 2019.

“Sampai tahun 2019, bahan baku yang sudah dikembangkan sebanyak 21 yang terdiri dari 1 item produk bioteknologi, 1 item produk vaksin, 7 item produk natural, dan 12 item produk bahan baku obat kimia, kata Menkes Terawan di gedung DPR, Selasa (14/7/2020).

Sampai dengan tahun 2020, beberapa bahan baku farmasi telah dapat diproduksi di dalam negeri. Contohnya bahan baku untuk obat yang digunakan dalam pengendalian penyakit tidak menular, seperti atorvastatin, klopidogrel, dan simvastatin.

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Kerja Pangkogabwilhan I

0

Batam- Kepala Badan Pengusahaan Batam, Muhammad Rudi, menerima kunjungan kerja Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) TNI, Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan ke Badan Pengusahaan Batam, Rabu (15/7/2020) di Marketing Center, Kantor BP Batam.

Saat menerima kunjungan tersebut, Muhammad Rudi, yang juga menjabat Walikota Batam, menyampaikan perkembangan terkait penanganan covid-19 di Kota Batam.

“Sejak tanggal 15 Juni 2020, kami sudah New Normal, dan sebelumnya juga kami tidak melakukan PSBB, semua itu berkat dukungan dari teman-teman TNI yang hadir di setiap kegiatan Patroli Gabungan Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid -19. Kami sangat berterima kasih kepada TNI yang telah mendukung kami,” tutur Rudi.

Rudi menambahkan terkait perkembangan ekonomi di Batam yang akan dibuat bergairah kembali. “Target invetasi kami di Batam tahun 2020 ini, 1 Milyar USD. Dan target saya juga Batam tetap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Kepri. Apabila Batam bisa baik ekonominya maka daerah lain juga bisa dapat merasakan imbasnya, apalagi jembatan Batam-Bintan sebentar lagi akan dibangun, konektivitas antarpulau kunci utama peningkatan ekonomi Kepri,” papar Kepala BP Batam.

Pangkogabwilhan I TNI, Laksamana Madya TNI I Nyoman Gede Ariawan, mengemukakan, tujuan kunjungan kerja ini adalah untuk mempererat hubungan baik dengan BP Batam.

“Kami hadir di sini tentunya akan mendukung semua kegiatan pengamanan yang ada di Kepri, khususnya Batam. Saya sudah melihat di seluruh bibir pantai di Batam ini semua sudah dimanfaatkan. Semoga semuanya resmi, apabila masih ada yang ilegal, maka itu menjadi tantangan bagi kami untuk menegakan aturan. Kami merasa di mana kita bisa mewujudkan keamanan dan aturan selaras dengan keinginan bersama. Saya yakin investor akan datang dengan sendirinya,” katanya.

I Nyoman Gede Ariawan juga menegaskan, kunjungan silaturahmi ini adalah untuk menjalin kerja sama dengan BP Batam lebih baik lagi..

“Kami ini orang baru, dan wajib untuk bersilaturahmi kepada tuan rumah yang di mana menjadi wilayah kerja kami. Saya mohon izin masuk wilayah, selain itu kami juga bertugas untuk mengelola Rumah Sakit yang berada di Pulau Galang. Oleh karena itu kami akan mendukung kegiatan percepatan penanganan Covid-19 di Batam khususnya,” tegasnya.

 

(red/BP Batam)

Serahkan Bantuan Modal Kerja, Presiden Harap Perekonomian Pelaku Usaha Kecil Tetap Berjalan

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali menyerahkan bantuan modal kerja darurat kepada sejumlah pelaku usaha kecil yang terdampak pandemi Covid-19. Penyerahan bantuan untuk yang kedua kalinya ini digelar di halaman Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, (15 /7/2020).

“Saya tahu kondisi di lapangan seperti apa, yang biasanya mungkin sehari bisa berjualan sampai Rp500 (ribu) atau Rp800 ribu sekarang mungkin hanya Rp200 ribu. Separuhnya atau sepertiganya,” ujarnya.

Kepala Negara menyadari bahwa menjalankan usaha, utamanya bagi para pelaku usaha mikro dan kecil, di tengah pandemi ini tidaklah mudah. Namun, kondisi seperti saat ini tidak hanya dialami oleh para pelaku usaha mikro maupun kecil saja, tapi juga berimbas kepada pelaku usaha besar. Terlebih, kondisi perekonomian seperti saat ini juga terjadi di setidaknya 215 negara di dunia.

“Yang mengalami juga tidak hanya negara kita Indonesia, tapi 215 negara mengalami hal yang sama persis dengan kita,” kata Presiden.

Oleh karena itu, pemerintah bergerak untuk membantu sejumlah pelaku usaha mikro dan kecil, seperti pedagang keliling, pedagang kaki lima, dan lainnya, yang mungkin menjadi pihak yang paling terpukul dari adanya pandemi ini. Bantuan tersebut berupa modal kerja darurat yang dapat segera digunakan oleh mereka agar perekonomian tetap berjalan.

“Bapak/Ibu semua saya undang ke Istana untuk kita berikan bantuan modal kerja darurat ini. Ini tolong Bapak/Ibu sekalian dipakai untuk tambahan modal kerja agar kita semua nanti pada saat normal, usaha kita bisa terdongkrak dengan baik,” ucapnya.

Kepala Negara juga meminta kepada para penerima bantuan untuk tidak patah semangat dalam menghadapi pandemi ini. Pemerintah tengah berupaya keras untuk menanggulangi dampak dari pandemi ini dengan mengupayakan penanganan di bidang kesehatan juga pemulihan di bidang ekonomi di saat yang bersamaan.

“Untuk menuju ke sebuah keadaan yang normal kembali, kita memang masih butuh waktu. Oleh sebab itu, sekali lagi kita semua harus tetap bekerja keras, bertahan, agar usaha kita tetap berjalan dengan baik,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyerahkan bantuan modal kerja darurat sebesar Rp2,4 juta untuk masing-masing penerima. Dalam beberapa waktu ke depan, bantuan serupa itu juga akan diserahkan kepada lebih banyak lagi pelaku usaha kecil untuk membantu perekonomiannya.

“Ini memang mau kita bagikan ke 12 juta pedagang-pedagang kecil yang ada di seluruh Tanah Air,” ucapnya.

Sebanyak 63 penerima bantuan modal kerja dari Kota dan Kabupaten Bogor hadir dan menerima secara langsung bantuan tersebut dalam dua sesi terpisah sebagai upaya mematuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan mencegah kerumunan yang terlalu banyak. Para penerima bantuan tersebut juga telah melalui proses pemeriksaan kesehatan sebelum memasuki kompleks Istana Kepresidenan.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut ialah Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono.

Bogor, 15 Juli 2020
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga