8.6 C
New York
Sunday, May 10, 2026
spot_img
Home Blog Page 735

Winning The Crisis

0

Oleh: Heppy Tenggono

(President of Indonesian Islamic Business Forum)

Banyak yang bertanya, apakah wabah Corona atau covid-19 akan memicu krisis ekonomi? Mengapa pemerintah penuh keragu raguan dalam mengatasi Corona, apakah karena kuatir ekonomi terganggu?

Di IIBF kita telah membahas kemungkinan Indonesia masuk dalam krisis ekonomi jauh sebelum adanya wabah Corona, bahkan beberapa bulan sebelum Corona IIBF telah membentuk satgas khusus untuk membantu para Pengusaha jika terjadi krisis ekonomi di Indonesia. Artinya apa? Bahwa krisis ekonomi bagi Indonesia hanya persoalan waktu saja, hari ini Corona datang menjadi faktor percepatan kemungkinan itu, bahkan bagi sebagian orang krisis ekonomi itu sudah terjadi hari ini, rupiah yang terjun bebas, lonjakan harga barang, menghilangnya pasokan, kebutuhan pokok mulai sulit dipenuhi..itu bentuk bentuk krisis yang bisa kita lihat.

Jadi sekarang bagaimana?

Ya inilah kenyataan yang harus kita hadapi, mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan.

Tidak semua orang mengalami hal sama, ada juga Pengusaha yang justru dapat berkah dari krisis. Bersyukurlah, karena bagi sebagian besar Pengusaha pilihannya hanya dua, win or die!

Bagaimana kita melawati krisis ini, setidaknya ada 4 faktor yang menentukan apakah kita akan menang atau kita akan terkapar menghadapi krisis ini.

1) Leadership

Ketahuilah bahwa semua dimulai dari sini.

Kita harus memahami bahwa krisis ini bukan aib, ini kenyataan yang harus kita hadapi, nggak usah malu, temennya banyak.

Siapkan mindset yang tepat, mindset yang tepat ukurannya adalah kesiapan mental menghadapi kenyataan dan kemampuan untuk bertindak dengan tegas.

Kunci memenangkan krisis letaknya bukan pada sumber daya yang dimiliki, tetapi pada Leadership.

Memimpin di saat semuanya baik baik saja bisa dilakukan oleh banyak orang, tetapi kepemimpinan sejati dilihat pada saat ini, di saat menghadapi krisis.

Krisis menguji kepemimpinan.

Mahatir memimpin Malaysia menjadi satu satunya negara yang paling cepat pulih dari krisis 98 justru karena menolak bantuan IMF. That is leadership.

2) Strategi dan Management

Isu paling sentral dalam melewati krisis adalah persoalan keuangan, persoalan liquiditas, persoalan cashflow.

Prioritasnya adalah bagaimana agar anda tidak kehabisan nafas, agar tetap bisa memenuhi kebutuhan minimum, agar situasi tidak berkembang menjadi chaos.

Maka yang diperlukan adalah Contingency Plan, Extra ordinary action, bukan sekedar langkah langkah normal.

Fikirkan hal itu, dan lakukan dengan cepat. Lakukan mitigasi resiko.

Saya akan bahas lebih mendetail tentang hal ini dalam kesempatan berikutnya.

3) Fokus pada Peluang

Krisis terjadi karena daya beli menurun secara meluas, mengakibatkan banyak yang tidak mampu membayar utang, mengakibatkan pemasok barang tidak sanggup lepas barangnya, mengakibatkan barang menjadi langka, mengakibatkan Bank kesulitan liquiditas, mengakibatkan banyak perusahaan tutup, mengakibatkan banyak PHK, mengakibatkan daya beli turun lebih meluas lagi, demikian terus berputar dalam waktu cepat sehingga kehidupan menjadi sulit.

Namun demikian, hukum keseimbangan itu tidak saling meniadakan, tetapi memberikan keseimbangan. Ketika satu pintu tertutup maka ada pintu lain yang sedang terbuka.

Jadi, selain meluluh lantakkan tatanan ekonomi,
Krisis ternyata juga melahirkan kisah kisah kebangkitan.

Para pengusaha, belajarlah dari Wardah, dari Kino..mereka adalah portofolio sukses produk krisis. Mereka berhasil berselancar dalam gelombang krisis pada tahun 98 dimana krisis justru menjadi keberkahan tersendiri. Kita doakan semoga krisis kali ini bukan hanya Wardah dan Kino saja yang akan berhasil, tetapi juga semakin banyak perusahaan perusahaan anak bangsa yang berhasil terbang tinggi.

Bagi bangsa Indonesia sendiri, hari ini saatnya kita menjadi lebih mandiri dari ketergantungan produk produk asing. Tidak perlu buang buang dolar yang menyengsarakan, tidak perlu ada defisit neraca perdagangan lagi. Hari ini saatnya kita membela produk bangsa sendiri.

Perlu komitmen dari pemimpin nasional dan daerah, dari para tokoh, kita dorong masyarakat untuk menggunakan produk anak bangsa. Dengan cara ini maka produk produk baru akan segera bermunculan, maka usaha akan mulai menggeliat, maka ekonomi akan berangsur pulih dengan keadaan yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

Ada 5 jenis gelombang di saat krisis yang harus kita kenali, dan merumuskan bagaimana kita harus berselancar di atasnya. Oleh masyarakat, oleh para Pengusaha.

Kita akan bahas pada waktu yang tepat.

4) Keyakinan

Tugas pemimpin itu inspire confident.

Anda menjadi cermin bagi orang orang yang anda pimpin. Kalau anda ragu semua orang akan lebih ragu, kalau anda ciut semua orang akan takut. Sementara tidak ada kemenangan yang terjadi dengan modal ragu dan takut.

Allah tidak membebani seseorang kecuali dia sanggup. Jadi, kalau Allah saja percaya sama kita kenapa kita tidak percaya dengan diri kita sendiri?

Hari ini saatnya kita banyak belajar, banyak mendengar, banyak menimba pengetahuan. Keyakinan lahir karena pengetahuan. Memiliki keyakinan artinya juga memiliki kesabaran, orang bisa sabar karena dia yakin. Yakin bahwa di balik kesulitan ini ada kemudahan.

Disaat krisis ini kita terpanggil untuk lebih banyak melakukan kebaikan, lebih banyak berbagi, lebih banyak menolong orang, lebih menunjukkan tanggung jawab sosial..itu semua cermin keyakinan. Bulatkan tekad dan bertawakallah.

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kesulitan yang kita hadapi.

Semoga bangsa Indonesia segera terlepas dari kesulitan dan mendapat hikmah dari kesulitan yang hari ini kita hadapi.

Ini 5 Langkah OJK untuk Tagihan Leasing

0

Batam –  Presiden Joko Widodo telah menjanjikan kelonggaran atau relaksasi kredit kepada pelaku usaha mikro dan kecil yang penghasilannya terdampak virus corona (Covid-19).

Keringanan tersebut termasuk membayar cicilan kendaraan bermotor. Kelonggaran kredit ini diatur dalam POJK No. 11/POJK.03/2020 yang berlaku sejak 16 Maret 2020 hingga 31 Maret 2021.

Nah, agar kamu tidak ditagih cicilan kredit kendaraan oleh perusahaan leasing, berikut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan 5 langkah imbauan yang bisa kamu lakukan. Simak ya!

Tidak perlu datang ke kantor leasing

Pertama, debitur tidak perlu datang ke bank atau perusahaan pembiayaan (leasing). Tunggu dan ikuti pengumuman yang akan disampaikan bank/leasing melalui website dan atau call center resmi.

Harus memenuhi persyaratan minimal 

Kedua, Prioritas Debitur yang mendapat keringanan adalah memenuhi persyaratan minimal. Yaitu debitur terkena dampak Covid-19 dengan nilai kredit/leasing di bawah Rp 10 miliar.

Debitur yang dimaksud yaitu pekerja informal, berpenghasilan harian, atau pengusaha mikro dan usaha kecil (Kredit UMKM dan KUR).

Jika memenuhi syarat tersebut, maka keringanan dapat diberikan dalam periode waktu maksimum 1 tahun dalam bentuk penyesuaian pembayaran cicilan pokok/bunga, perpanjangan waktu atau hal lain yang ditetapkan oleh bank/leasing.

Debitur kemudian bisa mengajukan kepada bank/leasing dengan menyampaikan permohonan melalui saluran komunikasi bank/leasing.

Jika dilakukan secara kolektif misalkan melalui perusahaan, maka direksi wajib memvalidasi data yang diberikan kepada bank/leasing.

Jika tak masuk persyaratan, hubungi pihak leasing melalui telepon 

Ketiga, debitur yang tidak memenuhi syarat di atas, bank/leasing memiliki kebijakan keringanan kredit/leasing, sehingga Debitur dapat berkontak langsung melalui sarana komunikasi yang selama ini digunakan dan tetap tidak perlu hadir/tatap muka.

Jangan terjebak pada informasi hoax, laporkan jika diteror 

Debitur agar selalu mengikuti informasi resmi dari bank/leasing, tidak mudah percaya dengan informasi yang bersifat hoax, termasuk melaporkan kepada bank/leasing jika ada pihak debt collector yang melakukan teror/tidak sesuai ketentuan.

Dapat juga dilaporkan ke OJK telepon 157, WA 081 157 157 157 atau email konsumen@ojk.go.id dengan menyebutkan nama, perusahaan bank/leasing, dan masalah yang dihadapi.

Tanggung jawab bersama

Keringanan kredit/leasing ini dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh para pihak baik debitur dan bank/leasing.

[kumparan.com]

Tanggani masalah Covid-19 Pemko Batam siapkan Call Centre 112

0

Batam- Sekitar pukul 01.00 dini hari, Minggu (28/3), telepon di ruang operator Call Centre 112 Pemko Batam berbunyi. Telepon masuk dari seorang ketua RT di Kota Batam.

Kepada petugas call centre, Ketua RT ini melaporkan tentang kondisi warganya yang menunjukkan gejala seperti corona virus disease (Covid-19). Warga yang dilaporkan adalah seorang anak.

“Anak ini tidak ada riwayat perjalanan ke daerah terjangkit. Tapi ada kontak dengan ibunya yang PDP (pasien dalam pengawasan),” lapor ketua RT seraya menyebutkan detail nama dan alamat.

Laporan tersebut dicatat dengan rinci oleh petugas Call Centre 112. Dan langsung ditindaklanjuti dengan menghubungi Puskesmas terdekat dari tempat tinggal warga tersebut.

Tak lama petugas Puskesmas pun langsung menjawab laporan dengan mengirimkan dokter ke lokasi.

“Siap. Dokter sedang dalam perjalanan ke rumah pasiennya pak,” ujar pegawai Puskesmas ke petugas Call Centre 112.

Nomor tunggal panggilan darurat (NTPD) 112 Kota Batam salah satunya memang disiapkan untuk keadaan darurat seperti ini. Petugas call centre siaga 24 jam untuk menerima informasi kegawatdaruratan dari masyarakat.

Dan sejak masuknya kasus Covid-19 di Kota Batam, 112 juga difungsikan sebagai call centre untuk penanganan Covid-19.

“Masyarakat bisa memanfaatkan 112 ini untuk melaporkan seputar Covid-19. Petugas kami siap untuk menindaklanjuti ke pihak terkait,” kata Kepala Dinas Kominfo sekaligus Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Batam, Azril Apriansyah.

Azril juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menelan mentah semua informasi yang diterima seputar Covid-19. Serta tidak ikut menyebarluaskan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

Untuk informasi tentang Covid-19 di Kota Batam bisa diakses melalui lawancorona.batam.go.id.

Pengamat: Karantina Wilayah Kewenangan Pemerintah Pusat

0

Jakarta – KEBIJAKAN berbeda-beda antar daerah terkait penetapan lockdown atau isolasi wilayah yang mengundang kontroversi di masyarakat mendapat sorotan dari pakar politik dan hukum Universitas Nasional (Unas) Jakarta Saiful Anam.

Dirinya mengingatkan, bahwa kasus covid 19 atau corona merupakan kejadian kesehatan masyarakat bersifat luar biasa yang menimbulkan bahaya kesehatan lintas wilayah atau negara. Sehingga, hal itu telah memenuhi unsur kedaruratan kesehatan masyarakat.

“Saya mengingatkan bahwa kasus covid-19 ini merupakan kedaruratan kesehatan masyarakat  yang bersifat luar biasa karena telah menimbulkan bahaya lintas wilayah atau bahkan negara,” kata Saiful dalam pesan elektronik Minggu 29 Maret 2020.

Untuk itu Saiful Anam mengingatkan, pemerintah pusat agar segera mengambil alih kasus ini dan menetapkan status karantina sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Apakah karantina rumah, karantina rumah sakit atau karantina wilayah.

“Saya kira pemerintah pusat harus tegas dalam hal masalah ini untuk menentukan status karantina apakah cukup dengan karantina rumah, karantina rumah sakit ataukah karantina wilayah,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, status tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat, dan pemerintah daerah (Pemda) tidak berwenang apalagi mengambil keputusan sendiri dengan istilah yang berbeda-beda seperti lockdown ataupun localdown.

“Saya kira pemerintah pusatlah yang memiliki tanggung jawab untuk menentukan stastus karantina kesehatan. Tidak bisa diserahkan kepada pemerintah daerah sesuai UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan,” tegasnya.

Dosen Unas ini juga mengingatkan, pemerintah pusat diharapkan segera membentuk pejabat karantina kesehatan. Serta memenuhi segala kebutuhan hidup dasar daerah karantina.

Sebelumnya, untuk menghentikan penyebaran virus corona, sejumlah daerah di Indonesia telah menerapkan kebijakan yang berbeda-beda. Ada yang local lockdown atau isolasi wilayah, seperti Tasikmalaya, Kota Tegal dan Papua.

Di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta warga mulai menutup akses jalan menuju ke kampungnya. Seperti yang dilakukan warga Dusun Pojokan Bejen, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman.

Bahkan, seorang tamu yang berasal dari wilayah Wonogiri, Jawa Tengah tidak diperbolehkan masuk ke Dusun tersebut.

“Iya tidak diperbolehkan masuk ke Dusun itu padahal saya hanya ingin menjemput adik untuk pulang ke Wonogiri,” kata Manto pengendara mobil sekaligus perangkat Desa di Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri itu.

(red/Tanto)

International Business Association Serahkan Bantuan Alat Pemindai Suhu Tubuh untuk Bandara Hang Nadim Batam

0

Batam- International Business Association menyerahkan bantuan alat pemindai suhu tubuh untuk membantu pemerintah mendeteksi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Batam.

Alat pemindai suhu tersebut diberikan kepada Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim BP Batam berupa 1 set alat Thermal Imaging Camera dari pada Jumat (27/3) kemarin.

Bantuan ini diserahkan oleh Ketua IBA, Shan Shan dan diterima langsung oleh Direktur Badan Usaha Bandar Udara dan Teknologi Informasi dan Komunikasi BP Batam Suwarso, di Bandara Hang Nadim Batam.

“Bantuan ini merupakan tindakan sukarela. Asosiasi Bisnis Internasional tergerak untuk membantu penanganan COVID-19 di Batam. Kami tentunya sangat mengapresiasi, karena memang pemerintah perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk juga dari asosiasi,” kata Manager Operasional BUBU Hang Nadim Batam Harlas Buana.

Lebih lanjut Harlas merinci, bantuan yang diberikan oleh IBA, antara lain 1 unit Thermal Imaging Camera, 2 unit monitor X2, 1 unit komputer 13, 1 unit brackets, dan 1 unit tripod.

“Fungsi alatnya sendiri sama dengan thermal detector yang sebelumnya sudah dipasang di pintu kedatangan Bandara Hang Nadim. Peralatan yang dihibahkan ini akan kami pasang di pintu keberangkatan dan sudah bisa digunakan untuk memindai suhu tubuh para calon penumpang mulai besok (Sabtu),” ujar Harlas.

 

(red/Humas BP Batam)

Kabid Humas Polda Kepri : Keselamatan rakyat merupakan Hukum tertinggi 

0

Batam –Meningkatnya jumlah penyebaran Covid -19 di Indonesia tanpa terkecuali di Provinsi Kepri, untuk itu kembali dihimbau kepada masyarakat untuk mematuhi anjuran WHO, Himbauan Pemerintah Republik Indonesia dan Maklumat Kapolri tentang antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid- 19. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri pada Sabtu (27/3/20).

Polda Kepri dalam mengimplementasikan Maklumat Kapolri telah melaksanakan Operasi Kemanusiaan Aman Nusa II Seligi 2020 dalam rangka mencegah, antisipasi, dan menanggulangi penyebaran Covid -19. operasi yang dimulai pada tanggal 19 Maret yang lalu ini akan berlangsung selama 30 hari kedepan.

“Kita telah melakukan upaya Himbauan kepada masyarakat untuk tetap dirumah, dan upaya pencegahan dengan cara penyemprotan Disinfektan ditempat-tempat pelayanan Publik, tempat ibadah, Sekolah dan sebagainya ,tim medis Polda Kepri juga selalu melakukan trace bersama dengan dinas kesehatan terhadap ODP maupun PDP, dengan tujuan untuk melindungi masyarakat”, tutur Kabid Humas Polda Kepri.

“Dikeluarkan nya Maklumat Kapolri merupakan wujud kepedulian Polri kepada Masyarakat terkait situasi yang berkembang serta mengamankan kebijakan Pemerintah terkait dengan anjuran WHO tentang Physical Distancing, dan Bapak Kapolri telah menyampaikan bahwa *Keselamatan Rakyat merupakan Hukum Tertinggi, Salus Populi Suprema Lex Esto*” jelas Kabid Humas Polda Kepri.

“Upaya terakhir yang dilakukan oleh Polda Kepri dan jajaran adalah dalam bidang penegakkan hukum, ancaman hukum pidana atau denda bagi orang yang melanggar ketentuan menurut Undang-undang nomor 4 Tahun 1984 pasal 14 tentang wabah penyakit menular, Undang-undang nomor 6 Tahun 2018 pasal 93 tentang Kekarantinaan Kesehatan, serta pasal-pasal didalam KUHP yaitu pasal 212, pasal 214, Pasal 216 ayat (1) serta pasal 218”, tutup Kabid Humas Polda Kepri.

 

(red/Tanto)

Dedengkot Demokrat Jabar Minta SBY dan AHY Isolasi Diri Dulu!

0

Jakarta – Seluruh  peserta kongres ke V partai Demokrat yang berlangsung di JCC (Jakarta Confrence Center) pada 15 Maret lalu diminta menjalani tes virus covid-19 atau corona menyusul kadernya yang positif terkena corona.

Hal itu dikatakan politisi senior partai Demokrat Jawa Barat (Jabar) Yan Rizal Usman kepada wartawan melalui pesan elektronik Sabtu 28 Maret 2020.

Pendiri Demokrta Jabar ini meminta, seluruh kader Demokrat tanpa terkecuali seperti Susilo Bambang Yudhyono (SBY), Agus Harimurti Yudhyono alias AHY dan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas juga menjalani tes.

“Kan mereka juga datang saat kongres berlangsung. Jadi mereka juga harus menjalani tes anti corona. Jika mereka masuk dalam daftar orang dalam pengawasan (OPD) ataupun pasien dalam pengawasan (PDP) mereka wajib mengisolasi diri selama 14 hari,” ujar Yan Rizal.

Dirinya berujar, virus covid-19 tidak pandang bulu dalam penyebarannya. Bahkan, menteri dan pejabat era presiden Jokowi ada yang positif corona.

“Tes itu bukan untuk apa-apa. Demi kesehatan kita semuanya kok. Jadi, jangan dianggap yang terpapar corona adalah “musuh bersama”. Itu anggapan yang salah kaprah,” ujar Yan.

Dia mengingatkan, sebelum kongres digelar ada seorang kader senior partai Demokrat HM Darmizal yang meminta SBY agar menunda pelaksanaannya. Namun, saat itu rupanya saran itu tidak diindahkan oleh SBY.

“Sekarang lihat, ada kader partai Demokrat yang positif corona. Jadi penyebarannya saya kira sudah kemana-mana,” ungkapnya.

Yan Rizal mengungkapkan, partai Demokrat telah “menantang alam” dengan cara menggelar kongres disaat pandemi corona meluas.

“Walaupun kongres itu hanya satu hari digelar tapi imbasnya partai Demokrat bisa runtuh,” pungkas Yan Rizal Usman.

Diketahui, Bupati Karawang, Jawa Barat Cellica Nurachadiana yang juga kader partai Demokrat dinyatakan positif terinfeksi virus Corona (Covid-19) setelah menjalani tes mandiri. Dalam sebuah foto diketahui, Cellica turut hadir dalam acara Kongres Partai Demokrat yang digelar 15 Maret 2020.

 

(red/Tanto)

Percepatan Penanganan Covid – 19 , Kapolda Kepri kunjungi Karimun

0

Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.IK didampingi Karo Ops Polda Kepri Kombes Pol Yerry Oskag S.IK tiba Bandar Udara Raja Haji Abdullah, Sei Bati, karimun pada jam 10.30 wib, Jum’at (27/3/20).

Dalam Kegiatan kunjungan kerja tersebut hadir Bupati Karimun Dr. H Aunur Rafiq S,SOS M,Si, Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto SH, S.IK, MH, para Komandan TNI di Kabupaten Karimun dan Forkopimda Kabupaten Karimun.

Kegiatan asistensi ini dilaksanakan di Rupattama Polres Karimun, pada saat Kapolda Kepri tiba di polres karimun dilaksanakan sterilisasi dengan cara penyemprotan disinfektan diruang khusus yang sudah disiapkan dan dilanjutkan dengan pengecekan suhu tubuh.

Dalam kegiatan asistensinya kapolda kepri memberikan arahan kepada Forkopimda tingkat II menyikapi perkembangan pencegahan penyebaran covid-19 dan apa saja yang harus dikerjakan.

Kapolda Kepri juga menghimbau agar masyarakat tetap menjaga batas fisik atau physical distancing dalam beraktivitas sehari-hari.

“Kita bersama-sama melakukan pencegahan dari langkah preventif dan preemtif, salah satunya physical distancing, kemudian jika tidak penting jangan keluar rumah, Kami juga sudah melengkapi sentra pelayanan publik dalam pencegahan penyebaran wabah covid-19, seperti yang sudah dilaksanakan dipolres karimun ,”ujar Kapolda.

Setelah kegiatan asistensi di Polres karimun, kapolda kepri melaksanakan tinjauan ke posko Ops Aman Nusa II di pelabuhan domistik dan internasional dan posko indoor GOR Badang perkasa untuk melakukan peninjauan terhadap tempat isolasi TKI yang dideportasi dari Malaysia.
Sekira pukul 15.00 Wib Kapolda Kepri beserta rombongan meninggalkan Bandara Raja Ali Haji Abdullah karimun menuju ke Batam.

 

(red/Humas Polda Kepri)

Polda Kepri beri Himbauan Pencegahan Covid – 19

0

Batam – Dit Samapta Polda Kepri yang tergabung dalam Satgas Pencegahan Operasi Terpusat Aman Nusa II penanganan Covid-19 Seligi-2020, berikan himbauan dan menyampaikan Maklumat Kapolri tentang Penanganan penyebaran Covid-19 pada Kamis (26/3/20).

Dipimpin oleh AKBP. Heryanto, SE, tim bergerak menuju Pasar Mega legenda Kota Batam dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak panik dan tetap meningkatkan kebersihan di lingkungan masing-masing, Masyarakat juga diminta agar tidak melakukan pembelian atau menimbun bahan pokok maupun kebutuhan lainya secara berlebihan.

Selain memberikan himbauan tim juga menyebarkan selebaran maklumat Kapolri dalam penanganan penyebaran Covid-19 di Pasar Orchard Park, dimaklumat tersebut disampaikan juga bahwa untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik ditempat umum maupun di lingkungan sendiri serta tidak ikut menyebarkan informasi-informasi yang tidak jelas sumbernya yang dapat menimbulkan gejolak di tengah masyarakat.

 

(red/Humas Polda kepri)

Mudhofir Khamid Dukung Program Pemerintah Bagi Buruh Imbas Covid-19

0

Jakarta – Rencana presiden Joko Widodo alias Jokowi yang akan memberikan berbagai kebijakan keringanan akibat merebaknya virus Covid-19 atau corona mendapat dukungan. Salah satunya datang Direktur Ketenagakerjaan ReJO Institute Mudhofir Khamid.

Sebagai tokoh buruh Indonesia, Mudhofir mengatakan, pihaknya sangat mengapresisi program Jokowi untuk pekerja atau buruh seperti penundaan cicilan kendaraan bermotor untuk ojek online atau ojol dan tukang ojek.

“Program tersebut tentu sangat membantu mereka yang berpenghasilan tiap hari. Sebagai dampak pembatasan keluar rumah mereka pasti terkena imbasnya,” kata Mudhofir Khamid Jumat 27 Maret 2020.

Selain itu, program bagi pihak yang terkena imbas Covid-19 sebesar Rp 1 juta/bulan selama tiga bulan tentu sangat bermanfaat. Terlebih lagi, bagi para pekerja atau buruh pabrik.

“Program kartu pra kerja, dan rencana BLT untuk pekerja iatau buruh informal dan kebijakan lain untuk masyarakat miskin  seperti penundaaan biaya listrik orang miskin tentu juga bermanfaat,” jelasnya.

Wakil Ketua umum Relawan Jokowi (ReJO) ini berharap, masyarakat Indonesia bisa mematuhi himbauan pemerintah saat ini yang melarang agar tidak keluar rumah dan menghindari keramaian untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Mari kita patuhi himbauan pemerintah agar tidak melaksanakan kegiatan diluar rumah. Tentunya pemerintah sudah mengupayakan yang terbaik bagi masayarakat Indonesia disaat merebaknya virus Covid-19,” pungkas Mudhofir.

Sebelumnya, pemerintah berupaya keras untuk mereduksi dampak ekonomi yang ditimbulkan oleh Covid-19 yang telah menjadi pandemi. Dalam situasi tersebut, mempertahankan daya beli masyarakat dan mendorong produktivitas ekonomi menjadi salah satu hal utama yang harus dilakukan selain dari sisi kesehatan dan keselamatan.

Untuk mencapai hal itu, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan dan bantuan sosial untuk memberikan stimulus dan insentif bagi masyarakat. Pertama, para penerima manfaat Kartu Sembako akan mendapat tambahan manfaat sebesar Rp50.000. Dengan tambahan tersebut manfaat yang dapat diperoleh dari program Kartu Sembako menjadi Rp200.000 per keluarga penerima.

“Pemerintah memberikan tambahan sebesar Rp50.000 sehingga menjadi Rp200.000 per keluarga penerima yang akan diberikan selama enam bulan. Anggaran yang dialokasikan adalah sebesar Rp4,56 triliun,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangannya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 24 Maret 2020.

Di tengah wabah Covid-19, pemerintah juga menyadari akan adanya pekerja harian yang mungkin kehilangan penghasilan maupun para pengusaha mikro dan kecil yang kehilangan pasar dan omzet. Demikian halnya dengan kemungkinan para pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja. Untuk itu, pemerintah juga mempercepat implementasi program Kartu Prakerja sebagai upaya mengantisipasi hal-hal tersebut sekaligus meningkatkan kompetensi serta kualitas SDM.

“Alokasi anggaran yang disediakan di dalam Kartu Prakerja ini adalah sebesar Rp10 triliun sehingga nanti setiap peserta Kartu Prakerja akan diberikan honor insentif Rp1 juta per bulan selama 3-4 bulan,” kata Presiden.

Selanjutnya, untuk mempertahankan daya beli pekerja di sektor industri pengolahan, pemerintah akan membayar pajak penghasilan (PPh) pasal 21 yang selama ini dibayarkan sendiri oleh para pekerja. Hal itu dilakukan demi memberikan tambahan penghasilan bagi pekerja di sektor industri tersebut. Presiden mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp8,6 triliun telah dialokasikan untuk kebijakan ini.

Adapun bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan relaksasi kredit dengan nilai di bawah Rp10 miliar yang ditujukan untuk tujuan usaha. Relaksasi ditujukan bagi kredit yang diberikan perbankan maupun industri keuangan nonbank. Keringanan yang diberikan tersebut berupa penurunan bunga dan penundaan angsuran kredit hingga satu tahun.

“Oleh karena itu, kepada tukang ojek dan sopir taksi yang sedang kredit kendaraan bermotor, serta nelayan yang sedang mengambil kredit perahu agar tidak perlu khawatir. Pembayaran bunga dan angsuran diberikan kelonggaran satu tahun,” ucapnya.

Tak hanya itu, masyarakat berpenghasilan rendah yang sedang melakukan kredit kepemilikan rumah bersubsidi juga berhak mendapat rangkaian stimulus pemerintah. Setidaknya ada dua stimulus yang ditawarkan dengan anggaran yang mencapai Rp1,5 triliun.

“Pemerintah memberikan subsidi selisih bunga selama 10 tahun. Jika bunga di atas 5 persen, maka selisih besaran bunganya akan dibayar pemerintah. Pemerintah juga memberikan subsidi bantuan uang muka bagi yang akan mengambil kredit rumah bersubsidi,” tandasnya.

(red/Tanto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga