8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 77

Sambut Ramadhan 1146 H, Kader Gerindra DKI Jakarta Bagikan 3.000 Paket Beras di Kemayoran

0
Keterangan Foto : Kader Partai Gerindra DKI Jakarta menggelar bakti sosial dengan membagikan ribuan paket beras berisi lima kilogram di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.(Tanto)

Jakarta – batamtimes.co – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1146 Hijriah, kader Partai Gerindra DKI Jakarta menggelar bakti sosial dengan membagikan ribuan paket beras berisi lima kilogram di Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat, 28 Februari 2025.

Sebanyak 3.000 kantong beras dibagikan kepada warga kurang mampu, melanjutkan tradisi yang sudah dilakukan sejak tahun 2010.

“Kegiatan ini rutin saya lakukan sejak tahun 2010 sampai sekarang. Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat. Mari kita saling berbagi untuk sesama,” ujar H. Zulpan, kader Partai Gerindra DKI Jakarta yang memprakarsai kegiatan tersebut.

Zulpan menambahkan, aksi berbagi ini juga merupakan bentuk kepatuhan terhadap ajaran Ketua Umum Partai Gerindra yang sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto.

“Pak Prabowo selalu mengajarkan kebaikan. Saat kita senang, jangan lupa ada saudara kita yang sedang membutuhkan. Kami sebagai kader Partai Gerindra akan patuh pada perintah Ketua Umum,” tegas Zulpan.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali tahun depan dengan jumlah bantuan yang lebih banyak.

“Mudah-mudahan tahun depan saya bisa berbagi kembali dengan masyarakat. Dalam ajaran agama Islam, saya selalu diajarkan ada hak 2,5 persen dari harta yang kita miliki bagi orang fakir miskin. AjaranSambut Ramadhan 1146 H, Kader Gerindra DKI Jakarta Bagikan 3.000 Paket Beras di Kemayoran itu akan saya pegang teguh sampai kapan pun,” tutupnya.

Bakti sosial ini disambut antusias oleh warga setempat yang merasa sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan.

 

Editor : Pohan

KPK Tetapkan 3 Tersangka Korupsi di PT ASDP Ferry dengan Kerugian Negara Rp893 Miliar

0
Keterangan Foto : KPK kembali mengguncang jagat pemberitaan dengan menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pengadaan kapal di PT ASDP Ferry periode 2019-2022.

Jakarta – batamtimes.co – Belum reda kegeraman publik atas kasus Pertamina, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang jagat pemberitaan dengan menetapkan tiga tersangka kasus korupsi pengadaan kapal di PT ASDP Ferry periode 2019-2022. KPK mengungkapkan bahwa kasus ini merugikan negara hingga Rp893 miliar.

Ketiga tersangka dalam kasus ini adalah:

  1. IPDirektur Utama PT ASDP
  2. HMACDirektur Perencanaan & Pengembangan
  3. MYHDirektur Komersial & Pelayaran

Kasus ini bermula pada 2014, ketika PT JN (Swasta) menawarkan kapal miliknya kepada PT ASDP. Namun, akuisisi kapal tersebut ditolak oleh sebagian direksi dan dewan komisaris dengan alasan kapal sudah berusia tua, sehingga PT ASDP memprioritaskan armada baru.

Situasi berubah pada 2018 saat IP diangkat menjadi Direktur Utama PT ASDP. Dalam periode jabatannya, IP bertemu dengan pihak PT JN untuk menyusun dan menerapkan konsep kerja sama usaha karena PT ASDP belum memiliki aturan internal yang memungkinkan akuisisi kapal.

Selama masa orientasi kerja sama, PT ASDP diduga memprioritaskan pemberangkatan kapal milik PT JN. Diduga kuat, hal ini direkayasa sedemikian rupa agar valuasi kapal-kapal PT JN nantinya layak diakuisisi oleh PT ASDP.

KPK mengungkap bahwa tersangka diduga melakukan manipulasi dalam proses pengadaan sehingga harga kapal yang diakuisisi jauh di atas harga pasar. Dengan modus ini, negara mengalami kerugian mencapai Rp893 miliar.

Selain itu, para tersangka juga diduga menerima gratifikasi dan keuntungan pribadi dari hasil mark up pengadaan kapal. Saat ini, KPK tengah melakukan penelusuran aliran dana dan bekerja sama dengan PPATK untuk menelusuri aset yang terkait dengan kasus korupsi ini.

Langkah Hukum dan Upaya Pemulihan Kerugian Negara

KPK menyatakan akan segera melimpahkan kasus ini ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) setelah proses penyidikan selesai. Ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2 dan Pasal 3 serta Pasal 12 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Selain itu, KPK berupaya memulihkan kerugian negara dengan menyita aset yang terkait dengan hasil tindak pidana korupsi. Hingga saat ini, KPK terus melakukan pengembangan kasus dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain yang terlibat dalam skandal pengadaan kapal di PT ASDP.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menegaskan komitmen KPK dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu. “KPK tidak akan berhenti pada penetapan tiga tersangka ini. Kami akan mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar-akarnya,” tegas Ali Fikri.

Publik Semakin Geram

Penetapan tersangka dalam kasus ini memicu reaksi keras dari masyarakat yang merasa kecewa dengan maraknya kasus korupsi di perusahaan BUMN. Setelah skandal Pertamina yang masih hangat diperbincangkan, kasus di PT ASDP ini menambah panjang daftar kasus korupsi yang merugikan keuangan negara.

Pengamat ekonomi, Bambang Sugiarto, menyebutkan bahwa maraknya kasus korupsi di BUMN mengindikasikan lemahnya Good Corporate Governance (GCG) dalam pengelolaan perusahaan negara. “Kejadian ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera memperbaiki sistem pengawasan dan transparansi di seluruh BUMN,” ujarnya

Desakan Transparansi dan Reformasi Tata Kelola BUMN

Kasus korupsi di PT ASDP ini memicu desakan publik agar pemerintah memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola BUMN. Ketua Indonesia Corruption Watch (ICW), Adnan Topan Husodo, menekankan perlunya reformasi tata kelola BUMN untuk mencegah praktik korupsi yang berulang.

“Kasus korupsi di PT ASDP menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan dan akuntabilitas di BUMN. Pemerintah harus segera memperkuat pengawasan internal dan transparansi pengadaan untuk mencegah terjadinya korupsi serupa di masa mendatang,” kata Adnan.

Masyarakat berharap kasus ini segera diusut tuntas dan seluruh pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Penulis : Hendra

Editor : Pohan

Tips Aman Menghadapi Aquaplaning dari Hankook Tire

0
Keterangan Foto : Hankook Tire, produsen ban global asal Korea Selatan, membagikan langkah-langkah penting yang dapat dilakukan pengendara saat mengalami aquaplaning.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa akhir musim hujan akan berlangsung hingga Maret atau April 2025 karena dipengaruhi fenomena La Niña lemah, yang meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah.

Musim hujan dengan curah hujan tinggi dan petir berpotensi menyebabkan genangan di jalan raya. Kondisi ini meningkatkan risiko aquaplaning, yaitu saat ban kehilangan traksi akibat lapisan air di permukaan jalan, sehingga kendaraan meluncur tanpa kendali. Risiko ini dapat terjadi pada siapa saja, terutama saat berkendara dengan kecepatan tinggi atau menggunakan ban yang sudah aus.

Jika pengemudi tidak mengetahui cara menanganinya dengan benar, situasi ini dapat berakibat  fatal. Banyak pengemudi secara refleks menginjak rem atau membanting setir, yang justru memperburuk kondisi. Oleh karena itu, pemahaman tentang langkah yang tepat dalam menghadapi aquaplaning sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan memastikan keselamatan di jalan.

Hankook Tire, produsen ban global asal Korea Selatan, membagikan langkah-langkah penting yang dapat dilakukan pengendara saat mengalami aquaplaning, sekaligus menyoroti pentingnya memilih ban yang tepat untuk meningkatkan keselamatan berkendara.

Pertama, lepaskan pedal gas secara perlahan. Saat mobil mengalami aquaplaning, segera lepaskan pedal gas secara perlahan. Hindari mengangkat kaki secara mendadak karena dapat memperparah hilangnya traksi dan membuat kendaraan semakin sulit dikendalikan. Dengan mengurangi kecepatan secara bertahap, ban memiliki waktu untuk kembali mendapatkan cengkeraman di permukaan jalan.

Kedua, hindari menginjak rem secara mendadak. Rem yang ditekan tiba-tiba dapat menyebabkan ban terkunci dan kendaraan sulit dikendalikan. Tekan rem secara perlahan untuk menjaga kontrol. Jika mobil memiliki Anti-lock Braking System (ABS), sistem ini akan mencegah roda terkunci. Untuk mobil tanpa ABS, gunakan teknik pengereman bertahap hingga kendaraan melambat dengan aman.

Ketiga, kontrol stir dengan perlahan untuk menjaga kestabilan kendaraan. Hindari gerakan tiba-tiba, karena bisa menyebabkan kendaraan tergelincir lebih jauh. Usahakan untuk mengarahkan mobil ke jalur yang lebih stabil secara perlahan, dan koreksi arah dengan hati-hati begitu roda mulai mendapatkan cengkeraman lagi.

National Sales Manager PCR (Passenger Car Radial) PT. Hankook Tire Sales Indonesia, Apriyanto Yuwono, menjelaskan, “Hankook Ventus Prime 4 dirancang untuk memberikan performa optimal di jalan basah. Ban ini dilengkapi dengan teknologi drainase canggih yang memungkinkan air terbuang secara efisien melalui alur melintang, mengurangi risiko aquaplaning. Selain itu, desain Chamfer pada permukaan ban mengurangi tekanan saat ban bersentuhan dengan jalan, menjaga kestabilan dan memberikan kenyamanan lebih saat berkendara. Teknologi tapak 3D Zigzag juga meningkatkan daya cengkeram ban, sehingga pengereman menjadi lebih aman, bahkan di jalan yang licin.”

Untuk kendaraan yang sering digunakan dalam berbagai kondisi cuaca, termasuk hujan deras dan jalan basah, Hankook menawarkan model Dynapro HPX. Ban ini dilengkapi dengan teknologi Sipe 3D Grip Control yang ditempatkan pada tapak utama untuk menjaga bentuk ban tetap optimal.

NoTeknologi ini berperan dalam meningkatkan daya cengkeram dan performa pengendalian yang luar biasa di segala musim. Dibandingkan dengan pendahulunya, Dynapro HPX menunjukkan peningkatan hingga 15% dalam hal pengereman di jalan basah dan peningkatan 7% dalam pengendalian di jalan basah, menjadikannya pilihan yang ideal untuk menjaga kendaraan tetap stabil dan aman.

“Ban Ventus Prime 4 dan Dynapro HPX telah tersedia di Indonesia sejak Desember 2023 dan dapat ditemukan di jaringan Hankook Master serta toko-toko langganan di berbagai kota. Pengendara juga dapat berkonsultasi dengan tim kami yang berpengalaman untuk mendapatkan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan jenis dan kebutuhan kendaraan mereka. Sebagai bagian dari komitmen Hankook untuk memastikan kenyamanan dan keamanan berkendara, kami terus menghadirkan produk-produk inovatif yang dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi jalan, terutama saat musim hujan, sehingga pengemudi dapat tetap merasa aman dan percaya diri di jalan,” tutup Apri.

BRI Hormati Putusan Kejari Surakarta dan Serahkan Penanganan Kasus Korupsi KUR Sesuai Aturan

0
Keterangan Foto : Pemimpin Cabang BRI Solo Slamet Riyadi, Eko Hary Wijayanto.(Humas)

Solo – batamtimes.co –  Bank BRI Cabang Slamet Riyadi melalui Humas menyampaikan bahwa pihaknya menghormati keputusan Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta terkait penetapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal ini disampaikan melalui pernyataan kepada media www.batamtimes.co.

“Pada intinya, BRI menghormati hasil putusan dan mengapresiasi keputusan Kejari Surakarta atas penetapan tersangka serta menyerahkan sepenuhnya penyelesaian kasus tersebut kepada Kejari Surakarta sesuai dengan ketentuan maupun peraturan perundangan yang berlaku,” ujar Pemimpin Cabang BRI Solo Slamet Riyadi, Eko Hary Wijayanto, melalui Humas BRI Solo, Esa Novita.

Lebih lanjut, Eko Hary Wijayanto menegaskan bahwa BRI senantiasa proaktif dalam pengungkapan kasus-kasus fraud dan menerapkan zero tolerance terhadap setiap tindakan kecurangan. “BRI menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dalam setiap kegiatan operasional bisnisnya,” tambahnya.

Sebelumnya, Penyidik Kejari Solo menahan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi KUR yang disalurkan melalui BRI Cabang Pasar Kembang. Kedua tersangka berinisial PAP dan FW, yang diketahui berstatus kakak beradik, ditahan pada Kamis (27/2) setelah menjalani pemeriksaan di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Solo.

Kasus ini bermula ketika PAP, mantan pegawai BRI Cabang Pasar Kembang, bertugas mencari calon debitur, sementara FW berperan sebagai calo yang membantu menjaring debitur. Mereka diduga bekerja sama dalam menyalurkan dana KUR untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada tahun 2021.

“Atas kerja kedua tersangka, ada 396 nasabah yang menerima dana KUR dengan total dana yang dikucurkan sebanyak Rp 9.691.900.661,” ungkap DB Susanto SH MH, Kepala Kejari Solo.

Namun, setelah pencairan dana, pihak bank mencurigai adanya penyalahgunaan dan melaporkannya ke Kejari Solo. Berdasarkan hasil penyelidikan, dari 397 debitur, ditemukan 271 debitur fiktif yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 3.991.450.511.

DB Susanto menjelaskan, kedua tersangka diduga merekayasa data dan dokumen pada berkas pinjaman serta melakukan mark up nilai pengajuan nasabah. Modus yang digunakan antara lain memfoto calon nasabah di depan usaha milik orang lain untuk pengajuan hutang. Setelah pencairan dana, calon nasabah diberi motor bekas, sementara sisa dana diambil oleh FW dan dibagi dengan PAP.

BKPK motor juga ditahan oleh FW sebagai jaminan,” jelasnya.

Potensi Tersangka Lain dan Proses Hukum Lanjutan

DB Susanto menambahkan, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus ini. Berdasarkan keterangan kedua tersangka, terdapat satu orang lagi yang berperan sebagai perantara. Saat ini, Kejari Solo terus melakukan pengembangan kasus dan berupaya menyita aset milik kedua tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 serta pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas DB Susanto.

BRI menegaskan komitmennya untuk mendukung proses hukum yang berlangsung dan senantiasa menjunjung tinggi prinsip transparansi serta akuntabilitas dalam menjalankan operasional bisnisnya.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Pemko Tanjungpinang Sesuaikan Jam Kerja ASN Selama Ramadan

0
Keterangan Foto : Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fattah.

Tanjungpinang – batamtimes.co – Pemerintah Kota Tanjungpinang menerapkan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama bulan Ramadan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/B/863/70/4.2.03/2025 yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Tanjungpinang, Raja Ariza, pada 24 Februari 2025.

Dalam aturan tersebut, jam kerja ASN diatur sebagai berikut:

  • Senin hingga Kamis: Pukul 08.00–15.30 WIB, dengan waktu istirahat pukul 12.00–12.30 WIB.
  • Jumat: Pukul 08.00–14.00 WIB, dengan waktu istirahat shalat Jumat pukul 11.30–13.00 WIB.

“Jam kerja efektif selama Ramadan adalah 32,5 jam per minggu,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tanjungpinang, Achmad Nur Fattah.

Selama Ramadan, kegiatan apel pagi dan olahraga ditiadakan. ASN diwajibkan mengenakan pakaian muslim selama hari kerja, sementara pegawai non-Muslim dapat menyesuaikan. Untuk perangkat daerah atau unit kerja yang memberikan pelayanan publik dan memiliki seragam khusus, diharapkan dapat menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Pimpinan perangkat daerah dan unit kerja juga diminta untuk memastikan penyesuaian jam kerja ini tidak mengurangi produktivitas pencapaian kinerja ASN dan organisasi serta tetap menjaga kelancaran pelayanan publik.

Setelah Ramadan, jam kerja ASN akan kembali seperti semula. Kebijakan ini didasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Instansi Pemerintah dan ASN.

 

Editor : Pohan

PB IPF Resmi Dilantik, Pickleball Indonesia Bidik Olimpiade 2028

0
Keterangan Foto : PB IPF resmi dilantik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat di Senayan.(Paul)

Jakarta – batamtimes.co – Pengurus Besar Indonesia Pickleball Federation (PB IPF) resmi dilantik oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di Senayan, Jakarta, pada Kamis, 27 Februari 2025. Usai pelantikan, PB IPF langsung bersiap untuk menghadapi Olimpiade 2028 di Los Angeles, menandai langkah besar dalam perkembangan olahraga pickleball di Indonesia.

Pickleball adalah olahraga yang menggabungkan unsur tenis, bulutangkis, dan pingpong dengan lapangan sebesar bulutangkis. Olahraga ini berkembang pesat secara global, termasuk di Indonesia.

Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, melantik kepengurusan PB IPF periode 2022-2026 yang dipimpin oleh Prof. Dr. Komarudin, M.Si. sebagai Ketua Umum. Komarudin dibantu oleh Harlin Rahardjo (Waketum I), Mahmud Husain, SE., MM (Waketum II), Dr. Bambang Supriyanto (Waketum III), Prof. Dr. Anton Cahyo (Waketum IV), dan Cak Susilo, M.Pd., D.Ed (Sekjen).

“Olahraga pickleball yang berasal dari Amerika Serikat ini berkembang pesat di dunia, termasuk di Indonesia. Saya optimis di bawah kepemimpinan Profesor Komarudin, IPF akan semakin maju. Terbukti, Indonesia sudah menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia, memperkenalkan pickleball sebagai cabang eksebisi pada PON 2024, dan berencana memasuki Olimpiade 2028,” ujar Marciano Norman.

Pickleball Indonesia Melesat di Kancah Internasional
Ketua Umum IPF, Prof. Dr. Komarudin, mengungkapkan bahwa perkembangan pickleball di Indonesia sangat pesat. Di bawah kepemimpinannya bersama Sekjen Cak Sus, IPF telah sukses menyelenggarakan Kejuaraan Dunia di Bali, menjadikan pickleball sebagai cabang eksebisi di PON 2024, serta meraih satu medali emas dan satu perak pada Kejuaraan Dunia di Thailand 2024.

“Rencananya, tahun ini kami akan menggelar Rakernas sebagai langkah persiapan menuju Olimpiade 2028. Selain itu, pickleball juga akan dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Pelajar, Pekan Olahraga Mahasiswa, dan Indonesia Open,” ujar Komarudin, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Jakarta.

Sekjen Cak Sus menambahkan, Bali kembali akan menjadi tuan rumah Kejuaraan Dunia Pickleball pada September 2025. Ajang ini menjadi bagian penting dari persiapan menuju Olimpiade 2028.

Sementara itu, Waketum Harlin Rahardjo menjelaskan bahwa olahraga pickleball mudah dimainkan dan menyenangkan sehingga cepat populer di semua kalangan usia, dari anak muda hingga orang tua.
“Popularitas pickleball yang terus meningkat menjadi peluang bagus bagi Indonesia untuk berprestasi, baik di tingkat Asia maupun dunia,” kata Harlin.

Dengan optimisme tinggi dan strategi yang matang, PB IPF menatap Olimpiade 2028 sebagai momentum untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah olahraga internasional.

Penulis: Paul
Editor: Pohan

PSKB Raih Predikat Bintang 3 Green and Smart Port, Diganjar Apresiasi dari Kemenko Pangan

0
Keterangan Foto : PSKB berhasil meraih predikat Bintang 3 dalam asesmen Green and Smart Port yang diselenggarakan oleh IDSurvey pada tahun 2024.(Adi)

Batam – batamtimes.co – Pertamina Trans Kontinental (PTK) melalui anak usahanya, PT Pertamina Port & Logistics (PPL), mendapatkan apresiasi dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia pada awal Februari lalu atas upayanya dalam optimalisasi sistem logistik pelabuhan berkelanjutan.

PTK Shorebase Kabil Batam (PSKB) berhasil meraih predikat Bintang 3 dalam asesmen Green and Smart Port yang diselenggarakan oleh IDSurvey pada tahun 2024 lalu. Pencapaian ini diraih melalui penerapan prinsip ramah lingkungan yang berbasis digital serta optimalisasi operasional pelabuhan.

Green and Smart Port merupakan penilaian tingkat pencapaian pelabuhan terhadap konsep Green (Hijau) dan Smart (Pintar). Penilaian ini menggunakan rating tools yang diadaptasi dari regulasi nasional maupun internasional, yang mengukur kualitas operasional pelabuhan dalam aspek manajemen, teknis, dan digitalisasi, dengan fokus pada keberlanjutan.

Penghargaan ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission 2060 atau lebih cepat, serta memperkuat rantai pasok nasional.

PSKB adalah salah satu shorebase milik PTK yang dikelola oleh PPL dengan luas lahan 34,9 hektar dan area perairan seluas 211,53 hektar dengan kedalaman 8,5 meter. Shorebase ini dilengkapi 2 Jetty, 3 Ramp Door Pad, 5 unit gudang, open yard seluas 13 hektar, 2 unit crane hingga 220 ton, 2 unit forklift hingga 5 ton, dan 2 unit trailer, serta sistem keamanan CCTV 24 jam dan sertifikasi ISPS Code.

Berada di lokasi strategis, PSKB memiliki akses langsung ke Jalan Raya Pelabuhan Kabil yang memudahkan arus logistik.

Langkah Strategis dan Capaian
Untuk meraih predikat Bintang 3, PSKB menerapkan strategi yang mengacu pada Green and Smart Port Guidelines V3.0/2023, yang mencakup 19 sub-kriteria dengan bobot 80% untuk Green Port dan 20% untuk Smart Port. Dalam penilaiannya, PSKB berhasil mencapai skor 72,3% dan meraih predikat Bintang 3.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa sistem dan implementasi Green and Smart Port di PSKB telah memenuhi standar tertinggi dalam kualitas operasional pelabuhan.

Komitmen PPL Menuju Bintang 5
Menanggapi pencapaian ini, Plt. Direktur PPL, Albertus Anto Budi Santosa, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat.
“Perlu komitmen yang kuat dari Perusahaan agar Green and Smart Port ini dapat berjalan dengan baik dalam rangka mendukung upaya peningkatan bumi yang hijau. Kami menargetkan Bintang 5 untuk dua Port yang kami kelola di Kabil Batam dan Tanjung Batu Balikpapan,” ujarnya.

Pencapaian ini menjadi bukti komitmen PPL dalam meningkatkan standar kualitas lingkungan di seluruh unit operasionalnya, sekaligus mendukung upaya keberlanjutan dalam operasional logistik pelabuhan.

Penulis: Adi
Editor: Pohan

Jaksa Tahan 2 Tersangka Korupsi Dana KUR di BRI Solo

0
Keterangan Foto : Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pasar Kembang.

Solo – batamtimes.co – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo menahan dua tersangka kasus dugaan korupsi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Pasar Kembang. Kedua tersangka berinisial PAP dan FW, yang diketahui berstatus kakak beradik, ditahan pada Kamis (27/2) setelah menjalani pemeriksaan di ruang Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Solo.

Menurut Kepala Kejari Solo, DB Susanto SH MH, kasus ini bermula ketika PAP, mantan pegawai BRI Cabang Pasar Kembang, bertugas mencari calon debitur, sementara FW berperan sebagai calo yang membantu menjaring debitur. Mereka bekerja sama dalam menyalurkan dana KUR untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) pada tahun 2021.

“Atas kerja kedua tersangka, ada 396 nasabah yang menerima dana KUR dengan total dana yang dikucurkan sebanyak Rp 9.691.900.661,” ungkap DB Susanto.

Namun, setelah dana dicairkan, pihak bank mencurigai adanya penyalahgunaan dan melaporkannya ke Kejari Solo. Berdasarkan hasil penyelidikan, dari 397 debitur, ditemukan 271 debitur fiktif. Akibatnya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 3.991.450.511.

DB Susanto menjelaskan, kedua tersangka diduga bekerja sama dalam merekayasa data dan dokumen pada berkas pinjaman serta melakukan mark up dari nilai pengajuan nasabah. Salah satu modus yang digunakan adalah memfoto calon nasabah di depan usaha milik orang lain untuk pengajuan hutang. Setelah pencairan dana, calon nasabah diberi motor bekas, sementara sisa dana diambil oleh FW dan dibagi dengan PAP.

“BKPK motor juga ditahan oleh FW sebagai jaminan,” jelas Kajari Solo.

DB Susanto menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain dalam kasus ini. Berdasarkan keterangan kedua tersangka, terdapat satu orang lagi yang berperan sebagai perantara. Saat ini, Kejari Solo terus melakukan pengembangan kasus dan berupaya menyita aset milik kedua tersangka.

Kedua tersangka dijerat dengan pasal 2 dan 3 serta pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Kasus ini akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang untuk proses hukum lebih lanjut,” tegas DB Susanto.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

Pemprov Kepri Kaji Pajak Kapal sebagai Sumber Pendapatan Daerah

0
Keterangan Foto : Sekdaprov Kepri, Adi Prihantara.(Ist)

Tanjungpinang – batamtimes.co –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) tengah mengkaji rencana pemungutan pajak dari sektor kendaraan atas air atau kapal sebagai sumber pendapatan baru bagi daerah. Langkah ini sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 yang mengizinkan pemerintah provinsi untuk memungut pajak dari sektor tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Adi Prihantara, menyatakan bahwa rencana ini masih dalam tahap kajian dan sosialisasi. “Kajian perlu dilakukan secara matang agar penerapan pajak ini tidak berdampak negatif pada perekonomian daerah,” ujar Adi, Rabu (26/2/2025).

Kepala Bidang (Kabid) Pendapatan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kepri, Andi Mardianus, menambahkan bahwa pihaknya sangat berhati-hati dalam melakukan kajian, terutama terkait kapal penumpang. “Kami khawatir pungutan pajak ini akan berdampak pada biaya operasional kapal dan ekonomi daerah,” katanya.

Menurut Adi, pengenaan pajak pada kapal kemungkinan akan mempengaruhi tarif penumpang. Oleh karena itu, perlu dipertimbangkan skema pengurangan tarif untuk kapal tertentu. Namun, untuk kapal selain kapal penumpang, tarif pajak akan disesuaikan dengan peraturan daerah yang berlaku. “Saat ini, semuanya masih dalam tahap kajian,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Kepri tengah menjajaki kerja sama dengan Kementerian Perhubungan terkait penerapan pajak kapal ini, mengingat aturan mengenai kapal juga diatur dalam Undang-Undang Nomor 66 Tahun 2024 tentang Pelayaran.

Terkait besaran tarif pajak yang akan diterapkan, hingga kini masih dalam pembahasan secara komprehensif. Adi menjelaskan bahwa penentuan nilai jual kendaraan bermotor untuk kapal cukup kompleks. “Berbeda dengan motor atau mobil yang memiliki Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) dan standar harga, harga kapal bervariasi tergantung perusahaan pembuatnya, meskipun memiliki bobot dan bentuk yang sama,” ungkapnya.

Rencana pemungutan pajak ini diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi daerah, namun penerapannya akan dilakukan secara hati-hati agar tidak memberikan dampak negatif bagi perekonomian masyarakat di Kepulauan Riau.

 

Editor : Pohan

Pengembangan Budaya Sekolah Yang Sehat di Indonesia : Menjadi Nilai Positif Pendidikan di Indonesia

0
Keterangan Foto : Dr. Elinda Rizkasari,S.Pd.,M.Pd Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta.

Oleh : Dr. Elinda Rizkasari,S.Pd.,M.Pd

Dosen prodi PGSD Unisri Surakarta

Surakarta – Dunia Pendidikan merupakan salah satu faktor yang penting didalam suatu negara didunia. Bagaimana tidak? Didalam Pendidikan, calon generasi bangsa akan dibentuk serta digembleng untuk menjadi calon penerus pemimpin bangsa. Tanpa Pendidikan yang baik, maka suatu bangsa akan mudah dijajah, dibohongi, diadu domba serta menjadi negara yang tidak mempunyai adab serta kemanusiaan.

Didalam sebuah Pendidikan disekolah ada yang namanya budaya didalam Pendidikan di Sekolah. Budaya sekolah merupakan nilai-nilai, norma, sikap, dan kebiasaan yang dianut bersama warga sekolah.

Budaya sekolah dapat terlihat dari bagaimana sekolah menjalankan aktivitas sehari-hari. Budaya sekolah dapat menjadi ciri khas yang membedakan satu sekolah dengan sekolah lainnya. Budaya sekolah juga dapat membentuk karakter dan kepribadian siswa.

Sebagai contoh didalam suatu negara tanpa Pendidikan serta budaya positif yang baik, maka didalam suatu negara tersebut akan menjadi negara yang kaya akan korupsi, kolusi dan Nepotisme. Tanpa sebuah budaya sekolah yang baik, maka akan terbentuk aklaq, sikap serta kebiasaan yang buruk bagi penduduk dalam suatu negara.

Sebagai contoh, dinegara Jepang yang mereka sudah dididik dengan budaya yang gsangat menghormati serta budaya kebersihan yang baik seperti membuang sampah pada tempatnya.

Maka budaya mereka dari kecil akan terbentuk pola kebersihan diwilayahnya, sehingga dinegara Jepang negaranya sangat bersih bahkan tidak ada wilayah kota ataupun dijalan dikota Jepang yang ada sampah yang berserakan sedikitpun. Kalaupun ada, bisa dipastikan itu adalah dari orang luar negeri.

Bahkan karena disiplinnya negara Jepang dalam menjaga kebersihannya, negara Jepang terkenal hingga diluar negeri menjadi negara yang cinta kebersihan. Sebagai contoh dalam ajang Piala Dunia di Qatar tahun 2022 kemarin, ketika Timnas Jepang bertanding para supporter Jepang seusai pertandingan melakukan budaya bersih – bersih stadion hingga dikenal di pemberitaan dunia.

Kemudian selanjutnya adalah budaya positif negara Jepang ketika menyaksikan Timnas Jepang bertanding di Stadion GBK Jakarta ketika melawan Timnas Indonesia pada tahun 2024 dalam ajang Kualifikasi Piala Dunia 2026 kemarin, para supporter Timnas Jepang seusai pertandingan melakukan aksi bersih – bersih di Stadion GBK Jakarta.

Bahkan hal yang menampar muka negara kita adalah ternyata masih ada supporter Indonesia yang melakukan aksi pengejekan kepada supporter Timnas Jepang yang sedang melakukan aksi bersih – bersih tersebut yang sempat viral di media sosial.

Hal ini tentunya sangat memalukan bagi kita sebagai warga negara Indonesia karena ulah salah satu oknum Penonton Indonesia tersebut.
Kemudian selanjutnya, budaya dinegara China dan negara Korea Utara.

Di negara China atau Tiongkok memiliki tradisi hukum yang sangat tegas, dimana apabila ada salah satu pejabat yang melakukan kesalahan seperti Korupsi maka akan diancam hukuman mati ditembak. Maka karena hal tersebut, angka Tingkat korupsi di Negara China sangat rendah.

Hal ini berdasarkan data yang diperoleh Pada bulan Juni 2024, Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Tiongkok adalah 42,00 poin. Peringkatnya adalah ke-76 dari 180 negara yang dinilai oleh Transparency International.

Dan Menurut Laporan Tahunan Anti-Korupsi Tiongkok pada tahun 2023, Tiongkok totalnya telah menghukum 610.000 pejabat korup, yang terdiri dari petugas partai, pejabat pemerintahan tingkat kementerian hingga provinsi.

Selain itu, negara China memiliki budaya disiplin tepat waktu yang sangat bagus. Hal ini berdasarkan hasil wawancara serta studi banding yang dilaksanakan di Guangxi Medical University China bahwa Tingkat kedisiplinan waktu budaya dikampus tersebut menembus angka Tingkat 99,8%.

Dimana Tingkat disiplin waktu warga China sangat bagus dibandingkan dinegara Asia lainnya yang hanya menyentuh angka 85%.

Ketika ditelusur ternyata penyebab warga disana memiliki budaya disiplin waktu yang baik adalah kebiasaan budaya sekolah yang baik ketika masih kecil.

Disana budaya tepat waktu serta disiplin merupakan hal yang sangat mutlak wajib dilaksanakan serta dipatuhi, bahkan Dosen pengajar disana akan marah besar dan mahasiswa yang terlambat akan mendapatkan hukuman yang berat apabila ada salah satu mahasiswa yang terlambat meskipun hanya terlambat 1 menit.

Tentunya hal ini harus bisa dicontoh oleh Sekolahan di Indonesia, budaya Sekolah diluar negeri yang baik tentunya bisa dilaksanakan di Indonesia.

Itulah pentingnya kenapa tenaga pengajar atau Guru perlu melakukan studi banding keluar negeri untuk mengadopsi budaya yang baik dari luar negeri yang bisa dilaksanakan didalam negeri.
Perlu diketahui bahwa budaya Sekolah positif yang selama ini sudah dilaksanakan di Sekolah Indonesia adalah budaya 5S yang artinya senyum, salam, sapa, sopan dan santun.

Tentunya, budaya sekolah tersebut masih perlu dilaksanakan serta dilakukan perbaikan dalam implementasinya, mengingat perannya yang dapat membuat sekolah menjadi lingkungan yang nyaman.

Meskipun sudah banyak diimplementasikan di Sekolah Indonesia, akan tetapi berdasarkan data dari Portal Sekolah (2025) bahwa belum semua siswa bisa mempraktekkan budaya tersebut dengan baik.

Ada beberapa sekolah yang melaksanakannya hanya sekedar formalitas untuk Akreditasi.
Tentunya budaya positif yang baik di Sekolah harus terus digenjot serta dilestarikan sebagai budaya aktivitas sehari – hari. Karena Strategi ini dapat membantu siswa mengerjakan tugas sekolah saat mereka masih muda dan kemudian mereka dapat mengadaptasi konsep tersebut untuk membantu mereka di tempat kerja.

Meluangkan waktu untuk mengajarkan dan mempelajari konsep-konsep ini dapat mengubah hidup siswa tersebut. Dengan mengembangkan kepribadian yang baik, siswa akan memiliki rasa hormat, belas kasihan, dan keinginan untuk membantu, yang akan menghasilkan lingkungan sekolah yang nyaman, harmonis, dan damai bagi semua warga sekolah.

Apabila budaya positif didalam Sekolah bisa dilaksanakan dengan baik serta bisa secara komprehensif diseluruh Indonesia maka tidak mungkin negara Indonesia akan bisa menyamai budaya Sekolah dari negara maju seperti negara Jepang, China dan negara Eropa lainnya.

Tentunya komitmen ini harus bisa dilaksanakan dengan kerja sama seluruh pihak dari Pemerintah serta pemangku kebijakan terkait, Dinas Pendidikan, Pihak Sekolah, Guru dan Orang tua siswa.(*)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga