8.6 C
New York
Monday, May 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 777

Ketua Bawaslu Zambroni : Tidak Boleh Rangkap Jabatan, akan kroschek Panwascam yang baru dilantik

0

Zambroni ketua bawaslu akan lakukan kroschek kepada panwascam yang baru dilantik pada 23 Desember 2019 terkait dugaan rangkap jabatan.

Perihal itu menjawab pertanyaan media Batamtimes, Rabu,(8/1/2020) terkait kepala Dusun terpilih anggota Panwascam, “Kita akan kroschek lagi apakah ada panwascam terpilih yang belum Mengundurkan diri Dari jabatan di pemerintahan, segera Akan Kita koordinasikan bang” ucap zambroni kepada batamtimes.co

Zambroni juga meluruskan bahwa. yang tidak boleh menjabat sebagai Panwascam itu adalah jabatan dipemerintan saja.

Namun, media Batamtimes juga menanyakan apakah kepala Dusun termasuk jabatan di Pemerintahan..?

“Saya masih melihat berkas kembali, untuk melihat lebih detail apakah, Panwascam terpilih rangkap jabatan, “ujarnya

Sementara Untuk sangsi, tambah Ketua Bawaslu, Lingga apabila panwascam rangkap jabatan, akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan bawaslu yang berlaku.

Tokoh Pemuda Lingga pertanyakan Kebijakan Bawaslu

Sementara itu, Mandala pemuda lingga prihatin atas kecerobohan bawaslu melantik Kepala Dusun menjadi angota Panwascam.

Padahal sebelumnya mereka (bawaslu) sudah berkomitmen untuk tegas tidak menerima pegawai Pemerintahan menjadi anggota Panwascam.

“Jika ada pegawai pemerintahan yang mendaftar sebagai Panwascam wajid mengundurkan diri, “ungkapnya

“ada apa dengan bawaslu lingga ini? Padahal yang mendaftar kurang lebih setengah dari yang dilantik”, ungkapnya kembali

Diketahui Lebih kurang 100 orang yang mendaftar sebagai panwascam hanya 39 yang dilantik pada 13 Desember 2019 lalu.

Mandala juga menyayangkan persoalan ini bisa meluas ke provinsi, untuk itu saya pemuda Lingga, meminta dengan tegas bawaslu lingga menjalankan sebagaimana komitmen yang mereka bangun.

(red/Trimo)

Inflasi tahun kalender 2020 Batam ranking  7 terbaik di Sumatera

0

Batam- Inflasi Desember Batam tertinggi, Namun inflasi Batam masih jauh di bawah Nasional, untuk Tahun Kalender.

Hal ini disampaikam Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rahyudin pada acara Diseminasi di Kantor Walikota Batam Senin,(6/1/2020).

“Inflasi Desember sebesar 1,28 persen jauh lebih tinggi dari inflasi nasional yang mencatatkan angka 0,34 persen. Namun untuk inflasi komulatif Batam sepanjang 2019 tercatat hanya  1,97 persen jauh di bawah nasional yang komulatifnya mencapai 2,72 persen”.katanya

Rahyudin mengatakan bahwa untuk inflasi tahun kalender ini Batam berada pada ranking  7 terbaik di Sumatera. Menurutnya capaian ini tak lepas dari berbagai program Pemerintah Kota Batam bersama Tim Pengendali Inflasi Derah (TPID) untuk menekan inflasi.

“Artinya TPID berhasil, cuaca mendukung, allah merestui”,ungkapnya

Terkait faktor-daktor yang menyebabkan tingginya inflasi Desember, Rahyudin menyebut ada 10 komoditas yang memberi andil terbesar yaitu Bayam, angkutan udara, bawang merah, kacang panjang, telur ayam ras, sawi hijau, kangkung, tomat sayur, rokok kretek, dan minyak goreng, sedangkan komoditas yang mengalami deflasi yaitu daging ayam ras, cabai rawit, emas perhiasan, anggur, kembang kol, shampoo, layang/benggol, lele, kakap merah, dan kelapa.

 

(red/MCB)

Indonesia Tak Akan Akui ‘Nine Dash Line’

0

Jakarta – Terkait pelanggaran di Pulau Natuna, Kepulauan Riau (Kepri), akhir 2019, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menegaskan, bahwa posisi Indonesia cukup jelas, dan Presiden Joko Widodo juga sudah menyampaikan kembali bahwa pelanggaran itu dilakukan oleh kapal-kapal Tiongkok (China).

Menlu mengingatkan, sebagai negara yang menjadi parties/anggota United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS) tahun 1982, China atau Republik Rakyat Tiongkok (RRT) memiliki kewajiban untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS.

Nah, apa yang ada di antara lain mengatur mengenai masalah ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif) dan sebagainya, sehingga ZEE, penarikan-penarikan garis yang terkait dengan ZEE dan sebagainya yang di Indonesia itu sudah sesuai. Kita hanya ingin Tiongkok mematuhi hukum internasional termasuk di UNCLOS,” kata Menlu kepada wartawan usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (6/1/2019) siang.

Terkait dengan Nine Dash Line yang diklaim oleh Tiongkok, Menlu menegaskan, sampai kapanpun juga Indonesia tidak akan mengakui. Ia menegaskan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa itu bukan hal yang harus dikompromikan karena sudah jelas hak berdaulat.

Ini hak berdaulat ya, hak berdaulat kita, sudah jelas, sudah sesuai dengan hukum internasional UNCLOS. Kita hanya ingin RRT sebagai anggota dari UNCLOS itu untuk mematuhi apa yang ada di UNCLOS. Jadi intinya itu seperti yang sudah kita sampaikan,” ujar Menlu.

Namun demikian, menurut Menlu, saat ini pemerintah terus melakukan komunikasi, bahwa apa yang disampaikan ini adalah hal-hal yang sifatnya prinsipil yang pasti akan didukung oleh dunia internasional karena prinsip-prinsip tersebut diadopsi oleh Konvensi PBB.

Merupakan kewajiban terutama bagi parties dari convention tersebut untuk tunduk mengimplementasikan artikel-artikel, prinsip-prinsip yang ada di UNCLOS 1982,” terang Menlu

Terkait dengan komunikasi itu, menurut Menlu, Dubes RRT di Jakarta akan bertemu dengan Direktur Jenderal Asia Pasifik Afrika Kementerian Luar Negeri, sore ini.

 

(red/setkab)

Ketum RèJO: Warga Layak Gugat Anies Baswedan

0

 

Jakarta – Gara-gara banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta pada akhir Desember 2019 dan awal 2020 yang menelan puluhan korban ratusan rumah bahkan korban jiwa, menyebabkan Anies Baswedan bakal digugat warganya sendiri ke pengadilan.

Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta dianggap orang yang paling bertanggungjawab atas musibah itu.

Bahkan, dijejaring sosial muncul sebuah petisi yang dibuat oleh akun Opini Kamu, yang bertujuan untuk mencopot mantan rektor Univesitas Paramadina itu dari Gubernur Jakarta. Sedikitnya, hingga Selasa 7 Januari 2020 petisi tersebut sudah ditandatangani 226.347orang.

Menanggapi fenomena itu, Ketua umum Relawan Jokowi alias RèJO HM Darmizal menilai, apa yang dialami Anies hari ini adalah akumulasi janji politik kandidat. Terutama, kata dia, tuntutan atas janji politik saat kampanye yang ditawarkan oleh team pemenangannya sehingga lupa mengukur batas kamampuan Anies Baswedan.

“Warga Jakarta layak menggugat Anies. Apapun hasilnya, dan itu lebih baik ketimbang demo berjilid-jilid. Landasannya adalah kinerja dan prestasi dari tokoh yang terpilih pada saat bekerja. Contohnya, sampai hari ini, berapa banyak fakta yang dapat direalisasikan Anies sebagaimana janji kampanye pada saat Pilgub DKI Jakarta. Berapa banyak pula yang hanya angin kosong saja atau hanya janji abal-abal yang tidak dapat atau bahkan tidak mungkin untuk dilaksanakan hingga hari ini. Kita ambil contoh, program OK OC yang dulu jadi jargonnya pun kini melempem. Banyak toko OK OC yang sudah gulung tikar,” kata Darmizal Rabu 8 Januari 2020.

Mantan Wasekjen Partai Demokrat ini juga menyoroti APDB DKI Jakarta yang terkesan digunakan secara serampangan. Bahkan, mencuatnya rencana pembelian lem aibon, pembangunan trotoar yang memperlihatkan sampahnya dimasukkan para pekerja kedalam gorong-gorong sehingga menutup aliran air yang sempat menghebohkan dan trotoar yang sejatinya untuk pejalan kaki malah dipakai pedagang kaki lima untuk berjualan.

“Bagaimana dia sebagai kepala daerah secara tepat sasaran dan bertanggungjawab dapat mengelola anggaran dan dalam  melaksanakan pembangunan dapat berakselarasi secara baik dengan pemerintah pusat. Jangan sampai uang yang dikumpulkan dari pajak dan keringat rakyat digunakan sesukanya atau tidak sarat manfaat,” jelasnya.

Menurut Darmizal, apa yang terjadi hari ini di Jakarta harus menjadi pembelajaran bagi seluruh anak bangsa Indonesia kedepan. Bahwa rakyat sebagai pemilih saat Pilpres, Pilkada atau Pemilu lainnya. Selain melihat tawaran program seorang kandidat harus melihat pula kompetensi, asal usul, bobot bibit dan bebetnya kandidat.

“Jangan sampai terjadi lagi yang jago konsep adalah team pemenangannya. Sementara kandidat hanya modal uang banyak atau hanya jago pidato dan olah kata kata namun minim prestasi dalam pelaksanaan,” tegasnya.

Darmizal juga mewanti-wanti agar rakyat memilih seorang kandidat berdasarkan pada kepatutan konsep yang ditawarkan. Apakah konsep itu masuk akal atau hanya gaya-gayaan dan abal-abal. Kita ingin maju mengejar ketertinggalan, tapi jika pemimpinnya tidak mampu bekerja, maka kita semakin tertinggal, setidaknya menunggu pemimpin baru lagi 5 tahun kedepan.

“Jika ini terjadi, pasti kerugian terbesar pada rakyat sebagai pemilih. Rakyat yang hanya dimanfaatkan haknya sekali dalam 5 tahun,” pungkas pria berdarah Minang ini.

Sebelumnya, Ketua Tim Advokasi Korban Banjir DKI Jakarta 2020, Diarson Lubis mengungkapkan setidaknya hingga Senin (6/1/2020) pagi tadi telah menerima 200 warga Jakarta yang mendaftarkan gugatan class action kepada Anies Baswedan.

“Sekitar 200-an, tapi kami belum verifikasi datanya apakah sudah memenuhi syarat atau belum,” kata Diarson.

 

(red/Tanto)

Bertolak ke Natuna, Presiden Jokowi Dijadwalkan Bertemu Ratusan Nelayan

0

Batamtimes.co – Natuna – Presiden Joko Widodo, Rabu, (8 /01/2020) bertolak menuju Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, untuk melakukan kunjungan kerja.

Sekitar pukul 07.35 WIB, Presiden beserta rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Setibanya di Pangkalan TNI AU Raden Sadjad, Kabupaten Natuna, Presiden dan rombongan akan langsung menuju Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Selat Lampa, Kabupaten Natuna.

Di tempat tersebut, selain meninjau jajar kapal, Presiden juga direncanakan bertemu dengan ratusan nelayan.

Setelahnya, Presiden akan menuju Kantor Bupati Kabupaten Natuna untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk rakyat.

Selesai acara, Kepala Negara akan menuju Pangkalan TNI AU Raden Sadjad untuk kemudian lepas landas kembali ke Jakarta.

Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju Kabupaten Natuna, antara lain Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,  dan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra.

Selain itu, turut juga Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Mayjen TNI Suharyanto, Komandan Paspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin, dan Juru Bicara Presiden M. Fadjroel Rachman.

(Red/Satpres)

Investor Amerika Serikat Kunjungi BP Batam

0

Batam- Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima kunjungan investor asal Amerika Serikat, Citylift, pada Selasa (7/1/2020) di Marketing Centre.

Kedua investor Citylift yang terdiri dari CityLift Board Member and Co-founder Michael Ghielmetti dan Chief Technology and Supply Chain CityLift Brandon Richardson diterima langsung oleh Direktur Promosi dan Humas Dendi Gustinandar bersama Kasubdit Promosi Ariastuty Sirait dan Kasubdit Humas Yudi Hari Purdaja.

Citylift merupakan sebuah perusahaan berteknologi tinggi yang merancang, memasang, dan melayani sistem parkir otomatis dengan biaya yang lebih rendah dibanding parkir konvensional, yang berkantor pusat di Oakland, California, serta memiliki beberapa kantor cabang di kota lainnya di Amerika Serikat, seperti Los Angeles, Boston, dan Portland.

Kunjungan Citylift ke Batam sebagai referensi lokasi ekspansi di wilayah Asia, karena proses manufaktur Citylift saat ini dilakukan di Tiongkok. Hal ini diungkapkan oleh Michael Ghielmetti. Ia mengatakan, mulanya Indonesia, khususnya Kota Batam, tidak termasuk dalam daftar wilayah ekspansi Citylift.

“Akan tetapi, rekan kami di Singapura sangat merekomendasikan Batam karena dinilai cocok untuk produk kami. Setelah mencari informasi dan bertemu langsung dengan BP Batam, kami sangat senang dan puas atas informasi dan asistensi yang diberikan kepada kami,” ujar Michael.

Ia mengungkapkan setelah melihat paparan presentasi tentang Batam dan berdiskusi tentang investasi secara menyeluruh dengan System Online Single Submission (OSS) Michael dan rekannya Brandon semakin yakin untuk berinvestasi di Batam.

“Selain adanya tenaga kerja terampil, Batam juga memberikan insentif dan keuntungan bagi perusahaan yang berorientasi ekspor seperti perusahaan kami. Beberapa insentif itu antara lain tidak dikenakannya pajak pertambahan nilai, pajak ekspor impor, serta pajak penjualan atas barang mewah. Batam benar-benar memanjakan investor,” kata Michael.

Direktur Promosi dan Humas BP Batam Dendi Gustinandar menyambut positif rencana ekpansi Citylift di Batam. “Kami sangat senang, karena Batam terpilih menjadi salah satu dari tiga pilihan utama untuk relokasi Citylift di Asia. Tentunya BP Batam berkomitmen untuk mengawal investasi ini hingga selesai,” ujar Dendi.

Dendi berharap, investasi Citylift akan membawa dampak positf yang signifikan dalam perkembangan ekonomi setelah melihat presentasi dari perusahaan tersebut. “Dalam 5 tahun, pertumbuhan perusahaan mereka sebesar 6.000 persen. Hal ini kami harapkan dapat menjadi nilai tambah bagi perekonomian di Indonesia, khususnya Batam,” kata Dendi.

 

(red/BP Batam)

 

Polda Kepri akan mengadakan Program polri peduli penghijauan

0

Batam- Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Indonesia dan Hari sejuta pohon sedunia yang  jatuh pada tanggal 10 Januari 2020, Polda Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan jajarannya akan melaksanakan program polri peduli penghijauan, Selasa (07/01/2020).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt mengatakan untuk menggapai penghijauan di Provinsi Kepulauan Riau maka Polda Kepri akan menanam sejuta pohon.

“Polda Kepri untuk menanam sejuta pohon tersebut dibantu Polsek Belakang Padang, Polsek Nongsa, Polsek Kawasan Bandara Hang Nadim, Polsek Batu Ampar, Polsek Bengkong, Polsek Lubuk Baja, Polsek Batam Kota, Mako Satbrimob Polda Kepri, Polsek Bintan Utara Polres Bintan, Polsek Gunung Kijang, dan Polsek Bintan Timur,” kata Harry melalui rilisnya kepada elitnews.com, Senin (06/01/2020).

Harry menerangkan bahwa akan digelar di disekitaran lapangan sepak bola Polda Kepri dan dibelakang Rumah Sakit Bhayangkara.

“Pastinya dalam kegiatan tersebut didahului dengan Apel Kesiapan di Dataran Engku Putri Batam Center yang akan dihadiri oleh TNI-Polri dan Pemerintahan Daerah. Pada saat itu Polda Kepri akan menanam sebanyak 4800 pohon,” ujar Harry.

Masih menurut Harry manfaat dari pohon tersebut ditanam adalah untuk memberikan kesegaran udara dan buahnya nanti bisa juga dinikmati bersama. “Pohon Sirsak, Pohon Durian, Pohon Jambu Bol, Pohon Nangka atau Cempedak, Pohon Ketapang, Pohon Pucuk Merah dan Pohon Daun Salam,” papar Harry.

Harry menegaskan ada sebanyak 3.750 M² yang merupakan lahan kosong. “Sayang kalau lahan seluas itu tidak dimanfaatkan. Oleh sebab itu polda Kepri dan jajarannya menanam pohon untuk terwujudnya Kepri menjadi asri,” tutup Harry.

(red/Humas)

Muskercab PPP Tahun 2020, Ngesti Harapkan Sinergi dan Dukungan Wujudkan Iklim Politik yang Kondusif Jelang Pilkada

0

Natuna – Wakil Bupati Natuna Dra.Hj.Ngesti Yuni Suprapti, MA menghadiri Acara memperingati Hari Lahir ke 47 Tahun disejalankan dengan Musyawarah Kerja Cabang Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Tahun 2020, bertempat di Hotel Central Ranai, Senin (6/01/2019) Siang.

Turut hadir dalam acara tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah terkait, Kapolsek Bunguran Timur, Pengurus Partai DPC PPP, para kader PPP dan Anak Yatim Piatu sekitar Bunguran Timur.

Dalam sambutannya Ngesti atas nama Pemerintah Daerah mengucapkan selamat hari lahir ke-47 Tahun, bagi segenap pengurus beserta kaderPPP, semoga partai ini terus mampu menjadi media umat dalam menyampaikan aspirasi, selain itu kontribusi yang telah diberikan oleh kader partai ini melalui lembaga legislative diharapkan dapat benar-benar mendukung pembangunan daerah kerarah yang lebih baik.

Menurut Ngesti, momentum Muskercab ini memiliki nilai penting, terutama bagi PPP untuk mengevaluasi program kerja dan menganalisa kelemahan dan kekuatan partai dalam merespon Pembangunan ditengah masyarakat.

Keberadaan partai pada dasarnya merupakan alat juang dalam mewujudkan kedaulatan rakyat, untuk itu Ngesti mengatakan bahwa Natuna sangat memerlukan kader-kader partai yang mampu menjadi penggerak pembangunan. Oleh karenanya evaluasi program kerja sangat dibutuhkan, terutama guna meningkatkan kapasitas kader partai.

Ngesti juga mengajak seluruh pengurus dan kader partai PPP khususnya dan seluruh partai yang aktif di Kabupaten Natuna untuk terus memberikan dukungan dalam pelaksanaan pembangunan daerah, terutama beberapa agenda besar yang akan digelar pada 2020 ini, seperti MTQ tingkat Kabupaten Natuna, April, Popda Tingkat Provinsi Kepri dan Pilkada pada September mendatang.

Pada kesempatan yang sama Ketua Wilayah PPP Provinsi Kepri, H. Syarifuddin Hakam,SH,MH, dalam sambutannya ketika membuka secara resmi kegiatan tersebut mengakui bahwa dalam beberapa momentum pemilu beberapa waktu belakangan terjadi penurunan elektabilitas partai.

Hendaknya dalam Muskercab kali ini, seluruh pengurus melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk selanjutnya dibenahi bersama, walau diakui juga bahwa beberapa tahun belakangan terjadi berbagai kejadian yang melanda tubuh partai tersebut. Namun dengan kebersamaan, dirinya optimis PPP akan dapat bangkit menjadi partai yang sangat dipercaya oleh masyarakat untuk memperjuangkan nasib pembangunan kedepan.

Syarifuddin juga menjelaskan bahwa momen kali ini juga sangat penting, terutama melalui jalinan silaturrahmi guna menyongsong pelaksanaan Pilkada, tentunya pelaksanaan yang jujur, adil, bebas rahasia harus dapat dijunjung tinggi guna mewujudkan pemilu yang lebih berwibawa.

Dirinya menekankan bahwa kesuksesan Pilkada kali ini akan menentukan arah pembangunan Kabupaten Natuna kedepan, terlebih lagi isu Natuna sebagai daerah perbatasan belakangan mencuat dan menjadi perhatian banyak pihak.

Kepada Ketua DPC Syarifuddin juga berpesan agar selalu melakukan konsolidasi dan membangun koordinasi yang baik, terutama bagi mewujudkan iklim politik yang kondusif menjelang Pilkada nanti.

 

(red/Humas)

Polres Sleman Bekuk Guru SD Pencabul 12 Siswi

0

Sleman – Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta terpaksa harus merasakan dinginnya teralis besi Polres Sleman lantaran mencabuli 12 siswinya.

Aksi bejat SUP tersebut, diketahui usai siswinya mengikuti kemah di Lapangan Mororejo, Kecamatan Tempel, Sleman pada 13 Agustus 2019 lalu. SUP yang juga wali kelas 6 di sekolah itu masuk ke tenda perempuan. Di sana, SUP meraba bagian sensitif siswinya.

“Tersangka SUP oknum guru ini melakukan cabulnya terakhir 13 Agustus 2019. Pada saat siswa melaksanakan kemah di Tempel. Oknum (guru) ini masuk ke tenda perempuan dan melakukan perbuatan cabul, meraba payudara dan kelamin kepada empat siswa perempuan yang tidur di tenda. Ini kejadian paling terakhir,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Sleman, Iptu Bowo Susilo di Mapolres Sleman, Selasa (7/1/2020).

Bowo menjelaskan, setelah diraba, salah seorang siswi yang jadi korban mengadu ke guru yang lain. Siswi itu menceritakan kejadian malam hari sebelumnya. Orang tua korban pun kemudian mengetahui dan melapor ke Polres Sleman pada 22 Agustus 2019.

SUP diketahui juga pernah melakukan pencabulan pada siswi lain di Unit Kesehatan Sekolah (UKS). Sejak kasus itu mencuat, SUP juga sudah tidak mengajar dan ditarik ke Dinas Pendidikan Sleman.

“Siswi lainnya sebetulnya ada, melakukan penyelidikan yang awal itu sampai 12 siswi yang jadi korban. Namun karena pertimbangan psikologis yang bisa dimintai keterangan sebagai korban dan saksi di unit PPA ada enam anak. Yang enam lainnya kita tidak melakukan pemeriksaan dari orang tuanya juga mempertimbangkan psikologis anak tidak diperbolehkan,” kata Bowo.

Pencabulan di UKS yang terjadi bulan Juli itu memiliki modus yang berbeda. SUP seakan-akan mengajarkan pelajaran IPA soal reproduksi. Siswi-siswinya diminta masuk satu per satu dan di sana terjadilah pencabulan. SUP meraba bagian sensitif siswinya.

Agar aksinya tidak diketahui orang lain, SUP mengancam siswi-siswinya agar tidak membeberkan peristiwa tersebut. Jika siswinya nekat membeberkan maka diancam mendapat nilai C dan tidak lulus.

Bowo mengatakan polisi baru menetapkan SUP sebagai tersangka pada 8 Desember 2019. Padahal, SUP dilaporkan sejak Agustus 2019. Bowo mengakui institusinya lama menetapkan SUP sebagai tersangka.

Bowo Susilo menjelaskan,lamanya penetapan SUP sebagai tersangka itu karena polisi harus melengkapi alat bukti.

“Penetapan tersangka tanggal 8 Desember 2019. Proses agak panjang karena yang dilaporkan guru. Kita betul-betul melengkapi alat bukti, alat bukti yang kita lengkapi prosesnya panjang juga termasuk visum psikiatrikum. Kita lakukan pemeriksaan psikiater anak mengalami cemas, sedih dan perasaan ketakutan yang berlebih. Dengan alat bukti (visum) tersebut SUP kita tetapkan tersangka,” ujarnya.

Pelaku ini untuk jadi untuk kepuasan diri untuk melakukan suatu perbuatan cabul. Sudah punya keluarga, anak dua dan istri. SUP dijerat Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo Pasal 76e UU tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

“Karena tersangka ini tenaga pendidik, ancaman hukumannya diperberat di Pasal 82 ayat 2 itu, apabila tersangka adalah sebagai tenaga pendidik atau orang tua wali ancaman hukumannya diperberat sepertiganya. Ini ancaman hukumannya 15 tahun,” ujarnya.

 

(red/Tanto)

Senator Kepri: Jangan Pandang Laut Cuma Sebagai Batas Negara

0

Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Provinsi Kepulauan Riau Haripinto Tanuwidjaya mengingatkan wilayah laut termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia harus dijaga dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat Indonesia.

Oleh karena itu, kawasan perbatasan laut kata Haripinto, jangan cuma dipandang sebagai batas-batas negara, tapi harus juga diposisikan sebagai sumber ekonomi untuk mensejahterakan bangsa dan nelayan Indonesia. Kalau nelayan Indonesia bisa lebih sejahtera dari hasil menangkap ikan, Haripinto yakin, mereka akan dengan gigih mempertahankan wilayah tangkapannya dari pencurian ikan oleh nelayan asing.

“Agar kedua kepentingan itu bisa berjalan secara seimbang, maka aparat keamanan laut kita harus hadir dan mendukung sepenuhnya para nelayan Indonesia,” kata Haripinto, saat dihubungi wartawan, Selasa (7/1/2020), menyikapi terjadinya penerobosan batas wilayah laut oleh nelayan Tiongkok bersama Coast Guard Tiongkok, di perairan utara Natuna, Provinsi Kepuluan Riau.

Dikatakannya, salah satu cara yang sangat mungkin ditempuh Pemerintah Indonesia agar wilayah laut dan ZEE Indonesia terjaga dan nelayan Indonesia bisa sejahtera dari hasil tangkapannya adalah memperbaiki regulasi yang memberikan kemudahan bagi nelayan Indonesia untuk menangkap ikan.

“Regulasinya diperbaiki dong, dengan cara memberi kemudahan kepada nelayan Indonesia. Armada nelayan kita juga harus dipermudah izinnya sehingga dapat bersaing dengan nelayan-nelayan asing.
Selama beberapa tahun ini armada nelayan yang di laut lepas merasa kesulitan perihal perizinannya,” ungkap Haripinto.

Beda halnya dengan para nelayan dari negara tetangga. “Para nelayan asing kalau tangkap ikan diperkuat dengan armada induk sebagai transhipment. Di kita, tidak boleh itu. mestinya boleh saja pakai kapal induk yang diperkuat dengan teknologi pemantau atau cctv untuk mengetahui jumlah tangkapan, disamping tetap mengutamakan faktor ramah lingkungan,” sarannya.

Kalau di Indonesia lanjut Haripinto, sudahlah kapal nelayan kecil-kecil, juga dilarang didampingi kapal induk dan tidak boleh ada transhipment. Kalau kapal nelayan berukuran kecil itu sudah tangkap ikan, harus kembali ke darat. “Mestinya, nelayan-nelayan kita dipermudah izinnya untuk beroperasi di semua wilayah laut Indonesia dan disesuaikan armadanya dengan tingkat kesulitan wilayahnya,” ujar dia.

Selain itu, Senator Haripinto juga meminta ego sektoral masing-masing instansi harus dihilangkan agar efektivitas keamanan wilayah dan nelayan Indonesia terjamin. “Bakamla harus mengkoordinir secara efektif dan efisien seluruh operasi pengamanan di laut Indonesia. Untuk urusan pertahanan sarannya, tetap TNI Angkatan Laut.

“Untuk menjalankan tugas Bakamla sebagai koordinasi tersebut, Kepres atau perintah presiden mungkin cukup, asal didukung oleh Parlemen dan masyarakat Indonesia, itu yang penting menurut saya,” pungkasnya.

 

 

(red/release)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga