8.6 C
New York
Monday, April 27, 2026
spot_img
Home Blog Page 860

Lanud RSA Peduli Korban Kebakaran Bagikan 250 Nasi Bungkus

0

Natuna (BT) Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad Ranai peduli bencana kebakaran membagikan 250 nasi bungkus bagi korban kebakaran di Kampung Tua Penagi, Ranai, Natuna, Rabu (04/09/2019) Siang.

Hal ini disampaikan Danlanud Raden Sadjad Ranai, Kolonel Penerbang Failyanto melalui Kadis OP Letkol POM
Fanny Philip kepada sejumlah awak media saat jumpa pers.

” Ini juga arahan dan perintah atasan agar segera membantu warga korban kebakaran semaksimal mungkin.” ucapnya.

Fanny bersama personil turut membagikan nasi bungkus kepada korban bencana kebakaran warga penagi, pihak Lanud RSA juga menyiapkan tenda dan Valbad untuk tempat penampungan sementara.

Fanny juga mengatakan akan membantu para korban kebakaran untuk memindahkan barang-barang milik mereka dan juga menyiapkan beberapa unit Mobil truck untuk membantu membersihkan puing-puing kebakaran.

Kata Fanny hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI-AU kepada warga masyarakat penagi untuk membantu sesama untuk meringankan beban para korban kebakaran, pungkasnya.

Selain itu sejumlah personil TNI-AU turut menolong warga masyarakat untuk menyelamatkan barang-barang disaat api berkobar dan membantu petugas Damkar memadamkan api dengan mengerahkan 2 (Dua) unit Mobil pemadam kebakaran.

Pada akhirnya, amukan api dapat dikendalikan setelah dua jam berjibaku dengan sijago merah dan 5 (lima) unit rumah milik warga rata dengan tanah.

Beruntung dalam musibah ini tidak ada korban jiwa, kerugian akibat kebakaran diperkirakan ratusan juta rupiah.

Penyebab kebakaran hingga saat ini masih dalam penyidikan aparat keamanan.

(Red/Pohan)

Presiden Jokowi Bahas Langkah Antisipasi Pelambatan Ekonomi Global

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta jajarannya untuk segera menginventarisasi segala regulasi mengenai ekonomi dan investasi yang dirasa menghambat gerak pemerintah dalam upaya meningkatkan laju ekonomi nasional.

Hal itu disampaikan oleh Presiden saat memimpin rapat terbatas bersama jajaran terkait untuk membahas langkah-langkah dan antisipasi dalam menanggapi perkembangan ekonomi dunia.

“Saya minta seluruh kementerian yang berkaitan dengan ekonomi menginventarisasi regulasi-regulasi yang menghambat,” ujarnya di Kantor Presiden, Jakarta, pada Rabu, 4 September 2019.

Presiden menjelaskan, pertumbuhan ekonomi global yang saat ini tengah melambat menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi resesi yang semakin besar. Indonesia harus segera merespons kekhawatiran tersebut dan menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengurangi atau menghindari dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi global tersebut.

“Langkah-langkah antisipatif diharapkan sudah benar-benar secara konkret kita siapkan dan kita berharap perlambatan pertumbuhan ekonomi, kemudian dampak dari resesi yang semakin besar ini, bisa kita hindari,” kata Presiden.

Menurutnya, langkah tercepat yang dapat dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi hal tersebut ialah dengan meningkatkan investasi yang masuk. Inventarisasi regulasi yang dirasa menghambat merupakan langkah awal untuk membenahi sistem perizinan dan investasi di Indonesia.

Dalam rapat terbatas tersebut, Kepala Negara memaparkan bahwa sekira kurang lebih dua bulan lalu, terdapat 33 perusahaan mancanegara yang keluar dari Tiongkok. Dari jumlah tersebut, sebanyak 23 di antaranya memilih untuk berinvestasi di Vietnam, sedangkan 10 lainnya memilih Malaysia, Thailand, dan Kamboja.

Tidak ada satu pun dari perusahaan-perusahaan tersebut yang memilih untuk berinvestasi di Indonesia. Presiden mengatakan bahwa hal itu harus menjadi catatan tersendiri dan meminta jajarannya untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Nanti seminggu lagi kita akan bicara mengenai masalah bagaimana segera menyederhanakan peraturan-peraturan yang menghambat dan memperlambat itu,” tuturnya.

Terkait puluhan perusahaan yang berinvestasi di negara-negara tetangga tersebut, Presiden menelusuri dan memperoleh hasil bahwa yang menjadi salah satu alasan mereka ialah soal kecepatan. Di Vietnam misalnya, hanya butuh waktu 2 bulan bagi suatu perusahaan untuk dapat masuk dan berinvestasi ke sana.

“Kita bisa bertahun-tahun. Penyebabnya hanya itu, enggak ada yang lain. Oleh sebab itu, tadi saya suruh kumpulkan regulasi-regulasi ya itu, larinya nanti ke sana,” imbuhnya.

Lebih jauh, selain meminta inventarisasi regulasi-regulasi yang menghambat, Kepala Negara juga meminta jajarannya untuk menginventarisasi perusahaan-perusahaan mancanegara yang sudah berkomitmen untuk menanamkan investasinya di Indonesia namun masih mengalami kendala sehingga belum dapat terealisasi. Ia memberikan waktu selama satu minggu ke depan untuk dapat mengumpulkan data-data tersebut.

“Semuanya akan kita cek satu per satu daftarnya sehingga betul-betul mereka merasa dilayani,” ia menambahkan.

Sebelum mengakhiri sesi pengantar rapat terbatas tersebut, Presiden Joko Widodo juga mengingatkan jajarannya untuk terus mengawasi persoalan-persoalan yang berkaitan dengan investasi ini.

Dampingi mereka sampai terealisasi. Kita ini jangan kayak pejabat minta dilayani, kita (yang) melayani,” tandasnya.

 

(red/Seskab)

Kota mandiri Nuvasa Bay Batam tawarkan tiga keuntungan bagi para investor

0

Batam –  Sebagai developer terbesar di Indonesia, Sinar Mas Land terus melakukan upaya pengembangan proyek Nuvasa Bay seluas 228 hektar menjadi kota mandiri terbesar dan terlengkap di Batam.

Dengan perencanaan yang matang, Nuvasa Bay Batam akan memberikan tiga keuntungan bagi para investornya.

Margiman, Division Head Batam & Karawang Sinarmas Landmenjelaskan bahwa keuntungan pertama berinvestasi di Nuvasa Bay adalah keuntungan modal atau capital gain dari kenaikan nilai propertinya.

Salah satu potensi keuntungan ini dilihat dari strategisnya lokasi Nuvasa Bay di area Nongsa, yang dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 menit dari Singapura melalui Terminal Feri Nongsa Pura, 15 menit dari Bandara Internasional Hang Nadim, dan kedepannya hanya 15 menit menuju Nuvasa Bay dari Batam Center melalui jembatan outer ring road.

“Keuntungan kedua yang diperoleh adalah Nuvasa Bay sebagai rumah untuk berlibur (holiday home) bagi keluarga. Nuvasa Bay memiliki garis pantai sepanjang 1,2 km dan menawarkan beragam aktivitas yang memberikan pengalaman berbeda bagi pemilik properti disana. “katanya

Menurutnya, Pemandangan alam yang luar biasa indah menghadap birunya pantai Nongsa, dan hijaunya lapangan golf Palm Springs, serta wahana permainan keluarga Seaforest Adventure, menjadikan Nuvasa Bay sebagai tempat ideal untuk berlibur bersama keluarga,” jelas Margiman.

Menurutnya, hunian The Nove Batam merupakan klaster pertama Nuvasa Bay yang menawarkan beragam fasilitas untuk dapat dinikmati oleh para pemiliknya, seperti kolam renang, gym, sky garden, jogging track, taman, dan banyak fasilitas lainnya.

“Para pemilik unit juga bisa menikmati keindahan pantai dengan pemandangan yang langsung mengarah ke Singapura, berolahraga di Palm Springs Golf, atau menikmati aktivitas seru di Sea Forest Adventure bersama keluarga,” ungkapnya.

Potensi besar lain dari memiliki properti Nuvasa Bay Batam adalah peluang untuk menyewakan properti kepada wisatawan.

“Nongsa saat ini merupakan area destinasi pariwisata unggulan di Batam yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara, sehingga resort bernuansa alam menjadi keunggulan yang bisa ditonjolkan di sini. Dinas Pariwisata Kota Batam pun terus memberikan dukungannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nongsa. Ke depannya, tak bisa dipungkiri potensi Nongsa akan semakin terlihat,” papar Margiman.

“Terlebih Nuvasa Bay saat ini memiliki salah satu lapangan golf terbaik di Batam, Palm Springs Golf. Dengan pemain yang datang dari berbagai negara, maka kebutuhan akan penginapan akan semakin meningkat, dan ini menjadi kesempatan yang potensial bagi pemilik unit The Nove untuk menyewakan hunian mereka,” lanjutnya.

Selain sebagai destinasi pariwisata, area Nongsa juga akan dikembangkan sebagai kawasan pengembangan ekonomi digital, khususnya start-up, sehingga akan menarik banyak tenaga kerja.

“Satu hal lagi, bahwa potensi sewa properti di Nuvasa Bay sangat tinggi. Selain karena banyaknya pemain asing yang main di lapangan golf Palm Springs yang membutuhkan tempat menginap, saat ini juga Nongsa menjadi pusat pengembangan ekonomi digital di Batam. Para pekerja digital ini tentu membutuhkan hunian yang dapat memenuhi kebutuhan mereka, dan The Nove @ Nuvasa Bay adalah pilihan yang tepat,” tutup Margiman.

(red/GM)

Kebakaran Hebat Hanguskan 5 Rumah Warga Di Kampung Tua Penagi

0

Natuna (BT) Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Kampung Tua Penagi, Kelurahan Batu Hitam, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Kepri, Rabu (04/09/2019) pukul 09.15 Wib, mengakibatkan lima rumah hangus dilalap sijago merah.

Api kebakaran diduga berasal dari rumah kosong milik AKI sudah lama ditinggal pemiliknya.

Angin Kencang membuat api yang semakin membesar kemudian merembet dan menghanguskan lima rumah warga padat penduduk dan letak rumah yang saling berdekatan terlebih material bangunan rumah milik warga terbuat dari papan.

Pendaftaran lomba Pawai Ta’ruf Tingkat Kota Batam masih dibuka, Total hadiah 69 juta

0

Batam-  Kesra Kota Setdako Batam masih membuka pendaftaran lomba Pawai Ta’ruf Tingkat Kota Batam dalam rangka 1 Muharam 1441 Hijriah, Minggu (8/9) di Dataran Engku Putri.

Bagian Kesra Setdako Batam sudah menyiapkan hadiah total Rp69 juta untuk pemenang. Masyarakat Kota Batam yang ingin mengikuti lomba pawai ta’ruf ini dapat mendaftar langsung ke nomor WA Bagian Kesra Setdako Batam 081270408230.

“Jika daftar melalui WA sesuai format nama sekolah/organisasi, nama penanggungjawab/koordinator, nomor Hp penanggungjawab/koordinator, alamat jengkap, jumlah peserta dan kategori yang diikuti. Boleh juga langsung datang langsung ke Kantor Bagian Kesra Setdako Batam pada jam kerja di lantai II Kantor Walikota,” jelas Kabag Kesra Setdako Batam, Riama Manurung Selasa (3/9) 2019.

Adapun kategori yang diperlombakan, kategori TK sederajat, kategori SD sederajat, kategori SLTP sederajat, kategori SLTA sederajat, kategori Majelis Taklim dan kategori umum.

“Pendaftaran paling lambat tanggal 5 September,” sebutnya.

Adapun kriteria penilaian perlombaan meliputi kekompakan, kreasi, kerapian dan keserasian. Tema dan yel-yel juga akan dinilai oleh juri.

“Jumlah peserta pawai ta’ruf maksimal 25 orang satu grup,” tuturnya.

Adapun rute pawai ta’ruf dimulai dari Dataran Engku Putri, Bundaran BP Batam, Bundaran Tuah Madani, Simpang Masjid Agung dan finish di Dataran Engku Putri. Untuk kategori TK dimulai dari Dataran Engku Putri, Bundaran BP, BCM, Simpang Masjid Raya dan finis di Dataran Engku Putri.

“Peserta pawai ta’ruf ini akan dilepas langsung oleh Bapak Walikota. Kami mengimbau warga Batam dapat berpartisipasi mengikuti pawai ta’ruf dalam rangka menyambut tahun baru Islam 1441 Hijriah,” pungkasnya.

 

 

(red/hp/GM)

Presiden Jokowi Bahas Implementasi Peta Jalan Industri 4.0

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo pada Selasa, 3 September 2019, memimpin rapat terbatas mengenai percepatan penerapan peta jalan industri 4.0 yang digelar di Kantor Presiden, Jakarta. Bersama dengan jajaran terkait, Kepala Negara membahas tindak lanjut dari peta jalan industri 4.0 yang telah diluncurkan pada 4 April 2018 lalu.

Melalui peta jalan yang saat itu digagas oleh Kementerian Perindustrian dengan tema “Making Indonesia 4.0”, pemerintah hendak mengupayakan revitalisasi industri Indonesia secara menyeluruh.

“Ini kita perlukan agar langkah-langkah kita menghadapi perubahan global yang sangat cepat terutama datangnya revolusi industri jilid ke-4 ini betul-betul jelas, terukur, dan terintegrasi,” ujar Presiden dalam sesi pengantar rapat terbatas tersebut.

Saat ini, revolusi industri keempat yang berbicara tentang implementasi teknologi automasi dan pertukaran data dalam bidang industri tengah mentransformasi dunia. Menyambut perubahan tersebut, Kepala Negara menekankan bahwa Indonesia harus berani berubah dan melakukan pembenahan secara besar-besaran.

“Kita harus berani berubah. Berani melakukan berbagai lompatan dan langkah-langkah terobosan yang dimulai dari perbaikan regulasi yang tidak sinkron, peningkatan kualitas SDM, membangun ekosistem inovasi industri yang baik, peningkatan insentif-insentif untuk investasi di bidang teknologi, kemudian juga mendesain ulang zona-zona industri sampai dengan perbaikan alur aliran bahan materialnya,” ucapnya.

Pemerintah sendiri, dalam peta jalan tersebut, menjadikan lima industri nasional sebagai fokus implementasi industri 4.0 di tahap awal. Kelima industri prioritas tersebut ialah industri makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik, dan kimia.

Dalam pengantarnya itu, Presiden Joko Widodo meminta jajaran terkait untuk berkonsentrasi dalam membenahi dan memperbaiki struktur industri prioritas tersebut sehingga mampu mendorong peningkatan ekspor dan investasi serta mewujudkan pembukaan sepuluh juta lapangan kerja baru di tahun 2030 di mana industri Indonesia pada saat itu diharapkan telah mampu mengimplementasikan industri 4.0 dan bersaing dengan negara-negara lainnya.

“Saya yakin kalau kita konsentrasi memperbaiki struktur industri nasional kita sehingga makin kuat, maka kita akan mampu meningkatkan PDB secara signifikan dan terutama mendorong peningkatan ekspor dan investasi. Juga tidak kalah pentingnya adalah peningkatan lapangan pekerjaan yang baru, yang bisa menampung lebih banyak lagi tenaga-tenaga kerja yang ada di negara kita,” tandasnya.

 

(red/sekneg)

Kajati Kepri Tinjau Proyek Penataan Kawasan Pantai Kencana Ranai

0

Natuna (BT) Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau, Edy Birton meninjau lokasi proyek pembangunan Penataan Kawasan Pantai Kencana Ranai tahap akhir, didampingi Sekda Natuna Wan Siswandi, dan Asintel Agustian SH.MH, Aspidsus Tety Sam, SH.MH

Warga Sedanau Keluhkan Jalan Rusak dan Berlobang

0

Natuna (BT) Kondisi jalan Genting Kelurahan Sedanau depan Puskesmas tepat tengah kota tampak rusak dan berlobang. Pemandangan yang sama juga terlihat di jalan Sudirman Raya mulai dari arah laut hingga kedarat juga mengalami kerusakan yang sama.

Presiden Jokowi: Kita Butuh Hukum Tata Negara yang Memandu untuk Bergerak Cepat dan Selamat

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo membuka Konferensi Hukum Tata Negara ke-6 yang diadakan di Istana Negara pada Senin, 2 September 2019. Acara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 250 pemerhati hukum tata negara dari seluruh Indonesia.

Di hadapan para pemerhati hukum tata negara tersebut, Kepala Negara saat memberikan sambutan melontarkan sebuah pertanyaan yang relevan dengan kondisi global saat ini. Yakni, bagaimana hukum tata negara dan administrasi negara menyambut perubahan global yang sedemikian cepat.

“Bagaimana respons hukum tata negara dan hukum administrasi negara kita terhadap dunia yang sekarang ini sudah sangat berubah?” tanya Presiden.

Di era perubahan ini, menurut Presiden, sering ditemukan perubahan-perubahan dalam berbagai bidang yang belum mampu dijangkau secara cepat oleh regulasi. Hal tersebut tak hanya terjadi di Indonesia saja, banyak negara juga membicarakan hal yang sama.

“Kemarin di Osaka, di G20, berbicara satu saja belum bisa ada yang memberi contoh mengenai hukum untuk pajak digital. Ini baru satu, belum nanti yang lain-lain. Ini pun masih perdebatan semua negara bagaimana memajaki sistem online,” ucapnya.

Hal-hal seperti itu yang dikatakan oleh Presiden harus segera direspons, termasuk oleh kalangan hukum tata negara dan administrasi negara. Regulasi dan hukum, kata Presiden, harus responsif dan mampu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang ada.

“Hukum kita, termasuk hukum tata negara, harus responsif, harus fleksibel, terhadap perubahan-perubahan ini. Hukum tata negara kita harus membuka ruang-ruang terobosan dan mendorong lompatan-lompatan,” tuturnya.

Dalam pemerintahan, Presiden Joko Widodo sering mengalami sendiri betapa regulasi atau hukum yang ada malah justru mempersulit diri sendiri. Sejumlah rencana maupun keputusan untuk merespons perubahan justru terbentur oleh aturan maupun hukum yang dalam sejumlah kesempatan dikatakan olehnya berbelit-belit.

Hal inilah yang diminta Presiden untuk dipikirkan bersama sehingga ke depan hukum dapat memberikan fleksibilitas bagi kita dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat.

“Perubahan yang sangat cepat ingin kita respons dengan pelaksanaan di lapangan yang cepat (tapi) tidak bisa juga karena hukum kita yang mengatur yang itu tidak memungkinkan saya jalankan,” kata Presiden.

Persaingan yang muncul akibat perubahan cepat tersebut tak bisa dipandang remeh. Ia menegaskan, saat ini untuk dapat memenangkan persaingan dibutuhkan kecepatan suatu negara dalam merespons perubahan. Maka, Indonesia butuh hukum tata negara yang memberikan ruang fleksibilitas yang lincah.

“Kita membutuhkan hukum tata negara yang memandu kita untuk berjalan cepat dan selamat. Cepat tapi selamat. Enggak bisa hanya dapat selamatnya tapi enggak cepat, (bisa) ditinggal kita,” ujarnya.

Selain itu, menurutnya, perlu dikaji pula bagaimana cara terbait untuk mengatur hubungan antarlembaga pemerintahan baik secara vertikal maupun horizontal sehingga muncul adanya kepaduan dan kecepatan dalam mengeksekusi kebijakan-kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah.

“Saya berharap konferensi ini benar-benar melihat jauh ke depan. Kita membutuhkan inovasi-inovasi gagasan dari bapak/ibu para pakar sehingga tata negara dan administrasi negara kita dapat membuat bangsa kita bergerak dalam membangun Indonesia maju ke depan,” tandasnya.

Untuk diketahui, turut hadir dalam konferensi tahunan tersebut di antaranya ialah Prof. Dr. Moh. Mahfud MD selaku Ketua Umum Asosiasi Pengajar Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara (APHTN HAN), Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

 

(red/GM)

Kakansar Natuna : Ucapkan Selamat Atas Pelantikan 20 Anggota DPRD Natuna Yang Baru

0

Natuna (BT) Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna Mexianus Bekabel, S.Sos mengucapkan selamat atas dilantiknya 20 anggota DPRD Kabupaten Natuna, Senin (02/09/2019).

“Semoga menjadi anggota wakil Rakyat  yang dapat mewarnai kebijakan pemerintah Kabupaten Natuna semata-mata untuk menyambung aspirasi rakyat. Harapan saya adalah para anggota DPRD yang dilantik rajin untuk mendengar keluhan warga,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga