8.6 C
New York
Wednesday, April 22, 2026
spot_img
Home Blog Page 887

Kapolri dan Panglima TNI Kunker ke Pulau Nipah Kepri

0

Batam – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kepulauan Riau (Kepri) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sabtu, (27/7/2019).

Dalam kunker kali ini, Panglima TNI dan Kapolri bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam sekitar pukul 09.00 WIB dengan menggunakan pesawat TNI AU A-7307, disambut oleh Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto bersama Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI MS Fadillah dan para Pejabat Utama TNI/Polri yang ada di Kepri.

Kapolri bersama Panglima TNI beserta rombongan mdi Pos TNI AL Pulau Nipah mengunjungi personil TNI-Polri yang bertugas pengamanan perbatasan Pulau Nipah, Sabtu .

Hadir pada kesempatan tersebut, Kapolda Kepri Irjen Pol. Andap Budhi Revianto, S.I.K bersama para Pejabat Utama Polda Kepri,hadir juga Kabaharkam Polri, Asops Panglima TNI dan Kapolri, Karo Penmas Divhumas Polri, Askomleg Panglima TNI, Pangdam I/BB, Aspers Panglima TNI serta Dankoarmada I.

Disambut dengan tradisi Melayu Kepri Zikir Barat, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memberikan arahan kepada personil Posal Pulau Nipah dan Personil Perbatasan TNI Polri.

“Kunjungan ke Pulau Nipah bersama Bapak Kapolri sebelumnya sudah direncanakan. Pulau Nipah merupakan pulau terdepan di NKRI,” ujar Panglima TNI.

Menurutnya, Pulau Nipah sangat-sangat strategis, berhadapan langsung dengan jalur internasional.

Sehingga, kata dia, memerlukan alat deteksi pemantau jalur orang, barang yang keluar dan masuk.

“diharapkan dengan adanya alat deteksi itu niat yang kurang baik untuk memasukkan narkoba, miras dan sebagainya bisa ditindak dengan personil Angkatan Laut, serta diserahkan kepada pihak Kepolisian.”ungkap Panglima

Pada kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D.mengatakan, bahwa menjaga keutuhan NKRI adalah kewajiban bersama.

“Seluruh elemen bangsa Indonesia. Dalam tugas pokok TNI adalah garda terdepan. Tidak berarti unsur-unsur lain harus diam,” ujar Kapolri.

Lanjutnya, Kepolisian berusaha untuk mendukung dengan berbagai upaya untuk menjaga keutuhan NKRI. Pulau Nipah ini pulau terluar yang sangat dekat berbatasan dengan Singapura. Pulau yang sangat strategis karena ini menjadi salah satu titik batas wilayah.

“Transnasional crime terjadi karena sangat dekat dengan negara Singapura dan Malaysia. Kekuatan yang ada juga ditugaskan untuk menjaga jangan sampai terjadi kejahatan lintas batas,” pungkasnya.

Sebagai apresiasi, Kapolri dan Panglima TNI memberikan bantuan 2 unit sepeda motor dan sebagai bentuk tali asih bersama-sama menanamkan pohon pada Pos TNI AL Pulau Nipah.

 

 

(red/tribrata/GM)

Kapolsek Teluk Bintan AKP Ganjar: Pengunaan pukat dapat merusak ekosistem laut

0

Bintan – Kepala Satuan Binmas Polres Bintan, AKP Suharjono, S.E. memimpin pelaksanaan kegiatan Kesepakatan Bersama Nelayan Penanganan Pukat Gong-Gong dan Pukat Udang oleh Nelayan Desa Penghujan.

Bertempat di Balai Pertemuan Kantor desa Pengujan, Kec. Teluk Bintan, Jumat (26/7/2019), kegiatan berlangsung dengan dihadiri  Kasat Binmas Polres Bintan didampingi Kapolsek Teluk Bintan, Kepala Desa serta warga Desa Penghujan.

Kasat Binmas Polres Bintan, AKP Suharjono, S.E. menyampaikan bahwa kegiatan ini dalam rangka membahas solusi terkait penanganan Pukat Gong-Gong dan Pukat Udang bersama Nelayan di Desa Penghujan.

Salah seorang warga Desa Penghujan, Pak Mahdan memberikan masukan agar Polri bersama Dinas Perikanan dan Kelautan dapat mencari solusi terkait penanganan Pukat dan mensosialisasikan UU yang mengatur tentang Pukat dan ganti rugi alat tangkap terhadap Nelayan yang melakukan pukat.

“Karena seperti yang Bapak-Bapak sekalian tahu bahwa pukat tersebut kami lakukan sehari-hari guna memenuhi kebutuhan anak-anak dan merupakan faktor ekonomi masyarakat,” ungkapnya.

Kapolsek Teluk Bintan, AKP Ganjar Kristanto S.Sos, S.I.K bahwa terdapat UU Perikanan dan Kelautan yang mengatur tentang Pukat dengan ancaman hukuman 5 Tahun.

“Di UU tersebut tertera dengan jelas bahwa tidak dibenarkan Pukat. Oleh karenanya, mari selesaikan masalah ini secara kekeluargaan dengan menghargai kearifan lokal yang ada dan kami menghimbau agar tidak gunakan pukat dalam mencari Gong-Gong dan Udang,” ujar Kapolsek Teluk Bintan, AKP Ganjar Kristanto S.Sos, S.I.K.

Kapolsek Teluk Bintan juga berharap agar masyarakat Desa Penghujan tidak main hakim sendiri. “Penggunaan pukat ini nantinya dapat merusak ekosistem laut kita. Apabila tidak diindahkan, Polri tentunya akan melakukan penegakan terhadap Nelayan pelaku pukat,” tegasnya.

 

 

(red/tri/GM)

Festival Layang- layang Internasional Diikuti Puluhan Wisatawan Mancanegara

0

Natuna (BT) Dinas Pariwisata Kabupaten Natuna menggelar Funtourustic Festival 2019 event promosi wisata Natuna. Salah satunya Festival layang – layang tingkat Internasional diikuti 21 peserta mancanegara dari 10 negara benua Eropa, Asia dan Australia diantaranya, Jerman, Inggris, Francis, Australia, Filipina, China, Malaysia dan Singapore
turut serta berpartisipasi memeriahkan festival Funtouristic 2019.

Touris Mancanegara Hadiri Pembukaan Festival Funtouristic Event Promosi Wisata

0

Natuna (BT) – Sejumlah touris mancanegara asal Jerman, Inggris, Francis, Australia, Filipina, China, Malaysia dan Singapore hadiri pembukaan Festival Funtouristic di gelar di Pantai Kencana, Jalan Soekarno – Hatta Ranai, Natuna , Kepri, Sabtu (27/07/2019) pukul 20.10 Wib.

SAR Natuna Ajarkan Pengenalan Dasar Teknik Repling Bersama Insan Pers

0

Natuna (BT) Sejumlah insan pers di Natuna antusias mengikuti kegiatan latihan pengenalan dasar Repling diketinggian 12 meter di area fasilitas latihan tower Repling. Kantor Pencarian dan Pertolongan Natuna, lebih dikenal (SAR ) Jalan Adam Malik, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Sabtu, (27/07/2019) pukul 15.25 Wib.

Presiden Jokowi mengutus Mensesneg untuk menjenguk Buya Syafii

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutus Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Koordinator Staf Khusus Presiden Teten Masduki untuk menjenguk mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif, yang tengah dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (27/7) siang.

“Pak Presiden mendengar Buya sakit langsung kemarin pagi panggil saya dan Pak Teten, segera ke sana (menjenguk dan memantau kondisi terkini Buya). Pak presiden khawatir dengan Buya sakit itu,” kata Pratikno kepada wartawan usai sekitar satu jam menjenguk Buya Syafii.

Anggota Dewan Pengarah BPIP itu dirawat di RS PKU Muhammadiyah, Sleman, sejak Selasa (23/7) lalu, dan telah menjalani tindakan spesifik non operasi di Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Udara (RSPAU) Hardjolukito, Yogyakarta, pada Jumat (26/7) malam.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara Buya Syafii Maarif diduga mengalami gangguan di saluran kencing. (Setpres/ES)

Berat badan berlebih, Polres Lingga laksanakan Program OW

0

Lingga – Polres Lingga laksanakan Program OW (Over Weight) bagi Personil yang memiliki berat badan berlebih, Jumat (26/07/2019).

Program OW tersebut adalah program yang dirancang kepada Personil Polres Lingga untuk menurunkan berat badan sehingga terciptanya tubuh yang Proporsional.

Kapolres Lingga AKBP Joko Adi Nugroho, S.I.K., M.T. dalam hal ini diwakili Wakapolres Lingga KOMPOL Isa Imam Syahroni, S.I.K., M.H. mengatakan, bahwa program tersrbut ditujukan untuk personil Polres Lingga yang memiliki berat badan berlebih.

“Dengan adanya program ini ditambah melaksanakan olahraga rutin diluar jam dinas, kita pastikan tidak ada lagi Polisi yang gendut.”katanya

Ia mengatakan, tidak membatasi apabila ada personil Polres Lingga yang ingin bergabung dalam Program OW tersebut.

Senin kemarin, katanya menambahkan, kita telah datakan tinggi dan berat badan seluruh personil Polres Lingga, kemudian hari Rabu kemarin kita telah mulai program ini dengan mengajak lari sore seluruh peserta Program ‘OW’.

Dari data yang telah diterima, Total seluruh peserta yang tergabung dalam program OW sebanyak 71 Overweight dan 32 Obesity dari total 272 Personil Polres Lingga.

Pemerintah lanjutkan pembangunan jalan perbatasan Indonesia–Papua Nugini

0

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendorong penyelesaian pembangunan jalan perbatasan Indonesia–Papua Nugini dari Merauke hingga Jayapura di Provinsi Papua sepanjang 1.098 km. Salah satu ruas jalan perbatasan yang dikerjakan adalah Jalan Oksibil–Towe Hitam–Ubrup–Jayapura sepanjang 5,52 km, mulai dari KM 15.5 hingga KM 21.2 di Kabupaten Pegunungan Bintang.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengemukakan, tantangan dalam pembangunan jalan perbatasan di Papua adalah kondisi alam yang masih berupa hutan, pegunungan, dan cuaca. Disamping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas di Papua.

“Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap mengingat medan yang dilalui sangat berat karena harus melintasi pegunungan terjal, menembus hutan yang sangat sulit untuk para pekerja konstruksi dan mobilisasi alat kerja,” kata Basuki beberapa waktu lalu.

Paket ini dikerjakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya (persero) dengan biaya yang bersumber dari APBN sebesar Rp 108,5 miliar melalui skema tahun jamak kontrak. Masa pelaksanaannya 376 hari sejak awal tahun 2018 dengan masa pemeliharaan hingga 27 September 2019.

Pembangunan jalan baru dilakukan dengan peninggian badan jalan menggunakan tanah di sisi jalan. Ruas ini memiliki lebar badan jalan 7 meter dengan lebar bahu sisi kanan kiri masing-masing 2 meter.

Kendati kondisinya masih jalan tanah, keberadaan jalan baru ini telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat perbatasan di Papua. Waktu tempuh antar pusat ekonomi wilayah yang semula dalam bilangan minggu karena harus berjalan kaki, semakin singkat menjadi hitungan hari karena dapat dilintasi kendaraan. Apabila jalan sudah semakin baik kondisinya, maka waktu tempuh akan semakin singkat dalam hitungan jam.

Jalan ini juga merupakan jalan perintis yang menghubungkan distrik Limarum dengan Kota Oksibil.

Menteri PUPR berharap beroperasinya ruas jalan ini akan memperlancar konektivitas antar pusat ekonomi wilayah sehingga memudahkan transportasi barang dan manusia yang diyakini dapat berdampak pada penurunan harga barang dan jasa. Disamping itu juga memperkuat teritorial perbatasan Indonesia dengan Papua Nugini.

Sebelumnya pembangunan jalan perbatasan ruas Sota – Erambu – Bupul sepanjang 111 km saat ini kondisinya sudah 100 % teraspal. Selanjutnya pada ruas Bupul – Muting sepanjang 38 Km dan ruas Muting – Boven Digoel sepanjang 195 km juga sudah teraspal sehingga bisa dengan mudah dilalui kendaraan. Dari total jalan perbatasan dari Merauke – Jayapura sepanjang 1.098 km, hingga akhir tahun 2018 sudah tersambung 919 km.

 

 

(red /BKP Kementerian PUPR)

 

BP Batam Membuka Business Clinic di Singapura

0

Batam – BP Batam Membuka Klinik Berusaha (Business Clinic) di Singapura, tepatnya di 2nd Indonesia Investment Day 2019 yang menjadi event penting bagi BP Batam dalam mempromosikan berbagai program kerja BP Batam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Batam yang diselenggarakan di Hotel Ritz Carlton,( 26/7/2019)

Klinik Berusaha ini merupakan unit layanan baru BP Batam dalam mempermudah para calon investor yang akan berinvestasi di Batam dimana tugas utama unit klinik berinvestasi ini yaitu membantu tugas satgas dengan tujuan memfasilitasi percepatan penyelesaian permasalahan pelaksanaan berusaha baik masih dalam tahap perizinan, pembangunan dan operasional.

Unit layanan klinik berusaha ini berada di gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) dan diresmikan pada 1 Februari 2019 dan dihadiri oleh Sekretaris Menko Perekonomian Susiwijono, Wakil Walikota Batam Amsakar, Kepala BP Batam dan Ketua DPRD Kota Batam.

Dengan adanya klinik berinvestasi di kegiatan 2nd Indonesia Investment Day 2019 di Singapura ini menjadi momentum yang tepat bagi para calon investor yang berminat untuk nvestasi di Batam tetapi masih memiliki berbagai pertanyaan dan keraguan, ini adalah sarana dan waktu yang tepat. Karena sebagai pengelola KBPBB tentunya BP Batam akan memberikan pelayanan terbaiknya dalam melayani para calon investor khususnya di 2nd Indonesia Investment Day 2019.

Di kegiatan 2nd Indonesia Investment Day 2019 ini BP Batam melalui Klinik Berusaha melakukan 22 meeting atau pertemuan rapat dengan para calon investor untuk mengajak para pelaku usaha tersebut berdiskusi dan membahas serta mencari solusi terkait dengan berbagai kedala yang tentunya sering dihadapi oleh para calon investor.

Klinik Berusaha BP Batam ini di hadiri oleh Direktur Lalu Lintas Barang, Direktur Badan Pengelola Pelabuhan Batam, Direktur Pembangunan Sarana dan Prasarana, Direktur PTSP beserta GM Komersial dan Pengembangan Usaha BP Pelabuhan Batam, secara bersama melayani beberapa pelaku usaha yang mendatangi desk BP Batam untuk memberi informasi dan menjawab beragam pertanyaan mengenai kegiatan berusaha serta peluang Investasi di Batam

Kegiatan diawali dengan menerima kunjungan dari Director Business Development of Meinhardt (Singapore) Pte Ltd, Mr Johnson Paul yang menanyakan proses perkembangan Lelang KPBU Bandar Udara Hang Nadim serta rencana pengembangan LRT di Batam. Khusus mengenai LRT dalam diskusinya dengan Direktur Pembangunan Sarana dan Prasana, Purnomo Andiantono, pihak Meinhardt menyarankan alternatif selain LRT untuk dapat diterapkan di Batam, yakni menggunakan jenis APM Railway (Automated People Movers). Hal ini mempertimbangkan biaya Investasi LRT yang tidak lebih murah dibanding MRT, serta luas wilayah Batam serta jumlah penduduknya yang tidak sebanyak Singapura, penerapan APM untuk angkutan massal yang juga dapat dimanfaatkan untuk angkutan kargo, membutuhkan biaya investasi dan operasional yang jauh lebih rendah dibanding menggunakan teknologi LRT

Kunjungan berikutnya adalah dari Pasific Disposable Pte. Ltd yang berkonsultasi mengenai peraturan keluar masuk barang modal dari dan ke wilayah FTZ Batam.

Sementara dari Rapzo Capital, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang Informasi Teknologi berdiskusi dengan tim BP Batam mengenai perkembangan KEK Nongsa Digital serta peluang investasi di bidang IT di Batam

Ms Jeann Ong dari Nadathur Fareast Pte Ltd Singapore, tertarik Dengan perkembangan industri pariwisata di Batam, dan mencari informasi mengenai peluang bekerjasama dengan berbagai hotel yang ada di Batam

WEC Engineers & Contruction Pte Ltd, dalam kesempatan yang sama juga mencoba menggali informasi mengenai peluang untuk berinvestasi di Batam dalam hal pengembangan infrastuktur

Smart Storages Singapore, sebuah perusahaan yang berkecimpung dalam dalam hal warehousing dan logistic, berkunjung ke desk BP Batam untuk menanyakan proses import dan eksport dari dan ke Kawasan FTZ Batam, serta beberapa peraturan pelengkap lainnya, seperti mengenai batasan kewajiban pemenuhan SNI untuk barang-barang yang akan dikirim ke Batam.

Kegiatan desk Business Clinic Hari ini ditutup Dengan kunjungan dari PSA Corporation Ltd yang mengelola Pelabuhan Kargo di Singapura, yang mencoba mencari peluang kerjasama untuk pengembangan pelabuhan Batu Ampar Batam.

 

 

 

(red/Humas BP)

Partai Demokrat dalam Kisaran Politik Nasional,   Kemarin, Hari Ini dan Besok

0

Oleh: Hencky Luntungan

Penulis adalah Pendiri partai Demokrat

Tahun 2001, Partai Demokrat atau PD lahir sebagai bayi politik praktis, menggeluat, memaksakan diri dengan sebongkah keyakinan, dari Jalan Saharjo, ke Jl.MT. Haryono, lalu ke Rawasari.

Para pendiri Pak Ventje, Pak Yani Wahid, dan Hencky Luntungan membagi tugas. Pak Ventje menyiapkan gedung dan material yang dibutuhkan. Duet Yani Wahid dan Hencky Luntungan dilapangan menghimpun para personil dan menyiapkan administrasi.

Tanggal 1 Juni 2001, terhimpunlah beberapa personil non TNI, dan Polri.

Ada 8 personil guru besar yang bergelar profesor, ditambah dengan beberapa tokoh nasionalis dan religius terbentuklah sebuah partai yang oleh Ahmad Yani Wahid dinamakan Partai Demokrat, karena saat itu beliau baru keluar dari partai Republik.

Oleh beliau (Ahmad Yani Wahid) pada tanggal 4 Juli 2001, setelah selesai tandatangan akte notaris, AD/ART diselesaikan oleh Ahmad Yani Wahid, serta lambang partai dibuat oleh bapak Ivan Pioh, maka disusunlah struktur DPP partai Demokrat dan menunjuk Hencky Luntungan sebagai formatur dan pada tanggal 8 Juli didaftarkan pada Kementerian Hukum dan HAM  oleh bapak. RM. Probo Subagyo, dan Hencky Luntungan.

Menggeliat dalam berbagai kekurangan dan keterbatasan kami para pendiri berbuat tanpa pamrih dengan target 2,5% sesuai aturan PT saat itu.

Koordinasi di 31 Propinsi untuk membentuk DPD dan DPC, oleh karena semangat , kerja keras dan kemurahan maha besar Allah medio tahun 2002 bayi parati Demokrat berdiri di 26 Propinsi, dan pada Februari tahun 2003, exist di 31 Propinsi dan kurang lebih 311 Kabupaten dan Kota.

Sementara pada April 2003 bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai melirik, masuk dan yakin partai Demokrat akan mampu mengusung beliau menjadi Presiden sekaligus menjadikannya sebagai mascot untuk Pilpres.

Tahun 2004 beliau terpilih menjadi Ptesiden ke 6, melalui kerja keras para pendiri dan deklarator di daerah dengan meraup hasil 7,4 % dilanjutkan tahun 2009 sebesar 20,4 %.

HARI INI;
Sejak partai Demokrat dipimpin langsung oleh SBY, sungguh tak disangka tapi kenyataan menukik tajam pada tahun 2014 hanya 10,3% dan tahun 2019 lebih hancur lagi yakni 7,7 %.

Dari sisi manajemen partai Demokrat  terjadi kesalahan. Ketika partai Demokrat menyingkirkan seluruh pendiri, deklarator dan semua orang-orang lama yang telah membesarkan partai Demokrat.

Disisi lain pak SBY telah melakukan kebohongan publik dengan mengklaim bahwa partai Demokrat didirikan oleh keluarganya di Cikeas, lalu menjadikan dirinya tokoh utama. Dimana pak SBY adalah tokohnya, dan inilah yang bermuara menjadi partai dinasti yang kemudian berupaya menggiring kedua putranya sebagai pewaris.

Pak SBY lalu dengan arogannya mengangkat seluruh pengurus melalui kerabat dekat sang pangeran Al hasil, marwab partai Demokrat sesuai sejarah berdirinya sengaja dihilangkan.

Untuk mempertahankan egoisme nya, maka diangkatlah, para abdi dalem sebagai juru bicara, untuk memutar balikan fakta sejarah sekaligus mengcounter seluruh masukan untuk membesarkan partai Demokrat.

Dengan cara apapun pak SBY akan mempertahankan kekuasaan (homo homoni lupus) Machiavelie. Maka di angkatlah para juru bicara  yang tidak santun, tidak paham politik dan tidak memiliki norma dan etika politik, kemudian berujung pada pemikiran pak SBY sengaja menciptakan manajemen konflik.

Hari ini, kita sedang diperhadapkan dengan kondisi pra Pilpres dan Pileg.

Hari ini juga partai Demokrat sedang dibully habis-habisan. Hari ini juga DPP partai Demokrat sedang diperhadapkan dengan masalah Internal.

Pertanyaannya dimanakah Pak SBY sebagai Ketua umum partai Demokrat PD…?

Hari ini DPP partai Demokrat berada di gelombang dan kisaran politik nasional dan badai internal.

Seharusnya pak SBY sebaga Ketua umum segera mengumpulkan para pendiri untuk duduk bersama mencari solusi. Bukan duduk bersama dan mendengar wejangan pak SBY.

BESOK;
Untuk kembali meraup suara yang hilang, solusinya adalah bersatu kembali kekuatan yang lama dan kekuatan yang baru dalam menghadapi Pilkada dan Pilgub, sebagai awal kerjasama kekuatan secara frontal, dengan menghimpun kekuatan para pendiri dan FKPD yang exist di seluruh Indonesia.

Disisi lain, konsentrasi membenahi, sistim manajemen dalam menghadapi Kongres, sekaligus melupakan untuk merebut kursi kabinet agar partai Demokrat tidak kehilangan muka. Lalu meredam nyanyian dengan suara sumbangnya AntasarinAzhar, Nazarudin dan PKPI  dengan cara yang elegan, santun, cerdas dan terukur.

Sebagai pendiri partai saya yakin jika dengan segala kerendahan sebagai negarawan pak SBY melakukan saran-saran ini, dipastikan pada tahun 2024 partai Demokrat akan kembali berjaya. Dengan catatan, jadikan partai ini benar-benar demokratis sesuai sejarah dan marwah berdirinya Demokrat sehingga dalam Kongres harus terbuka  siapa yang akan dan hendak maju dipersilahkan dengan konsep VISI dan MISI, dalam kebersamaan.

Demikian sedikit goresan yang merupakan kritik konstruktif untuk menjayakan kembali partai Demokrat dimasa depan.

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga