8.6 C
New York
Monday, April 13, 2026
spot_img
Home Blog Page 921

Pembangunan infrastruktur menghubungkan kota ke kota Mengurai Kemacetan mudik Tahun 2019

0

Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa penyelenggaraan arus mudik tahun ini bisa dikatakan berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya.

“Pembangunan infrastruktur yang menghubungkan kota ke kota baik di Pulau Jawa maupun Sumatra dan penyiapan strategi-strategi untuk mengurai kemacetan menjadikan penyelenggaraan mudik tahun 2019 berjalan dengan lancar,” ujar Menhub saat Konferensi Pers di Posko Angkutan Lebaran Terpadu 2019, Selasa (4/6/2019).

Tahun 2019, lanjut Menhub, merupakan suatu pembuktian bahwa pembangunan infrastruktur sangat berguna bagi masyarakat dari kota ke kota.

“Terbukti perjalanan mudik tahun ini dari Jakarta ke Semarang 6 jam, Jakarta ke Solo 8 jam, Jakarta ke Surabaya kurang dari 10 jam. Hal yang sangat menggembirakan terutama bagi pemudik. Masyarakat puas karena mudik tahun ini lancar,” ujar Menhub Budi.

Tidak hanya melalui segi infrastruktur, tambah Menhub, keberhasilan penyelenggaraan mudik tahun ini juga merupakan kerja sama yang baik antar stakeholder.

“Saya mengapresiasi kerja sama Pemerintah Pusat dengan Polri, Pemda yang turut membantu kelancaran mudik. Mereka bekerja dengan baik seperti tidak terjadi kemacetan di pasar tumpah, bahkan wilayah Nagrek yang biasanya macet, kemarin ini lancar,” terang Menhub.

Dalam kesempatan tersebut, Menhub juga mengimbau pemudik untuk kembali ke Jakarta pada tanggal 6 atau 7 Juni.

“Puncak arus balik diprediksi pada tanggal 8 dan 9 Juni, karenanya saya menganjurkan para pemudik untuk kembali ke Jakarta tanggal 6 atau 7 Juni,” kata Menhub.

Angka kecelakaan Tahun ini Turun Drastis

Lebih lanjut, Menhub menyampaikan bahwa angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sekitar 60% pada arus mudik tahun 2019. Ia menambahkan bahwa angka ini cukup menggembirakan, mengingat aspek keselamatan dapat ditingkatkan dalam perjalanan mudik 2019.

“Ada suatu data yang signifikan yaitu angka kecelakaan menurun drastis mencapai 60% dibandingkan tahun lalu. Artinya isu-isu yang telah kita upayakan agar mudik berjalan lancar dan safety itu berhasil,” jelas Menhub Budi.

Pada kesempatan itu, Menhub Budi menambahkan, pengaturan di jalan tol, pengurangan motor melalui mudik gratis serta kegiatan pengecekkan atau ramp check pada bus-bus turut serta mengurangi kecelakaan yang di jalan.

Namun, Menhub mengingatkan pemudik agar terus waspada terutama pada saat arus balik ke Jakarta.

“Biasanya sehabis berlibur kan capek, jaga terus kondisi badan. Istirahat dahulu jika sudah kelelahan,” tutur Menhub Budi.

Melalui data dari Kakorlantas, Menhub menyampaikan bahwa jumlah kecelakaan lalulintas tahun 2019 sebanyak 336 kejadian dibanding tahun 2018 yang mencapai 831 kejadian. Ia menambahkan bahwa untuk korban meninggal dunia tahun 2019 sebanyak 74 jiwa, sedangkan tahun 2018 mencapai 178 jiwa.

“Korban luka berat tahun 2019 sebanyak 53 orang, sedangkan tahun 2018 sebanyak 175 orang, dan untuk korban luka ringan tahun 2019 sebanyak 351 orang, sedangkan tahun 2019 mencapai 1.082 orang,” pungkas Menhub.

(red/BKIP Kemenhub) 

Ratusan Warga Pojokan-Bejen Halal Bihalal di Masjid Baiturrahman

0

Penulis : Tanto

Yogyakarta – Ratusan warga Dusun Pojokan-Bejen, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman, Yogyakarta menggelar halal bihalal dalam rangka memperingati hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah.

Acara yang digelar, Rabu (5/6/2019) pagi di Masjid Baiturrahman itu diikuti anak-anak hingga orang tua. Mereka terlihat saling bersalaman untuk mengikrarkan permintaan maaf.

Tak hanya umat beragama muslim yang ikut halal bihalal di masjid itu. Warga yang beragama katolik pun ikut bercampur baur dengan warga untuk memberikan ucapan selamat dan bersalaman.

Dalam sambutannya, kepala Dukuh Bejen Sutarsih mengaku gembira atas acara seperti ini.

“Mudah-mudahan kegiatan seperti bisa berlangsung turun temurun,” jelasnya.(*)

Presiden Jokowi Salat Id di Masjid Istiqlal

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan salat Id 1440 H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, pada Rabu pagi, 5 Juni 2019. Ribuan umat Islam juga hadir memadati masjid terbesar di Asia Tenggara ini.

Presiden tiba sekira pukul 06.45 WIB dan disambut oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar beserta Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Muhammad Muzammil Basyuni.

Selanjutnya, Kepala Negara terlebih dahulu melaksanakan salat tahiyatul masjid sebelum melaksanakan rangkaian salat Id berjemaah yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al-Munawar, M.A.

Tema khotbah dalam Salat Id kali ini ialah “Idulfitri Menebar Maaf Membangun Kebersamaan” yang disampaikan oleh Guru Besar Ilmu Tafsir dan Hadis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut.

Said menuturkan, dalam momen Idulfitri ini hendaknya seluruh umat muslim saling memaafkan. Allah SWT amat menganjurkan dan menyenangi sikap memberi dan menerima maaf.

Alquran, yang menjadi pedoman hidup umat muslim, juga mengajarkan manusia untuk tidak saling bertikai dan menebar manfaat kepada sesama.

“Bahkan Alquran terbukti mengajarkan manusia agar memiliki sifat saling mencintai, memaafkan, dan menciptakan perdamaian,” ujarnya.

Selain Presiden, tampak pula jajaran Kabinet Kerja yang di antaranya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar. Hadir pula perwakilan dari sejumlah negara sahabat.

 

(red/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin)

Ratusan Tamu Hadiri ” Open House ” Danyonkomposit 1/Gardapati Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna –
Komandan Komposit 1 /Gardapati Natuna, Letkol (Inf) Ahmad Daud Harahap menggelar “open house” di
Makoyon Komposit, Sepempang, Bunguran Timur, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (5/6/2019), usai menjalankan shalat id di Masjid Al-Alif Yon komposit 1/Gardapati Natuna.

Hari Raya Idul Fitri 2019: Bupati Hamid dan Wakil Bupati Natuna Sholat Id Di Mesjid Agung

0

Batamtimes.co – Natuna –
Perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah jatuh pada hari ini. Bupati Abdul Hamid Rizal
dan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suprapti, MA berbarengan melaksanakan  Sholat Id di Masjid Agung, Jalan Datuk Kaya Wan Mohd Benteng, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (05/06/2019) pukul 06.30 Wib.

Haidar Alwi; Jangan Kambing Hitamkan Kapolri!

0

Penulis :Tanto

Jakarta – Haidar Alwi Inisiator Gerakan #2022GantiGabener melihat kenyataan yang ada saat ini, hati kita menjadi miris ketika melihat segelintir orang yang konon dikatakan sebagai tokoh namun justru lebih terlihat sebagai provokator jalanan yang tidak berpendidikan.

Kata dia, menggunakan atau memakai kalimat yang provokatif untuk memberi spirit positif guna memotivasi seseorang agar dapat bangkit dari keterpurukan adalah salah satu dari sekian banyak contoh positif. Karena, rakaian kata provokatif itu digunakan atau dipakai untuk saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya secara baik dan benar.

“Tetapi, yang terjadi saat ini justru segelintir orang yang katanya ‘tokoh’ malah merangkai kalimat demi kalimat dengan sengaja untuk memprovokasi orang melakukan tindakan anarkis dan brutal seperti yang terjadi pada kerusuhan ‘ByDesign’ bulan Mei lalu,” ujarnya Selasa (4/6/2019).

Ironisnya, menurut dia, para provokator jalanan ini semakin menunjukkan kebodohannya. Dimana, saat ini mereka berusaha mencuci tangannya dengan mencari kambing hitam atas kerusuhan yang mereka ciptakan. Salah satunya, mereka menggunakan logika sesaat yang sesat dengan mengkambing hitamkan Kapolri. Dengan tujuan, agar tercipta opini di masyarakat bahwa; kerusuhan yang lahir dari aksi anarkis dan brutal pada Mei lalu dipicu oleh tindakan represif aparat kepolisian.

“Dengan harapan, masyarakat dapat dengan mudah percaya begitu saja. Sehingga, pada akhirnya mereka dapat menggulinggkan Presiden RI setelah Kopolri yang tegas melawan intoleransi, radikakisme dan terorisme dicopot dari jabatannya,” ujarnya.

Semua masyarakat sudah mengetahui bahwa; aksi anarkis dan brutal yang berakhir rusuh itu bukan dipicu oleh Kapolri beserta jajarannya. Tetapi, rentetan persoalan itu dimulai sejak provokator jalanan ini secara terstruktur, sistematis dan masif mengatakan pemilu curang.

Padahal, saat itu pemilunya belum dimulai. Dan, sudah dikatakan curang. Lebih bodohnya lagi, provokator jalanan ini justru berani mengatakan pemilu curang secara terstruktur, sistematis dan masif tanpa bisa membuktikannya. Faktanya, provokator jalanan itu sendiri yang secara terstruktur, sismatis dan masif mengkampanyekan pemilu curang.

“Oleh karena itu, sangatlah naif jika provokator jalanan itu mengkambing hitamkan Kapolri dari rentetan persoalan yang terjadi karena sebab akibat yang dibuatnya sendiri. Karena, semua peristiwa yang terjadi saat ini adalah sebuah mata rantai pemilu. Dan, tidak bisa dipisahkan begitu saja,” ujar Haidar.

Kalau kita mau bicara obyektif, maka seharusnya kita harus meminta pertanggung-jawaban Gubernur DKI. Karena, aksi anarkis dan brutal yang berakhir rusuh terjadi diwilayah hukum Provinsi DKI Jakarta. Dan, dari awal seharusnya Gubernur DKI Jakarta sudah intensif berkoordinasi dengan TNI Polri secara rutin untuk mengantisipasi para perusuh dari luar kota yang ingin memporak-porandakan DKI Jakarta.

“Karena, sudah kewajiban Gubernur DKI Jakarta menjamin keamanan dan kenyamanan warganya,” pungkas Haidar Alwi.

Menyambut Hari Raya Idul Fitri, Kapolres Ajak Sholat Ied Di Mapolres Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna –
Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H /2019 M, Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K mengajak jajaran dan keluarga beserta masyarakat melaksanakan Sholat Ied di lapangan apel Mapolres, Jalan Adam Malik, Air Mulung, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Kepri, Rabu (05/06)2019) pukul 06.30 Wib.

Pawai Takbir Dilepas di Depan Palm Spring

0

Batam- Pemerintah Kota Batam kembali menggelar pawai takbir pada malam Idul Fitri 1440 H. Pawai takbir tahun ini dilaksanakan pada Selasa (4/6/2019).

Rute pawai masih sama seperti tahun sebelumnya. Yakni dilepas di Jalan Raja H Fisabilillah, tepatnya depan ruko Palm Spring.

Kemudian barisan pawai bergerak menuju Jalan Layang Laluan Madani, belok kanan ke arah simpang Indomobil. Selanjutnya belok kiri ke depan Polsek Lubukbaja. Lalu belok lagi sampai ke simpang Martabak Har, lanjut hingga simpang McDonalds-Masjid Baitussyakur.

Pawai kemudian menuju arah kawasan Harbour Bay, sampai ke simpang Polsek Batuampar, sampai ke Seraya Atas. Belok ke Simpang Kuda sampai Simpang BNI Sei Panas. Terus kembali belok ke Bundaran Madani dan berakhir di Masjid Agung Batam Centre.

Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad pada kesempatan safari Ramadan di Batuampar mengatakan kegiatan pawai takbir ini bertujuan untuk menyemarakkan malam Idul Fitri.

“Untuk menyemarakkan malam Idul Fitri agar syiar Idul Fitri betul-betul berasa di seluruh pelosok Kota Batam. Kami harap masyarakat bisa berpartisipasi dan tentu menjaga keamanan dalam kegiatan pawai itu,” ujarnya.

Demi menjaga keamanan dalam agenda rutin ini, Amsakar mengatakan akan ada pembatasan jumlah kendaraan roda dua. Minimalisir peserta roda dua ini sekaligus untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Setdako Batam, Efrius mengatakan Walikota, Wakil Walikota, bersama Sekretaris Daerah Kota Batam akan melaksanakam Salat Idul Fitri di Dataran Engku Putri Batam Centre.

“Apabila hujan salat Id akan dilaksanakan di Masjid Agung Batam Centre,” kata Efrius.

Adapun berdasarkan data dari Kementerian Agama Kota Batam terdapat 577 titik Salat Id yang tersebar di 12 kecamatan se-Kota Batam. Yakni 27 titik di Kecamatan Belakangpadang, 44 titik di Sekupang, 32 titik di Batuampar, 34 titik di Lubukbaja, serta 38 titik di Seibeduk.

Kemudian 51 titik di Kecamatan Nongsa, 41 titik di Galang, 18 titik di Bulang, 49 titik di Batuaji, 61 titik di Bengkong, dan 82 titik di Batamkota. Jumlah lokasi salat Id terbanyak ada di Kecamatan Sagulung, yakni 100 titik.

 

(red/media Center)

Hingga H-2 jelang Lebaran tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem

0
Sesjen Kemenhub saat meninjau langsung Pelabuhan Merak di Banten, Senin dini hari (3/6). (Foto: Kemenhub)

Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kementerian Perhubungan Djoko Sasono menyampaikan bahwa hingga Senin (3/6) atau H-2 jelang Lebaran tidak terjadi kondisi puncak mudik yang ekstrem seperti pada tahun-tahun sebelumnya di Pelabuhan Penyeberangan Merak.

“Peningkatan memang terjadi dibanding hari-hari normal, tapi kita sangat mensyukuri hingga saat ini tidak ada puncak yg ekstrem yang pernah terjadi beberapa tahun yang lalu. Dengan demikian, kapasitas yang tersedia di lintasan Merak-Bakauheni ini relatif dalam situasi yg terkendali,” jelas Sesjen saat meninjau langsung Pelabuhan Merak di Banten, Senin dini hari (3/6).

Sesjen Djoko mengatakan sesuai prediksi, memang terjadi peningkatan arus penumpang maupun kendaraan di pelabuhan penyeberangan Merak namun kondisinya tetap terkendali.

“Memang ada antrean. Namun hal tersebut tentu biasa karena ini adalah hari-hari dimana seluruh orang ingin segera pulang kampung untuk berlebaran dan liburan,” tambah Sesjen.

Lebih lanjut, Sesjen Djoko mengomentari perihal penggunaan uang elektronik yang menimbulkan antrean. Perubahan tersebut, lanjut Sesjen, membutuhkan proses sehingga nantinya masyarakat akan menjadi terbiasa.

Menurutnya, penerapan sistem uang elektronik ini diyakini akan meningkatkan efisiensi bagi pengguna jasa dan meningkatkan efektivitas pelayanan.

“Memang biasanya kecenderungan kita senang membawa uang cash, begitu kita harus menerapkan sistem yang untuk mempermudah tentunya butuh proses. Saya yakin masyarakat nanti akan mendapatkan manfaat kalau dengan uang elektronik,” ujar Sesjen Djoko.

Kemenhub, lanjut Sesjen, mendengarkan keluhan dari masyarakat yang diharapkan akan menjadikan satu bahan perbaikan kedepannya.

“Hal yang perlu sampai kepada masyarakat bahwa sistem ini nanti akan meningkatkan efisiensi pengguna jasa dan efektivitas pelayanan,” tambah Sesjen.

Berdasarkan data dari PT ASDP Indonesia Ferry, hingga malam tadi, terjadi peningkatan jumlah penumpang yang menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni. Tercatat 556.727 orang pemudik atau sudah 69,4 persen dari total 803 ribu orang pada periode mudik tahun lalu, yang telah menyeberang dari Jawa menuju Sumatra sejak H-7.

“Ya intinya ada peningkatan dan sudah sekitar 60% dari prediksi yang kita lakukan yang sudah menyeberang, terap masih ada saudara kita yang akan menyeberang sampai satu Syawal atau hari Rabu mendatang, jadi masih ada 40 persen yg harus kita fasilitasi,” ujar Sesjen.

(red/BKIP Kemenhub) 

FKDB Minta Isu Referendum Tidak Dibesar-besarkan

0

Penulis :Tanto

Jakarta – Ketua umum Forum Komunikasi Doa Bangsa atau FKDB H Ayep Zaki meminta isu referendum provinsi Aceh tidak dibesar-besarkan. Karena, menurut dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Jangan pernah bermimpi ada refendum di NKRI ini. Sebab, hal itu tidak baik dan bisa berdampak buruk terhadap masyarakat,” katanya Senin (3/6/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, di negara Indonesia yang dibenarkan adalah otonomi daerah atau otonomi khusus seperti yang diberikan pada Aceh dan Papua.

“Kalau referendum tidak boleh, yang itu otonomi khusus boleh. Karena hal itu diatur dalam Undang-undang (UU),” tegasnya.

Ditambahkannya, pengertian referendum dengan makar jelas berbeda. Namun, kedua hal itu tetap tidak diperbolehkan dalam negara ini.

“Referendum memisahkan diri dari pemerintah Indonesia. Sementara makar akan ‘menggulingkan’ atau tidak mengakui adanya pemeritahan yang sah. Tetap saja dua hal itu tidak dipernankan,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas atas upaya-upaya seperti itu. “Jangan dikasih hati kelompok atau orang-orang seperti itu pemerintah harus segera mengambil sikap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Panglima Gerekan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan sekaligus ketua umum Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf menyerukan masyarakat Aceh melakukan referendum atau jajak pendapat. Pilihannya, mau tetap di Indonesia atau lepas dan jadi negara baru.

Seruan referendum itu dikatakan Muzakir Manaf alias Mualem dalam sambutannya pada peringatan kesembilan (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Negara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5/2019) malam.

“Alhamudlillah, kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja. Itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” ujar Mualem yang disambut tepuk tangan dan yel yel “Hidup Mualem”.

Gubernur Sumatera Barat (Simbar) Irwan Prayitno menilai tidak ada isu atau wacana terkait refendum yang bisa diterima dalam konteks NKRI.

“Apapun alasannya dalam konteks NKRI tidak bisa diterima referendum itu,” katanya usai memimpin upacara peringatan Kesaktian Pancasila di Padang, Sabtu.

Bahkan ia menyebut isu itu sudah hampir sama dengan isu separatis sehingga tidak mungkin diterima.

Irwan yakin wacana itu tidak akan menyebar di Sumbar karena tidak sesuai dengan karakteristik orang Minang. Apalagi, para pendiri bangsa banyak yang berasal dari Sumbar sehingga tidak mungkin masyarakat “menghianati” apa yang telah diperjuangkan datuk-datuknya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga