8.6 C
New York
Monday, April 13, 2026
spot_img
Home Blog Page 922

Gerebek Penyimpanan Narkoba di Pulau Judah Kepri, BNN Sita 25,9 Kg Sabu

0
Barang bukti narkotika jenis sabu seberat 25 Kilogram diamankan petugas BNN dalam pencidukan 9 orang pengedar di Kepulauan Riau pada Sabtu, 25 Mei 2019. ( Foto: berita satu)

Batam- Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap penyimpanan 25,9 kilogram sabu di Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Sabu akan dikirim ke Jawa Timur (Jatim).

Penggagalan penyelundupan narkotika ini menunjukkan bahwa mafia narkotika internasional masih menggunakan pola kuno yang memanfaatkan pulau-pulau kecil di perairan Indonesia.

Kepala BNN Provinsi Kepri Brigjen Pol Richard Nainggolan mengatakan, delapan orang itu selain menjadi penjaga, juga diduga akan menjadi kurir. Adapun asal sabu tersebut dari Malaysia.

“Hasil interogasi, target pengiriman 25,9 kilogram sabu siap diselundupkan ke Jawa Timur,” kata Richard di Kantor BNNP Kepri, Batu besar, Batam, Jumat (31/5/2019).

Awalnya BNN menduga ada sembilan orang yang dicurigai masuk dalam jaringan itu. Setelah digerebek dan diperiksa intensif, satu orang dinyatakan tidak cukup alat bukti.

Delapan orang yang diduga jaringan internasional ini masing-masing berinisial P(35), F (19), E (27), H (32), J (42), FR (20), A (32) dan S (17). Meski diduga berafiliasi ke jaringan Internasional, namun semuanya adalah WNI.

Dijelaskan oleh Richard, pengungkapan kasus itu diawali adanya informasi penyalahgunaan narkoba di sebuah rumah di Pulau Judah, Kelurahan Moro, Kabupaten Karimun. Petugas kemudian menyelidiki.

“Setelah diselidiki dan dan diintai cukup lama, akhirnya kami yakin. Penggerebekan dilakukan, dan dari para penghuni didapati barang bukti berupa sabu siap diselundupkan ke Jatim jelang lebaran 2019,” kata Richard.

Yang dimaksud barang bukti adalah sabu dengan berat keseluruhan 25.929 gram (25,929 kg), dibungkus dalam 25 plastik teh bertuliskan huruf kanji China berwarna hijau dan 1 bungkus plastik berwarna emas.

“Delapan orang langsung kita tangkap bersama barang bukti. Barang bukti itu disembunyikan dalam sebuah speaker bermerek BGB,” terang Richard.

Pemeriksaan sementara menyebutkan bahwa kelompok ini sudah melakukan beberapa mengirim dan mengedarkan sabu dengan modus sama, yakni mengemas dalam plastik teh berhuruf kanji.

“Kali ini yang keempat kalinya. Sebelumnya sudah sukses di tiga kali,” kata Richard.

Sabu tersebut berasal dari Malaysia yang masuk ke Karimun. Selanjutnya, akan dibawa ke Jatim melalui Pekanbaru. Baru kemudian dikirim menggunakan jalur laut ke Pekanbaru dari Batam.

“Selanjutnya, dari Pekanbaru akan menggunakan jalur darat menuju Jawa Timur,” terangnya.

Setiap tersangka memiliki peran berbeda. Hasil atau bayaran juga berbeda. Ini menegaskan bahwa mereka merupakan satu jaringan.

Para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), PAsal 112 ayah (2) jo Pasal 132 ayat (1), UU RI No 35 Tahun 2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup.

Sementara itu, Kapolda Kepri Irjen Pol Andap Budhi Revianto mengatakan bahwa pengungkapan itu merupakan kerja sama Polda Kepri dan BNN Provinsi Kepri. Sinergitas ke depan akan lebih ditingkatkan untuk makin mempersempit ruang gerak jaringan narkoba internasional.

“Ini menunjukkan bahwa wilayah di Provinsi Kepri yang notabene wilayah perbatasan, sangat rentan menjadi jalur peredaran narkoba. Salah satunya bisa melalui jalur laut. Untuk itu, akan kita tingkatkan kembali keamanan di wilayah hukum kita,” terang Kapolda.

(red/liputan 6)

Momen bersalaman Megawati –  SBY, TKN: Perbedaan politik tidak boleh memutus jalinan persaudaraan

0

Jakarta – Momen bersalaman antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono saat upacara pemakaman Ani Yudhoyono menyita perhatian publik. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengatakan kehadiran Mega dalam acara tersebut telah menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan.

“Kehadiran Ibu Megawati dalam pemakaman almarhumah Ibunda Ani Yudhoyono menunjukan bahwa kemanusiaan, persaudaraan sesama tokoh bangsa, dan persatuan di atas segalanya,” seperti yang dikutip dari detik. com, kata juru bicara TKN, Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Minggu (2/6/2019).

“Ibu Mega sangat mengedepankan aspek kemanusiaan dan turut berbela sungkawa dengan menyaksikan peristirahatan terakhir Ibu Negara Presiden Republik Indonesia yang keenam,” imbuh dia.

Menurut Ace, perbedaan politik tidak boleh memutuskan jalinan persaudaraan. Ia mengatakan Mega hadir untuk turut menguatkan SBY yang ditinggal sang istri tercinta.

“Apa yang dilakukan Ibu Mega sesungguhnya mencerminkan sikap bahwa perbedaan politik tak mesti membuat jalinan kemanusiaan dan persaudaraan juga terputus begitu saja. Ibu Mega hadir di saat yang tepat di mana beliau menguatkan agar Pak SBY tabah ditinggalkan orang yang dicintainya,” tutur Ace.

Diberitakan, Megawati menghadiri upacara pemakaman Ani Yudhoyono di TMP Kalibata, Minggu (2/6). Ia ditemani sang putri, Puan Maharani.

SBY, yang merupakan suami Ani, sempat bersalaman dengan Mega dalam kesempatan tersebut. Keduanya pun tampak mengobrol singkat.(*)

Haidar Alwi: Jangan Bermimpi Ada Referendum di NKRI

0

Penulis : Tanto

Jakarta – Penanggung Jawab Tunggal Aliansi Relawan Jokowi atau ARJ Haidar Alwi meminta isu referendum provinsi Aceh dan lainnya tidak dibesar-besarkan.

Karena, menurut dia, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Jangan pernah bermimpi disiang hari bolong akan hadir referendum pada sore harinya di NKRI ini. Sebab, hal itu tidak baik dan bisa berdampak buruk terhadap masyarakat. Karena, akan jauh lebih baik dan bijak jika kita semua bekerja keras bergandengan tangan membangun bangsa demi masa depan anak cucu kita dikemudian hari,” katanya Senin (3/6/2019).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, di negara Indonesia yang dibenarkan adalah otonomi daerah atau otonomi khusus seperti yang diberikan pada Aceh dan Papua. Karena, memang itu diatur dalam Undang-undang (UU).

“Demi rakyat, janganlah bermain api dengan isu referendum lagi. Karena, pada akhirnya rakyat kecil yang akan selalu menjadi korban. Rakyat tentunya juga sudah bosan kalau dipaksa terus menerus harus memilih ini itu,” tegasnya.

Ditambahkannya, pengertian referendum dengan makar jelas berbeda. Namun, kedua hal itu tetap tidak diperbolehkan dalam negara ini. Apalagi, gerakan-gerakan seperti itu menjadi aneh ketika terhembus setelah perhitungan suara resmi KPU.

“Referendum untuk memisahkan diri dari pemerintah Indonesia. Sementara makar akan ‘menggulingkan’ atau tidak mengakui adanya pemeritahan yang sah. Tetap saja dua hal itu tidak diperkenankan,” tegasnya.

Untuk itu, dirinya meminta pemerintah segera mengambil tindakan tegas atas upaya-upaya seperti itu. Termasuk juga mengungkap motif dalang sesungguhnya dibalik isu-isu referendum yang sepertinya saut menyaut layaknya paduan suara. “Oleh karena itu, jangan dikasih hati kelompok atau orang-orang seperti itu. Jadi, pemerintah harus segera mengambil sikap,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mantan Panglima Gerekan Aceh Merdeka (GAM) yang saat ini menjabat sebagai ketua umum Komite Peralihan Aceh (KPA) dan sekaligus ketua umum Partai Aceh (PA), Muzakir Manaf menyerukan masyarakat Aceh melakukan referendum atau jajak pendapat. Pilihannya, mau tetap di Indonesia atau lepas dan jadi negara baru.

Seruan referendum itu dikatakan Muzakir Manaf alias Mualem dalam sambutannya pada peringatan kesembilan (3 Juni 2010-3 Juni 2019), wafatnya Wali Negara Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Muhammad Hasan Ditiro dan buka bersama di salah satu Gedung Amel Banda Aceh, Senin (27/5/2019) malam.

“Alhamudlillah, kita melihat saat ini, negara kita di Indonesia tak jelas soal keadilan dan demokrasi. Indonesia diambang kehancuran dari sisi apa saja. Itu sebabnya, maaf Pak Pangdam, ke depan Aceh kita minta referendum saja,” ujar Mualem yang disambut tepuk tangan dan yel yel “Hidup Mualem”.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno menilai tidak ada isu atau wacana terkait refrendum yang bisa diterima dalam konteks NKRI.

“Apapun alasannya dalam konteks NKRI tidak bisa diterima referendum itu,” katanya usai memimpin upacara peringatan Kesaktian Pancasila di Padang, Sabtu.

Bahkan ia menyebut isu itu sudah hampir sama dengan isu separatis sehingga tidak mungkin diterima.

Irwan yakin wacana itu tidak akan menyebar di Sumbar karena tidak sesuai dengan karakteristik orang Minang. Apalagi, para pendiri bangsa banyak yang berasal dari Sumbar sehingga tidak mungkin masyarakat “menghianati” apa yang telah diperjuangkan datuk-datuknya.(*)

Warga Serasan Meninggal Usai Melahirkan di Kapal, Penyebabnya Karena Plasenta Tak Keluar

0

Batamtimes.co – Natuna –
Nini Supriyani (41) Wanita asal Serasan Kabupaten Natuna Kepulauan Riau, meninggal dunia di RSUD Ranai, Sabtu (01/06/2019) sekira pukul 03.30 Wib, usai melahirkan diatas KM Sabuk Nusantara 48 di Pelabuhan Selat Lampa, Ranai, Natuna, Kepri, pada Jumat (31/05/2019) malam kemarin.

Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Melayat Ibu Ani Yudhoyono

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo pada Sabtu malam, 1 Juni 2019, melayat ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-6 Republik Indonesia di kawasan Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Seperti diketahui, Ibu Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ani Yudhoyono), istri dari Susilo Bambang Yudhoyono, berpulang dalam usia 67 tahun di Singapura pada pukul 11.50 waktu setempat.

Tiba di rumah duka pada pukul 22.50 WIB, Presiden dan Ibu Iriana langsung masuk ke dalam rumah duka untuk menanti kedatangan jenazah Ibu Ani Yudhoyono dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta yang baru tiba dari Singapura pada pukul 22.00 WIB.

Pukul 23.05 WIB jenazah Ibu Ani Yudhoyono tiba di rumah duka. Tampak SBY didampingi kedua putranya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) juga tiba dan disambut kerabat yang telah menantinya.

Tak berapa lama, AHY dan EBY turut mengangkat peti jenazah untuk dibawa ke dalam rumah. Di dalam rumah juga tampak Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie dan istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ibu Mufidah Jusuf Kalla.

Dalam sambutannya, SBY menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir di kediamannya.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bapak Presiden beserta
Ibu dan hadirin sekalian yang berkenan hadir di tempat kami ini, di rumah kami ini untuk berbagi rasa duka dengan saya dan keluarga atas kembalinya ke hadirat Allah SWT, istri tersayang Ani Yudhoyono, Kristiani Herrawati binti Sarwo Edhie Wibowo,” ucap SBY.

Usai menyampaikan belasungkawa dan turut menyalatkan jenazah, Presiden dan Ibu Iriana meninggalkan lokasi pada pukul 23.45 WIB untuk kembali ke Bogor.

Sumber: Biro Pers Istana Kepresidenan

Danyonkomposit 1/Gardapati : Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila Dalam Kehidupan

0

Batamtimes.co – Natuna –
Batalyon Komposit 1/Gardapati Natuna menggelar upacara peringatan Hari Pancasila di Lapangan Upacara Mako Yonkomposi 1/Gardapati, Sepempang, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (01/06/2019).

Polres Natuna Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila, ” Kita Pancasila, Kita Indonesia”

0

Batamtimes.co – Natuna –
Kapolres Natuna, AKBP Nugroho Dwi Karyanto S.I.K, Inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, di gelar di Halaman apel Mapolres Jalan Adam Malik, Air Mulung, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Kepri, pada Sabtu (01/06/2019) pagi.

Pancasila Jokowi: Modal Bangsa Hadapi Tantangan

0

Jakarta – Semenjak dirumuskan 74 tahun yang lalu Pancasila telah menjadi pemandu bagi rakyat Indonesia dalam berbangsa dan bernegara. Pancasila juga telah menjadi benteng dalam menghadapi bahaya ideologi-ideologi lain dan menjadi rumah bersama bagi seluruh komponen bangsa.

Oleh karenanya, dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang digelar di Halaman Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 1 Juni 2019, Presiden Joko Widodo yang bertindak selaku inspektur upacara mengajak rakyat Indonesia untuk kembali meneguhkan komitmen dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila tanggal 1 Juni ini kita manfaatkan untuk meneguhkan komitmen kita, untuk mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila, untuk saling toleran, hidup rukun, gotong royong, serta melawan paham-paham anti-Pancasila dan bahaya terorisme serta separatisme yang bisa mengancam persatuan kita bangsa Indonesia,” ujarnya.

Dengan berpedoman pada Pancasila sebagai ideologi negara, Indonesia sejak awal berdirinya telah terbukti mampu untuk menghadapi masa-masa sulit dan tantangan yang ada. Tantangan-tantangan itulah yang justru membuat bangsa Indonesia semakin kokoh bersatu dan semakin dewasa.

“(Selama) 74 tahun perjalanan Republik Indonesia telah membuat bangsa kita menjadi bangsa yang dewasa dan matang. (Selama) 74 tahun yang penuh dinamika, naik dan turun, tetapi kita bisa mengelolanya, mampu mengelolanya, dan semakin memperkokoh persatuan kita,” kata Presiden.

Perjalanan bangsa tersebut juga melahirkan kematangan demokrasi segenap komponen bangsa yang selalu memegang teguh konstitusi dan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses demokrasi yang dilalui. Presiden mengatakan bahwa kematangan berdemokrasi itu telah mampu kita kelola dari waktu ke waktu.

“Proses demokrasi telah berhasil kita kelola dengan baik dari periode ke periode waktu. Konstitusi selalu dipegang teguh oleh bangsa kita dan nilai-nilai Pancasila adalah pemandunya yang menjadi rumah bersama kita sebagai bangsa,” tuturnya.

Meski demikian, bangsa Indonesia masih harus menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang yang diperkirakan akan semakin berat. Utamanya tantangan-tantangan yang berasal dari perkembangan global yang bakal turut memengaruhi perjalanan bangsa Indonesia.

“Tantangan internasional semakin berat, keterbukaan dan persaingan yang semakin tinggi, perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi juga menjadi tantangan berat karena semakin memberi ruang kepada berita bohong bahkan ujaran dan fitnah,” ujarnya.

Di saat yang sama, segenap komponen bangsa juga harus bahu-membahu menyelesaikan tantangan dan permasalahan dari dalam negeri seperti ketimpangan dan kemiskinan yang masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa kita. Namun, Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa terhadap segala tantangan yang ada bangsa kita harus tetap optimistis sambil melakukan sejumlah perubahan.

“Kita harus yakin telah berada dalam jalur yang benar. Kita telah membangun infrastruktur yang mempersatukan bangsa kita, kita telah berhasil menekan angka kemiskinan, kita telah berhasil menurunkan ketimpangan, dan kita berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan peluang kerja di tengah ekonomi dunia yang sedang bergejolak,” ucapnya.

Tak hanya membangun infrastruktur dan memastikan pemerataan ekonomi, Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah kini juga bersiap untuk melakukan pembangunan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). SDM yang kompeten, berakhlak mulia, dan memegang teguh nilai-nilai Pancasila adalah orang-orang yang akan membawa Indonesia menuju negara yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Untuk itu, peran serta dan dukungan seluruh komponen bangsa amat dinantikan untuk dapat menyukseskan pembangunan tersebut.

“Pemerintah sangat mengharapkan peran serta dan dukungan semua komponen bangsa dari para ulama dan para tokoh agama, dari sekolah, dari madrasah, dari pesantren sampai perguruan tinggi, dan dari budayawan, para budayawan dan profesional, untuk ikut serta dalam akselerasi pembangunan SDM ini,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Peringatan Hari Lahir Pancasila dilakukan berdasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Melalui Keppres tersebut, setiap tanggal 1 Juni, pemerintah bersama dengan masyarakat memperingati hari lahir Pancasila di mana upacara peringatan tersebut dilaksanakan secara nasional di masing-masing daerah.

Turut serta dalam rangkaian peringatan yang dipusatkan di Gedung Pancasila ini, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia Try Sutrisno dan Wakil Presiden ke-11 Republik Indonesia Boediono, para kepala lembaga tinggi negara, dan para menteri Kabinet Kerja.

 

(red/Biro Pers Istana Kepresidenan)

Lanud Raden Sadjad Gelar Upacara Peringati Hari Lahir Pancasila Di Lapangan Dirgantara

0

Batamtimes.co – Natuna –
Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Raden Sadjad Ranai gelar upacara peringatan Hari Kelahiran Pancasila pada 01 Juni 2019 dilaksanakan di Lapangan
Dirgantara Komplek Lanud Raden Sadjad, pada Sabtu (01/06/2019).

SAR Natuna Peringati Hari Lahir Pancasila

0

Batamtimese.co – Natuna –
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna melaksanakan upacara peringati Hari Lahir Pancasila Tahun 2019 di Halaman Kantor SAR Jalan Soekarno – Hatta, Ranai, Natuna, Kepri, Sabtu (01/06/2019) pagi dihadiri seluruh personil beserta staf.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga