8.6 C
New York
Sunday, April 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 943

Terkait pemindahan Ibukota, Kepala Bappenas usulkan hanya Pusat Pemerintahan yang Pindah

0

Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengemukakan, banyak faktor yang menjadi pertimbangan perlunya memindahkan Ibu kota negara dari DKI Jakarta.

Ia menyebutkan, Jakarta menjadi kota terburuk keempat berdasarkan kondisi lalu lintas saat sibuk dari 390 kota yang disurvei. Peringkat 9 terburuk untuk kepuasan pengemudi, serta kinerja kemacetan terburuk, 33.240 Stop-Start Index serta grid lock yang mengakibatkan komunikasi dan koordinasi antar kementerian lembaga kadang-kadang tidak efektif.

“Kerugian ekonomi yang diakibatkan tahun 2013 sebesar 56 triliun per tahun, yang kami perkirakan angkanya sekarang sudah mendekati Rp100 triliun per tahun dengan makin beratnya kemacetan di wilayah Jakarta,” kata Bambang saat menyampaikan paparannya pada Rapat Terbatas tentang tentang Tindak Lanjut Rencana Pemindahan Ibu Kota, di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (29/4) siang.

Selain masalah kemacetan, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, masalah yang harus diperhatikan di Jakarta adalah masalah banjir. Tidak hanya banjir yang berasal dari hulu, tetapi juga ada penurunan muka tanah di pantai utara Jakarta, dan kenaikan permukaan air laut di mana 50% wilayah Jakarta itu kategorinya rawan banjir atau memiliki tingkat kerawanan banjir di bawah 10 tahunan.

Padahal, lanjut Bambang, idealnya sebuah kota besar kerawanan banjirnya bisa minimum 50 tahunan.

“Penurunan muka air tanah di utara rata-rata 7,5 cm per tahun dan tanah turun sudah mencapai 60 cm pada periode 89-2007 dan akan terus meningkat sampai 120 cm karena pengurasan air tanah. Sedangkan air laut naik rata-rata 4-6 cm karena perubahan iklim,” ungkap Bambang seraya menambahkan kualitas air sungai di Jakarta 96% tercemar berat, sehingga memiliki juga bahaya bencana signifikan untuk human pandemic sebagai akibat dari sanitasi yang buruk.

Hanya Pusat Pemerintahan

Atas kondisi di Jakarta itu, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengusulkan pemikiran mengenai ibu kota baru yang merepresentasikan identitas bangsa. Ia menyebutkan, kota Jakarta sekarang ini dalam sejarah berasal dari Batavia yang dibangun oleh VOC sebagai kota pelabuhan untuk perdagangan dan perkebunan dan kemudian dikembangkan menjadi pusat pemerintahan dari pemerintahan kolonial Belanda.

“Karenanya kita ingin nantinya ingin punya ibu kota baru. Selain mencerminkan identitas Indonesia juga menjadi kota yang modern, berkelas internasional atau dengan istilah simpelnya smart, green, and beautiful city,” kata Bambang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas itu mengusulkan untuk ibu kota baru ini, yang diposisikan nantinya adalah hanya fungsi pemerintahan, yaitu eksekutif, kementerian/lembaga, legislatif parlemen (MPR/DPR/DPD), kemudian yudikatif; kejaksaan, Mahkamah Konstitusi (MK) dan seterusnya, kemudian pertahanan keamanan; Polri-TNI, serta kedutaan besar dan perwakilan organisasi internasional yang ada di Indonesia.

Adapun fungsi jasa keuangan, perdagangan dan industri, menurut Menteri PPN/Kepala Bappenas itu, tetap akan di Jakarta, misalkan Bank Indonesia, OJK (Otoritas Jasa Keuangan), BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal).

“Ini konsep yang kita coba tiru dari beberapa best practice yang sudah dilakukan di negara lain,” terang Bambang seraya menegaskan, yang dituju dengan ibu kota baru adalah pemisahan pusat bisnis dan pusat pemerintahan.

“Jakarta tetap akan menjadi pusat bisnis bahkan harus sudah menjadi pusat bisnis yang levelnya regional atau level Asia Tenggara,” sambung Bambang.

Menteri PPN/Kepala Bappenas itu juga menyampaikan, bahwa  momen pemindahan ibu kota ini juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan kementerian/lembaga untuk melakukan resizing dari ASN (Aparatur Sipil Negara).

(red/setkab. go. id) 

Perkuat Kerja sama Pendidikan, Konjen RI Jeddah Temui Rektor UNNES di Mekkah

0

Mekkah—Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah Dr. Mohamad Hery Saripudin kembali melakukan pertemuan dengan Rektor Universitas Negeri Semarang (UNNES) Prof. Dr. Fathur Rokhman Senin, 29 April 2019di Makkah.

Dalam kesempatan tersebut, Konjen menyampaikan apresiasi atas komitmen kerja sama antara Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah dan UNNES, antara lain, pengiriman pengajar program kursus Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (UNNES) dan penjajakan penerimaan siswa lulusan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) dan Sekolah Indonesia Makkah (SIM) melalui jalur khusus.

Dalam  pertemuan singkat tersebut, Konjen juga mengungkapkan rencana KJRI Jeddah untuk menyelenggarakan reuni akbar para lulusan BIPA dalam rangka mengoptimalkan keberadaan alumni sebagai salah satu sarana diplomasi sosial budaya RI di Arab Saudi.

Dinyatakan Konjen bahwa permintaan terhadap layanan kursus BIPA cukup tinggi.

“Terakhir pihak Kadin Makkah meminta KJRI menyiapkan program tailor untuk para anggotanya, semacam Indonesian Language for business purposes.” ucap Konjen.

Konjen menambahkan, tujuan besar dari pengembangan program BIPA adalah membentuk Pusat Budaya Indonesia di kampus-kampus Arab Saudi.

Menggapi penerimaan calon mahasiswa dari kalangan anak-anak mukimin Indonesia yang berada di Jeddah dan Makkah, Rektor UNNES mengungkapkan pihaknya mendapatkan apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas langkahnya yang ditempuh untuk menerima anak-anak Pekerja Migran Indonesia di luar negeri, terutama dari Malaysia dan Arab Saudi.

Terkait program BIPA, UNNES telah menyelenggarakan program BIPA for business di Korea Selatan.

Kehadiran Rektor dan rombongan dari UNNES di Arab Saudi adalah dalam rangka untuk memperkuat kerja sama perguruan tinggi, antara lain dengan Arab Open University (AOU).

“Kemarin delegasi   Arab Open University ikut menghadiri seminar internasional di UNNES, International Conference of Science, Education and Technology., “ungkap Rektor.

Kerja sama perguruan tinggi akan terus dijajaki oleh UNNES dengan berbagai Universitas di Arab Saudi, antara lain, dalam waktu dekat dengan Taif University yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Kota Suci Mekkah.

(red/KJRI JEDDAH)

KJRI Jeddah Minta Masyakarat tidak Mudah Menyebar Isu Sensitif

0

Jeddah—Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah mengajak masyarakat untuk membiasakan diri melakukan tabayun  (mengklarifikasi kebenaran sebuah berita) dan tidak mudah menyebarkan kabar  yang  tidak jelas sumbernya.

Ajakan tersebut disampaikan KJRI Jeddah menyusul beredarnya sebuah desas-desus di media sosial melalui akun atas nama Iren Newalker  terkait adanya seorang WNI berinisia WS asal Jawa Timur yang terancam hukuman mati di Arab Saudi.

Menyikapi kabar tersebut, Konsul Jenderal (Konjen) RI, Mohamad Hery Saripudin, memerintahkan Tim Pelayanan dan Pelindungan (Yanlin) Warga untuk mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Dzahban guna menelusuri kebenaran kabar tersebut.

Dalam kunjungan Minggu (28/4/2019) tersebut, Tim telah melakukan pengecekan ke pihak berwenang di LP   dan berkomunikasi dengan sumber-sumber resmi. Namun demikian,   Tim tidak menemukan keberadaan WS dalam daftar tahanan di LP tersebut.

Tim kemudian berupaya mengungkap identitas melalui penelusuran beberapa foto  melakukan pencocokan foto-foto tersebut yang memiliki kemiripan dengan wajah WS  seperti yang termuat dalam akun tersebut.

Melalui upaya ini, Tim Yanlin memperoleh informasi adanya WNI berinisial AS yang memiliki kemiripan dengan foto WNI yang selama ini beredar di medsos itu.

Keberadaan AS di LP Dzahban saat ini berstatus titipan tahanan dari Kepolisian Al Salamah bersama dua WNI lainnya dengan inisial FN dan ZA dengan tuduhan membantu praktik aborsi yang menyebabkan kematian orang lain.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan oleh pihak kejaksaan (Niyabah Ammah) dan belum berlanjut ke tahap persidangan, apalagi putusan dari pengadilan Arab Saudi.

KJRI, tambah Konjen, terus memantau dan mengawal kasus yang melibatkan tiga WNI tersebut. Dalam waktu dekat Tim Yanlin akan mengunjungi LP Dzahban, menunggu persetujuan dan ijin resmi dari pihak terkait untuk menemui kembali tiga WNI yang ditahan tersebut.

KJRI Jeddah melakukan kunjungan secara rutin ke sejumlah LP di berbagai daerah di wilayah kerja KJRI Jeddah untuk mengecek keberadaan WNI yang ditahan. Kunjungan ke LP bisa dilakukan setelah memperoleh izin dari pihak berwenang melalui pengajuan surat permohonan selambat-lambatnya empat hari dari jadwal yang telah diagendakan.

Oleh karena itu, KJRI Jeddah mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengedarkan isu atau  informasi tidak terklarifikasi. Kabar yang tidak jelas sumbernya (kabar  angin), khususnya yang  terkait isu sensitif seperti hukuman mati,  hanya akan memicu kegaduhan dan kegelisahan di kalangan masyarakat, khususnya keluarga korban di tanah air.

“Silakan disampaikan langsung ke kami di KJRI Jeddah, baik melalui hotline atau saluran media lainnya bila ada kabar atau hal-hal  yang ingin diklarifikasi. Kami siap menelusurinya,” Imbuh Safaat yang memimpin Tim Yanlin ke LP Dzahban.

Dalam berbagai kesempatan, KJRI Jeddah telah melakukan sosialisasi dan kampanye sadar hukum di Arab Saudi bagi  WNI dari semua kalangan yang tersebar di berbagai wilayah kerja KJRI Jeddah. Materi sosilisasi meliputi, antara lain, kasus-kasus pidana yang menjerat WNI karena kurang bijak dalam menggunakan media sosial.

(red/Rls KJRI JEDDAH)

Mexi Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Simpatik Seligi 2019 Di Polres Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna –
Kepala Kantor pencarian dan Pertolongan Kabupaten Natuna, Mexianus Bekabel, S.Sos hadiri apel gelar pasukan Operasi Simpatik Seligi 2019 dipusatkan di halaman Mapolres Natuna Jalan Adam Malik Air Mulung, Bandarsyah, Ranai, Natuna, Kepri, pada Senin (29/04/2019) pagi.

Polres Natuna Gelar Apel Pasukan Operasi Simpatik 2019

0

Batamtimes.co – Natuna –
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto, S.I.K pimpin langsung
Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Seligi tahun 2019, mengusung tema
” Menumbuhkan Kesadaran Dan Kepatuhan Hukum Masyarakat Dalam Berlalulintas” dilaksanakan di Halaman Mapolres Natuna Jalan Adam Malik Air Mulung Bandarsyah Ranai, Natuna, Kepri, pada Senin (29/04/2019) pagi.

Vonis Enam Tahun Denda 1 Milyar Tiga Terdakwa Narkoba, Lebih Ringan Dari Tuntutan JPU Nyatakan Pikir-pikir

0

Batamtimes.co – Natuna –
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Ranai, Moslem Haraki, SH pada sidang putusan hakim kasus narkoba yang menjerat Tiga terdakwa masing-masing Arni Suryani ( 34) dan Tedy Wijaya (35) menerima putusan hakim, sementara terdakwa Mursidi alias Mui (53) dan JPU mengaku masih pikir-pikir ajukan banding terhitung tujuh hari setelah dijatuhi putusan oleh hakim.

Atas putusan hakim Pengadilan Negeri Ranai, Jalan Batu Sisir Bukit Arai,  Ranai, Natuna, Kepri yang digelar sidang utama PN pada Kamis (25/04/2019) kemarin.

Hal tersebut disampaikan Jaksa Penuntut Umum, Moslem Haraki, SH menanggapi vonis hakim enam tahun denda 1 Milyar yang lebih ringan dua tahun dari ancaman JPU selama delapan tahun kepada ketiga terdakwa.

” Ia, masih pikir-pikir, kita sampai hari Kamis depan ini, kita terima atau kita banding, ujar Moslem dikonfirmasi diruang kerjanya pada Senin ( 29/04/2019) Siang.

Menurut Moslem, putusan majelis hakim yang lebih ringan dari tuntutan JPU sebab tuntutan hal mutlak. Namun, tidak serta merta menerima putusan itu. Ia mengatakan seandainya pun pihaknya akan mengajukan banding atas putusan itu, batas waktunya belum terlambat. Sebab aturan mengakomodir batas waktu untuk mengajukan banding adalah tujuh hari sejak putusan hakim dibacakan.

” Kan masih ada sisa waktu (ajukan banding) kita tunggu saja, karena masih kita koordinasikan kepada pimpinan, ungkapnya.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum kejaksaan Negeri Ranai menuntut ketiga terdakwa ancaman pidana selama 8 ( delapan) tahun denda 1 (Satu) Milyar subsider 3 (Tiga) bulan melanggar pasal 114 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, junto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP ancaman pidana minimal 5 tahun maksimal 20 tahun.

Kata Jaksa, Moslem dalam proses persidangan ketiga terdakwa
Arni Suryani  warga Batu Kapal Ranai terbukti memiliki 1 paket seberat 0,25 jenis sabu. Terdakwa Mursidi warga Batubi jaya memiliki 1 (Satu) paket seberat 0,53 jenis sabu dan
terdakwa Tedy Wijaya warga Kalimantan itu memiliki 2 (Dua) paket sabu seberat 0,90 gram dan 0,20 gram.

Hal – hal yang memberatkan para terdakwa dalam fakta persidangan keterangan terdakwa berbelit-belit, tidak mengakui perbuatannya, dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba untuk menyelamatkan generasi bangsa, tandasnya.

(Red/Pohan)

ARJ: Cercaan dan Fitnah Ke Jokowi Luar Biasa

0

Jakarta –  Penanggung Jawab Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Haidar Alwi mengatakan, dalam sejarah nusantara dan Republik Indonesia ini berdiri, belum pernah ada cacian, hinaan dan fitnah yang paling buruk, baik dari sisi manusia dan agama yang diarahkan kepada Presiden Jokowi.

“Seingat saya belum pernah ada satupun raja atau presiden, yang menerima sebutan terburuk selain pak Jokowi,” kata Haidar Senin, di Jakarta, (29/4/2019).

Menurutnya, dinegeri yang saat ini bermayoritas muslim selama bertahun-tahun tidak pernah memuja “kata-kata kotor” yang diarahkan kepada pemimpin negara dan bangsa. Sementara kebijakan dan hasil pembangunnaya sudah dirasakan dan dinikmati seluruh rakyat Indonesia.

“Sebagian besar lontaran atau sebutan itu disampaikan oleh orang-orang yang mengaku beragama! Luar biasa bukan?. Di negara paling liberal atau paling ateis pun tidak kita temukan fenomena seperti negeri dengan mayoritas muslim terbesar di muka bumi ini,” jelasnya.

Bahkan, lanjut Haidar Alwi, setelah seluruh proses Pilpres usai dan pemenangan ditentukan, apakah cacian, makian, hinaan, hujatan, fitnah, dan hoax akan berhenti? Tentu saja tidak. Akan semakin banyak orang merasa lebih beriman sambil memupuk benci dan segala tuduhan.

“Beruntungnya, tukang mebel kurus itu bersabar dan diam. Tidak membalas balik dengan makian dan hujatan,” pungkas Haidar Alwi.

 

(red/Tanto)

Real count KPU Tembus 50 Persen, Jokowi – Maruf Melaju Tertinggi

0

Jakarta –  Komisi Pemilihan Umum (KPU) masih melakukan perhitungan suara Pilpres 2019.

Dalam situs resmi, real count KPU Senin (29/4/2019)Pukul 09.00 WIB mencapai 50 % persen atau, 407.054 dari 813.350 TPS.

Hasil sementara, pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin masih mengungguli pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Berikut hasil sementara real count dari Situng KPU:

Nomor Urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin: 56,22 persen atau 43.012.395 suara.

Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno: 43,78 persen atau 33.493.696 suara.

Selisih suara keduanya sebesar 9.518.699 atau 12,44 persen.

KPU menjelaskan bahwa data yang ditampilkan pada menu Hitung Suara merupakan data berdasarkan angka yang tercantum dalam salinan formulir C1 sebagai hasil penghitungan suara di TPS. Jika terdapat perbedaan antara angka yang tertulis dengan angka yang tercantum dalam salinan Formulir C1, akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

KPU juga menyatakan bahwa data yang ditampilkan bukan merupakan hasil final, karena hasil akhir penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 akan ditetapkan secara manual melalui rapat rekapitulasi secara berjenjang di setiap tingkatan.

Jika terdapat kesalahan dalam pengisian C1 dapat diusulkan perbaikan pada rapat rekapitulasi di tingkat kecamatan.

Rekapitulasi akhir KPU secara nasional rencananya akan keluar pada Rabu (22/5). KPU tetap akan menggunakan perhitungan manual berjenjang untuk memutuskan penetapan hasil Pemilu 2019.

Pawai Pembukaan STQ Kepri, Bintan Bawakan Tema Mari Membaca Al-Quran

0

Bintan–  Ribuan peserta pawai ta’aruf mulai meramaikan pembukaan STQ Kepri ke VIII di Kabupaten Bintan atau tepatnya di Lapangan Relif Antam Kijang, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Sabtu (27/4).

p

Sebagai tuan rumah rombongan Kabupaten Bintan, berada di barisan paling belakang alias penutup. Barisan pun dilengkapi dengan, berbagai seni budaya melayu dan lengkap bersama tema Mari Membaca Alquran.

Alasan mengambil tema tersebut, Bupati Bintan H Apri Sujadi,S.Sos menuturkan bahwa di daerah yang ia pimpin itu, memang lagi digesa untuk fasilitas melahirkan tahfis – tahfis handal. Salah satu upayanya saat ini, membangun rumah tahfis di beberapa kecamatan yang ada di Bintan.

“Selain dengan program kita, tema kita hari ini juga ingin mengajak masyarakat untuk lebih giat lagi dalam membaca alquran,” tutur Apri yang ikut dalam rombongan pawai

Selain itu, dalam pawai ta’aruf Kabupaten Bintan tersebut juga menampilkan tarian khas Mak Yong sebagai kesenian yang menjadi ciri khas. Dalam persembahannya, Bupati Bintan H Apri Sujadi, Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara, serta Ketua TP PKK Kabupaten Bintan Ibu Hj Deby Maryanti juga turut berjalan kaki bersama rombongan dan ikut larut menari Mak Yong.

” kita bangga dengan ciri khas daerah kita, kesenian Mak Yong salah satunya dimana Mak Yong yang kita miliki merupakan salah satu kesenian yang diakui di dunia ” tutupnya.

(redaksi)

Koper Jomim Sampaikan Duka Mendalam Atas Meinggalnya 272 Petugas KPPS

0

Jakarta – Ketua  umum Komunitas Penggerak Ekonomi Rakyat Jokowi-Ma’ruf Amin atau Koper Jomin H Ayep Zaki menyampaikan duka yang mendalam atas meninggalnya 272 orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di seluruh Indonesia.

Hingga Sabtu 27 April 2019, KPU mencatat petugas KPPS yang meninggal dunia sebanyak 272 orang. Sedangkan 1.878 orang sakit.

“Jumlah bertambah, anggota wafat 272 dan sakit 1.878,” ujar komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik, kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).

Selain santunan untuk korban meninggal, pemerintah juga akan memberikan santunan untuk korban cacat sebesar Rp30 juta per orang. Lalu, korban luka-luka mendapatkan jatah Rp16 juta per orang.

“Tentunnya keluarga besar Koper Jomin menyampaikan duka yang sangat mendalam bagi para korban. Semoga arwah para pejuang pemilu ini diterima Tuhan YME,” kata Zaki Minggu (28/4/2019).

Menurut Zaki, bantuan yang diberikan oleh pemerintah kepada para korban jangan dilihat besar kecilnya. Namun, mari kita lihat itu sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah saat ini.

“Ini bukti pemerintah memperhatikan petugas-petugas KPPS. Mereka yang meninggal dunia adalah pejuang demokrasi. Mereka komitmen bekerja untuk pemilu yang damai dan bersih. Sehingga mereka kerja sampai selesai over time. Semua ini untuk demokrasi yang jujur dan adil,” jelasnya.

Zaki berharap, kedepan Undang-undang (UU) Pemilu bisa direvisi. Sehingga, antara Pilpres dan pemilihan anggota legislatif bisa dipisah.

“Harus ada revisi UU Pemilu. Disesuaikan dengan kemampuan manusia bekerja. Jangan sampai bekerja 24 jam. Bahkan lebih dari 24 jam,” pungkasnya.

(red/tanto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga