8.6 C
New York
Saturday, April 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 960

DPRD Kota Batam Menggelar Rapat Paripurna Terkait Perubahan RPJMD

0

Batamtimes. Co, Batam- DPRD Kota Batam menggelar Rapat Paripurna tentang penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap usulan walikota Batam terhadap Perubahan Perda Nomor 8 Tahun 2016 Tentang RPJMD Kota Batam Tahun 2016-2021, Senin (11/3/19)

Dalam rapat paripurna tersebut, pada umumnya seluruh Faksi DPRD Kota Batam menyambut baik rencana perubahan perda nomor 8 Tahun 2016 tentang RPJMD kota Batam, yang diusulkan oleh Walikota Batam Rudi SE dalam Rapat Paripurna sebelumnya.

Perobahan RPJMD dirasa perlu dilakukan mengingat situasi iklim ekonomi kota Batam yang selalu berpluktusi atau berubah ubah. Hal itu sangat berdampak pada pelaksanaan pembangunan kota Batam yang tertuang dalam RPJMD Kota Batam.

Berikut Pandangan umum fraksi terkait rencana perobahan RPJMD tesebut, pada umumnya seluruh fraksi menyatakan setuju terhadap rencana dilakukannya perobahan terhadap RPJMD Kota Batam, selanjutnya perlu dilakukan pembahasan mendalam item per item RPJMD Tersebut dalam rapat peripurna selanjutnya.

Fraksi yang setuju atas rencana perobahan RPJMD tersebut yakni Fraksi PDIP, Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi Hanura, Fraksi PPP, Fraksi PKB , Fraksi Nasional Demokrat, Fraksi Amanat Nasional dan Fraksi Kebangsaan Nasional.

Pandangan umum fraksi Partai Demokrat yang dibacakan Mesrawati Tampubolon menyampaikan, bahwa setiap daerah diwajibkan memiliki perencanaan pembangunan sebagai program kerja kepala daerah dalam menjalankan visi dan misinya di daerahnya.

Program Kerja tersebut dituangkan dalam dokumen Rencana Pembangunan daerah baik itu yang bersifat rencana pembangunan jangka panjang maupun rancangan pembangunan jangka menegah. “Kita ketahui bersama bahwa dokumen rencana pembangunan jangka panjang menengah daerah (RPJMD) adalah dokumen perencanaan pembangunan daerah selama 5 tahun terhitung sejak dilantik sampai dengan berakahirnya jabatan kepala daerah.

Dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi misi dan program kepala daerah yang berpedoman kepada rencana pembangunan jangka panjang daerah (RPJMD) serta memperhatikan RPJMD Provinsi maupun nasional.

Dalam menjalankan rencana pembangunan daerah apabila dirasa ada perobahan pembangunan daerah memang diperkenankan untuk melakukan perobahan prioritas pembangunan sesuai dengan evaluasi dan perkembangan yang terjadi didaerah sebagaimana yang akan dilakukan oleh pemerintah daerah saat ini.”ujar Mesrawati

Lebih jauh Mesrawati mengatakan, pada prinsipnya fraksi kami menyambut baik atas rencana pembahasan perda nomor 8 tahun 2016 tentang RPJMD kota Batam.

“Menelaah dan mencermati apa yang disampaikan Walikota pada sidang sebelumnya, terkait rencana perubahan RPJMD terhadap prioritas pembangunan dalam jangka 5 tahun ini. Walikota Batam menyampaikan salah satu faktor dilakukan perubahan RPJMD menyusul terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi kota Batam, dan ekonomi kepri tahun 2016 dan 2017 yaitu pada tahun 2016 hanya tumbuh dikisaran 5, 43 Persen untuk pertumbuhan ekonomi Batam dan 4, 77 persen untuk provinsi kepulauan Riau.

“Pada tahun 2017 semakin melemah pada kisaran 2,19 persen untuk kota Batam dan 2.01 persen untuk provinsi kepulauan Riau. Kami menyadari dan sependapat degan hal tersebut, dengan lambatnya pertumbuhan perekonomian pasti berdampak pada beberapa sektor di kota Batam. Dari hal tersebut sangat wajar pemerintah kota Batam akan melakukan perobahan RPJMD kota Batam.

Dengan melambatnya perekonomian di Tahun 2016 dan 2017 kita tidak perlu kawatir, berdasarkan data dari pertumbuhan perekonomian daerah peovinsi kepulauan Riau menunjukkan kenaikan sebesar 4.47 persen pada triwulan pertama meningkat menjadi 4, 51 persen pada triwulan kedua tahun 2018. Artinya pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi sudah mulai meningkat.

“Dikatan Mesrawati, peningkatan ekonomi tersebut merupakan kerja keras kita bersama baik pemerintah daerah kota Batam maupun DPRD kota Batam yang merupakan institusi yang menjalankan roda pemerintahan daerah.

Fraksi Partai Demokrat juga menyinggung persoalan Lahan, kesehatan, pendidikan dan peningkatan SDM yang tidak kalah penting. Dimana menurutnya kota Batam belum bebas dari buta Aksara, sebagai dampak dari banyaknya anak anak putus sekolah . Data yang diperoleh Bahwa batam masih ada 1 persen dari penduduk kota Batam yang buta aksara. Untuk itu pemerintah daerah perlu memikirkan bagaimana menanggulangi agar tidak terjadi putus sekolah.” ujar Mesrawati dalam penyampaiannya .

(red/independennews.com)

9 Partai Menyetujui Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua di Batam

0

Batamtimes. Co, Batam- Rancangan peraturan daerah mengenai penataan dan pelestarian kampung tua di Batam akhirnya disetujui oleh legislatif.

Sedikitnya ada 9 partai yang hadir dalam rapat paripurna DPRD Batam, Senin (25/2/2019), menyetujui ranperda itu. Panitia khusus langsung dibentuk dan ditentukan.

Pansus Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua diisi 17 anggota dan diketuai oleh Ruslan Ali Wasyim.

Ranperda terkait kampung tua ini sebelumnya sempat dibahas di 2018. Dalam perjalanannya sempat terhambat dan tak ada tindak lanjut.

Keberadaan kampung tua di Batam sudah diakui sejak 2004 lalu seiring dengan lahirnya SK Wali Kota. Ada 37 titik tugu kampung tua dengan luas 1.700 hektar.

Kendala yang dihadapi sampai saat ini terkait kampung tua masih berkutat pada badan hukum yang melandasinya.  Sebanyak 50 persen titik kampung tua hampir punah karena tak ada payung hukum yang kuat.

Pembentukan payung hukum kampung tua  dan penataan regulasi daerah, perlu  dilakukan secara cermat sehingga tidak bertentangan peraturan hukum.

“Tata ruang wilayah memang menjadi pokok permasalahan dalam ranperda ini. Oleh karenanya tata ruang wilayah menjadi perhatian serius dari pansus. Agar Batam sebagai Bandar Dunia Madani tetap kondusif,” ujar Budi Mardianto, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan.

Ides Madri dari Fraksi Partai Golongan Karya, mengatakan, selama ini area kampung tua yang berstatus HPL masih menjadi masalah.

Keberadaan kampung tua perlu ditata dan dilestarikan untuk mempertahankan tradisi kebudayaan dan kearifan lokal di Kota Batam. Ranperda ini memang perlu diwujudkan dalam perda.

“Pembentukan tim penyelesaian kampung tua di Kota Batam perlu untuk melestarikan adat dan tradisi sekaligus cagar budaya sehingga dapat terjaga dengan baik. Juga untuk penyelamatan terhadap warisan asli kota Batam,” katanya.

 

 

(red/Batam news. com)

Indonesia Siap Suguhkan Seri MotoGP 2021 yang Berbeda

0

Batamtimes.co, Jakarta –  Indonesia menyatakan siap menggelar pertandingan MotoGP pada tahun 2021 mendatang di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Hal itu ditegaskan Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan CEO Dorna Carmelo Ezpeleta, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

“Mr. Carmelo hanya ingin mendapatkan keyakinan bahwa kita siap baik dalam organisasi maupun menyiapkan infrastruktur menuju ke sana. Saya sampaikan kita siap,” ujar Kepala Negara pada Senin, 11 Maret 2019.

Indonesia dipastikan dapat menyelenggarakan MotoGP 2021 usai melakukan penandatanganan antara Dorna, organisasi penyelenggara balapan MotoGP, dengan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) pada awal tahun ini.

Pengalaman Indonesia yang sebelumnya sukses menggelar ajang olahraga internasional seperti Asian Games dan Asian Para Games menjadi modal dan optimisme tersendiri untuk turut mendulang sukses dalam penyelenggaraan MotoGP yang terakhir kali digelar di Indonesia pada 1997 lalu.

Rencananya MotoGP Indonesia 2021 tersebut akan menggunakan konsep berupa sirkuit jalanan. Sirkuit tersebut akan dipadukan dengan keindahan alam Mandalika yang akan memastikan MotoGP seri Indonesia berbeda dari yang sudah ada dan patut disaksikan.

“Tadi Mr. Carmelo menyampaikan bahwa ini adalah _street circuit_ yang katanya sangat indah karena mepet dengan pantai,” kata Presiden yang dalam pertemuan itu didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera menyiapkan infrastruktur yang dibutuhkan guna menunjang gelaran tersebut. Untuk diketahui, pembangunan sirkuit Mandalika yang berupa jalan raya dibangun sebagai bagian dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata the Mandalika.

Infrastruktur yang akan dibangun tersebut nantinya tak hanya digunakan untuk penyelenggaraan MotoGP semata, namun juga sebagai daya tarik wisata Mandalika yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai 1 dari 10 destinasi wisata baru Indonesia selain Bali.

“Ini berarti kita akan dapat dua kemanfaatan. Selain olahraga juga pariwisata kita secara brani akan terangkat dan Mandalika akan mendapat manfaat karena investasi ini,” tutur Presiden.

 

(red/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin)

Yonkomposit 1/Gardapati Gelar Turnamen Futsal Jalin Kebersamaan Sesama Prajurit

0

Batamtimes.co – Natuna –
Komandan Yonkomposit 1/Gardapati Letkol Inf Ahmad Daud Harahap gagas turnamen pertandingan Futsal dan Bola Voly antar satuan, untuk menjalin dan mempererat kebersamaan disamping sebagai sarana hiburan bagi para prajurit juga tak kalah pentingnya untuk menumbuh kembangkan semangat  jiwa Korsa Prajurit Yonkomposit 1/Gardapati Natuna.

Bupati Hamid Kembali Angkat Sumpah Tiga Puluh Enam Pejabat Dilingkungan Pemkab Natuna

0

Batamtimes.co – Natuna –
Bupati Natuna, Drs. Abdul Hamid Rizal,MS.i kembali angkat sumpah jabatan Tiga puluh Enam pejabat di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Natuna, dilantik oleh Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, di ruangan aula Serbaguna Jalan Yos Sudarso, Ranai, Natuna, Kepri, pada Senin (11/03/2019) pagi.

Polres Natuna Ungkap Tujuh Tersangka Enam Kasus Narkoba

0

Batamtimes.co – Natuna –
Tujuh tersangka dari enam kasus Narkoba berhasil diungkap Polres Natuna hasil pengembangan kasus Narkoba tahun 2018, yang terjadi pada bulan Januari terdapat lima laporan penyidikan (LP) kasus narkoba dengan lima tersangka.

Uang Palsu Digunakan Untuk Nyawer Cewek Di Kafe, Diamankan Petugas

0

Batamtimes.co – Natuna –
Satu tersangka berinisial AF (31) pengedar uang palsu (upal) diringkus jajaran Satreskrim Polres Natuna dikediamannya Desa Cemaga Selatan beberapa waktu lalu.

Pengrusakan Lingkungan, Komisi VII DPR RI Minta PT. GBA Bintan Segera Diperiksa

0

Batamtimes.co, Jakarta – Panitia Kerja (Panja) Limbah dan Lingkungan Komisi VII DPR RI dipimpin Muhammad Nasir menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke Kabupaten Bintan – Provinsi Kepulauan Riau. Sidak digelar guna memastikan kerusakan lingkungan diduga akibat penambangan bauksit oleh PT Gunung Bintan Abadi (GBA).

Saat sidak ke lokasi tambang Jumat (8/3/2019), Nasir sempat berdialog langsung dengan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Kadis ESDM) Kepri yang memberikan izin tambang, tanpa melihat kerusakan lingkungan yang terjadi.

“Perusahaan ini harus segera diperiksa. Pemerintah Kepri juga harus bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan ini, karena mereka yang mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP),” kata Nasir, kepada wartawan di Jakarta, Senin (11/3/2019).

Dijelaskannya, lokasi tambang bauksit PT. GBA berada di tengah kawasan hutan mangrove di Pulau Bintan. Eksplorasi bauksit di sana menurut Nasir, terkesan tak terkendali. Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Bintan banyak mengeluarkan izin dengan harapan dapat tambahan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

“Kita minta Ditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengecek semua regulasi ini dan menghentikan seluruh kegiatan yang menurut kami melanggar aturan hukum,” tegas Nasir.

Dia tambahkan, PT GBA bahkan mengantongi izin ekspor bauksit dari Kementerian ESDM dan Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan dengan quota seberat 1,6 juta metrik ton ke China mulai 19 Maret 2018 sampai dengan 19 Maret 2019.

“Berdasarkan hasil evaluasi pengawasan Kementerian ESDM pada tanggal 8 Februari, juga ditemukan dokumen tentang pencabutan rekomendasi ekspor mineral logam dengan kriteria tertentu kepada PT GBA dalam kaitannya dengan Smelter,” ungkap politikus Partai Demokrat itu.

Karena sangat merugikan lingkungan dan melanggar regulasi Kementerian ESDM dan KLHK, maka DPR akan semua pihak terkait. “Kita akan panggil perusahaan ini dalam rapat dengar pendapat dengan Dirjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen Minerba, Bareskrim Polri, Jampidsus, termasuk Kemendag, dan Kemenperin untuk melihat apa yang terjadi di Kepri ini,” pungkas Nasir.

 

(red/Jul)

Walikota Tanjungpinang Syahrul Meresmikan Kantor ULP di Jalan Ir. Sutami

0

Batamtimes. Co, Tanjungpinang- Walikota Tanjungpinang Syahrul, meresmikan Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Tanjungpinang Kepulauan Riau di Jalan Ir. Sutami, Senin.

ULP ini awalnya bergabung di Kantor UP3 PLN Tanjungpinang. GM PLN Riau/Kepulauan Riau Irwansyah Saputra dalam sambutannya mengatakan, sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di Tanjungpinang Kota, akhirnya PLN bisa mewujudkan kantor ULP pada hari ini.

“Kami berikhtiar untuk kelistrikan di Kepulauan Riau 100 persen bisa teraliri seluruhnya pada tahun ini,” katanya.

PLN, kata Irwansyah, memiliki kendala mengaliri listrik di daerah terpencil seperti di pulau yang saat ini masih ada menggunakan mesin diesel.

“Kendala kami memang di daerah pulau untuk listrik menggunakan operator diesel. Kami berupaya menyelesaikannya di tahun ini,” ungkapnya.

Walikota Tanjungpinang Syahrul, usai meresmikan ULP ini mengapresiasi kinerja PLN yang saat ini selangkah lebih maju dalam bidang pelayanan.

Ia berharap pelayanan terhadap pelanggan dapat berjalan lebih optimal dengan adanya ULP Tanjungpinang Kota ini.

Mantan Wakil Walikota Tanjungpinang ini juga akan mengupayakan kembali pengajuan ke pihak UP3 PLN Tanjungpinang terkait permintaan masyarakat Tanjungpinang khususnya pelanggan kurang mampu yang saat ini belum mendapatkan aliran listrik subsidi.

“Kita akan jembatani pelanggan yang saat ini belum mendapatkan listrik subsidi. Ini penting dan akan kita ajukan kembali yang belum sempat terdata,” katanya.

Menanggapi hal itu, Manager UP3 PLN wilayah Tanjungpinang Bintan Fauzan menuturkan, untuk mendapatkan pelayanan aliran listrik subsidi itu adalah kewenangan Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang yang memiliki data masyarakat kurang mampu.

“Dari Pemko nanti baru kita proses. Tetapi, sampai saat ini listrik subsidi masih terus berjalan bagi pelanggan 450 Kwh dan sebagian pelanggan 900 Kwh yang bertanda R di meterannya,” tuturnya.

Dubes Ngurah Swajaya ajak mahasiswa Undip optimis dan percaya diri menghadapi disrupsi digital

0

Batamtimes. Co, Jateng –  Dubes RI untuk Singapura, Ngurah Swajaya memberikan kuliah umum di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Jumat, (8/3/2019).

Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 150 mahasiswa dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Ir. Muhammad Zainuri, DEA.

Dubes Ngurah mengatakan, generasi muda untuk melihat tantangan ekonomi global, termasuk disrupsi menuju ekonomi digital sebagai bagian dari fenomena transformasi golbal yang harus dihadapi dengan optimisme dan percaya diri serta kerja keras.

Di tengah ketidak-pastian ekonomi dunia yang masih berlanjut yang antara lain dibayangi dengan ancaman trade wars, generasi muda Indonesia justru harus menyikapi hal tersebut untuk berbenah diri dan meningkatkan daya saing mereka serta memahami dan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki Indonesia.

Dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan peningkatan penanaman modal asing serta stabilitas politik dan keamanan, Indonesia menjadi salah satu daya tarik penanaman modal asing.

“Aspirasi dari kalangan bisnis dan stakeholders lainnya di Singapura yang berkembang, banyak yang memuji morning proses transformasi politik, pembangunan infrastruktur, ease of doing business dan potensi ekonomi Indonesia saat ini, termasuk bidang ekonomi digital”, paparnya.

“Kepercayaan dan daya tarik investor Singapura untuk menanamkan modalnya di Indonesia sangat tinggi, dan trend saat ini, Indonesia masih menjadi destinasi paling menarik untuk investasi baru dan perluasan investasi mereka. Indonesia juga menjadi destinasi menarik untuk ekonomi digital, khususnya pengembangan usaha rintisan (start up)”, lanjutnya.

Menurut Dubes Ngurah potensi ekonomi digital Indonesia saat ini masih terbesar di ASEAN dengan adanya 4 unicorn tech dari hanya sekitar 7 di ASEAN.

Kreativitas dan talenta muda Indonesia merupakan motor utama tumbuhnya 4 unicorn asal Indonesia yang dikembangkan usaha rintisan anak bangsa yang saat ini memiliki valuasi ekonomi di atas US$ 1 milyar. “Selain itu komitmen Pemerintah Indonesia yang kuat untuk meningkatkan kondisi yang kondusif, khususnya “ease of doing business” dan ekosistem yang menunjang investasi dinilai sangat penting.

Dengan potensi tersebut, Indonesia dapat menjadi hub pengembangan usaha rintisan yang unggul di ASEAN. Dengan pasar yang menjanjikan, diikuti dengan pertumbuhan SDM yg baik dan regulasi yg semakin menguntungkan bagi pelaku usaha, kerjasama Indonesia dan Singapura dapat berperan untuk memanfaatkan potensi pasar ASEAN yang besarnya 3 kali lipat pasar Indonesia, ujarnya.

“Hal ini menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara di ASEAN yang sangat menarik untuk berinvestasi.”katanya.

Jumlah investasi Singapura ke Indonesia tahun 2018 mengalami kenaikan realisasi investasi sebesar 9.1%, atau sebesar USD 9.2 miliar (sekitar 30% total investasi asing) dan hal ini kembali menempatkan Singapura sebagai investor terbesar di Indonesia selama 5 tahun berturut-turut.

Hubungan Indonesia-Singapura ke depannya memiliki prospek yang bagus untuk terus berkembang apabila persepsi yang lebih positif diantara masyarakat kedua negara dapat ditingkatkan, khususnya melalui peningkatan interaksi generasi muda, khususnya untuk berkolaborasi dalam kerja sama yang saling menguntungkan.

Pemahaman yang baik generasi muda Indonesia, khususnya di kalangan civitas akademisi mengenai trend transformasi yang sedang berkembang di dunia serta optimisme dan confident mereka untuk mencari dan memanfaatkan peluang dari proses transformasi ini, termasuk dalam ekonomi digital akan memberikan nilai tambah untuk terus mengembangkan potensi Indonesia menjadi salah satu dari 10 ekonomi terbesar dunia.

Dubes Ngurah Swajaya melanjutkan bahwa Generasi muda kedua negara diharapkan dapat memanfaatkan momentum 50 Tahun hubungan diplomatik kedua negara untuk bersama-sama dengan membangun paradigma baru kerja sama yang saling menguntungkan.

Kuliah umum diakhiri dengan sesi tanya jawab yang menandakan pemahaman yang lebih baik mengenai kerja sama bilateral RI – Singapura dan potensinya serta antusiasme mahasiswa untuk memahami isu-isu terkini dalam hubungan bilateral Indonesia -Singapura.

 

(red/KBRI Singapura PENSOSBUD/EKONOMI)

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga