8.6 C
New York
Thursday, April 2, 2026
spot_img
Home Blog Page 973

Lanal Ranai Siap Dukung Distribusikan Logistik KPU Natuna Sukseskan Pemilu Serentak 2019

0

Batamtimes.co – Natuna –
Komandan Pangkalan Angkatan Laut Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan S.E. menyampaikan Lanal Ranai siap membantu dan mendukung KPU Natuna umtuk pendistribusian logistik Pemilu 2019 ke Pulau – pulau di wilayah perbatasan.

Hal tersebut disampaikan Harry disaat menerima kunjungan kerja Ketua KPU Natuna, Junaidi Abdillah didampingi Kasubag, Jabaruddin Yahya serta tujuh staf diruang kerjanya, pada Rabu (30/01/2019) kepada media.

Danlanal Ranai Harry Setyawan menerima kunjungan kerja Ketua KPU Natuna, Junaidi Abdillah diruang kerjanya, Rabu (30/01/2019) koordinasi terkait dukungan pendistribusian logistik pemilu serentak 2019 ke Pulau-pulau sulit dijangkau dan akibat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh KPU Natuna.

Danlanal Ranai menegaskan sudah merupakan tugas lanal Ranai apabila KPU Natuna membutuhkan bantuan pihaknya siap untuk pengiriman logistik Pemilu 2019 ke pulau – pulau.

Maka lanal Ranai akan siap membantu transportasi menggunakan sarana yang dimiliki berupa KAL maupun KRI dari Armada I, guna mendukung suksesnya pelaksanaan Pemilu serentak pemilu Legislatif, Presiden dan wakil  Presiden pada tanggal 17 April 2019 mendatang, ucapnya.

Selain itu, Komandan lanal Ranai juga menekankan bahwa TNI khususnya TNI AL akan tetap netral dalam pelaksanaan Pemilu 2019, serta menghimbau kepada KPU Natuna agar tidak menggunakan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh TNI untuk dijadikan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ditempat yang sama Ketua KPU Natuna mengatakan kunjungan kerja ini bentuk koordinasi KPU dengan TNI -AL, terkait dukungan pendistribusian logistik pemilu yang sulit dijangkau  akibat keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki KPU Natuna.

KPU Natuna akan meminta bantuan kepada pihak TNI – AL jika diperlukan
untuk pendistribusian Logistik Pemilu 2019 ke pulau -pulau yang sulit dijangkau oleh pihak KPU dan akibat keterbatasan sarana prasarana yang dimiliki KPU Natuna. Sementara untuk pengamanan logistik Pemilu akan dilaksanakan oleh personel KPU Natuna dan Polres Natuna, tandasnya.

(Red/Pohan)

PDI Perjuangan: Dukung Penuh Upaya UGM Perjuangkan NU dan Muhammadiyah Terima Nobel Perdamaian

0

Batamtimes. Co, Jakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) akan Perjuangkan Nahdlatul Ulama ( NU) dan Muhammadiyah untuk terima nobel perdamaian.

Cita –cita perdamaian abadi dasar dan tatanan dunia baru Pancasila sebagai solusi, hal ini diungkapkan oleh Sekjend PDIP Hasto Kristiyanto, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan memberikan dukungan penuh kepada UGM untuk mengajukan NU dan Muhammadiyah menerima nobel perdamaian.

“Ketika Bung Karno merancang naskah awal pembukaan UUD 1945, maka disitulah semangat ikut melaksanakan ketertiban dunia diperjuangkan. Ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial adalah implementasi Pancasila. Inilah semangat membangun persaudaraan dunia dimana Pancasila hadir sebagai solusi atas jalan tatanan dunia baru tersebut ucap Hasto.

Hasto mengatakan Dasar seluruh filsafat menjadikan kemerdekaan Indonesia untuk mewujudkan persaudaraan dunia, tidak terlepas dari keteledanan dan kepeloporan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, yakni Muhammadiyah dan NU.

“Kedua organisasi ini menjadi pelopor dalam membangun sintesa yang sempurna antara Islam dan Pancasila, Pancasila dan Islam”

Muhammadiyah, dengan semangat Islam berkemajuan untuk kemaslahatan umat, berdakwah melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan gerak ekonomi kerakyatan, menjadi contoh kemajuan peradaban Indonesia. Demikian halnya NU, semangat hubbul wathan minal iman, dan tradisi Islam yang menyatu dengan tradisi kebudayaan masyarakat Indonesia, pendidikan pesantren yang unik dan khas nusantara, serta mekanisme untuk melakukan musyawarah terhadap berbagai persoalan mendasar bangsa di dalam menjadikan Pancasila sebagai dasar, jiwa dan kepribadian bangsa sangat diakui. Tegas Hasto.

PDI Perjuangan percaya, dengan tradisi keIslaman yang membangun watak dan jati diri bangsa gotong royong, maka pemberian nobel perdamaian tersebut sangat relevan mengingat peran Muhammadiyah dan NU dalam mewujudkan Islam yang toleran (tasamuh), damai (salam) dan menjadi inspirasi bagi dunia. Tutup Hasto.

(Rilis :Hasto Kristiyanto Sekjen PDIP)

Pameran Haji dan Umrah 2019 Diharap Tingkatkan Kualitas Pelayanan bagi Jemaah

0

Batamtimes. Co, Jeddah—Pameran produk untuk keperluan haji dan umrah dibuka secara resmi oleh Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, Kamis, 24 Januari 2019, dengan diikuti sebanyak 11 produsen dari Indonesia dan 15 distributor atau importir Arab Saudi.

Acara pembukaan dihadiri oleh Penasihat Kementerian Haji Arab Saudi, Sauzan al Masri, Ketua Muassasah Haji Asia Tenggara, Muhammad Amin Indragiri, ketua Kadin Mekkah, Hisham Muhammad Kaaki, dan sejumlah pejabat dari Kementerian Ekonomi dan Perencanaan (Ministry of Economy and Planning), dan para pengusaha negara setempat.

Pameran bertajuk Hajj and Umrah Exhibition selama tiga hari, dari 24-26 Januari, digelar di Gedung Balai Nusantara Kompleks Wisma Konjen RI Jeddah. Pameran didominasi oleh aneka produk makanan dan minuman asal Indonesia, antara lain bumbu masak tradisional kemasan, kerupuk, aneka produk mi, kopi, teh dan makanan siap saji (ready meals) yang umumnya dibutuhkan  oleh jemaah haji dan umrah dari Indonesia.

Produsen makanan dan minuman yang mengikuti pameran kali ini adalah PT Foodex Inti Ingredients, PT Sinar Prima Food,  PT Adiputro Wirasejati, PT Nusa Pangan Sukses, PT Ika Food Putra Mas (Kokita), PT Mikal, PT Central Pertiwi Bahari (Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia-APCI), IKM Produk Unggulan Tangerang Selatan, Asosiasi Bumbu Cita Rasa Nusantara, dan Perwakilan Kota Payakumbuh yang memperkenalkan city of rendang sebagai ikon kotanya.

Selian itu, hadir dua pabrik besar karoseri bus, yaitu CV Laksana, pabrik karoseri bus yang bermarkas di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah dan PT Adiputro Wirasejati, perusahaan karoseri yang berbasis di Malang, Jawa Timur.

Sementara, salah satu dari distributor atau importir yang menjadi peserta dalam pameran ini adalah Kimia Farma Dawaa yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Farmasi terbesar di Indonesia, PT Kimia Farma (Persero) Tbk. Kimia Farma Dawaa kini memiliki 40 gerai  yang tersebar di Mekkah, Madinah dan Jeddah.

Dalam sambutannya, Konjen RI Jeddah, Mohamad Hery Saripudin, berharap  importir Arab Saudi dapat memanfaatkan pameran ini untuk mengenal langsung produk yang berkualitas dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia.

Menurut Agus Muktamar Pelaksana Fungsi Ekonomi-2 KJRI merangkap Ketua Penitia Penyelenggara, di antara permasalahan yang muncul selama penyelenggaraan ibadah haji tahun lalu adalah keterbatasan bahan baku katering untuk jemaah. 

“Melalui pameran ini Kami berharap adanya kesiapan dari pihak pengusaha dan eksportir dalam pengadaan barang yang dibutuhkan,” ujar Agus.

Untuk menyukseskan pameran kali kedua ini, Konsul Teknis Haji KJRI Jeddah, Endang Jumali, mengundang para pengusaha katering dari Mekkah, Madinah dan Jeddah.

“Dari Mekkah kami mengundang sebanyak 150 perusahaan katering,” Ujar Endang.

 
Endang menambahkan, pada musim haji 2018, jemaah haji memperoleh jatah konsumsi sebanyak 18 kali selama berada di Madinah, 40 kali di Mekkah, 16 kali di Masyaer (Armina) dan 1 kali di Jeddah.

Apel Siaga Panwascam Se-Kepri Siap Kawal Pemilu Berintegritas

0

Penulis : Pohan

Batamtimes.co, Natuna – Tiga Ratus Tiga Puluh Pengawas Pemilu Kecamatan dan Kabupaten/Kota Se-Kepulauan Riau hadiri Apel Siaga, digelar Digedung Daerah Tanjungpinang, Kepri Rabu, (30/01/2019) pukul 08.30 Wib.

Seusai mengikuti Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Panwascam dan Bawaslu Kabupaten/Kota Se-Kepulauan Riau penguatan Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu selama tiga hari mulai 28 – 30 Januari 2019 di Hotel CK Tanjungpinang, Kepri, dibuka oleh ketua Bawaslu RI, Abhan dan dihadiri ketua DKPP, Hardjono.

Ketua Bawaslu Kepri, Syahri Papane menyampaikan mengapresiasi kepada seluruh peserta panwascam Se- Kepri telah hadir mengikuti Rakorda pertama kali digelar di Kepri.

Untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilu damai, aman dan kondusif sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017, Bawaslu harus hadir untuk pencegahan yang dilakukan siapapun menjadi garda terdepan memastikan pemilu siap untuk dilaksanakan.

” Panwascam, PPKD dan PTPS dapat membangun kepercayaan publik dan memiliki integritas tinggi berprinsip profesional, dan menjaga hak pilih harus dikawal,” tegasnya dalam sambutan apel pagi.

Selain itu, Ketua Bawaslu Kepri memandu membacakan ikrar Pengawas Pemilu
Kecamatan Se- Kepri akan bekerja mengawas pemilu demi terwujudnya pemilu yang berintegritas. Selalu memegang teguh sumpah dan janji
untuk mewujudkan pemilu yang adil, jujur, bebas dan Rahasia.

Diakhir acara apel ketua Bawaslu Kepri memeriksa barisan apel siaga didampingi Komisioner dan Kepala Sekretariat Bawaslu Kepri, Dasnil serta jajaran.

Ditempat yang sama Perwakilan Panwascam Kabupaten Natuna, Nurdin Ahmad mengungkapkan kegiatan rakerda Bawaslu kali ini sangat penting untuk diikuti. Menurutnya rakerda ini panwascam diminta untuk menyampaikan segala kendala yang dihadapi panwascam didaerah masing-masing.

” Alhamdulillah, aspirasi dan rekomendasi Devisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) yang diusulkan khususnya Panwascam Se – Kabupaten Natuna dapat diterima forum untuk ditindaklanjuti ke Bawaslu RI,” ucap ketua panwascam Serasan.

Dia merasa bangga dan patut bersyukur aspirasi devisi PHL panwascam di daerah perbatasan Natuna dapat mewakili semua devisi PHL se – Kepulauan Riau untuk nantinya ditetapkan menjadi Perbawaslu RI, tandasnya.(*)

Presiden Jokowi Minta TNI-Polri Respons Revolusi Industri 4.0

0

Batamtimes.co,Jakarta – Presiden Joko Widodo meminta kesiapan TNI dan Polri untuk merespons perubahan global yang sangat cepat. Kesiapan tersebut sangat diperlukan untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi Indonesia ke depannya.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat memberikan arahan pada Rapat Pimpinan TNI dan Polri di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 29 Januari 2019.

“Saya ingin mengingatkan bahwa dunia ini berubah. Lanskap politik dunia berubah. Lanskap global ekonomi juga berubah. Lanskap sosial global juga berubah sehingga kita harus merespons secara cepat perubahan-perubahan yang ada baik di bidang ekonomi, politik, atau sosial,” ujarnya.

Rapim tersebut dihadiri oleh para perwira tinggi TNI dan Polri yang aktif. Selain itu, beberapa mantan Panglima TNI dan mantan Kapolri juga tampak dalam acara itu.

Selepas acara, Kepala Negara menjelaskan bahwa momentum revolusi industri keempat yang tengah berlangsung harus benar-benar direspons. Ia mendorong TNI maupun Polri untuk memanfaatkan perkembangan teknologi dan menerapkannya untuk kebutuhan organisasi.

“Mungkin dengan lebih menggiatkan lagi riset-riset untuk alutsista kita. Kemudian tadi saya berikan contoh misalnya penggunaan virtual reality, artificial intelligence, kemudian 3D printing yang negara-negara lain sudah mulai kembangkan di sisi kemiliteran,” ucapnya.

Dalam Rapim TNI-Polri kali ini, Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa politik yang dijalankan TNI dan Polri ialah politik negara. Maka itu TNI dan Polri harus menjaga netralitas sekaligus memberikan rasa aman dan mewujudkan situasi yang kondusif menjelang Pilpres 2019.

“Politik TNI dan Polri adalah politik negara sehingga netralitas itu perlu sekali dijaga dan yang paling penting adalah lancarnya Pemilu, kondusivitas situasi, dan kondisi yang damai. Itu akan terjadi apabila TNI dan Polri ini solid, bersinergi bersama-sama menjaga ketertiban,” tuturnya.

Restrukturisasi TNI

Dalam rapim tersebut, Presiden juga memastikan akan adanya 60 jabatan baru di institusi TNI yang akan diisi para perwira tinggi (pati). Sejumlah jabatan baru itu merupakan bagian dari restrukturisasi di tubuh TNI.

“Akan ada jabatan untuk pati baru sebanyak 60 ruang. Nanti bisa diisi dari kolonel untuk naik ke jabatan bintang,” ujarnya.

Selain itu, Kepala Negara juga akan melakukan revisi terhadap aturan usia pensiun para prajurit TNI setingkat Tamtama dan Bintara hingga menjadi 58 tahun. Sebelumnya, para prajurit TNI harus menjalani pensiun di usia 53 tahun. Ketentuan mengenai hal itu telah diatur sebelumnya dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

“Saya perintahkan juga kepada Kementerian Hukum dan HAM dan Panglima TNI untuk merevisi pensiun Tamtama dan Bintara yang sebelumnya 53 ke 58 (tahun). Tapi ini merevisi Undang-Undang,” ucap Presiden.

“Kalau umur 53 tahun ini masih segar-segarnya, masih produktif-produktifnya, kok sudah dipensiun. Polri kan sudah 58 tahun,” imbuhnya menjelaskan.


(red/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)

Danlanud RHF Sosialisasikan Pembukaan Calon Tamtama & Bintara Melalui Dialog Interaktif di RRI

0


Batamtimes. Co, Tanjungpinang- Dalam rangka pembukaan Calon Tamtama dan Calon Bintara TNI Angkatan Udara, Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb Elistar Silaen S.T. yang didampingi oleh Kadispers Lanud Raja Haji Fisabilillah Mayor Adm Dimas Soleh Budiharta, S.E. menjadi narasumber dalam acara dialog interaktif di RRI Tanjungpinang, Selasa (29/1).

Acara siaran langsung yang dimulai tepat pukul 08.00 WIB tersebut dipandu oleh penyiar Agus Santika tersebut berdialog seputar tentang proses penerimaan calon Tamtama dan calon Bintara TNI AU yang diselenggarakan oleh seluruh Lanud, salah satunya Lanud RHF sebagai Lanud perwakilan TNI AU di wilayah Kepulauan Riau, diantaranya tentang pembukaan Calon Tamtama yang akan dilaksanakan sebanyak dua gelombang, mulai tanggal 15 Januari sampai dengan 5 Maret 2019 untuk gelombang pertama, dan gelombang kedua pada bulan Juli hingga agustus. Sedangkan untuk pembukaan Bintara hanya satu gelombang yang akan dibuka pada bulan April.

Selain itu Danlanud RHF juga menginformasikan persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendaftar Calon Tamtama, salah satunya yaitu pria dengan pendidikan minimal SLTP dengan tinggi badan 163cm dan berat badan proporsional, serta melengkapi kelengkapan administrasi lainnya. “untuk pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui website https://diajurit.tni-au.mil.id pada tanggal yang telah ditentukan, lalu mendaftar ulang di Lanud yang sudah ditunjuk, salah satunya adalah Lanud RHF untuk perwakilan wilayah Kepri yang berada di Jalan Nusantara KM 12,5 Tanjungpinang,” jelas Danlanud.

Kadispers Lanud RHF juga menjelaskan tentang materi seleksi yang akan dihadapi oleh calon Tamtama dan Bintara meliputi seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, pemeriksaan psikologi, penelitian personel, seleksi jasmani kesamaptaan serta pemeriksaan fisik, yang kesemuanya akan dilaksanakan masing-masing pada tahap Panitia Daerah dan Panitia Pusat. “Setelah lulus, para calon tamtama atau bintara nanti akan didik di Skadron Pendidikan 404 di Lanud Adi Sumarmo Solo selama bulan lalu dilantik dengan pangkat Prajurit Dua untuk Tamtama atau Sersan Dua untuk Bintara,” tambah Kadispers.

Dialog interaktif ini mendapat tanggapan positif dari pendengar, baik pendengar yang berada di Tanjungpinang, maupun di Bintan, dari banyaknya pertanyaan melalui telepon dan SMS yang masuk ke penyiar seputar pelaksanaan Penerimaan Calon Tamtama dan Calon Bintara TNI AU tersebut. Danlanud juga dengan tegas menyampaikan bahwa tidak aka nada pungutan selama proses tersebut. “Saya jamin tidak akan ada pungutan sepeserpun selama proses penerimaan selama rangkaian pemeriksaan, seleksi, atau pengujian”, tegas Danlanud

Kerjasama dengan RRI Tanjungpinang ini bertujuan agar dapat menemukan putra-putra daerah terbaik dari wilayah Kepulauan Riau untuk bergabung bersama TNI Angkatan Udara. Pada akhir sesi dialog, Danlanud RHF menyampaikan closing statement yang membakar semangat putra-putra daerah Kepulauan Riau. “Bagi Kalian, putra putra wilayah Kepulauan Riau ada khususnya, kami TNI Angkatan Udara mencari putra-putra daerah terbaik untuk bergabung bersama kami mengabdi dan menjaga kedaulatan NKRI melalui TNI Angkatan Udara, ayo bergabung dan tunjukkan kamu yang terbaik!”, kata Danlanud RHF.

Penandatangan MoU Disparbud dan Pelindo

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang
Pemerintah Kota Tanjungpinang melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Launching Calendar Event Pariwisata Kota Tanjungpinang Tahun 2019 disejalankan dengan penandatanganan MoU antara PT. Pelindo dan Disparbud Kota Tanjungpinang di Gedung Aisyah Sulaiman, Senin (28/01) sore.

Hadir pada kegiatan tersebut Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma, Plt. Disparbud Syafrudin, Ketua LAM Wan Rafiwar, Kepala Direksi Pelindo Hamid Wijaya, dan General Manager (GM) Pelindo C. Tanjungpinang Arif Indra Perdana.

Dalam sambutanya Pelaksana Tugas (Plt) Disparbud Kota Tanjungpinang Syafrudin menyampaikan bahwa calendar event merupakan kepastian akan atraksi-atraksi yang akan disajikan kepada turis nantinya.

“InsayaAllah dengan peluncuran calendar event ini kita sudah dapat suguhkan acara-acara dan atraksi wisata kepada turis baik yang berasal dari dalam negri maupun luar negri,” sebut Syafrudin

Syafrudin, dikesempatan itu juga bersyukur atas terjalinya kerjasama MoU antara Disparbud dan PT. Pelindo untuk mengembangkan kepariwisataan Kota Tanjungpinang

“Semoga dengan penandatanganan MoU ini pengembangan kepariwisataan Kota Tanjungpinang akan lebih maju seperti perkembangan yang mendasar dalam pengembangan pariwisata,” tutur Syafrudin, Plt Disparbud yang baru beberapa hari dilantik.

Wakil Walikota Tanjungpinang Rahma dalam sambutanya juga menyampaikan hal yang sama, dimana, dirinya berharap calendar tersebut mampu meningkatkan kualitas kepariwisataan Tanjungpinang.

“Dalam tiga tahun terakhir pariwisata kita mengalami peningkatan, semoga dengan peluncuran celendar ini peningkatan tersebut bisa terus bertambah,” harap Wakil Walikota Tanjungpinang.

Sementara itu GM PT Pelindo I Tanjungpinang, Arief Indra Perdana dalam sambutannya mengatakan, bahwa selain wisata bahari Tanjungpinang juga berpotensi untuk mengembangan tempat-tempat wisatanya di Kota dengan cara bekerjasama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat.

“Sepeti Kampung Bugis, Senggarang, Dompak itu tempat-tempat yang patut dikembangkan,” katanya.

Peluncuran calendar event, dan penandatangan MoU tersebut juga dibarengi dengan pengukuhan 19 kelompok sadar wisata se Kota Tanjungpinang.

Rud P

Jembatan penyeberangan Muka Kuning Beralih Fungsi, Tempat tidur dan Bilik Asmara

0

Penulis : Veri Gulo

Batamtimes.co,Batam- Jembatan penyeberangan di muka kuning beralih fungsi,menjadi tempat tidur Orang tidak dikenal (OTK) dan bilik asmara.

Karyawan/karyawati Perusahaan industri muka kuning menjadi risau jika mau masuk kerja setiap harinya,apalagi jika malam hari.

Rini, salah satu karyawan Industri muka kuning mengaku jembatan itu satu-satunya jalan yang simpel buat mereka untuk menyeberang,

“saya sendiri takut mas, kalau sudah mulai sore, tengah malam dan sampai pagi pun, sering saya lihat orang yang lagi tidur berjejer .” katanya, Senin, (29/1/2019).

Lebih jauh dikatakanya, bukan hanya itu saja, bahkan ada yang menjadikan jembatan penyeberangan menjadi bilik asmara, jembatan juga terlihat kotor tidak pernah ada perawatan

“Pemerintah atau dinas terkait hendaknya memperhatikan perawatan jembatan, ini kan juga aset negara, “ujarnya

Kenyamanan para pengguna jembatan sudah tidak ada lagi saat melewatinya, penerangan juga sangat minim.

” ih,!! terkadang takut melewati jembatan ini, takutnya kita dirampok atau, di perlakukan tidak wajar dengan OTK yang tidur di jembatan, “ungkapnya

Kemuning yang juga karyawan muka kuning mengatakan hal senada, dikarenakan setiap harinya Mengunakan jembatan penyeberangan.

” setelah turun dari carry batu aji-muka kuning dan berhenti di halte, naik jembatan tersebut, saya lihat banyak pemuda – pemudi mengunakan jembatan sebagai tempat memadu kasih,risih dibuatnya,” jelas Kemuning.

Karyawati yang masuk malam atau pagi dan sore melewati jembatan penyeberangan takut.

“saya sendiri takut mas kalau saya masuk malam dan pagi untuk melewatinya kalau sore masih mending banyak orang yang lewat, tapi kalau sudah malam sampai pagi di situ lah yang bikin takut. Hal ini bukan hanya sekali saja mas bahkan keseringan,”katanya

Sebagai karyawati dan warganegara kami minta pada pihak pemerintah dan aparat penegak hukum agar sering patroli, atau rajia

” soalnya kalau sudah malam cewek dan cowok yang lagi bercinta ada juga, itu yang buat kita takut” tutupnya.

Alumni ITB Angkatan 92 Dukung Jokowi-Ma’ruf

0

Batamtimes. Co, Jakarta – Alumni angkatan 1992 Institut Teknologi Bandung (ITB) memantapkan dukungan untuk pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019.

“Kami mendukung Jokowi-Ma’ruf karena kami tahu dan kami telah merasakan dan melihat perubahan dan perkembangan hasil dari pimpinan Pak Jokowi di periode ini,” ujar Ketua Alumni ITB angkatan 1992 Kemal Senin, (28/1/ 2019).

Kemal menambahkan, dengan adanya pertemuan dan deklarasi dukungan ini, pihaknya bisa mengajak serta mempengaruhi rekan ITB yang lainnya.

“Tiga kali sudah deklarasi untuk Jokowi. Di Sydney, Malaysia, dan Indonesia, tekad kami bukan buat menang saja tapi kita harus menang telak,” Ujar Bobby Rasyidin yang merupakan salah seorang penggagas Alumni 92 ITB For Jokowi-Ma’ruf Amin

Lebih lanjut, dalam pertarungan di Pilpres 2019, Jokowi tak boleh seimbang dengan Prabowo Subianto.

“Pertarungan ini tidak boleh seimbang Jokowi harus menang telak dari Paslon no 02,” tegasnya.

Lebih lanjut Bobby menuturkan, Pilpres 2019 bukan hanya pertarungan antara Jokowi dengan Prabowo, melainkan Jokowi dengan orang yang tidak mendukungnya.

“Pertarungan sekarang itu adalah dengan orang yang tidak mau dengan Jokowi. Bukan dengan Prabowo dan kita harus pastikan Jokowi menang, orang baik harus menang”. Tegas Bobby

(redaksi)

Asosiasi Peneliti IQRA Punya Misi memperluas Khazanah ilmu sosial

0

Batamtimes. Co, Jakarta – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong peneliti Indonesia bisa menghasilkan penelitian yang menjawab berbagai kegelisahan sosial di masyarakat.

Berbeda dengan peneliti di bidang eksakta, peneliti di bidang sosial jumlahnya relatif masih kurang. Padahal, masalah sosial tidak kalah banyaknya dibanding masalah di bidang eksakta.

“Indonesian Qualitative Researcher Association (IQRA), sebagai organisasi yang menghimpun peneliti kualitatif, punya tanggungjawab besar memperluas khazanah ilmu sosial. Begitu banyak problema sosial yang perlu digali lebih jauh. Antara lain dalam mengindari benturan suku, agama, ras dan kepercayaan (SARA), maupun menjawab tantangan Revolusi Industri 4.0 dari segi masalah sosial kemasyarakatan,” ujar Bamsoet saat menerima pengurus IQRA di ruang kerja Ketua DPR RI, Jakarta, Senin (28/01/19).

Pengurus IQRA yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Sekjen Dedi Kurnia Syah Putra, Bendahara Umum Andi Budi Sulistijanto dan Dr. Lely Arrianie. Turut hadir sejumlah jajaran dari rektorat Universitas Matana, antara lain Rektor Arry Basuseno, MBA, Ph.D, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Ir. Ika Bali, M.Eng., Ph.D, dan Ketua Badan Penjamin Mutu Internal Lusia Permata Sari Hartanti, S.T., M.Eng., CPISC.

Bamsoet yang diangkat menjadi Dewan Pembina IQRA ini menerangkan banyak kompleksitas yang harus diurai dalam memahami sebuah fenomena sosial di masyarakat. Perkembangan teknologi informasi, meleburnya berbagai kebudayaan akibat globalisasi, dinamika politik dan kebijakan pemerintahan, merupakan unsur-unsur yang mempengaruhi perilaku masyarakat.

“Peneliti kualitatif harus mampu menangkap makna terhadap sebuah realitas sosial yang ada di masyarakat. Jika tidak, hasil penelitiannya akan sia-sia. Karenanya, seorang peneliti kualitatif dituntut selalu dekat dengan masyarakat,” tutur Bamsoet.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menilai sebagai sebuah organisasi, IQRA harus memberikan keuntungan kepada para peneliti yang tergabung didalamnya. Semisal, dalam bentuk sertifikasi, penyediaan bank data, maupun akses jaringan ke forum-forum penelitian di dalam maupun luar negeri.

“Di saat peneliti di bidang lain masih berjalan sendiri-sendiri, peneliti kualitatif sudah punya satu wadah untuk berbagi akses, jaringan, maupun pengetahuan. Membesarkan organisasi IQRA merupakan bagian dari membesarkan perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Kemajuan sebuah bangsa tak terlepas dari kemajuannya dalam menciptakan sesuatu yang baru yang didapat dari hasil penelitian,” tegas Bamsoet.

Dengan adanya IQRA, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini berharap akan semakin banyak hasil penelitian dari anak bangsa. Karena sejauh ini, berbagai masalah sosial di tanah air justru diteliti oleh peneliti asing dan dimanfaatkan oleh negara asing.

“Di berbagai universitas luar negeri seperti Leiden di Belanda, Monash di Australia, maupun Ohio di Amerika, banyak menyimpan penelitian tentang Indonesia. Karena memang di luar negeri tradisi penelitian mendapatkan penghormatan yang tinggi. Kini melalui kehadiran IQRA, sudah waktunya kita membenahi kondisi penelitian dalam negeri,” papar Bamsoet.

Sebagai langkah awal, Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini berharap IQRA mendukung langkah Presiden Joko Widodo yang berencana memanggil pulang para peneliti Indonesia yang berada di luar negeri. Hal ini untuk menguatkan visi pemerintah yang mulai fokus membangun sumber daya manusia Indonesia, setelah sebelumnya gencar melakukan pembangunan infrastruktur fisik.

“Pemerintah dan DPR RI sepakat mengalokasikan dana abadi penelitian dari APBN sebesar Rp 990 miliar. Dana tersebut bisa diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai peneliti maupun lembaga penelitian. Tinggal menunggu pemerintah membuat aturan teknisnya lebih lanjut. Kalau dari DPR RI, Panitia Kerja RUU Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Tekonlogi (RUU Sisnas-Iptek) menyarankan adanya Badan Riset Nasional yang mengatur dana abadi tersebut,” pungkas Bamsoet. (*)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga