Batamtimes.co – Natuna
Disdikpora Kabupaten Natuna merasa terganggu atas pemberitaan media kemarin, terkait kisruh diduga dana sertifikasi guru BOS juga BROS diduga dipotong pihak Sekolah SDN 011 Puak Ranai.
Batamtimes.co – Natuna
Disdikpora Kabupaten Natuna merasa terganggu atas pemberitaan media kemarin, terkait kisruh diduga dana sertifikasi guru BOS juga BROS diduga dipotong pihak Sekolah SDN 011 Puak Ranai.
Laporan :Veri Gulo
Batamtimes.co- Ratusan Pencari kerja (Pencaker) di Batam yang mengganggur kecewa,setelah menunggu berjam-jam Lowongan kerja PT. Schneider di gagal kan perusahaan, Senin, (12/11/18).
Perihal tersebut diduga disebabkan, Jumlah Pencaker yang datang kelokasi perekrutan di MPH Muka Kuning melebihi yang diharapkan tidak kunjung berhenti, hingga mengakibatkan salah satu Pencaker berjatuhan pingsan.
PT. Schneider pun membatalkan perekrutan operator khusus wanita yang sebelumnya akan diumumkan pukul 11.00wib.Padahal Pencaker sudah datang sejak pagi hari berkumpul untuk melamar.
Terpantau security Batamindo menjaga betul, mereka melakukan antisipasi dengan menyaring pencaker, karena terlihat seperti orang demo.
Rina salah seorang Pencaker berkata,
Dia mengetahui loker PT. Schneider dari medsos.
“Loker tersebut diumumkan melalui halaman di facebook, mulai hari sabtu kemarin.Saya tergiur karna ajakan kawan,” terangnya.
Rina melanjutkan,dirinya merasa kecewa karena PT. Schneider memberikan harapan palsu kepada Pencaker.
“Iya mas kecewa aja, Jauh jauh datang ke batamindo,tidak taunya lowongan dibatalkan alasannya karena pelamar terlalu padat, “katanya.
Begitu juga salah seorang security Batamindo yang enggan menyebutkan namanya menjelaskan bahwa lowongan kerja dibatalkan karena jumlah pelamar jauh lebih besar, sehingga suasana tidak kondusip.
“Terlalu ramai, tidak stabil lagi,tadi aja ada yang pingsan.Jadi kemungkinan karena ada yang pingsan makanya kali ini di batal kan lowongan kerja nya, ” katanya.(*)
Penulis : Tanto
Batamtimes. Co, Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Partai Hanura Gede Pasek Suardika resmi mengundurkan diri.
Pengunduran Gede Pasek dari partai yang diketuai Oesman Sapta Odang (OSO) ini berdasarkan surat yang diterima wartawan Senin (12/11/2018).
Pengunduran diri ditandatangani oleh Gede Pasek tanggal 3 November 2018. Namun, surat tersebut belum dikonfirmasi kebenarannya kepada Gede Pasek.
Berikut isi surat pengunduran diri Gede Pasek:
Salam Bangkit, Jaya, Menang..!
Menindaklanjuti penyampaian via WhatsApp pada tanggal 31 Oktober 2018, maka pada kesempatan ini saya menyampaikan secara resmi permohonan Pengunduran Diri sebagai Ketua Bapilu DPP Partai Hanura. Adapun alasan pengunduran diri tersebut dengan alasan:
1. Saya tidak bisa mengatur waktu dengan kesibukan di DPD RI maupun kesibukan pribadi lainnya.
2. Saya merasa tidak mampu menyesuaikan diri mengikuti ritme dan pola kerja pemenangan Pemilu yang dilaksanakan selama ini, sehingga perlu ada sosok pengganti yang lebih baik dan lebih tepat.
3. Berdasarkan evaluasi rangkaian kegiatan pemenangan Pemilu sejak acara Rakerna di Pekanbaru, proses Pencalegan DPD RI hingga proses pelaksanaan kegiatan pembekalan caleg (calon anggota legislatif), keberadaan Bapilu tidak diberikan peran untuk bisa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagaimana mestinya.
Pada kesempatan ini, saya juga meminta maaf atas segala kekhilafan, kekurangan dan ketidakmampuan sebagai Ketua Bapilu. Dan juga mengucapkan terima kasih atas segala kesempatan dan kepercayaan yang pernah diberikan. Terima kasih.
Denpasar, 3 November 2018
Hormat Saya,
(Gede Pasek Suardika). (*)
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Drama raibnya plat besi baja, sisa pembangunan jembatan I Dompak itu. Sepertinya, hingga saat ini. Masih menjadi misteri.
Pasalnya, Proses penyelidikan yang dilakukan pihak Polda Kepri, setelah hampir tiga bulan, belum membuahkan hasil.
Hal ini pun sontak membuat Ketua LSM P2KN, Kennedi Sihombing angkat bicara terkait lambannya kepastian hukum dan siap yang oknum yang melakukan pencurian tersebut ?.
“saya menilai, kasus raibnya plat besi baja sisa material pembangunan jembatan I Dompak. Masih belum terlihat titik terangnya”.

Ia menduga pengungkapan drama raibnya plat baja ini, sarat dengan nuansa politik.
“saya menduga. Ada oknum-oknum terkait berupaya semaksimal mungkin, untuk meredam kasus ini. Tapi, saya yakin dan percaya. Kasus ini, tidak akan bisa di redam,” paparnya.
Ia pun berjanji akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Karena, kita dari LSM P2KN dan tim yang tergabung dalam tim pencari fakta ini berkomitmen. Jika kasus ini tidak dapat diselesaikan, maka. Kami akan membawa kasus ini, sampai ke mabes Polri bahkan ke KPK,” sebutnya.
Kasus plat baja senilai Rp 4,4 miliar, sisa pembangunan Jembatan I Dompak yang hilang, kini kasusnya ditangani Polda Kepri.
Bahkan Polda Kepri mengaku sudah menerima surat pemberitahuan dan kronologis hilangan sisa plat baja pembangunan jembatan tersebut dari Pemprov Kepri.
“Kasusnya diambil alih Polda Kepri, bahkan kami juga sudah menerima surat pemberitahuan dan kronologis hilangannya plat baja senilai Rp 4,4 miliar tersebut,” kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol S Erlangga, Jumat (24/8/2018) di Mapolda Kepri.
Untuk LP (laporan polisi), Erlangga mengaku baru saja masuk dan yang melaporkannya langsung dilakukan Inspektorat Pemprov Kepri.
“Saat ini kasusnya sudah dalam tahap penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri. Bahkan sejumlah orang yang mengetahui tentang plat baja senilai Rp 4,4 miliar juga sudah dilakukan pemeriksaan,” jelas Erlangga.
Hilangnya plat baja senilai Rp 4,4 miliar sisa pembangunan Jembatan I Dompak itu, terungkap saat DPRD Kepri bersama Dinas PUPR melakuka rapat.
(Budi Arifin)
Iskandar Pohan : Biro Natuna
Batamtimes.co – Natuna
Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Kartyanto memimpin upacara pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) Kasatreskrim dan Kasatintelpam Mapolres Natuna baru.
Selain dua Kasat baru, turut dilantik dua jabatan kapolsek Serasan dan Kapolsek Pulau Laut dan juga mutasi jabatan.
Batamtimes. Co, Batam – Penggemar Musisi Band Adie MS dan band rock Andra and the Backbone, malam ini mengguncang panggung di bundaran BP Batam, Batam center, sabtu (10/11/18).
Penampilan tersebut dalam acara event Car Free Night (CFN) BP Batam dalam menyambut hari Pahlawan 10 Nopember 2018, dengan tema “Nyanyian untuk Negeri dari Batam”
Addie MS menyampaikan, sangat berterimakasih kepada seluruh masyarakat yang dengan sukarela dapat hadir pada malam nanti dalam event CFN.
“Kami sangat bangga, serta berterimakasih telah menjadi bagian dalam acara, dan cukup prihatin pada anak sekarang lagu-lagu perjuangan di luar lagu kebangsaan Indonesia Raya sudah tidak pernah dinyanyikan lagi. “katanya Sabtu saat memberikan konferensi pers di Restoran Sanur Batam Center.
Dikatakanya, Tehnologi sangat luar biasa, dan dapat mempengaruhi anak muda, apalagi sekarang ini dengan mudahnya memviralkan lagu melalui media sosial.
Lebih jauh katanya, beberapa lagu tembang lawas Lagu Perjuangan akan dibawakan yakni,Indonesia Raya, lagu Syukur, Rayuan Pulau Kelapa, Berkibarlah Benderaku, serta Pancasila.
“lagu-lagu rayuan pulau kelapa, Lagu syukur diluar lagu kebangsaan Indonesia Raya, akan dibawakan memeriahkan acara puncak Hari Pahlawan malam ini.
Dan dipastikan disaksikan masyarakat Kota Batam, Tutupnya.
(red/Veri)
Batamtimes.co – Natuna
Kisah hina dialami seorang guru SDN 011 Ranai diluar kepatutan dan tak bermoral ditemukan seonggok kotoran manusia di atas meja kerja sang guru wali kelas I, sebut saja namanya NR (35) belum diketahui siapa pelakunya, insiden bejat dan penuh hina ini terjadi pada Rabu (07/11 /2018) pagi
Batamtimes.co – Natuna
Pemerintah Kabupaten Natuna setakat ini belum mampu meningkatkan Pendapat Asli Daerah (PAD) sesuai dengan target yang diberikan pada instansi terkait. Sehingga pendapatan pemerintah daerah belum mampu meningkatkan pembangunan didaerah secara signifikan.
Batamtimes.co – Natuna
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna menggelar rapat paripurna penyampaian pidato pengantar Bupati Natuna terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Natuna tentang perubahan kedua atas peraturan daerah kabupaten Natuna Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan susunan dan perangkat daerah

Batamtimes. Co, Jakarta-Politik dan pesta demokrasi bangsa kita sudah semestinya disambut dan dihinggapi rasa gembira oleh masyarakat Indonesia.
Dengan kegembiraan itu, masyarakat dapat memberikan suaranya secara jernih dan rasional bagi pemimpin yang dirasa tepat memimpin Indonesia. Hal itu adalah pandangan sekaligus harapan Presiden Joko Widodo terkait pesta demokrasi di negara ini.
Kegembiraan demokrasi ini tentu hanya dapat dicapai dengan cara-cara yang sesuai dengan kesantunan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Politik yang dibiarkan berjalan dengan menihilkan etika sudah sewajarnya kita hindari.
“Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu (santun). Oleh sebab itu, sering saya sampaikan: hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan,” ujar Presiden.
Pernyataan Presiden tersebut disampaikan selepas meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang di Kabupaten Tegal pada Jumat, 9 November 2018. Dalam acara sebelumnya di Gelanggang Olahraga Tri Sanja, Kepala Negara sempat menyinggung soal kesantunan yang dirasa menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.
Ia melihat bahwa sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.
“Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu,” ucapnya.
Presiden memiliki satu istilah khusus untuk menggambarkan perilaku berpolitik tak beretika yang menebar ketakutan dan kekhawatiran di tengah masyarakat. Berangkat dari mitos Jawa mengenai makhluk halus, dirinya menyebut hal itu sebagai “politik genderuwo”, politik yang menakut-nakuti.
“Cara-cara seperti ini adalah cara-cara politik yang tidak beretika. Masak masyarakatnya sendiri dibuat ketakutan? Itu namanya politik genderuwo, menakut-nakuti,” tuturnya.
Presiden berharap agar cara-cara berpolitik serupa itu segera ditanggalkan. Sudah selayaknya bagi masyarakat kita untuk memperoleh contoh politik yang baik dan menghadirkan kegembiraan pesta demokrasi di negara kita.
(Red/Rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden)