Gigih Rahmat Dewa Disebut Kapolda Memiliki Lokasi latihan Menembak di Nongsa Batam

0
516

batamtimes.co,Batam – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengungkapkan, salah satu warga Batam yang telah direkrut dan dikirim Gigih Rahmat Dewa ke Suriah bergabung dengan kelompok ISIS adalah Dwi Djoko Wiwoho, Direktur PTSP dan Investasi BP Batam.

“Gigih Rahmat Dewa yang telah mengrekrut Djoko. Dia (Gigih Rahmat Dewa) juga yang memfasilitasi keberangkatan Djoko (Dwi Djoko Wiwoho) ke Suriah melalui Turki,” kata Sam Budigusdian.

Djoko menghilang sejak Agustus 2015 lalu. Untuk dapat berangkat bergabung dengan ISIS, Djoko memanfaatkan fasilitas cuti dengan alasan berangkat Umroh bersama keluarga sampai 2 September 2015. Istri Djoko, Ratna Nirmala juga ikut serta. Diduga, sang istri yang mempengaruhi Djoko.

Kepastian Djoko beserta Istri yang diduga dua anaknya ikut serta bergabung dengan ISIS setelah Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) memberikan keterangan ke BP Batam soal positifnya Djoko bergabung dengan ISIS.

Gigih Rahmat Dewa disebut Kapolda memiliki peran penting dalam jaringan terorisme di Batam, karena ia merupakan pemimpin yang mengatatasnamakan Katibah Gigih Rahmat.Batam – Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian mengungkapkan, kelompok teroris Katibah Rahmat Dewa, pimpinan GR (31) yang ditangkap pada Jumat (5/82016) lalu itu memiliki lokasi latihan menembak di Kawasan Nongsa Batam.

“Kelompok Katibah Rahmad Dewa memiliki lokasi tembak di Nongsa, Batam. Latihan tembak untuk kesiapan anggotanya,” ujar Kapolda Kepri, Senin (8/8/2016).

Dalam penggeledahan sejumlah rumah kelompok mereka di Batam, tambahnya, ditemukan tiga senjata. Dua senjata laras panjang dan laras pendek jenis airsoft gun dan satu senjata api laras panjang yang belum dirakit.

“Senjata-senjata ini digunakan untuk melatih kesiapan anggotanya sebelum di dikirim ke Suriah bergabung dengan Bahrum Naim atau beraksi melakukan teror. Jadi saat dikirim atau melakukan aksi sudah terbiasa menggunakan senjata,” ungkap jenderal polisi bintang satu itu.

Kapolda Kepri juga mengungkapkan, tugas dari jaringan teroris di Batam itu adalah merekrut dan memfasilitasi anggotanya untuk berangkat ke Suriah dan bergabung dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Suriah). Basis latihan yang digunakan di Nongsa juga termasuk untuk melatih Dwi Djoko Wiwoho, mantan Direktur PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Badan Pengusahaan (BP) Batam sebelum berangkat ke Suriah.

“Mereka merekrut anggota sesuai dengan bidang masing-masing. Ada perakit senjata, koordinator lapangan dan pegawai bank yang mengerti tentang keuangan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here