Hamid Rizal Terima Sertifikat Status Natuna Jadi Geopark Nasional 2018 Di Bogor.

0
58

Batamtimes.co – Natuna

Pemerintah Kabupaten Natuna Kepulauan Riau resmi menerima Sertifikat status Geopark Nasional di Tahun 2018. Penyerahan sertifikat diterima Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal didampingi Erson Gempa kadis pariwisata Kabupaten Natuna, dilakukan bersamaan dengan penandatanganan prasasti Peresmian Geopark Pongkor oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/11 /2018).

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal merasa bangga menerima sertifikasi status Natuna ditetapkan menjadi Geopark Nasional Tahun 2018.

Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal Terima Sertifikat Status Geopark Nasional di Tahun 2018 di bogor dari kementerian Pariwisata pada (30/11/2018)

Kedepanya Natuna akan menjadi salah satu daerah kunjungan wisatawan domestik dan internasional akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan diwilayah perbatasan NKRI dan berdampak perbaikan perekonomian masyarakat terlebih disektor pariwisata.

Dia mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas kerjasama dan dukungan pada akhirnya Natuna menerima sertifikat status Geopark Nasional, ungkap Hamid Rizal.

Hingga kini Indonesia memiliki 15 geopark nasional. Selain Natuna penerima sertifikat Geopark Nasional 2018 adalah Silokek, Sianok Maninjau dan Sawahlunto di Sumatera Barat, Pongkor di Jawa Barat, Karangsambung, Karangbolong di Jawa Tengah, Banyuwangi di Jawa Timur, dan Meratus di Kalimantan Selatan.

Bupati Natuna didampingi Kadis Pariwisata Natuna Erson Gempa usai menerima sertifikat Natuna status Geopark Nasional di Tahun 2018

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, target Geopark tahun 2018 ada 9 Aspiring Geopark Nasional, 15 Geopark Nasional, dan 937.125 kunjungan wisatawan khusus Geopark.

Arief menyampaikan harapannya kepada para pemimpin daerah agar menindaklanjuti penetapan taman bumi di wilayahnya sebagai geopark nasional dengan berinvestasi untuk mengelola serta mengembangkannya.

Lebih jauh Menpar mengatakan, ada lima kategori penilaian Geopark Nasional. Yakni geologi dan bentang alam yang meliputi kawasan (5%), geokonservasi (20%), serta warisan geologi dan budaya (10%).

Diakui Arief, Geopark juga menjadi daya tarik pariwisata unggulan Indonesia yang bisa memberikan kontribusi signifikan bagi kunjungan wisman.

Potensi Geopark bisa dikombinasikan dengan daya tarik ekowisata. Untuk itu, Kemenpar gencar melakukan kerjasama dengan negara-negara UNESCO Global Geopark, seperti China dan Malaysia

Sertifikat ini makin melengkapi deretan Geopark Nasional yang dimiliki Indonesia. Sebelumnya, sudah ada Gunung Kaldera Toba di Sumatera Utara, Gunung Merangin di Jambi, dan Gunung Belitong di Bangka Belitung. Kemudian Gunung Bojonegoro di Jawa Timur, Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat, Gunung Maros di Sulawesi Selatan, dan Gunung Raja Ampat di Papua.

(Red /Pohan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here