Penghijauan di Kota Batam perlu digerakkan antisipasi krisis air

0
8
Walikota Batam, Muhammad Rudi berbincang terkait perencanaan penanaman pohon di Simpang Kabil

Batam- Walikota Batam, Muhammad Rudi mengimbau warga Batam untuk menanam pohon di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing. Penghijauan di Kota Batam menurutnya perlu digerakkan sebagai bentuk antisipasi krisis air di Kota Batam. Camat dan lurah diminta untuk menginformasikan hal tersebut kepada warganya masing-masing.

“Sudah ada info dari Kementrian PUPR yang membidangi waduk dan juga ATB bahwa dalam enam sampai setahun ke depan akan terjadi krisis air di Batam. Camat dan lurah segera informasikan ke masyarakat agar menanam pohon di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing,” kata Rudi, Senin (7/10) saat apel gabungan ASN Pemko Batam di Dataran Engku Putri.

Ia juga menitip pesan agar warga menegur dan melaporkan apabila melihat ada yang menebang pohon di kawasan hutan lindung. Apabila hutan lindung habis dibabat maka tidak ada yang bisa menahan air sehingga air langsung mengalir ke laut. Selain itu juga bisa mengakibatkan longsor.

“Hutan yang ada jangan diganggu. DAM harus kita jaga dan kita bersihkan. Waduk kita dulu mampu menampung 1000 kubik sekarang hanya bisa menampung 500 kubik. Ayo hijaukan lingkungan kita supaya tidak gersang,” ucap Rudi sekaligus Kepala BP Batam.

Kepada ASN di lingkungan Pemko Batam, Rudi juga mengingatkan agar terus melakukan penanaman pohon dan melakukan perawatan terhadap pohon-pohon yang sudah ditanam. Hal ini ia sampaikan untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan dimasa yang akan datang.

“Tentang penghijauan masih berlaku. Gerakkan kembali kerja tambahan seperti menanam pohon dan memberi pupuk. Jika memungkinkan satu pegawai menanam satu pohon. Jangan sampai sudah menjadi masalah baru kita selesaikan,” katanya mengingatkan.

 

 

(red/HP/GM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here