Bupati Hamid Dampingi Mantan Menteri KKP Shooting Kawan Laut Susi Cari Ombak Promosi Pariwisata Natuna

0
657

Batamtimes.co – Natuna – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal dampingi mantan Menteri pada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti lagi Shooting Video ” Kawan Laut Susi Cari Ombak” untuk mengisi acara di stasiun TV Nasional Metro TV.

Dimana akan disiarkan langsung dari Sujung Kecamatan Bunguran Timur laut, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Senin (17/08/2020) siang.

Bupati Hamid Rizal tampak hadir dampingi mantan Menteri  KKP Susi Pudjiastuti Shooting Kawan Laut Susi Cari Ombak di Sujung Kecamatan Bunguran Timur laut, Natuna, Kepri, Senin (17/08/2020).

Susi memilih Natuna lokasi shooting karena kecintaanya terhadap keindahan Alam dan lautnya dan sekaligus promosi Pariwisata di wilayah ujung Utara perbatasan NKRI.

Menurut Susi, momentum HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020 ini hendaknya dapat dijadikan kesempatan untuk terus meningkatkan rasa nasionalisme dan bangga menjadi rakyat Indonesia, diantaranya dengan cara lebih mengenal daerah-daerah yang ada di Indonesia

Di mata Susi, Natuna merupakan salah satu wilayah strategis bagi negara karena daerah ini memiliki potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup melimpah, perlu perhatian serius dari pemerintah pusat terkait pengembangan sektor maritim.

Oleh karenanya, kata Susi negara harus hadir ditengah masyarakat Natuna untuk lebih mendukung kemajuan pembangunan dan kesejahteraan rakyat, sebagai bentuk kepedulian dan tanggungjawab untuk mewujudkan wilayah perbatasan yang menjadi serambi negara sekaligus menjaga kedaulatan bangsa, ucap Susi saat membuka acara kegiatan Shootingnya.

Senada diungkapkan Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal, bahwa wilayah yang dipimpinnya adalah berbentuk kepulauan yang terdiri dari 145 pulau

Tarian persembahan tampak menyambut acara pembukaan Kegiatan shooting mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti.

Dimana sebanyak 27 pulau diantaranya sudah berpenghuni dengan luas persentase 99 % merupakan perairan dan berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga di Laut Natuna Utara.

Hamid menjelaskan, Natuna merupakan daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) migas, potensi wisata, dan kelautan dan perikanan.

Akan tetapi adanya Undang-Undang No 23 tahun 2014 tentang otonomi menyebabkan Natuna tidak berkewenangan untuk mengelola potensi yang ada. Sebab regulasi diatas telah menetapkan bahwa dari 0 (bibir pantai) sampai 12 mil laut adalah wilayah pengelolaan potensi yang diserahkan kepada pemerintah provinsi.

Hamid berharap, perjuangan untuk pembentukan provinsi khusus menjadi suatu keniscayaan untuk memacu pembangunan daerah, karena dengan status Provinsi tersebut Natuna akan lebih maju. Sebab telah memiliki peluang dan kewenangan untuk mengelola potensi daerah dengan seluas-luasnya untuk memacu pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat Natuna, tutup Hamid.

(Pohan /Pro-kopim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here