Gubernur Kepri Minta Dukungan Dubes KBRI Tokyo Dorong Terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus di Natuna

0
147
Gubernur Kepri Ansar Ahmad rapat terbatas bersama Dubes KBRI Tokyo lewat zoom meeting Minta dukungan dorong terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Natuna, Selasa (14/09/2021).

Batamtines.co – Tanjungpinang – Tidak hanya menyangkut rencana pembangunan pelabuhan terpadu Samudera di Teluk Buton, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri minta dukungan Duta besar (Dubes) KBRI Tokyo Heri Akhmadi ikut mendorong terwujudnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Natuna dan bisa mempromosikan keunggulan Sumber Daya Alam (SDA) Natuna kepada investor yang ada di Jepang.

Duta Besar KBRI di Tokyo Heri Akhmadi ratas zoom meeting bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat acara zoom meeting bersama Dubes KBRI Tokyo, di Jepang, Selasa (14/06/2021).

Dubes KBRI di Tokyo Heri Akhmadi menyatakan menyambut baik rencana ini. Namun, dia menegaskan jika posisi KBRI hanya sebagai perwakilan yang hanya menjalankan kebijakan, dan bukan pengambil kebijakan.

“Karena saya hanya menjalankan kebijakan, maka saya akan meyampaikan hal ini kepada yang mengambil kebijakan. Kita juga akan tawarkan segala potensi yang ada di Natuna kepada pengusaha Jepang untuk invest di Natuna,” katanya.

Heri juga mengaku sudah sempat berdiskusi dengan Menko Marves, Menhan dan Menteri Kelautan dan Perikanan terkait rencana pengembangan pelabuhan terpadu di Natuna.

Dan semuanya diakui mendukungnya. Bahkan hal ini nantinya akan menjadi salah satu benteng pertahanan masyarakat melalui program penguatan ekonomi.

“Pada intinya, masalah pertahanan dan keamanan kita tidak hanya terfokus dengan memperluas armada perang saja. Namun lebih penting membangun penguatan ekonomi masyarakat.

Dan terkait rencana pelabuhan terpadu di Teluk Buton ini selain menjadi alat untuk memperkuat ekonomi, juga akan menjadi benteng pertahanan dan keamanan negara,” katanya.

Hal ini juga, lanjut Heri sudah sempat dibicarakan juga dengan JICA (Japan International Cooperation Agency), yakni sebuah lembaga kerjasama pemerintahan Jepang. Dan pihak JICA diakui Heri membuka lampu hijau untuk andil dalam proyek di Natuna tersebut.

“Kita sudah sempat membuka pembicaraan dan JICA membuka pintu untuk hal tersebut. Kita juga mau agar pelabuhan terpadu di Natuna ini memiliki value yang bisa menjadikan Natuna sebagai pusat perikanan internasional kedepannya,” ujar Heri.

Bahkan JICA sendiri ditegaskan, Heri telah ikut andil dalam pembangunan pulau-pulau terluar yang ada di Indonesia sebagai upaya pemakmuran ekonomi dan keterisoliran di Indonesia, tandasnya.

Redaksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here