8.6 C
New York
Wednesday, October 14, 2026
spot_img
Home KepriTimes Bung Hersit: Momentum Reformasi Polri di Tangan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

Bung Hersit: Momentum Reformasi Polri di Tangan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto

0
58
Keterangan foto : Pakar hukum pidana dan Advokat Senior DPN PERADI Banten, Prof. Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H., M.H.,

Jakarta, Batamtimes.co – Pakar hukum pidana dan Advokat Senior DPN PERADI Banten, Prof. Mohammad Mara Muda Herman Sitompul, S.H., M.H., menilai pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto, S.I.K.,M.Si. sebagai Kapolri ke-26 bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi momentum untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap Polri.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto resmi memberhentikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan melantik Suyudi Ario Seto pada 1 Oktober 2026. Pelantikan tersebut telah mendapat persetujuan DPR RI.

Menurut Bung Hersit, sapaan akrabnya, harapan besar kini tertuju pada kepemimpinan Kapolri yang baru.

“Suyudi bukan orang baru. Ia lahir di Pandeglang pada 14 Juli 1973, lulusan Akpol 1994 dan peraih Adhi Makayasa. Perjalanan kariernya sangat lengkap, dari Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga terakhir Kepala BNN RI. Ia adalah reserse sejati yang kenyang pengalaman lapangan,” ujarnya saat dimintai tanggapan via WhatsApp, Rabu (14/10/2026).

Dalam uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, Suyudi menyampaikan visi transformatif. Di antaranya pembenahan kelembagaan Mabes Polri yang lebih profesional, penguatan peran Polda, Polres, dan Polsek sebagai garda terdepan pelayanan, rekrutmen SDM yang transparan dan anti-nepotisme, serta penindakan terhadap 12 kejahatan prioritas rakyat.

Ke-12 kejahatan tersebut meliputi narkoba, judi online, pinjaman ilegal (pinjol ilegal), Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), premanisme, hingga kejahatan ekonomi.

Komitmen tersebut langsung dibuktikan melalui Surat Telegram Kapolri No: ST/2205/X/KEP./2026 tanggal 2 Oktober 2026. Hanya dua hari setelah dilantik, Suyudi memutasi 88 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen), termasuk 19 Kapolda dan 14 Pejabat Utama Mabes Polri.

“Langkah cepat, tegas, dan terukur,” kata Hersit.

Ia menambahkan, tantangan terbesar Kapolri baru adalah warisan penanganan demonstrasi pada Agustus-September yang sempat memakan korban. Di sinilah doktrin Polri yang humanis akan diuji.

“Terkait kejahatan harus tegas, tapi humanis terhadap masyarakat. Saya percaya di bawah kepemimpinan yang tegas, bersih, dan humanis, Polri di bawah Suyudi akan mewujudkan Polisi Presisi yang dicintai rakyat,” tegas akademisi senior dan Guru Besar advokat Indonesia itu dengan penuh optimisme.

Waketum DPP IKADIN itu berharap perubahan di tubuh Polri tidak hanya sekadar slogan semata, tetapi harus dibuktikan bahwa Polri adalah garda terdepan dalam penegakan hukum di Indonesia.

Reporter/Editor : Pohan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here