Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun di Bantul

0
67

Bantul – batamtimes.co – Polres Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau DPO terhadap lima pelaku pengeroyokan yang menewaskan seorang pelajar bernama Ilham Dwi Saputra alias IDS (16) warga Payungan, Ciren, Kalurahan Triharjo, Kecamatan Pandak.

Korban dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 19 April setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Saras Adyatma Bantul.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto mengatakan, saat ini Satreskrim Polres Bantul telah menangkap dua tersangka.

“Dua pelaku yang berhasil ditangkap yakni BLP alias BR (18) warga Kretek, Bantul ditangkap pada Selasa 15 April dan YP alias B (21) warga Bambanglipuro, Bantul pada Rabu 16 April di Kabupaten Sleman. Saat ini tersangka sudah ditahan di Rutan Mapolres Bantul,” terangnya.

Sedangkan, lanjut Rita, lima pelaku pengeroyokan lainnya sedang dilakukan pengejaran oleh petugas. Bahkan,Polres Bantul telah menerbitkan DPO bagi lima orang tersebut.

“Tim Sat Reskrim Polres Bantul juga menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) dan melakukan pengejaran terhadap 5 pelaku lain yang sudah diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan,” ujarnya.

Dirinya meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan lima DPO untuk melapor ke kantor polisi terdekat.

“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Rita.

Dari informasi yang dihimpun, pada Selasa malam 14 April sekitar pukul 21.30 WIB Ilham Dwi Saputra alias IDS (16) dijemput dirumahnya dengan membonceng motor salah satu pelaku. Korban diajak ke sebuah lapangan.yang tak terlalu jauh dari rumahnya.

Sesampainya di lokasi tersebut, korban kembali dibawa ke tempat lain di kawasan Pandak, Bantul. Dilokasi tersebut pelaku lainnya sudah menunggu korban.

Disana korban sempat ditanya oleh para pelaku apakah ia masuk dalam sebuah genk. Korban mengaku tidak masuk dalam sebuah genk.

Diduga merasa tak puas dengan jawaban korban, kelompok remaja itu mulai menghajar korban secara membabi buta. Ada yang memukuli korban dengan tangan kosong. Ada pula yang menghajar korban dengan alat-alat seperti selang, paralon, menyundut rokok, hingga melindas tubuh korban menggunakan sepeda motor.

Penulis : Tanto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here