8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home KepriTimes DPRD Natuna Panggil Disperindagkop dan Bulog Minggu Depan Terkait Lonjakan Harga Minyakita...

DPRD Natuna Panggil Disperindagkop dan Bulog Minggu Depan Terkait Lonjakan Harga Minyakita di Sedanau

0
204
Keterangan gambar : Ketua komisi I DPRD Natuna Dardani, S.IP diruang kerjanya.

Natuna, Batamtimes.co – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Natuna, Dardani, S.IP agendakan akan memanggil Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM dan Perum Bulog Cabang Natuna, Minggu pekan depan.

Pemanggilan ini dilakukan untuk Rapat dengar pendapat (RDP) mengklarifikasi lonjakan harga minyak goreng kemasan Minyakita di wilayah Sedanau, Kecamatan Bunguran Barat yang mencapai Rp21.000 per liter.

Dardani mengatakan permasalahan ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok di wilayah 3T khususnya Sedanau.

“Kami menerima banyak keluhan dari masyarakat Sedanau. Harga Minyakita sudah Rp21.000, jauh di atas HET nasional Rp15.700. Ini selisihnya 33,8 persen. DPRD wajib turun tangan,” sebutnya saat dikonfirmasi batamtimes.co melalui whatsappnya Jumat (18/7/2026).

Berdasarkan data lapangan, harga Minyakita di Sedanau naik menjadi Rp21.000 pada Juli 2026. Kenaikan ini dinilai memberatkan masyarakat karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok harian.

Dia berharap kepada masyarakat Sedanau untuk bersabar pihaknya akan mencari solusi untuk mengatasi harga minyakita ini bisa terjangkau semua kalangan.

“Jangan sampai program pasar murah hanya jadi solusi sesaat. Kita butuh kepastian agar warga di Sedanau dan pulau-pulau lain bisa dapat Minyakita harga wajar setiap hari,” tegasnya.

Respon Pemkab Sebelumnya

Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Kadisperindagkop Marwan Sjah Putra sebelumnya telah menggelar Pasar Murah di Sedanau pada 16 Juli 2026.

Dalam kegiatan itu disediakan 1 ton minyak goreng dengan harga di bawah pasar. Namun Pemkab mengakui kuota Minyakita dari produsen tidak ada yang pasti dan penyaluran Bulog masih terbatas.

Pemkab juga menyatakan akan menyurati produsen agar pasokan Bulog bisa disalurkan hingga ke daerah-daerah di Kabupaten Natuna.

Masyarakat berharap hasil Rapat Dengar Pendapat (RDP) minggu depan tidak berhenti di wacana. Mereka meminta ada timeline jelas dan komitmen tertulis dari Bulog dan Pemkab terkait harga minyakita bisa terjangkau dan penambahan kuota serta perluasan distribusi hingga ke wilayah Sedanau.

Reporter/Editor : Pohan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here