8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home KepriTimes Opini : Saatnya PBMA Naik Level, Jemput Masa Depan Dengan Jaringan Global

Opini : Saatnya PBMA Naik Level, Jemput Masa Depan Dengan Jaringan Global

0
327
Keterangan foto : Pengurus Besar Mathla’ul Anwar Banten dan Gus Hersit Dosen Fakultas Hukum Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Bidang Hukum & Advokasi PBMA go Internasional.

Oleh : Gus Hersit Dosen Fakultas Hukum Universitas Mathla’ul Anwar Banten, Bidang Hukum & Advokasi PBMA

Mathla’ul Anwar lahir 2 Juli 1916 dengan nama yang membawa doa: “Tempat Terbitnya Cahaya-Cahaya”.

Selama 110 tahun, Pengurus Besar Mathla’ul Anwar (PBMA) telah melahirkan ulama, pendidik, dan pejuang yang menerangi negeri ini.

Tapi kita jujur, tantangan umat hari ini sudah tidak lagi di pagar pesantren atau di batas kecamatan. Pendidikan, ekonomi, dakwah, bahkan hukum semuanya sudah bermain di panggung global.

Jika PBMA masih berjalan sendiri, kita akan tertinggal. Saatnya naik level. Saatnya jemput dunia.

Bukan Cari Bantuan, Ini Jihad Peradaban

Sebagai kader MA yang 23 tahun mengabdi di kampus dan pernah jadi aktivis HMI Jakarta, saya melihat ini bukan soal “mengemis bantuan”.

Ini jihad peradaban. Ini ikhtiar mengangkat harkat MA agar sejajar dengan jejaring Islam dunia.

Lihat sekeliling kita:

Malaysia sudah melesat dengan pendidikan Islam dan ekonomi syariahnya.  Brunei Darussalam kuat dalam tata kelola negara berbasis syariah. Timur Tengah punya gudangnya, lembaga wakaf raksasa, beasiswa, pusat riset Islam. Jika PBMA hanya diam di rumah, maka cahaya yang dulu kita nyalakan di Menes, akan redup oleh terang dari luar

Pintu Kerjasama yang Wajib Dibuka PBMA

PBMA harus berani mengetuk pintu negara sahabat. Bukan untuk bergantung, tapi untuk saling menguatkan.

1.  Pendidikan :

Buka jalur beasiswa S2-S3 ke Al-Azhar, UIM Madinah, IIUM Malaysia. Kirim guru-guru MA magang ke Brunei. Cetak ulama yang fasih 3 bahasa: Arab, Inggris, Indonesia.

2.  Ekonomi & Wakaf :

Gandeng lembaga wakaf Qatar, Kuwait, dan Bank Islam Malaysia. Dana itu bisa untuk membangun RS, Universitas, dan Pesantren Modern bertaraf internasional milik PBMA.

3.  Dakwah & Kaderisasi

Lakukan pertukaran dai, pelatihan ulama muda, dan konferensi Ahlussunnah wal Jamaah se-ASEAN. Jaringan dakwah PBMA harus mendunia.

4.  Hukum & HAM :

Bentuk LBH PBMA Al-Faruq yang berstandar global. Belajar sistem peradilan syariah di Brunei. Minta bantuan hukum dan advokasi dari organisasi Islam internasional.

Langkah Konkret : PBMA Harus Bergerak Sekarang

1.  Bentuk “Divisi Hubungan Internasional

PBMA khusus yang fokus mengurus kerja sama luar negeri. Jangan disatukan dengan bidang lain.

2.  Geber MoU Resmi.

Kirim delegasi ke Kedutaan Malaysia, Brunei, Arab Saudi, Qatar, Turki. Kabarnya ini sudah mulai.Percepat.

3.  Branding Global.

Terjemahkan profil PBMA ke Bahasa Arab & Inggris. Buat website internasional. Dunia harus tahu siapa PBMA.

4.  Gerakkan Diaspora PBMA

 Kader PBMA yang sedang kuliah dan kerja di luar negeri adalah “Duta tak resmi”. Pakai mereka untuk membuka pintu.

Di bawah komando Ketum Dr. KH. Jazuli Juweni, M.A, saya yakin ini bisa. Apalagi semangatnya sudah digaungkan di Raker Perdana di Purwakarta dan Pelantikan PB MA di Pakuan Bandung.

Penutup: Dari Menes Untuk Dunia

110 tahun lalu, para pendiri MA bermimpi besar. Kini giliran kita yang melanjutkan.

“Bergeraklah, maka Allah akan bukakan pintu-pintu langit.” Saatnya PBMA tidak hanya besar di Indonesia. Tapi juga disegani di dunia Islam.

Dari Menes untuk Indonesia.  Dari Indonesia untuk Dunia Islam.  Wallahu a’lam bishawab

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here