8.6 C
New York
Saturday, October 10, 2026
spot_img
Home Batamtimes Bentrokan Konflik Lahan di Batam Tewaskan Dua Orang, Enam Terduga Pelaku Diamankan

Bentrokan Konflik Lahan di Batam Tewaskan Dua Orang, Enam Terduga Pelaku Diamankan

0
1257

BATAM – Bentrokan akibat konflik lahan di Kota Batam, Kepulauan Riau, menelan korban jiwa. Dua orang meninggal dunia dan sejumlah warga mengalami luka-luka dalam aksi penyerangan yang melibatkan dua kelompok.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, konflik tersebut bukan persoalan baru. Sengketa lahan telah berlangsung cukup lama dan sebelumnya telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui mediasi.

“Konflik lahan ini sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan mediasi, baik oleh Polsek Bulang, Polresta Barelang maupun Polda Kepulauan Riau,” ujar Anggoro saat memberikan keterangan kepada awak media di Gedung Satreskrim Polresta Barelang, Senin (14/9/2026) malam.

Namun, upaya penyelesaian tersebut belum meredam konflik. Pada Senin, bentrokan kembali pecah dan berujung pada aksi penyerangan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia serta sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan data sementara kepolisian, terdapat dua korban meninggal dunia dan tujuh orang mengalami luka-luka.

Menyikapi kejadian tersebut, Polresta Barelang bersama Polda Kepri dan didukung personel TNI langsung melakukan pengamanan di lokasi. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengejar pihak-pihak yang diduga terlibat.

Polisi Tegaskan Bukan Konflik SARA

Anggoro menegaskan, bentrokan tersebut murni dipicu persoalan konflik lahan dan tidak berkaitan dengan isu suku, agama, ras maupun antargolongan (SARA).

“Ini murni konflik lahan dan tidak ada kaitannya dengan SARA,” tegasnya.

Penegasan tersebut disampaikan polisi untuk mencegah berkembangnya isu maupun informasi yang tidak benar dan berpotensi memperkeruh situasi keamanan di Batam.

Dugaan Senjata Angin

Polisi juga memberikan penjelasan terkait dugaan penggunaan senjata dalam bentrokan tersebut.

Anggoro menyebut, penyelidikan awal mengarah pada penggunaan senjata angin, bukan senjata api.

“Satu orang terduga pelaku yang menggunakan senjata tersebut sudah diamankan. Namun, proses penyelidikan masih terus berjalan,” katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian para korban, penyidik masih menunggu hasil visum dan autopsi. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari proses pembuktian secara ilmiah dalam penyidikan.

Enam Orang Diamankan

Dalam perkembangan penyelidikan, polisi telah mengamankan sekitar enam orang untuk menjalani pemeriksaan.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing orang yang diamankan serta mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap secara menyeluruh pihak-pihak yang terlibat dalam bentrokan.

“Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap peran masing-masing pihak. Penegakan hukum akan dilakukan secara profesional, objektif dan tanpa pandang bulu,” ujar Anggoro.

Kapolresta Barelang juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta tidak menyebarkan berita yang belum dipastikan kebenarannya.

Polresta Barelang bersama Polda Kepri akan meningkatkan patroli dan kegiatan cipta kondisi guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Anggoro juga memastikan tidak ada pemberlakuan status Siaga 1 di Kota Batam.

Menurutnya, yang dilakukan kepolisian adalah meningkatkan kesiapsiagaan personel untuk memberikan perlindungan dan rasa aman kepada masyarakat.

“Tidak ada Siaga 1. Kami meningkatkan kesiapsiagaan untuk memastikan masyarakat tetap aman,” ujarnya.

Kepolisian turut mengingatkan masyarakat agar segera menghubungi Layanan Polisi 110 apabila mengetahui atau mengalami kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Layanan tersebut dapat digunakan secara gratis selama 24 jam sebagai sarana pelaporan cepat agar setiap informasi dapat segera ditindaklanjuti petugas.

Polresta Barelang memastikan pengamanan dan penyelidikan akan terus dilakukan untuk mencegah bentrokan susulan serta mengusut tuntas pihak-pihak yang terbukti terlibat.

 

Penulis : Adi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here