8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1081

Report: 25 reasons the gym is better than running

0

This is an example of a WordPress post, you could edit this to put information about yourself or your site so readers know where you are coming from. You can create as many posts as you like in order to share with your readers what is on your mind.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. It is a paradisematic country, in which roasted parts of sentences fly into your mouth. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts it is an almost unorthographic life One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar.

I soon realised that no journey carries one far unless, as it extends into the world around us, it goes an equal distance into the world within. – Lillian Smith

But nothing the copy said could convince her and so it didn’t take long until a few insidious Copy Writers ambushed her, made her drunk with Longe and Parole and dragged her into their agency, where they abused her for their projects again and again. And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her.

A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia

Because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia, put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown.

And if she hasn’t been rewritten, then they are still using her. Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts. Separated they live in Bookmarksgrove right at the coast of the Semantics, a large language ocean. A small river named Duden flows by their place and supplies it with the necessary regelialia. Even the all-powerful Pointing has no control about the blind texts.

Put her initial into the belt and made herself on the way when she reached the first hills of the Italic Mountains

One day however a small line of blind text by the name of Lorem Ipsum decided to leave for the far World of Grammar. The Big Oxmox advised her not to do so, because there were thousands of bad Commas, wild Question Marks and devious Semikoli, but the Little Blind Text didn’t listen. She packed her seven versalia.

Put her initial into the belt and made herself on the way. When she reached the first hills of the Italic Mountains, she had a last view back on the skyline of her hometown Bookmarksgrove, the headline of Alphabet Village and the subline.

Pemko Tanjungpinang Tetapkan Aturan PKL Dilarang Berjualan Di Laman Boenda

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Larangan untuk berjualan di Laman Boenda, Tepi Laut. Bagi pedagang kaki lima (PKL), adalah larangan yang telah di tetapkan, oleh pemerintah Kota Tanjungpinang.

Hal itu disampaikan Pejabat Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza. Di sela-sela acara Musrenbang RKPD, bertempat di Hotel CK, bt.8 atas Tanjungpinang.

Larangan itu sudah diberlakukan, sebelum dia ditunjuk menjadi orang nomor satu di Tanjungpinang.

“Bukan saya yang melarang, memang aturan itu sudah lama ada. Tidak mungkin saya melanggar aturan,” sebutnya.

Sejak dibangun Pak Lis, kawasan Gedung Gonggong adalah kawasan pariwisata. Jelasnya, pada awak media. Senin (19/3).

Kawasan untuk PKL, pihak pemerintah kota Tanjungpinang sudah menetapkan kawasan Melayu Square dan Anjung Cahaya. Untuk berjualan.

Untuk pedagang asongan, jika hendak berjualan. Silahkan berjualan, tapi harus rapi. Agar terlihat tidak kumuh, kalau tidak rapi. Tentunya, daerah kita akan terlihat kumuh.

Akhirnya orang-orang yang berkunjung dan melihatnya akan menilai, Tanjungpinang daerah yang kumuh dan tidak akan pernah maju,” tegasnya

FKMPK Akan Lagi Jika 100 Hari Tidak Pembenahan Oleh Gubernur

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Kordinator Aksi Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri (FKMPK) Andi Cori mengancam jika dalam 100 hari kedepan Gubernur Kepri tidak melakukan evaluasi dari tuntutan yang disampaikan tersebut maka FKMPK akan melakukan aksi yang lebih besar lagi.

Tidak hanya itu, FKMPK akan mendesak juga kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau untuk mengeluarkan hak Interplasi kepada Gubernur Kepri.

“Jika dalam 100 hari kerja Gubernur Provinsi Kepulauan Riau tidak melakukan evaluasi dari tuntutan yang kita sampaikan maka kita akan duduki kantor Gubernur dan meminta DPRD mengeluarkan Hak Interplasi turun Nurdin Basirun,” tegas Cori usai melakukan dialog rakyat dengan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun, Senin (19/3) di Aula kantor Gubernur Dompak.

Sementara itu saat ditemui Nurdin Basirun mengatakan apa yang disampaikan oleh masyarakat merupakan aspirasi yang akan ditampung dan akan menjadi evaluasi pemerintahan ke depannya.

“Aspirasi dari elemen masyarakat ini akan kita tampung dan pelajari bersama sehingga menjadi bahan evaluasi kedepannya, “ujarnya.

Saat ditanya terkait permintaan para pengunjuk rasa untuk menandatangani surat perjanjian, Nurdin dengan santai menjawab, akan pelajari terlebih dahulu apa-apa saja yang menjadi permaslahan yang di sampaikan dalam perjanjian tersebut.

“Kita akan pelajari terlebih dahulu apa-apa saja yang menjadi tuntutan dari kawan – kawan FKMPK,” katanya.

Pertemuan ini sendiri terlihat alot hingga forum melempar kritikan ke Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

(Budi Arifin)

Terkait Wacana Natuna Jadi Provinsi, Ini Tanggapan Anggota DPR – RI

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Anggota Komisi II yang membidangi bidang dalam negeri, sekretariat negara, dan pemilu,Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR – RI), Dwi Ria Latifa tidak setuju dengan adanya wacana pembentukan Provinsi Natuna – Anambas yang digalakan oleh Hamid Rizal.

Menurutnya, wacana Bupati Natuna itu, sangat tidak mungkin. Karena saat ini Pemerintah sedang moratorium pemekaran daerah.

“Saya kebetulan dikomisi membidangi perihal daerah. Saya ini pemerintah Indonesia sedang Moratorium hal ini,” ucap Dwi kepada awak media, Minggu(18/3) di lapangan pamedan.

Bahkan, kata anggota fraksi PDI – P, DPR – RI ini, pemekaran suatu daerah itu bukan hanya dari segi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) saja. Tetapi juga dilihat dari jumlah penduduk di Wilayah tersebut.

“Apa lagi itukan daerah terluar jadi ada faktor – faktor tertentu yang harus dipikirkan oleh pemerintah,” ungkapnya.

Selain itu, Dwi juga meminta Provinsi Kepri untuk memperhatikan seluruh Kabupaten dan Kota yang ada di Provinsi Kepri.

“Jadi semua merasakan persamaan itu,” tutupnya.

Ini Pesan Lis Untuk Marga Panjaitan Tanjungpinang

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Calon Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menghadiri Bona Taon Boru Bere Panjaitan di Geraja HKBP Kampung Baru, Minggu (18/3).

 

Sekertaris PDI – P Kepri ini mengatakan bahwa kedekatan bersama Suku Batak bukan karena momen Pilkada. Tetapi jauh sebelumnya memang sudah ada kedekatan emosional.

“Saya merasa punya kedekatan dengan orang batak karena saya sudah mengikuti pesta bona taon ini sejak tahun 2003,” ungkap Lis.

Menurutnya Kota Tanjungpinang adalah Kota yang memandang adanya toleransi umat beragama yang ada di Kota Gurindam ini.

“Karena dari dulu mereka yang hidup di kota Tanjungpinang ini adalah mereka yang memandang toleransi,” tutupnya.

Rayakan HUT Ke 15, IWP Fokus Menangkan Lis – Maya

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Ikatan Wanita Perjuangan (IWP) merayakan Hari Ulang Tahun ke 15 di Lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang, Minggu(18/3) pagi.

Dalam kata sambutannya, Ketua IWP Yuniarti Pustoko Weni meminta seluruh anggota IWP untuk selalu menjaga kekompakannya.

“Semoga anggota IWP semakin menjaga kekompakannya,” ucap Weni.

Karena, kata Weni fokus dari IWP tahun ini adalah bagaimana bisa memenangkan pasangan Lis – Maya pada Pilkada Kota Tanjungpinang.

“Kita menginginkan agar Bapak Lis Darmansyah dapat melanjutkan pembangunan Kota Tanjungpinang,” sebutnya.

Acara ini sendiri ditutup dengan pagelaran hiburan serta pembagian dorprize.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Suparno serta anggota DPR RI, Dwi Ria Latifa.

Kasat Reskrim Suharnoko:Rizal Fhotograper Praweding Kabur Saat Disekap

0

Batamtimes. co, Lingga. Rizal ependi alias rizal ( 20 ). Warga jl garuda menjadi korban pencurian dengan kekerasan yang di lakukan oleh teman dan skaligus tetangganya,rizal berprofesi sebagai fhotograper dan pree weding.

Kapolres lingga AKBP ucok lasdim silalahi melalui kasat reskrime AKP suharnoko menerangkan,rizal ependi ( 20 ) adalah korban dari pencurian dengan kekerasan yang di lakukan oleh Ari (32 ) skaligus sebagai otak pelaku dan  merupakan kenalan korban serta tetangga korban.

“Ari pelaku sudah merancang modus terhadap korban karena, ari yg merupakan tetangga korban mengetahui kalau korban baru menjual tanah seharga 450jt.”papar Kasat Reskrim suharnoko

Kronologis kejadian, tambahnya, perencanaan pencurian dengan kekerasan  di susun dan di laksanakan oleh Ari (otak pelaku)  bersama 2 rekannya Bb (34)  dan Sb (34 ), yang baru di kenal Ari.

Tepatnya pada Senin (12/3/2018) Pukul 18.00. Ari mengajak korban untuk ke lokasi fhoto preweding penganten yang di sepakati dengan korban.

Lokasi preewedingnya di desa tanjung irat,Ari dan rizal berbocengan satu sepeda motor.

“Sementara tempat kejadian berada di daerah desa tinjol singkep barat”.katanya

Lanjutnya kembali, sesampainya di jalan tanjakan menuju desa tanjung irat persimpangan jalan desa tinjol, Ari yang berboncengan dengan korban di cegat oleh 2 orang pelaku dan smua barang milik rizal di rampas oleh pelaku.

Barang yang rampas berupa:

_- Uang Tunai Rp. 5.800.000,00_

_- 3 (tiga) Unit Hp_

_- 1 (satu) Unit Camera Cannon_

_- 1 (satu) Unit Camera Go Pro_

_- 3 (tiga) Unit Lensa Kamera_

_- 1 (satu) Unit Sepeda Motor Honda Beat BP 2164 LC

Saat melakukan pencegatan ini kedua pelaku menggunakan senjata tajam jenis pisau.

Agar lebih aman menjalankan aksinya kata Kasat reskrim, rizal  korban di bawa ke dalam hutan dan di ikat dengan menggunakan tali spatu dan baju sal milik rizal.

Di sinilah rizal di Integrogasi prihal dana yg di milikinya 450 juta,  dan rizal meminta no pin ATM milik rizal yg di duga memiliki dana 450 juta.

Namun rizal korban, menyebutkan no pin yang salah hingga rizal kembali mendapat tekanan dari pelaku.

Dan rizal pun kembali menyebutkan no pin ATM seraya berkata,” ini betul bang no PIN ATM saya yang benar. Padahal no pin yang diberikan itu juga no pin yg tidak benar. “Urai kasat reskrim.

Dalam penyekapan lanjutnya, saat ada kelengahan pelaku, rizal berhasil melarikan diri dan masuk ke dalam rimbunan resah.

Dan  saat ada kesempatan rizal pun memanjat pohon yang cukup tinggi dan melihat semua aktifitas pelaku yang mencari- cari korban.

Setelah merasa tenang korban mencari jalan keluar namun seharian dia tidak menemukan jalan keluar dari hutan.

Setelah dua hari perjalanan mencari jalan keluar hutan rizal berhasil mendapatkan jalan dan berjumpa dengan masyarakat di jalan.

lalu rizal meminta utk di antarkan ke polsek singkep barat dan langsung membuat LP.

“Pihak polsek singbar berkoordinasi dengan jajaran polres lingga melakukan pengembangan kasus” .ujar suharnoko.

Lanjutnya lagi, Dari pengembangan jajaran polres lingga berhasil menangkap Ari otak pelaku yang sedang brada di ATM (14/3 ).

Usai berhasil menangkap Ari. Polisi langsung melakukan penyergapan pada malam yang sama terhadap  dua pelaku yang lainnya.

“satu pelaku di bekuk di rumahnya tanpa ada perlawanan di bukit Abun. Barang bukti (BB)  juga berhasil di diamankan,”katanya

Sementara SB pelaku, saat pembekukan  tidak berada di rumah dan sampai hari ini masih buron alias DPO.

Tersangka Bb  merupakan residivis,yang sudah tiga kali masuk buai dengan kasus pencurian.

“ntuk kasus pencurian dengan kekerasan kita jerit para pelaku  KUHAP pasal 365 tentang pencurian dengan kekerasan.dengan ancaman 15 tahun.”tutupnya

 

(Red/ DIAN)

Awe Pastikan Pembangunan Semelter Tahun 2018

0

Batamtimes. co, Lingga- H Alias Wello bupati lingga memastikan investasi pembangunan Semelter bauksit di Kabupaten Lingga akan segera dilakukan usai pengesahan revisi perda RT/RW.Hal ini sekaligus menjawab pertanyaan masyarakat atas janji pemerintah daerah untuk meningkatkan perekonomian dan juga untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat Kabupaten Lingga.

” Saya optimis Bulan Agustus nanti, komitmen kita pastikan itu usai pengesahan revisi ranperda RT/RW,” kata Alias Wello menjawab pertanyaan wartawan terkait kapan rencana di mulainya proyek pembangunan Semelter Alumina yang sempat terkendala.

rencana tata ruang dan wilayah dari salah satu investor dari negeri Tiongkok PT Shaanxi Youser Indonesia.

Sementara itu Direktur PT Shannxi Youser Indonesia Steven Ugo, usai presentasi dihadapan pemerintah Kabupaten Lingga dan DPRD Lingga mengakui, pembangunan Semelter Alumina ini sebenarnya sudah di rencanakan setahun yang lalu.Namun proyek besar yang menelan anggaran triliyunan rupiah ini hampir Batal di laksanakan karena terbentur oleh peraturan daerah tentang RT/RW.

” kita sebenarnya sudah mau bangun tahun lalu, namun karena terbentur aturan tata ruang, jadi kita menunggu lah.Kemudian bapak bupati kita kasi kabar kalau tahun ini bisa.Makanya kita maju lagi,” kata dia menjelaskan, Rabu(14/03)

Di paparkannya untuk pembangunan sebuah semelter lengkap dengan fasilitas pendukung di Indonesia diperlukan waktu sekitar 3 tahun.Sementara itu di wilayah asalnya hanya diperlukan waktu satu tahun pekerjaan.

” Rencananya nanti sesuai permintaan kita bangun di daerah Tanjung keruing .Dekat dengan pantai dan memudahkan tranportasi ,” tambahnya.

Untuk memuluskan dan juga mendukung langkah ivestasi pembangunan Semelter Alumina ini, pihak perusahaan PT Shaanxi Youser Indonesia juga akan membangun pembangkit listrik berkekuatan 150 megawatt yang nanti juga bisa di nikmati oleh masyarakat.

” Kita bangun pembangkit listrik nanti 150 Mega kan kelebihanya nanti bisa juga dinikmati oleh masyarakat banyak,” ungkapnya.

Sejarah pengelolaan alumina oleh PT Shaanxi Youser Indonesia di negeri asalnya RRC sudah berlangsung lama.Mulanya mereka mengolah Bauksit menjadi Alumina dengan sistem tambang bawah tanah.Setelah sukses di tempat asal mereka mengembangkan investasi di berbagai negara termasuk Indonesia.

(red/dian)

Suku Cadang Lanudal Tanjungpinang Hangus Terbakar

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Diduga akibat adanya konsleting Listrik Gudang Pangkalan Udara Angkatan Laut (Lanudal) Tanjungpinang terbakar, Senin(12/3) Sore.

Suara ledakan terdengar hebat. Ketika api melahap isi dari Gudang tersebut.

Komandan Lanudal Tanjungpinang, Letkol Laut Letkol Laut (P) Henoch Nazarius, kebakaran ini diduga akibat adanya konsleting listrik.

“Belum dapat dipastikan, analisa awal korsleting listrik,” ucap Henock melalui media Whatsapp.

Henock membeberkan, Akibat kebakaran ini, Lanudal Tanjungpinang harus kehilangan beberapa suku cadang yang habis terbakar.

“Kerugian material suku cadang dan rak – rak saja,” tutupnya.

Sementara itu, Adri salah satu warga mengaku sempat kaget akibat bunyi ledakan tersebut.

“Kaget saya mas, bunyi keras mas,” bebernya.

Ini Hasil Diskusi Bersama Forum Keprihatinan Masyarakat Peduli Kepri

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Diskusi yang dilakukan oleh Forum Keperihatinan Masyarakat Peduli Kepri bersama tokoh masyarakat Kepri, Minggu(11/3) di Hotel Confort, berhasil mengungkapkan kekurangan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun selama 2,5 memimpin.

“Agar Gubernur Provinsi bisa memperbaiki dengan jabatan yang tersisa 1,5 tahun mendatang agar perekonomian masyarakat Provinsi kepri tidak semakin amburadul kedepannya” ucap Koordinator acara Cori Fatahuddin.

Dalam Kesempatan itu, Mahasiswa Aliansi Mahasiswa Kepri (AMK), Eliyanto menyampaikan terkait Evalusi di Gedung Daerah, munculnya kegiatan akan menggelar aksi, sehingga AMK melakukan sesuatu dialog.

“ini pergerakan mahasiswa yang keluar dari diri mahasiswa terkait beasiswa dan pembangunan yang ada di Provinsi Kepri ” tegas Eliyanto

Pergerakan ini pun disambut, hangat oleh tokoh sentral perjuangan Provinsi Kepri, Huzrin Hood menurut masyarakat harus berani mengkritik Gubernur agar Provinsi Kepri kembali bermarwah

“Harus berani membentuk Lembaga untuk mendatangi Gubernur tidak menyangkut hazat orang banyak, Anggaran untuk pengelolaan Laut, pemerintahan Ismet, Sani, Nurdin. Tidak jauh bedanya” tambahnya

Sementara itu, Andi Anhar Chalid terkait evaluasi kinerja harus setiap tahun, Mahasiswa harus kritis. Ekonomi adalah Kabupaten kota harus senergi dengan Gubernur,

“Benarkah angaran yang di sampaikan Nurdin Basirun dengan peningkatan 26% sedangkan dari DPRD tidak menyampaikan, hanya 21% saja apakah Nurdin yg berbeda dengan penyampaian” tegasnya.

Acara ini dihadir oleh tokoh-tokoh, kalangan mahasiswa, akademisi dan pimpinan organisasi OKP, LSM ormas, dan pimpinan partai.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga