Batamtimes.co, Batam – Ditengah persaingan industri global saat ini, masing-masing industri atau perusahaan ingin berlari kencang memberikan pelayanan terbaik dari berbagai aspek.
Baik dari segi manajemen industri, pengelolaan sumber daya manusia, kesempatan emas bagi pemegang saham, dan berbagai aspek lain.
PT Citra Tubindo Tbk Batam sebagai perusahaan yang memeliki visi ‘Sebagai perusahaan kelas dunia yang memproduksi Oil Country Tubular Goods (OCTG), memaksimalkan keuntungan pemegang saham dan memperbaiki kehidupan masyarakat’ tentu sangat relevan pada pelayanan.
Kendati, atas keberhasilan selama ini perusahaan yang terletak di Jalan Hang Kesturi I Nomor 2 Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam tersebut meraih penghargaan Good Corporate Governance atau Tata Kelola Perusahaan yang Baik dari Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD).
“Tentu ini sudah memenuhi serangkaian syarat dan ketentuan dari manajemen IICD. Memang, sebagai salah satu perusahaan saat ini, tidak saja hanya dinilai dari satu aspek. Kita berharap, dengan adanya penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi Citra Tubindo,” kata Corporate Secretary PT Citra Tubindo Tbk Nurhaida Napitupulu, Rabu (20/12) pada rilis yang diterima batamtimes.co
Dirut PT Citra Tubindo, Tbk Richard James Wiluan saat menerima penghargaan
Nurhaida menambahkan, penghargaan itu diberikan oleh IICD kepada Direktur Utama PT Citra Tubindo Tbk Richard James Wiluan. Dengan kategori Perlakuan Pemegang Saham Terbaik atau ‘The Best Equitable Treatment Shareholders’
“Penghargaan itu diterima pak Direktur Utama PT Citra Tubindo Tbk Richard James Wiluan pada Senin 27 November 2017 di Pulman Hotel Jakarta. Serangkaian acara yang dihelat saat itu, The 9th IICD Corporate Governance Award 2017,” jelas Nurhaida.(red/fanhal)
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (DPD-FPPI) Provinsi Kepri menggelar sosialisasi Pendidikan Politik dengan tema “Perempuan Cerdas Memilih Pemimpin Dalam mengutamakan Masyarakat”, di Ruang Rapat Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi kepulauan Riau, Selasa siang (19/12).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Provinsi Kepri, Misni dalam pemaparannya sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
Karena kata Misni, memasuki masa Pilkada saat ini, perempuan sangat dituntut untuk selalu cerdas dan memberikan kontribusi yang besar untuk memilih pemimpin, terutama untuk Kota Tanjungpinang yang baik kedepannya.
“Perempuan saat ini sangat dituntut untuk cerdas dalam menentukan pemilih kedepannya, apa lagi ditahun 2018 Kota Tanjungpinang juga akan melakukan pemilihan pemimpin yang baru,” jelas Misni.
Misni menilai saat ini peran perempuan masih sangat lemah, terutama dalam penentuan pemimpin kedepannya, maka untuk meningkatkan peranan perempuan terutama di Tanjungpinang saat ini, perempuan harus melakukan gerakan dan mengambil peran dalam pembangunan dan penentuan pemilih yang mengutamakan masyarakat.
“Perempuan masih belum terlihat jelas perananya saat ini, meskipun sudah ada beberapa yang turut ambil alih dalam pemerintah. Mulai saat ini peranan perempuan diharapkan lebih ditekankan lagi,” ucapnya.
Sementara itu, politisi Partai PKS, Ing Iskandarsyah yang hadir dalam kesempatan tersebut juga mengatakan, saat ini ada dua hal yang sangat penting dalam pemilihan Pilkada saat ini adalah perempuan dan pemimpin.
“Saat ini perempuan sangat mempunyai peranan yang sangat penting dalam penilaian, karena selalu ada perempuan yang cerdas disamping pemimpin yang hebat. Untuk itu semua diharapkan kepada seluruh perempuan agar selalu bersikap cerdas dalam menentukan pemilihan,” jelas Ing.
Ing juga menegaskan mulai saat ini perempuan harus bisa merebut dan bersaing dengan kaum laki laki, Ing menilai kepemimpinan perempuan itu memiliki nilai positif yang banyak.
“Perempuan harus berani bersaing, naluri keibuan mereka pasti sangat membantu dalam bekerja dan membangun,” pungkas Ing Iskandarsyah
Hal senada juga dibeberkan oleh Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah juga berharap agar kedepannya perempuan di Provinsi Kepri dapat lebih maju dalam dunia perpolitikan saat ini.
“Keberanian dan keaktifan perempuan harus lebih ditingkatkan lagi,” sebutnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kepri Husnizar Hood dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang, Ahmad Yani serta organisasi perempuan yang ada di Provinsi Kepri.
Farid Apriandi SH MSi Kepala Subseksi Informasi Pengawasan dan Penindakan keimigrasian Imigrasi Kelas III Dabo Singkep
Batamtimes.co, Lingga, Kantor imigrasi Kabupaten lingga hingga saat ini masih belum bisa memenuhi keinginan masyarakat lingga dalam hal pembuatan paspord.Perihal tersebut di sebabkan kerusakan alat perekaman di kantor imigrasi lingga.
Farid Apriandi SH MSi Kepala Subseksi Informasi Pengawasan dan Penindakan keimigrasian Imigrasi Kelas III Dabo Singkep menuturkan, Tertundanya pembuatan paspord di sebabkan karena adanya kerusakan pada alat perekaman yang ada di kantor imigrasi lingga.
Dan kerusakan ini sudah sejak 3 bulan kebelakang.
Katanya,adapun pembuatan paspord yang berhasil di keluarkan untuk tahun 2017 berjumlah 1491 unit.Yang terdiri dari,untuk paspord 24 halaman 468 dan untuk 48 halaman 1423.
Perhitungan ini dari januari hingga per desember 2017 ini.Atau dengan kata lain terjadi peningkatan,dari tahun 2016 yang lalu.
Lanjutnya, sedangkan dari jumlah 1423 itu masih ada daftar tunggu 20 orang yang sudah mengajukan.
Sedangkan kerusakan sudah terjadi sejak bulan oktober lalu, sever untuk pembuatan paspord itu rusak.
Kerusakkan harus di maklumi karena memang server pembuatan paspord tersebut memang sudah tua dan di sambar petir “jadi kerusakkan alat server ini bukanlah kehendak dari pihak imigrasi”katanya
Kembali dikatakanya, pihak imigrasi sudah berusaha untuk mengambil alat server baru dari beberapa kantor pelayanan imigrasi yang lain,seperti dari batam,tanjung priok.manokwari bahkan dari beberapa daerah lainnya.
“Kita berharap hal ini segera dapat tertangulangi karena ini kebutuhan masyarakat .Dengan adanya kendala ini maka bagi pemohon paspord untuk brobat di arahkan ke batam ataupun ke pinang” papar Farid
Lanjutnya lagi, Kita sudah brusaha melakukan langkah langkah meskipun lelang pengadaan server ini sempat di batalkan.
Sementara untuk pengadaan server itu Imigrasi Kabupaten Lingga sudah menyediakan anggarannya.
Batamtimes.co, Batam – Korban pencurian di restoran Seafood di Piayu Laut, Tanjungpiayu, Sei Beduk, Batam Kepri Minggu (17/12) sore akhirnya lapor polisi. Korban bernama Stevi Inkiriwang (36) yang merupakan pelanggan restoran Love Seafood Piayu Laut, dicatat laporan polisinya dengan nomor STPLKB/495/XII/SPKT/Polsek Seibeduk yang ditanda tangani oleh Brigadir Hari Susanto.
Laporan kehilangan barang yang dibuat korban pencurian di Piayu Laut Minggu lalu
Informasi tersebut, dirangkum Batamtimes.co dari pemilik akun facebook Alfan Dinarizon. Alfan Dinarizon memposting pada Minggu kemaren. Da postingan itu, dia menuliskan beberapa kerugian korban yang merupakan tamunya.
Antara lain tas koper merek Samsonite baru, tas gantung merek Ripcurt, Note book Asus, Hape Sonny Ericson Experia Aqua 5, Samsung, uang tunai Rp 2 juta, satu unit jam tangan merek Alexander Christie, unit jam tangan sporty merek Eiger.
Dua jas warna hitam dan biru, jaket loreng merek Gucci, baju uniform Kadin, dan sejumlah belanja kecil lainnya. Selain itu, beberapa berkas penting dalam koper juga ikut raib bersama tas itu. Ditaksir, belasan juta rupiah kerugian korban atas aksi jahat maling yang masih misterius itu.
Setelah ditelusuri, Stevi Inkiriwang cs kelahiran Manado merupakan warga Kendari Sulawesi Tenggara. Dia ke Batam dalam rangka mengikuti Rapat Pimpinan Nasional II (Rapimnas) Kamar Dagang Industro (Kadin) 2017 digelar dari 13-14 Desember 2017 di Redisson Hotel Batam.
“Jadi sebelum berangkat balik ke Kendari belanja dulu di Batam. Dan karena ia mau mencicipi makanan khas Batam di restoran Love Seafood Piayu Laut makanya mampir ke sana. Eh, bukannya menikmati kesenangan malah dapat musibah pula,” kata sumber Batamtimes.co
Atas kejadian itu, Stevi Inkiriwang cs sangat kecewa. Kekecewaan ini dikatakan di hadapan Jhon sopir taksi yang merupakan pengantar mereka selama perjalanan itu. Preseden buruk pun tentang ini, terngiang terus dibenak pelancong wisatawan lokal itu.
Mereka berharap, pihak restoran dapat menambah ketat dan pengawasan pengamanan di sana. Selain itu, pihak berkepentingan juga untuk memberikan tekanan kepada restoran agar ada pengawasan parkiran. Kalau tidak, korban Stevi Inkiriwang berikutnya bakal nyusul.
Sampai saat ini, belum diperoleh keterangan resmi dari Polsek Seibeduk maupun pihak berwenang. Batamtimes masih berupaya mengkonfirmasi kepada pihak terkait.(red/fanhal)
Batamtimes.co, Karimun – Menanggapi pengumuman publikasi media massa nomor 480/HMS/149/XII/2017 yang dikeluarkan Sekretariat Daerah Kabupaten Karimun tanggal 11 Desember 2017 ditandatangani asisten pemerintahan dan kesra Drs Muhamad Tang,MM
Yang pada intinya mengumumkan syarat pendaftaran media massa 1. Mengajukan permohonan kerjasama penyebaran informasi dan publikasi untuk tahun 2018 dengan melampirkan profil perusahaan lengkap dengan dokumen sebagai berikut ; pengesahan menteri hukum dan ham; surat domisili; NPWP; SIUP; TDP; izin-izin teknis lainnya
2. Lolos verifikasi Administrasi Dewan Pers
3.Pimpinan Redaksi minimal dijabat oleh Wartawan Utama dengan melampirkan photocopy kartu dan surat penunjukan sebagai pemimpin redaksi
4.Menempatkan wartawan liputan khusus dikabupaten Karimun,minimal Wartawan muda dengan melampirkan photocopy kartu pers serta terdaftar sebagai anggota salah satu organisasi yang diakui dewan pers (PWI,AJI dan IJTI)
5. Melampirkan kliping berita positif tentang pemerintah kabupaten Karimun 3(tiga)bulan terakhir.
6.Berkas dimasukkan kedalam amplop coklat folio A4.
Atas kondisi ini pengurus Asosiasi pemilik media online (ASPEMO) Kepri yang telah mendeklarasikan ASPEMO Kepri di Tanjungpinang 16 Desember 2017 perlu menyatakan sikap.
Pengurus ASPEMO Kepri wadah berhimpunnya 65 pemilik media online yang berbadan hukum akan menyambangi Pemkab Karimun dalam waktu dekat untuk bersilaturahmi sekaligus memediasi keberatan 65 para pemilik media online di Kepri terkait kebijakan Pemkab Karimun yang dianggap melakukan tindakan diskriminasi terhadap badan usaha media online yang dilindungi oleh UU.
” Pengurus Aspemo Kepri tempat bernaung badan usaha yang mempunyai kekuatan hukum dan dilindungi undang-undang di Indonesia menerima keberatan dan keluhan para pemilik media online terkait syarat kerja sama media online dgn Pemkab Karimun, Untuk itu kita jalin komunikasi dan mediasi dengan pemkab Karimun sebelum melakukan langkah hukum seperti yang di rencanakan para pemilik media online,” Jelas Ketua Aspemo Kepri Jonni Pakkun
Hal senada juga disampaikan Ketua Harian Aspemo Kepri Azli Rais Aduspil di dampingi Ketua bidang Organisasi dan hukum Aspemo M.Sukur SH
” Menanggapi situasi ini saya selalu ketua harian menghimbau kepada para pemilik untuk tetap sabar dan tidak menghujat, kita sudah sepakat agar Aspemo bisa mengambil langkah terbaik dan bermartabat karena bagaimanapun Perusahan Pers yang berbadan hukum tetap akan bermitra dengan Pemkab Karimun, maka kita akan tempuh langkah-langkah yang elegan sesuai kaidah Hukum,” Tambah Azli Rais Aduspil.
Sekjen Aspemo Kepri tengah menyiapkan langkah administrasi dan mediasi dengan pemkab Karimun.
” Aspemo Kepri telah berkirim surat ke Pemkab Karimun meminta kesediaan pihak pemkab Karimun dalam hal Ini Bupati Karimun, Sekda Karimun dan Humas agar bisa bertemu dengan pengurus Aspemo dan berdialog, kami berharap dengan dialog ini masalah bisa diselesaikan dengan baik sesuai kaidah hukum dan peraturan yang berlaku, ” Tambah Agung E.H
Sebelumnya dalam acara Dialog bersama anggota Aspemo Hermawanto SH, MH menjelaskan bahwa ada potensi pelanggaran administrasi terkait kebijakan pemkab Karimun dan bisa jadi juga ada pelanggaran norma hukum,
” Jika badan usaha pers menghadapi situasi seperti ini sebaiknya memang mengujinya melalui pengadilan tata usaha negara (PTUN) agar nanti jelas apakah sebuah kebijakan bisa dipertangungjawabkan sesuai kaidah hukum administrasi negara atau malah harus di batalkan, ” Jelas Hermawanto SH, MH yang sering diminta menjadi kuasa hukum dalam kasus-kasus yang berkaitan dibidang pers.
Batamtimes.co, Tanjungpinang -Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM Kota Tanjungpinang memberikan waktu satu minggu untuk manajemen Restoran Tomo memperbaiki sistem kerja dan penggajiannya.
“Kita beri waktu 1 minggu untuk melakukan perbaikan semua ketentuan ketenagakerjaan,” ucap
pembinaan saja nanti abang,” ucap Plt Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Tenaga Kerja, Findhoni kepada Batamtimes.co, Senin (18/12).
Kata Findhoni, nantinya Manajemen Restoran Tomo harus mengembalikan uang karyawannya yang sudah dipotong akibat sistem yang selama ini diterapkan.
Tidak hanya itu, karyawan yang bekerja di Restoran Tomo harus di daftarkan ke BPJS Ketenagakerjaannya dan mendapatkan gaji UMK yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Semua harus dilakukan karena dilakukan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri akan melakukan penindakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” sebutnya.
Menanggapi hal ini, Owner Tomo Restoran Rionaldi Junianto Oiej, enggan berkomentar lebih lanjut dikonfirmasi.
Batamtimes.co, Tanjungpinang –Kabid Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, Mardiana yang sempat dilarikan ke RSUP Kepri. Akhirnya harus menghembuskan nafas terakhirnya, Senin(18/12) siang.
Mardinana meninggal Akibat tidak kuat melihat aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para mahasiswa di depan Kantor Disdik Kepri.
Berita meninggalnya Mardiana diketahui oleh salah satu postingan Netizen media sosial Avita Ully.
“Telah berpulang kerahmatullah Ibu Mardiana(Salah Satu Kabid Dinas Pendidikan Kepri)…. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tulis Avita Ully dalam statusnya.
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Sekitar tiga puluhan mahasiswa yang menuntut menuntut transparansi dan kejelasan proses penerimaan bea siswa. Kembali melakukan demostrasi didepan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau hari, Senin(18/12) siang.
Dalam Demontrasi sendiri terlihat terjadi keributan antara aparat dan mahasiswa yang menduga adanya penyelewengan dana yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.
Bentrokan antara mahasiswa dan aparat. Terjadi karena aparat menilai mahasiswa berbicara tidak sopan yang menyebabkan kedua kubu terpancing emosi. Seorang mahasiswa Stisipol Jasman terluka di bagian belakang telinganya.
“Hasil kajian kami, ada temuan-temuan yang kami simpulkan yaitu adanya dugaan penerima bea siswa yang tidak sesuai dengan persyaratan penerima bea siswa yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan. Kemudian adanya temuan bahwa pegawai honorer di Dinas Pendidikan Kepri yang mendapat bea siswa tidak mampu yang dalam penilaian kami bahwa pegawai honorer tersebut mendapat honor per bulan dari Disdik. Dan yang lebih parah lagi, dari hasil pengumuman bea siswa pada jalur berprestasi kami mendapatkan data bahwa penerima bea siswa paling rendah dengan nilai IPK 3,55. Sementara terdapat nama beberapa mahasiswa yang justru nilai IPK nya di atas 3,68, 3,58, 3,56 dan 3,59 yang dinyatakan tidak berhak,” kata koordinator Demo Samsudin dalam orasinya.
Atas hal ini, para Demonstran meminta Kadis Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir untuk turun dari jabatanya.
“Kami semua meminta agar Kadisdik Kepri dicopot dan diganti karena tidak becus menangani bea siswa. Kami juga meminta agar pengumuman hasil bea siswa yang dikeluarkan oleh Disdik agar dibatalkan,” lanjut Samsudin.
Kadisdik Kepri, Drs. Arifin Nasir bersedia menemui para pendemo dan mencoba berdialog dengan mereka.
“Adik-adik ku sekalian, semua tuntutan kalian saya tampung dulu. Izinkan kami mempelajarinya dulu,” katanya yang disambut teriakan ketidakpuasan mahasiswa.
Seorang pegawai Disdik, Mardiana jatuh pingsan diduga karena tidak kuat melihat aksi dorong ini.
Batamtimes.co, Batam – Keluarga besar Presiden RI Joko Widodo lagi-lagi mendapat sorotan warganet di media sosial facebook. Sorotan jelek kah? Tentu tidak. Tapi sorotan kesederhanaan putra sulung Presiden Jokowi Gibran Rakabuming Raka.
Awal ceritanya, ditulis oleh seorang warganet pemilik akun Henry Subiakto. Sontak, nama suami dari Selvi Anandapun menjadi perbincangan. Perbincangannya, Gibran tak segan naik pesawat kelas ekonomi, sempat delay tiga jam sampai rela kehujanan selepas dari pesawat. Tak hanya itu, Gibran pun dikatakan dalam akun itu, tanpa pengawalan Paspampres. Tentu hal ini tidak lazim menurut warganet. Karena seorang putra presiden.
Untuk mengikuti alur ceritanya, Batamtimes.co, mengkopi-paste tulisan akun Henry Subiakto tanpa editing dalam bentuk tulisan miring berikut ini:
ANAK PRESIDEN JAMAN NOW
Hari Minggu ini pesawat Wings dari Solo ke Surabaya harusnya terbang jam 10.30, tapi delay hampir 3 jam. Baru nyampai Surabaya jam 14.30 saat Juanda turun hujan. Tentu saja delay dan tidak tersedianya payung dari pesawat ke bis membuat penumpangpun mrengut kehujanan.
Ternyata di tengah-tengah penumpang tadi itu ada orang istimewa, yaitu putra sulung Presiden RI, Mas Gibran. Anak pak Jokowi yang juga pergi dari Solo ke Surabaya, pergi sendiri, tdk ada pengawal, bahkan saat tiba di Juanda Surabaya tidak pula ada penjemputan istimewa layaknya anak orang no 1 di negeri ini. Malah dari pesawat ke bis yg menuju terminal dia dibiarkan kehujanan. Tak beda dg kami yg juga setengah basah.
Sepertinya tidak ada yg perhatian kalau ada anak presiden disitu. Beberapa penumpang yg ada di dekatnyapun tidak ada yg menggubris karena tidak pernah menyangka ada anak presiden di tengah mereka.
Mas Gibranpun sepertinya tidak ingin banyak diketahui orang. Kebetulan saja mas Gibran berdiri di sebelah saya di dalam bis, sehingga saya mengenalinya dan bisa foto dia, walau mungkin dia tdk ingin difoto. Saya tanya “Kenapa Sendirian Mas”, dia Jawab “iya biasa sendiri pak”.
Salut saja saya dg anak presiden kita ini, sebenarnya dia bisa saja mendapat perlakuan istimewa. Pengamanan dan penjemputan, bukan malah dibiarkan kehujanan, tidak dijemput dan dibiarkan didelay sampai 3 jam. Tapi itulah keluarga Presiden Jaman now.
Tidakmau menggunakan fasilitas dan tidak pula aji mumpung. Mungkin sore ini Mas Gibran datang ke Surabaya lagi ngurus bisnis pribadinya. Yaitu Bisnis Martabak “Markobar” yg ada di jalan Pucang Anom Timur, Surabaya. Inilah Anak Presiden yg jualan Martabak. Itulah Gibran Rangka Buming bin Joko Widodo. Teman-teman pernah coba beli martabaknya belum? Coba deh kalau belum lumayan kok. Di bagian bawah, tertulis (Henry Subiakto).
Gibran sedang naik bus di bandara tanpa pengawalan. Foto Istimewa/Batamtimes.co
Atas komentar tersebut, beramai-ramai warganet memuji kesederhanaan Gibran. Telah disukai 6436 akun, dan setidaknya telah dikomentari 3855, dan dibagikan sebanyak 1367. Postingan itu sendiri, dimuat pada Minggu kemaren.
#Deasy Juita Roboth : Salam 2 priode bagi presiden yg sy salut jokowidodo orgx jujur dn sllu berpikiran yg positif presiden yg baik hatix . Thx pak jokowi
#Starboz : Joss mz Gibran dgn sikap Anda bisa memberi contoh pada anak pejabat yg lain agar hidup sederhana TDK glamour, rendah diri…smoga Allah SWT selalu melindunginya amiiin.
Dua Oknum OPD Pemrov Kepri Yang sedang asik menikmati minuman di kedai kopi ame, Foto : Budi Arifin
Batamtimes.co, Tanjungpinang – Tanpa memikirkan tugas negara yang sedang diembannya. Diduga Dua orang Oknum pegawai negeri sipil yang menggunakan seragam Pemprov Kepri terlihat asik menikmati minuman di Kedai salah satu kedai, yang ada di KM 8 Tanjungpinang, Senin(18/12) pagi.
Oknum tersebut terlihat duduk dari pukul 10.00 sampai 12.00 siang ini.
Sontak hal ini menjadi perbincangan oleh para pengunjung kedai kopi tersebut yang gerah akan hal tersebut.
“Udah lama duduk tu, makan gaji buta kayaknya,” ucap salah satu pengunjung yang tak ingin disebutkan namanya.
Hingga berita ini diunggah media ini belum mengetahui nama dan tempat OPD tersebut bekerja.