8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 1100

Laka Laut di Sagulung Batam, Dua Penumpang Masih Belum Ditemukan

0

Batamtimes.co, Batam – Akibat kecelakaan laut yang menimpa Boat pancung sekitar perairan Bulang Lintang, Batam, Kepri pada Minggu (18/12) sekitar pukul 19.00 WIB, dua penumpang hilang, empat lainnya selamat dan sedang dirawat di RSUD Embung Fatimah Batam.

Menurut informasi yang dihimpun Batamtimes.co ini, kejadian itu bermula saat satu unit boat pancung pertama yang ditumpangi beberapa penumpang. Minggu sore itu, boad berangkat dari pelabuhan Bulang Lintang menuju ke pelabuhan Sagulung.

Seorang penumpang selamat bernama Iliyas saat memberikan keterangan, pada saat berangkat, ada 2 unit boat pancung yang menuju ke arah pelabuhan Sagulung tersebut. Pertama, dinakhodai Ismail dan kedua dinakhodai Ian.

Sekitar 15 menit berjalan dan sudah berada di tengah laut menuju Sagulung, tanpa disangka-sangka, boat pancung yang dinakhodai Ismail ditabarak oleh boat pancung yang berasal dari arah berlawanan Sagulung. Informasi, boad ini nakhodai oleh Sulihan. Kontan saja, kedua boad terlempar beberapa meter lalu terbalik bersama penumpang.

Saat kejadian, Ilyas dan Said Ahmad berusaha menyelamatkan penumpang yang lain dengan menaikkan  ke atas boat pancung yang dinakhodai Iyan.

Selanjutnya, Iyan saksi dan korban yang berhasil selamat langsung menuju ke RSUD Embung Fatimah untuk mendapatkan perawatan.

“Dari kemaren hingga saat ini, ada dua orang yang belum berhasil ditemukan, masing-masing Ismail (tekong,ref) dan Sayid Faisal. Kalau si Sulihan saat ini sudah diamankan sama pak polisi,” kata sumber yang dapat dipercaya.

Kepada wartawan, Kasubdit Penindakan dan Hukum (Gakum) Polair Polda Kepri AKBP Nur Santiko membenarkan kejadian. Ia mengatakan, seluruh korban yang selamat masih mendapatkan perawatan intensif pihak medis.

“Sambil dilakukan penyelidikan, para korban sedang dirawat. Kita berharap, cepat pulih kondisi menjadi normal,” kata AKBP Nur Santiko.(red/fanhal)

IWO Kabupaten Lingga Periode 2017-2022 Resmi Dilantik

0

Batamtimes. co, Dabo Singkep- Kepengurusan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lingga, periode 2017-2022 resmi dilantik oleh pengurus IWO pusat di Gedung Nasional, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (17/12/2017) malam.

Acara Pelantikan yang bertema “Menjadikan wartawan online yang profesional, berkompeten, sejahtera, jujur dan anti Hoax” ini turut dihadiri oleh Plt. Sekda Kabupaten Lingga, pengurus IWO Kepri, Kejaksaan Lingga, Wakapolres Lingga, KNPI Lingga, serta undangan FKPD lainnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum IWO, Jodhi Yudono mengatakan,  IWO adalah organisasi wartawan yang serba terbuka dalam menyampaikan berita.

“Wartawan yang tergabung dalam organisasi IWO harus menyajikan berita sesuai data yang valid, tidak boleh mengurangi atau menambah data,” ujarnya.

Ia berharap, dengan hadirnya IWO bisa mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap media. Menurutnya, zaman sekarang ini semakin banyak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sengaja menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Tugas kita sebagai wartawan online adalah untuk memeriksa kebenaran berita itu. Kita berperan meluruskan segala informasi yang belum jelas datanya,” jelasnya.

Ketua IWO Lingga, Mardian mengatakan, ke depannya IWO Lingga bertugas untuk mendampingi pemerintah membangun Kabupaten Lingga.

“Di sinilah kami memulai peran mendampingi pemerintah daerah untuk memajukan Kabupaten Lingga dan masyarakat luas tahu apa saja program Pemerintah Daerah Lingga,” ujarnya.

Plt. Sekda Kabupaten Lingga, Djunaidi Azam mengatakan, dahsyatnya teknologi informasi memberikan perubahan yang sangat pesat dalam kehidupan manusia. Namun kata dia, perubahan tersebut tidak hanya positif tapi negatif.

“IWO Lingga berperan penting memerangi berita-berita Hoax. Saya berharap jangan ada berita-berita Hoax di Kabupaten Lingga,” ucapnya.

Ia berharap wartawan yang tergabung dalam IWO membantu pemerintah mempromosikan pariwisata Kabupaten Lingga.

“Besar harapan kami wartawan media online khususnya yang tergabung dalam IWO memberitakan potensi wisata Kabupaten Lingga,” tutupnya.

 

(red/IWO lingga)

Awas! Maling Pecah Kaca Mobil Beraksi di Dekat Restoran Piayu Laut, Barang Pelancong Raib

0

Batamtimes.co, Batam – Aksi kejahatan pecah kaca mobil kembali terjadi di Batam. Kali ini dialami oleh Jhon saat ia dan tamunya menikmati makanan di salah satu restoran Seafood di Piayu Laut, Tanjungpiayu, Sei Beduk, Batam Kepri Minggu (17/12) sore.

Sore itu, Jhon meninggalkan mobilnya di parkiran restoran. Dan pergi makan bersama tamu di restoran yang tidak jauh dari parkiran. Jhon tidak mengira ia mengalami nasip apes.

Kaca pintu mobil yang dipecahkan maling di salah satu restoran Piayu Laut

“Saat mau pulang, langsung terkejut dengan kaca mobilnya dipecahkan oleh seseorang yang tidak dikenal. Sejumlah tas dan barang berharga lainnya raib dibawa kabur pelakunya,” kata Martin salah satu saksi kepada wartawan.

Diungkapan Martin, kaca mobil merek Daihatsu jenis Xenia warna hitam bernopol BP 1342 HE itu, dipecahkan pelaku di pintu keluar-masuk sebelah kanan. Diperkirakan, pelaku yang masih misterius itu, sudah kian mengintai. “Sehingga saat pergi korbannya, langsung ia bereaksi,” katanya.

Kesedihan Jhon atas itu bukan main. Sebab, selain mengalami kerugian materiil, ia juga mempunyai kerugian immateriil dan beban moral. Betapa tidak, tamunya itu merupakan pelancong yang ingin menikmati seafood di Piayu Laut.

“Sangat miris memang. Harusnya pengamanan diketatkan di sana. Sebab itu salah lokasi yang ramai dikunjungi pelanggan. Dan kondisi memang terlihat sepi karena termasuk pojok kota,” ujarnya.

Dia berharap, semoga pemerintah Kota Batam dapat memberikan masukan atau saran kepada salah satu pengelolah Piayu Laut, untuk diketatkan masalah keamanan.

”Termasuk aparat keamanan juga. Karena kalau tidak, nanti lama-lama orang takut ke restoran yang ada di sana karena masalah keamanan gak ada,” tambah Ningrum keluarga korban.(red/fanhal)

Jonni Pakkun Terpilih Sebagai Ketua ASPEMO Kepri Secara Aklamasi

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – CEO media Batamtimes.co, Joni Pakkun terpilih secara aklamasi dalam pemilihan ketua Asosiasi Pemilik Media Online (ASPEMO) Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Plaza, Kota Tanjungpinang, Sabtu(16/12) pagi.

Pemilihan ini dilaksanakan secara Demokratis dan konsisten dari  pemilik media Se Provinsi Kepulauan Riau.

Acara tersebut diketuai oleh Sudirman, selaku ketua panitia pembentukan ASPEMO Kepri.

Jonni Pakkun, ketua terpilih dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan teman-teman yang tergabung dalam ASPEMO di Kepri.

“Program seminggu ke depan membentuk susunan kepengurusan. Dan di Kepri khususnya dibentuk ketua harian.” kata pria yang akrap disapa Pak JP ini.

Visi dan misi kedepannya adalah menjadikan ASPEMO Kepri terdepan dan tetap menjembatani rekan yang tergabung dalam ASPEMO Kepri juga akan membentuk ASPEMO Kota dan Kabupaten di Kepri.

Dalam acara tersebut hadir sebagai narasumber Azli Rais Koordinator DPP ASPEMO Kepri dan Hermawanto SH.MH pakar hukum dari Jakarta.

(Budi Arifin)

Besok, Pengurus IWO Lingga Dikukuhkan Ketum IWO

0

Batamtimes. co, Dabo – Kepengurusan Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Lingga dipastikan akan dikukuhkan di Gedung Nasional, Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (16/12/2017) malam.

Segala persiapan pengukuhan pengurus organisasi profesi wartawan online ini sudah sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan.

“Alhamdulillah persiapan pengukuhan pengurus IWO Kabupaten Lingga yang akan kita laksanakan pada Minggu malam, besok bisa berjalan sesuai dengan agenda yang telah kita siapkan,” kata Sekretaris panitia pengukuhan IWO Lingga, Iman Arifandy pada Sabtu (15/12/2017).

Ia memastikan bahwa Ketua Umum, Sekjen beserta Wasekjen IWO akan tiba di Dabo pada Minggu siang. Selain itu, pengurus KSB IWO Kepri juga dipastikan ikut mendampingi rombongan Ketum IWO dari Batam.

“Sebelumnya kita mendengar kalau Ketum IWO suka baca puisi.Untuk itu usai pengukuhan kita minta beliau untuk membacakan puisi,” ujarnya

 

(red/Rls IWO LINGGA)

Pemasok Narkoba Lewat Bandara Naik, Bambang Purwanto : Kita Tambah Alat Cangih

0

Batamtimes.co,Batam – Penangkapan narkoba dua hari berturut-turut pekan ini di pintu bandara Hang Nadim Batam, seolah mengajak aparat dan stakeholders di sana lebih mantap mengawasi.

Betapa tidak, sebenarnya bukan saja hanya pekan lalu, namun berkali-kali pihak pengamanan bandara mengamankan barang haram itu dari calon penumpang.

Keberadaan aparat di sana, seakan tak membuat takut pelaku memasukannya. Apa yang terjadi? Rata-rata pengakuan pelaku yang dihimpun batamtimes.co mengaku kalau masalah himpitan ekonomi. Benarkah?

Apa pun persoalan dan alasan yang mendasar yang keluar dari mulut pelaku, narkoba tetap saja dilarang oleh konstitusi NKRI. Kendati demikian, kejadian-kejadian penangkapan di bandara bertaraf internasional itu, menyita perhatian Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai otoritas pengelolah bandara.

Baca Juga : [www.batamtimes.co/2017/12/14/murdani-pria-asal-tanjung-rejo-medan-ditangkap-bawa-sabu-19-kg/]

Deputi V BP Batam Irjen Pol Bambang Purwanto menegaskan, pihaknya sudah memerintahkan anak buahnya untuk menindak setiap individu yang berani memasukan gelap narkoba  melalui bandara Hang Nadim.

Bambang menegaskan, selain kejelian yang dibutuhkan dari petugas, alat teknologi canggih pun akan ditambah di pintu masuk maupun di pintu keluar.

“Seperti alat canggih pendeteksi narkoba serta CCTV. Kami akan segera ajukan ke pusat sebagai langkah mencegah masuk dan keluarnya narkoba melalui pelabuhan di Batam. Ini merupakan atensi bersama,” kata pria berpangkat bintang dua itu Jumat kemaren.

Pihak Purwanto tambahnya, selain menyelesaikan masalah internal soal pengadaan tekonologi canggih pendeteksi, ia juga akan mempererat hubungan kerja sama eksternal pada stakeholders terkait. Seperti BNN, Polri, Bea Cukai, Avsec, dan termasuk masyarakat penggiat anti narkoba.

“Juga kami akan ketatkan pengawasan di pelabuhan- pelabuhan yang di Batam. Ini adalah persoalan bangsa. Bukan saja hanya Batam, kendati kita mulai dari sekarang,” katanya.

Diakui Bambang, tak dipungkiri semua narkoba itu dipasok dan berasal dari negeri jiran Malaysia. Karena berdekatan dengan Batam, maka dengan gampangnya bandar lewat pelabuhan. Tak main-main, Bambang mengatakan perang narkoba lewat pendeteksi canggih.(red/fanhal)

Senin, Disnaker Akan Pergi Ke Restoran Tomo

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Terkait dengan adanya karyawan Restoran Tomo yang tidak mendapat gaji akibat peraturan yang dibuat oleh restoran tersebut. Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kota Tanjungpinang dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau akan berkunjung ke Restoran tersebut untuk melakukan pembinaan.

“Makasih infonya hari senin saya ke TKP sama pengawasan provinsi dan kapasitas kami hanya pembinaan saja nanti abang,” ucap Plt Kepala Bidang (Kabid) Industrial dan Jaminan Tenaga Kerja, Findhoni kepada Batamtimes.co, Sabtu(16/12).

Nantinya, Kata Findhoni, kalau memang terbukti sesuai dengan aturan akan dilakukan penindakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau.

“Perihal dimaksud masih dalam pembinaan dulu kalau tak bisa dibina sesuai aturan yg berlaku biar pengawasan provinsi yang ambil tindakan karna itu menyangkut gaji,” tegasnya.

Sebelumny, sungguh tidak manusiawi kebijakan yang dilakukan oleh Manajemen Restoran Tomo terhadap karyawannya. Hal ini diungkapkan oleh Salah satu karyawan yang tidak menerima gaji seperak pun akibat peraturan yang diberlakukan oleh Manajemen Tomo Restoran.

Didalam peraturan tersebut, Manajemen Tomo Restoran memotong uang gaji Rp 100.000 penerbit jika ada karyawan terlambat masuk kerja.

“Saya baru training dengan gaji 500 ribu rupiah, tapi hanya karena saya hanya terlambat beberapa menit saya tidak menerima sepeserpun uang gaji,” ungkap sumber.

Kata Sumber, Bahkan yang lebih sadisnya lagi didalam pembukuan yang dilakukan manajemen Restoran Tomo dirinya terhitung hutang hingga jutaan rupiah.

“Cuma kata bos utang tak perlu dibayar cuma tetap tak dapat gaji,” ungkap sumber dengan berlinang air mata.

Owner Tomo Restoran Rionaldi Junianto Oiej, membenarkan bahwa dia telah memotong gaji Karwayawannya sendiri dengan tidak manusiawi.

“Ia benar, ada karyawan yang tidak mendapatkan upah nya selama sebulan karena kena potongan dan potongan ini berlaku kepada karyawan lama juga,” ungkap Rio saat dimintai konfirmasi, Jumat(15/12).

Rio berkilah, bahwa kebijakan ini sudah berdasarkan perjanjian dengan karyawannya sewaktu interview.

“Saya sudah sebutkan kepada karyawan sistem gajinya hanya Lima ratus ribu untuk masa training, lalu apa bila telat hari pertama diberikan Surat peringatan (SP), apabila masih telat walau 1 menit hari kedua, maka akan dipotong upah nya sebesar 100 Ribu Rupiah. Untuk hari ketiga jika masih terlambat juga maka, akan ditambah potongan gajinya dari 100 Ribu dihari sebelum menjadi 200 Ribu Rupiah dan begitu seterusnya ditambahkan,” jelasnya.

Restoran Tomo adalah sendiri salah satu restoran yang berada di Rimba jaya dengan total penghasilan perharinya mencapai Rp8000.000.00,- (Delapan juta rupiah), memiliki hampir kurang lebih 20 karyawan dan hanya 3 orang karyawan saja yang sudah diberikan Upah Minimun Karyawan (UMK).

Jelas kebijakan Tomo Restoran tersebut, telah melanggar Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 88 ayat 1 No. 13/2003). Kebijakan pemerintah mengenai pengupahan yang melindungi pekerja/buruh meliputi:

•    Upah minimum
•    Upah kerja lembur
•    Upah tidak masuk kerja karena berhalangan
•    Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya;
•    Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya;

•    Bentuk dan cara pembayaran upah
•    Denda dan potongan upah;
•    hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;
•    Struktur dan skala pengupahan yang proporsional;
•    Upah untuk pembayaran pesangon; dan
•    Upah untuk perhitungan pajak penghasilan.

(Budi Arifin)

Komunitas KO2PI Bersama STMIK Budi Dharma Adakan Workshop Publikasi

0

batamtimes. co, Medan – Komunitas Kolaborasi Publikasi Indonesia (KO2PI) adakan Workshop on Multidisciplinary and Applications (WMA) di Kampus STMIK Budi Darma, Jalan Sisingamangaraja No 338 Medan, Sabtu (16/12/2017).

Workshop ini terselenggara atas kerjasama KO2PI dengan Kampus STMIK Budi Darma dengan topik “Article Writing Strategy for Internationally Indexed Multidisciplinary Publication” dengan pemateri Robbi Rahim MKom (Article Writing & Plagiarism), Mesran MKom (Mendeley Citacy) dan Janner Simarmata ST MKom (Similarity & Paraphrase).

Ketua STMIK Budi Darma Mesran MKom dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada komunitas KO2PI yang telah bekerja sama dengan STMIK Budi Darma dalam melaksanakan kegiatan workshop publikasi pada prosiding terindex Scopus.

Ia juga menyampaikan dimana workshop yang diadakan oleh KO2PI ini adalah yang pertama dan dilaksanakan di kampus ini, “tentu ini suatu kehormatan bagi kami pihak sivitas akademika,” ujarnya.

Mesran mengharapkan agar peserta mengikuti kegiatan ini dengan baik, karena artikel bapak/ibu yang diworkshopkan ini nantinya akan diterbitkan di Prosiding Terindex Scopus, tentunya kegiatan ini sangat membantu rekan-rekan dosen yang belum memiliki Id Scopus.

“Kegiatan ini multidisiplin ilmu, bukan hanya artikel engineering saja, namun artikel dibidang lain juga bisa seperti ekonomi, akuntansi, managemen, kesehatan dan pendidikan dapat dipublish selain itu juga kegiatan workshop ini sudah telalu murah,” sambungnya.

Dosen harus mempersiapkan diri untuk belajar menulis dan menjadikan kegiatan workshop penulisan artikel ilmiah ini sebagai suatu kebutuhan dalam pengembangan karir dan keilmuannya, sehingga workshop penulisan artikel sangat diperlukan untuk meningkatkan kemampuan dosen dalam menulis artikel yang baik dan benar untuk dipublikasikan.

“Pada sesi workshop tentang Mendeley saya akan jelaskan secara langsung penggunaan dari Mendeley ini, ini penting karena banyak publisher mensyaratkan penggunaan Mendeley dalam publikasi artikel ilmiah,” sambungnya.

Kemudahan lainnya dengan menggunakan Mendeley peneliti bisa membuat folder-folder referensi sehingga dokumen referensi tidak tertumpuk pada satu folder saja, namun bisa kita bagi sesuai bidangnya.

“Harapan kami peserta yang mengikuti workshop ini dapat lebih produktif untuk menulis artikel yang dapat dipublikasikan ditingkat internasional dan ini adalah tuntutan kita sebagai dosen,” tutup Mesran.

Robbi Rahim menyampaikan workshop ini dilakukan untuk membantu penulis lebih mudah memperbaiki artikelnya dengan cara diskusi bersama para narasumber/pemateri, disamping itu peserta juga diberikan pemahaman mengenai plagiat dan similarity dengan bantuan aplikasi seperti Turnitin dan iThenticate.

“Sementara aplikasi Mendeley sangat berguna bagi peneliti, dosen maupun mahasiswa dan diharapkan usai workshop ini peserta sudah mampu dalam menyusun artikel ilmiah dengan menggunakan daftar pustaka yang baik, benar dan otomatis dengan menggunakan aplikasi mendeley citacy tersebut,” tukas Robbi.

Sejalan dengan itu, untuk membantu memfasilitasi kebutuhan dosen untuk mempublikasikan hasil penelitian ilmiahnya, kami dari KO2PI menyelenggarakan workshop ini untuk membantu rekan-rekan dosen dapat mempublikasikan artikel ilmiahnya dalam proceeding terlebih yang terindeks (Scopus atau Thomson-Reuters).

“Saya mewakili dari Tim KO2PI juga menyampaikan rasa terimakasih kepada pihak STMIK Budi Darma dalam hal ini Ketua STMIK Budi Darma Bapak Mesran MKom yang mendukung dari awal rencana workshop WMA ini dengan memberikan tempat untuk pelaksanaan dan juga menjadi partner resmi Komunitas Kolaborasi Publikasi Indonesia (KO2PI) untuk event berikutnya yang akan dilaksanakan oleh KO2PI,” ucap Robbi.

Janner Simarmata menuturkan tahun ini komunitas KO2PI mengadakan dua kegiatan workshop yaitu di STMIK Budi Darma Medan dan di Universitas Narotama Surabaya, sedangkan di tahun 2018, KO2PI akan mengadakan 2nd WMA yang akan dilaksanakan di berbagai kota di Indonesia, diantaranya di Aceh, Padang, Jakarta, Jogjakarta, Samarinda, Palembang dan Medan, informasi lengkapnya dapat diakses pada laman website http://wma.my.id.

“Pada workshop ini, kami melakukan beberapa tahapan untuk menjaga kualitas dari artikel yang akan di workshopkan. Pertama, paper yang telah dikirim ke panitia WMA, terlebih dahulu dilakukan pengecekan kemiripan (similarity),” kata Janner.

Nah, hasil dari pengecekan inilah yang kemudian disampaikan ke setiap peserta pada saat workshop serta disampaikan pembahasan tentang similarity dan cara parafrase kalimat agar tidak terdeteksi similarity.

Terkait sitasi dan referensi manager pun juga tadi sudah dijelaskan dan diharapkan peserta sudah memahami cara penggunaannya, “ini gunanya agar saat terjadi perubahan model referensi dari publisher, maka penulis tidak perlu lagi mengubah dan mengatur ulang secara manual sitasi dan reference nya tapi hanya tinggal memilih style reference saja,” sambung Janner.

Dengan begitu, peserta akan menghasilkan artikel yang berkualitas karena sudah melalui proses asistensi review dan hasil akhir ini kemudian akan dilakukan proses pengecekan similarity kembali sebelum nanti dikirim ke publisher agar terbebas dari plagiarisme.

“Komunitas KO2PI terdiri dari 12 orang dari berbagai kota, yaitu Dahlan Abdullah (Aceh), Wahyuddin Albra (Aceh), Robbi Rahim (Medan), Janner Simarmata (Medan) Rahmat Hidayat (Padang), Leon Andretti Abdillah (Palembang), Heri Nurdiyanto (Metro Lampung), Darmawan Napitupulu (Jakarta), Andri Pranolo (Yogyakarta), M. Ikhsan Setiawan (Surabaya), Haviluddin (Samarinda) dan Ansari Saleh Ahmar (Makassar), informasi lebih lengkap tentang komunitas ini dapat dilihat pada lamanhttp://ko2pi.org,” tutup Janner.

Setiap peserta pada Workshop diwajibkan untuk membawa laptop dan naskah artikelnya dalam bahasa Inggris agar pelatihan berjalan efektif dengan mempraktikan secara langsung pelatihan yang diberikan. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan ada pendampingan untuk sesi Penulisan Artikel, Sitasi dan Review.

Acara ini dimulai dari pukul 08.30 dan akan berakhir sampai pukul 17.00 wib, sebanyak 30 an artikel akan direview dan dipersiapkan untuk dikirim ke prosiding Terindex Scopus dengan nama Proceedings of Workshop Multidisciplinary and Application – WMA 2017, peserta yang hadir dari beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Islam Sumatera Utara, Stmik Budi Darma, Stmik Triguna Dharma, Universitas Katolik Santo Thomas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Sumatera Utara dan Universitas Abulyatama Banda Aceh.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini maka dosen dan peneliti di Indonesia memiliki semangat untuk melakukan publikasi dan yang paling utama adalah memiliki publikasi di Scopus dan/atau Thomson Reuters.

 

(red/Rls js)

Jajaran Polda Kepri Tangkap Enam Penjudi Dadu di Teluk Bakau Kabil Batam

0

Batamtimes.co, Batam – Menjelang pergantian tahun ini, jajaran Polda Kepri kembali menggelar razia. Razia yang dikemas itu bernama ‘ Operasi Pekat Seligi 2017 Polda Kepri’

Tak menunggu lama, penerima mandat operasi tersebut langsung melakukan penyisiran judi di Batam. Dan hasilnya, pada Jumat (15/12) malam, enam orang diamankan warga yang tengah asik perbuatan yang dilarang pasal 303 KUHP itu, jenis dadu guncang.

Penangkapan itu dilakukan di Teluk Bakau Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri. Kompol Edy Buce yang memimpin jalannya operasi tersebut langsung membawa keenam pelaku dan berikut barang bukti (BB).

Mantan Kapolsek Sagulung itu membeberkan, BB yang berhasil disita  antara lain, buah dadu, piring dadu, lapak alas dadu dan uang tunai senilai Rp 5 juta. ”Ini merupakan perintah. Kami akan tindas tegas soal jud ini,” kata Edy.

Tak hanya itu, Operasi Satgas Operasi Pekat Seligi 2017 tersebut, selain fokus pada judi,  juga diharapkan gerakan yang sama bisa mengantisipasi Perjudian, premanisme,protitusi dan miras jelang Natal 25 Desember 2017 dan Tahun Baru 2018. “Tujuannya agar tercipta Kamtibmas di Batam dan Kepri tentunya,” ujarnya.(red/fanhal)

Akibat Kebijakan Yang Tidak Manusiawi, Karyawan Restoran Tomo Sampai Tak Bergaji

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang –Sungguh tidak manusiawi kebijakan yang dilakukan oleh Manajemen Restoran Tomo Tanjungpinang, yang berada di Komplek Rimba Jaya, Jalan Bakar Batu, Kota Tanjungpinang terhadap karyawannya. Hal ini diungkapkan oleh Salah satu karyawan yang tidak menerima gaji seperak pun akibat peraturan yang diberlakukan oleh Manajemen Tomo Restoran.

Didalam peraturan tersebut, Manajemen Tomo Restoran memotong uang gaji Rp 100.000 penerbit jika ada karyawan terlambat masuk kerja.

“Saya baru training dengan gaji 500 ribu rupiah, tapi hanya karena saya hanya terlambat beberapa menit saya tidak menerima sepeserpun uang gaji,” ungkap sumber.

Kata Sumber, Bahkan yang lebih sadisnya lagi didalam pembukuan yang dilakukan manajemen Restoran Tomo dirinya terhitung hutang hingga jutaan rupiah.

“Cuma kata bos utang tak perlu dibayar cuma tetap tak dapat gaji,” ungkap sumber dengan berlinang air mata.

Rio, Owner Restoran Tomo Tanjungpinang
Rio, Owner Restoran Tomo Tanjungpinang

Owner Tomo Restoran Rionaldi Junianto Oiej, membenarkan bahwa dia telah memotong gaji Karwayawannya sendiri dengan tidak manusiawi.

“Ia benar, ada karyawan yang tidak mendapatkan upah nya selama sebulan karena kena potongan dan potongan ini berlaku kepada karyawan lama juga,” ungkap Rio saat dimintai konfirmasi, Jumat(15/12).

Rio berkilah, bahwa kebijakan ini sudah berdasarkan perjanjian dengan karyawannya sewaktu interview.

“Saya sudah sebutkan kepada karyawan sistem gajinya hanya Lima ratus ribu untuk masa training, lalu apa bila telat hari pertama diberikan Surat peringatan (SP), apabila masih telat walau 1 menit hari kedua, maka akan dipotong upah nya sebesar 100 Ribu Rupiah. Untuk hari ketiga jika masih terlambat juga maka, akan ditambah potongan gajinya dari 100 Ribu dihari sebelum menjadi 200 Ribu Rupiah dan begitu seterusnya ditambahkan,” jelasnya.

Restoran Tomo adalah sendiri salah satu restoran yang berada di Rimba jaya dengan total penghasilan perharinya mencapai Rp8000.000.00,- (Delapan juta rupiah), memiliki hampir kurang lebih 20 karyawan dan hanya 3 orang karyawan saja yang sudah diberikan Upah Minimun Karyawan (UMK).

Jelas kebijakan Tomo Restoran tersebut, telah melanggar Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan (Pasal 88 ayat 1 No. 13/2003). Kebijakan pemerintah mengenai pengupahan yang melindungi pekerja/buruh meliputi:

•    Upah minimum
•    Upah kerja lembur
•    Upah tidak masuk kerja karena berhalangan
•    Upah tidak masuk kerja karena melakukan kegiatan lain di luar pekerjaannya;
•    Upah karena menjalankan hak waktu istirahat kerjanya;

•    Bentuk dan cara pembayaran upah
•    Denda dan potongan upah;
•    hal-hal yang dapat diperhitungkan dengan upah;
•    Struktur dan skala pengupahan yang proporsional;
•    Upah untuk pembayaran pesangon; dan
•    Upah untuk perhitungan pajak penghasilan.

 

(Budi Arifin) 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga