8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 114

BP Batam Fasilitasi Pemindahan 6 KK ke Rumah Baru di Kawasan Tanjung Banon

0
Keterangan foto : BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran 6 KK terdampak pembangunan Rempang Eco-City dari hunian sementara ke rumah baru di Kawasan Tanjung Banon.(Ist)

Batam – batamtimes.co – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran 6 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pembangunan Rempang Eco-City dari hunian sementara ke rumah baru di Kawasan Tanjung Banon pada Jumat, 10 Januari 2025. Dengan pemindahan ini, jumlah total warga yang telah menempati rumah baru di Tanjung Banon mencapai 53 KK.

Melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, BP Batam memastikan bahwa proses pemindahan warga dari hunian sementara akan terus berlangsung seiring dengan selesainya pembangunan hunian tetap di kawasan tersebut.

“Dengan dukungan masyarakat, kami berharap Program Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City dapat terealisasi dengan maksimal, memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah,” ujar Ariastuty.

Ia juga mengungkapkan bahwa BP Batam berkomitmen untuk menjadikan Tanjung Banon sebagai Kawasan Terpadu, dilengkapi dengan fasilitas umum dan sosial. Tujuannya adalah agar masyarakat Rempang dapat menjalani aktivitas di rumah baru mereka dengan lebih nyaman dan bahagia.

“Kami berharap, Kawasan Rempang dan Tanjung Banon dapat menjadi pusat ekonomi baru di Batam,” tambah Ariastuty.

Dengan proses pemindahan yang terus berlangsung, BP Batam berharap proyek ini dapat berkontribusi besar terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Batam.

Penulis : Adi

PSMS Medan Tumbangkan Sriwijaya FC 1-0, Jadi Modal Positif Jelang Playoff

0
Keterangan Foto : PSMS Medan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 ydigelar di Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang.( Instagram PSMS )

Medan – batamtimes.co – PSMS Medan berhasil meraih kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC dalam lanjutan Liga 2 yang digelar di Stadion Baharuddin Siregar, Deli Serdang, Sabtu (11/1/2025) sore. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi skuad Ayam Kinantan setelah gagal melaju ke babak delapan besar, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri jelang laga playoff degradasi.

Gol tunggal PSMS dicetak oleh Dwi Rafi Angga pada menit ke-40, memanfaatkan bola rebound hasil umpan Rachmad Hidayat. Meski mendominasi jalannya pertandingan, PSMS kesulitan menambah keunggulan, terutama berkat aksi gemilang kiper Sriwijaya FC, Hendra Molle.

Pelatih PSMS, Nil Maizar, menyampaikan rasa syukur atas kerja keras timnya. “Hasil ini menjadi penyemangat untuk menghadapi playoff. Namun, kami masih harus memaksimalkan performa dan mencari komposisi pemain terbaik, yang tidak mudah di situasi seperti ini,” ungkap Nil.

Pemain PSMS, Reyki Fariz, juga merasa optimis menghadapi tantangan berikutnya. “Meski hanya mendapat sedikit menit bermain, saya bersyukur. Semoga di playoff nanti kami bisa tampil lebih baik lagi,” ujarnya.

Di kubu lawan, Sriwijaya FC mengakui laga ini bukanlah yang mudah. Asisten pelatih Amirul Mukminin menjelaskan keterbatasan pemain menjadi tantangan utama. “Kami hanya punya satu kesempatan pergantian pemain, tetapi anak-anak sudah berjuang maksimal hingga akhir,” katanya.

Kapten Sriwijaya FC, Tegar Hening, menambahkan, “Dengan berbagai masalah finansial yang kami hadapi, tim tetap berusaha tampil maksimal hingga laga terakhir. Ini bentuk perjuangan kami.”

Kemenangan ini memberikan harapan baru bagi PSMS untuk menghadapi laga playoff degradasi. Dengan dukungan penuh suporter, PSMS diharapkan mampu bangkit dan mempertahankan eksistensinya di Liga 2 musim depan.

 

Penulis : Timbul

Kapal Isap Timah KIP Cinta Milik PT Timah Tenggelam di Karimun, 1 Orang Masih Hilang

0
Keterangan foto : Kasat Polairud Polres Karimun  Aiptu sarianto s

Karimun – batamtimes.co – Kapal isap timah dengan nama lambung KIP Cinta milik PT Timah dilaporkan tenggelam di perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, pada Sabtu (11/1/2024).

Kapal yang mengangkut 16 orang, terdiri dari kru dan karyawan PT Timah, mengalami kecelakaan akibat cuaca buruk. Dari jumlah tersebut, 15 orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang operator asal thailand dinyatakan hilang dan masih dalam pencarian.

“Benar telah terjadi kapal tenggelam di perairan Pulau Lalang, Kundur Barat,” ujar Kasat Polairud Polres Karimun  Aiptu sarianto s saat diwawancarai wartawan pada Sabtu (11/1/2025).

Menurutnya, kapal tenggelam setelah sempat berlabuh di perairan Pulau Lalang. Cuaca buruk dengan gelombang tinggi diduga menjadi penyebab kapal miring dan akhirnya tenggelam.

Hingga Sabtu sore, proses pencarian korban hilang terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Namun, pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi cuaca yang tidak mendukung dan waktu yang sudah memasuki malam hari.

“Satu orang lagi masih dalam proses pencarian,” katanya.

Proses pencarian akan dilanjutkan pada Minggu pagi dengan melibatkan berbagai pihak guna menemukan korban yang belum ditemukan.

 

 

Penulis : Taufik

Keterangan Lengkap Kapolresta Yogya Terkait Kematian Darso Warga Semarang

0
Keterangan foto : Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma .(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya Dharma mengatakan, kematian seorang warga Semarang, Jawa Tengah, bernama Darso (43) berawal dari kecelakaan lalu lintas yang ditangani Satlantas Polresta Yogyakarta.

Ia mengungkapkan, kecelakaan lalu lintas terjadi pada 12 Juli 2024 sekira pukul 09.30 WIB di Jalan Mas Suharto Danurejan Kota Yogyakarta.

“Kecelakaan melibatkan pengendara motor dengan nomor polisi AB-4620-EA yang dikendarai Tutik Wiyanti dengan mobil Avanza H-9047-YQ yang dikemudikan Darso,” katanya Sabtu malam 11 Januari 2025.

Menurutnya, korban Tutik mengalami luka dan harus dirawat di RS Bethesda Lempuyangwangi kemudian dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.

Setelah kecelakaan, lanjut Kapolresta, pengemudi mobil mengantarkan korban ke Rumah Sakit Bethesda Lempuyangwangi dan bertemu dengan keluarganya.

“Pada saat itu keluarga korban memfoto identitas pengemudi berupa KTP atas nama Darso dari Semarang,” ungkapnya.

Setelah mengantarkan korban, urai Kapolres, pengemudi pergi meninggalkan Rumah Sakit tanpa memberitahukan ke pihak korban dan rumah sakit.

“Kemudian suami korban yang bernama Restu Yosepta Gerymona berupaya mengejar pengemudi tersebut menggunakan sepeda motor. Namun, mobil yang dibawa pengemudi malah menyerempet motor suaminya korban dan menyebabkan terjatuh. Tapi pengemudi tetap pergi meninggalkan lokasi,” ungkapnya.

Atas peristiwa tersebut, katanya, pihak korban melaporkan kecelakaan tersebut ke Satlantas Polresta Yogyakarta sesuai Laporan Polisi Nomor: LP/A/237/VlI/2024/SPKT.SATLANTAS/POLRESTA YOGYAKARTA/POLDA D.I YOGYAKARTA tanggal 12 Juli 2024.

“Selanjutnya dilakukan penyelidikan oleh Unit Gakkum Satlantas Polresta Yogyakarta,” terangnya.

Polisi datang ke Semarang

Lebih lanjut Kapolresta Yogyakarta menjelaskan, berdasarkan alamat KTP pengemudi mobil bernama Darso yang diberikan oleh keluarga korban pada saat setelah kejadian kemudian pada hari Sabtu tanggal 21 September 2024 sekira pukul 06.00 WIB, Tim Unitgakkum Satlantas Polresta Yogyakarta dipimpin Kanitgakkum mendatangi kediamannya di Semarang Jawa Tengah dalam rangka mengirimkan surat undangan klarifikasi.

“Setelah bertemu dengan Darso selanjutnya ditanyakan apakah ia pada tanggal 12 Juli 2024 pernah terlibat kecelakaan lalu lintas wilayah Yogyakarta. Namun, Darso tidak mengakui,” tambahnya.

Ia menjelaskan, setelah ditunjukkan video CCTV RS. Bethesta Lempuyangwangi saat ada mobil datang dan meninggalkan Rumah Sakit yang diduga dikendarainya baru ia mengakui bahwa mobil tersebut terlibat kecelakaan lalu lintas.

Tak selang lama, Darso mengajak Kanit Gakum Sat Lantas beserta timnya untuk ke lokasi rental mobil dan temannya yang ikut pada saat kejadian kecelakaan.

“Saat itu petugas menyarankan agar Darso berpamitan ke istrinya. Namun yang bersangkutan mengatakan tidak perlu dan mengajak pergi dikarenakan merasa tidak enak dengan tetangga,” jelasnya.

Sekira pukul 06.25 WIB, lanjutnya, Darso ikut beserta Tim Unitgakkum Satlantas Polresta Yogyakarta pergi menggunakan mobil Toyota Avanza warna hitam Nopol: H-1132-Z menuju lokasi rental mobil.

“Namun baru berjalan kurang lebih 500 meter dari rumahnya Darso meminta mobil berhenti untuk buang air kecil. Kemudian mobil berhenti dipinggir jalan dan semua yang berada di dalam mobil keluar untuk buang air kecil di parit pinggir jalan,” tambahnya.

Setelah buang air kecil, tegas Kapolresta, Darsomengeluh sakit dibagian dada sebelah kiri dan meminta untuk diambil obat jantung di rumahnya.

“Namun petugas berinisiatif untuk langsung ke Rumah Sakit terdekat dan Darso menyetujui serta meminta untuk dibawa ke Rumah Sakit Permata Medika Ngaliyan Kota Semarang Jawa Tengah,” terangnya.

Sekira pukul 07.00 WIB Tim Unitgakkum Satlantas Polresta Yogyakarta dan Darso tiba di IGD RS. Permata Medika. Darso langsung mendapatkan perawatan dari tim medis.

“Petugas berinisiatif memberitahukan kabar Darso yang dirawat di Rumah Sakit ke keluarganya dan menjemput istri Darso bernama Poniyem di rumahnya,” tegas Aditya.

Kepada tim, Poniyem menginformasikan bahwa Darso memiliki riwayat sakit jantung dan sudah pasang ring jantung di RSUP. Dr. Kariadi Semarang Jawa Tengah.

“Tim Unitgakkum Satlantas Polresta Yogyakarta menunggu Darso sampai sekitar pukul 12.00 WIB. Karena tidak kunjung sehat dan membaik kemudian sekira pukul 12.30 WIB tim melanjutkan perjalanan ke Kendal, Jawa Tengah untuk mencari Toni dan Feri yang merupakan rekan Darso saat dalam kecelakaan lalu lintas tersebut,” tambahnya.

Pada hari Rabu tanggal 25 September 2024 sekira pukul 10.00 WIB, petugas menghubungi rumah Sakit Permata Medika untuk mengetahui kondisi Darso.

“Tim mendapatkan informasi dari security bahwa Darso masih menjalani perawatan. Kemudian pada hari Jumat tanggal 27 September 2024 sekira pukul 13.00 WIB petugas kembali berinisiatif menghubungi Rumah Sakit dan mendapatkan informasi dari kepala security bahwa Darso sudah pulang dari rumah sakit,” pungkasnya.

 

Penulis : Tanto

 

Pentingnya Memperhatikan Masa Berlaku dan Biaya Pengurusan SIM di Indonesia

0
Keterangan foto : ilustrasi SIM

Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan dokumen wajib bagi pengendara kendaraan bermotor di Indonesia. SIM tidak hanya menjadi bukti legalitas seseorang untuk mengendarai kendaraan, tetapi juga menjadi salah satu syarat utama dalam menjaga ketertiban berlalu lintas.

Bagi masyarakat yang sudah mencapai usia minimal yang ditentukan, pengurusan SIM menjadi langkah penting sebelum mengemudi di jalan raya. Sementara itu, bagi pemilik SIM yang sudah habis masa berlakunya, perpanjangan harus dilakukan tepat waktu, karena SIM di Indonesia hanya berlaku selama lima tahun. Jika masa berlaku SIM habis bahkan hanya satu hari, pemiliknya harus membuat SIM baru.

Biaya Perpanjangan SIM
Biaya perpanjangan SIM telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Berikut rincian biaya perpanjangan SIM:

1. SIM C: Rp 75.000

2. SIM A: Rp 80.000

3. SIM A Umum: Rp 80.000

4. SIM BI/Umum: Rp 80.000

5. SIM BII/Umum: Rp 80.000

6. SIM D: Rp 30.000

 

Pengalihan Golongan SIM
Bagi pengendara yang ingin mengalihkan golongan SIM, misalnya dari SIM A ke SIM B, akan dikenakan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 untuk penerbitan Surat Keterangan Uji Keterampilan Pengemudi (SKUKP). Biaya ini juga telah diatur dalam PP Nomor 60 Tahun 2016.

Pemerintah terus mengingatkan pentingnya masyarakat untuk memperhatikan masa berlaku SIM agar tidak terkena kendala administrasi dan harus mengulang proses pembuatan dari awal. Selain itu, pengurusan SIM yang tepat waktu juga membantu menjaga kelancaran pelayanan di kantor Satpas SIM.

Bagi masyarakat yang ingin memperpanjang SIM, kini juga tersedia layanan secara online melalui aplikasi Digital Korlantas Polri, sehingga lebih praktis tanpa harus antre di kantor layanan.

Penulis : Tina

PT Synergy Tharada Menang Gugatan, BP Batam Dinyatakan Wanprestasi

0

Batam – batamtimes.co – PT Synergy Tharada memenangkan gugatan terhadap Badan Pengusahaan (BP) Batam terkait pemutusan sepihak kontrak pengelolaan Pelabuhan Feri Internasional Batam Center. Dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (8/1/2025), majelis hakim menyatakan BP Batam melakukan wanprestasi dan memerintahkan perpanjangan kontrak kerja sama selama tiga tahun.

Sidang dengan nomor perkara 287/Pdt.G/2024/PN.Btm ini mengabulkan seluruh gugatan PT Synergy Tharada. Putusan tersebut bersifat final dan berlaku meskipun BP Batam mengajukan banding atau kasasi.

Kasus ini bermula dari pemutusan kontrak konsesi pengelolaan Pelabuhan Batam Center oleh BP Batam. Kontrak yang seharusnya berlangsung selama 22 tahun dipangkas menjadi hanya 19 tahun. BP Batam kemudian menunjuk operator baru, PT Metro Nusantara Bahari (MNB), dengan kontrak baru selama 25 tahun.

Keputusan pemutusan kontrak ini memicu protes dari PT Synergy Tharada. Pada Agustus 2024, perusahaan tersebut dipaksa keluar dari pengelolaan pelabuhan meskipun telah ada surat penundaan dari Kemenko Polhukam. Saat itu, Direktur Eksekutif PT Synergy Tharada, Suryo Prabowo, menyatakan pihaknya memilih mengalah demi menjaga situasi tetap kondusif.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan BP Batam, Dendi Gustinandar, saat dimintai tanggapan enggan memberikan komentar langsung. “Saya tidak berwenang untuk komentar. Untuk konfirmasi, silakan ke Kepala Biro Humas BP Batam,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (9/1/2025).

Putusan pengadilan ini memunculkan pertanyaan terkait status PT Metro Nusantara Bahari (MNB) yang sudah ditunjuk sebagai operator baru. Hingga berita ini diturunkan, pihak MNB belum memberikan tanggapan resmi.

Dengan putusan ini, PT Synergy Tharada berpeluang besar untuk kembali mengelola Pelabuhan Batam Center. Keputusan pengadilan sekaligus menegaskan pentingnya kepastian hukum dalam pengelolaan aset negara.

Putusan ini menjadi sorotan publik karena menyangkut stabilitas operasional salah satu pelabuhan utama di Batam. Publik menantikan langkah BP Batam dan PT MNB terkait putusan pengadilan ini.

 

Penulis : Adi

Editor : Pohan

 

Ucapkan HBD ke PDIP, Sikap Jokowi Diacungi Jempol

0
Keterangan Foto : Ketua umum Relawan Jokowi untuk Prabowo Gibran atau ReJO for Prabowo Gibran, HM Darmizal MS.(Tanto)

Jakarta – batamtimes.co – Ketua umum Relawan Jokowi untuk Prabowo Gibran atau ReJO for Prabowo Gibran, HM Darmizal MS, mengapresiasi langkah Presiden RI ke 7, Ir H Joko Widodo, yang mengucapkan selamat kepada seluruh kader atas ulang tahun ke 52 PDI Perjuangan.

“Tentu, itu sikap terpuji pak Jokowi yang mengucapkan selamat ulang tahun ke 52 untuk PDIP dari kediaman beliau di Sumber Solo. Sikap dan ucapan itu, patut kita apresiasi bersama,” kata Darmizal, dari Madinah Al Munawwarah, Sabtu 11 Januari 2025.

Ia mengungkapkan, sikap Jokowi tersebut merupakan contoh yang baik dan patut untuk menjadi tauladan bagi kita semua, seluruh anak bangsa Indonesia.

“Itu sikap negarawan sejati yang patut untuk di tauladani. Saya melihat ketenangan dan pancaran kesejukan dari beliau saat menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke 52 PDIP tersebut. Ungkapan tulus yang sejuk dan menyejukkan,” urai Darmizal.

Menurut Darmizal, PDI Perjuangan adalah partai pemenang Pemilu Legislatif tahun 2024 lalu. Partai yang punya sejarah panjang dalam perjuangan demokrasi di Indonesia. PDI Perjuangan juga sebagai partai politik terdepan bagi perjuangan nasib wong cilik yang sudah malang melintang dari masa kemasa.

“Do’a terbaik kami dari Masjid Nabawi, Madinah Al Munawwarah, semoga ibu Prof DR Hj. Megawati Soekarno Putri, selalu sehat wal’afiat, dan dalam lindungan Tuhan, Allah Yang Maha Kuasa,” ungkap Darmizal.

Diketahui, PDI Perjuangan merayakan HUT ke 52 pada bulan Januari 2025.

Meski sudah tak menjadi kader, Jokowi turut serta mengucapkan selamat pada PDIP yang merayakan ulang tahun tersebut.

“Ya saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-52 pada seluruh keluarga besar PDI Perjuangan yang hari ini ulang tahun,” kata Jokowi kepada awak media saat ditemui di rumahnya, Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat 10/1/2025.

 

Penulis : Tanto

Polresta Yogya Gerak Cepat Kumpulan Fakta atas Dugaan Penganiayaan Warga Semarang

0
Keterangan foto : Kantor Polresta Yogyakarta .(Ist)

Yogyakarta – batamtimes.co – Kasi Humas Polresta Yogyakarta AKP Sujarwo mengaku pihaknya sedang mengumpulkan fakta adanya dugaan keterlibatan anggotanya yang diduga melakukan penganiayaan warga Semarang, Jawa Tengah bernama Darso (43), warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, pada September 2024.

“Izinkan kami mohon waktu untuk mengumpulkan fakta-fakta dalam rangka untuk bisa mengetahui kronologis ataupun peristiwa apa yang terjadi. Mengingat bahwa kejadian tersebut terjadi pada bulan September tahun 2024,” ujar Sujarwo, Sabtu 11 Januari 2024.

Tak lupa Polresta Yogyakarta mengucapkan berbelasungkawa atas kejadian tersebut.

“Kami segenap keluarga besar personel Polresta Yogyakarta Polda DIY turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya ke Rahmatullah beliau almarhum Bapak Darso,” urainya.

Seorang pria bernama Darso (43) warga Gilisari Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah meninggal dunia setelah dibawa sekelompok orang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta.

Atas kasus tersebut, istri korban, Poniyem bersama adik kandung korban didampingi kuasa hukumnya melaporkan kejadian tersebut di Mapolda Jateng, Jum’at (10/1/2025) malam.

Kuasa hukum keluarga korban, Antoni Yudha Timor mengatakan kasus ini terjadi pada September 2024 lalu. Pihaknya melaporkan dugaan tindak pidana berencana yang mengakibatkan kematian, dan dugaan tindak pidana pengeroyokan.

“Pelaporan ini terkait dugaan penganiayaan, sebagaimana diatur di Pasal 355 KUHP, junto Pasal 130 170 ayat 2 angka ke tiga,” ungkapnya, Sabtu (11/1/2025).

Melalui kuasa hukumnya, pihak keluarga menceritakan awalnya korban dijemput dari rumahnya di Mijen oleh tiga orang yang mengaku sebagai anggota Polresta Yogyakarta, namun tanpa surat resmi pada Sabtu (21/9/2024) pagi.

“Mereka datang ke rumah korban menggunakan mobil tanpa membawa surat tugas, surat penangkapan, atau dokumen resmi lainnya. Korban kemudian dibawa, dan dua jam kemudian, keluarga diberi kabar bahwa korban dirawat di rumah sakit,” ujarnya.

Setelah korban dirawat secara intensif di rumah sakit selama tiga hari, selanjutnya korban meninggal dunia pada Minggu (29/9/2024).

Dirinya juga menyebut, setelah korban pulang dari rumah sakit sempat bercerita kepada istrinya, telah dianiaya oleh beberapa orang.

“Korban sempat menceritakan kepada keluarganya bahwa ia dianiaya oleh beberapa orang di sekitar bagian dada dan perutnya. Setelah pulang ke rumah, korban meninggal dunia pada 29 September 2024,” jelasnya.

Dirinya membeberkan, dugaan penganiayaan ini bermula dari kecelakaan lalu lintas yang melibatkan korban di Yogyakarta pada Juli 2024.

Saat itu, korban meninggalkan KTP-nya di lokasi kejadian sebagai tanda itikad baik. Kemudian dua bulan kemudian, korban dijemput oleh orang yang mengaku sebagai anggota polisi.

“Yang membuat kami prihatin, proses penjemputan dilakukan tanpa prosedur hukum yang jelas. Bahkan, ada indikasi korban dipukuli saat dibawa ke sebuah tempat di Semarang, hingga mengalami luka lebam di wajah serta nyeri di bagian dada dan perut,” bebernya.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus ini ke kepolisian dan meminta keadilan atas dugaan penganiayaan yang menewaskan korban.

Dirinya juga menuturkan telah melaporkan satu nama yang merupakan anggota Polri dengan inisial I dan diduga menjadi salah satu pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban tewas.

“Kami membawa bukti berupa foto luka lebam, keterangan saksi dari istri dan adik korban, serta hasil medis yang menunjukkan kondisi korban sebelum meninggal. Kami akan mendalami siapa saja yang terlibat, termasuk inisial pelaku berinisial I yang diduga anggota aktif Satlantas Polresta Yogyakarta,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, korban sebelum meninggal sempat menyampaikan keinginannya untuk mendapatkan keadilan.

“Korban merasa tidak terima dengan apa yang dialaminya. Keluarga hanya ingin keadilan ditegakkan dan pelaku yang terlibat diberi sanksi sesuai hukum,” pungkasnya.

 

Penulis : Tanto

PT Arka Daya Dhaksinarga Kembangkan Sayap ke Kulonprogo

0
Keterangan foto : Peresmian PT Arka Daya Dhaksinarga di kawasan industri Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, provinsi DIY, Sabtu 11 Januari 2025.(Tanto)

Yogyakarta – batamtimes.co – Ditengah  banyaknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja atau PKH di beberapa pabrik belakangan ini muncul pabrik baru di kawasan industri Sentolo, Kabupaten Kulonprogo, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Diresmikan pada Sabtu, 11 Januari 2025 pabrik yang terletak di Dusun Semen, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kulonprogo itu dihadiri sejumlah pejabat hingga tokoh Yogyakarta seperti KPH Purbodiningrat.

Direktur Utama PT Arka Daya Dhaksinarga Sigit Purwanto mengatakan, perusahaan ini merupakan pengembangan dari perusahaan yang telah berdiri sebelumnya di Tangerang, Banten.

“Perusahaan ini bergerak dibidang electricity and Medical Equipment Manufacturing atau bidang kelistrikan dan alat kesehatan. Perusahaan yang beridiri disini adalah bagian dari Can! Corporation,” ujar Sigit.

Sigit mengungkapkan, serapan tenaga di pabrik tersebut rencananya akan mulai efektif sekitar 2 sampai 3 bulan kedepan.

“Karena kami masih punya keinginan kebutuhan energi listrik hingga 3 pashe. Saat ini yang ada baru 1 pashe. Sehingga kami akan mulai efektif 2 sampai 3 bulan kedepan,” urainya.

Sigit berharap, pabrik tersebut bisa memberikan warna baru di dunia industri di Yogyakarta khusunya di Kulonprogo.

“Mudah-mudahan pabrik ini bisa membawa berkah bagi semuanya serta masyarakat di Kulonprogo pada khusunya,” urai Sigit.

Sementara itu, Komisaris PT Arka Daya Dhaksinarga Dwi Purbo Istiyarno menjelaskan dipilihnya kawasan industri di Sentolo, Kulonprogo sebagai lokasi usaha karena Yogyakarta terkenal dengan keramahannya.

“Kami berharap usaha kami di Yogya ini bisa berkembang ke tingkat internasional,” jelasnya.

Ditempat yang sama staf ahli Bupati Kulonprogo Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sutarman menjelaskan, Kabupaten Kulonprogo sangat terbuka bagi pengusaha yang ingin membangun pabrik.

“Tentu dengan regulasi yang sudah ada harus tetap dijalani. Terkait perijinan saat ini sudah bisa dengan sistem digital sehingga memudahkan pengusaha untuk mengajukan perijinannya,” terang Sutarman.

Dirinya menambahkan, presentase kemiskinan di Kabupaten Kulonprogo saat ini tertinggi di provinsi DIY. Sehingga butuh penanganan serius dari berbagai lintas sektoral.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya pabrik ini bisa meningkatkan perekonomian bagi masyarakat di Kulonprogo,” terangnya.

Dirinya juga menanggapi beberapa keluhan prasarana di kawasan industri Sentolo termasuk akses jalan dan aliran listrik.

“Tadi ada juga beberapa keluhan termasuk listrik yang ingin 3 pashe mudah-mudahan bisa cepat kita koordinasikan dengan PLN sehingga hasilnya bisa kita nikmati bersama,” urainya.

Lurah Sukoreno Olan Suparlan berharap, pabrik ini bisa menampung masyarakat sekitar yang belum mempunyai pekerjaaan dengan kualifikasi yang telah ditentukan oleh managemen.

“Kami berharap pabrik ini bisa semakin berkembang dan membawa dampak positif bagi warga Sukoreno,” pungkasnya.

 

Penulis : Tanto

Patrick Kluivert Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Ini Alasannya

0
Keterangan Foto : Ketum PSSI Erik Tohir dan Pelatim Timnas Patrick Kluivert.(Ist)

Jakarta – batamtimes.co – Patrick Kluivert mengungkapkan alasan di balik keputusan PSSI menunjuknya sebagai pelatih kepala timnas Indonesia. Pelatih asal Belanda itu resmi diumumkan sebagai pengganti Shin Tae-yong pada Rabu (8/1/2025).

Kluivert menandatangani kontrak selama dua tahun dengan opsi perpanjangan, didampingi oleh Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih. Selain itu, dua asisten lokal juga akan melengkapi tim kepelatihan.

Dalam keterangannya, Kluivert menjelaskan bahwa komunikasi dengan PSSI telah terjalin sejak Piala Asia 2023.

“Saya berada di sana bersama manajer saya, Soufian Asafiati. Selama pertandingan Indonesia, kami berbicara dengan ketua PSSI, Erick Thohir, dan terus berhubungan sejak saat itu,” ujarnya, dikutip dari Voetbal Niuews.

Kluivert juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Shin Tae-yong yang telah membuka jalan bagi timnas Indonesia untuk mendekati peluang tampil di Piala Dunia 2026.

“Indonesia adalah negara dengan hampir 300 juta penduduk, banyak di antaranya mencintai sepak bola,” ujar Kluivert.

“Sebagian berkat pendahulu saya, Shin Tae-yong, kami memiliki peluang untuk mengikuti Piala Dunia di Amerika, Meksiko, dan Kanada,” tambah eks pemain Barcelona tersebut.

Alasan PSSI Memilih Kluivert

Kluivert membeberkan alasan PSSI menunjuknya sebagai pelatih timnas.
“Saya memahami bahwa ini adalah kombinasi dari pengalaman saya di sepak bola global, dorongan saya, dan kualitas kepemimpinan saya,” katanya.

Pengalamannya bersama tim nasional Curacao, Kamerun, serta perannya sebagai direktur olahraga PSG dan kepala pelatihan di FC Barcelona menjadi pertimbangan penting.

Kluivert juga mengakui bahwa naturalisasi pemain Eropa, khususnya Belanda-Indonesia, telah meningkatkan kualitas tim.
“Bahasa utama saya tentu saja bahasa Inggris, tetapi naturalisasi pemain Eropa memberikan kekuatan tambahan bagi tim,” ujarnya.

Tugas berat langsung menanti Kluivert, di mana timnas Indonesia akan menghadapi Australia pada 20 Maret 2025 di Sydney Football Stadium. Lima hari kemudian, skuad Garuda bakal menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Dua pertandingan ini menjadi krusial untuk menjaga asa Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.

Setelah itu, pada 5 dan 10 Juni 2025, timnas Indonesia akan bertemu China dan Jepang. Saat ini, timnas berada di posisi ketiga klasemen Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Bagi Kluivert, menjadi pelatih tim yang berkesempatan tampil di Piala Dunia merupakan pengalaman baru yang ingin ia maksimalkan. “Saya siap memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” pungkasnya.

 

Penulis : Hendra

Editor : Pohan

 

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga