8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1147

Anggota DPD RI Kritik Pemprov Kepri

0
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau (Kepri), Haripinto Tanuwijaya.

batamtimes.co, Tanjungpinang – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Kepulauan Riau (Kepri), Haripinto Tanuwijaya mengkritik Pemerintah Provinsi Kepri maupun Pemko Tanjungpinang yang tidak memiliki anggaran darurat penangulangan bencana untuk membantu korban kebakaran.

Hal tersebut terkait dengan kebakaran hebat yang menghanguskan puluhan rumah di Jalan Teladan, Gang Gurindam IV, Kelurahan Kamboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, beberapa waktu lalu.

“Seharusnya ada angaran darurat, bisa digunakan secepatnya untuk dibangun kembali rumah warga korban kebakaran,” ucap Haripinto, saat mengunjungi korban kebakaran, kamis(27/7).

Ia mengaku prihatin atas peristiwa kebakaran yang menimpa pemukiman padat Jalan Teladan ini. Dan meminta Pemda untuk memperbaiki fasilitas pememadam kebakaran.

“Agar kebakaran terjadi tidak menjalar,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi pada hari Jum’at, 14 Juli 2017 sekitar pukul 21.00 Wib, telah menghanguskan 23 rumah.

Kebakaran ini diduga disebabkan konsleting listrik dari salah satu rumah yang tidak berpenghuni.

 

(red/budi arifin)

Pluit Jakut Digrebek Sabu Seberat 256 Kilo, Dugaan Transportasi Gunakan Kapal Laut

0
Penggerebekan Sabu di kompleks Perumahan Muara Karang Blok D3 Selatan nomor 16, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/7/2017).(foto :detik)

batamtimes.co , Jakarta – Penyelundup sabu sebanyak 256 kilogram di Puit diketahui termasuk sindikat narkoba internasional. Para sindikat itu diketahui menyelundupkan sabu dari China ke Indonesia menggunakan kapal laut untuk masuk ke Indonesia.

“Ini modusnya bukan modus baru. Mereka melakukan penyelundupan ke Indonesia dengan kapal laut,” ucap Deputi Pemberantasan BNN Arman Depari kepada wartawan di lokasi penggerebekan, kompleks Perumahan Muara Karang Blok D3 Selatan nomor 16, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (26/7/2017).

Arman menyebut sabu 256 kilogram itu disembunyikan di mesin pemoles sepatu. Terdapat delapan mesin dengan masing-masing berisi 40 bungkus.

“Ini (disimpan) di mesin poles. Ada delapan mesin. Tiap mesin ada delapan kotak. Totalnya ada 300 kilogram,” ucap Arman.

Diketahui ada tiga tersangka yang ditangkap dalam operasi tersebut. Salah satu tersangka tewas ditembak diketahui bernama Khe Huan Hong yang berperan sebagai distributor.

“WNA ini kelihatannya dia pengendali dan penerima barang. Dilihat dari rumah disiapkan dia akan mendistribusikan ke bandar kecil kecil lagi,” kata Arman.

Penggerebekan tersebut dilaksanakan oleh tim gabungan dari BNN, Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, serta Bea dan Cukai. Lokasi penggerebekan di Perum Muara Karang, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

 

 

(red/detik)

Tiga Perusahaan Konsorsium Singapura Minat Ikut Pengembangan Bandara Hang Nadim

0
Bandara Hang Nadim Batam .

batamtimes.co ,Batam –  Tiga perusahaan konsorsium asal Singapura menyatakan minatnya ikut terlibat dalam pengembangan Bandara Hang Nadim Batam.

Kehadiran wakil dari Singapura itu disambut Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Usaha BP Batam, RC Eko Santoso Budianto dan Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Gusmardi Bustami di ruang Marketing Centre BP Batam, Kamis (26/7/2017).

“Mereka tertarik datang, dengar-dengar proyek kita (BP Batam) di bandara dan di Pelabuhan Batuampar,” kata Eko.

Ketiga perusahaan itu, dua di antaranya merupakan perusahaan kontraktor yang sering kali dipercaya untuk membangun bandara.

Sedangkan satu perusahaan lagi, lebih ke manajemen fasilitas di bandara. Satu di antara perusahaan yang datang Kamis itu bernama PRC Global Pte.Ltd.

“Tiga-tiganya swasta semua,” ujar dia.

Dikatakan, ketiga perusahaan konsorsium asal Singapura itu termasuk yang punya nama. Malah bisa dikatakan pemain besar.

“Satu perusahaan terlibat pemain besar. Dia pernah bangun runway III dan IV di bandara di Singapura,” kata Eko.

 

(red/adi)

Koalisi Anak Pinang Siap Hadapi Dinamika Politik Tanjungpinang

0
Pendeklarasian koalisi anak pinang, Rabu (26/7) di Hotel Halim Tanjungpinang.

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Menginginkan adanya perubahan di Kota Tanjungpinang. Partai Golkar, PKPI, PPP, dan Partai Demokrat mendeklrasikan koalisi anak pinang di Hotel Halim Tanjungpinang, Rabu(26/7)

Sekjen Partai Golkar DPD I Kepulauan Riau, Agustar berharap dengan adanya koalisi ini dapat menjadi wadah politik.

“Yang kemana dinamika politik ke depan ini dapat menjawab siapa calon yang akan kita usung kedepannya,” ucap Agustar, saat pendeklarasian koalisi anak pinang, Rabu(26/7) di Hotel Halim Tanjungpinang.

Hal senada juga diutarakan oleh Sekjen partai Demokrat Kepri, Huznizar berharap keempat partai yang berkoalisi dapat melewati dinamika politik yang ada di Kota Tanjungpinang saat ini.

“Kita arungi bersama dinamika politik yang ada di Kota Tanjungpinang dengan koalisi ini,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPW PKPI Provinsi Kepri, Beni berharap koalisi ini dapat melahirkan pemimpin Baru di Kota Tanjungpinang.

“Saya sangat berbangga hati walaupun Kami dua kursi Kami dikasih kesempatan utk bersama sama menjalani dinamika politik di Kota Tanjungpinang. Mungkin dengan adanya koalisi ini dapat melahirkan pemimpin di Kota Tanjungpinang,” bebernya.

Sejalan dengan itu, Ketua DPC PPP Kota Tanjungpinang berjanji akan menggerakan mesin partainya dalam koalisi ini untuk kemajuan Kota Tanjungpinang.

“Dengan kursi kami yang sedikit ini kami dapat berbuat bersama keempat partai koalisi lainnya untuk memajukan kota Tanjungpinang,” tutupnya.

 

(red/budi arifin)

 

 

DPRD Kepri Ganti Alat Kelengkapan Dewan

0
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau pada sidang paripurna pergatian alat kelengkapan dewan, Rabu(26/7), pagi

batamtimes.co, Tanjungpinang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Riau pada sidang paripurna pergatian alat kelengkapan dewan, Rabu(26/7), pagi.

Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, mengatakan bahwa berdasarkan tata tertib DPRD bahwa pimpinan alat kelengkapan ini bertugas selama dua setengah tahun.

“Sejak 3 November 2015, pimpinan dan alat kelengkapan ini sudah bekerja selama dua setengah tahun lebih. Berdasarkan aturan, maka saatnya untuk diganti,” kata Jumaga diruang sidang paripurna, Rabu (26/7).

Untuk penyusunan pimpinan alat kelengkapan DPRD, kata Jumaga sedikit berbeda dibanding tahun 2015 lalu. Penyusunan kali ini, fraksi-fraksi sudah mengusulkan diawal dan tinggal dibacakan di paripurna.

“Untuk itu, kami mengucapkan terimakasih atas kerja keras cepat pimpinan partai provinsi,” kata Jumaga.

Adapun Komisi III dipimpin oleh Widiastadi Nugroho dari Partai PDI Perjuangan, Surya Makmur Nasution dari fraksi Demokrat sebagai wakil ketua dan Raja Bachtiar sebagai sekretaris dari fraksi Golkar untuk memimpin komisi III DPRD Kepri.

Komisi IV tetap dipimpin oleh Teddy Jun Askara dari fraksi Golkar dan wakilnya Yuniarni Pustoko Weni dari fraksi PDIP serta dr.Jusrizal sebagai bendahara dari fraksi Hanura plus.

Adapun pimpinan alat kelengkapan dewan yang dirubah adalah komisi. Komisi I yang membidangi pemerintahan akan dipimpin oleh Abdulrahman, LC dari fraksi PKS-PPP, Taba Iskandar dari Golkar menjadi Wakil Ketua dan Sukhri Fahrial sebagai Sekretaris dari fraksi Hanura Plus.

Komisi II yang membidangi masalah keuangan akan diketuai oleh Hotman Hutapea dari fraksi Demokrat, dengan Wakil didapuk Sirajudin Nur dari fraksi Kebangkitan Nasional dan Sahat Sianturi fraksi PDIP sebagai sekretarisnya.

Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) tetap diketuai oleh Alex Guspeneldi dari Fraksi Kebangkitan Nasional dengan wakil Sarafuddin Aluan dari fraksi PKS-PPP.

Selanjutnya Badan Kehormatan atau sering disebut sebagai Provostnya DPRD, akan dipimpin oleh Sahmadin Sinaga dari fraksi Hanura Plus. Ia akan dibantu wakilnya Tawarich, dengan anggota Wan Norman Edi, Asmin Patros serta Suryani.

Untuk ketua fraksi, PDIP mengalami perubahan. Hingga periode ini berakhir, PDIP akan dipimpin Saproni. Fraksi PKS juga mengalami perubahan. Fraksi PKS untuk sisa periode ini akan dipimpin oleh Iskandarsyah.

Demikian juga fraksi Demokrat yang akan mengganti pimpinannya. Fraksi Demokrat selanjutnya akan dipimpin oleh dr.Afrizal Dachlan.

 

(red/budi arifin)

 

 

Ratusan Siswa SMK Pembangunan Serius Mendengar Pemaparan Dwi Ria Latifa

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – 108 siswa SMK Pembangunan Tanjungpinang dengan serius menerima pemaparan Anggota DPR/MPR RI Komisi III Fraksi PDI-P daerah pemilihan (Dapil) Kepri, Dwi Ria Latifa, saat melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI, Rabu (26/7).

Keempat pilar tersebut adalah Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, UUD 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Ria sapaan akrapnya, mengatakan bahwa setiap anggota DPR MPR RI wajib harus turun ke dapilnya masing-masing untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat maupun siswa.

“Apalagi melihat sekarang perkembangan teknologi media sosial semakin canggih dan fungsi orang tua sangat penting dalam hal ini untuk anak mereka. Untuk itu perlu kembali menanamkan 4 pilar ini, karena secara nasional rasa dan nilai kebangsaan ini telah terkikis. Apa yang dicita-citakan pendiri bangsa sudah mulai memudar,” kata Ria dihadapan ratusan siswa yang mengkuti sosialisasi 4 Pilar ini.

Dengan pengamalan Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika, kata Ria Pemerintah dan masyarakat seharusnya sudah tidak tersekat-sekat pada pembatasan kelompok, baik berdasarkan pandangan politik, ras, suku, maupun agama tertentu. Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika telah melampaui skat yang dapat menjurus pada pengunaan politik identitas yang dapat meruntuhkan realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Bila perbedaan pandangan politik, suku, dan agama dijadikan justifikasi dari perjuangan politik identitas kelompok tertentu, maka berarti bangsa ini telah mundur ke belakang dalam sejarah keberadaannya sebagai bangsa,” ucapnya.

Menurut politisi partai PDI Perjuangan ini, Pancasila dapat menjadi nilai yang hidup terus menerus di tengah masyarakat, maka pemerintah dan masyarakat harus bersama sama mempertahankan Pancasila.

“Dengan adanya kesadaran akan tanggungjawab dalam mempertahankan Pancasila baik dari pemerintah dan masyarakat, maka diharapkan persatuan ditengah masyarakat yang beragam akan terjaga. Sehingga bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang besar dengan identitas nasional sendiri yang akan mampu menjawab tantangan kehidupan dalam politik global,” kata Ria pada siswa.

Ria mengakui Provinsi Kepri yang berada di wilayah perbatasan sangat sulit untuk membendung pengaruh buruk dari luar. Karena Kepri termasuk wilayah terbesar dalam peredaran narkoba, traficking dan pelecehan seksual.

“Bagi anak- anak atau adik adik siswa mari tanamkan nilai 4 pilar kebangsaan ini didalam kehidupan maupun dikeluarga kita sendiri. Dan saya berpesan kepada siswa jangan mengunakan akses media sosial sembarangan, seperti jangan mencoba untuk mengunakan tek poto, karena ini mengundang kejahatan dan ini juga merupakan pesan dari Kapolda Batam,” ucap Ria.

Atas pemaparan Ria ini, Guru bidang Kesiswaan SMK Pembangunan Tanjungpinang, Lina mengucapkan terima kasihnya kepada anggota DPR RI dari Fraksi PDI P dapil Kepri, Dwi Ria Latifa yang telah datang berkunjung untuk memberikan sosialisasi 4 pilar ke sekolah SMK Pembangunan Tanjungpinang.

“Dan kami tidak pernah membayangkan sebelumnya, atas ke datangan ibu yang seorang anggota DPR RI. Karena selama ini kami tidak pernah kedatangan anggota DPR RI ke sekolah kami ini. Mudah-mudahan sosialisasi 4 pilar MPR RI bisa diterima dan diterapkan kepada siswa,” kata Lina.

Kemudian pada kesempatan tersebut, anggota DPR RI Dwi Ria Latifa langsung secara simbolis membagikan buku materi sosialisasi empat pilar MPR RI serta sofenier kepada seluruh siswa yang mengikuti sosialiasi 4 Pilar dan juga perwakilan Guru Sekolah SMK Pembangunan.

 

(red/Budi arifin)

 

Jumaga : Kepri Harus Perbanyak Fakultas Pariwisata Dan Perikanan

0

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak mengatakan bahwa saat ini Kepri membutuhkan banyak tenaga ahli dibidang pariwisata dan kelautan. Untuk itu, Ia mendorong lembaga pendidikan Kepri mencetak tenaga pariwisata dan perikanan yang profesional.

Khusus lembaganya, Ia mengatakan pengembangan sekolah atau perguruan tinggi pariwisata saat ini masih terpusat di Pulau Jawa dan Bali. Akan tetapi pendirian perguruan tersebut juga harus hadir di wilayah Kepri.  “Kita harusnya memperbanyak fakultas bidang pariwisata dan perikanan. Jadi, anak-anak Kepri ini juga tidak harus keluar daerah untuk sekolah,” kata Jumaga saat menerima kunjungan mahasiswa Fisipol, Umrah diruang kerjanya, Selasa (25/7).

Menurut Jumaga, tenaga pariwisata untuk memenuhi kebutuhan Kepri saja masih kurang seiring dengan perkembangan sektor industri pariwisata di Tanah Air.”Semua daerah memiliki sektor pariwisata alam dan seni budaya, karena itu daerah-daerah terus berpacu untuk membangun fasilitas penunjang pariwisata, baik hotel dan restoran,” katanya.

Jumaga memaparkan, dengan semakin banyaknya fasilitas penunjang pariwisata dan kelautan tersebut tentu kebutuhan tenaga terampil dan profesional semakin banyak diperlukan.

Selain dua bidang ilmu tersebut, Jumaga melihat progam studi (Prodi) hubungan internasional juga diperlukan di Kepri ini. Letak Kepri yang bersinggungan langsung dengan negara-negara tetangga, membutuhkan banyak tenaga profesional di Kepri ini.

Berangkat atas kondisi ini, politisi PDIP ini mendukung langkah Umrah untuk menguatkan mahasiswa program studi Hubungan Internasional membina hubungan studi dengan negara-negara tetangga.

Ditempat yang sama, Dosen Fakultas Fisipol Umrah Dani Akbar mengatakan bahwa mahasiswa hubungan internasional rencananya akan melakukan studi banding ke negara tetangga. Dua negara yang rencananya akan dikunjungi antara lain Singapura dan Malaysia.

“Kami rencananya akan ke Singapura dan Johor 15 Agustus nanti. Nanti kita akan studi banding ke KBRI dan kampus-kampus disana,” kata Dani.

 

(red/budi arifin)

Akib Terpilih Jadi Sekwan Tanpa Rekomendasi Pimpinan Dewan

0
Sekretaris Dewan (Sekwan) Pemko Tanjungpinang, Abdul Kadir Ibrahim dengan nama sapaan akrapnya pak Akib mengakui sudah mengantarkan surat pengunduran dirinya ke Wali Kota Tanjungpinang 20 Juni lalu.

 

Batamtimes.co, Tanjungpinang – Abdul Kadir Ibrahim yang biasa disapa Akib, ternyata tidak mendapat restu maupun rekomendasi dari pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang saat terpilih menjabat sebagai Sekretaris Dewan (Sekwan).

Padahal mekanisme pengangkatan pejabat tinggi yakni menjadi Sekwan di DPRD Tanjungpinang mestinya ada rekomendasi dari pimpinan DPRD, dan sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2014.

“Sayangnya pengangkatan Akib sebagai Sekwan tidak ada rekomendasi dari Dewan,” kata Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang Ade Angga, Selasa (25/7) di Tanjungpinang.

Ia menjelaskan, perlu diperhatikan juga perbedaan antara Ketua DPRD dengan Pimpinan DPRD. Karena yang dimaksud dengan pimpinan DPRD yakni Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD.

 

Ade Angga yang juga menjabat sebagai Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang ini mengaku bahwa sebelum pengakatan pejabat tinggi untuk menempati posisi Sekwan, Pemko Tanjungpinang mestinya berkonsultasi terlebih dahulu kepada pimpinan DPRD.

Namun pada kenyataannya, kata Ade,  nama yang dikonsultasikan berbeda dengan nama yang menjadi Sekwan sekarang.

“Hingga saat ini, baik melalui surat maupun lisan, Akib belum ada menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Sekwan kepada saya,” tegas Ade.

Oleh karena itu, Ade pun tidak bisa berkomentar banyak soal pengunduran diri Akib. Sebab, alasannya masalah pribadi bukanlah masalah pekerjaan.

“Sejauh ini selama beliau menjabat sebagai Sekwan kinerjanya baik dan tidak ada maslah,” nilainya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua II DPRD Kota Tanjungpinang Ahmad Dani beberapa hari lalu. Dia mengatakan, mekanisme terpilihnya Akib sebagai Sekwan dari awal tidak berjalan.

“Sebab akibat terpilih tanpa ada rekomendasi dari pimpinan dewan,” tegas dia.

Informasi mengundurkan diri Akib sendiri yakni sebagai Sekwan, Ahmad Dani pun hanya mendengar dari orang.

“Penyampaian secara langsung baik lisan maupun tulisan belum ada,” katanya.

Mendag Enggartiasto Merilis Aturan Baru Harga Acuan Beras Rp 9000 per Kilo

0
Mendag Enggartiasto Lukita.

batamtimes.co , Jakarta – Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita baru saja merilis aturan harga acuan beras Rp 9.000/kilogram (kg). Harga acuan itu berlaku untuk beras kualitas medium maupun premium.

Kebijakan ini dituangkan dalam Peraturan Mendag nomor 47/M-DAG/PER/7/2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Beleid ini merevisi Peraturan Mendag nomor 27/M-DAG/PER/5/2017.

Menurut Menteri Pertanian (Mentan), Amran Sulaiman, ia akan ikut dalam sosialisasi aturan baru ini ke masyarakat.

“Peraturan ini akan dibahas dan didiskusikan, karena pemerintah membuat regulasi untuk masyarakat Indonesia, pedagang kecil hingga besar,” ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (25/7/2017).

Baca juga: Harga Acuan Beras Premium dan Medium Rp 9.000/Kg

Dalam sosialisasi itu Amran tak sendiri, tapi bersama-sama Mendag. Cuma saat ini Mendag sedang ke luar negeri.

“Permendag yang Juli ini sedang kita persiapkan, kami juga akan mensosialisasikan sekarang kan Pak Mendag sedang di Afrika begitu beliau pulang kita rapatkan,” ujar Amran.

Sementara itu untuk pembelian di tingkat petani ditetapkan harga gabah kering panen (GKP) Rp 3.700/kg, harga gabah giling (GKG) Rp 4.600, dan beras Rp 7.300/kg.

 

 

(red/detik)

 

Ratusan Driver Opang Mendatangi Kantor Gojek Pelita

0
Ratusan driver (pengendara) ojek pangkalan (opang) mendatangi kantor Go Jek di kawasan Pelita Batam, Selasa (25/7/2017) siang.

batamtimes.co , Batam – Ratusan driver (pengendara) ojek pangkalan (opang) mendatangi kantor Go Jek di kawasan Pelita Batam, Selasa (25/7/2017) siang.

Kedatangan mereka meminta supaya kantor ojek yang berbasis online ini segara ditutup.

“Ini masalah perut, jangan sampai kami marah. Pokoknya sekarang juga harus ditutup,” kata seroang anggota ojek pangkalan di lokasi.

Menurut Dia, selama ini ojek pangkalan sudah terlalu banyak bersabar, namun tidak ada kejelasan dari pemerintah, ojek online malah seolah mengambil kesempatan.

Dalam hal itu,polisi menyarankan agar para driver itu datang ke Dinas Perhubungan Kota Batam membicarakan permasalahan ini.

Karena hari sudah sore dan perkantoran Dinas Perhubungan sudah tutup. para driver ‎ojek berencana akan mendatangi kantor Dishub, Rabu (26/7/2017) pagi.

“Hari ini kita balik saja, besok ‎kita datang ke Dinas Perhubungan. Kita sama-sama lagi. Dan sekarang semuanya balik kanan, jangan ada yang anarkis,” sebut seoirang driver ojek yang dituakan dalam aksi tersebut.

Kapolsek Lubuk Baja Kompol I Putu Bayu Pati mengatakan, aksi ini merupakan spontanitas Driver Ojek Pangkalan. Sebab tidak ada imbauan sebelumnya.

‎”Ini miskomunikasi saja sebenarnya. Pada saat rapat terakhir di Graha Kepri kemarin, ada kesepakatan. Pada poin pertama, selama perizinan dilengkapi, tidak boleh ada Gojek yang beroperasi. Tetapi saat rapat itu, dari pihak Gojek sendiri tidak hadir,” sebutnya.

 

 

(red/adi/tri)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga