8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 129

BP Batam Bawakan Jingle ASN BerAKHLAK di ASN Culture Festival 2024

0
BP Batam terpilih untuk membawakan Medley Jingle ASN BerAKHLAK pada gelaran ASN Culture Festival 2024.(Ist)

Batam- batamtimes.co – BP Batam menjadi salah satu dari 4 Kementerian/Lembaga (K/L) terbaik yang terpilih untuk membawakan Medley Jingle ASN BerAKHLAK pada gelaran ASN Culture Festival 2024, Selasa (10/12/2024) di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Palace

Kegiatan ini dibuka oleh Menteri PAN-RB RI, Rini Widyantini dan dihadiri oleh seluruh K/L se-Indonesia, baik secara luring maupun daring.

ASN Culture Festival merupakan agenda tahunan oleh Kementerian PAN-RB RI sejak 2021.

“Acara ini adalah salah satu komitmen Kementerian PAN-RB untuk terus meningkatkan budaya ASN demi pelayanan publik yang lebih baik,” ungkap Menteri PAN-RB RI, Rini Widyantini.

Dikutip dari laman resmi Kementerian PAN-RB RI, kegiatan ini juga merupakan upaya pemerintah untuk me-rebranding ASN menjadi sosok yang lebih profesional, inovatif, inspiratif, dan kreatif.

Gerakan rebranding tersebut menghadirkan empat citra, yaitu #ASNBerprestasi, #ASNMenginspirasi, #ASNBerinovasi, dan #ASNBerkreasi.

“Saya berharap agar ASN dapat mengembangkan potensi diri dan berkreasi demi mendukung keberhasilan organisasi,” kata Rini menutup sambutan.

Kepala Bidang Manajemen Kinerja Organisasi BP Batam, Nurjanah Siregar mengaku bangga dengan prestasi yang diraih tim jingle BP Batam.

Tidak main-main, jingle yang diperlombakan disusun dan digubah dengan matang, serta diiringi latihan yang intens selama lebih dari satu bulan lamanya.

BP Batam berhasil meraih posisi terbaik keempat, dimana potongan lagu dinyanyikan secara medley bersama tim jingle dari Badan Kepegawaian Negara (BKN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

”Sebuah kehormatan jingle BP Batam bisa meraih posisi terbaik keempat. Semoga tahun depan bisa kembali berpartisipasi dan implementasi core value BerAKHLAK BP Batam juga dapat terlaksana maksimal.” Harap Nurjanah.

 

(Red/Adi )

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Hadirkan Energi Bersih

0
Keterangan Foto : Patra Niaga sukses menggelar kegiatan ‘Edukasi Kelompok Masyarakat Program Desa Energi Berdikari’ di Kantor Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg.(Ist)

Indramayu – batamtimes.co – Integrated Terminal (IT) Balongan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bersama Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) sukses menggelar kegiatan ‘Edukasi Kelompok Masyarakat Program Desa Energi Berdikari’ di Kantor Desa Sliyeg Lor, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu pada Senin (9/12/2024).

Kegiatan ini menjadi momen peresmian dan serah terima simbolis bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk mendukung proses budidaya mangga berketahanan iklim.

Mengadopsi nama Desa Energi Mandiri (SAGARI) Berdikari, program ini lahir sebagai bentuk komitmen IT Balongan dalam menghadirkan solusi energi bersih yang dapat diakses dan dijangkau dengan mudah oleh masyarakat setempat. Lebih lanjut, Program Desa Energi Berdikari telah dikembangkan di berbagai wilayah dan menjadi salah satu program unggulan Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) Pertamina. Kegiatan tersebut tidak hanya menjawab tantangan penyediaan energi, namun juga memperkuat keberlanjutan pertanian di daerah tersebut.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekretaris dan Pamong Desa Sliyeg Lor Azis Riyanto, perwakilan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sliyeg Tinsari dan Dedi Suganti, Spv II HSSE IT Balongan Pertamina Patra Niaga Fajar Pujiarso dan perwakilan Pertamina New & Renewable Energy (PNRE) M. Iqbal Sugiharto serta kelompok masyarakat dari Kelompok Tani Salam Tani. Dalam kesempatan yang sama PNRE juga memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) _hybrid off-grid 8,72 KWP dan 10 KWH energy storage kepada Kelompok Tani Salam Tani yang merupakan binaan CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB.

Ketua Kelompok Tani Salam Tani Erwin Wiguna mengucapkan rasa syukur atas bantuan yang diberikan Pertamina karena sangat membantu meringankan biaya operasional kelompok tani.

“Kami bersyukur sekali karena keberadaan PLTS ini bisa menghemat biaya listrik sebesar 800 ribu – 1 juta rupiah per bulan. Disamping itu, kami juga memperoleh pengetahuan baru mengenai energi ramah lingkungan sehingga program ini sangat bermanfaat,” tutur Erwin, di Jakarta, 11 Desember 2024.

Bantuan PLTS ini tidak hanya menjadi pengganti sumber energi listrik konvensional namun dapat berfungsi sebagai pendukung budidaya mangga berketahanan iklim yang dilakukan secara intensif dengan penggunaan media di dalam greenhouse. Kelompok Tani Salam Tani mengembangkan mangga miyazaki yang merupakan varietas unggul dan membutuhkan perawatan cermat. Untuk mendukung kegiatan itu, IT Balongan memberikan perangkat teknologi modern seperti water drip irrigation system IoT melalui aplikasi SAGRINA Tech (Smart Agri PRIMADONA Technology), smart dosing nutrition serta LED UV Spectrum yang dapat menjadi alternatif cahaya matahari di malam hari dan dapat beroperasi menggunakan energi dari PLTS yang telah diberikan.

Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Regional Jawa Bagian Barat Eko Kristiawan juga mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen dari perusahaan untuk berkontribusi dalam meningkatkan energi terbarukan di tingkat desa yaitu dengan memberikan PLTS yang mampu mengkonversi sinar matahari menjadi energi listrik, serta beberapa teknologi pendukung yang dapat membantu meningkatkan kualitas hasil pertanian seperti LED UV Spectrum yang bisa menjadi alternatif sinar matahari di malam hari.

“Program SAGARI Berdikari merupakan bentuk komitmen kami untuk mendorong swasembada energi di tingkat desa. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memiliki akses terhadap energi terbarukan yang ramah lingkungan, sekaligus memberikan solusi nyata dalam menggantikan energi fosil yang semakin terbatas. Melalui inisiatif ini desa dapat menjadi pionir dalam transisi menuju energi yang bersih dan berkelanjutan” ujar Eko.

Hadirnya program ini sejalan dengan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 7 yaitu ‘Energi Bersih dan Terjangkau’ dan nomor 13‘ Penanganan Perubahan Iklim’. Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen untuk mencapai Net Zero Emission 2060 dan diharapkan dapat menjadi solusi ekonomis sekaligus transmisi menuju energi hijau yang lebih efisien sekaligus mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan. Kami Pertamina akan terus berinovasi dengan berbagai program untuk mendukung pencapaian (SDGs).

 

(Red/Tanto)

Pengakuan, Identitas dan Aktualisasi Diri: Dinamika Sosial dalam Masyarakat Modern

0
Keterangan foto; Ani Purwati Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta .(Tanto)

Oleh: Ani Purwati

Mahasiswa Program Doktor Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta

DI ZAMAN modern yang serba terhubung saat ini, konsep identitas, pengakuan, dan dinamika sosial semakin terasa rumit dan kompleks. Kehadiran media sosial telah mengubah cara kita membentuk dan mengekspresikan siapa diri kita, menciptakan ruang baru untuk mendapatkan pengakuan, serta mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan orang lain. Fenomena ini, yang dipicu oleh kemajuan teknologi dan perubahan budaya yang begitu cepat, menuntut kita untuk lebih memahami hubungan dan identitas dalam kehidupan sosial. Sangat penting untuk memahami bagaimana ketiga konsep tersebut saling terkait dan membentuk pengalaman kita dalam dunia digital yang kini begitu berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari.

Media sosial telah menjadi ruang bagi individu untuk mengatualisasikan dirinya dengan membentuk dan mengekspresikan identitas, mendapatkan pengakuan, serta berinteraksi dengan orang lain secara lebih terbuka. Fenomena aktualisasi diri yang kita temui di media sosial ini menjadi semakin menarik untuk dipelajari.

Dalam konteks ini, pemikiran dua tokoh yaitu Axel Honneth dan Anthony Giddens, relevan dalam memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai bagaimana identitas, pengakuan, dan dinamika sosial saling berinteraksi dalam masyarakat modern melalui media sosial.

Axel Honneth menekankan pentingnya pengakuan dalam pembentukan identitas individu. Menurutnya, individu hanya dapat mencapai aktualisasi diri melalui pengakuan dari orang lain dalam suatu komunitas. Di media sosial, pengakuan ini hadir dalam berbagai bentuk, seperti like, komentar, dan pengikut dalam postingan yang dibuat oleh para penggunanya.

Hal ini menjadi penanda eksistensi dan validasi diri. Sementara itu, Anthony Giddens mengajukan gagasan bahwa identitas di masyarakat modern bukanlah sesuatu yang statis, melainkan terbentuk melalui interaksi sosial yang terus berkembang. Di media sosial, identitas individu menjadi dinamis karena terus diperbaharui berdasarkan umpan balik sosial dari audiens dan interaksi digital yang terjadi.

Dengan menghubungkan pemikiran Honneth dan Giddens, kita dapat lebih memahami bagaimana media sosial berperan penting dalam membentuk identitas dan dinamika sosial, serta bagaimana individu berusaha mendapatkan pengakuan secara digital di dunia maya, yaitu media sosial. Fenomena ini dipengaruhi oleh kemajuan teknologi dan perubahan budaya yang pesat, memunculkan tantangan baru bagaimana cara kita memahami hubungan sosial dan identitas di era modern ini.

Rekognisi dan Aktualisasi Diri dalam Media Sosial: Perspektif Honneth

Fenomena aktualisasi diri pengguna media sosial dapat dikaitkan dengan gagasan Axel Honneth tentang pentingnya rekognisi atau pengakuan akan eksistensi subjek dalam komunitas sosial. Dalam konteks media sosial, platform-platform digital seperti Instagram, Twitter, dan TikTok sering kali menjadi ruang alternatif bagi individu untuk memperoleh pengakuan yang mungkin tidak mereka dapatkan di dunia nyata.

Menurut Honneth (2009) pengakuan merupakan kebutuhan dasar. Tanpa pengakuan, individu sulit merealisasikan dirinya, yang berpotensi menghambat perkembangan personal maupun sosial. Axel Honneth, menyatakan bahwa pengakuan terhadap eksistensi individu dalam suatu komunitas adalah hal yang fundamental untuk aktualisasi diri. Tanpa adanya pengakuan ini, seseorang tidak bisa sepenuhnya mewujudkan potensinya.

Pandangan mengenai pengakuan sebagai kebutuhan dasar Honneth ini sejalan dengan kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri dalam teori Maslow. Dalam konteks Maslow, kebutuhan akan penghargaan (esteem needs) sangat berhubungan dengan pengakuan. Penghargaan diri yang sehat dan pengakuan dari orang lain merupakan dasar yang memungkinkan seseorang untuk merasa dihargai dan diakui, yang pada akhirnya memperkuat rasa percaya diri dan motivasi untuk tumbuh.

Hal ini sejalan dengan pandangan Honneth, yang menekankan bahwa pengakuan adalah prasyarat untuk aktualisasi diri. Ketika individu menerima pengakuan dari orang lain, baik itu dalam bentuk pengakuan sosial, prestasi, atau status, mereka dapat mengembangkan rasa percaya diri dan kemauan untuk terus berkembang menuju pencapaian potensi penuh mereka.

Kebutuhan akan aktualisasi diri dalam Maslow, berfokus pada pencapaian potensi maksimal dan pemenuhan diri, tidak bisa dicapai tanpa adanya pengakuan.

Pengakuan, dalam hal ini, menjadi fondasi bagi seseorang untuk merasa bahwa mereka memiliki tempat dalam masyarakat dan bahwa usaha mereka dihargai. Oleh karena itu, konsep pengakuan Honneth dapat dipandang sebagai elemen yang saling melengkapi dengan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri dalam hierarki Maslow, karena keduanya bersama-sama mendukung proses perkembangan pribadi yang lebih tinggi.

Dalam kehidupan nyata, pengakuan ini biasanya datang melalui hubungan sosial langsung dengan orang lain. Namun, di era digital ini, media sosial telah menciptakan ruang baru bagi individu untuk mendapatkan pengakuan, yang mungkin tidak mereka temui dalam interaksi tatap muka. Media sosial seperti Instagram, Twitter, dan TikTok menyediakan ruang terciptanya “rekognisi digital,” dimana pengguna memperoleh kesempatan untuk mengekspresikan diri, berbagi pengalaman, dan menerima validasi dalam bentuk komentar, likes, atau jumlah pengikut.

Hal ini semakin menunjukkan kaitan yang erat antara kebutuhan akan penghargaan dan aktualisasi diri dengan penggunaan media sosial, terutama dalam konteks pengakuan yang dibahas oleh Honneth dan teori kebutuhan Maslow. Media sosial, sebagai platform yang memungkinkan individu untuk mengekspresikan diri dan berinteraksi dengan orang lain, media social memberikan ruang bagi orang untuk memenuhi kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri mereka.

Kebutuhan akan Penghargaan melalui Media Sosial

Di media sosial, individu sering kali mencari pengakuan dari orang lain melalui like, komentar, jumlah pengikut, dan bentuk interaksi lainnya. Ini sesuai dengan konsep penghargaan diri (self-esteem) dan penghargaan dari orang lain (esteem from others) dalam teori Maslow. Pengguna media sosial berusaha untuk dihargai dan diakui atas apa yang mereka bagikan, baik itu prestasi, pendapat, atau identitas mereka. Sebagai contoh, seseorang yang memposting pencapaian atau konten kreatif dapat memperoleh pengakuan melalui interaksi sosial seperti komentar positif atau berbagi konten.

Fenomena ini memungkinkan individu merasa dihargai dan diakui oleh orang lain, yang akan memberikan kepuasan diri serta meningkatkan rasa percaya diri dan dapat memenuhi kebutuhan akan penghargaan. Menurut Honneth, pengakuan dari orang lain di media sosial membantu individu untuk mengkonfirmasi nilai diri mereka secara sosial. Tanpa pengakuan tersebut, individu mungkin merasa terisolasi atau kurang dihargai, yang dapat menghambat perkembangan pribadi dan sosial.

Media sosial, dengan kemampuan untuk memberikan pengakuan secara langsung, dapat menjadi saluran utama untuk memenuhi kebutuhan ini di era sekarang, meskipun ada juga potensi bahaya terkait ketergantungan pada validasi eksternal yang tidak selalu mendalam atau berkelanjutan.

Selain pengakuan, media sosial juga memberikan platform untuk aktualisasi diri. Dalam konteks teori Maslow, aktualisasi diri merujuk pada proses pencapaian potensi penuh dan pemenuhan tujuan hidup seseorang. Media sosial memungkinkan individu untuk mengekspresikan dan memperbaharui identitas mereka, berbagi pencapaian, karya seni, atau ide-ide yang mencerminkan perkembangan dan potensi pribadi mereka.

Misalnya, seorang seniman dapat memposting karya-karya mereka di Instagram atau TikTok untuk mendapatkan pengakuan dan menunjukkan bakat mereka kepada audiens yang lebih luas. Ini tidak hanya memberi ruang bagi mereka untuk memperoleh pengakuan, tetapi juga membantu mereka merasa bahwa mereka telah mencapai bagian dari potensi mereka.

Namun, pengakuan dari masyarakat melalui media sosial sering kali bersifat sementara dan bergantung pada tren, algoritma, dan norma sosial tertentu. Oleh karena itu, meskipun media sosial dapat membantu dalam pencapaian aktualisasi diri, ada risiko bahwa aktualisasi diri yang dicapai melalui media sosial mungkin lebih bersifat dangkal atau tergantung pada validasi eksternal yang tidak stabil.

Prinsipnya media sosial berfungsi sebagai alat yang mempercepat pemenuhan kebutuhan penghargaan dan aktualisasi diri.

Pengakuan yang diterima di platform-platform ini memberi dampak besar pada bagaimana individu memandang diri mereka dan berusaha untuk mencapai potensi penuh mereka. Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun media sosial menyediakan ruang bagi kedua kebutuhan ini, ada tantangan dalam menjaga keseimbangan antara validasi eksternal dan pengembangan diri yang lebih dalam.

Honneth menyebut rekognisi ini sebagai social grammar, yaitu suatu kondisi sosial yang memungkinkan individu untuk saling memperhatikan dan memberikan perhatian. Di media sosial, pengakuan ini sering kali terwujud dalam bentuk viralitas atau solidaritas digital.

Melalui cara ini, pengguna media sosial bisa merasa dihargai dan diterima oleh orang lain. Tapi, tentu saja, ini menimbulkan pertanyaan apakah pengakuan semacam ini cukup untuk mendukung aktualisasi diri yang lebih dalam, atau justru malah menciptakan ketergantungan pada pengakuan yang sifatnya sementara?

Identitas sebagai Proses Dinamis: Perspektif Giddens

Menurut Antony Giddens (1991), identitas diri dapat dipahami sebagai kemampuan seseorang untuk menceritakan kisah tentang dirinya sendiri, yang menggambarkan perasaan dan pengalaman secara konsisten dari waktu ke waktu. Giddens menyatakan bahwa identitas bukanlah suatu hal yang tetap atau sekadar kumpulan sifat-sifat tertentu, melainkan sebuah narasi yang terus berkembang seiring berjalannya waktu.

Setiap individu berusaha membangun cerita tentang dirinya yang menghubungkan pengalaman masa lalu dengan harapan untuk masa depan. Identitas diri ini berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan penting seperti: Apa yang telah dilakukan? Bagaimana cara melakukannya? Siapa saya sebenarnya? Dalam proses ini, individu menciptakan sebuah lintasan hidup yang mencerminkan perjalanan dan perkembangan diri mereka, bukan hanya sifat-sifat yang dimiliki, tetapi juga refleksi diri yang lebih dalam mengenai siapa mereka dalam konteks perjalanan hidup mereka.

Anthony Giddens, selanjutnya menjelaskan bahwa identitas itu bukan sesuatu yang statis, melainkan sebuah proses yang terus berkembang seiring waktu, dipengaruhi oleh interaksi sosial dan refleksi diri. Di dunia digital ini, media sosial menjadi tempat utama dimana kita bisa membentuk dan memperbaharui identitas kita. Kita tidak hanya menunjukkan siapa diri kita lewat postingan atau gambar yang dibagikan, tetapi juga melalui bagaimana kita merespons feedback dari audiens-teman-teman, pengikut, atau masyarakat luas. Interaksi yang terjadi di media sosial memberikan kesempatan bagi kita untuk menyesuaikan identitas dengan realitas sosial yang ada.

Giddens juga mengemukakan konsep refleksi diri (self-reflexivity), setiap individu secara aktif menilai dan mengatur kehidupannya. Proses ini diperkuat oleh media sosial, yang memberi feedback dalam bentuk likes, komentar, dan pengikut, yang mempengaruhi bagaimana kita memandang diri sendiri. Dengan begitu, media sosial menjadi alat yang sangat kuat dalam memperbaharui dan menjaga identitas kita, seiring dengan perkembangan interaksi sosial yang terjadi.

Ditinjau dari konsep identitas diri menurut Giddens. Media sosial memberikan ruang bagi individu untuk menceritakan kisah hidupnya, baik melalui postingan, gambar, maupun video. Setiap unggahan dan interaksi di platform seperti Instagram, Twitter, atau TikTok menjadi bagian dari narasi identitas individu penggunanya. Pengguna media sosial tidak hanya berbagi momen pribadi, tetapi juga berusaha mengkonstruksi cerita tentang siapa diri, apa yang dilakukan, dan bagaimana individu ingin dilihat oleh orang lain. Melalui media sosial, individu dapat merefleksikan perjalanan hidupnya, membagikan pencapaian, pengalaman, serta nilai-nilai yang dipegang.

Namun, seperti yang dijelaskan oleh Giddens, identitas diri bukanlah sesuatu yang tetap. Di media sosial, identitas ini bisa berubah seiring waktu, tergantung pada pengalaman dan umpan balik yang diterima dari orang lain. Interaksi di dunia maya memberikan kesempatan bagi individu untuk mengeksplorasi berbagai aspek dari dirinya, sekaligus selanjutnya merespons cara orang lain memandang mereka, yang kemudian menyesuaikan identitasnya dengan respon yang diterimanya di media sosial.

Dengan demikian, media sosial menjadi alat yang memungkinkan pembentukan dan pembaruan identitas secara dinamis, seiring dengan perjalanan hidup individu yang terus berkembang.

Identitas dan Aktualisasi Diri

Di dunia yang semakin terhubung ini, identitas kita tidak hanya dibentuk oleh interaksi sosial di dunia nyata, tetapi juga oleh media, khususnya media sosial. Giddens menyoroti bagaimana media, baik tradisional maupun digital, berperan penting dalam pembentukan identitas diri.

Di media sosial, kita sebagai pengguna memiliki kebebasan untuk membangun narasi tentang siapa diri kita dan bagaimana kita ingin dilihat oleh orang lain. Identitas yang dibentuk di media sosial menjadi semakin kompleks karena dipengaruhi oleh banyak factor, diantaranta persepsi publik, interaksi sosial, dan bahkan algoritma yang ada di balik platform itu sendiri.

Namun, di balik kebebasan ini, ada juga tekanan sosial untuk memenuhi norma-norma tertentu yang ada di dunia maya, seperti mengikuti tren atau memenuhi ekspektasi dari audiens. Tekanan ini sering kali datang dalam bentuk harapan sosial yang dibentuk oleh norma-norma yang berkembang di dunia maya. Maka dari itu, meskipun media sosial menawarkan kebebasan untuk mengekspresikan diri, proses aktualisasi diri kita juga menjadi lebih kompleks, karena kita harus menyeimbangkan antara menjadi diri sendiri dan memenuhi harapan publik yang ada di sekitar kita.

Bahkan bisa jadi agar memenuhi harapan publik dan mendapat pengakuan, aktivitas aktualisasi diri media sosial ini, tidak sedikit individu yang pada akhirnya “mengada-ngada” dan menjadi sosok orang lain yang berbeda dengan dirinya yang asli didunia nyata, hanya demi mendapat pengakuan dan validasi semata.

Fenomena pengakuan, identitas dan aktualisasi diri ini menjadi dinamika sosial yang terjadi dalam masyarakat di dunia modern ini sangat erat kaitannya dengan cara kita memanfaatkan media sosial. Pemikiran Honneth tentang rekognisi menunjukkan bahwa pengakuan merupakan elemen penting dalam aktualisasi diri, sementara Giddens memberi wawasan tentang bagaimana identitas kita terus berkembang melalui interaksi sosial yang kita jalani, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Media sosial menjadi ruang dimana kita bisa merefleksikan diri dan memperbaharui identitas kita, meskipun ada tekanan sosial yang harus dihadapi. Dalam dunia digital yang terus berkembang pesat, kita harus lebih bijak dalam membentuk identitas dan mengaktualisasikan diri, terutama di media sosial.

Jangan sampai proses ini hanya menjadi upaya untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan sosial semata, tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap kesejahteraan emosional dan perkembangan pribadi. Sebagai individu, kita perlu lebih sadar akan nilai sejati dalam membangun identitas yang asli diri sendiri, yang tidak hanya bergantung pada pujian atau perhatian dari orang lain.

Sebaiknya, gunakan media sosial sebagai sarana untuk mengembangkan potensi diri, berbagi pemikiran, dan berinteraksi dengan orang lain secara positif. Pengakuan dari orang lain memang penting, tetapi yang paling penting adalah pengakuan yang datang dari diri sendiri, bukan hanya sekadar berdasarkan validasi eksternal. Dengan sehingga harapannya, terbangun identitas diri yang lebih sehat dan menjadi diri sendiri, serta sesuai dengan tujuan hidup individu masing-masing, tanpa terjebak dalam tekanan sosial yang bisa saja merugikan diri sendiri, bahkan keluarga dan orang-orang terdekat.(*)

Pembeli Jam Tangan Mewah Minta Haknya Diberikan

0
Keterangan Foto : Kuasa hukum Tony Trisno, Eko Prastowo memberi keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu 11 Desember 2024.(Tanto)

Jakarta – batamtimes.co – Pembeli jam tangan bernilai puluhan miliar rupiah meminta agar hak-haknya diberikan. Permintaan itu disampaikan oleh salah satu pembeli jam tangan bermerk Richard Mille bernama Tony Trisno.

Kuasa hukum Tony Trisno, Eko Prastowo menerangkan, kliennya adalah pelanggan tetap Butik Richard Mille Jakarta sejak tahun 2014.

Pada tahun 2019, lanjut Eko, ia memesan dua jam tangan mewah Richard Mille secara inden dengan kesepakatan barang akan diserahterimakan di Jakarta.

“Jam tangan tersebut adalah Richard Mille RM 57-03 Black Sapphire Dragon seharga SGD 2.599.500 dan Richard Mille RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece seharga SGD 4.396.700,” ujarnya saat jumpa pers di Jakarta, Rabu 11 Desember 2024.

Eko melanjutkan, total pembayaran lebih dari SGD 6.9 juta (sekitar Rp80 miliar) telah diselesaikan secara bertahap hingga April 2021. Namun, setelah pembayaran lunas, pihak butik meminta Tony mengambil barang di Singapura melalui Richard Mille Asia Pte. Ltd.

Eko menegaskan, tindakan ini jelas melanggar kesepakatan awal bahwa penyerahan akan dilakukan di Jakarta, sebagaimana telah menjadi praktik dalam transaksi-transaksi sebelumnya.

“Klien kami telah mencoba menyelesaikan permasalahan ini secara baik-baik, termasuk dengan mengirimkan surat klarifikasi pada Agustus 2024. Namun, pihak Butik Richard Mille Jakarta tetap menolak untuk menyerahkan barang di Jakarta,” tambahmya.

Kuasa hukum lainnya Heroe Waskito, menegaskan, bahwa tindakan ini bukan hanya melanggar kesepakatan yang telah dibuat antara kedua belah pihak, tetapi juga diduga melanggar hak-hak konsumen sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

“Klien kami telah memenuhi seluruh kewajibannya sebagai konsumen dengan itikad baik, termasuk melunasi pembayaran. Namun, haknya untuk menerima barang telah diabaikan. Ini adalah pelanggaran serius terhadap perlindungan konsumen sebagaimana diatur dalam undang-undang,” tegas Heroe Waskito.

Untuk itu, pihaknya hari ini secara resmi mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Gugatan ini diajukan atas nama kliennya, merasa dirugikan dalam transaksi pembelian dua jam tangan mewah Richard Mille yang hingga kini belum diserahterimakan meskipun seluruh kewajiban pembayaran telah dipenuhi.

“Langkah hukum ini kami ambil demi memperjuangkan hak klien kami yang dirugikan dalam transaksi ini. Ini bukan hanya soal nilai transaksi yang besar, tetapi juga soal penghormatan terhadap hak konsumen yang telah beritikad baik dengan memenuhi seluruh kewajibannya,” ucap Heroe Waskito.

Menurutnya, gugatan ini diharapkan dapat menjadi preseden penting bagi pelaku usaha untuk lebih menghormati dan melindungi hak-hak konsumen dalam setiap transaksi. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa kepercayaan konsumen adalah aset berharga yang harus dijaga.

“Perlindungan hak konsumen adalah pilar penting dalam hubungan bisnis yang sehat dan merupakan dasar terciptanya iklim bisnis yang baik. Kami berharap kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak untuk lebih menghormati hak konsumen,” tutup Heroe Waskito.

 

 

(Red/Tanto)

Polres Kulonprogo Raih Predikat Kepatuhan Penyelenggaraan Pelayanan Publik Terbaik Nasional

0

Jakarta – batamtimes.co – Polres Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta berhasil mencatat prestasi gemilang dengan meraih nilai tertinggi nasional dalam penilaian kepatuhan pelayanan publik tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Ombudsman RI.

Dengan skor 97.61, Polres Kulonprogo menjadi yang terbaik di antara jajaran Polres/Polresta se-Indonesia dan mendapatkan predikat kualitas tertinggi dalam zona hijau.

Piagam penghargaan diserahkan dalam acara yang berlangsung di Hotel Swiss-Belboutique Yogyakarta, pada Selasa (10/12/2024) kemarin.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Irwasda Polda DIY Kombes Pol Ady Wibowo, Kapolres Kulonprogo AKBP Wilson Bugner F. Pasaribu, Anggota Ombudsman RI Dadan Suparjo Suharmawijaya, serta para Kapolres/ta jajaran Polda DIY

Dalam sambutannya, Dadan Suparjo Suharmawijaya mengapresiasi peningkatan signifikan dalam mutu pelayanan publik selama periode 2021 hingga 2024.

Hal ini tercermin dari lonjakan jumlah penyelenggara yang masuk dalam zona hijau, dari 179 penyelenggara pada tahun 2021 menjadi 494 penyelenggara pada tahun 2024.

Dadan juga menyoroti semakin banyaknya masyarakat yang berpartisipasi dalam penilaian pelayanan publik, yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kualitas pelayanan semakin meningkat.

“Ini bukan hanya angka, namun mencerminkan perubahan mendalam dalam budaya di berbagai institusi. Keberhasilan ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan pelayanan, serta tekad aparatur negara untuk bertransformasi menuju pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Dadan.

Dadan menekankan pentingnya perubahan pendekatan dalam pengawasan pelayanan publik. Ombudsman kini mendorong penyelenggara untuk tidak hanya memenuhi ekspektasi masyarakat, tetapi juga untuk membangun hubungan yang solid dengan masyarakat demi menciptakan pelayanan publik yang responsif, transparan, dan terpercaya.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua instansi yang telah berhasil memperoleh Predikat Kepatuhan. Kami berharap instansi-instansi ini dapat terus melakukan perbaikan dalam kinerja dan kualitas pelayanan mereka,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Nugroho Arianto mengapresiasi capaian ini.

“Keberhasilan Polres Kulonprogo menunjukkan komitmen kuat jajaran Polda DIY dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa kepolisian mampu bertransformasi menuju pelayanan publik yang responsif dan terpercaya, sekaligus menjadi inspirasi bagi instansi lain di Indonesia.

 

(Red/Tanto)

RUPSLB PT Bank QNB Indonesia Tbk Menunjuk Nick Groene Dirut

0
Keterangan Foto : Nicolas Alix Groene (Nick Groene) Dirut PT Bank QNB Indonesia Tbk ((ist)

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Bank QNB Indonesia Tbk (“Bank”) pada Rabu, 4 Desember 2024, telah menyetujui penunjukan Nicolas Alix Groene (Nick Groene) sebagai Direktur Utama dan Mario Albert Utama sebagai Direktur, yang berlaku efektif setelah Bank menerima pemberitahuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai hasil uji kelayakan dan kepatutan.

Bank QNB Indonesia, anak usaha dari QNB Group, institusi finansial terbesar di wilayah Timur Tengah dan Afrika, memiliki kepercayaan penuh atas kemampuan Nick Groene dalam memimpin Bank.

Memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun di industri perbankan, termasuk diantaranya keahlian dalam bidang financial markets, asset and liability management, finance, dan treasury, Nick Groene merupakan sosok yang sangat mumpuni untuk mengisi posisi penting ini.

Nick memulai perjalanan karirnya di Bank QNB Indonesia sebagai General Manager of Treasury pada 2020 dan kemudian diangkat sebagai Treasury and  Financial Institution Director berdasarkan RUPSLB. Baru-baru ini, Nick Groene merangkap jabatan di Bank sebagai Plt. Direktur Utama sebelum ditunjuk secara resmi untuk menjabat posisi ini.

Sebelum bergabung di PT Bank QNB Indonesia Tbk, Nick Groene bergabung denganQNB Group di Qatar  selama 10 tahun dan menempati posisi sebagai Head of International Treasury dimana ia bertanggung jawab untuk mengelola fungsi Treasury di cabang-cabang QNB dan perusahaan afiliasi lainnya.

Sementara itu, Mario Albert Utama membawa pengalaman selama 26 tahun di industri perbankan dengan fokus pada Corporate Banking. Sebelum bergabung di PT Bank QNB Indonesia Tbk, Mario menjabat sebagai Managing Director Global Transaction Banking di Malayan Banking Berhad – Singapore dan sebelumnya ia menjabat sebagai Director Corporate Banking and Head Global Transaction Banking di PT BNP Paribas Indonesia.

Perjalanan karir profesionalnya mencakup pasar-pasar penting, termasuk California – USA, Uni Emirat Arab, Indonesia, Malaysia, dan Singapura, yang membuatnya akan membawa banyak pengetahuan dan keahlian.

Komposisi Direksi yang baru ini diharapkan dapat berkontribusi secara signifikan kepada upaya berkelanjutan Bank untuk memperkuat posisinya menjadi salah satu tempat pemberi kerja terbaik di Indonesia, mendorong pertumbuhan yang solid, dan kinerja keuangan yang berkelanjutan yang akan turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan menjadi anak usaha QNB Group yang memiliki reputasi baik.

 

(Red/Eva)

BP Batam Terima Kunjungan Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Setmilpres

0
Keterangan foto : Kepala Biro BP Batam Lilik Lujayanti menerima kunjungan Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Laksma TNI I Bayu Trikuncoro, S.E., M.M., CHRMP. pada Selasa (10/12/2024) .(Ist)

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) yang diwakili Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Lilik Lujayanti menerima kunjungan Kepala Biro Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan (GTK) Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Laksma TNI I Bayu Trikuncoro, S.E., M.M., CHRMP. pada Selasa (10/12/2024) di IT Centre BP Batam.

Kujungan ini di gelar dalam rangka Sosialisasi dan Monitoring Pendistribusian Tanda Kehormatan di lingkungan BP Batam.

Dalam sambutannya, Lilik Lujayanti mengucapkan terima kasih atas kunjungan dari Kepala Biro GTK bersama rombongan dan berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat serta pengetahuan bagi perwakilan pegawai di lingkungan BP Batam yang hadir.

“Selamat datang kami ucapkan kepada Kepala Biro GTK, Bapak Laksma TNI I Bayu Trikuncoro, S.E., M.M., CHRMP. dan tim atas kunjungan yang merupakan kali pertama di BP Batam,” ujar Lilik.

“Terima kasih atas kesediaan Bapak dan tim untuk mensosialisasikan hal ini (Pendistribusian Tanda Kehormatan di lingkungan BP Batam), semoga kegiatan ini dapat membawa manfaat bagi pegawai kami yang hadir disini,” kata Lilik.

Merespon pernyataan Lilik, Kepala Biro GTK, Laksma TNI I Bayu Trikuncoro, S.E., M.M., CHRMP. berharap melalui pertemuan kali pertama ini silaturahmi antara BP Batam dengan Kemensetneg dan Setmilpres dapat terus terjalin serta dapat membawa “oleh-oleh” yang berharga bagi pegawai di lingkungan BP Batam.

“Kehadiran kami disini bertujuan untuk menjelaskan prosedur pemberian tanda jasa dan tanda kehormatan dari Bapak Presiden Republik Indonesia, harapannya kedatangan kami dapat membawa sesuatu yang berharga khususnya kepada pegawai di lingkungan BP Batam,” ujar Laksma TNI I Bayu Trikuncoro.

“Terima kasih atas penerimaan yang baik dari BP Batam, semoga ke depannya silaturahmi antara BP Batam dengan Kemensetneg dan Setmilpres dapat terus terjalin,” pungkas Jenderal TNI Bintang Satu ini.

 

(Red/Adi)

BP Batam Paparkan Sektor Prioritas Pengembangan Industri Tahun 2025

0
Keterangan Foto : Kepala BP Batam Muhammad Rudi (Ist)

Batam – batamtimes.co- BP Batam akan memprioritaskan pengembangan Kawasan Strategis dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2025.

Adapun kegiatan infrastruktur prioritas meliputi pengembangan prasarana pendukung konektivitas darat, prasarana bidang perumahan dan pemukiman serta sarana pengembangan kawasan industri guna mendukung Prioritas Nasional 3 yang menitikberatkan kepada akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyebut, perencanaan ini juga selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 8 persen.

“BP Batam bertugas untuk menjadikan Batam sebagai salah satu destinasi unggulan investasi di Indonesia. Melalui sejumlah perencanaan yang ada, saya optimis ekonomi Batam akan kembali tumbuh lebih dari 7,04 persen,” ujar Rudi, Selasa (10/12/2024).

Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada lima tahun mendatang (2025-2030), kata Rudi, target investasi rata-rata per tahun di Batam mesti sebesar Rp 115 triliun.

“Kami pun mengharapkan dukungan dari seluruh komponen daerah agar target ekonomi ini bisa tercapai. Tentunya kita semua harus saling berkolaborasi dalam menyukseskan rencana kerja pemerintah selama lima tahun mendatang,” tambahnya.

Saat ini, BP Batam tengah menggesa pengembangan terhadap beberapa sektor dalam mendukung iklim investasi dan industri unggulan yang ada. Antara lain dengan melakukan pengembangan terhadap Bandara Internasional Hang Nadim (Terminal Kargo), pengembangan Pelabuhan Batu Ampar serta pembangunan infrastruktur jalan koridor utama dengan tujuan menjadikan Batam sebagai Hub Logistik Internasional.

Tidak hanya itu, BP Batam juga berupaya untuk memaksimalkan Kawasan Ekonomi Strategis (KEK) Nongsa Digital Park (NDP) dan industri kedirgantaraan (KEK MRO).

“Ada juga KEK Kesehatan yang fokusnya kepada sektor pariwisata kesehatan terintegrasi. Sehingga, langkah-langkah ini dapat memberikan nilai tambah terhadap Batam ke depan sehingga investasi pun bisa terus tumbuh,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

Sertijab, Kolonel I Ketut Adiyasa Ambara Resmi Jabat Danlanud Raden Sadjad Natuna

0
Istimewa : Serah Terima jabatan Danlanud Raden Sadjad Natuna dari Kolonel Pnb Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S., M.Han., kepada Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara, Selasa (10/12/2024).

Natuna – Batamtimes.coPanglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsud) I, Marsda TNI Mohammad Nurdin, memimpin upacara serah terima jabatan (Sertijab) Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Danlanud) Raden Sadjad Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dari Kolonel Pnb Dedy Iskandar, S.Sos., M.M.S., M.Han., kepada Kolonel Pnb I Ketut Adiyasa Ambara.

Kepala BP Batam Hadiri Penyerahan DIPA dan TKD TA. 2025

0
Keterangan Foto : Kepala BP Batam, Muhammad Rudi saat menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2025. (Ist)

Batam – batamtimes.co – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menghadiri penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Buku Alokasi Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2025 serta Peluncuran Katalog Elektronik Versi 6, pada Selasa (10/12/2024).

Berlangsung di Istana Negara, Jakarta, kegiatan ini dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto; Wakil Presiden RI, Gibran Rakabumi Raka; Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati; Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartanto; dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan.

Kegiatan ini diawali dengan laporan oleh Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati.

Ia secara gamblang mengatakan APBN merupakan instrumen penting untuk menentukan kemajuan bangsa serta instrumen andalan untuk melindungi masyarakat dan perekonomian di dalam menghadapi berbagai gejolak dan krisis.

“Peran penting ini yang mengharuskan APBN dijaga kesehatannya, kredibilitasnya, dan keberlanjutannya agar tidak menjadi sumber masalah,” ujar Sri Mulyani.

Meski demikian, Sri Mulyani mengatakan capaian perekonomian Indonesia relatif baik dan stabil di tahun 2024.

Hal ini akan menjadi pijakan bagi akselerasi target pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik di tahun 2025 dan lima tahun ke depan.

Kemudian sesuai instruksi Presiden RI, Sri Mulyani akan meningkatkan keselarasan belanja pusat dan daerah, serta efektivitas dan efisiensi belanja daerah sebagai pegangan bagi K/L terkait untuk menentukan arah kebijakan belanja daerah.

Kebijakan efisiensi dan upaya penghematan anggaran ini digaungkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto sebagai upaya untuk melaksanakan pembangunan nasional dalam rangka melanjutkan transformasi Indonesia menjadi negara maju dan makmur.

“Saya ingatkan bahwa kondisi geopolitik dan geoekonomi dunia diwarnai dengan ketegangan dan peperangan yang mengakibatkan ketidakpastian di bidang ekonomi, bahkan kecenderungan perlambatan ekonomi negara-negara besar,” ujar Prabowo.

Untuk mengantisipasi hal itu, ia mengimbau agar seluruh K/L melakukan pengendalian anggaran secara hati-hati dan terencana dengan baik.

“Belanja negara harus dilakukan dengan peningkatan efisiensi dan penghematan di semua bidang, mengurangi pemborosan dalam rangka waspada akan tantangan yang tidak menentu.”

Menanggapi hal tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan menindaklanjuti arahan-arahan Presiden RI sesegera mungkin.

“Kita diperintahkan untuk berhemat, terutama pada kegiatan-kegiatan seremonial. Kemudian kebocoran anggaran juga harus dijaga bersama-sama. Dua perintah prioritas dari Presiden RI ini akan kita jalankan sampai ke bawah,” pungkasnya.

(Red/Adi )

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga