8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1294

Ulah Penipu Kredit Macet,Marketing PT.Multi Mayaka Dipecat Ijasah Ditahan

0

Batamtimes.co,batam – Mahmudin Batubara, 37, eks karyawan PT.Multi Mayaka hanya bisa  pasrah dengan nasib,setelah kena PHK sepihak oleh pihak perusahaan.

Tidak hanya PHK yang diterima, perusahaan juga menahan ijasah SLTA asli.Akibatnya untuk mencari pekerjaan Mahmudi belum juga berhasil.”perusahaan menahan ijasah disebabkan saya dituduh menghilangkan uang perusahaann sebesar Rp 100 juta.”kata Mahmudin saat ditemui di Batam center sabtu (24/9/2016)

Dikatakan Mahmudi,tuduhan perusahaan tidak beralasan,kejadian berawal seorang nasabah Roni dan Vina  nungak pembayaran trafo  hingga jika dinitung nilainya mencapai 100 Juta ke Perusahaan.

“Nasabah vina dan Roni nunggak hingga 100 juta untuk pembelian trafo pada  tahun 2014.Saat itu marketing Trafo di perusahaan PT.Multi Mayaka saya.”ujarnya

Lebih jauh dikatakanya, Setelah berjalan tiga bulan tepatnya awal tahun 2015 perusahaan melakukan penagihan, terhadap nasabah yang melakukan pembelian trafo.Hanya saja nasabah tersebut kabur dan tidak bisa dilakukan penagihan

Setelah kejadian itu,perusahaan sudah merasa tidak percaya sehingga gaji ikut di tahan.”dan setelah gaji ditahan saya juga kena PHK.”kata Mahmudin

Nasabah kabur,sudah dilaporkan ke Polisi,hanya saja Polisi tidak memberikan jawaban yang berarti.”setelah berjalan beberapa lama ternyata nasabah Roni dan vina suami istri ditangkap polisi terkait kasus penipuan barang,”ucapnya

Atas kejadian tersebut,perusahaan masih terus menyalahkan marketing,dan sampai sekarang gaji belum juga diterima.”saat ditanyakan ke Perusahaan,selalu tidak menerima jawaban yang berarti.Sementara kebutuhan hidup untuk dua orang anak terus berjalan,”katanya

Menurutnya pemberian kredit Trafo Hingga 100 Juta bukan sepenuhnya salah marketing perusahaan tersebut,” ada tim survei yang bertanggung jawab atas pembelian suatu barang,jadi tidak seharusnya kesalahan marketing,”.

Mahmudin berharap, pihak perusahaan dapat segera mengembalikan ijazah yang ditahan perusahaan tersebut mengingat kebutuhan hidup semakin mendesak.

“’saya berharap sekali pihak perusahaan dapat mengembalikan ijazah saya begitu juga dengan gaji yang belum juga diberikan,”tutupnya.

Pewarta : Sakti

 

Didi Haryono Irwasda Polda Kalbar Jabat Wakapolda Kepri

0

batamtimes.co,Batam – Sejumlah Perwira Tinggi di tubuh Polri dilakukan rotasi jabatan.Rotasi tersebut tertuang dalam surat Telgram Kapolri (TR) Kapolri no ST 2325 IX 2016 tanggal 23 -9-2016.Ada 31 Jabatan Perwira tinggi di Polri yang diganti di sejumlah daerah.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian melakukan rotasi jabatan di lingkungan Polri.salah satunya wakapolda Kepri Kombes Pol
Kombes Pol Didi Haryono,S.H ,M.H NRP 62030819 Irwasda Polda Kalbar Diangkat dalam jabatan baru sebagai wakapolda Kepri

Sementara Kombes pol.Yan Fitri Halimansyah M.H Wakapolda Kepri diangkat dalam Jabatan baru sebagai widyaiswara madya sespim Polri Lemdikpol.

dalam TR tersebut Kapolda Riau Brigjen Supriyanto dimutasi menjadi Irwil II Itwasum Polri.

Sementara itu, posisi Kapolda Riau yang ditinggalkan Brigjen Supriyanto akan diisi oleh Brigjen Zulkarnain. Zulkarnain sebelumnya menjabat Kapolda Maluku Utara.

Sedangkan posisi Kapolda Riau yang ditinggalkan Zulkarnain akan diisi oleh Brigjen Tugas Dwi Apriyanto. Brigjen Tugas sebelumnya menjabat Kasetukpa Polri Lemdikpol.

Tidak hanya di posisi Kapolda, posisi Wakapolda Riau juga mengalami pergantian. Wakapolda Riau Kombes Suharsono dimutasi ke Irbidjemensdm I Itwil III Itwasum.

Posisi Wakapolda Riau akan diisi oleh Kombes Ermi Widyatno. Ermi sebelumnya menjabat Widyaiswara Muda Sespimti Sespim Polri Lemdikpol.

Pewarta : Sakti

.

Dua Anggota Jemaah Haji Kloter 6 Debarkasi Batam Meninggal di Arab Saudi

0

batamtimes.co,Batam – Jemaah haji Kloter 6 Debarkasi Batam telah tiba di Batam, Jumat (23/9/2016) tiba di Bandara Hang Nadim Batam sekitar pukul 12.37 WIB.

Sekretaris PPIH Debarkasi Batam Syahbudi mengatakan, dari 448 orang yang berangkat haji, dengan rincian jemaah laki-laki sebanyak 191 orang dan perempuan 257 orang, terdapat dua orang yang meninggal di tanah suci, Arab Saudi.

“Anggota jemaah haji yang wafat di Arab Saudi atas nama Martina Sabri Hasan dan Sarjono Muhammad Amin, keduanya asal Indragiri Hilir,” kata Syahbudi dalam rilis Humas Kemenag Kepri.

Dari jumlah itu, terdapat satu anggota jemaah haji yang mutasi keluar, kembali ke kloter asal atas nama Suharson Madani Raisman asal Indragiri Hulu dan terdapat satu jemaah haji yang mutasi masuk dari Kloter 15 BTH atas nama Lasmi Marto Diman asal Meranti yang tanazul ke Kloter 13 karena sakit dan kembali ke kloter semula.

Syahbudi mengatakan, dengan ketibaan jemaah haji Kloter 6 Debarkasi Batam itu, sudah 2.680 anggota jemaah haji yang kembali ke Indonesia.

Sementara itu dari rekapitulasi jemaah haji yang wafat hingga Jumat, tercatat sebanyak 14 orang.

“Rinciannya dari Riau 9 orang, Jambi 4 orang dan Kalimantan Barat 1 orang,” ujarnya.

Pewarta : Dewi Haryati
Sumber : Tribun Batam

Aliansi LSM Kota Batam Desak Kepolisian Umumkan Tersangka Utama Kasus Penyeludupan Belasan Ribu Smartphone

0

batamtimes.co,Batam-Aliansi LSM Kota Batam terus mendesak Kepolisan Kepri untuk dapat segera menuntaskan kasus penangkapan belasan ribu HP dari Batam yang diamankan Polda Riau 3 September yang lalu.

Polda Riau sepertinya lamban dalam kasus tersebut,bahkan belum diumumkan siapa tersangka utama dalam kasus belasan ribu HP, masih menjadi tanda tanya masyarakat Riau dan Kepri.

“Aneh berita kepemilikan belasan ribu smart phone seperti hilang tak berbekas.Siapa menjadi tersangka hingga kini belum ada di umumkan,kata Ketua LSM Barelang Yusril koto.

Dikatakan Yusril,Polda Kepri sudah benar terhadap kasus penangkapan belasan ribu smartphone yang tertangkap di Riau daratan.Hanya saja Polda kepri sudah harus minta kasus itu segera dilimpahkan dari Polda Riau.

“Jumlah penangkapan smartphone beberapa waktu sudah menjadi perhatian masyarakat Kepri,dan kita LSM Barelang sebagai lembaga dalam masyarakat terus memantau hingga hari ini.Tapi sepertinya tidak ada perkembangan padahal kasus penangkapan itu sudah menjadi asumsi masyarakat luas,”ujar Yusril

Untuk kasus penangkapan Smartphone di Riau daratan sebenarnya sudah menjadi perhatian khusus Polda Kepri, hanya saja tidak dapat melakukan tindakan disebabkan tempat kejadian perkada (TKP) berlangsung di Pekanbaru

Diskrimsus Polda Kepri Kombes Budi Suryanto mengatakan Polda Kepri belum bisa melakukan penangkapan terkait pemilik belasan ribu smartphone dari Batam yang diamankan Polda Riau 3 September lalu.

“Itu tetap menjadi wewenang wilayah Polda Riau meskipun barang (HP) tersebut dari Batam. Tapi untuk melakukan penangkapan tentu kami bisa melakukan kalau sudah ada perintah dari sana,” kata Kombes Budi Suryanto, Selasa (20/9/2016).

Namun untuk penangkapan pemilik belasan ribu smartphone tersebut ditegaskan Budi, Polda Kepri siap menerima perintah.

Apalagi pemilik ponsel yang juga warga Batam berinisial RS, JH serta HN masih belum tersentuh hukum dan masih bebas berkeliaran.

“Kalau untuk perintah penangkapan belum ada perintah dari sana. Kalau berkoordinasi tentu kami berkoordinasi. Ya kalau sudah ada perintah dari sana kami siap melakukan penangkapan,” jelas dia.

Melihat penyeludupan elektronik tersebut, Budi mengatakan sudah dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan pengawasan peredaran barang ilegal di Batam.

“Kesulitan tidak kesulitan, kami sudah berkerjasama dengan Beacukai, Satpolair, Bakamla untuk mengawasi peredaran barang ilegal diperairan, tapi Kepri ini luas, mereka memakai cara dengan

 

memanfaatkan pelabuhan tikus, pelabuhan tikus ini juga banyak, mereka dengan berbagai cara mengelabui petugas,” papar dia

Pengusaha Batam Terlibat Belum Tersentuh Hukum

Smartphone yang tertangkap di Riau daratan di duga dimiliki Pengusaha HP dari Batam.Bahkan diperkirakan sudah tidak asing lagi di kalangan pengusaha elektronik Batam, dan memiliki jaringan dengan aparat. Sehingga dengan mudah melakukan penyeludupan barang-barang elektronik masuk ke Batam maupun dikirim keluar Batam agar bisa meraup keuntungan yang berlipat ganda.

“ada satu toke punya gerai sampai 13 di Nagoya Hill,dan ada juga toke punya 2-3 gerai yang berlokasi di luar Nagoya Hill,Mall lain,”ucap seoarang sumber yang tidak mau menyebutkan namanya

Perihal kepemilikan Hp sebanyak 13 ribu unit handphone dari Batam  yang ditangkap merupakan kepemilikan  tiga orang toke batam  demikian kata Kapolda Riau saat jumpa pers di Mako Ditpolair Polda Riau di Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Sabtu (3/9/2016).

Hp yang diselundupkan ke Pekanbaru, Riau, bernilai Rp 6 miliar. Belasan ribu handphone itu ditangkap jajaran Ditpolair Polda Riau di perairan Sungai Siak.

  “Setelah dihitung terdapat sebanyak 13.114 ponsel pintar berbagai merek yang berhasil disita. Mayoritas ponsel tersebut berasal dari Tiongkok,” kata Kapolda Riau, Brigadir Jenderal Supriyanto

Ia merincikan belasan ribu ponsel pintar itu terdiri dari i-Phone Apple 6 sebanyak 2.638 unit, Samsung Galaxy Android 80 unit, Xiaomi 9.960 unit serta ponsel merek Acer 431 unit.

Seluruh barang bukti itu, lanjutnya, disita dari seorang tersangka berinisial Sp (32). Tersangka diduga merupakan pemilik sekaligus pelaku penyelundupan barang elektronik tersebut.

Menurut Supriyanto, pengungkapan upaya penyelundupan itu berawal dari informasi yang diperoleh jajaran Ditpol Air Polda Riau akan adanya aktivitas bongkar muat di salah satu pelabuhan tikus di Sungai Siak, Kecamatan Siak Kecil Kabupaten Bengkalis.

“Informasi itu kita terima sekitar pukul 24.00 WIB,” ujarnya.

Mendapat informasi itu, tim langsung bergerak ke tempat kejadian perkara. Selang 3 jam kemudian, polisi berhasil sampai di TKP. Namun, aktivitas bongkar muat selesai dilaksanakan.

Polisi kemudian kembali bergerak menyisir sekitar TKP dan menemukan sebuah truk yang melintas tidak jauh dari pelabuhan yang dituju. Selanjutnya petugas terus mengikuti truk tersebut hingga berhenti di sebuah rumah

Selanjutnya dikembangkan melacak ke rumah milik barang bukti insial S warga Dumai, Riau. Dalam rumah tersebut juga ada barang bukti lainnya yang sudah disembunyikan.

“Dari sana, barang bukti di bawa ke Pekanbaru. Tersangka juga sudah kita amankan,” kata Supriyanto.

Pengakuan tersangka, kata Supriyanto, barang bukti tersebut dia bawa dari Batam. Tujuannya untuk dijual ke sejumlah wilayah di Riau.

“Pada saat momen itu kita langsung melakukan penggeledahan. Hasilnya ditemukan ratusan kotak berisi ponsel. Selain itu juga ditemukan aksesoris ponsel,” jelasnya.

Dari penggeledahan itu, polisi kemudian menciduk Sp yang diduga sebagai pelaku penyelundupan. Kepada polisi, Sp mengaku barang eletronik itu diselundupkan menggunakan kapal kayu dari Kota Batam, Kepulauan Riau.

Informasi yang didapat dari kepolisian, penyeludupan itu dilakukan oleh toke di Batam, dengan menggunakan ekspedisi seorang toke berinisial As dan S, dari pelabuhan tikus Barelang, Batam.

“Siapa yang tidak kenal dengan As maupun si S ini. Bahkan, kapal ekspedisi  yang digunakan itu sudah sangat dikenal, lantaran kerap melakukan aktifitas penyelundupan melalui pelabuhan tikus di Batam ini,” terangnya.

Akan tetapi imbuhnya, pihak BC tentunya tidak bisa melakukan penangkapan sembarang karena mengacu kepada aturan main yang berlaku, yang harus dijalankan sesuai prosedur undang-undang RI.

“Tugas kami ini hanya seperti satpam. Dimana, kami diminta oleh instansi ini dan itu, untuk bisa mengawasi barang-barang mereka yang masuk ke Batam ini. Kalau saja kami bisa sembarangan, tentunya akan sangat banyak sekali kapal-kapal yang akan kita tangkap. Kita tangkap saja semuanya. Sebab kita juga tau apa yang mereka bawa dan lakukan,” tegas Mujayin.

Apalagi, ucap Kabid KPU BC Batam ini, ada pelaku kartel pasti yang sangat dekat dengan penguasa di pemerintah daerah dan pusat. Sehingga, mereka jangan sampai diganggu kalau sedang melakukan sebuah ekspedisi barang yang tidak kami ketahui apa ini dan itunya,” tukasnya (red)

Poros Cikeas Usung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni

0

batamtimes.co,Bogor – Poros Cikeas yang merupakan koalisi empat partai akhirnya mengusung putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono, Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah DKI 2016.

“Kami berempat sepekat bulat mengusung Agus Harimurti Yudhoyono sebagai calon gubernur dan Sylviana Murni sebagai calon wakil gubernur,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan di Cikeas, Bogor, Jumat, 23 September 2016.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy mengatakan pasangan tersebut merupakan kombinasi yang ideal. “Kombinasi militer dan birokrat,” kata dia. Agus menawarkan kedisiplinan tinggi sementara Sylviana terbukti berpengalaman.

Romi mengatakan kombinasi keduanya juga ideal secara gender karena menyuguhkan satu-satunya pasangan lelaki dan perempuan. Selain itu, ideal karena mewakili pemuda dan orang tua.

Agus merupakan putra sulung Susilo Bambang. Ia berpangkat Mayor Infanteri di Tentara Nasional Indonesia. Sementara Sylviana merupakan Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan. Ia adalah mantan Wali Kota Jakarta Pusat dan pernah menjadi perempuan pertama sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI.

Pasangan tersebut akan mendaftarkan diri di KPUD pada Jumat, 23 September 2016 sekitar pukul 19.00 WIB.

Sebelumnya koalisi empat partai yang terdiri dari Partai Demokrat, Partai Partai Persatuan Pembangunan, Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Amanat Nasional tengah berupaya membangun koalisi besama Gerindra – PKS. Namun ternyata kedua koalisi itu tidak mencapai kesepakatan bersama.

Rapat untuk mengusung pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang dijagokan koalisi poros Cikeas berlangsung alot. Petinggi dari empat partai sudah berkumpul di Cikeas sejak siang hari, Kamis, 22 September 2016. Para petinggi koalisi menjanjikan akan mengumumkan nama pasangan calon yang mereka usung pada pukul 23.00 WIB. Namun baru diumumkan pada pukul 2.30 dini hari.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar sebelumnya menyatakan bahwa koalisi sudah sepakat untuk mengusung satu pasangan calon. Koalisi menunggu keputusan Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera agar calon yang disepakati koalisi dapat dukungan dari mereka.

Dengan diumumkannya Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni yang saat ini menjabat Deputi Gubernur Bidang Pariwisata dan Kebudayaan, maka upaya koalisi poros Cikeas untuk membangun koalisi bersama Gerindra – PKS gagal.

Partai Gerindra dan Partai Keadilan Sejahtera juga mengadakan pertemuan. Mereka bertemu di Kertanegara 4, Jakarta.

Dengan pengumuman resmi koalisi poros Cikeas maka bisa dipastikan bakal ada tiga pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada DKI 2017.

Pewarta : VINDRI FLORENTIN/TEMPO

Baloi Kolam Kembali Ricuh Warga Tertembak

0

batamtimes.co,Batam-‎ Kericuhan kembali terjadi di kawasan Baloi Kolam, Batam, Kamis (22/9/2016) sore. Salah seorang warga tertembak Aparat yang tergabung dalam Tim terpadu

Warga yang marah akibat tertembak  tampak membakar kayu di tengah Gapura untuk menghalau pihak-pihak lain yang ingin masuk ke wilayah mereka.

Dari pantauan www.batamtimes.co,suasana di lokasi kawasan baloi kolam terlihat cukup tegang,hingga membuat badan jalan yang ramai di lalui kendaraan menjadi macat.

Dari lokasi didapati bahwasanya terjadi konflik antara warga dan pihak aparat.Satu diantara warga terluka kena tembakan dari aparat.

“Pak warga kami sudah ditembak, si Bawor,” ujar warga RT 10 Baloi kolam yang lain.

Selain menembak satu di antara warga, beberapa warga lain pun disebut-sebut terkena pukulan aparat.

Mereka yang berupaya ingin menyelamatkan rekannya dihalangi polisi untuk menjaga agar tidak terjadi kericuhan lebih besar lagi.

“Tenang saja bu. Sudah ditangani petugas kita. Nggak akan mati warga bapak-ibu. Sabar di sini saja, jangan kemana-mana,” kata petugas polisi terus menerus menenangkan warga.

Pasintel Kodim 0316 Kapten Inf Husaeni T Saragih‎ menceritakan awal mula kejadian, bahwa pihaknya hanya mendampingi tim terpadu dalam memberikan SP ke dua kepada warga.

Menurutnya,satuan terpadu di lapangan sudah mencoba cara-cara persuasip,hanya saja warga mencoba menyerang aparat  aparat terlebih dulu dengan batu, botol serta benda-benda lainnya memaksa mereka harus melakukan perlawanan.

Setibanya di sana, warga sudah menghalau dengan membakar aneka barang di dekat gapura masuk menuju Baloi Kolam.

“Pak kami datang mau berikan SP 2, ini bukan untuk penggusuran. Kami hanya memberikan SP 2, dan perusahaan sudah menyiapkan lahan di Sambau Nongsa untuk warga,” ujar Husaeni menirukan ucapan anggota Ditpam yang memberi surat SP tersebut.

Menurutnya, belum lagi Ditpam selesai bicara, warga langsung mencekik petugas tersebut. Saat warga ingin memukul, pihak TNI spontan langsung menarik mundur petugas Ditpam tersebut.

“Tiga kali kami kasih SP itu. Tapi suratnya langsung dicampakan ke api. Baru kita mundur sajalah. Belum lagi dua langkah kami mundur, kami sudah dilempar. Warga langsung mengejar kami sampai ke jalan raya.

Kami mundurkan harapannya agar warga tenang, ‎rupanya warga makin beringas. Nggak ada lagi jalan lari kami, kami terdesak,” tuturnya seraya menunjukan rekaman peristiwa warga yang lari melempari aparat sampai ke tengah jalan.

Melihat keganasan warga, pihaknya pun langsung mengeluarkan tembakan. Namun ia membantah jika tembakan tersebut berasal dari peluru tajam ataupun peluru karet.

“Mereka memaksa kita untuk menembak, kami sudah mundur jauh ke daerah parkir mobil kami. Kalau kami pergi, nanti mobil yang dibakar.

Nggak mungkin itu kami tinggalkan, itu aset negara. Tapi yang kami tembakan pun itu peluru hampa, dan peluru hampa tidak bisa jauh. Cuma suara saja,” tuturnya lagi.

‎Ia menyatakan bahwa dari sisi aparat pun sudah berjatuhan korban. Setidaknya tujuh aparat dari instansi yang berbeda mengalami luka-luka akibat peristiwa tersebut.

“Tiga anggota dari kodim, ada yang kepalanya sampai harus dijahit. Dari satpol pp satu orang, dan Ditpam tiga orang. ‎Kami tidak ada keluarkan tembakan dari peluru tajam atau peluru karet. Yang namanya peluru karet pasti tembus dan bakal bersarang di kakinya,” ucapnya.

Selain mengeluarkan tembakan, pihaknya juga membantah sudah menahan beberapa orang warga.

“Itu cuma satu orang kita amankan karena diduga provokator. Dia yang melempar batu pertama kali. Setelah kita amankan, yang bersangkutan langsung kita serahkan ke Polresta Barelang,” ucapnya

Pewarta : Angga

Polda Kepri Amankan Warga Negara Malaysia di Duga Terlibat ‘Trafiking’

0

batamtimes.co,Batam – Direktorat Reserse Kriminal Khusus bekerja sama dengan Ditpolair Polda Kepulauan Riau menangkap MFR, warga negara Malaysia yang diduga terlibat jaringan perdagangan dua tenaga kerja Indonesia asal Medan, Sumatera Utara.

“Dia ditangkap bersama seorang warga Indonesia Sn di Batam pada 8 September 2016. Mereka menjual TKI 10.000 ringgit sebelum akhirnya TKI tersebut kabur,” kata Kasusbdit Perlindungan Perempuan dan Anak Ditrreskrimum Polda Kepri AKBP Ponco Indriyo di Batam, Kamis.

Pengungkapan jaringan tersebut saat seorang TKI, Jumiah yang sudah dipekerjakan di Malaysia selama 20 hari kabur karena pekerjaan tidak sesuai janji.

“WN Malaysia itu sudah menjual Jumiah pada seorang majikan di Malaysia. Jumiah sudah beberapa kali dioper dari satu agen ke agen lain,” kata dia.

Merasa tidak sesuai pekerjaan dengan yang dijanjikan, akhirnya korban kabur dari majikan dan melapor ke Polisi.

“Mendengar temannya kabur, satu TKI lain yang sama-sama dikirim ke Malaysia juga kabur. Korban kedua ini bahkan belum sempat bekerja,” kata Ponco.

Terhadap kedua pelaku dikenakan pasal 102, pasal 103 Undang-Undang Republik Indonesia No.39 Tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri Jo Pasal 2 dan pasal 4 Undang undang Republik Indonesia No.21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman 15 tahun penjara.

“Kami juga mengenakan pelaku dengan UU Tindak Pidana Pencucian Uang. Ada indikasi mengarah ke sana,” kata Ponco.

Untuk korban, kata dia, saat ini sudah dikirim pulang ke kampung halaman di Medan Sumatera Utara.

Sebelumnya, pada 16 Agustus 2016 juga melakukan penangkapan terhadap tersangka MB dan MZ yang merupakan pengurus calon TKI Illegal yang ditangkap Tim Ditreskrimum di Kavling Nongsa Sambau, Batam.

Pada saat penangkapan pelaku sedang menunggu keberangkatan para calon TKI melalui pelabuhan tikus ke Malaysia.

Terhadap perbuatan pelaku dikenakan pasal 102 ayat (1) huruf A dan B. Pasal 103 Ayat (1) Huruf F Undang undang RI No.39 tahun 2004 Tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri dengan ancaman minimal 2 tahun penjara.

Pewarta : Larno

 

 

Banjir Garut Rengut Jiwa Mencapai 26 Orang dan 23 Orang Dilaporkan Hilang

0

batamtimes.co,Bandung – Badan SAR Nasional (Basarnas) Bandung menyampaikan bencana banjir bandang di Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebabkan korban jiwa mencapai 26 orang, dan 23 orang dilaporkan hilang.

“Melaporkan hasil operasi SAR di Garut sampai dengan TW 0922 18.00 dengan hasil 26 orang meninggal, 23 orang hilang,” kata Humas dan Protokoler Basarnas Bandung, Joshua melalui siaran pers, Kamis malam.

Berikut data sementara warga korban banjir yang ditemukan tercatat di Pusat Posko Markas Kodim 0611 Garut terdiri dari : korban laki-laki sebanyak delapan orang

1. Nawawi (65) warga Asrama Lapang Paris

2. Deni (23) warga Bayongbong

3. Jana (35) warag Bojong Larang

4. Aceng (50) warga Jayaraga

5. Irsad (8 ) warga asrama Lapang Paris

6. Ahmad (3,5) warga Cimacan

7. Rehal 4 bulan warga Asrama Lapang Paris

8. Zikri (9) warga Asrama Lapang Paris

Korban Perempuan 18 orang yakni

9. Iis (35) warga Asrama Lapang Paris

10. Siti (28) warga Cimacan

11. Santi (38) warga Asrama Lapang Paris

12. Nunung (75) warga Asrama Lapang Paris

13. Sari (25) warga Asrama Lapang Paris

14. Welis (25) warga Asrama Lapang Paris

15. Nuryati (58) warga Asrama Lapang Paris

16. Entin Kartini (62) warga Bojong Larang

17. Nonoh (30) warga Tarogong Kidul

18. Oom (83) warga Asrama Lapang Paris

19. Dede Sumiati (56) warga Asrama Lapang Paris

20. Win Sukaningsih (74) warga Cimacan

21. Belum diketahui nama diperkirakan usia 20 tahun dari Asrama Lapang Paris

22. Revina (7) warga Asrama Lapang Paris

23. Fitriani (9) warga Bojong Sudika

24. Fika (4) warga Cipoos Kersamanah

25. Diana (4) warga Cimacan

26. Wanda (8) warga Asrama Lapang Paris

Selanjutnya data sementara orang yang dilaporkan hilang di Pusat Posko Makodim 0611 Garut yakni :

1. Dede Sumayati (52)

2. Lena Agustina (18)

3. Ano (60)

4. Oom (52)

5. Feri (40)

6. Eneng (12)

7. Kokom (35)

8. Seorang anak usia tiga tahun anak dari Ny. Mimin

9. Supri (40)

10. Supri (3)

11. Ahmad (4)

12. Etoy (12)

13. Neni Suryani (30)

14. Ane (35)

15. Kokom (35)

16. Endan (45)

17. Yayah (50)

18. Nani (70)

19. Aah (60)

20. Ira (25)

21. Euis (35)

22. Novi (14)

23. Zikri (8)

Tim gabungan terdiri dari Basarnas dan institusi lainnya terus melakukan pencarian korban dengan menyusuri lokasi banjir dan aliran Sungai Cimanuk hingga ke wilayah Kabupaten Sumedang(*)

Sumber : ANTARA

PON 2016 Jabar Pimpin Perolehan Medali Emas Sebanyak 23

0

batamtimes.co,Bandung – Hingga Jumat (16/9) Kontingen Jawa Barat masih memimpin perolehan medali emas PON XIX/2016 dengan mengemas 23 medali emas. Berikut susunan klasemen sementara perolehan medali:

No Kontingen Emas Perak Perungu Total

1 Jawa Barat 23 12 14 49

2 DKI Jakarta 13 13 14 40

3 Jawa Timur 6 12 13 31

4 Riau 3 3 3 9

5 Bali 2 4 4 10

6 Maluku 2 0 1 3

7 Banten 2 0 1 3

8 Kaltara 2 0 0 2

9 Papua 1 2 0 3

10 Jawa Tengah 1 1 6 8

11 Jambi 1 1 0 2

12 Sulawesi Utara 1 0 1 2

13 Sulsel 0 3 0 3

14 DI Yogyakarta 0 2 2 4

15 Sumsel 0 1 1 2

16 Sumut 0 1 1 2

17 Sumbar 0 1 0 1

18 Papua Barat 0 1 0 1

19 Kaltim 0 0 5 5

20 Aceh 0 0 1 1

21 Lampung 0 0 1 1

22 Kepulauan Riau 0 0 1 1

23 Maluku Utara 0 0 0 0

24 Bengkulu 0 0 0 0

25 Gorontalo 0 0 0 0

26 Kalbar 0 0 0 0

27 Kalsel 0 0 0 0

28 Sultra 0 0 0 0

29 Sulteng 0 0 0 0

30 Kalteng 0 0 0 0

31 Sulawesi Barat 0 0 0 0

32 Kepbabel 0 0 0 0

33 NTT 0 0 0 0

34 NTB 0 0 0 0 (antara)

Skor Kelulusan Uji Sertifikasi Guru Tahun 2016 Naik Menjadi 80

0

batamtimes.co,Jakarta-Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sumarna Surapranata mengatakan skor kelulusan uji sertifikasi guru pada tahun ini naik menjadi 80.

“Tahun sebelumnya hanya 42. Tapi tahun ini kami tingkatkan menjadi 80 karena berdasarkan laporan Bank Dunia tidak ada perbedaan antara guru yang sudah bersertifikasi dan tidak bersertifikasi. Oleh karena itu, kami naikkan skornya menjadi 80,” ujar Sumarna usai penandatanganan nota kesepahaman uji sertifikasi dengan 15 rayon di Jakarta, Jumat.

Meski terjadi kenaikan skor, tetapi terdapat perbedaan mekanisme dibanding tahun sebelumnya. Tahun ini guru yang tidak lulus sertifikasi akan mendapatkan kesempatan untuk ikut ujian kembali sebanyak empat kali.

“Guru bisa belajar lagi secara mandiri dan ikut ujian kembali, maksimal empat kali,” katanya.

Pada tahun ini, jumlah guru yang mengikuti sertifikasi sebanyak 69.259 orang.

“Kami sudah sosialisasikan sejak beberapa bulan yang lalu, jadi kami harapkan tidak ada gejolak,” lanjut dia.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut terkait dengan penyelenggaraan ujian sertifikasi guru yang akan diselenggarakan pada awal Oktober.

Dari 15 rayon tersebut, jumlah peserta terbanyak ada di DKI Jakarta yakni 8.136 orang dan anggaran yang dialokasikan sebanyak Rp32,29 miliar.

Rektor Universitas Negeri Medan Syawal Gultom, mengatakan pihaknya yakin tidak akan terjadi gejolak akibat kenaikan skor kelulusan.

“Kami sudah melakukan sosialisasi sejak awal Maret,” kata Syawal.

Sementara, Rektor Universitas Negeri Jakarta, Djaali, mengatakan kenaikan nilai kelulusan itu akan dapat meningkatkan kompetensi para guru.

“Konsekuensinya memang banyak yang tidak lulus, tapi kami yakin ini salah satu cara meningkatkan kompetensi guru,” kata Djaali.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga