8.6 C
New York
Sunday, April 5, 2026
spot_img
Home Blog Page 1331

Polda Kepri dan BNN Amankan 76 Orang Gara-Gara Narkoba

0

batamtimes.co,Batam-Hasil kegiatan operasi bersinar Seligi Polda Kepri dan BNN mengamankan 76 orang.Razia ini dilakukan di tempat hiburan malam dan karaoke hampir menyeluruh di kawasan Nagoya- Jodoh, (8/4/2016) dinihari.

AKBP Bubung Pramiadi Kabid berantas menuturkan saat ini pihaknya tengah melakukan seleksi kepada 30 orang wanita yang terjaring dalam razia ini.

Sementara sisanya 46 masih dilakukan pemeriksaan di Polda Kepri.

“Dari pagi tadi mereka yang positif narkoba kita lakukan asesmen secara maraton. Nantinya akan kita tentukan dari mereka yang dilakukan rawat jalan,”ujarnya kepada Tribun Batam, Jumat (8/4) siang.

Dalam razia tersebut 132 orang yang dilakukan tes urine.Namun hanya 76 yang terbukti positif.‎

Lebih lanjut Bubung mengatakan razia ini merupakan giat atas instruksi Mabes Polri hingga tanggal 21 April.

“Mungkin juga bisa diperpanjang. Namun sejauh ini instruksi dari Mabes sampai 21 April dulu. Dan jadwalnya Polda yang menentukan,” ungkapnya lagi.

Sementara Dires Narkoba Polda Kepri Kombes Pol Wiyarso mengatakan setelah diperiksa, mereka akan dilakukan pembinaan.

“Kita bina dulu. Karena juta tidak ada indikasi pengedar‎. Hanya pemakai saja karena tidak ada barang bukti,” ungkap Wiyarso.(ris/tri)

Pendaftaran Taruna Akpol Polisi Dibuka Seluruh Indonesia

0

batamtimes.co,Batam – Sesuai dengan keputusan dari Mabes Polri, pembukaan calon polisi baik Taruna Akpol, Bintara dan Tamtama sudah bisa di buka di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

“‎Pendaftaran sudah kita buka pada Kamis (7/4/2016) lalu.Pelaksanaan seleksi terpadu untuk Akpol, Bintaran dan Tamtama ini dibuka sejak 7 hingga 30 April 2016. Untuk generasi muda yang ingin mendaftarkan diri, kami persilahkan,” Kata Kabid Humas Polda Kepri, AKBP Hartono.

‎Bagi yang ingin mengetahui informasi lebih jauh tentang informasi pendaftaran, dapat mengakses melalui www.penerimaan.polri.go.Id.

Untuk seleksi fisik seperti tinggi badan dan berat badan, nantinya akan dilaksanakan di Polresta wilayah alamat pendaftar.

‎Namun yang paling penting, dalam penerimaan calon polisi, Polda Kepri memastikan kepada masyarakat, bahwa tidak ada biaya bagi yang ingin mendaftarkan hingga proses tes terakhir.

“Tidak ada dipungut biaya sedikitpun. Apabila ada yang menawarkan jasa seperti calo, janganlah terpancing untuk mencobanya. Persiapkanlah diri semaksimal mungkin,” tegasnya.

“Minimal 17 Tahun usianya. Dan maksimal 21 tahun kelahiran 4 agustus 1995. Tinggi pria 165 centimeter, dan wanita 160 centimeter,” tambahnya.

“Untuk Bintara Polri nilai UN minimal 6,0, untuk kelulusan D4 berusia minimal 17 tahun dan maksimal 24 tahun. Kelulusan untuk 2016 (yang masih kelas XII) nilai Rapor minimal 6,0 dan setelah lulus membawa hasil UN minimal 6,0,” terangnya.(lan)

Presiden Berpesan PPP Jangan Ribut Tidak Produktif

0

batamtimes.co,Jakarta-Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpesan agar para kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) jangan menghabiskan energi dan ribut untuk sesuatu yang tidak produktif.

“Jangan habiskan energi untuk perdebatan yang tidak produktif, jangan habiskan energi untuk ribut yang tidak produktif, jangan habiskan energi untuk gesekan dan konflik yang tidak produktif,” kata Presiden Jokowi saat akan membuka Muktamar VIII Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat.

Presiden menyampaikan sejumlah pesan islah dalam muktamar yang mengambil tema Satu PPP untuk Indonesia yang Mandiri, Berdaulat, dan Berkepribadian.

Pada kesempatan itu, Presiden berharap agar dilakukan islah antara dua kubu yang berkonflik dalam internal PPP.

“Habis Muktamar saya berharap sudah tidak ada lagi yang pergi ke Kementerian Hukum dan HAM,” katanya.

Ia berharap setelah mukmatar tersebut, PPP datang ke Istana untuk memperkenalkan pengurus barunya dari hasil mukmatar islah itu.

Menurut Presiden saat ini adalah era kompetisi atau persaingan namun bukan kompetisi antarindividu atau kelompok atau partai melainkan persaingan antarnegara yang harus dihadapi bersama-sama.

“Kalau bersaing politik maaf sekali cukup. Saya dengan Pak Prabowo baik-baik saja. Saya ke rumahnya, Pak Prabowo ke Istana, enggak apa-apa. Sekali lagi cukup jangan habiskan energi untuk hal-hal yang tidak produktif,” katanya.

Pada kesempatan itu secara jujur Presiden mengatakan alasan kehadirannya dalam acara itu tidak lain karena mengagendakan islah antara dua kubu yang berkonflik.

“Kenapa saya hadir dalam Muktamar PPP sore hari ini, yang pertama karena Pak Kyai rawuh, hadir, datang. Yang kedua saya baca undangan saya teliti yang menandatangani Bapak DR Suryadharma Ali, Sekjennya Pak Romy, artinya ini islah bener. Jadi saya datang pada sore hari ini,” katanya.

Muktamar VIII PPP itu digelar pada 8-11 April 2016 dan dihadiri oleh sekitar 1.670 kader partai dari seluruh Indonesia.

Presiden secara resmi membuka mukmatar PPP yang diharapkan menjadi instrumen islah bagi kedua kubu yang berkonflik di PPP.(net)

Nurdin : Masyarakat Kepri Berdukacita

0

Batamtimes.co,Jakarta-Wagub Kepri Nurdin Basirun yang sore ini menyambang RS Abdi Waluyo mengatakan awalnya M Sani pada pagi ini berencana untuk mengikuti acara di Istana Negara. Namun mendadak Sani merasa tak enak badan.

“Menurut keluarga, beliau sudah siap berpakaian, mungkin karena kelelahan membatalkan kehadirannya. Tentunya kami masyarakat Kepri merasa berduka cita,” kata Nurdin.

Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani meninggal dunia di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat sore.

Sani datang ke Jakarta sejatinya untuk mengikuti rapat bersama Presiden RI Joko Widodo dan kepala daerah lainnya di Istana Negara, Jakarta Pusat, Jumat pagi namun kemudian mengeluh sakit hingga dilarikan ke RS Abdi Waluyo sampai kemudian meninggal dunia.

Sani lahir di Parit Mangkil, Sungai Ungar, Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, pada 11 Mei 1942.

Ia tercatat sebagai Gubernur Kepri periode 2010-2015 dan 2016-2021. Sani terpilih sebagai gubernur menggantikan Ismeth Abdullah pada 2010.

Gubernur Kepulauan Riau HM Sani meninggal dunia setelah dirawat secara intensif di Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng, Jakarta, Jumat.

“Benar, Pak Gubernur meninggal dunia sekitar pukul 15.00 WIB,” kata Kepala Biro Humas dan Protokoler Heri Mokhrizal, melalui telepon dari Tanjungpinang.

Kabar duka bagi masyarakat Tanjungpinang itu mulai tersebar luas, bahkan sejumlah pejabat dikabarkan akan berangkat ke Jakarta pada Jumat sore.

Heri belum mengetahui apakah sore ini jenazah diberangkatkan ke Tanjungpinang atau tidak. “Kami masih koordinasi dengan pihak keluarga. Kalau bisa malam ini dibawa ke Tanjungpinang,” ujarnya.

Sekitar sepekan lalu, Sani dikabarkan sakit dan dirawat di Jakarta. Seluruh kegiatan pemerintahan yang seharusnya dihadirinya, diwakilkan kepada Wagub Kepri Nurdin Basirun.(Ant)

Presiden : Semoga Keluarga yang Ditingalkan Tetap Tabah

0

Batamtimes.co,Batam- Gubernur Kepri, Muhammad Sani meninggal dunia di RS Abdi Waluyo  Jakarta Jumat sore   Pukul 15.00 WIB . Presiden Joko Widodo (Jokowi)pun hadir untuk melayat  di rumah sakit tersebut.

Presiden tiba di RS Abdi Waluyo Jakarta, Jumat sekitar pukul 17.20 WIB didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Kedatangan Presiden disambut oleh pengelola rumah sakit, lalu diantar ke tempat jenazah disemayamkan.

Di rumah sakit presiden diterima oleh istri dan anak-anak almarhum.Presiden kemudian menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga.

Presiden Jokowi meminta keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan diberikan kekuatan.

Di tempat terpisah   Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan  Sani tak hadir dalam pertemuan dengan Presiden di Istana pagi tadi.

“Tadi pagi Beliau tidak hadir, saya baru tahu siang kalau sakit,” kata Tjahjo ,Jumat (8/4/2016).

Pertemuan dimaksud adalah rapat kerja pemerintah dengan kepala daerah. Hadir Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla memberi arahan kepada seluruh kepala daerah terutama bagi yang baru terpilih dari hasil Pilkada serentak tahun 2015.

“Jajaran Kemendagri menyampaikan dukacita yang mendalam,” imbuh Tjahjo.

DPP Demokrat Menyampaikan Dukacita

Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat menyampaikan duka cita atas wafatnya Gubernur Kepulauan Riau Muhammad Sani pada usia 74 tahun, Jumat (8/4/2016) sore di Jakarta.

“Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak M Sani, Gubernur Kepri. Semoga almarhum diterima di sisi Allah sesuai amal dan ibadahnya. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga tabah menerima cobaan ini,” kata Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono melalui keterangan pers yang diterima Kompas.com, Jumat malam. Saat ini, SBY tengah berada di Sidney, Australia.

Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Pandjaitan menyampaikan bahwa Sani merupakan tokoh yang disegani.

“Kami sangat kehilangan beliau. Beliau disebut masyarakat Kepri sebagai Bapak Pembangunan,” kata Hinca yang melayat almarhum di RS Abdi Waluyo.

Malam ini jenazah Sani akan disemayamkan di rumah duka, Jalan Cempedak, Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Jenazah akan dimakamkan pada Sabtu (9/4/2016) di Taman Makam Pahlawan Tanjung Pinang.(red)

Program TNI Masuk Desa Dilaksanakan di Rempang Cate Kecamatan Galang

0

batamtimes.co,Batam- TNI Manunggal Masuk Desa (TTMD) tahun 2016 akan dilaksanakan di kampung Belengkong, Kelurahan Rempang Cate Kecamatan Galang.

Dandim 0316 Batam, Letkol Inf Andreas Nanang Dwi, Rabu (6/4/2016) mengatakan tujuan pelaksanaan TTMD ini untuk meningkatkan akselrasi pembangunan daerah.

Juga untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan memantapkan kemanungalan TNI dan rakyat dengan sasaran peningkatan infrastruktur berupa semenisasi jalan.

“Untuk tahun 2016 ini kita mengambil lokasi dikecamatan Galang. Karena disana ada insfratruktur yang segera diperbaiki. Sebab sejauh ini jalan yang akan kita perbaiki tersebut merupakan akses jalan satu-satunya,” sebut Andreas.

Nantinya, jalan yang akan dibangun dalam program TTMD yang ke 90 ini sepanjang 300 m dengan lebar 3,2 m, pengerasan jalan 2,1 m, dan lebar 6 m.

Selain itu juga ada pembuatan bangunan pelintas (gorong rorong) sebanyak 72 unit dan saluran air alam sepanjang 4200.

“Gorong-gorong itu haruas dibuat untuk saluran air alam. Karena jika hujan lebat, jalan tersebut tidak bisa dilewati,” Dalam kegiatan ini, mereka menrunurnkan 110 personil yang terdiri dari anggota Kodim sebanyak 30 orang, Yonif 70 orang TNI AL 5 orang, TNI AU 5 orang serta partisipasi masyarakat sekitar 150 orang.

Untuk kegiatan sendiri akan dilakukan pada tanggal 18 april 2016.Namun untuk pembukaan sendiri akan dilaksanakan pada 9 Mei 2016 mendatang.

Kegiatan tersebut akan dilaksanakan kurang lebih selama 1 bulan. “Terakhir sampau tanggal 31 Mei 2016,” sambungnya.Untuk para personil sendiri nantinya akan bergabung ditengah-tengah masyarakat.

Mereka akan merasakan bagai mana hidup ditengah-tengah masyarakat dengan bergotong royong dan bersosialisasi bersama.

“Kalau tidak cukup nanti, kita akan bikinkan posko dilapangan. Yang penting mereka bisa bekerja disana,” tutup Andreas.(tri/net)

Mantan Wakil Ketua DPRD Batam Keberatan Ditetapkan Sebagai Tersangka Bansos

0

batamtimes.co,Batam-Pasca penetapan tersangka dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Batam senilai Rp 66 miliar, mantan ketua PS Batam yang juga mantan wakil ketua DPRD Batam berinisial AHH ini, secara diam-diam memenuhi pangilan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, Senin (4/4/2016) lalu.

AHH, secara diam-diam telah memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka. Kedatangan yang bersangkutan tersebut, datang seorang diri tanpa ada ditemani kerabat atau kuasa hukumnya.

Bahkan kedatangannya juga tanpa kordinasi dengan penyidik yang bersangkutan, mengingat kedatangannya tidak sesuai dengan jadwal isi surat panggilannya sebagai tersangka.

“Panggilan penyidik terhadap yang bersangkutan sudah dipenuhinya, tapi datangnya tidak sesuai dengan jadwal pemeriksaan tambahannya sebagai tersangka. Kedatangannya tiba-tiba tanpa ada sebelumnya kordinasi, kalau tidak salah datangnya pagi-pagi. Tersangka diperiksa sampai lewat tengah hari,”kata Kasidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Kepri, Zainur Kamis (7/4/2016).

Dalam proses pemeriksaan sebagai tersangka, AHH sempat menyampaikan tidak terima namanya ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam proses penggunaan dana Bansos, tersangka mengaku telah mempergunakan dana tersebut sesuai ketentuan saat menjabat sebagai ketua PS Batam.

Dalam proses penyidikan selanjutnya, tim penyidik Pidsus Kejati Kepri belum melakukan penahanan terhadap yang bersangkutan. Upaya pengembangan penyelidikan untuk mencari keterlibatan pihak lain terus didalami.

Sebagaimana diketahui, pada waktu kepemimpinan tersangka di PS Batam diketahui mendapatkan beberapa kali dana Bansos. Dengan nominalnya sangat bervariasi, mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 500 juta.

Zainur menambahkan, proses penyidikan kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Batam tahun 2011-2012 senilai Rp 66 miliar, tambahnya, masih terus didalami.(Tribun Batam)

Irjen Arman Sebut Sonya Keluarganya, Minta Maaf ke Polri dan Masyarakat

0

batamtimes.co,Jakarta-Irjen Arman Depari, Deputi Penindakan BNN, meminta maaf ke Polri dan masyarakat. Permintaan maaf ini disampaikan atas apa yang dilakukan Sonya Depari, siswi SMA yang saat ditertibkan Polantas Medan mengaku anak jenderal.

Arman telah mengecek video tentang Sonya yang tersebar, dan setelah dicek memang gadis itu keluarganya.

“Memang setelah saya dapat informasi, saya tegaskan bahwa saya nggak punya anak perempuan, anak saya laki-laki. Dan setelah saya mendapat video kiriman lagi, baru saya tanya kepada keluarga bahwa memang betul, setelah itu kemudian ditegaskan bahwa itu memang keluarga besar saya, anak dari saudara saya,” jelas Irjen Arman, Kamis (7/4/2016).

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (6/4). Saat itu Sonya dan teman-temannya konvoi usai UN SMA. Polantas dengan ramah meminta mereka berhenti dan menasihati agar tertib berlalu lintas. Tapi seperti dilihat di video yang tersebar, ucapan Sonya meninggi dan menyebut dia adalah anak jenderal ke polwan Ipda Perida.

“Memang banyak yang bertanya ke saya tindakan apa yang saya ambil. Nah, saya melihat ini memang ada sesuatu yang salah. Kemudian saya juga melihat bahwa ini mungkin karena dia mau jadi pahlawan di antara teman-temannya mungkin begitu ya. Kalaupun saya harus marah apakah saya harus gampari? Atau dengan anak-anak seperti ini apakah harus saya laporin polisi untuk dipenjara?” jelas Arman yang juga pernah menjabat sebagai Kapolda Kepri ini.

“Makanya saya lebih baik mengambil sikap, saya meminta maaf terutama kepada Polri bahwa apa yang telah dilakukan keluarga saya ini memang sungguh tidak tarpuji. Saya juga menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada petugas polisi yang kemarin bertugas dan berhubungan langsung dengan yang bersangkutan, saya melihat tindakan mereka cukup profesional dan sangat mengayomi. Oleh karena itu, saya dari keluarga menyampaikan permohonan maaf saya, saya kita itu,” tutup Arman.(red/inf)

H-1, Indonesia Tetap Emoh Bayar Tebusan ke Abu Sayyaf

0

batamtimes.co,Jakarta -Satu hari jelang batas akhir pembayaran tebusan bagi warga negara Indonesia yang disandera di Filipina, Pemerintah menegaskan tidak akan membayar tebusan kepada para penyandera.

Menteri Pertahanan Ryamrizard Ryacudu mengatakan pemerintah tidak akan membayar tebusan demi untuk membebaskan WNI. “Kalau negara tidak boleh, nanti ditekan. Negara kita tidak boleh ditekan. Ya, tidak tahu lah (siapa yang bayar). Tapi yang jelas bukan negara,” kata Ryamrizard di Kompleks Istana, Kamis, 7 April 2016.

Kepala Kepolisian Jenderal Polisi Badrodin Haiti mengatakan pemerintah tidak akan turut campur dalam masalah tebusan. Menurut dia, tebusan diserahkan sepenuhnya pada perusahaan. Badrodin mengatakan pemerintah hanya bertanggung jawab untuk menyelamatkan WNI. “Pemerintah bertanggung jawab atas keselamatan saja,” katanya.

Badrodin mengatakan pemerintah juga sudah mengirim tim untuk mengawasi kondisi sandera di Filipina. Menurut dia, pemerintah Indonesia dan pemerintah Filipina terus berkoordinasi untuk membebaskan sandera di Filipina.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Anton Charlian menyatakan Polri tengah menunggu keputusan otoritas Filipina terkait dengan pembebasan sepuluh warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf. Pemerintah Indonesia diminta menunggu hingga 8 April 2016 untuk bernegosiasi mengenai penyanderaan awak kapal Brahma 12 ini.(kmp/net)

Tontowi dan Liliyana Lolos ke Perempat Final Turnamen Malaysia Terbuka 2016

0

batamtimes.co,Jakarta – Pasangan atlet bulu tangkis nomor ganda campuran Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir melangkah ke putaran perempat final turnamen Malaysia Terbuka 2016 selapas menang pada laga putaran kedua.

“Kami telah mewaspadai permainan mereka dan antisipasi permainan kami sebelumnya saat melawan mereka,” ujar Butet, sapaan Liliyana, seperti dilansir situs resmi Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis.

Owi/Butet, panggilan akrab pasangan Tontowi/Liliyana, menang dari pasangan Jerman Michael Fucsh/Birgit Michels dalam pertandingan putaran kedua yang berlangsung di Stadion Malawati, Shah Alam, Malaysia, Kamis, dengan skor 21-10, 21-15.

Malaysia Terbuka merupakan turnamen ketujuh kedua pasangan itu saling bertanding sejak All England 2011. Kemenangan itu menambah kedudukan ganda Indonesia atas Jerman 5-2.

Pada putaran perempat final kejuaraan tingkat superseries premier itu, Owi/Butet akan menghadapi pasangan atlet suami-istri asal Inggris Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

Ganda Adcock melangkah ke perempat final setelah menaklukkan pasangan lain pelatnas PBSI Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti 26-24, 21-7.

Pertemuan Owi/Butet dengan pasangan Adcock pada laga perempat final Malaysia Terbuka 2016 yang akan berlangsung Jumat (8/4) menjadi pertemuan ke-11 dengan kedudukan 7-4.

Namun dalam dua pertemuan terakhir pada All England 2016 dan World Superseries Finals 2015, Owi/Butet kalah beruntun dari pasangan yang menempati peringkat enam dunia itu.

“Kami tidak ingin mengingat kekalahan kami sebelumnya dan mengambil pelajaran dari kekalahan itu. Kami ingin tetap fokus sejak awal permainan dan bermain maksimal,” ujar Owi.

Owi/Butet menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada perempat final turnamen berhadiah total 550 ribu dolar AS itu setelah dua pasangan lain yaitu Praveen Jordan/Debby Susanto dan Ronald Alexander/Melati Daeva Oktavianti kalah pada laga putaran kedua.

Sementara, tiga pasangan campuran lain Indonesia yaitu Aji Firmansyah/Natasha Herloardjo, Riky Widianto/Richi Puspita Dili, dan Markis Kido/Pia Zebadiah Bernadeth telah gugur pada pertandingan putaran pertama pada Rabu (6/4).

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga