8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 1337

Polisi Tetapkan Satu Tersangka Terkait Pelepasan Tahanan Imigrasi Batam

0

batamtimes.co,Batam – Pemeriksaan yang dilakukan aparat kepolisian terkait upaya pelepasan tahanan Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Damar Chetri alias Sam Chetri, Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura, sejauh ini terus dilakukan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Yoga Buanadipta Ilafi, mengatakan, sejauh ini pihaknya baru menetapkan satu tersangka, yakni MS, warga sipil yang membantu melepaskan tahanan Imigrasi. Sementara pihaknya saat ini masih memeriksa oknum pegawai Imigrasi, Z, yang diduga juga terlibat.

Dijelaskan Yoga, kejadian itu berlangsung pada Minggu (24/1/2016) pagi. Sementara laporan yang dibuat Imigrasi langsung keesokan harinya, Senin (25/1/2016). “Dari laporan itu kita langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya pada 24 Februari, MS berhasil dibekuk di Medan. Sementara WNA yang merupakan tahanan Imigrasi itu, belum diketahui keberadaannya,” jelas Yoga, saat ekspose, Kamis (10/3/2016).

Setelah dikembangkan lanjutnya, diketahui keterlibatan oknum Imigrasi sendiri. Namun sejauh ini pihaknya baru mengetahui bahwa oknum tersebut mendapatkan uang berbentuk dolar Singapura (SGD) sebesar 5 ribu SGD. Sementara MS hanya mendapatkan uang 10 ribu SGD.

“Keterangan awal yang kita dapat, WNA ini memang mengeluarkan uang sebesar 40 ribu SGD, atau sekitar Rp 400 juta. Namun hasil pemeriksaan, MS baru mendapatkan 15 ribu SGD dan diberikan pada Z, 5 ribu SGD. Karena itu, kita masih kembangkan untuk mengungkap semuanya,” tambah Yoga.

Yoga juga masih menyelidiki apakah ada keterlibatan oknum Imigrasi yang lainnya dalam kasus ini. “Kita sudah periksa tiga orang dari Imigrasi. Dua sebagai saksi dan satunya lagi, Z, diduga ikut terlibat. Namun apakah ada keterlibatan oknum lainnya, sedang kita dalami,” terang Yoga.

Baca: Inilah Keterlibatan Oknum Imigrasi Batam Terima Sogokan Rp100 Juta

Selain itu, hasil pemeriksaan yang dilakukan, juga ditemukan ada keterlibatan orang lain yang meminta MS mengupayakan mencari jalan untuk melepaskan WNA tersebut. “Orang lain yang terlibat ini bisa saja dari pihak WNA sendiri, yang menawari MS. MS sendiri mengaku dijanjikan uang 20 ribu SGD oleh orang tersebut, namun baru diberikan 15 ribu SGD,” tuturnya lagi.

Untuk MS dijerat pasal 221 KUHP tentang membawa kabur tahanan dan pasal 12 dan pasal 5 UU Tipikor, serta pasal 406 KUHP tentang pengrusakan terhadap Kantor Imigrasi Batam.

“Dari tangan MS, diamankan barang bukti berupa kalung dan cincin emas yang dibeli dari uang yang didapat setelah membantu tahanan Imigrasi yang kabur. Sebagian besar uang itu juga sudah habis dipakai tersangka,” pungkasnya.(btd/net)

Tumpang Tindih, Aturan Pengelolaan Batam Akan Disinkronkan dan Disatukan

0

Batamtimes.co,Jakarta – Pemerintah kembali membahas dualisme pengelolaan Batam, di kantor Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (7/3/2016).

Hadir dalam rapat antara lain, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan dan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong.

Rapat soal Batam dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

Ferry mengatakan, rapat sore ini menghadirkan Dewan Kawasan yang akan membahas upaya untuk mengurangi banyaknya regulasi terkait Batam.

“Seluruh peraturan itu mau kita kodifikasi sehingga hanya ada satu aturan,” kata Ferry kepada wartawan sebelum rapat.

Dia bilang, apabila saat ini ada beberapa regulasi berupa Peraturan Pemerintah (PP) maka ke depan hanya akan ada satu PP.

Demikian juga dengan Peraturan Presiden, dan Undang-undang yang memayungi kawasan Batam, Bintan, dan Karimum (BBK).

“Jangan semuanya (jadi acuan), terlalu banyak dan saling bertentangan. Jadi mungkin akan ada Perpres tentang Tata Ruang BBK,” kata dia.

Sebelumnya dikabarkan pemerintah berencana mengubah status Batam dari kawasan perdagangan bebas atau free trade zone (FTZ) menjadi kawasan ekonomi khusus (KEK).

Perubahan status itu menjadi salah satu opsi yang akan dilakukan pemerintah untuk menyelesaikan tumpang tindih kewenangan di Batam.

Membagi kekuasaan

Menurut Staf Ahli Menteri Dalam Negeri yang juga mantan Pejabat Gubernur Kepulauan Riau, Nuryanto, akibat tumpang tindih kewenangan tersebut, investor di Batam kekurangan gairah untuk berinvestasi.
Dia menyebut setidaknya ada 30% investor sudah berencana untuk hengkang dari Batam dan mengalihkan investasinya ke Malaysia dan Vietnam.

Selain menaikkan status Batam dari FTZ menjadi KEK, Nuryanto mengatakan, opsi lain adalah mengkombinasikan bentuk antara Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus.

Kombinasi menjadi salah satu opsi karena kawasan Batam sangat luas.

“Di Batam ada 12 kawasan,” katanya, dikutip dari Kontan, Senin (22/2/2016).

Dengan kombinasi antara FTZ dan KEJ, maka pengelola Batam bisa dibagi- bagi.

Daerah yang berstatus Kawasan Perdagangan Bebas Batam, pengelolaanya diserahkan kepada Pemerintah Kota Batam.

Sementara investasi di daerah Kawasan Ekonomi Khusus Batam, pengelolaannya diserahkan ke dewan nasional kawasan ekonomi khusus dan dewan kawasan provinsi Batam.

Nuryanto bilang, untuk melaksanakan opsi ini diperlukan masa peralihan.

“Lamanya masa peralihan tergantung, bisa beberapa bulan atau setahun,” katanya.

Kawasan FTZ yang dibentuk untuk mengembangkan industri manufaktur ini menawarkan kemudahan dan insentif.

Insentifnya antara lain pembebasan bebas masuk, cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), sampai pembebasan Pajak barang mewah.

Adapun KEK memiliki sejumlah fasilitas karena memiliki kekhususan tertentu.

Selain fasilitas perizinan dan tenaga kerja, juga ada insentif fiskal, meliputi tax allowance, pembebasan PPN, PPnBM, cukai bahan baku, dan penangguhan bea masuk.(kompas)

Telah Lahir Cucu Pertama Presiden Joko Widodo

0

batamtimes.co,Solo- Presiden Jokowi mendapatkan anugerah berupa lahirnya cucu pertama. Bayi laki-laki yang dilahirkan secara caesar tersebut adalah buah dari pernikahan anak sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, dengan Selvi Ananda. Keduanya menikah tepat pada 9 bulan lalu, tepatnya pada 11 Juni 2015.

Putra pertama dari pasangan Gibran Rakabuming dan Selvi Ananda ini lahir sekitar pukul 09.00 WIB.Informasi menggembirakan tersebut diterima dari Sekretaris Kabinet, Pramono Anung Kamis (10/3).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengirim kabar gembira tersebut dalam pesan singkat yang diterima wartawan sekitar pukul 10.30.“Alhamdulillah telah lahir cucu laki-laki pertama dari Bapak Jokowi di Solo pada hari Kamis, 10/3 sekitar pukul 09.30 WIB. Semoga menjadi anak yang soleh dan berbakti kepada kedua orang tuanya serta diberi kesehatan dan kebahagiaan. Amin YRA,” tulis Pramono.

Ucapan selamat mulai berdatangan untuk keluarga besar Presiden Joko Widodo yang hari ini menerima anggota keluarga baru. Karangan dan buket bunga mulai berdatangan di RS PKU Muhammadiyah Solo, tempat cucu cucu pertama Sang Presiden dilahirkan lewat operasi caesar tadi pagi.

Pantauan hingga Kamis (10/3/2016) petang, terlihat belasan karangan bunga dan buket ucapan selamat telah terpajang di depan rumah sakit maupun sekitar kawasan pintu masuk rumah sakit serta sekitar ruangan informasi.

Beberapa di antaranya, nampak dari tulisan buket ucapan selamat maupun karangan bunga tersebut dikirim oleh Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Mendagri Tjahjo Kumolo, Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Seskab Pramono Anung, serta sejumlah pengusaha nasional.(cholis/red)

BNN Akan Dinaikan Setingkat Kementrian

0

batamtimes.co,Jakarta – Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan, Presiden Joko Widodo akan menaikkan status Badan Narkotika Nasional menjadi setingkat kementerian, karena gawatnya bahaya narkoba yang ditangani BNN.

“Presiden sudah bertekad akan meningkatkan status organisasi BNN. Masalah narkoba ini begitu besarnya yang harus ditangani BNN,” ujar Luhut seusai meninjau Balai Laboratorium Narkoba serta ruang tahanan Badan Narkotika Nasional di Jakarta, Kamis petang, 10 Maret 2016.

Luhut menekankan atas perubahan status itu, Presiden akan melantik ulang Kepala BNN Budi Waseso sehingga menjadi setingkat dengan menteri.

Luhut juga mengatakan perlunya penataan kembali BNN secara organisasi, untuk memastikan semangat yang dimiliki BNN dalam memerangi narkoba didukung dengan fasilitas yang memadai.

Kepala BNN Budi Waseso menyampaikan kepada Menkopolhukam tantangan yang dihadapi BNN dalam memerangi peredaran narkoba di tanah air. “BNN secara tugas sangat berat jika dibandingkan ancaman yang harus dihadapi. Penduduk Indonesia berjumlah 250 juta, di mana 125 juta di antaranya adalah usia produktif yang harus diamankan dari narkotika, sedangkan personel BNN hanya 4.400 di seluruh Indonesia,” ujar Budi Waseso.

Budi Waseso juga menyampaikan belum adanya kantor resmi BNN turut mempengaruhi kecepatan petugas dalam mengungkap jaringan narkotika.

Menurut dia, kantor pusat BNN yang ada di Jakarta saat ini merupakan kantor pinjaman yang tidak mampu menampung seluruh pegawai BNN. Selain itu ruang tahanan yang tidak memadai menyebabkan sebagian tahanan harus dititipkan di ruang tahanan lain.

“Ini berdampak terhadap kecepatan kita mengungkap. Kondisi peralatan serta anggaran kami juga terbatas,” ujar dia.

ANTARA

Inilah Waktu Gerhana Matahari Total di Indonesia

0
batamtimes.co,Jakarta — Rabu, 9 Maret 2016, adalah hari yang istimewa. Hari yang langka. Hari itu manusia akan melihat proses bulan menutup pandangan kita atas matahari atau gerhana. Bumi akan menjadi gelap karena sinar matahari terhalang bulan.
Yang langka, fenomena ini hanya akan terjadi di bumi Nusantara. Tak heran jika hari-hari ini para peneliti, masyarakat, dan turis telah berkumpul di sejumlah wilayah di Indonesia yang bakal dilintasi gerhana matahari total.
Jalur totalitas gerhana membentang dari Samudra Hindia hingga utara Kepulauan Hawaii, Amerika Serikat. Jalur gerhana itu selebar 155-160 kilometer dan terentang sejauh 1.200-1.300 kilometer, yang kali ini melintasi 12 provinsi di Indonesia.
Lebih detail lihat: GERHANA, Perjalanan Manusia Mengenal Semesta Melalui Sang Surya.
Gerhana matahari akan melintasi 12 provinsi di Indonesia, tetapi totalitas gerhana hanya terjadi di delapan provinsi.
1. Pagai Utara, Sumatera Barat
Pukul 06.20.22 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.19.13 | Gerhana matahari total
Pukul 08.25.45 | Gerhana selesai
2. Palembang, Sumatera Selatan
Pukul 06.20.30 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21.45 | Gerhana matahari total
Pukul 08.31.28 | Gerhana selesai
3. Tanjung Pandang, Bangka Belitung
Pukul 06.21.06 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.23.58 | Gerhana matahari total
Pukul 08.35.48 | Gerhana selesai
4. Palangkaraya, Kalimantan Tengah
Pukul 06.23.29 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.30.12 | Gerhana matahari total
Pukul 08.46.54 | Gerhana selesai
5. Balikpapan, Kalimantan Timur
Pukul 07.25.38 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.34.26 | Gerhana matahari total
Pukul 09.53.41 | Gerhana selesai
6. Palu, Sulawesi Tengah
Pukul 07.27.51 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 08.38.50 | Gerhana matahari total
Pukul 10.00.35 | Gerhana selesai
7. Ternate, Maluku Utara
Pukul 08.36.04 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.53.01 | Gerhana matahari total
Pukul 11.20.52 | Gerhana selesai
8. Maba, Maluku Utara
Pukul 08.37.01 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 09.54.39 | Gerhana matahari total
Pukul 11.23.06 | Gerhana selesai
Empat provinsi lain yang akan dilintasi gerhana sebagian adalah Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah.
Gerhana matahari total (GMT) di Indonesia berlangsung selama 1,5 menit-3 menit. Di pusat jalur gerhana, gerhana total terpendek terjadi di Seai, Pulau Pagai Selatan, Sumatera Barat, selama 1 menit 54 detik dan terpanjang di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara, selama 3 menit 17 detik.
Apakah di Jakarta masih bisa menikmati gerhana? Bisa. Ketertutupan matahari di Jakarta mencapai 88,74 persen. Waktu gerhana di Jakarta:
Pukul 06.19 | Bulan dan matahari mulai bersinggungan
Pukul 07.21 | Gerhana matahari total
Pukul 08.31 | Gerhana selesai (kmp/net)

Lebih Baik BP Batam Dikuatkan Sebagai Lembaga Pusat Dikendalikan Presiden

0
batamtimes.co-Presiden Joko Widodo menegaskan, Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) tidak akan dibubarkan, justru statusnya akan ditingkatkan dari yang kini di bawah Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) menjadi di bawah pemerintah pusat.
“Kita akan terus kembangkan Batam supaya lebih mampu bersaing. Kita juga akan mendengar masukan dari Panitia Kerja (Panja) Free Trade Zone (FTZ) Komisi VI DPR,” kata Presiden Jokowi.
Jokowi mengatakan, selama ini BP Batam telah berhasil menggenjot investasi. “Mengapa menjadi di bawah pemerintah pusat, supaya larinya lebih kencang,” kata Presiden Jokowi, yang didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung
Keberadaan BP Batam dibawah kendali pemerintah pusat mendapat dukungan dari DPR RI.Komisi VI DPR RI melalui Panitia Kerja (Panja) Kawasan Perdagangan dan Pelabuhaan Bebas (Free Trade Zone/FTZ) bahkan siap membantu pemerintah untuk meyelesaikan konflik dualisme perizinan di Batam.
Wakil Ketua Komisi VI DPR, Muhammad Farid Al Fauzi menyatakan, mengambil alih BP Batam di bawah kendali pemerintah pusat, bukan sekadar pada posisi BP Batam saja. Hal yang tak kalah penting adalah memaksimalkan peran BP Batam jika kelak berada di bawah kendali pusat.
“Kami akan membahas masalah ini dan mencari formula agar manfaat keberadaan BP Batam bisa maksimal bagi bangsa,” katanya di Jakarta, Senin (7/3/2016).
Politikus Partai Hanura itu menambahkan, selama ini memang ada yang janggal dengan posisi BP Batam. Sebab, institusi yang sebelumnya bernama Otorita Batam itu di bawah kendali gubernur Kepulauan Riau. Padahal, anggarannya langsung dari pusat.
“Ini kan tidak sinkron. Anggaran disahkan pusat, tapi posisi di bawah gubernur. Yang harus diingat, ini kawasan khusus yang ditentukan oleh pusat, bukan oleh pemerintah daerah,” tegasnya.
Sedangkan anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Sartono Hutomo menyatakan, selama ini investor yang mau masuk Batam memang dibuat bingung. Sebab, di satu sisi ada BP Batam, tapi di sisi lain juga ada pemerintah kota dan provinsi.
Sartono menyebut hal itu membuat investor merasa tak nyaman. “Ini fakta, maka harus dicarikan solusinya,” ujarnya.
Sedangkan kolega Sarton di Fraksi PD dan Komisi VI DPR, Melani L Suharli mengatakan, Batam memang harus lebih siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Menurutnya, fungsi BP Batam harus dimaksimalkan ketika sudah berada di bawah kendali pusat.
“Kesimpulan kami, untuk menghadapi MEA maka BP Batam harus di bawah pusat,” ujar mantan wakil ketua MPR itu.
Sementara anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahreta (FPKS) di Komisi VI DPR, Refrizal mengatakan, keberadaan BP Batam tak terlepas dari visi BJ Habibie untuk mengembangkan salah satu pulau di Kepulauan Riau itu agar bisa menyaingi Singapura.
Pernyataan senada juga dikatakan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Internasional Batam, Suyono Saputro, Selasa (5/1), di Batam.Menurutnya batam belum layak jika dibandingkan dengan Negara Singapura dan Johor Malaysia.
“Tidak adil membandingkan Batam dengan Singapura dan Iskandar Development Region di Johor Bahru. Singapura dikelola setingkat negara. Iskandar juga oleh perwakilan pemerintah federal Malaysia. Kenapa (pengelola) Batam malah mau dijadikan setingkat daerah?” katanya
Pembubaran BP Batam, menurut Suyono, bukan menyelesaikan masalah. Bahkan, ada potensi timbul berbagai masalah jika wacana yang dilontarkan Tjahjo itu jadi diwujudkan.Lebih baik BP Batam dikuatkan sebagai lembaga pusat dan dikendalikan Presiden. “Alasan paling pokok, Singapura dan Iskandar punya berbagai fasilitas yang hanya mungkin diberikan oleh pemerintah pusat. Batam akan bisa menyaingi Singapura, seperti yang diinginkan Presiden, jika punya hal serupa. Pemerintah provinsi tidak punya kewenangan untuk memberikan aneka fasilitas itu,” paparnya.

Alasan lain, pembubaran BP Batam akan menimbulkan ketidakpastian baru. Padahal, salah satu alasan pembubaran adalah menghilangkan ketidakpastian berusaha. “Ada ribuan dokumen terkait dengan investasi harus dialihkan ke lembaga baru kalau BP Batam bubar. Bagaimana pemerintah menjamin proses itu lancar?” ujarnya.

Ia mengakui selama ini Batam memang tidak berkembang. Padahal, Batam mendapat banyak fasilitas. “Pemerintah pusat ikut andil dengan perkembangan sekarang. Ribuan hektar lahan di Pulau Rempang dan Pulau Galang tidak bisa dimanfaatkan karena Mendagri menetapkan kedua pulau dalam status quo. Padahal, Batam kesulitan lahan untuk menampung investor baru. Ada banyak peraturan buatan pusat yang saling bertentangan,” katanya.

Pemerintah juga tidak kunjung membangun pelabuhan layak untuk Batam. Pelabuhan terbesar di Batam hanya berkapasitas 600.000 TEU per tahun. Sebaliknya, Singapura bisa menangani 35 juta TEU dan Johor mencapai 15 juta TEU. “Bagaimana mungkin daerah industri bisa berkembang kalau tidak punya pelabuhan layak? Membangun pelabuhan butuh dana tidak sedikit dan daerah tidak punya kemampuan untuk itu,” tuturnya.

Sementara Direktur Promosi Investasi BP Batam Purnomo Andi Antono mengatakan, sebagian perizinan memang selesai di BP Batam. Namun, sebagian lagi masih harus diurus di instansi-instansi pemerintah pusat dan harus diurus di Jakarta. “Beberapa pihak menyarankan kewenangan-kewenangan itu dilimpahkan ke Batam. Berdasarkan pengalaman, BP Batam siap melaksanakan. Akan tetapi, kami tidak tahu kenapa tidak mendapat pelimpahan,” tuturnya.

Andi juga mengungkapkan, beberapa hari terakhir para pengusaha di Batam bingung. Karena itu, BP Batam akan segera mengumpulkan pengusaha dan menyampaikan penjelasan. “Hal yang harus dipahami, sampai sekarang belum ada keputusan resmi tentang status Batam dan BP Batam. Dahulu, status ditetapkan dengan undang-undang dan PP. Jika harus ada pergantian, maka harus diterbitkan peraturan pengganti yang setara. Ucapan sebagian pihak tidak bisa dijadikan acuan,”.

Fungsi Dewan Kawasan Harus Dimaksimalkan
Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Muhammad Sani menegaskan, polemik alih status Kota Batam yang belum menemukan titik terang hingga hari ini tidak boleh merembet terhadap kerja-kerja yang lain. Termasuk juga Dewan Kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam-Bintan-Karimun.
“Semua Dewan Kawasan masih harus berjalan seperti biasa,” tegas Sani, di Tanjungpinang, kemarin.
Sebab bila sampai kerja-kerja Dewan Kawasan mandek, Provinsi Kepri sendiri yang merugi. Pasalnya, Dewan Kawasan punya kerja yang bersentuhan langsung dengan penanaman-penanaman modal asing maupun dalam negeri di daerahnya masing-masing. “Namanya juga investor kalau mau investasi pasti pilih-pilih tempat. Tidak sembarangan,” ucap gubernur 73 tahun ini.
Mengingat hal tersebut, Sani melihat memang Dewan Kawasan tetap mesti bekerja sebagaimana biasa dan tidak ikut terganggu oleh polemik status Kota Batam dengan Badang Pengusahaannya yang kini hendak diambilalih pemerintah pusat. “BP Batam kan jalan sendiri. Sementara Dewan Kawasan itu juga punya regulasi sendiri,” jelasnya.
Soal alih kendali BP Batam, Sani menerangkan, Senin (7/3), ini bakal kembali dilangsungkan rapat mengenai wacana pusat mengambilalih kendali BP Batam. “Sebenarnya diagendakan Jumat kemarin, tapi ditunda. Nanti akan dilihat langsung seperti apa pembahasannya,” ucapnya.
Sani juga masih enggan bicara lebih banyak mengenai nasib BP Batam ke depannya. Sehingga pada pertemuan hari ini, ia mengharapkan bisa ditemukan hasil untuk membangun Kota Batam lebih baik. “Bagaimana pun, yang kita semua inginkan, polemik ini tidak berkepanjangan dan lekas menemukan solusi terbaik,” ujar Sani.(br/BP/)

Labora Sitorus Telah Menyerahkan Diri ke Polisi

0
batamtimes.co,Jakarta – Terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar, Labora Sitorus telah menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian, Senin (7/3) dini hari. Labora sempat melarikan diri dari kediamannya, di Kelurahan Tampa Garam, Kota Sorong saat akan dieksekusi Tim Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham) ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Jumat (4/3) lalu.
Direktur Jenderal (Dirjen) Pemasyarakatan Kemkumham, I Wayan Kusmiantha Dusak membenarkan Labora telah menyerahkan diri kepada Polres Sorong.
Dikatakan, Labora mendatangi Polres Sorong seorang diri dengan menggunakan ojek motor pada Senin (7/3) dini hari sekitar pukul 03.00 WIT.
“Informasinya begitu. Jadi kronologisnya dini hari tadi yang bersangkutan menyerahkan diri ke Polres Sorong. Tim saya sudah memeriksa ke sana dan betul bahwa ada Labora,” kata Dusak, saat dikonfirmasi, Senin (7/3).
Dikatakan Dusak, proses eksekusi terhadap Labora akan dilakukan setelah mantan anggota kepolisian dengan pangkat Ajun Inspektur Polisi Satu (Aiptu) tersebut diserahkan pihak kepolisian. Hingga kini, kata Dusak, pihaknya masih menunggu proses pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian.
“Karena baru menyerahkan diri, pasti ada proses pemeriksaan dulu di polisi. Setelah diserahkan kepada kami, baru ditentukan eksekusinya,” katanya.
Diketahui, Labora telah divonis dengan hukuman pidana 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp 5 miliar pada 17 September 2014 atas kasus kehutanan, dan penyelundupan BBM, serta tindak pidana pencucian uang karena kepemilikan dana di rekening bank sebesar Rp 1,5 triliun.
Selama ini Labora mengaku sakit dan menyalahgunakan izin berobat agar dapat kembali ke rumahnya. Hal tersebut yang membuat Labora tak kunjung mendekam di Lapas Kota Sorong. Tim gabungan Kemkumham, dan kepolisian berupaya mengevakuasi Labora ke Lapas Cipinang untuk menjalani pengobatan di RS Pengayoman sebagai instruksi menkumham.
Namun, saat akan dievakuasi pada Jumat (4/3) lalu, Labora telah melarikan diri dari rumahnya sesaat sebelum tim eksekusi tiba.(ser/net)

Kempora Akan Ajukan Kembali PK Atas Putusan MA Terkait PSSI

0
batamtimes.co,Jakarta – Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) mempertimbangkan untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terkait tidak diakuinya kegiatan PSSI atau lebih dikenal dengan pembekuan induk organisasi sepak bola Indonesia itu.
“Kempora menghormati proses hukum dan hasil kasasi MA. Sambil menunggu diperolehnya petikan putusan kasasi, Kempora akan mempertimbangkan untuk menempuh proses hukum berikutnya berupa PK,” kata Kepala Komunikasi Publik Kempora, Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Senin (7/3).
Menurut dia, apa yang akan dilakukan yaitu kemungkinan ke arah PK bukan maksud Kempora untuk tidak menghormati putusan kasasi MA. Namun sebagai bagian dari upaya hukum Kempora untuk menggunakan hak hukumnya.
Dengan demikian, kata dia, jika Kempora sudah menerima petikan keputusan pihaknya akan segera mempelajari substansi materi yang menjadi putusan dan berikut pertimbangan MA dalam memutuskan kasasi tersebut.
“Kami sudah meminta Biro Humas dan Hukum Kempora untuk segera meminta petikan resmi putusan kasasi MA dan akan segera ditindaklanjuti,” kata Gatot menambahkan.
Sebelumnya MA melalui laman resminya telah mengeluarkan amar putusan terkait permohonan kasasi yang diajukan oleh Kempora. Keputusan MA menguatkan keputusan PTTUN atau dalam artian menolak apa yang diajukan oleh Kempora.
Dengan ditolaknya kasasi yang diajukan oleh Kempora, maka sudah tiga kali mengalami kekalahan dari PSSI. Kekalahan pertama terjadi pada PTUN dengan keputusan PTUN NO. 91/G/2015/PTUN.JKT tertanggal 14 Juli 2015. Selanjutnya kalah di PT TUN dengan Amar putusan No. 266/B/2015/PT. TUN/JKT pertanggal 28 Oktober 2015.
Meski demikian, pihaknya tidak lantas berhenti dalam memperjuangkan hak hukumnya. Namun, untuk menentukan langkah selanjutnya pihak Kemenpora akan mempelajari dengan detail apa alasan dan dasar hakim dalam mengeluarkan putusan.
Saat ini, kata Gatot, upaya memperbaiki persepakbolaan nasional masih berjalan. Bahkan, komunikasi dengan FIFA kepengurusan baru juga akan dilakukan.

Presiden Joko Widodo Lakukan Pertemuan bilateral Dengan Pangeran Yordania

0
batamtimes.co,Jakarta – Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan bilateral dengan Pangeran Yordania Prince El Hassan Bin Talal, di sela-sela rangkaian KTT LB OKI ke-5 tingkat menteri. Selain mengucapkan terima kasihnya pada Indonesia yang telah bersedia menjadi tuan rumah KTT, Prince Hassan juga yakin, Indonesia dapat meningkatkan persaudaraan dan kebersamaan antar negara Islam untuk membela kemerdekaan Palestina.
“Yang pertama, Yordania mengucapkan terima kasih karena Indonesia bersedia menjadi tuan rumah KTT ini. Kemudian beliau juga menyampaikan bahwa Indonesia diyakini Yordania akan dapat meningkatkan antusiasme, integritas dan perjuangan di negara-negara Islam,” ujar Jokowi dalam konferensi pers di Ruang Kaswari JCC Senayan, Jakarta, Minggu (6/3/2016).
Selain itu Jokowi juga menyampaikan rasa terima kasihnya karena telah diberi dukungan dari Yordania hingga akhirnya dapat membuka konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina. Menurutnya, pemerintah Indonesia telah banyak mendapat bantuan dari pemerintah Yordania.
“Indonesia menghargai sekali dukungan dari pemerintah Yordania dalam memfasilitasi rencana pembukaan konsulat kehormatan di Ramallah, Palestina. Kita memang dibantu banyak pemerintah Yordania dalam rangka pembukaan konsul kehormatan di Ramallah, Palestina,” terangnya.
Indonesia dan Yordania juga membuat kesepakatan untuk mengembangkan pusat kajian di masing-masing negara. Setelah pertemuan, Jokowi dijadwalkan untuk menjamu makan malam para delegasi negara anggota OKI.
Sejumlah delegasi pun terlihat mulai berdatangan ke JCC, termasuk tamu undangan Duta Besar AS untuk Indonesia Robert O Blake dan lainnya. Begitu juga dengan tamu-tamu kehormatan yang diundang, seperti Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Wapres RI ke-6  Boediono, Kepala BIN Sutiyoso, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian dan sejumlah pejabat penting.(ris)

Kapal Perintis Alami Kecelakaan di Wilayah Perairan Teluk Ayomi Papua

0
batamtimes.co,Manokwari- Sebuah kapal perintis dari arah Nabire, Papua, menuju Teluk Wondama, Papua Barat, mengalami kecelakaan di wilayah perairan Teluk Ayomi, Kabupaten Teluk Wondama, Minggu (6/3). KM Napan Wainami itu dikabarkan menabrak batu karang, lalu terseret arus ombak hingga akhirnya terdampar di tepi pantai Kampung Yopanggar, Distrik Teluk Duairi.
Mualim I KM Napan, Semuel Isak Mayor di Teluk Wondama, Minggu mengatakan, seluruh penumpang selamat. Kecelaakan itu terjadi sekitar pukul 12.57 Waktu Indonesia Bagian Timur (WIT) “Penumpang di kapal itu terdiri dari 31 orang dewasa dan delapan anak-anak, serta anak buah kapal. Puji Tuhan seluruhnya selamat,” kata dia.
Dia menuturkan, saat kapal tersebut menabrak karang, pihaknya berupaya keluar dari kawasan perairan yang dekat dengan tebing batu itu. Upayanya gagal lantaran ombak menghantam kapal tersebut hingga bergeser dari lokasinya semula. Saat kapal berada dua meter dari tebing, nahkoda memerintahkan agar seluruh penumpang dievakuasi.
Dia menduga peristiwa itu terjadi akibat kelalaian sebab saat itu posisi kapal berada jauh dari jalur biasanya.
Menyusul peristiwa itu, Minggu siang tim gabungan Polairud Polres Wondama, KPLP dan Dinas Perhubungan bergegas, menuju pantai Yopanggar, guna membantu proses evakuasi kapal maupun penumpang. Satu unit kapal tanker diturunkan untuk mengangkut penumpang.
Wakil Kepala Kepolisian Resor Teluk Wondama, Kompol Vincen Emanuel menuturkan, pihaknya belum mengetahui pasti penyebab kecelakaan tersebut. “Fokus kita saat ini adalah menyelamatkan para penumpang dulu. Mengenai penyebab kecelakan, kita belum tahu pasti, sekarang penumpang sudah siapkan dipulangkan ke Wasior,” kata dia.
(ANTARA/net)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga