Tiongkok Targetkan Pertumbuhan Ekonomi di Kisaran 6,5%-7%
Gerbong Pucuk Pimpinan Polri Akan Pergantian
PDIP Tolak Diatur Ahok Soal Penentuan Pasangan di Pilkada
Pemerintah Bertekad Kejar Labora Sitorus
Dirpolair Polda Kepri Amankan Dua Kapal Penyeludup Barang Bekas
Dirjen Perumahan Rakyat Minta Perbankan Sukseskan Program Sejuta Rumah
Presiden Uni Eropa Keluarkan Peringatan Keras Terhadap Migran
batamtimes.co,Athena – Presiden Uni Eropa (UE) Donald Tusk mengeluarkan peringatan keras terhadap para migran, yang mengungsi karena alasan ekonomi, untuk tidak datang ke Eropa. Dia juga memberikan hukuman berat kepada negara-negara yang mengambil langkah sepihak dalam mengatasi krisis.
Saat berkunjung ke Yunani, Tusk mengatakan kepada para migran bahwa mereka melakukan langkah sia-sia untuk mengajukan permohonan suaka di Uni Eropa. Negeri Para Dewa ini merupakan garis depan krisis migran terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II.
“Saya meminta kepada seluruh migran – karena ekonomi – yang berpotensi ilegal, di mana pun kalian berada: Jangan datang ke Eropa. Jangan percaya kepada para penyelundup. Jangan mempertaruhkan nyawa Anda dan jangan buang-buang uang Anda. Itu semua sia-sia,” ujar Tusk di Athena usai berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Yunani Alexis Tsipras.
Di sisi lain, ada ribuan orang terjebak di perbatasan Yunani-Macedonia setelah negara-negara Austria dan Balkan mulai membatasi migran yang masuk dengan ketat. Tusk juga mengecam tindakan sepihak yang dilakukan oleh negara-negara anggota Uni Eropa sebagai langkah yang merusak semangat solidaritas Eropa.
Pasalnya, pembatasan perbatasan tersebut berdampak pada Yunani yang dihadapkan pada permasalahan orang-orang yang terhambat untuk melintas karena Macedonia hanya memperbolehkan sedikit orang yang lewat. UE memperkirakan jumlah para migran yang terdampar di sana bisa mencapai 12.000 dan mereka semua berada dalam kondidi menyedihkan.
Tsipras menyampaikan bahwa dia ingin melihat ada sanksi yang diberlakukan kepada negara-negara Uni Eropa yang telah mengacaukan keputusan bersama, yang dicapai oleh 28 negara anggota blok mata uang tunggal.
“Yunani akan menuntut penerapan sanksi kepada negara-negara yang tidak menghormati perjanjian solidaritas Eropa,” kata dia dalam konferensi pers bersama dengan Tusk.
Presiden UE sendiri berada di Athena dalam rangkaian lawatan krisis migrasi jelang konferensi tingkat tinggi (KTT) antara UE dan Turki, Senin (7/3). Turki sendiri merupakan pintu gerbang bagi ratusan ribu pengungsi dan migran, termasuk banyak yang dari Suriah dan berharap dapat memulai hidup baru di Eropa.
Tusk juga dijadwalkan berada di Ankara, Kamis, untuk berbicara dengan Perdana Menteri (PM) Turki Ahmet Davutoglu, yang akan menekankan bantuan lebih intesif untuk mengurangi aliran orang yang mendarat di pantai-pantai Yunani.
Perundingan tersebut berlangsung satu hari setelah Uni Eropa mengucurkan rencana bantuan darurat sebanyak 700 juta euro atau setara US$ 760 juta untuk menolong Yunani dan negara-negara lain.
Polisi pastikan kulit kabel di gorong-gorong milik PLN
batamtimes.co,Jakarta-Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian memastikan bungkusan kabel dalam jumlah besar yang ditemukan di gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Itu didapati usai melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Sementara sudah ada yang diinterview oleh tim dari Polda Metro Jaya bersama Suku Dinas Tata Air, pemeriksaan baik dari pihak PLN dan Telkom. Kemudian penyidikan lapangan termasuk pemeriksaan barang bukti sedang kita periksa di labfor, tapi untuk kita bandingkan gulungan bungkus itu mirip dengan gulungan kabel milik PLN dan bukan telepon (Telkom),” kata Tito di Polda Metro Jaya, Jumat (4/3).
Tito mengungkapkan, penetapan kabel milik perusahaan pelat merah itu berdasarkan perbandingan. Menurutnya, kulit kabel itu diindikasi karena untuk mengantarkan listrik.
“Sedangkan untuk Telkom bentuk gulungannya berbeda. Telkom lebih besar, serta di dalam isinya adalah serabut-serabut kabel kecil yang jumlahnya ratusan,” ucapnya.
“Kemudian jadi kesimpulan kita sementara ini kemungkinan kabel dari listrik yaitu PLN. Nah, memang menurut keterangan PLN, kabel-kabel di bawah tanah memang ada yang kadang-kadang tidak digunakan dan membuat jaringan baru. Nah, jaringan lama ini tidak diangkat,” tambahnya.
Tak diangkatnya kabel lama, lanjut dia, karena biaya pengangkatannya lebih tinggi daripada harga ekonomis dari kabel bekas yang sudah bertahun-tahun. Sehingga ada kecenderungan didiamkan di sana.(ris/net)
WN Singapura kabur dari tahanan, pejabat Imigrasi Batam berkelit
batamtimes.co,Batam-Seorang tahanan Imigrasi Batam berkebangsaan Singapura kabur. Kuat dugaan dia menyelinap berkat bantuan orang dalam.
Padahal, berdasarkan pengakuan kantor Imigrasi kelas I Khusus Batam, pengamanan sudah standar dan memiliki kamera pengawas.”Kalau pengamanan kita sudah aman. Kalau soal itu saya belum dengar dari pihak kepolisian. Saya kan di sini juga sebagai pelapor,” kilah Kasi Dakim Imigrasi kelas I Khusus Batam, Oky Derajat R. Mubarok, Jumat (4/3).
Tempat tahanan Imigrasi Batam, menurut Oky, mempunyai kamera pengamatan. Dia meyakini seluruh aktivitas tahanan terekam.
“Iya ada (CCTV). Iya,” ujar Oky.
Damar Bahadur Chettri alias Sam Chettri (55) ditangkap Imigrasi Batam pada 22 Desember 2015 lalu, karena diduga memalsukan paspor Indonesia. Saat itu dia ditangkap di pelabuhan Batam Centre.
Hanya satu bulan Sam Chettri mendekam di ruang tahanan. Pada 24 Januari 2016 pagi, dia sudah kabur. Oky yang mengaku jebolan sekolah Imigrasi membidangi penindakan di Imigrasi Batam, mengaku tidak tahu bagaimana Sam bisa kabur.
Oky terdiam ketika didesak menceritakan rincian kejadian. Dia tetap mengelak dan memilih melaporkan itu kepada polisi.
“Untuk lebih jelasnya nanti tanya polisi. Gitu dong, saya sudah capek-capek di sana untuk jelasin,” ucap Oky dengan sinis.(merdeka)
Polresta Barelang Berhasil Gagalkan BBM Minyak Tanah di Selat Malaka
batamtimes.co,Batam-Jajaran polisi air Polresta Barelang, Batam, berhasil menggagalkan penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis minyak tanah bersubsidi di selat malaka.Dalam penangkapan ini, Polair Polresta Barelang mengamankan 3 orang pelaku, menyita puluhan jeriken dan drum yang berisi 2 ton BBM minyak tanah.
Kasat Polair Polresta Barelang, Iptu Arsyad Riyandi, mengatakan kapal tersebut ditangkap saat akan menuju Tanjunguma. Saat anggota Satpolair memberhentikan kapal dan meminta agar menunjukkan surat-suratnya, mereka tidak bisa memperlihatkan surat-surat yang diminta.
“Di atas kapal, ada satu kapten dan dua anak buah kapal berhasil kita amankan. Mereka tidak bisa menunjukkan surat-kapal,” kata Arsyad, Jumat (4/3/2016) siang.
Ketiga orang yang diamankan berinisial AT (39) sebagai kapten kapal, dan D (35) serta K (36) yang statusnya ABK. Satpolair juga bekerja sama dengan Satreskrim Polresta Barelang untuk mengembangkan kasus ini.
“Para pelaku telah 3 tahun melakukan aksi penyelundupan minyak tanah bersubsidi ini,” katanya
Aksi penyelundupan BBM minyak tanah bersubsidi tersebut dilakukan di perairan lepas selat malaka.
“Mereka mendapatkan dari kapal-kapal yang berlayar di perairan lepas, dengan hanya membeli minyak seharga 150 ribu rupiah per jeriken,” terangnya.
Kemudian minyak dijual kembali ke penampung di kawasan Tanjunguma dengan harga 300 ribu per jeriken.
Polisi menjerat pelaku dengan 2 pasal berlapis, yaitu pasal 55 dan pasal 53 huruf b dan d, tentang migas dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara.(lan)


























