8.6 C
New York
Thursday, April 2, 2026
spot_img
Home Blog Page 1347

Tembak Dada Kasir Bank, Perampok Gondol Uang Rp 150 Juta

0

batamtimes.co,Pekanbaru – Dua perampok berpistol menggasak uang Rp 150 juta milik Bank Rakyat Indonesia, Pasar Inpres, Jalan M Yamin, Bangkinang, Kampar, Riau. Perampok melumpuhkan satu kasir bank dengan tembakan di bagian dada.

“Diduga senjata yang digunakan pelaku jenia air softgun,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo, Sabtu, 6 Februari 2016.

Menurut Guntur perampokan terjadi sekitar pukul 12.40 Wib. Pintu teras BRI ketika itu sudah dalam keadaan tertutup namun tidak terkunci. Korban, Dasdi Royani, tengah menghitung uang yang ada di teller. Sedangkan rekan korban, Febri Sabrina, lebih dulu meninggalkan meja karena ingin ke kamar mandi.

Namun tiba – tiba seorang perampok yang memakai helm dengan cepat membuka pintu dan menyerobot masuk. Dia langsung mendatangai kasir dan melepaskan tembakan ke dada korban. Pelaku kemudian menggasak uang yang ada di laci kasir senilai Rp 150 juta.

Setelah mendapatkan targetnya, pelaku kabur dengan dibonceng satu rekannya yang menunggu di luar menggunakan sepeda motor jenis Satria FU ke arah jalan Masjid Raya Bangkinang.

Menurut Guntur teras bank tidak memiliki petugas pengaman sehingga perbuatan perampok bisa leluasa. Tidak lama berselang aparat Kepolisian Resor Kampar langsung memberikan pertolongan ke pada korban dengan membawanya ke Rumah Sakit Umum Bangkinang.

Guntur menambahkan polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti. Polisi telah mengetahui ciri – ciri pelaku. Namun korban belum dapat dimintai keterangan karena masih berada dalam perawatan Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Bangkinang. “Informasi dari rumah sakit, korban hanya mengalami luka lecet di bagian dada,” ujarnya.

Lempar Molotov ke Patroli Tentara Israel, ABG Palestina Ditembak Mati

0

batamtimes.co,Tepi Barat – Seorang remaja Palestina nekat melemparkan bom molotov ke arah tentara Israel di Tepi Barat. Akibatnya, remaja Palestina ini ditembak mati oleh tentara Israel.

Disampaikan juru bicara militer Israel, seperti dilansir AFP, Sabtu (6/2/2016), sedikitnya ada dua remaja Palestina yang melemparkan molotov ke arah jeep militer Israel yang tengah berpatroli di dekat wilayah Halhul, sebelah utara kota Hebron, Tepi Barat pada Jumat (5/2) waktu setempat.

Menurut juru bicara yang tidak disebut namanya, aksi pelemparan molotov itu dianggap sebagai ancaman besar, sehingga tentara Israel melepaskan tembakan ke arah pelempar molotov itu. Tembakan itu melepaskan salah satu pelaku, sedangkan satu pelaku lainnya berhasil ditangkap.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan Palestina mengkonfirmasi korban tewas sebagai Haitham al-Bau yang berusia 17 tahun.

Dengan demikian, sudah 165 warga Palestina tewas ditembak tentara Israel dalam empat bulan terakhir. Lebih dari separuh jumlah itu merupakan pelaku serangan, sedangkan yang lain tewas dalam bentrokan saat aksi protes.

Sejak 1 Oktober tahun lalu, sedikitnya 26 warga Israel, satu warga Amerika Serikat dan satu warga Eritrea tewas akibat serangkaian kekerasan di wilayah Israel.

Bentrokan terbaru kembali terjadi pada Jumat (5/2) waktu setempat, di mana sekitar 100 pemuda Palestina melempari batu kepada tentara Israel di dekat Ramallah, Tepi Barat. Dilaporkan seorang jurnalis AFP, bahwa tentara Israel membalas lemparan batu ini dengan melepas tembakan sungguhan setelah menggunakan gas air mata dan peluru karet.

Bentrokan antara warga Palestina dengan tentara Israel terus terjadi di sepanjang perbatasan Gaza-Israel. Disampaikan Kementerian Kesehatan Palestina bahwa delapan demonstran terkena luka tembakan oleh tentara Israel, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun yang kini kritis akibat peluru bersarang di perutnya.(dtk)

Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Lingga dan Anambas 17 Februari 2016

0

Tanjungpinang – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Lingga dan Kabupaten Kepulauan Anambas direncanakan akan dilaksanakan pada Selasa (17/2/2016).

Hal itu sesuai dengan Surat Kawat Menteri Dalam Negeri Nomor 005/389/Sj tertanggal 5 Februari 2016 perihal pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali kota hasil Pilkada serentak yang diterima Biro Pemerintahan Provinsi Kepri, Jumat (5/2/2016).

Dalam surat Mendagri tersebut, juga dikatakan pelantikan ketiga bupati dan wakil bupati hasil Pilkada serentak 2015 di Provinsi Kepri itu, akan dilakukan Tanjungpinang sebagai ibukota provinsi oleh Gubernur Kepri Muhammad Sani.

“Sesuai dengan Surat Kawat Mendagri yang kami terima, selain pemberitahuaan pelantikan gubernur dan wakil gubernur pada 12 Februari 2016 di Istana Negara, Mendagri juga telah memberitahukan dan menjadwalkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bintan, Lingga, dan Anambas akan dilaksanakan pada 17 Februari 2016,” kata Misni, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Kepri kepada Sabtu (6/2/2016).

Sedangkan untuk Bupati dan Wakil Bupati Karimun serta Wali Kota dan Wakil Wali kota Batam, ditambahkan Misni, kemungkinan akan dilaksanakan pada gelombang II akhir Maret 2016. Sedangkan Bupati dan Wakil Bupati Natuna sesuai dengan masa akhir jabatannya Mei 2016 kemungkinan akan masuk gelombang III pada bulan Juni 2016.(net/btd)

1.500 Personel Polisi Amankan Perayaan Imlek di Kepri

0

batamtimes.co,Batam- Ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga perayaan Tahun Baru Imlek 2567 di seluruh wilayah Kepulauan Riau. “Polda Kepri dan jajaran Polres mengerahkan 1.500 personel untuk pengamanan Imlek,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, Sabtu (6/2/2016).

Ia mengatakan, ribuan personel yang dikerahkan tersebut ditempatkan di rumah-rumah ibadah vihara atau toapekong dan di tempat keramaian lainnya seperti mall, pelabuhan, bandara, serta jalur-jalur lalu lintas yang dianggap rawan.

“Personel juga dikerahkan di tempat-tempat wisata dan titik yang dianggap rawan,” kata dia.

Waktu pengamanan, tambahnya sebelum dan sesudah hari puncak Imlek di Kepri. “Waktunya beberapa hari sebelum dan setelah hari H, setidaknya sampai dengan kondisi masyarakat yang melaksanakan perayaan Imlek selesai,” tuturnya.

Ia berharap, dalam suasana hari pergantian tahun baru Imlek yang jatuh pada Senin (8/2/2016) masyarakat dapat menjaga kamtibnas bersama – sama(btd)

‘CAWE-CAWE’ Dokter PNS di ALKES KEPRI BERUJUNG PENJARA

0
ALKES

batamtimes.co,- Sudah hampir seluruh rumah sakit di Kepri menjadi ajang korupsi kasus pengadaan alat kesehatan,kebidanan dan Kedokteran.Para dokter yang berstatus kepala rumah sakit dan Direktur rumah sakit yang ahli memainkan anggaran seakan ‘membabi buta’ mereka tutup mata dan mereka lupa status mereka  seorang Dokter.

modus mark up anggaran menjadi modus yang sering digunakan, Lembaga Swadaya Masyarakat  (LSM) di kepri juga prihatin dengan kasus Alkes tersebut.Modus yang sering timbul dari mark up di mulai dari ‘cawa cawe’ persekongkolan vertical dan persekongkolan horizontal.

Ketua Gerakan Berantas Korupsi (Gebuki) Provinsi Kepri,Thomas AE Jumat (5/2) mengatakan modus cawa cawe Horizontal yaitu modus korupsi dengan cara persengkongkolan antara perusahaan-perusahaan yang mengikuti tender,kemudian persengkongkolan antara perusahaan dan panitia lelang.

Modus korupsi tersebut sering terjadi dalam proses lelang proyek di Alkes.Dan sering terungkap di persidangan.

Lebih jauh dikatakan Thomas,peran Kuasa anggaran setiap proses tender Alkes juga memiliki peran penting sebagai kuasa penguna anggaran (KPA) yakni direktur rumah sakit yang memiliki profesi sebagai seorang dokter.

“ sangat prihatin terhadap mental tenaga medis yang professional sering berakhir di penjara akibat kasus korupsi terutama dokter yang berstatus PNS dan bekerja di RSUD”

“ Persatuan Dokter Indonesia (IDI) sudah sebaiknya memberikan aturan yang ketat lagi pada saat wisuda calon Dokter .Calon dokter yang di sumpah oleh IDI diberikan sumpah tambahan seperti sumpah moral untuk  tidak korupsi,ini penting jika melihat maraknya kasus dokter terlibat korupsi dan  berujung penjara.”kata Thomas

Lebih lanjut dikatakan Thomas,selain peran IDI perlu juga peran Pemerintah daerah memperketat lagi alur proses tender di rumah sakit dengan cara pengumuman lelang secara elektronik yang dapat diunduh oleh masyarakat.

Banyaknya status Dokter yang terlibat kasus korupsi juga menjadi perhatian khusus dari LSM Barelang,kasus terkhir yang ditanggani LSM barelang kasus RSUD Embung Fatimah yang menyeret  drg Fadillah Malarangan selaku direktur rumah sakit.

Mabes Polri sudah melakukan penahanan,Penahanan itu dalam rangka penyidikan kasus korupsi pengadaan alat kesehatan, kebidanan dan kedokteran di RS Embung Fatimah yang didanai APBN 2011. Fadillah yang menjadi tersangka dalam kasus itu meringkuk di tahanan Bareskrim Polri sejak Kamis (14/1).

LSM Barelang yang menduga pengeluaran uang belanja di RSUD itu sebesar Rp 60.212.868.195,85 di tahun anggaran 2011 dan tidak dapat dipertanggungjawabkan oleh pengguna anggaran

Selain itu ada juga Direktur Utama RSUD Karimun yakni drg Agung Maryanto,diamankan kejaksaan agung Senin (21/9/2015)kasus korupsi terhadap pelaksanaan pengadaan peralatan kesehatan di RSUD Kabupaten Karimun Kepulauan.

“Dia tersangka kasus yang ditangani Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau atas nama Samsudin,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Amir Yanto di Jakarta

Adapun yang bersangkutan diduga telah melakukan tindak pidana korupsi terhadap pelaksanaan pengadaan peralatan kesehatan di RSUD Kabupaten Karimun Kepulauan Riau yang berasal dari Dana Tugas Pembantuan DIPA-APBN 2014.

Dengan Total nilai proyek sebesar Rp10 miliar dengan kerugian negara sekitar Rp4 miliar.

Polisi dan Kejaksaan Fokus Kasus Korupsi di Kepri

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipikor) Bareskrim Polri kini tengah gencar mengusut kasus dugaan korupsi. Dan saat ini anak buah Komjen Pol Budi Waseso diketahui tengah sibuk mengungkap kasus Korupsi di Daerah

Polresta Barelang ssendiri sudah menargetkan Tahun 2016 akan melakukan pengungkapan terhadap tindak pidana korupsi (Tipikor) yang ada di Batam.Sejauh ini, polisi telah mengincar beberapa kasus korupsi yang akan ditindaklanjuti

“Yang jelas sudah ada yang menjadi incaran kita. Intinya, tahun ini kita mengupayakan pengungkapan tindak pidana korupsi,” ungkap Asep.belum lama ini.

Sementara di tahun 2015 kemarin, Polresta Barelang berhasil mengungkap tindak pidana korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Kota Batam, dengan menetapkan tiga tersangka, yakni Erigana, Suhadi serta Owis, yang berkasnya ditangani terpisah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepri,  Sudung Situmorang SH MH,  meminta pemerintah Kepulauan Riau (Kepri) untuk meningkatkan komunikasi dengan jajaraannya, supaya terhindari dari kasus korupsi di kemudian hari.

”Kalau bisa komunikasi di mulai dari awal seperti perencaan ataupun penganggaran,” pinta sudung.

Sudung menilai, kunci dari semua kasus hukum atau korupsi di pemerintahan karena kurangnya komunikasi dengan aparat atau penegak hukum seperti kejaksaan, kepolisian maupun KPK. “Namun komunikasi yang di maksud bersifat positif sebelum kasus di tangani aparat,” tambah Kajati kepri ini.(red)

KPK Tahan Empat Anggota DPRD Sumut 2009-2014 Terkait Suap APBD

0

batamtimes.co,Batam-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan empat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara periode 2009-2014 yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan suap pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan pembatalan hak interpelasi.

Sejak Selasa (10/11/2015) pagi, KPK sudah memeriksa mereka selama sepuluh jam. Tahanan yang pertama keluar dari gedung KPK yaitu mantan Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun.

Politisi Partai Demokrat itu keluar gedung KPK pada pukul 18.56 WIB dan sudah mengenakan baju tahanan KPK berwarna oranye. (Baca: Selain Gatot, Lima Anggota DPRD Sumut 2009-2014 Ikut Jadi Tersangka )

Hingga masuk ke mobil tahanan yang akan mengantarnya ke Rumah Tahanan (Rutan) Polres Jakarta Selatan, ia enggan mengucap sepatah kata pun.

Tak lama berselang, mantan anggota DPRD Sumut Ajib Shah keluar gedung KPK, juga mengenakan rompi tahanan KPK. (Baca: KPK Sebut Gratifikasi dari Gatot kepada DPRD Sumut Diberikan Berkali-kali )

Setali tiga uang, Ajib juga tak mau menjawab pertanyaan wartawan.

“Tanya penyidik,” kata politisi Partai Golkar tersebut sambil berusaha masuk ke mobil tahanan.

Ia ditahan di Rutan Klas I Salemba Jakarta Pusat. (Baca: Lima Tersangka Anggota DPRD Sumut Bantah Terima Suap dari Gatot Pujo )

Setelah itu, mantan Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga keluar dengan mengenakan rompi yang sama. Chaidir kemudian dibawa ke Rutan Polda Metro Jaya.

Terakhir, mantan anggota DPRD Sumut yang ditahan KPK yaitu Sigit Pramono Asri. Ia ditahan di Rutan Polres Jakarta Pusat.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan lima tersangka dari pihak DPRD Sumut. Namun, satu tersangka lain yaitu Kamaludin Harahap tidak memenuhi panggilan penyidik KPK hari ini.(ris)

Dwi Djoko Wiwoho Dipastikan Bergabung Dengan ISIS

0

batamtimes.co,Batam-Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu Badan Pengusahaan (BP) Batam, Dwi Djoko Wiwoho dipastikan bergabung dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Anton Charliyan mengatakan, setelah meninggalkan rumah dan kantornya, Djoko mengirimkan pesan singkat kepada atasannya.

Djoko minta sang atasan menyampaikan pesan singkat tersebut kepada orangtuanya.

“Tolong disampaikan kepada orangtua saya bahwa saya akan berhijrah dan akan bergabung dengan Daulah Islam atau ISIS,” kata Anton di kantornya, Selasa (10/11/2015) siang.

Sebelum itu, menurut Anton, Djoko sudah berperilaku aneh. Dia mengajukan cuti panjang ke kantornya. Djoko tidak menjelaskan alasan cuti panjangnya tersebut.

“Ternyata sampai hari ini dia tidak kembali,” ujar Anton.

Seiring dengan itu, Anton melanjutkan, Djoko juga mengajukan permohonan visa untuk pergi ke Belanda.

Tapi ketika pria itu menghilang dari rumah dan kantornya, visa tersebut tidak dibawa dan hanya ditinggal di rumahnya saja.

Terakhir, polisi mengindikasi Djoko dan sang istri berangkat ke Suriah melalui Turki.

Sebelumnya, Deputi Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Brigjen (Pol) Hamidin mengatakan, Djoko sudah dipantau sejak beberapa bulan lalu oleh petugas BNPT.

Ia menyebutkan, saat ini Djoko dan keluarganya sudah tidak berada di Indonesia. Mereka diduga sudah berada di Irak.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, jika sudah dipastikan yang bersangkutan benar-benar bergabung dengan ISIS, kepolisian tidak akan berupaya memulangkannya lagi.

“Kalau sudah pasti ke sana ngapain lagi dicari dan dipulangkan,” ujar Badrodin.(kmp)

Besok Paling Lambat Usulan UMK Batam Diterima Gubernur

0

batamtimes.co,Batam-Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana meminta agar semua pihak bersikap tenang ‎dalam pembahasan Upah Minimum Kota dan Kabupaten (UMK), agar tidak merigukan ekonomi dan investasi di Kepri.

“Tenang, nanti kalau sudah disampaikan kepada saya, pasti akan saya buat lagi rapat Musyawarah Dewan Pengupahan Provinsi (DPP) dalam membicarakan dan memutusakan besaran UMK Kabupaten/Kota, setelah diajukan masing-masing Kepala Daerah,” ujarnya pada wartawan di Tanjungpinang, Senin,(9/11/2015).

Selain itu, ia juga menyatakan, hingga saat ini, ‎Senin,(9/11/2015) belum satupun bupati/wali kota yang telah menyampaikan keputusan Besaran UMK yang ditetapkan pada gubernur.

Bahkan Batam, yang sebelumnya dikatakan telah ditetapkan dua kategori besaran UMK yang disepakati dan akan diajukan, namun sampai saat ini belum diterima Gubernur Kepri.

“Batam dikatakan ada dua usulan besaran UMK, tapi sampai saat ini, Batam sendiri belum menyampaikan ke saya selaku Gubernur. Ia kita ikuti saja prosesnya minimal tanggal 10 November 2015 besok, saya harapakan sudah disampaikan,” ujar Agung.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi Provinsi Kepri, Tagor Napitupulu ketika di konfimasi, mengenai sejumlah SK Bupati dan wali kota tentang penetapan UMK Kabupaten/kota tahun 2016 yang sudah dikirimkan mengaku belum tahu.

 “Mhon maaf saya masih rapat di Batam, besok saya beritahukan, karena besok batas akhir pengiriman,” ujarnya. (net/btd)

Bupati Dairi : Maju Terus DPP PERMASDA

0

Batam,- Bupati Dairi hadiri Deklarasi Perkumpulan Masyarakat Dairi (Permasda) di Kota Batam Minggu (8/11/2015),dalam kesempatan tersebut  Bupati berpesan agar PERMASDA dapat terus bersatupadu memberikan wadah bagi masyarakat Dairi yang tinggal di Kota Batam.

“Setelah dilantik seluruh pengurus  diharapkan organisasi PERMASDA dapat memberikan arti bagi warga masyarakat Dairi yang tinggal di Kota Batam.Selain itu Permasda juga harus dapat mewadahi anggota-anggotanya,” kata Bupati Dairi Kra Johny  Sitohang Adinegoro S.SOS di SP PLAZA

Dikatakan Johny,Permasda memiliki kader-kader terbaik,dan mereka juga dapat bekerjasama tanpa ada komando dari ketua.”ini dapat terlihat ketika  tiba di Batam disambut dengan cukup baik,penuh kekeluargaan.Bahkan saat saya tadi pagi mau check up seluruh panitia langsung merasa khawatir,mereka merasa memiliki Bupatinya,”terang Jhony

Jadi jika Ketua PERMASDA  mengatakan perlu adanya pelatihan bagi warga dairi,dan kerjasama dengan Pemerintahan Dairi melalui dinas tenaga kerja,Pemerintah Dairi akan siap mensinergikan.Namun terlebih dahulu bina semua kader-kader yang ada.

Jangan pernah peduli dengan perkataan orang,karena begitu Organisasi PERMASDA berdiri banyak sekali cobaan yang akan datang.Tapi dengan adanya pembinaan terhadap kader semuanya akan dapat teratasi.

“sebaiknya PERMASDA memiliki program awal agar mebina kedalam,artinya fungsikan dulu seluruh kader yang ada untuk membesarkan Organisasi.Selanjutnya PERMASDA memiliki program keluar yakni mendata seluruh warga dairi yang ada di Kota Batam,”ujarnya

Jika sudah dilakukan maka PERMASDA akan menjadi besar,bahkan dapat menjadi barometer bagi daerah lainya.PERMASDA satu langkah didepan,kedepan akan mampu mendirikan perwakilan di daerah-daerah.Selama ini sudah banyak warga Dairi yang menyebar di seluruh Indonesia,hanya saja karena mereka tidak memiliki wadah sehingga lepas dari jangkauan.(bd)

Aset Yayasan dan Keluarga Soeharto Mulai Diverifikasi

0
  • Yayasan Supersemar Wajib Bayar 4,4 Triliun Pada Negara

batamtimes.co,Jakarta- Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai menginventarisasi aset Yayasan Supersemar terkait eksekusi putusan Makhamah Agung (MA) yang menyatakan yayasan milik mantan Presiden kedua RI, almarhum HM Soeharto, wajib membayar Rp 4,4 triliun.

Jaksa Agung HM Prasetyo mengungkapkan, sejumlah aset yang saat ini diverifikasi Pusat Penelusuran Aset (PPA) Kejagung di antaranya bangunan dan tanah Granadi di Jakarta Selatan, tanah di Mega Mendung, dan Plaza Indonesia yang ditengarai sebagian sahamnya milik keluarga Cendana.

“Saya sudah memanggil Jamdatun dan Kepala PPA, mereka mulai bergerak. Kepala Pusat Pemulihan Aset sudah mulai verifikasi,” kata Jaksa Agung Prasetyo kepada SH di ruang kerjanya, Kejagung, akhir pekan lalu.

Prasetyo mengemukakan, Kejagung memutuskan mengambil langkah aktif dengan memverifikasi aset untuk mencegah ketidaksukarelaan pihak tergugat, dalam hal ini ahli waris Soeharto. “Kami berharap tergugat mau sukarela. Kalau tidak, terpaksa kami harus aktif juga memverifikasi, meskipun itu kewenangan pengadilan,” tuturnya.

Disinggung mengenai komunikasi dengan keluarga Cendana, ia menekankan hal itu selanjutnya akan dilakukan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan selaku eksekutor putusan MA tersebut. Ia meyakinkan, hingga saat ini Kejagung sama sekali belum berkomunikasi dengan keluarga Cendana terkait kepatuhan atas eksekusi tersebut.

Pekan lalu, Nur Rochmad saat masih menjabat sebagai jaksa agung muda bidang perdata dan tata usaha negara (Jamdatun) kepada SH menjelaskan, usai menginventarisasi aset, tim selanjutnya akan mengirimkan surat permohonan untuk eksekusi kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

“(Penelusuran) justru ini dalam rangka inventarisasi aset-aset yang ada, lalu dimohonkan ke PN Jakarta Selatan untuk eksekusi,” ucap Nur Rochmad yang kini menjabat sebagai jaksa agung muda pidana umum (Jampidum).

“Kami kan ada PPA, intel juga. Nah kami minta bantuan intel dan PPA menelusuri aset yang kriteria bisa dieksekusi. Yang masuk Yayasan Supersemar apa saja, proses penelusuran,” tuturnya.

Ia mengemukakan, saat ini telah terbentuk tim jaksa yang akan memproses permohonan eksekusi Yayasan Supersemar. Ia menambahkan, tim yang melibatkan PPA akan menelusuri aset-aset mana yang dapat dipakai sebagai uang pengganti Rp 4,4 triliun sesuai dengan putusan Mahkamah Agung itu.

“Terpenting kami mencari di mana aset-aset yang dapat dipakai sebagai pengganti sesuai putusan itu untuk memenuhi kewajiban mengembalikan kerugian yang sudah diputus pengadilan tersebut,” tuturnya.

Belum Koordinasi
Perihal inventarisasi aset tersebut, PN Jakarta Selatan, sebagai pengadilan asal, menyebutkan Kejagung sama sekali belum berkoordinasi dengan pihaknya.

“Belum, belum ada koordinasi dari Kejagung mengenai verifikasi aset itu,” kata Humas PN Jaksel, Made Sutrisna, kepada SH, Senin (2/10) pagi.

PN Jaksel, Made menuturkan, tidak mengetahui aset-aset milik yayasan yang akan disita. Ketua Humas PN Jaksel, Made Sutrisna mengemukakan, Kejagung selaku pengacara negara tentunya lebih paham perihal aset-aset yang akan disita dari Yayasan Supersemar.

“Justru Kejagung yang lebih tahu. Ini kan tidak ada sita jaminan. Kalau sita jaminan kan tahu apa saja asetnya,” ucap Made.

Made menuturkan, setelah ada permohonan eksekusi dari jaksa pengacara negara, pihaknya memastikan melakukan pertemuan antara pihak pengugat dan tergugat.

Mahkamah Agung (MA) diketahui mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Kejagung dalam perkara penyelewengan dana beasiswa Supersemar dengan tergugat Yayasan Beasiswa Supersemar. Putusan MA No 140 PK/PDT/2015 menyebutkan bahwa Yayasan Supersemar harus membayar US$ 315 juta dan Rp 139,2 miliar kepada negara.

Perkara ini berawal ketika pemerintah menggugat Yayasan Supersemar atas tudingan penyelewengan dana beasiswa. Dana yang seharusnya ditujukan kepada siswa dan mahasiswa ditengarai justru diberikan kepada beberapa perusahaan, di antaranya PT Bank Duta US$ 420 juta, PT Sempati Air Rp 13,173 miliar, serta PT Kiani Lestari dan Kiani Sakti Rp 150 miliar.

Sumber : Sinar Harapan

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga