8.6 C
New York
Monday, April 6, 2026
spot_img
Home Blog Page 188

Polsek Sleman Gulung 2 Pencuri Motor

0

Sleman – batamtimes.co – Dua  pencuri motor yang sudah meresahkan warga akhirnya ditangkap jajaran Unit Reskrim Polsek Sleman.

Dua tersangka berinisial K (25) warga Magelang, Jawa Tengah dan J (25) warga Gunungkidul, Yogyakarta itu mencuri sepeda motor milik RK warga Murangan, Triharjo, Sleman pada Selasa (4/6/2024) lalu.

Pada Senin malam motor KLX milik korban diparkir di halaman depan rumahnya sekira pukul 20.20 WIB. Motor tersebut dalam keadaan terkunci, namun tidak dikunci stang.

“Pada saat korban bangun tidur sekira pukul 05:30 WIB motornya sudah tidak ada ditempatnya. Korban langsung melaporkan hal itu ke Polsek Sleman. Keduanya ditangkap polisi di rumah salah satu pelaku. Saat itu barang bukti motor ada di rumah tersebut namun platnya sudah dilepas,” kata Kapolsek Sleman Kompol Khabibulloh saat jumpa pers, Jumat 7 Juni 2024.

Ia menjelaskan, barangbukti dua sepeda motor milik korban dan pelaku serta pakaian yang digunakan diamankan sebagai barangbukti.

“Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara 7 tahun penjara,” pungkasnya.

Kepada wartawan tersangka J mengaku pencurian dilkakukan usai mereka pulang dari Yogyakarta untuk bermain.

“Waktu itu kami dari Yogya berputar-putar cari-cari angin. Saat pulang melihat kendaraan di pinggir jalan terus kita ada tujuan mau mengambil,” ucapnya.

 

(Red/Tanto)

Dukung Persatuan Kesatuan Masyarakat Kepri Ketum Kertang Jufri : Pilkada November 2024 Ansar Ahmad – Rudi satu

0

Batam – batamtimes.co – Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Kemasyarakatan Kerukunan Tempatan dan Pendatang (Kertang) Kepri melihat pilkada serentak 27 Nopember 2024 mendatang  Ansar Ahmad – Muhamad Rudi lebih baik bersatu.

Perihal itu disampaikan Ketum DPP Kertang H.Jufri Bakri ,kedua kandidat tersebut harus negarawan dan memikirkan masyarakat Kepri tidak terkotak- kotak .

“Saya lebih suka jika pada Pemilukada Nopember 2024 mendatang Ansar Ahmad  – Rudi berpasangan dalam pemilihan Gubernur-Wagub Kepri,ini jika melihat tinginya suhu Politik yang terjadi di tengah masyarakat Kepri sekarang ini,” demikian dikatakan Jufri,Jumat,(7/6/2024).

Lebih lanjut disampaikannya,kedua Tokoh itu jika dipadukan sangat cocok dan memiliki kamampuan  membangun Kepri untuk periode  2024-2029.

Kepri akan bangkit dan lebih berkembang dari sekarang ini,” jika mereka tidak berpasangan Ansar Ahmad –  Rudi  maka terbelahnya dukungan antar masyarakat di Kepri akan kembali terbuka lebar,padahal pasca Pilpres belum lagi pulih sepenuhnya,” ungkap Jufri

Ketika disingung www.batamtimes.co ,jika Ansar Ahmad  – Rudi maju bersama maka tidak akan ada lawan tanding yang mau mendaftar pada Pemilukada November mendatang,Jufri dengan lugas mengatakan,lebih baik melawan kotak kosong daripada timbul perpecahan.

Jufri Bakrie menambahkan,Info yang diterima di DPP Kertang ,jika Ansar dan Rudi maju , Masyarakat yang ada di enam kabupaten kota di Kepri sudah memiliki jagoan masing masing,” Sekarang masyarakat di Kepri sudah terkotak- kotak dengan pilihan tersendiri dan sudah menimbulkan gesekan antara masyarakat di Kepri pilihannya jika tidak Ansar ,ya Rudi,” jelas Jufri.

(Red/Lian)

Polresta Yogya Gulung 24 Tersangka Narkoba

0

Yogyakarta – batamtimes.co – Sebantak 24 kasus narkoba berhasil diungkap oleh jajaran Satres Narkoba Polresta Yogyakarta dalam kurun waktu satu bulan.

“Dari 24 kasus yang diungkap, 10 kasus diungkap sebelum Operasi Narkoba Progo tahun 2024. Sedangjan, 14 kasus diungkap selama periode Opserasi Narkoba Progo 2024,” kata Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta, AKP Ardiansyah Rolindo Saputra, dalam jumpa pers Jumat 7 Juni 2024.

Diketahui, Opserasi Narkoba Progo tahun 2024 dilaksanakan selama 14 hari yang dimulai tanggal 22 Mei hingga 4 Juni 2024.

Ia mengatatakan, dalam operasi tersebut, pihaknya berhasil mengamankan 24 tersangka, terdiri dari 21 laki-laki dan 3 perempuan.

“Berbagai barang bukti pun berhasil disita, yaitu sabu sebanyak 23,39 gram, ganja sebanyak 35,28 gram, dan obat terlarang sebanyak 77.856 butir,” urainya.

Pihaknya mengklaim, barang bukti yang disita tersebut berhasil menyelamatkan 78.090 orang dari bahaya penyalahgunaan narkoba.

Ardiansyah menjelaskan kasus-kasus yang ditangani itu masih dalam proses pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

 

(Red/Tanto)

Realisasi Triwulan I 2024, Investasi di Batam Tumbuh Signifikan

0

Batam – batamtimes.co – Realisasi investasi di Kota Batam kembali mengalami pertumbuhan signifikan pada Triwulan I 2024.

Berdasarkan catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, nilai investasi di Batam mencapai Rp 7,45 triliun. Dengan rincian, nilai Penanaman Modal Asing (PMA) berjumlah Rp 5,73 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 1,71 triliun.

Tidak hanya itu, realiasi tersebut juga tumbuh lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2023 lalu. Dimana persentasenya pun mencapai 85 persen.

Melihat perkembangan investasi tersebut, Kepala BP Batam, H. Muhammad Rudi pun mengapresiasi kerja keras seluruh pihak.

Menurut Muhammad Rudi, pencapaian ini tidak terlepas dari kerja keras dan kolaborasi seluruh komponen daerah dalam menjaga iklim investasi di Batam.

“Mari kita jaga kenyamanan dan keamanan kota tercinta kita ini agar investor dapat terus menanamkan modalnya di Batam. Apabila investasi terus meningkat, maka ekonomi pun bisa terus bangkit dan membuka peluang kerja bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (6/6/2024).

Muhammad Rudi tak memungkiri, pertumbuhan investasi tersebut berkat kemajuan Batam yang begitu pesat.

Dengan berbagai program strategis BP Batam ke depan, Muhammad Rudi pun optimistis, nilai investasi di Batam akan terus meningkat hingga akhir tahun 2024 mendatang.

Sehingga, pertumbuhan ekonomi Batam pun akan kembali naik dari 7,04 persen menjadi 7,5 persen atau bahkan 8 persen.

“Upaya dalam menjadikan Batam sebagai kota maju perlu mendapat dukungan dari seluruh elemen daerah. Apabila Batam maju, maka anak-cucu kita nanti akan menikmatinya,” tambah Rudi.

Di Bawah kepemimpinannya, Muhammad Rudi menegaskan bahwa BP Batam berkomitmen untuk terus memberikan kemudahan perizinan dan pelayanan terbaik kepada para investor.

Dengan adanya perluasan sektor industri, suami dari Hj. Marlin Agustina tersebut meyakini jika Langkah strategis tersebut juga akan membuat Batam menjadi salah satu daerah unggulan investasi di Indonesia.

“Rancangan kemajuan Batam sudah saya siapkan. Saya butuh dukungan dari seluruh pihak agar ini bisa terwujud dengan maksimal,” tutup Rudi.

 

(Red/Adi)

Tingkatkan Kompetensi SDM, 38 Pegawai BP Batam Ikuti Pelatihan Teknis SMKU 2024

0

Batam – batamtimes.co – Sebanyak 38 pegawai BP Batam mengikuti kegiatan Pelatihan Teknis Sistem Manajemen Kelangsungan Usaha (SMKU) Tahun 2024 di Gedung IT, Batam Center, Rabu, (5/6/2024)

Pelatihan ini diselenggarakan oleh Kemenko bidang Perekonomian dan Badan Standarisasi Nasional bekerjasama dengan BP Batam. Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari, Rabu – Jumat, 5-7 Juni 2024.

Pelatihan ini juga turut mengundang peserta dari pemerintah daerah kota Batam, Provinsi Kepri dan Pengelola KEK NDP serta KEK Batam Aero Technic.

Pelatihan SMKU bertujuan untuk mempelajari manajemen risiko tentang bagaimana memitigasi risiko bencana yang disebabkan oleh alam, kemajuan teknologi, globalisasi hingga perubahan iklim yang menyebabkan munculnya bencana – bencana baru.

“Dengan berbagai capaian kinerja ekonomi di Batam saat ini, penting untuk dilakukan antisipasi potensi resiko baik bencana alam maupun teknologi sehingga pada prosesnya dapat menjaga kepercayaan dan keberlangsungan bisnis dunia usaha,” kata Sesmenko Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam sambutanya melalui zoom meeting.

Senada, Anggota Bidang Kebijakan Strategis BP Batam, Enoh Suharto Pranoto mengatakan mitigasi risiko dilakukan untuk menjaga iklim investasi Batam agar tetap kondusif, berkualiatas, berdaya saing dan berkelanjutan sehingga pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi Batam terus meningkat.

Mengingat, KPBPB Batam merupakan Kawasan Strategis Ekonomi yang memiliki nilai strategis secara nasional sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pertumbuhan ekonomi Batam tahun 2023, 7,04% melampaui pertumbuhan ekonomi Kepri 5,20% dan Nasional 5,05%,” ucap Enoh.

“Semoga dengan pelatihan yang baik ini dapat meningkatkan wawasan dan kompetensi dalam meningkatkan resiliensi usaha atau bisnis dalam menghadapi disrupsi dan bencana di kawasan strategis ekonomi,” harapnya.

Sementara, Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan dan Menajemen Kinerja, Endry Abzan menambahkan bahwa pelatihan tersebut selain meningkatkan kompetensi SDM dalam manajemen risiko juga wujud komitmen pihaknya untuk mendukung percepatan penerapan SMKU.

“Dengan meningkatnya kompetensi SDM dalam manajemen risiko, semoga menjadi motivasi dalam meningkatkan nilai Manajemen Risiko Indeks (MRI) BP Batam di tahun 2024 menjadi level 3 dari tahun sebelumnya yang baru di level 2 (berkembang) atau telah memenuhi MRI atas penilaian BPKP,” tandas Endry.

 

(Red/Adi)

Update Pergeseran Warga Rempang, Sebanyak 98 KK Telah Menempati Hunian Sementara

0

Batam – batamtimes.co – BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap empat Kepala Keluarga (KK) yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City ke hunian sementara, Kamis (6/6/2024).

Jumlah tersebut menambah total warga Rempang yang telah menempati hunian sementara menjadi sebanyak 98 KK.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait menyampaikan jika pihaknya tetap mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif dalam menangani dampak sosial kemasyarakatan proyek pembangunan Kawasan Rempang sebagai pusat ekonomi baru.

“Sesuai instruksi Kepala BP Batam, percepatan realisasi proyek Rempang Eco-City tetap mengedepankan hak-hak masyarakat. Sehingga, tidak ada hak warga yang terabaikan,” ujar Tuty, panggilan akrabnya.

Di samping itu, Tuty juga menyampaikan komitmen BP Batam untuk mempercepat realisasi investasi di Rempang.

Bukan tanpa alasan, kata Tuty, program Rempang Eco-City menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah. Sehingga, realisasi investasinya pun perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen daerah.

Tidak hanya itu saja, rencana investasi pengembangan Rempang pun akan membuka peluang kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“BP Batam berharap, seluruh proses ini dapat rampung dan mendapat dukungan dari seluruh pihak,” tambahnya.

Pada kesempatan ini, Tuty juga memaparkan terkait progres pengerjaan empat rumah contoh di Tanjung Banon.

Hingga saat ini, lanjut Tuty, BP Batam telah menyelesaikan pengerjaan keempat rumah tersebut.

Pihaknya pun juga telah menyelesaikan pengerjaan jalan masuk di areal rumah baru untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco-City.

“Hingga saat ini, pengerjaan rumah sudah 100 persen. Untuk jalan masuk, BP Batam sudah melakukan pengaspalan dengan lebar 6 meter. Sedangkan untuk jalan Kawasan, kami masih terus berkoordinasi dengan Kementerian PUPR,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

BP Batam Alex Sumarna : Selama 25 Tahun PT ATB penerima konsesi pengelolaan air minum di Batam wajib dikenakan pajak air permukaan.

0

Batam – batamtimes.co – BP Batam Tegaskan bahwa Penerima Konsesi Merupakan Subjek Pajak yang Wajib Memenuhi Kewajiban Pembayaran Pajak Air Permukaan

Badan Pengusahan Batam (BP Batam) menanggapi pemberitaan yang muncul berkaitan dengan keterangan PT Adhya Tirta Batam (ATB) yang menyatakan dalam Hak Jawabnya bahwa pembayaran pajak air permukaan (PAP) merupakan kewajiban BP Batam.

Melalui Kepala Biro Hukum dan Organisasi, Alex Sumarna yang didampingi oleh Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait di Batam Center, BP Batam menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidaklah benar.

Alex Sumarna mengatakan bahwa PT. ATB sebagai Perusahaan penerima konsesi pengelolaan air minum di Batam selama 25 tahun, merupakan pihak yang sesuai perundangan merupakan subjek pajak yang wajib dikenakan kewajiban pembayaran pajak air permukaan.

“PT ATB adalah pengelola air minum di pulau Batam mulai dari hulu hingga hilir selama 25 tahun. Sebagai pihak yang melakukan pengambilan dan memanfaatkan air baku, dikenakan kewajiban pajak air permukaan (subyek pajak) adalah PT ATB.” Kata Alex, Kamis, (6/6/2024).

Pria yang pernah menjadi Asdatun Kejati Kepri ini menambahkan bahwa tercantum dalam tagihan pajaknya, PT ATB yang menjadi subyek pajak terhutang.

Ia juga menjelaskan bahwa selama masa konsesi sampai dengan berakhirnya konsesi selama 25 tahun, PT ATB selalu taat membayar pajak air permukaan kepada Pemprov kepri.

Alex menjabarkan bahwa yang lalai tidak dibayarkan adalah selisih kenaikan tarif yang terjadi saat diberlakukan Pergub Kepri, sehingga muncul tunggakan tagihan.

“PT ATB tidak mau membayar adanya selisih kenaikan tarif yang pernah diberlakukan berdasarkan pergub kepri (2 tahun) yang nilainya mencapai 48 miliar. Yang menjadi tunggakan dalam kasus ini bukan PT ATB tidak mau membayar pajak air permukaan, namun PT ATB tidak mau membayar selisih dari kenaikan tarif pajak air permukan yang pernah diberlakukan pemerintah (Pemprov Kepri) tersebut.” Jelas Alex dalam keterangannya.

Tunggakan pajak itu muncul setelah terbit Peraturan Gubernur Kepri Nomor 25 Tahun 2016 yang mengatur terkait Nilai Perolehan Air (NPA) permukaan.

Meskipun setelahnya terbit Peraturan Menteri PU PR Nomor 15 Tahun 2017 tentang Tata Cara Penghitungan Besaran Nilai Perolehan Air Permukaan. Namun terbitnya peraturan tersebut tidaklah menghilangkan tunggakan pajak air permukaan yang mesti dibayarkan ATB.

Ia juga menegaskan bahwa dalam Putusan MA No.199B tidak ada menyebutkan/menyinggung kewajiban BP Batam untuk membayar Pajak Air Permukaan.

“Pemprov juga tidak pernah menagihkan hal tersebut kepada BP Batam. Yang ditagih subjek pajaknya yaitu PT ATB.” Terang Alex.

Kemudian merujuk kembali pada Pasal 2 Ayat (1) Huruf d Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang dimaksud Pajak Air Permukaan adalah pajak atas pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan.

Pemanfaatan air permukaan bagi perusahaan bermacam-macam, mulai dari proses produksi hingga untuk kebutuhan lainnya pada aktivitas sehari-hari.

Adapun PAP dipungut oleh Pemerintah Daerah Provinsi. Dan objek yang terbebas atau tidak dikenakan PAP di adalah: Pengambilan dan/atau pemanfaatan air permukaan oleh pemerintah dan pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait mengatakan pihaknya bahkan turut andil dalam menjembatani persoalan yang muncul sekitar tahun 2017 tersebut.

“BP Batam bahkan pada saat itu secara intensif melakukan rapat dan mediasi guna menjembatani polemik yang muncul antara PT ATB selaku pemegang konsesi dengan Pemerintah Provinsi Kepri.” Pungkas Tuty.

Pihaknya amat menyayangkan keterangan tidak benar yang disampaikan oleh pihak kuasa hukum PT ATB.

 

(Red/Adi)

Heppy Trenggono: Saat Ini Tantangan Petani Lebih Berat

0
Keterangan foto: Sarasehan bertema "Peluang dalam Budidaya Pertanian" yang diselenggarakan PMB dan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten, Jawa Tengah.

Jateng – batamtimes.co – Ketua umum Perkumpulan Masyarakat Batang (PMB)Dr. (H.C.) Heppy Trenggono, M.Kom mengatakan, tantangan petani saat ini lebih berat dibandingkan puluhan tahun lalu.

Untuk itu, dirinya meminta, petani dan pemerintah harus bahu saling membahu untuk meningkatkan kesejahteraan.

“Menjadi petani di Indonesia saat ini tantangannya lebih berat dibandingkan dengan periode beberapa puluh tahun lalu, maka kita perlu bahu membahu bersama pemerintah untuk membantu mereka,” ungkap Heppy Trenggono saat menjadi pembicara dalam sarasehan bertema “Peluang dalam Budidaya Pertanian” yang digelar PMB bekerja sama dengan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, Jawa Tengah,
Rabu 5 Juni 2024.

Heppy menggarisbawahi, industri, masyarakat, hingga petani harus menjadi kesatuan ekosistem ekonomi di Batang. “Dimana mereka saling terkait dan memberikan manfaat satu sama lain,” ungkapnya.

Heppy berharap, dengan adanya kegiatan semacam ini, pemerintah lebih memahami persoalan pertanian di Batang.

“Hal ini penting dilakukan untuk membantu petani pada khususnya dan sebagai bagian dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya,” ungkap Heppy.

Dalam kesempatan yang sama, Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Batang Wahyu Budi Santoso mengungkapkan, dalam era industrialisasi di Batang saat ini petani jangan sampai hanya sebagai penonton industri.

“Era industrialisasi sekarang petani dan pemerintah harus saling bersinergi. Sehingga, pendapatan petani bisa meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Founder Kedai Pangan dan Jaring Tani, Ahmad Supriyadi memaparkan mengenai budidaya tanaman koro pedang yang telah digelutinya.

“Nilai ekonomis dan strategis dari manfaat koro pedang sangat banyak. Diantaranya, untuk mengatasi kebutuhan impor kedelai yang sangat besar,” ucap Ahmad Supriyadi.

 

(Red/Tanto)

PMB dan Pegiat Sejarah Ungkap Fakta Menarik Warisan Budaya Batang

0

Jateng – batamtimes.co – Perkumpulan Masyarakat Batang atau PMB menggelar acara “Ngopi Bareng Pegiat Sejarah Batang” di Resto Pawon Simbah, Batang, provinsi Jawa Tengah, Kamis 6 Juni 2024.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pegiat sejarah, tokoh masyarakat, dan pemuda Batang yang memiliki ketertarikan dalam memahami sejarah daerahnya.

“Siapa yang tidak mengenal sejarahnya, dia tidak bisa membangun masa depan. Bahkan tidak memahami apa yang sedang terjadi saat ini,” kata Ketua PMB, DR (HC) Heppy Trenggono M.Kom dalam sambutannya.

Menurut Heppy, sejarah merupakan salah satu pondasi untuk membangun bangsa agar lebih baik kedepan.

“Pernyataan ini menekankan pentingnya memahami sejarah sebagai pondasi untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Penggagas gerakan Beli Indonesia ini mengungkapkan, acara “Ngopi Bareng Pegiat Sejarah Batang” ini mengungkap banyak fakta menarik, diantaranya: Batik, yang selama ini dianggap mulai ada sejak zaman Majapahit abad ke-13, ternyata telah ada di Batang sejak abad ke-8, diketahui melalui prasasti Gringsing.

“Dari Prasasti yang ditemukan, diketahui bahwa kelahiran Wangsa Syailendra terkait erat dengan wilayah Batang,” ungkap Heppy.

Masih menurut Heppy, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Raja Mataram, Yogyakarta, mengakui bahwa nenek moyangnya adalah Ratu Batang, dari Batang.

“Selain itu, banyak sekali ditemukan prasasti, candi, dan situs sejarah lain yang tersebar di seluruh wilayah Batang, yang menunjukkan bahwa wilayah ini memiliki peran signifikan dalam perkembangan peradaban Hindu-Budha di Indonesia,” ungkapnya.

Dijelaskan presiden Indonesia Islamic Business Forum (IIBF) ini, Kabupaten Batang telah ada sejak tahun 1614 dengan wilayah yang membentang hingga Wonosobo dan Banjarnegara. Peradaban yang ada di Batang lebih tua dari Mataram Yogyakarta, Majapahit, dan candi Borobudur.

Lebih lanjut Heppy mengungkapkan, acara ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai sejarah Batang, tetapi juga memperkuat jati diri generasi muda Batang.

“Sehingga mereka dapat tumbuh dengan rasa bangga terhadap warisan budaya dan sejarah daerahnya. PMB berharap ini menjadi langkah awal dari banyak inisiatif lain yang akan terus mengangkat sejarah dan budaya Batang ke permukaan, mendukung pembangunan yang berkelanjutan bagi masyarakatnya,” pungkas Heppy Trenggono.

Ditempat yang sama salah satu pegiat sejarah, Turadi dari Komunitas Syailendra, menyatakan, dari semua bukti-bukti sejarah membuktikan bahwa Batang merupakan cikal bakal peradaban nusantara.

Acara yang dibalut dengan makan bareng serta sarasehan itu, dihadiri oleh sejumlah pihak antara lain; Fathurrohman, Sadikin
(Komunitas Fosil Darah), Fatchurrozak Fazani (Komunitas Syailendra), serta Sugito Hadisastro (Komunitas Pena). Hadir pula pengurus PMB diantanya; Sekjen Wuryani, Ketua Haryono, Bendahara Popi Dian Hartini, Ketua PMB Batang Sukoningsih, Koordinator proyek sejarah Mardiono dan sekretaris proyek sejarah Edi Leksono.

 

(Red/Tanto)

BP Batam Paparkan RKP dan RKAKL Bersama Komisi VI DPR RI

0

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) paparkan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA-KL) di tahun anggaran 2025, pada Rabu (5/6/2024).

Paparan tersebut disampaikan dalam konsinyering yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golongan Karya, M. Sarmuji, di Sari Pacific Hotel, Jakarta

Pada kesempatan pertama, Kepala BP Batam melalui Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto, menyampaikan capaian beberapa kinerja ekonomi makro di KPBPB Batam yang menunjukkan perbaikan signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Pertama, pertumbuhan ekonomi rata-rata Kota Batam mulai tahun 2021 hingga 2023 mencapai angka 6,1 persen, dengan jumlah realisasi investasi secara akumulasi sebesar Rp116,82 triliun.

“Tingginya pertumbuhan rata-rata tersebut didorong oleh tingginya pertumbuhan ekonomi tahun 2023 yang mencapai 7,04 persen. Angka tersebut merupakan capaian tertinggi dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, melebihi pertumbuhan ekonomi nasional dan Provinsi Kepri,” jelasnya.

Selanjutnya, Purwiyanto memaparkan lima capaian sasaran strategis BP Batam yakni, peningkatan realisasi investasi di KPBPBB, peningkatan infrastruktur pendukung, peningkatan kualitas pelayanan perizinan, optimalisasi pemanfaatan asset Badan Layanan Umum (BLU), dan pengelolaan organisasi yang akuntabel serta efisien.

“Rata – rata capaian indikator kinerja sasaran strategis BP Batam tahun 2020 sampai 2023 adalah 95,70 persen. Angka ini kami upayakan untuk terus meningkat di tahun ini,” ujar Purwiyanto.

Berbagai pembangunan infrastruktur telah menjadi fokus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi dan tim selama lima tahun terakhir. Sebut saja pengembangan Pelabuhan Kargo Batu Ampar, revitalisasi Terminal 1 dan pembangunan Terminal 2 Bandara Internasional Hang Nadim Batam, pembangunan jalan dan drainase, pengelolaan air bersih, serta pengembangan pariwisata.

Selain itu, pengembangan 2 (dua) Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yaitu KEK Batam Aero Technic (BAT) di Kawasan Bandara Hang Nadim dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) di Kawasan Nongsa, serta pengembangan Kawasan Pulau Rempang sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco-City juga menjadi kegiatan priotitas BP Batam.

“Sebagai informasi, usulan KEK Khusus Pariwisata Kesehatan Internasional Batam telah diterima dan diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Bapak Airlangga Hartarto akhir bulan lalu. Ini akan menjadi KEK ketiga yang akan eksis di Kota Batam dan Provinsi Kepri,” ungkap Purwiyanto.

Sementara itu, perencanaan Jangka Panjang KPBPB Batam selama 20 (dua puluh) tahun ke depan sampai dengan tahun 2045 difokuskan pada pengembangan industri dalam tujuh sektor strategis yang memberikan nilai tambah tinggi, antara lain:

1. Hub Logistik International
2. Industri Kedirgantaraan
3. Industri Light dan Valuable
4. Industri Digital dan Kreatif
5. Perdagangan dan Keuangan Internasional
6. Industri Wisata Kesehatan terintegrasi di Sekupang
7. Industri Energi Baru dan Terbarukan (PLTS)

“Terhadap beberapa masukan dari para anggota dan pimpinan Komisi VI DPR RI akan menjadi perhatian BP Batam,” pungkas Purwiyanto.

Turut hadir dalam kegiatan, Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan Wahjoe Triwidijo Koentjoro; Anggota Bidang Strategis, Enoh Suharto Pranoto; Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi, Sudirman Saad; Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam beserta pejabat tingkat II di lingkungan BP Batam.

(Red/Anto)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga