8.6 C
New York
Sunday, April 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 255

9 KK Asal Desa Pasir Merah Pindah ke Hunian Sementara

0
Keterangan foto : Warga Desa Pasir Merah saat sedang bersantai di hunian sementara.

Batam- batamtimes.co – Sebanyak sembilan Kepala Keluarga (KK) asal Desa Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, pindah ke hunian sementara, Sabtu (14/10/2023).

Rafeah, warga asli Desa Pasir Merah, mengaku bahwa pergeseran terhadap keluarganya merupakan pilihan pribadi tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

Tidak hanya itu, lanjut Rafeah, keputusan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap realisasi program strategis pemerintah.

“Saya memilih pindah karena hati nurani tanpa ada paksaan dari manapun. Saya dan suami juga berterima kasih kepada pemerintah yang telah membantu kepindahan kami ke hunian sementara dengan baik,” ujar ibu anak satu tersebut.

Di sisi lain, Rafeah turut berpesan kepada warga yang belum bersedia untuk mendukung program Rempang Eco-City.

“Jangan sampai terprovokasi dengan pihak luar. Kalau ragu, bisa langsung bertanya ke orang yang lebih paham atau ke posko pemerintah yang ada,” tambahnya.

Hingga saat ini, sudah 40 KK yang bergeser ke hunian sementara.

Selain itu, jumlah yang mendaftar juga terus bertambah menjadi 348 warga. Sedangkan total yang telah berkonsultasi ke tim satuan tugas terkait hak-hak masyarakat dalam pembangunan Kawasan Rempang sebanyak 531 warga.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, pun menyambut baik progres pergeseran warga yang terdampak pengembangan Rempang tersebut.

Bukan tanpa alasan, sebagian warga di Desa Pasir Merah dan desa lainnya perlahan mulai membuka diri untuk menerima dengan senang hati realisasi investasi yang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tersebut.

“Progres ini tak terlepas dari komitmen BP Batam untuk mengedepankan sosialisasi secara persuasif terkait hak-hak masyarakat apabila pengembangan Kawasan Rempang terealisasi,” tegasnya.

Rudi meyakinkan bahwa pemerintah akan memprioritaskan kesejahteraan masyarakat dalam mewujudkan realisasi program Rempang Eco-City.

“Pemerintah pusat melalui BP Batam akan memperhatikan hak-hak masyarakat dalam realisasi investasi di Rempang,” pungkasnya.

Progres Rempang Eco-City, 31 KK Tempati Hunian Sementara

0

Batam – batamtimes.co – Jumlah warga terdampak pengembangan Rempang Eco-City yang telah menempati hunian sementara terus bertambah.

Terbaru, BP Batam kembali memfasilitasi pergeseran terhadap 5 Kepala Keluarga Keluarga (KK) asal Desa Sembulang Tanjung dan Pasir Panjang ke hunian yang berlokasi di tiga tempat berbeda, Kamis (12/10/2023).

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait menjelaskan bahwa kelima KK tersebut pindah ke Perumahan Cipta Asri, Perumahan Anggara Graha, dan Rusun Muka Kuning.

Pergeseran tersebut, lanjut Ariastuty, ikut menambah total keseluruhan warga yang telah pindah ke hunian sementara menjadi 31 KK.

“BP Batam berkomitmen untuk menyelesaikan investasi di Rempang sesuai instruksi pemerintah pusat. Sudah 31 KK yang pindah dan kami berharap jumlah tersebut bisa terus bertambah,” kata Ariastuty, Jumat (13/10/2023).

Ia mengatakan bahwa progres tersebut tak terlepas dari upaya BP Batam yang terus mengedepankan pendekatan persuasif selama melakukan sosialisasi dan pendataan terhadap warga yang terdampak pengembangan Rempang.

Di samping itu, pemerintah pusat melalui BP Batam juga berkomitmen untuk memperhatikan hak-hak masyarakat dalam pembangunan yang terdaftar sebagai Program Strategis Nasional tersebut.

“Pemerintah pusat juga menyampaikan komitmen bahwa pembangunan di Pulau Rempang, yang pertama memperoleh manfaatnya adalah warga Rempang sendiri,” pungkasnya.

Sementara, warga Desa Pasir Panjang yang telah menempati ke hunian sementara di Kawasan Ruko Buana Central Park, Azan, mengucapkan terima kasih kepada BP Batam yang telah bekerja maksimal dalam memfasilitasi pergeseran terhadap warga.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah karena telah memfasilitasi hunian sementara yang rasanya cukup nyaman. Kami menaruh harapan besar pada program pengembangan Rempang,” ungkapnya.

 

(Red/Adi)

Masyarakat Rempang Hadiri Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru

0

Batam – batamtimes.co – Ratusan warga Rempang yang telah digeser ke hunian sementara mengikuti Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru, di lapangan Kompleks Buana Central Park, Kamis (12/10/2023) malam.

Ketua Panitia Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru, Rusli menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, khususnya BP Batam yang telah memberikan yang terbaik bagi masyarakat yang telah bergeser ke hunian sementara.

Ia meyakini, pergeseran ini merupakan suatu langkah menuju kebaikan dimasa yang akan datang. Baik itu untuk Indonesia secara umum dan khususnya untuk masyarakat Rempang.

“Saya sangat yakin itu,” tegas Rusli yang juga warga Sembulang itu.

Ia juga mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya generasi muda untuk tetap kompak dan tidak terpecah belah menuju Indonesia Emas 2045. Begitu juga dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City ini salah satu yang disiapkan pemerintah menuju Indonesia Emas 2045. Rempang Eco City, akan membawa Rempang berkembang secara pesat.

“Tentunya PSN ini tidak akan melukai hati kita semua, khususnya kita orang Rempang,” kata Rusli lagi.

Rusli menambahkan, setelah bergeser ke hunian sementara, dirinya sudah diberikan tempat yang terbaik.

“Saya juga terima kasih sekali lagi kepada BP Batam dan unsur pemerintahan dari Forkopimda yang pada hari ini kami lebih baik dari sebelumnya,” imbuhnya.

Warga Kampung Pasir Panjang, Azan juga mengucapkan terima kasih kepada BP Batam yang telah memberikan hunian sementara yang sangat layak dan nyaman. Ia berharap, PSN Rempang Eco City ini dapat memberikan manfaat bagi dirinya dan warga Rempang lain.

“Apabila terealisasi, kami berharap dapat diberikan prioritas kepada anak-anak tempatan dalam merekrut tenaga kerja,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga Pasir Panjang lain, Juliana. Ia mengucapkan terima kasih kepada BP Batam yang telah memberikan hunian yang sangat nyaman kepada dirinya dan keluarga.

“Kami yakin, program strategis pemerintah ini bisa memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat Rempang kedepannya,” katanya.

Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad mengatakan, warga sangat optimis dan antusias agar PSN Rempang Eco City ini bisa diselesaikan. Hal ini bisa terlihat dari warga yang sudah mendaftar dan warga yang hadir pada malam Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru.

“Seluruh warga tetap optimis akan kita selesaikan proyek strategis nasional ini dan hari ini kita sudah lihat antusiasme masyarakat yang sudah mendaftar dan kenduri akbar pada malam hari ini,” katanya.

Ia melanjutkan, dinamika di lapangan saat ini masih dinamis. Namun dengan acara Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru ini, ia berharap kabar baik dari masyarakat yang telah bergeser ke hunian sementara bisa sampai kepada masyarakat yang masih menolak.

Sementara dari BP Batam, terus dibangun dengan cara-cara yang baik. Kepada warga tidak hanya disampikan hak-hak yang akan mereka peroleh. Namun, juga BP Batam menyiapkan hunian sementara yang layak seperti di kawasan Buana Central Park.

“Pemerintah pusat melalui BP Batam menyampaikan komitmen bahwa pembangunan di Pulau Rempang, yang memperoleh manfaatnya adalah warga Rempang sendiri. Kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas kami,” katanya.

 

(Red/Anto)

BP Batam Siapkan Beasiswa, Pelatihan Jahit hingga Konstruksi untuk Warga Rempang

0

Batam – batamtimes.co – Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi BP Batam, Sudirman Saad mengungkapkan, pemerintah menyiapkan sejumlah pelatihan bagi masyarakat Rempang yang telah menempati hunian sementara.

Sudirman mengatakan, pelatihan itu diberikan supaya masyarakat Rempang mempunyai keterampilan baru untuk meningkatkan kompetensi.

“Nanti warga yang pindah ke sini (hunian sementara) tidak hanya sekedar pindah, tetapi mereka juga akan dilatih,” ujarnya dalam Kenduri Akbar Masyarakat Rempang Baru di lapangan Kompleks Buana Central Park, Kamis (12/10/2023) malam.

Sudirman menjelaskan, nantinya akan ada UKM Center yang akan didirikan di lokasi hunian sementara warga Rempang. Di lokasi itu, akan diberikan pelatihan-pelatihan kegiatan produktif kepada ibu-ibu rumah tangga.

Seperti pelatihan menjahit hingga pelatihan memasak yang nantinya akan dipasarkan di lokasi hunian sementara.

“Jadi ada tambahan dari hak-hak yang disampaikan selama ini. Nanti juga ada program pemberdayaan yang akan kita lakukan,” katanya.

Sementara itu, kepada anak-anak juga dijamin untuk diterima di sekolah negeri terdekat dari lokasi hunian sementara. Begitu juga untuk yang telah menyelesaikan pendidikan SMA/SMK akan diberikan pilihan.

Jika ingin langsung bekerja, maka akan diberikan pelatihan agar bisa langsung masuk ke dunia kerja. Sementara bagi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, saat ini sudah dilakukan kerjasama dengan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

“Atau secara mandiri dia diterima di perguruan tinggi di Jawa atau di daerah luar, pemerintah akan mengusahakan ada beasiswa untuk mereka,” tegasnya.

Sementara bagi bapak-bapaknya, selama di relokasi juga diikutsertakan dalam pembangunan kawasan terpadu untuk masyarakat Rempang.

Selain itu, sebagaimana diketahui bahwa BP Batam mempunyai komitmen untuk membangun infrastruktur Kota Batam. BP Batam juga akan memfasilitasi untuk bapak-bapak ikut bekerja dalam pembangunan infrastruktur Kota Batam.

“Tahun depan kita akan membangun fly over dan kita akan memperlebar jalan lagi. Dan itu memerlukan tenaga kerja yang banyak. Jadi komitmen pemerintah, selain hak-hak warga yang sudah kita sampaikan selama ini, kita juga akan memberikan kesempatan baru dan memberdayakan mereka selama masa relokasi sementara,” imbuhnya.

(Red/Anto)

BP Batam Sampaikan Progres Pengembangan Rempang Eco-City ke Ombudsman RI

0

Batam – batamtimes.co – Realisasi Program Strategis Nasional yaitu Rempang Eco-City terus mendapat perhatian dari banyak pihak.

Terbaru, BP Batam berkesempatan untuk menyampaikan progres pengembangan Kawasan Rempang kepada perwakilan Ombudsman RI di Kantor Camat Galang, Selasa (10/10/2023).

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengungkapkan, perwakilan Ombudsman RI datang untuk memastikan bahwa sosialisasi dan pendataan terhadap warga berjalan dengan baik dan maksimal.

“Mereka juga memastikan bahwa warga yang bergeser ke hunian sementara telah mendapatkan hak-haknya. Dan hal tersebut telah BP Batam penuhi dengan memberikan biaya hidup sebesar Rp 1,2 juta dan uang sewa senilai Rp 1,2 juta kepada warga yang sudah menempati hunian sementara,” ujar Ariastuty.

Tidak hanya itu, lanjut Ariastuty, pihaknya juga menyampaikan jika warga yang terdampak pengembangan mulai membuka diri untuk menerima penyampaian BP Batam terkait rencana investasi Rempang Eco-City.

Hal ini dibuktikan dengan terus bertambahnya warga yang mendaftar untuk menempati hunian baru hingga tanggal 11 Oktober 2023.

Dengan rincian, warga mendaftar berjumlah 348 dan yang berkonsultasi dengan tim terkait hak-hak masyarakat dalam pembangunan sebanyak 526.

“348 warga tersebut juga tersebar di dua kelurahan yaitu Rempang Cate dan Sembulang. Kami berharap, angka ini terus bertambah ke depannya,” tambahnya.

BP Batam juga menyampaikan progres pergeseran terhadap warga yang terdampak pengembangan Kawasan Rempang ke hunian sementara.

Dimana, pergeseran dilakukan atas dasar keputusan pribadi warga tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.

“Kami juga menyampaikan bahwa jumlah KK yang telah bergeser ke hunian sementara sebanyak 26 KK. Seluruh progres ini tak terlepas dari instruksi Kepala BP Batam untuk mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi persuasif kepada warga selama sosialisasi dan pendataan berlangsung,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

Peningkatan Ruas Jalan dan Pembangunan Bundaran Bandara Sudah Mulai Terlihat

0

Batam – batamtimes.co – Sejumlah proyek infrastruktur yang dikerjakan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) sejak awal tahun 2023 ini sudah mulai kelihatan. Meski belum rampung sepenuhnya, keindahan pembangunan infrastruktur dan peningkatan ruas jalan yang dibangun tersebut sudah mulai kelihatan.

Dalam beberapa kesempatan, Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur dan peningkatan ruas jalan ini sebagai langkah BP Batam, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Batam.

Pembangunan infrastruktur dan peningkatan ruas jalan ini tidak hanya untuk kepentingan investasi semata, tapi juga untuk kemudahan mobilisasi dan mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Saya kembangkan ini agar ekonomi Batam semakin maju lagi. Kalau maju, masyarakat akan memiliki kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik dimasa depan, mari kita sambut pembangunan ini,” ujarnya.

Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, ada lima proyek pembangunan yang dilaksanakan BP Batam sejak Januari 2023.

Lima proyek itu dibangi ke dalam peningkatan ruas jalan arteri yang menghubungkan Batu Ampar hingga Batu Besar sepanjang 20 km dan pembangunan bundaran Bandara Hang Nadim.

“Untuk progres keseluruhan, hingga saat ini sudah mencapai 85,6 persen,” ujarnya, saat ditemui di kawasan Batam Center, Kamis (12/10/2023).

Ia menjelaskan, untuk proyek pertama adalah peningkatan ruas jalan Simpang Laluan Madani hingga bundaran Punggur. Saat ini, progres pengerjaan proyek tersebut sudah mencapai 92 persen.

Selanjutnya, peningkatan ruas jalan Bundaran Punggur hingga Simpang Bandara, yang progresnya sudah mencapai 98 persen.

Kemudian, Jalan Yos Sudarso Tahap 4 atau ruas jalan dari Underpass Pelita hingga Nagoya Gate. Saat ini, progresnya sudah mencapai 53 persen.

Ada juga, pengembangan ruas Jalan Hang Jebat dari Simpang Batu Besar hingga Simpang Turi Beach. Saat ini, progresnya sudah mencapai 100 persen.

Terakhir, pembangunan bundaran Bandara Hang Nadim yang saat ini progresnya sudah mencapai 85 persen.

“Kami mengupayakan pengerjaan yang sudah teken kontrak bisa selesai dengan tepat waktu. Kami berharap, pengerjaan bisa lancar, dan didukung penuh oleh masyarakat,” katanya.

(Red/Adi)

Sejak Pengoperasian STS Crane, Kegiatan Bongkar Muat Semakin Efektif

0

Batam – batamtimes.co – Kegiatan bongkar muat di Terminal Umum Batu Ampar telah berjalan efektif sejak dioperasikannya Ship to Shore (STS) Crane per 1 September 2023 lalu.

Pengoperasian STS Crane ini, sekaligus pemberlakuan penyesuaian tarif layanan kepelabuhanan melalui Peraturan Kepala BP Batam Nomor 4 Tahun 2023.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan, Dendi Gustinandar mengatakan, sejak dioperasikan pada 1 September 2023 lalu, satu unit STS Crane dapat mengakomodir 15 persen dari total volume kegiatan bongkar muat yang ada di Terminal Umum Batu Ampar.

Ia optimis pemanfaatan STS Crane untuk kegiatan bongkar muat di Terminal Umum Batu Ampar dapat terus meningkat, seiring dengan efektivitas layanan yang diberikan.

“Kita terus mengevaluasi pengoperasian STS Crane di Terminal Umum Batu Ampar dan saat ini sudah mengakomodir sekitar 4.500 box untuk periode 1-30 September 2023,” ujar Dendi Gustinandar dalam keterangan resminya, Rabu (11/10/2023).

Ia melanjutkan, selama pengoperasian STS Crane, rata-rata kapasitas bongkar muat peti kemas mencapai 20 box per jam. Hal ini lebih cepat jika dibandingkan dengan kapasitas bongkar muat menggunakan peralatan konvensional yang hanya mencapai 7 hingga 8 box per jam.

Adapun pelayaran domestik yang telah menggunakan layanan alat bongkar muat STS Crane antara lain SPIL; Tanto dan Temas.
Sementara untuk pelayaran internasional antara lain Snepac; Laut Mas; Mega Maritim; Putra Lautan Mandiri dan lainnya.

BP Batam saat ini, tambah Dendi, juga tengah mensosialisasikan pengoperasian Terminal Peti Kemas Batu Ampar tahap awal oleh PT Persero Batam.

Hal ini mengacu pada Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Dalam Rangka Penyediaan Infrastruktur untuk Pembangunan, Pengoperasian dan Pengembangan Terminal Peti Kemas Batu Ampar, antara Badan Pengusahaan Batam dan PT Persero Batam.

Untuk tahap awal pengoperasian dermaga utara Terminal Umum Batu Ampar oleh PT Persero Batam akan dimulai per November 2023, dengan nilai investasi sebesar Rp 1,1 triliun.

“Kami harapkan dukungan semua pihak agar Terminal Umum Batu Ampar dapat bertransformasi menjadi terminal peti kemas yang modern dan bertaraf internasional,” tandasnya.

(Red/Anto )

Evaluasi Kinerja, BU SPAM BP Batam Gelar Raker

0

Batam – batamtimes.co – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam bersama Mitra SPAM menggelar Rapat Kerja (Raker) di Balairungsari, Batam Center, Rabu (11/10/2023).

Raker ini dilaksanakan selama tiga hari pada 11-13 Oktober 2023. Adapun peserta raker diikuti oleh Direktur BU SPAM, Denny Tondano dan jajaran di lingkungan BP Batam, Direktur Utama PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir, Mujiarman Sukirno bersama jajaran.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengatakan, raker tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi dan melakukan penguatan profesionalitas dalam penyelenggaraan pelayanan air.

“Tujuan daripada raker ini akan mengevaluasi kinerja tahun 2023 dan rencana tahun 2024, apa yang menjadi tujuan SPAM, dan tentu layanan kepada masyarakat,” kata Wahjoe usai membuka raker.

Wahjoe juga menyampaikan, untuk mencapai target dan program harus dilakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi secara sistematis dan terarah. Menurutnya juga, komunikasi yang baik dapat menguatkan komitmen bersama demi kepentingan masyarakat.

“Ini kan tidak dikerjakan sendiri, dikerjakan dengan mitra maka harus ada keterbukaan sehingga kalau ada keterbukaan, ada komunikasi yang baik harapannya tidak akan muncul lagi masalah-masalah di lapangan,” ujarnya.

Senada, Direktur SPAM, Denny Tondano menekankan raker yang dilakukan pihaknya untuk mengevaluasi kinerja satu tahun pertama mitra operasional SPAM.

“Kita akan evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 1 tahun kerja sama, baru kemudian setelah itu kita akan tahu apa hambatan, apa yang harus dilakukan ke depan, walaupun sebenarnya rencana besarnya sudah ada,” jelas Denny.

Denny menambahkan pelayanan air menjadi perhatian utama pihaknya. Ia pun mengakui, pelayanan di masyarakat semakin meningkat setiap waktunya, walaupun masih membutuhkan waktu agar layanan dapat dijangkau sepenuhnya.

“Sebagaimana diperintahkan oleh Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi bahwa pelayanan air di Batam harus sangat baik dan tidak ada masyarakat yang tidak terlayani. Sehingga kita coba lakukan, hari ini sudah ada perbaikan, tapi belum maksimal,” sebutnya.

“Memang butuh waktu dan butuh kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan, kegiatan tambahan yang memang wajib dilakukan supaya pelayanan ini bisa membaik,” pungkasnya.

(Red/Adi)

Kebijakan Penangkapan Ikan Terukur Adalah Bentuk Kezaliman Bukan Keadilan

0
RUSDIANTO SAMAWA Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) dan Pendiri LBH Nelayan Indonesia.(foto: istimewa)

Jakarta – batamtimes.co – Kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota memberi peluang kepada investor di dalam dan luar negeri untuk memanfaatkan sumber daya ikan pada zona-zona industri melalui perizinan khusus berjangka 15 tahun.

Kebijakan tersebut, menargetkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 12 triliun pada 2024 atau meningkat Rp 1 triliun dari tahun 2021.

“Kebijakan ini menuai eksersif pada nelayan kecil disepanjang pesisir Indonesia. Kebijakan yang tak penuhi rasa keadilan. Nelayan seringkali dijadikan eksploitasi dari hal terkecil hingga penarikan PNBP yang sangat merugikan dapur rumah tangga nelayan.” Ucap Rusdianto Samawa dalam keterangan pers pada media (11 sept 2023).

Sementara eksploitasi penuh (fully exploited) dan eksploitasi berlebih (over exploited) telah berlangsung lama. Hal ini menunjukan pemerintah abaikan aspek lingkungan dan sustainability sumber daya perikanan.

“Selama izin PIT itu diberikan kepada perusahaan dalam dan luar negeri. Selama itu pula penangkapan ikan di Indonesia mengabaikan aspek keadilan. Eksploitasi ini bentuk kezaliman yang nyata terhadap kedaulatan perikanan. Membuat nelayan menjerit, harus bersaing dengan seluruh perusahaan – perusahaan oligarki dalam dan luar negeri yang mendapat izin tersebut.” Kata Rusdianto

Keputusan Menteri KKP tersebut, tidak bersifat keberlanjutan, lebih pada kezaliman atas eksploitasi pada seluruh kelompok sumber daya ikan seperti pelagis besar, udang penaeid, lobster dan rajungan di semua WPP RI.

Sementara seluruh jenis kelompok sumber daya ikan itu sudah sudah mengalami fully exploited dan over exploited. Tidak ada lagi yang berstatus moderate.

Rusdianto melihat lebih jauh bahwa kedepan kebijakan kelautan perikanan harus strong sustainability, Kebijakan PIT harus dibatalkan. KKP bertanggungjawab atas pelanggaran Pasal 33 ayat (4) UUD 1945. Karena telah mengabaikan prinsip penting dalam penyelenggaraan perekonomian nasional tidak terkecuali di bidang perikanan.”

 

 

(Red/Anto )

Evaluasi Kinerja, BU SPAM BP Batam Gelar Raker

0

Batam – batamtimes.co – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam bersama Mitra SPAM menggelar Rapat Kerja (Raker) di Balairungsari, Batam Center, Rabu (11/10/2023).

Raker ini dilaksanakan selama tiga hari pada 11-13 Oktober 2023. Adapun peserta raker diikuti oleh Direktur BU SPAM, Denny Tondano dan jajaran di lingkungan BP Batam, Direktur Utama PT Air Batam Hulu dan PT Air Batam Hilir, Mujiarman Sukirno bersama jajaran.

Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro mengatakan, raker tersebut dilaksanakan untuk mengevaluasi dan melakukan penguatan profesionalitas dalam penyelenggaraan pelayanan air.

“Tujuan daripada raker ini akan mengevaluasi kinerja tahun 2023 dan rencana tahun 2024, apa yang menjadi tujuan SPAM, dan tentu layanan kepada masyarakat,” kata Wahjoe usai membuka raker.

Wahjoe juga menyampaikan, untuk mencapai target dan program harus dilakukan perencanaan, monitoring dan evaluasi secara sistematis dan terarah. Menurutnya juga, komunikasi yang baik dapat menguatkan komitmen bersama demi kepentingan masyarakat.

“Ini kan tidak dikerjakan sendiri, dikerjakan dengan mitra maka harus ada keterbukaan sehingga kalau ada keterbukaan, ada komunikasi yang baik harapannya tidak akan muncul lagi masalah-masalah di lapangan,” ujarnya.

Senada, Direktur SPAM, Denny Tondano menekankan raker yang dilakukan pihaknya untuk mengevaluasi kinerja satu tahun pertama mitra operasional SPAM.

“Kita akan evaluasi kegiatan yang dilakukan dalam 1 tahun kerja sama, baru kemudian setelah itu kita akan tahu apa hambatan, apa yang harus dilakukan ke depan, walaupun sebenarnya rencana besarnya sudah ada,” jelas Denny.

Denny menambahkan pelayanan air menjadi perhatian utama pihaknya. Ia pun mengakui, pelayanan di masyarakat semakin meningkat setiap waktunya, walaupun masih membutuhkan waktu agar layanan dapat dijangkau sepenuhnya.

“Sebagaimana diperintahkan oleh Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi bahwa pelayanan air di Batam harus sangat baik dan tidak ada masyarakat yang tidak terlayani. Sehingga kita coba lakukan, hari ini sudah ada perbaikan, tapi belum maksimal,” sebutnya.

“Memang butuh waktu dan butuh kegiatan-kegiatan yang harus kita lakukan, kegiatan tambahan yang memang wajib dilakukan supaya pelayanan ini bisa membaik,” pungkasnya.

 

(Red/Adi )

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga