8.6 C
New York
Monday, April 13, 2026
spot_img
Home Blog Page 265

Situasi Kawasan Rempang Kondusif, BP Batam Apresiasi Sikap Kooperatif Masyarakat

0
Keterangan Foto : Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait

Batam- batamtimes.co- Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa situasi di Kawasan Rempang sudah kondusif, Jumat (8/9/2023).

Hari kedua ini, kata Ariastuty, kondisinya jauh lebih baik dari sebelumnya.

Bukan tanpa alasan, masyarakat yang bermukim di areal Kantor Camat Galang mulai kooperatif saat personel keamanan gabungan masuk ke wilayah mereka.

“Informasi kami terima dari tim satuan tugas di lapangan. Kami pun berterima kasih kepada masyarakat yang sudah mempersilahkan masuk tim satgas dan tim pengukuran,” ujarnya, Jumat (8/9/2023).

Pihaknya pun mengapresiasi tindakan kooperatif masyarakat tersebut. Sehingga, tak ada gesekan yang terjadi antara warga dan personel keamanan gabungan.

Ariastuty berharap, pengembangan Kawasan Rempang dapat memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat ke depan.

“Melalui pengembangan Rempang, kesejahteraan dan taraf ekonomi masyarakat ikut terdampak positif,” pungkasnya.

 

(Red/Eka)

Bentrokan di Jembatan Barelang, KAMMI Kepri Sesalkan Sikap Represif Aparat

0

Tanjungpinang – batamtimes.co – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kepri menyesalkan terhadap terjadinya bentrokan antara Aparat Kepolisian, TNI, Satpol PP dan Masyarakat Pulau Rempang pada Kamis, 7 September 2023 di Jembatan Barelang 4 Kota Batam.

Bentrokan ini adalah buntut dari rencana pemerintah dalam rangka melaksanakan program Nasional pengembangan pulau rempang menjadi kawasan Eco City, dimana pemerintah dinilai abai dalam menanggapi aspirasi dari masyarakat adat Melayu yang telah lama menetap disana.

“Kita melihat ini adalah buntut dari rencana pemerintah yang akan melaksanakan proyek Nasional pembangunan Rempang Eco City.” Ucap Rafika (Ketua KAMMI Kepri)

“Kami mendesak adanya pembukaan ruang diskusi antara Masyarakat Pulau Rempang dengan pemerintah dan pengembang sebagai bentuk partisipasi publik yang berarti, bagaimanapun juga kita  harus menghormati hak masyarakat adat melayu yang telah bermukim disana dan belum enggan direlokasi”. Tambah Rafika

Selanjutnya, bentrok yang terjadi pada hari ini juga sangat kita sesali. Aparat menggunakan gas air mata dan menembakkannya ke Masyarakat yang menghadang agar aparat tidak masuk ke kampung mereka, akibatnya banyak warga dan anak-anak sekolah yang mengalami luka dan harus dibawa ke rumah sakit.

“Kita sangat menyesalkan dan prihatin terhadap perilaku represif aparat. Bentrokan dan adanya tembakkan gas air mata diketahui mengakibatkan sejumlah masyarakat dan anak-anak menjadi korban sehingga ada yang harus dibawa ke rumah sakit”. Ujar Rafika.

“Pemerintah dan aparat yang bertugas harus menghentikan tindakan represif terhadap masyarakat, membuka ruang disksusi, dan bermusyawarah. Kita yakin segala sesuatu yang memang diaykini akan membawa kebaikan harus ditempuh dan dimulai dengan cara-cara yang baik.” Tutup Rafika

 

(Red/Sona )

Minggu Depan, BU SPAM BP Batam Mulai Lakukan Pembangunan Jaringan Baru

0
Keterangan foto : Direktur BU SPAM BP Batam Denny Tondano.

Batam – batamtimes.co – Badan Usaha Sistem Pengelolaan Air Minum (BU SPAM) BP Batam telah melaksanakan MC-0, untuk pembangunan jaringan pipa baru ke daerah yang memiliki kontur tanah (elevasi) yang tinggi.

Mutual check awal atau biasa yang disebut MC-0 ini, merupakan kegiatan penghitungan kembali volume item pekerjaan dan disesuaikan antara gambar rencana dengan kondisi lapangan. Sehingga bisa mendapatkan volume actual yang sesuai dengan kondisi real pekerjaan.

“Beberapa waklu lalu telah kita laksanakan MC-0 untuk pembangunan jaringan ini. Mulai dari pengukuran dan sebagainya,” Direktur BU SPAM BP Batam, Denny Tondano, Jumat (8/9/2023).

Ia melanjutkan, setelah dilaksanakan MC-0 beberapa waktu yang lalu, pihaknya langsung menyiapkan seluruh peralatan yang dibutuhkan untuk penguatan jaringan baru tersebut. Termasuk, memesan pipa berukuran 200 mm dan penyiapan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan Sekupang.

“Semua sudah kita pesan, kemungkinan minggu depan sudah bisa jalan dan alat-alat berat sudah bisa turun ke lokasi,” katanya.

Untuk penguatan jaringan ini, BU SPAM BP Batam akan membangun jaringan baru di kawasan Tiban V. Jaringan baru ini akan dibangun sepanjang 2,2 kilometer dengan pipa 200 mm dan ditambah dengan IPA 20 lpd di Dam Sei Harapan.

Pembangungan ini, dilaksanakan untuk mengatasi persoalan air di wilayah Patam Lestari, Perumahan Woodland, Perumahan Cipta Green Mansion dan daerah sekitarnya.

Selanjutnya, pekerjaan yang sama juga dilakukan untuk kawasan Sagulung Baru. BU SPAM BP Batam akan menambah jaringan pipa baru berukuran 200 mm.

Untuk kawasan Sagulung Baru, BU SPAM BP Batam akan memperpendek jarak dari pipa utama. Sehingga, suplai air akan lebih cepat sampai ke daerah elevasi tinggi di kawasan Sagulung Baru.

Dengan penambahan pipa 200 mm sepanjang 2,4 kilometer, akan dapat mengaliri sekitar 2.000 sambungan di wilayah Sagulung Baru, Seibinti dan Seilekop.

Terakhir, pembangunan jaringan pipa baru di wilayah Tanjunguncang. Jaringan pipa ini untuk daerah Sumberindo, Central Park dan daerah sekitarnya.

Denny menambahkan, penguatan jaringan ini merupakan perintah dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi kepada pihaknya, agar terus meningkatkan pelayanan dan ketersediaan air bersih di Kota Batam.

“Untuk pekerjaannya nanti akan dilakukan secara serentak. Estimasi kita untuk penguatan jaringan ini sekitar 1 bulan, jika tidak ada kendala di lapangan,” imbuhnya.

 

(Red/Adi)

Kepala BP Batam: Masyarakat Jangan Terprovokasi Isu Miring

0
Keterangan Foto : Kepala BP Batam Muhammad Rudi.

Batam – batamtimes.co – Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dengan kabar miring terkait situasi Pulau Rempang.

Hal ini bertujuan untuk menjaga situasi kondusif di Kota Batam. Mengingat, banyak oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momentum pengembangan Pulau Rempang untuk menyebarkan isu negatif.

“Sesuai pesan Kepala BP Batam, masyarakat jangan terprovokasi isu miring. Serap informasi dengan baik sebelum meneruskannya di media sosial. Tetap jaga persatuan,” ujar Ariastuty, Jumat (8/9/2023).

Ariastuty juga menyampaikan bahwa situasi Kawasan Rempang dalam keadaan kondusif pasca pemblokadean pintu masuk Jembatan 4 Barelang oleh sekelompok masyarakat.

Kabar tersebut didapat berdasarkan laporan terkini tim satuan tugas yang berada di lapangan. Tepatnya di areal Jembatan 4 Barelang dan Rest Area Simpang Rezeki Galang.

“Situasi pagi ini kondusif. Masyarakat sekitar pulau pun diharapkan dapat beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.

 

(Red/Ali)

Rusdianto Minta Investor Ikan Berikan Permodalan Nelayan Pulau Sumbawa

0
Keterangan Foto : Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI) Rusdianto.

Sumbawa – batamtimes.co – Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (FNI), Rusdianto meminta investor ikan agar berikan permodalan nelayan di Pulau Sumbawa.

Kedatangan investor diterima oleh segenap pengurus Paguyuban Nelayan se Pulau Sumbawa bertempat di Hotel Grand Samota pada Februari lalu.

Kedatangan investor itu, sekaligus melihat sentra pendaratan ikan se Pulau Sumbawa. Semua investor ikan sudah mengerti, mulai harga ikan dipasar lokal, jenis komoditasnya, suplay changes ya, infrastruktur yang tersedia dan lainnya.

“Rusdianto sendiri akui kelemahan pembangunan infrastruktur pesisir dan maritim Pulau Sumbawa. Pemerintah daerah terasa tak peduli dengan kehidupan masyarakat pesisir.” kata Ketua Umum Front Nelayan Indonesia (6/23)

Masa depan pesisir Pulau Sumbawa belum jelas. Memang belum ada roadmap pemerintah untuk berfikir progresif membangun pesisir. Padahal kebutuhan mendesak itu, upaya pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir sesuai regulasi RTRW dan Zonasi Kawasan Pesisir.

Dari potensi 71 Desa dan 15 Pulau itu harus terkoneksi sehingga pola pembangunan terintegrasi antar desa pesisir tersambung, misalnya pengembangan dan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), belum ada sama sekali.

“Ini yang memberatkan negosiasi bisnis distribusi hasil tangkapan nelayan. Selama ini, semua transit di Bali, yang menikmati PNBPnya Bali. Karena satu-satunya jalur eksport bisa dilakukan lewat Bali.” Kata Rusdianto

Front Nelayan Indonesia, anggap penting sekali dengan meminta permodalan pembelian komoditas ikan yang diekspor. Jumlah permintaan Rusdianto untuk modal pembelian saja capai 22 miliar rupiah dengan kalkulasi 500-800 ton ikan.

“Jelas modal tersebut, digunakan untuk pembelian kapal tangkap, perbaiki Tempat Pelelangan Ikan (TPI), pembangunan Cold Storage Portabel, pembelian mobil Termocking hingga modal bekerja nelayan di laut serta buruh yang bekerja di TPI saat pendaratan ikan.” Lanjut Rusdianto

Berharap kepada investor Ikan yang sudah lakukan kontrak agar segera merealisasikan. Karena sebelumnya mereka sudah diajak keliling ke seluruh sentra aktivitas bongkar muat ikan oleh pengurus Badan Otonom Front Nelayan Indonesia (FNI).

“Ya mohon doa dan dukungan, semoga perjuangan dinelayan ini, dapat membuahkan hasil untuk peningkatan ekonomi para nelayan, ABK, Captain, dan keluarga rumah tangga nelayan itu sendiri.” Tutupnya.

 

 

(Red/Amir)

Bantah Ada Korban Jiwa, BP Batam Ajak Masyarakat Jaga Situasi Kondusif

0
Keterangan Foto : Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait

Batam – batamtimes.co – BP Batam melalui Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol, Ariastuty Sirait, membantah kabar miring yang menyebutkan adanya korban jiwa pada peristiwa pengukuran Kawasan Rempang oleh personel keamanan gabungan.

Hal ini seiring maraknya isu miring yang berhembus di media sosial saat masyarakat berusaha memblokade ratusan personel di areal Jembatan 4 Barelang, Kamis (7/9/2023).

“Kabar itu tidak benar. Tidak ada korban jiwa. Untuk balita dan pelajar yang terhirup gas air mata telah mendapat pertolongan dari aparat kepolisian serta tim medis,” ujar Ariastuty.

Ia mengungkapkan, tindakan tegas dari personel keamanan gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP dilakukan akibat aksi provokatif yang dilakukan oleh oknum masyarakat yang tak bertanggung jawab.

Selain lemparan batu serta botol kaca ke arah petugas, beberapa masyarakat di areal Rest Area Simpang Rezeki juga mencoba melempari aparat dengan bom molotov saat hari mulai gelap.

Aksi anarki tersebut sangat disayangkan karena mampu melukai personel yang bertugas ataupun masyarakat sekitar yang berada di lokasi.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap berhati-hati dalam menerima dan mencerna pesan yang tersebar di media sosial. Hal ini bertujuan agar masyarakat Kota Batam tak terprovokasi dengan situasi terkini di Pulau Rempang,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia akan Gelar Rakernas Tahun 2023

0
Keterangan Foto : Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat IPHI, KH Ahmad Gufron.

Jakarta – batamtimes.co  Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia atau IPHI akan menggelar Rakernas tahun 2023 pada Minggu,(10/9/2023)

Rencananya, Rakernas IPHI akan dilangsungkan di Nusantara V Gedung DPR-MPR RI Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

“Rakernas IPHI diadakan sekurang-kurangnya 2 kali dalam 5 tahun masa bakti kepengurusan. Rakernas bertujuan untuk menjabarkan program umum yang tertuang dalam Keputusan Muktamar VII tanggal 12 Juni 2021 di Jakarta,” kata Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat IPHI, KH Ahmad Gufron, Kamis 7 September 2023.

Menurutnya, selain itu, Rakernas IPHI juga bertujuan untuk menjabarkan program umum keputusan Muktamar, memantapkan koordinasi organisasi tingkat nasional, membuat evaluasi kegiatan pasca Muktamar.

“Selain itu untuk menyiapkan perencanaan untuk melaksanakan program, menampung dan membahas berbagai permasalahan,” jelasnya.

Dijelaskan Gufron, Rakernas IPHI akan dihadiri sekitar 400 orang dari berbagai daerah.

“Mulai dari pengurus pusat, pengurus provinsi, Kabupaten/Kota, Pimpinan Majlis Ta’lim serta undangan lain,” ungkapnya sembari menyebut Menkopolhukam Mahfud MD dijadwalkan membuka Rakernas IPHI.

 

(Red/Tanto)

BP Batam Telah Melakukan Sosialisasi Sebelum Dilakukan Pengukuran

0
Keterangan Foto : Masyarakat yang tengah melakukan pemblokiran jalan (7/9/23)

Batam – batamtimes.co – Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat Rempang Galang untuk melakukan pengukuran tata batas hutan Rempang, Kamis (7/9/2023).

Hal ini, dilaksanakan dalam menindaklanjuti arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Namun, sosialisasi tersebut tidak diindahkan oleh masyarakat, dengan melakukan pemblokiran jalan dan sweping di Jembatan 4 Barelang.

Sehingga Tim terpadu Kota Batam terpaksa melakukan pembubaran paksa dengan gas air mata kepada sekelompok masyarakat yang melakukan pemblokiran jalan dan swiping.

Sebelum melepaskan tembakan gas air mata, Tim Terpadu telah meminta masyarakat untuk tidak melakukan pemblokiran jalan dan sweping. Karena tindakan tersebut, merupakan pelanggaran hukum.

“Mohon perhatiannya, kami dari Tim Terpadu mengimbau kepada saudara-saudara sekalian untuk membubarkan diri. Karena tindakan saudara telah melanggar hukum. Pemblokiran jalan dan sweping tidak dibenarkan,” ujar petugas melalui pengeras suara.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan oleh warga. Bahkan sejumlah warga melakukan perlawanan dengan pelemparan batu dan botol kaca.

Tim Terpadu, terpaksa melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa. Pelepasan tembakan gas air mata itu, hanya diarahkan ke kerumunan massa yang menghadang petugas.

Sejumlah ibu-ibu dan anak-anak yang berada pada barisan depan untuk menghadang Tim Terpadu, terkena gas air mata.

Saat ini, ibu-ibu dan anak-anak yang terkena gas air mata telah dibawa ke Rumah Sakit Embung Fatimah dan Klinik Yonif 10 Maritim Setokok.

Kondisi mereka hingga saat ini, juga terus dipantau oleh tim kesehatan dari RSBP Batam.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait mengatakan, untuk kegiatan di Rempang Galang saat ini adalah untuk melakukan pengukuran kawasan hutan di Rempang.

Pihaknya terpaksa meminta bantuan kepada Tim Terpadu Kota Batam karena adanya pemblokiran jalan dan sweping yang dilakukan oleh warga di Jembatan 4 dan Dapur 6.

“Sebelum melaksanakan kegiatan pengukuran ini, kita sudah melakukan berbagai tahapan sosialisasi oleh tim kecil yang masuk ke masyarakat maupun dari Tim Terpadu. Namun warga tetap melakukan pemblokiran jalan, sehingga terpaksa melibatkan Tim Terpadu untuk menjalankan proyek strategis nasional ini,” ujarnya.

Untuk itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak melanggar aturan yang tentunya dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Pelepasan tembakan gas air mata ini tidak akan terjadi, jika masyarakat mengizinkan tim untuk melakukan pengukuran.

“Kami berharap masyarakat tidak terprovokasi dengan isu yang berkembang. Kegiatan ini kami pastikan sudah melalui tahapan sosialisasi sebelumnya kepada warga,” imbuhnya.

 

(Red/Adi)

Pasca Aksi Masyarakat Blokade Jalan Masuk, Situasi Jembatan 4 Barelang Mulai Kondusif

0
Keterangan Foto : Personel kepolisian saat menyingkirkan pohon yang sengaja ditebang oleh oknum masyarakat tak bertanggung jawab demi menghalangi jalannya tim pengukuran

Batam – batamtimes.co – Situasi di Jembatan 4 Barelang perlahan mulai kondusif pasca aksi masyarakat yang memblokade jalan masuk personel keamanan gabungan, Kamis (7/9/2023).

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendapat laporan dari tim satuan tugas yang berada di lapangan.

“Untuk saat ini, situasi mulai kondusif di Jembatan 4 Barelang. Kami berharap, masyarakat dan tim yang bertugas selalu dalam kondisi sehat,” ujarnya.

Meski demikian, Ariastuty tak menampik jika masyarakat di beberapa titik masih melakukan aksi protes terhadap pengukuran yang akan dilakukan. Khususnya areal menuju Kantor Camat Sembulang.

“Didapatkan informasi bahwa ada oknum yang sengaja menebang dan merusak pohon untuk menghalangi jalannya petugas. Kami harapkan, tidak ada lagi upaya merusak dan anarkis tersebut. Sangat disayangkan apabila kembali terjadi,” tambahnya.

Dalam beberapa kesempatan, Ariastuty menjelaskan bahwa pengembangan Kawasan Rempang akan melibatkan masyarakat setempat.

Sehingga, pihaknya mengajak agar masyarakat tak terpengaruh dengan informasi negatif yang telah beredar dari mereka yang tak bertanggung jawab.

“BP Batam sudah menyampaikan bahwa hak masyarakat terdampak pembangunan sudah diperhatikan. Semoga masyarakat bisa memahaminya,” pungkasnya.

 

(Red/Adi)

Pengembangan Pulau Rempang, BP Batam Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi

0
Keterangan Foto : Aksi sejumlah masyarakat yang mencoba menghalangi jalannya personel keamanan gabungan

Batam – batamtimes.co – BP Batam mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan isu miring terkait pengukuran yang akan dilakukan di Kawasan Rempang.

Hal ini seiring beredarnya informasi terkait tindakan represif tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Ditpam BP Batam, dan Satpol PP terhadap masyarakat yang menghalangi jalannya personel, Kamis (7/9/2023).

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengungkapkan jika peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian.

Menurut Ariastuty, masyarakat yang mengatasnamakan warga Rempang terlebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah personel keamanan yang akan memasuki wilayah Jembatan 4 Barelang.

Bahkan, sejumlah oknum tak bertanggung jawab juga terus melemparkan batu meski petugas kepolisian telah mengimbau melalui pengeras suara agar barisan massa tidak gegabah dalam mengambil tindakan.

“Informasi dari tim di lapangan, sudah ada beberapa oknum provokator yang ditangkap pihak kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan didapati membawa parang dan sudah berhasil diamankan,” ujar Ariastuty.

Ariastuty pun mengajak masyarakat Kota Batam untuk mengecek terlebih dulu informasi yang diterima sebelum menyebarkannya melalui media sosial.

Bukan tanpa alasan, lanjut Ariastuty, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana pengukuran tersebut.

“Jangan terprovokasi dan tetap jaga situasi kondusif demi Batam lebih baik,” pungkasnya.

Sementara, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar tak menghalangi jalannya personel keamanan yang akan memasuki Kawasan Rempang.

Melalui pengeras suara, Nugroho meminta agar masyarakat yang memblokade jalan masuk wilayah tersebut dapat mundur dengan teratur.

Mengingat, tindakan yang dilakukan telah melawan aturan hukum.

“Saya minta warga jangan anarkis. Karena apa yang saudara lakukan sudah melanggar hukum,” tegas Nugroho dari dalam mobil yang dilengkapi dengan pengeras suara.

 

(Red/Adi)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga