8.6 C
New York
Sunday, May 3, 2026
spot_img
Home Blog Page 410

Bupati Lingga Hadiahkan Ambulance Untuk Fasilitas Kerja PMI

0
Bupati Lingga Muhammad Nizar membuka Muker dan Orientasi PMI di Hotel Lingga Pesona, Daik Lingga, Selasa (21/12/2021).(Foto : Istimewa / Misli)

Lingga – Bupati Lingga, Muhammad Nizar membuka kegiatan Musyawarah Kerja (Muker) dan Orientasi Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Lingga, ruang pertemuan Hotel Lingga Pesona, Daik Lingga, Selasa (21/12/2021).

Nizar dalam hal ini, sebagai Ketua PMI Kabupaten Lingga, mengucapkan terimakasih kepada segenap jajaran PMI Kabupaten Lingga, terutama para relawan PMI yang baru terbentuk sudah berusaha menunjukkan kinerjanya.

Meskipun dia mengakui dengan usia masih belia banyak kendala-kendala yang harus dihadapi dilapangan. Namun dengan timework yang kuat, tentunya berproses untuk lebih baik, eksistensi PMI pasti akan terasa ditengah masyarakat. Maka dari itu perlu adanya sosialisasi.

“Sebelumnya kita belum terbentuk relawan. Dan Alhamdulillah beberapa waktu lalu sudah dikukuh oleh PMI Kepulauan Riau. Ini sudah langkah maju bagi PMI,” kata dia.

Nizar pada kesempatan itu juga, menghadiahkan sebuah ambulance untuk dapat digunakan para relawan PMI dalam beraktivitas kemanusiaan.

Semula, sebuah ambulance yang merupakan sumbangan CSR dari Bank Riau, baru saja diterima pemerintah Kabupaten Lingga guna penanganan kasus covid-19. Namun dengan keadaan covid-19 yang dirasakan sudah landai. Nizar menegaskan, mobil ambulance dapat digunakan oleh PMI.

“Jadi memang dipertengahan 2021, kasus covid-19 cukup tinggi. Akhirnya mendapatkan sumbangan dari CSR Bank Riau. Karena kasus covid-19 sudah nol, untuk ambulance ini bisa digunakan oleh PMI, untuk aktivitas atau mendampingi pasien-pasien untuk donor,” kata dia.

Namun demikian, tegas Nizar jika sewaktu-waktu kasus covid-19 kembali meningkat. Maka ambulance kembali lagi digunakan pada fungsi semula.

Selain itu, menurut dia pihaknya pernah menyerahkan proposal kepada PMI Pusat terkait bangunan permanen yang digunakan untuk Unit Transfusi Darah (UTD). Kalau ada sudah ada UTD, tentunya peralatannya juga lengkap.

“Nanti kalau sudah ada UTD nanti, PMI tidak hanya sebatas donor dan donor. Saya berharap program kerjanya ini tidak pada yang itu-itu saja. Mudah-mudahan orientasi program kerja ini bisa menuai gagasan dan ide-ide baru,” papar dia.

Sementara Perwakilan PMI Provinsi Kepulauan Riau, Endi Maulidi, SH, pada penyampaian mengatakan kegiatan ini merupakan amanah dari ADRT PMI, untuk mengevaluasi kegiatan terdahulu dan memprogram kegiatan-kegiatan kedepannya. Kerja PMI, adalah kerja kemanusiaan yang siap sewaktu-waktu untuk mendonorkan darah, pembinaan-pembinaan remaja bahkan lansia.

“Pada kesempatan ini rapat orientasi ini kita maksimalkan. Karena banyak pelajaran dan program-program yang akan di paparkan,” jelas dia.

Pada kegiatan tersebut PMI Provinsi Kepulauan Riau turut menyerahkan 6000 masker, 120 kacamata isolasi, 300 baju isolasi dan 200 celemek (apron) kepada PMI Kabupaten Lingga.

(red/Misli)

Kepala BP Batam Rudi Teken perjanjian kerjasama dengan PT Bandara Internasional Batam

0
Kepala BP Batam Rudi Teken kerjasama dengan PT Bandara Internasional Batam, Selasa, (21/12/2021),bertempat di Radio Hotel Batam.

Batam –  Wali Kota Batam/Kepala BP Batam, Muhammad Rudi resmi menandatangani perjanjian kerjasama (PKS) pengembangan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Penandatanganan (PKS) Pemerintah dengan Badan Usaha tersebut dilakukan antara BP Batam dengan PT Bandara Internasional Batam.

Sebagaimana diketahui PT Bandara Internasional Batam merupakan perusahaan yang dibentuk oleh konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero), Incheon International Airport Corporation dan PT Wijaya Karya (Persero).

Dijelaskan Rudi, letak Batam yang sangat strategis di jalur perairan internasional di Selat Malaka dan hanya berjarak 20 km dari Singapura.

“Hal ini, tentu saja membuat Batam memiliki kelebihan dibanding dengan daerah lain di Indonesia,” kata Rudi, Selasa (21/12/2021).

Karena itu letak yang sangat strategis ini perlu terus didukung oleh keberadaan Bandar Udara Hang Nadim, yang merupakan bandara dengan landasan terbang terpanjang di Asia Tenggara, yaitu 4.025 meter.

Nantinya kata Rudi PT Bandara Internasional Batam akan mengelola area seluas kurang lebih 350 hektar yang akan menjadi bandar udara modern berstandar internasional.

“Dengan penandatanganan PKS ini menandakan komitmen bersama untuk mengembangkan Bandara Hang Nadim sebagai hub logistik dan penumpang,” katanya.

Sehingga dapat mendukung dalam pembangunan infrastruktur dan dapat menarik mitra investasi lainnya yang akan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi di Batam dan Provinsi Kepri.

“Dengan meningkatnya pergerakan penumpang saat ini, maka diperlukan pengembangan infrastruktur Bandara Hang Nadim,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen menjalankan kerjasama seperti apa yang ditandatangani bersama BP Batam.

“Kami akan membangun, merenovasi dan mengembangan Bandara Hang Nadim sesuai dengan kerjasama yang kita tandatangani hari ini,” kata Pikri.

Penandatanganan PKS tersebut juga disaksikan secara virtual oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Konsuler Transportasi dan Infrastruktur Dubes Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Dongjin.

 

(red/Adi)

Kota Batam dinobatkan sebagai Kota Ramah Sepeda

0
Piagam penghargaan Kota Batam dinobatkan sebagai Kota Ramah Sepeda. Dalam ajang B2W Award 2021 di Ballroom Perpusnas Jakarta, Selasa (21/12/2021). (Foto : Humas / Adel)

Batam- Kota Batam dinobatkan sebagai Kota Ramah Sepeda. Penghargaan itu diberikan Bike To Work (B2W) Indonesia dalam ajang B2W Award 2021 di Ballroom Perpusnas Jakarta, Selasa (21/12/2021).

Kota Batam menempati peringkat tiga teratas bersama Yogyakarta dan Bogor di kategori kota besar. Untuk kategori Kota Metropolitan, DKI Jakarta, Bandung dan Surabaya menempati tiga peringkat atas. Kemudian, untuk kategori Kota Sedang/Kecil, tiga peringkat atas ditempati Magelang, Madiun, dan Purwokerto.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penghargaan tersebut dipersembahkannya kepada seluruh masyarakat Kota Batam. Ia menegaskan, Batam terus melakukan pembangunan infrastruktur, salah satunya jalur bagi pesepeda.

“Saat ini yang sudah dibangun, seperti di Batamcentre dan Sekupang,” ujarnya.

Ia mengatakan, masyarakat patut berbangga, karena Batam mampu bersaing dengan daerah lain. Bahkan dalam tiga teratas di penghargaan ini, Batam sederet dengan Yogyakarta dan Bogor.

“Akan terus kita tingkatkan untuk mempertahankan penghargaan ini dan masyarakat Batam makin nyaman untuk bersepeda,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Umum B2W Indonesia, Fahmi Saimima, menegaskan, kegiatan tersebut merupakan ajang apresiasi bagi instansi yang mempunyai andil besar dalam berkomitmen dan konsisten mendorong budaya bersepeda di Indonesia.

Ia mengatakan, Kota Ramah Bersepeda merupakan kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis keamanan, keselamatan dan kenyamanan melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.

“Kota Ramah Sepeda dapat memenuhi hak dan perlindungan keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Jelang Nataru dan Berbagi Kasih Anggota DPRD Kepri Wirya Bantu Sembako bagi Masyarakat

0
Pembagian Sembako berupa beras dari anggota DPRD Kepri Ir. Wirya Putra SAR Silalahi di Bengkong Wahyu. (Foto: Adi)

Oleh : Adi

Foto : Istimewa / Adi

Ir. Wirya Putra Sar Silalahi Anggota DPRD Provinsi Kepri terus mengadakan sosialisasi sekaligus, membantu masyarakat yang hingga kini masih merasakan kesusahan  akibat dari pandemi Covid 19.

Pada bulan Desember mendekati Nataru Tahun 2021, Politikus dari Nasdem itu kembali menyumbang Sembako berupa beras ukuran 10 kilo untuk dibagikan bagi masyarakat Bengkong indah, Bengkong Wahyu, Baloi Kolam, dan Kampung Nanas.

” Pembagian beras bekerjasama dengan Dinas Sosial (Dinsos Kepri), masyarakat menerima 10 Kg untuk satu kepala keluarga (KK) ” demikian disampaikan, Anggota DPRD Kepri Ir. Wirya Putra SAR Silalahi kepada Media BatamTimes.co,Selasa, (21/12/2021).

Foto : Pembagian sembako di Kampung Nanas/Adi

Menurut Wirya, pembagian Sembako tersebut hanya membantu sebagian kecil dari masyarakat yang sampai sekarang ini masih merasakan tekanan ekonomi akibat Pandemi Covid – 19.

Foto : Pembagian beras di Baloi Kolam/Adi

“Kita coba berbuat baik saja, memperjuangkan agar rakyat kecil mendapat sedikit sembako. Bagi sebagian besar orang, apalah arti 10 kg beras, tapi bagi sebagian rakyat, apalagi yg kena dampak covid-19, 10 kg cukup berarti. Selamat Natal, ” Ujar Wirya.(*)

 

 

Kominfo Batam Azril menghadiri pembukaan Pameran Foto Jurnalistik PFI Kepri di One Batam Mall

0
Kominfo Kota Batam Azril Apriansyah menghadiri pembukaan Pameran Foto Jurnalistik oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri di One Batam Mall, Senin (20/12) siang.(Foto: Humas /Adi)

Batam-  Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam Azril Apriansyah menghadiri pembukaan Pameran Foto Jurnalistik oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Kepri di One Batam Mall, Senin (20/12) siang. Mengusung Tema ‘Bangkit Dari Pandemi’, kegiatan ini digelar rencananya akan digelar selama sebulan hingga Januari 2022 mendatang.

Azril menyampaikan, Pemko Batam mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, melalui pameran foto ini pengunjung dapat mengingat kembali terkait upaya penanganan Covid-19 di Kepri, lebih dari satu setengah tahun belakangan.

“Ada banyak hal yang telah kita lakukan dalam upaya menangani pandemi ini. Melalui foto yang ditampilkan PFI akan mengingatkan upaya-upaya tersebut. Seperti kata orang-orang, Satu Foto Berjuta Cerita,” ucap Azril.

Menurutnya, pandemi memang salah satu fokus pemerintah yang kini sedang ditangani. Dalam praktiknya, penanganan ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah namun juga perlu keterlibatan semua pihak.

“Harapan kita semua pandemi ini segera selesai, dengan demikian ekonomi kembali bangkit dan semoga investasi semakin banyak,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PFI Kepri Teguh Prahitna menyampaikan, pameran ini menampilkan sekitar 100 foto jurnalistik yang sudah melalui kurasi atau seleksi yang ketat. Umumnya tentang kilas balik penanganan pandemi yang diseiringkan dengan pembangunan Kota Batam.

“Hampir dua tahun kita dihadapkan pada pendemi ini, berbagai foto penanganannya kami tampilkan pada pameran ini,” terangnya.

Teguh mengatakan, PFI Kepri mengapresiasi Pemko Batam, karena disamping menangani pandemi juga tidak berhenti melakukan pembangunan. Kedua hal tersebut memang seyogyanya dapat dilaksanakan beriringan.

Menurutnya, pameran ini bertujuan membantu pemerintah dalam memberikan edukasi bahaya Covid-19 dan mensosialisasikan penerapan protokol kesehatan. Sehingga masyarakat tak abai akan bahaya Covid-19 yang bisa kapan saja mengincar.

“Kami ingin berbuat sesuatu yang bermanfaat dan mendukung pemerintah dalam penanganan Covid-19 dengan karya yang diharapkan bisa mengedukasi tentang prokes dan mengingatkan bahaya Covid-19,” pungkasnya.

Pemerintah pantau secara ketat perkembangan Varian Omicron Covid – 19 guna mengantisipasi lonjakan

0
Suasana Ratas Evaluasi PPKM, Senin (20/12/2021) sore, secara virtual. (Foto: Humas Setkab/Rahmat)

Jakarta –  Pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan kasus COVID-19 terutama untuk mengantisipasi lonjakan kasus karena varian Omicron yang saat ini telah terdeteksi di sekitar 90 negara termasuk Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa hingga saat ini respons Indonesia dalam menghadapi varian Omicron masih cukup bagus.

“Terkait dengan perkembangan kasus Omicron yang terjadi di Indonesia dapat kami informasikan bahwa kasus COVID-19 masih berada pada tingkat yang rendah pasca ditemukan kasus pertama Omicron di Indonesia,” ujar Luhut dalam keterangan pers usai Rapat Terbatas mengenai Evaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dipimpin oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), Senin (20/12/2021) secara virtual.

Meskipun kasus COVID-19 masih terkendali pada tingkat yang rendah, Menko Marves menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menggunakan level PPKM sebagai basis pengetatan kegiatan masyarakat. Selain itu pemerintah juga mempersiapkan skenario dalam menghadapi kemungkinan terjadinya lonjakan kasus akibat varian Omicron.

“Kami menggunakan threshold 10 kasus per juta penduduk per hari atau setara dengan 2.700 kasus per hari. Kami akan mulai melakukan pengetatan ketika kasusnya melebihi 500 dan 1.000 kasus per hari. Pengetatan lebih jauh akan dilakukan ketika tingkat perawatan rumah sakit dan tingkat kematian nasional maupun provinsi kembali mendekati threshold level 2,” terangnya.

Pemerintah juga terus memonitor secara ketat pergerakan masyarakat di tempat-tempat wisata yang menunjukkan peningkatan cukup signifikan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Pemerintah terus mewaspadai hal ini dengan mendorong seluruh pemerintah daerah beserta Forkopimda setempat agar kembali mengontrol kebijakan penerapan PeduliLindungi yang saat ini penggunaan mingguannya turun di level 74 persen di kabupaten Jawa-Bali. Pemerintah daerah dan Forkopimda juga terus mendorong untuk tidak kendur melakukan tracing,” ujarnya.

Selain itu pemerintah juga terus mendorong peningkatan cakupan vaksinasi terutama di daerah yang capaian dosis pertamanya masih di bawah 50 persen.

Imbauan Agar Masyarakat Tidak Bepergian ke Luar Negeri

Pada kesempatan itu, Luhut juga kembali mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan ke luar negeri yang tidak esensial di tengah merebaknya penyebaran kasus Omicron secara global.

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri karena begitu parahnya keadaan sekarang mengenai Omicron di seluruh dunia,” ujarnya.

Pemerintah, imbuh Luhut, juga melakukan pengetatan pintu kedatangan internasional baik melalui darat, laut, maupun udara.

“Pemerintah sangat mempertimbangkan untuk peningkatan masa karantina menjadi 14 hari jika penyebaran varian Omicron ini semakin meluas. Jadi saya mohon kita semua menahan diri, kita jangan ingin mengulangi masa yang begitu mencekam pada Juli tahun ini,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi melonjaknya pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang tiba di Indonesia, pemerintah juga menyiapkan tempat-tempat atau wisma karantina baru untuk menjaga agar kondisi kepulangan PPLN tetap kondusif dan sesuai protokol kesehatan yang ada.

“Pemerintah juga sedang menyiapkan dan ini Jenderal Suharyanto, Kepala BNPB, sedang menyiapkan kesiapan Bandara Juanda sebagai pintu masuk baru bagi PPLN yang akan pulang ke tanah air,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Luhut mengungkapkan bahwa pemerintah menambah daftar negara yang untuk sementara waktu dilarang masuk ke Indonesia.  Sebelumnya terdapat 11 negara yang saat ini dibatasi masuk ke Indonesia yaitu Afrika Selatan, Botswana, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Nambia, Eswatinie, Lesotho, dan Hongkong. Warga Negara Indonesia (WNI) dari negara tersebut tetap dapat memasuki Indonesia dengan melakukan karantina selama 14 hari.

“Mengikuti perkembangan terjadi, pemerintah akan melakukan penambahan negara UK (United Kingdom), Norwegia, dan Denmark, dan menghapus Hongkong dalam daftar tersebut untuk mempertimbangkan penyebaran kasus Omicron yang cepat di ketiga negara,” ujarnya.

Menko Marves menegaskan, daftar negara tersebut akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kasus yang terjadi di setiap negara.

“Ini terus kita monitor. Jadi saya kira tiap minggu kita akan lihat kalau nanti banyak negara lain yang menyebar makin parah ya kita juga akan menyesuaikan,” tandasnya.

(red/Budi)

Dugaan Korupsi 34 Miliar Melibatkan Pejabat Dikbud NTB

0
Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB)kembali menggelar aksi jilid 4 di depan Kejari NTB di Mataram. (Foto : Istimewa / sunowo)

Mataram – NTB, Indikasi korupsi selama kurun waktu tiga tahun pada proyek pengadaan alat kesenian marching band 2017, pembuatan 11 unit kapal Nautika praktik (fiberglass), dan dana bos afirmasi kinerja (pembelian tablet) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Aliansi Pemuda Peduli Masyarakat Nusa Tenggara Barat (APPM-NTB), kembali menggelar aksi jilid 4. Kali ini masa APPM-NTB pertanyakan kejelasan kepada para penegak hukum di Kejati NTB. Massa menuntut agar semua pejabat yang terlibat, termasuk Kadis Dikbud NTB yang sekarang dipanggil. Karena realisasi proyek tersebut, pada masa jabatannya.

“Massa APPM – NTB menduga terjadi korupsi Dana Bos Afirmasi dan Kinerja (pembelian tablet) tahun 2019 – 2020. Indikasi korupsinya pada penentuan salah satu merk barang dan penunjukan pemenang tender pada satu perusahaan dan pengusaha tertentu.” ungkap Fadhil dalam keterangan persnya setelah memberi laporan ke Kejaksaan Tinggi NTB di Mataram (20/11/12).

Dalam orasinya, massa aksi juga menyebut “beberapa oknum pejabat Dikbud NTB, inisial FZ (Kabid SMA) dan inisial IRW oknum PPK PKLK serta AF sebagai kadis Dikbud NTB. Dugaan proyek tersebut, dianggap merugikan negara dalam beberapa bidang di setiap SMA dan SMK sekitar kurang lebih 34 M.”

Indikasi dugaan korupsi tersebut, melanggar Peraturan Menteri Mendikbud yang diatur bahwa pembelanjaan dilaksanakan sepenuhnya oleh sekolah yang dibentuk oleh panitia bos sekolah masing-masing. Tetapi, justru memanfaatkan fasilitas SILPA yang ada untuk mengorek anggaran yang tersedia lainnya.

Hal itu diperkuat juga, dugaan modusnya, oknum pejabat tidak perbolehkan Kepala Sekolah dan bendahara dana BOS yang memiliki akses untuk melakukan pembelanjaan secara online, tetapi oknum pejabat justru koordinir seluruh kepala sekolah dan bendahara dana BOS untuk melakukan pembelian secara satu pintu.

Menurut Fadhil, “tugas dari Dikbud dalam Peraturan Menteri tersebut sebagai perpanjangan tangan dari Kemendikbud untuk melakukan evaluasi dan monitoring penggunaan dana bos afirmasi dan kinerja. Bukan untuk menggiring kepala sekolah dan bendahara dana bos untuk membeli barang yang ditentukan oleh oknum pejabat di Dikbut NTB.” kata Fadhil saat diwawancarai ketika aksi sedang berlangsung depan Kejati NTB

Selain kasus diatas, APPM – NTB juga melaporkan kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesenian Marching Band tahun 2017. Untuk diketahui anggaran pengadaan alat marching band bersumber dari APBD NTB tahun 2017 senilai Rp2,7 Miliar. Proyek tersebut, belanja modalnya senilai Rp1,7 Miliar yang diperuntukan pada lima sekolah SMA dan SMK Negeri. Kemudian, sejumlah dana Rp1,06 M bagi empat sekolah swasta.

Lanjut Fadhil, “proyek tersebut, diduga dikorupsi dengan modus markup harga barang sehingga diyakini terdapat kerugian negara sebesar Rp702 juta sesuai hitungan BPKP Perwakilan NTB. Pasalnya, BPKP juga sudah bilang ada pelanggaran dan diduga maladministrasi sehingga menimbulkan dugaan anggaran dipotong yang masuk kantong pribadi untuk oknum tersebut.” Sambungnya

Koordinator Aksi Massa APPM NTB juga melaporkan kasus proyek Pembuatan Kapal di Dikbud NTB tahun 2018. Proyek pembuatan kapal senilai kurang lebih Rp24 Miliar Rupiah pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang terindikasi juga, tidak sesuai spesifikasi.

Fadhil sendiri secara tegas mengatakan bahwa “proyek pengadaan 11 unit kapal Nautika dengan bahan fiberglass itu dikerjakan oleh CV. SFM selaku pemenang lelang. Proyek tersebut alat praktek untuk sekolah SMK Nautika sebagai kapal penangkap ikan (kapal latih). Anggaran proyek bersumber dari APBD senilai pagu 24.585.000.000 miliar yang ditemukan ada indikasi korupsi.” Kata Fadhil

Memang dari informasi yang dihimpun bahwa pengerjaan pembangunan 11 unit kapal Nautika (Kapal Latih) untuk sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Dikbud NTB tersebut, berlangsung di galangan kapal di Desa Kebun Ayu, Kecamatan Lembar, Lombok Barat.

Berdasarkan dokumen lelang pengadaan proyek tersebut, metode e-Lelang umum, dengan nilai HPS paket Rp. 24.575.184.700. Dari sejumlah 11 unit kapal tersebut, diperuntukan bagi SMKN 1 Seteluk Kab. Sumbawa Barat, SMKN 1 dan 4 Kab. Bima, SMKN 4 Kota Bima, SMKN 2 Manggalewa, SMKN 1 Kilo, SMKN 1 Kempo Kab. Dompu, SMKN 1 Sekotong – Lombok Barat, SMKN 1 Lopok dan SMKN 1 Plampang Sumbawa Besar dan SMKN 1 Kayangan Lombok Utara.

Sementara itu, Juru bicara Kejati NTB, Dedi Irawan, SH, MH, setelah bertemu masa APPM-NTB di kantor Kejati NTB, mengungkapkan, pada kasus alat kesenian marching band, belum ada petunjuk berkas yang dipenuhi oleh polda NTB.

“Kami sudah koordinasi agar dilengkapi segera sehingga bisa dilanjutkan kasusnya. Sedangkan untuk pengadaan 11 unit kapal praktik fiberglas, kami sudah lakukan pendampingan, penyelidikan sampai turun ke Makasar karena galangannya bersala dari sana. Kami juga, sudah menegur pihak penyelenggara Dikbud NTB dan memang ada keterlambatan waktu pembuatan kapal sehingga berdampak pada potensi lainnya. Nanti kita lihat ya. Tetapi terkait dengan spesifikasi kapal, kami akan menerima aduan dari APPM-NTB.” tutupnya.

Fadhil koordinator APPM-NTB meminta penegak hukum agar segera mengevaluasi kinerja dan merestrukturisasi oknum pejabat Dikbud NTB di tiga tahun masa tersebut (Indikasi KKN dari 2017 hingga 2020), termasuk Kadis Dikbud NTB sekarang untuk segera diganti, guna menghindari institusi yang menaungi pendidikan di NTB dari kegiatan kriminalisasi anggaran negara.” Serunya

Fadhil beserta massa aksi lainnya, meminta berkas tersangka pada dugaan korupsi alat kesenian marching band yang sedang bolak-balik di Kejaksaan dan Polda agar segera dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi karena sudah memiliki alat bukti yang cukup atas kerugian negara kurang lebih 702 Juta. Aparat penegak hukum segera tangkap, adili, dan penjarakan oknum terduga korupsi di Dikbud NTB.” Sergah Fadil

Fadhil juga, telah melaporkan ketiga dugaan kasus tersebut, kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung RI.” Tutup Fadhil

 

(redaksi)

Pemprov Kepri dukung Investasi Pembangunan PLTS Kapasitas Besar wilayah FTZ Tanjungpinang

0
Gubernur Kepri Ansar memberikan arahan terkait Investasi PLTS kapasitas besar melibatkan 3 perusahaan yaitu PT. Pasir Panjang Nusantara kemudian PT. Eco Solar Energi PT. Kemayan Bintan, Senin, (20/12/2021).(Foto : Humas /Agung)

Tanjungpinang –  Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menegaskan akan mendukung penuh dan memfasilitasi segala hal yang menjadi kewenangan Pemprov Kepri terkait Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas Besar yang direncanakan di wilayah FTZ Tanjungpinang.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur pada Rapat Pemaparan Investasi Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Kapasitas Besar Provinsi Kepri di Ruang Kerja Gubernur, Senin (20/12).

Investasi PLTS kapasitas besar tersebut setidaknya melibatkan 3 perusahaan yaitu PT. Pasir Panjang Nusantara yang merupakan perusahaan swasta nasional Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagai mitra lokal, main contractor, dan konsultas perizinan, kemudian PT. Eco Solar Energi yang merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) sebagai fasilitator teknologi, Independent Power Producer, serta PT. Kemayan Bintan yang merupakan perusahaan swasta PMDN selaku pemilik lahan.

Pada kesempatan tersebut Gubernur Ansar menyampaikan, karena peralihan dari energi fosil ke energi baru dan terbarukan sudah di “announce” oleh Presiden Jokowi, maka beberapa daerah sudah mulai menjajaki investasi-investasi pembangunan PLTS. Menurut Gubernur, permasalahan lahan merupakan yang utama karena investasi ini berdasarkan pemaparan memerlukan lahan kurang lebih seluas 200 Ha.

“Untuk itu saya minta seluruh pihak terkait bekerja secara simultan, seperti BPN agar dapat membantu mengurus masalah lahan agar lahan dapat dimanfaatkan secara maksimal, Disnaker Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan untuk penyediaan tenaga kerja, dan persoalan perizinan akan kita fasilitasi” ujar Gubernur.

(red/Agung)

Amsakar apresiasi terselenggaranya Turnamen Sepak Bola ‘Dapur 12 Cup III’ Kelurahan Seipelunggut Sagulung

0
Wawako Batam Amsakar memberikan tendangan pertama sekaligus pembuka terselenggaranya Turnamen Sepak Bola 'Dapur 12 Cup III' Kelurahan Seipelunggut, Sagulung.(Foto :Humas /Adi)

Batam- Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengucapkan selamat atas terselenggaranya Turnamen Sepak Bola ‘Dapur 12 Cup III’ Kelurahan Seipelunggut, Sagulung.

“Selamat atas terselenggaranya turnamen ini dan sepatutnya kita berikan apresiasi,” kata Amsakar Minggu (19/12).

Menurut dia, kegiatan ini sangat hebat. Pasalnya telah tiga kali digelar dan kini diikuti oleh lebih dari 100 tim. Selain itu, kegiatan tersebut mencerminkan semangat dan antusias warga Seipelunggut dan Batam pada umumnya.

“Semangat dan antusias merupakan modal yang besar dalam hidup ini,” katanya.

Ia mengatakan, semangat dan antusias juga dipraktikkan oleh dirinya bersama Wali Kota Batam Muhammad Rudi dalam membangun Batam. Selain itu, momentum ini merupakan silaturahmi dengan masyarakat.

“Bersilaturahmi dengan masyarakat memberikan energi bagi kami. Kalaulah silaturahmi diperkuat dan satu sama lain bersinergi dan saling mendukung, maka tak ada kerja yang tidak selesai,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan keinginan agar di Seipelunggut dapat dibangun stadion mini. Amsakar menyebutkan, pembangunan di suatu daerah perlu melewati mekanisme Musrenbang. Untuk itu ia mendorong agar masyarakat mengusulkan terlebih dahulu di Musrenbang.

Menurut dia, jika masyarakat sepakat dan satu suara bisa saja dibangun. Namun ia mengingatkan, ada skala prioritas dalam pembangunan. Bisa saja masyarakat memiliki prioritas lain untuk dibangun.

“Saya contohkan misal ada yang usulkan sekolah atau layanan kesehatan, ini kita kembalikan ke masyarakat pilih yang mana,” imbuhnya.

(red/Adi)

Wawako Batam Amsakar menghadiri pengukuhan pengurus DPW dan DPD PKDP

0
Wawako Batam Amsakar menghadiri pengurus DPW dan DPD PKDP di Golden View Hotel, Minggu (19 /12/2021).(Foto : Humas /Adi)

Batam – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menghadiri pengukuhan pengurus DPW dan DPD Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) di Golden View Hotel, Minggu 19 Desember 2021.

Dalam sambutannya, Amsakar memberikan apresiasi dengan dikukuhkannya pengurs PKDP baik ditingkat DPW maupun DPD Kota Batam. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan.

“Dengan adanya paguyuban seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan rasa persaudaraan antar sesama,” kata Amsakar.

Kemudian, pihaknya juga berpesan agar PKPD dapat terus mendukung pemerintah dalam membangun Kota Batam. Pihaknya yakin banyak hal yang dapat dilaukan untuk dapat berkontribusi dalam pembangunan Batam.

Amsakar juga berpesan, Kota Batam adalah milik masyarakat Batam. Karena itu PKDP harus memaknainya bahwa sebuah organisasi masyarakat Batam yang anggotanya berasal dari Pariaman.

“Dengan demikian pasti akan memiliki rasa tanggungjawab dan kepemilikan terhadap Kota Batam yang kita cintai hari ini,” katanya.

Namun, pihaknya juga mendukung jika ada anggota PKPD yang sukses dan berhasil di Batam kemudian investasi di daerah asal untuk juga berkontribusi ikut serta membangun daerah asalnya.

“Kalau memang sudah sukses berbisnis misalnya dan ingin ikut serta membangun daerah asalnya sah-sah saja. Dan itu sangat bagus,” jelasnya.

(red/Adi)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga