8.6 C
New York
Saturday, April 4, 2026
spot_img
Home Blog Page 48

BP Batam Tinjau 8 Titik Longsor di Bengkong, Langkah Awal Penanganan Banjir dan Longsor di 12 Kecamatan

0
Keterangan Foto : Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, melakukan peninjauan terhadap delapan titik longsor di Kecamatan Bengkong.

Batam – batamtimes.co – Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam, Mouris Limanto, melakukan peninjauan terhadap delapan titik longsor di Kecamatan Bengkong, Kamis (8/5/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam Rapat Koordinasi yang digelar sebelumnya pada Selasa.

Dalam peninjauan tersebut, Mouris menyampaikan bahwa longsor yang terjadi telah menimbulkan keresahan di kalangan warga, terlebih saat curah hujan tinggi melanda Kota Batam pada Senin lalu dan menyebabkan banjir di sejumlah kawasan padat penduduk.

Sebelumnya, tim gabungan dari BP Batam dan Pemerintah Kota Batam juga telah meninjau sembilan titik banjir di kawasan yang sama. Mouris mengungkapkan, penyebab utama banjir adalah buruknya sistem drainase, termasuk ukuran saluran yang tidak memadai di daerah padat penduduk, penumpukan sampah, serta saluran air yang terputus. Selain itu, minimnya daerah tangkapan air (catchment area) juga memperburuk kondisi.

“Selepas peninjauan ini, kami identifikasi perlunya pembangunan kolam retensi di beberapa titik untuk menampung air hujan. Dalam jangka pendek, Pemko Batam telah mengerahkan alat berat untuk membantu pengerukan di lokasi terdampak,” jelas Mouris.

Ia juga menambahkan, solusi jangka panjang akan melibatkan kolaborasi dengan para pengusaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), khususnya dalam pembangunan saluran-saluran drainase baru.

Peninjauan ini merupakan bagian dari langkah konkret BP Batam dalam menangani banjir dan longsor, yang akan dilaksanakan di 12 kecamatan di Kota Batam selama 18 hari ke depan.

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

Desa Keliki Bali Jadi Inspirasi Global Manfaatkan Energi Surya

0
Keterangan Foto : , PT Pertamina Patra Niaga turut mendukung transisi energi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Bali – batamtimes.co – Ditengah hijaunya sawah dan aroma dupa dari Pura Subak, Desa Keliki, yang terletak di Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Bali, membuktikan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari desa kecil. Program Desa Energi Berdikari (DEB) oleh PT Pertamina (Persero) melalui subholding PT Pertamina Patra Niaga, Desa Keliki kini tidak hanya mandiri dalam energi, tetapi juga menjadi simbol harapan dan kemajuan bagi masyarakat desa di seluruh Indonesia.

PT Pertamina Patra Niaga telah menjalankan bentuk implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara terintegrasi dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). TJSL Pertamina Patra Niaga dirancang untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan inisiasi program DEB oleh PT Pertamina Persero, PT Pertamina Patra Niaga turut mendukung transisi energi berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat desa.

Melalui DEB berbagai inisiatif energi bersih di desa-desa sasaran, mulai dari instalasi teknologi energi terbarukan hingga pelatihan dan edukasi masyarakat agar mampu mengelola sumber energi secara mandiri dan berkelanjutan.

PT Pertamina (Persero) melalui Subholding Commercial & Trading, PT Pertamina Patra Niaga menghadirkan solusi nyata dengan teknologi panel surya yang digunakan untuk mengoperasikan fasilitas penting di Desa Keliki, seperti tempat pengolahan sampah (TPS3R) dan pompa air irigasi di musim kemarau.

Menurut I Wayan Sumada, Ketua BUMDes Yowana Bakti sekaligus tokoh lokal, warga telah merasakan langsung manfaatnya.

“Kami berhasil menghemat listrik hingga Rp 20 juta per tahun. Mesin pengolahan sampah dan pompa air kini juga bisa berjalan lebih efisien tanpa membebani biaya operasional. Tidak hanya itu, produksi padi organik juga meningkat 2 sampai 4 ton setiap panennya. Sehingga masyarakat bisa memanfatkan langsung hasil panen untuk dikonsumsi secara mandiri,” ujarnya, Rabu 7 Mei 2025.

Pengolahan sampah skala desa yang sebelumnya menjadi tantangan, kini berhasil juga diubah menjadi peluang ekonomi baru melalui produksi kompos organik untuk mendukung pertanian ramah lingkungan.

Wayan menambahkan bahwa sejak adanya program ini, kesadaran masyarakat terhadap lingkungan meningkat signifikan. “Dulu kami belum terlalu peduli soal pengelolaan sampah dan energi. Tapi sekarang kami merasa bangga bisa menjaga desa tetap lestari, termasuk untuk upacara adat kami di Pura Subak. Air bersih lebih mudah diakses dan listrik tidak menjadi beban,” lanjutnya.

Keunikan Desa Keliki ini turut memicu banyaknya kegiatan wisata atau kunjungan dari turis lokal maupun internasional.

“Sekarang kami mendapatkan dampak ekonomi dari aktivitas wisata dari turis yang mengunjungi Desa Keliki. Kami berharap melalui daya tarik wisata ini dapat meningkatkan taraf hidup warga,” ungkap Wayan

Tak berhenti di situ, keberhasilan Desa Keliki dalam memadukan energi bersih dengan pelestarian tradisi menarik perhatian dunia. Pada 30 April 2025, media internasional dari Aljazair mengunjungi dan meliput langsung transformasi Desa Keliki. Mereka mengangkat kisah inspiratif ini sebagai bukti nyata bahwa energi terbarukan dapat menyatu dengan budaya lokal dan menciptakan dampak global.

“Desa Keliki sangat bersih dan terawat. Bisa menjadi rekomendasi destinasi yang menarik untuk dikunjungi,” ungkap Fethi Chafik Senior Jurnalis echoruk TV Algeria Aljazair.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menyambut hangat kunjungan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari media internasional. Ini menunjukkan bahwa komitmen kami terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) mendapat pengakuan luas. Desa Keliki hanyalah satu dari sekian banyak desa yang menjadi bagian dari gerakan energi bersih Indonesia,” jelas Heppy.

Program Desa Energi Berdikari telah dijalankan secara nasional, menyentuh berbagai wilayah dari Sumatera hingga Papua. Sepanjang tahun 2024, program ini telah hadir di 24 desa, dan di tahun 2025 bertambah menjadi 27 desa, di antaranya dalam binaan FT Cikampek, FT Pare-pare, IT Palembang, AFT Ngurah Rai, dan termasuk IT Manggis.

“Setiap desa membawa cerita unik, tetapi tetap satu visi yaitu kemandirian energi yang berkelanjutan. Pertamina Patra Niaga berkomitmen terus memperluas jangkauan program ini ke desa-desa lainnya. Dengan kolaborasi aktif masyarakat, teknologi bersih, dan semangat gotong royong, masa depan energi Indonesia yang mandiri dan ramah lingkungan bukan sekadar harapan, tapi kenyataan yang terus tumbuh dari desa,” pungkas Heppy.

 

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

Musdesus Sepakat Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih Harapan Jaya

0
Keterangan foto : Musdesus sepakati pembentukan koperasi desa Merah Putih Harapan Jaya tampak para pengurus terpilih, pengawas dan peserta berswafoto usai rapat, Jumat (09/05/2025).

Natuna – Batamtimes.co  – Musyawarah desa Khusus (Musdesus) telah disepakati pendirian pembentukan Koperasi desa Merah Putih Harapan Jaya yang digelar di Aula Kantor desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (09/05/2025).

BP Batam Tinjau Distribusi Air Bersih di Kampung Tua Piayu Laut, Siapkan Pembangunan Jaringan Pipa Baru

0

Batam – batamtimes.co – BP Batam melalui Anggota Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi distribusi air bersih di Kampung Tua Piayu Laut pada Rabu (7/5/2025). Dalam kesempatan tersebut, Ariastuty berdialog langsung dengan masyarakat setempat yang hingga kini belum mendapatkan akses air bersih.

Dari hasil peninjauan, diketahui bahwa kendala utama belum teralirinya air bersih ke wilayah tersebut adalah belum terbangunnya jaringan pipa. Menanggapi hal itu, BP Batam merencanakan pembangunan jaringan pipa baru untuk menyuplai air ke kawasan tersebut.

“Di tengah efisiensi anggaran saat ini, kami akan berkomunikasi dan meyakinkan agar pembangunan jaringan ini bisa dilaksanakan,” ujar Ariastuty.

Ia menjelaskan bahwa jika anggaran disetujui, proyek pembangunan jaringan pipa akan masuk ke tahap lelang dan dilanjutkan dengan proses konstruksi yang diperkirakan memakan waktu enam bulan.

“Sehingga kita harapkan di bulan Februari 2026, rencana ini bisa terealisasi dan air sudah mengalir ke Kampung Tua Piayu Laut,” tambahnya.

Sambil menunggu pembangunan selesai, BP Batam akan menyalurkan air bersih menggunakan truk tangki setiap hari. Air tersebut akan ditampung di tandon yang telah disiapkan, lalu dialirkan ke rumah-rumah warga.

Ariastuty menegaskan bahwa persoalan distribusi air bersih ini menjadi perhatian utama dari Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra.

“Kami yakin dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, target ini dapat kita realisasikan demi kesejahteraan seluruh warga Kota Batam,” tutupnya.

Penulis : Adi

Editor : Pohan

3 Deb Collector Ditangkap Polisi Karena Aniaya Ojol

0
Keterangan Foto : Tiga orang pria yang berprofesi sebagai deb collector alias mata elang ditangkap jajaran kepolisian.

Yogyakarta – batamtimes.co – Tiga orang pria yang berprofesi sebagai deb collector alias mata elang ditangkap jajaran kepolisian. Ketiganya diringkus polisi usai menganiaya seorang pengemudi online berinisial FBM (26) warga Salaman, Magelang, Jawa Tengah dibundaran pintu masuk kampus UGM, Depok, Sleman Yogyakarta, Rabu 7 Mei 2025 sekira pukul 12:00 Wib.

Kapolsek Bulaksumur Kompol Tjatur Atmoko mengatakan, pemicu penganiayaan hanya masalah sepele. Kata dia, antara korban dan pelaku hampir bersenggolan sepeda motor.

“Pada Rabu korban melaju dari arah Jalan Kaliurang dan akan masuk ke UGM untuk mengantar orderan. Waktu bersamaan dipintu masuk itu ada sekelompok deb collector,” kata Tjatur saat jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis 8 Mei 2025.

Ia melanjutkan, tiba-tiba satu orang deb colector putar balik dan motornya hampir menabrak motor korban.

“Karena kaget, korban membunyikan tlakson panjang dan membuat pelaku tak terima hingga akhirnya mereka cek cok mulut,” terangnya.

Tak selang lama, korban dipukul oleh deb collector dan dilerai oleh saptam kampus UGM.

“Korban sempat dibawa ke pos satpam. Namun, deb collector masih mengejar dan memukul korban lewat jendela kantor satpam itu,” ungkapnya.

Akibat kehadian itu, korban langsung melapor ke Polsek Bulaksukmur.
“Alhamdulilah tiga pelaku bisa kita tangkap kurang dari 24 jam,” ucap Tjatur.

Kapolsek menambahkan, tiga pelaku yakni DRA (25) dan DS (47) warga Tridadi Sleman. Ssdabgkan satu tersangka lain yakni JB (42) waega Mlati Sleman.

“Dua sepeda motor, kuitansi dari IGD milik korban dan pakaian diamankan polisi sebagai barang bukti. Atas perbuatannya tesangka dijerat pasal 170 dan 351 KUHP dengan ancamaan 5 tahun oenjara,” pungkasnya.

Penulis : Tanto

Tim SAR Temukan Bocah yang Terseret Arus Selokan

0
Keterangan Foto : TIM SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan bocah yang terseret arus di selokan Sarijero, Singosaren, Banguntapan, Bantul.

Batam – batamtimes.co – TIM SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan bocah yang terseret arus di selokan Sarijero, Singosaren, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Bocah berudia 8 tahun berinisial ADS itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dihari kedua proses pencarian.

Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry mengatakan jika korban ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada pukul 11.30 Wib.

“Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan dialiran sungai yang berjarak 1 Km dari lokasi kejadian dimana korban tengelam,” kata Jeffry Selasa 6 Mei 2025.

Jeffry menyebutkan, korban dievakuasi ke darat dan dibawa ke posko SAR gabungan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Jenazah sudah kami serahkan ke pihak keluarga dan operasi SAR ditutup,” pungkasnya.

 

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

Presiden Terbitkan Perpres 21/2025, BP Batam Kini Bisa Ajukan Pelepasan Kawasan Hutan Langsung ke Menteri LHK

0
Keterangan Foto : BP Batam menyambut baik keputusan pemerintah pusat terkait keberlanjutan sistem Ex-Officio dalam kepemimpinan BP Batam.(Adi)

Batam – batamtimes.co – Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2025 tentang Penataan Penyediaan Lahan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB). Regulasi baru ini memberikan kewenangan strategis kepada Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengajukan permohonan pelepasan kawasan hutan secara langsung kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

“Peraturan ini menjadi semangat baru bagi kami di BP Batam dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan investasi di Kota Batam,” kata Kepala BP Batam Amsakar Achmad, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/5/2025).

Sebelum Perpres ini diberlakukan, permohonan persetujuan pelepasan kawasan hutan di KPBPB Batam hanya bisa diajukan oleh menteri atau pimpinan lembaga, pejabat tinggi madya kementerian, gubernur atau bupati/wali kota, badan otorita, serta pihak swasta dan masyarakat secara langsung, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri LHK Nomor 7 Tahun 2021.

Namun, dengan hadirnya Perpres Nomor 21 Tahun 2025, Kepala BP Batam secara resmi menjadi salah satu pihak yang berwenang langsung mengajukan permohonan kepada Menteri LHK. Sementara itu, pihak swasta atau masyarakat kini harus mengajukan permohonan tersebut melalui Kepala KPBPB (dalam hal ini Kepala BP Batam), bukan lagi langsung ke kementerian.

“Terima kasih kepada pemerintah pusat atas perhatian besar yang diberikan kepada Kota Batam. Kewenangan ini tentunya memberikan kemudahan berinvestasi yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amsakar menutup pernyataannya.

Perpres ini diharapkan menjadi langkah akseleratif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di wilayah KPBPB Batam.

Penulis : Adi

Editor : Pohan

BP Batam dan Delegasi Bremen Jajaki Peluang Investasi di Networking Dinner

0
Keterangan Foto : BP Batam mendorong penguatan kerja sama internasional bersama Delegasi Kementerian Negara Bagian Bremen Jerman.

Batam – batamtimes.co –  Badan Pengusahaan (BP) Batam terus mendorong penguatan kerja sama internasional, kali ini dengan menjalin komunikasi strategis bersama Delegasi Kementerian Negara Bagian Bremen, Jerman.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menghadiri Networking Dinner yang digelar di Harbourbay Restaurant, Rabu (7/5/2025). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban, dipimpin langsung oleh Senator for Economic Affairs, Ports and Transformation of the Free Hanseatic City of Bremen, Kristina Vogt.

Kristina hadir bersama pelaku usaha dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bremen serta sejumlah perusahaan terkemuka dari Bremen, Hamburg, dan Oldenburg. Agenda ini menjadi ajang saling mengenal sekaligus pembaruan informasi mengenai potensi kerja sama investasi antara kedua wilayah.

“Pertemuan ini tidak hanya mencerminkan hubungan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jerman, tetapi juga menjadi langkah signifikan dalam membangun kerja sama yang lebih kuat antara Batam dan Bremen,” ujar Ariastuty usai pertemuan.

Ia optimistis, kunjungan delegasi Bremen akan mendorong minat pelaku usaha Jerman, terutama dari sektor industri dan pelabuhan, untuk menanamkan modal di Batam. Bremen dikenal sebagai salah satu negara bagian dengan perkembangan industri dan pelabuhan yang maju di Eropa.

“BP Batam menyambut baik peluang kolaborasi di masa depan,” tambahnya.

Sebagai informasi, total investasi Jerman di Batam sepanjang tahun 2024 mencapai USD 3,1 juta melalui 124 proyek. Capaian ini menunjukkan bahwa Batam terus menarik minat investor global berkat posisinya yang strategis dan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan.

“Kami sampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Bapak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia, Batam tengah bertransformasi menjadi kota modern dan kawasan ekonomi yang berdaya saing,” pungkas Ariastuty.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Sekretaris Daerah Kota Batam, Kadin Batam, serta sejumlah asosiasi pelaku usaha lokal.

Penulis : Adi

Editor : Pohan

REMPANG-GALANG: Diskursus Menuju Solusi

0
Keterangan Foto : Hamzah Idris , Aktifis sekaligus Kader Partai Demokrat Kepri

Oleh :  Hamzah Idris 

Aktifis sekaligus Kader Partai Demokrat

Mencari bentuk terbaik memerlukan formula khusus untuk mencapai titik keseimbangan—Win-Win Solution.

Beberapa pekan terakhir, publik disuguhi diskursus hangat mengenai kelanjutan Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang-Galang. Apakah proyek ini akan dilanjutkan atau dihentikan? Polemik ini merefleksikan ketegangan antara aspirasi pembangunan dan suara masyarakat akar rumput.

Dikotomi persepsi muncul dari level pusat. Ibu Rieke Diah Pitaloka, melalui RDP Komisi VI DPR RI, bersama sejumlah perwakilan masyarakat Rempang-Galang, dengan tegas menyatakan bahwa PSN Rempang-Galang telah dihentikan, dan keputusan ini telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun tak lama berselang, Bung Andre Rosiade dari Partai Gerindra menegaskan bahwa proyek ini tetap berlanjut. Menurutnya, regulasi Perpres harus dibaca secara menyeluruh, tidak parsial. Artinya, Perpres RPJMN 2025 tidak serta-merta meniadakan RPJPN yang mencakup proyek tersebut.

Diskursus ini kembali menghangat ketika perwakilan warga Rempang-Galang menemui Walikota Batam merangkap Kepala BP Batam, Bapak Amsakar Achmad, guna meminta kepastian sikap pemerintah daerah.

Sebagai aktivis dan kader Partai Demokrat Kota Batam, saya memberikan atensi sekaligus apresiasi atas keterbukaan Walikota Batam dalam membuka ruang dialog. Ini menunjukkan karakter birokrasi yang melayani, transparan, dan berorientasi solusi. Kami di Partai Demokrat meyakini bahwa esensi demokrasi adalah mendengar, berdialog secara setara, serta memberi ruang partisipasi publik.

Namun, di balik diskursus yang terus bergulir, kita semua perlu menyepakati suatu solusi yang adil dan beradab. Penyelesaian yang bijak harus mempertimbangkan sejarah panjang Rempang-Galang dan tamadun Melayu yang membentuk identitas masyarakatnya. Formula regulasi ke depan harus mampu menjaga keberlanjutan sejarah dan budaya Melayu tempatan, sembari tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Sebaliknya, warga Rempang-Galang pun perlu meneladani nilai-nilai luhur yang diajarkan oleh moyang mereka—bahwa tamadun Melayu adalah tamadun yang terbuka, damai, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Di atas segalanya, saya tetap mendukung dan mendorong dialog-dialog setara untuk terus digelorakan—memberi ruang, memberi rasa, demi masa depan generasi Melayu yang lebih baik.

Beribu Takzim.(*)

 

Pencuri Motor di Gondokusuman Diringkus Polisi, Alasan untuk Antar-Jemput Pacar

0

Yogyakarta– batamtimes.co – Jajaran Polsek Gondokusuman berhasil mengamankan seorang pria berinisial NGD (34), warga Klitren, yang nekat mencuri sepeda motor demi alasan pribadi. Ironisnya, pelaku melancarkan aksinya tak jauh dari tempat tinggalnya sendiri.

Kapolsek Gondokusuman, Kompol Ardi Hartana, mengungkapkan bahwa aksi pencurian terjadi pada Rabu dini hari, 16 April 2025, di Jalan Dokter Wahidin, Gang Madukoro, Gondokusuman. Motor yang dicuri adalah Honda Vario bernomor polisi AB 4141 BZ.

“Pemilik sepeda motor awalnya menitipkan kendaraan kepada seseorang bernama Freire pada 10 April karena hendak pulang kampung. Namun karena Freire tertidur, motor kemudian dititipkan kepada temannya yang lain,” kata Ardi dalam jumpa pers, Senin (5/5/2025), didampingi Kasihumas Polresta Yogyakarta, AKP Sujarwo.

Freire sempat menggunakan motor tersebut. Namun pada 16 April sekitar pukul 01.00 WIB, saat memarkir motor di depan kosnya tanpa mengunci stang, kendaraan itu hilang saat ia keluar membeli makanan.

Freire melaporkan kehilangan motor ke Polsek Gondokusuman pada 25 April. Tak butuh waktu lama, Unit Reskrim berhasil mengidentifikasi dan meringkus pelaku hanya dua jam setelah olah TKP dan pemeriksaan saksi.

“Pelaku kami amankan di tempat kerjanya sebagai tukang stiker. Saat diinterogasi, ia mengaku mencuri karena motornya sendiri sudah dijual untuk kebutuhan ekonomi. Ia kesulitan antar-jemput pacarnya,” ungkap Ardi.

Pelaku mengaku melihat motor tidak dikunci stang, lalu mencoba kunci miliknya yang ternyata cocok. Setelah mempertimbangkan beberapa saat, NGD akhirnya membawa kabur motor tersebut. Motor sempat ditawarkan ke dua temannya, namun ditolak karena tidak ada surat-surat. NGD kemudian menitipkan motor kepada pacarnya untuk keperluan kerja.

“Pacarnya tidak tahu bahwa motor itu hasil curian. Saat ditanya soal pelat nomor yang hilang, pelaku hanya menjawab itu motor temannya. Pacarnya kini masih berstatus saksi,” tambah Ardi.

Atas perbuatannya, NGD dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dan terancam hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Penulis : Tanto

Editor : Pohan

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga