8.6 C
New York
Thursday, May 14, 2026
spot_img
Home Blog Page 683

Polres Natuna Terapkan Besuk Tahanan Online Dukung Penerapan New Normal

0

Batamtimes.co – Natuna – Polres Natuna mulai menerapkan Standard Operasi Prosedur (SOP) untuk membesuk tahanan secara online ditengah pandemi Covid-19.

Hal itu ditandai dilakukanya besuk tahanan online dipimpin Kasat Tahti,
Selasa (30/06/2020) pukul 11.30 Wib.

Kemenhub siapkan regulasi untuk mendukung keselamatan pesepeda

0

Jakarta  – Sehubungan dengan pemberitaan di beberapa media online yang menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda maka dengan ini disampaikan bahwa hal tersebut tidak benar

“Tidak benar Kemenhub sedang menyiapkan regulasi terkait pajak sepeda. Yang benar adalah kami sedang menyiapkan regulasi untuk mendukung keselamatan para pesepeda. Hal ini juga untuk menyikapi maraknya penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi oleh masyarakat,” demikian dijelaskan Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan

Lebih lanjut Adita juga menyampaikan bahwa regulasi ini akan mengatur dari sisi keselamatan para pesepeda.

“Dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru memang ada peningkatan jumlah pesepeda terutama di kota-kota besar seperti Jakarta. Oleh karenanya regulasi ini nanti akan mengatur hal-hal seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, jalur sepeda serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda,” demikian disampaikan Adita.

Adita juga menyampaikan bahwa di dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda di kategorikan sebagai kendaran tidak bermotor oleh karenanya pengaturannya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Pada prinsipnya kami sangat setuju adanya aturan penggunaan sepeda mengingat animo masyarakat yang sangat tinggi harus dibarengi dengan perlindungan terhadap keselamatan pesepeda. Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk mengatur penggunaan sepeda ini minimal dengan menyiapkan infrastruktur jalan maupun ketentuan lain yang mengatur khusus para peseda ini di wilayahnya masing-masing,” pungkasnya.

 

(red/Humas Dirjen Perhubungan Darat)

 

Ibu Nafisah Ahmad Zen Shahab berhasil mengantarkan 10 anak jadi Dokter

0

Ibu Nafisah Ahmad Zen Shahab (73) berhasil mengantarkan 10 dari 12 orang anaknya sukses menjadi dokter. Anaknya bergelar dokter dan dokter spesialis di bidang kardiovaskular, penyakit dalam, anak, urologi, ortopedi, serta kulit dan kelamin.

Bahkan anak sulungnya berhasil mencapai gelar profesor, yakni Prof. Dr. dr. Idrus Alwi Sp.PD, K-KV. FACC, FESC, FAPSIC, FINASIM. Anak lainnya, yakni dr. Muhammad Syafiq, Sp.PD-KGH; dr. Suraiyah Sp.A(K); dr Nouval Shahab Sp. U, Ph.D, FICS, FACS; dr Isa An Nagib Sp. OT (K); dr. Zen Firman Sp.OT, M Biomed; dan dr. Nur Dalilah Sp.KK.

Selain itu, drg. Farida Alwi; dr. Shahabiyah MMR, dan dr. Fatinah. Dua anak lainnya, lulus teknik kimia dan bekerja sebagai PNS di Depok serta seorang lagi berkarier sebagai desainer interior.

Ternyata keluarga besar ini tidak memiliki latar belakang kedokteran, lho Bunda. Nafisah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA), sedangnya suaminya, Alwi Idrus Shahab seorang sarjana ekonomi.

Keberhasilan Nafisah dalam mendidik anak-anaknya menggunakan cara sederhana. Dia mengakui tidak pernah menggunakan cara yang kasar dalam mendidik dan membesarkan 12 buah hatinya.

Saya enggak pernah mukul, bicara dengan lemah lembut supaya masuk, enggak pernah keras. Kata orang kalau dikerasin, (anak) akan lebih keras. Kasih sayang juga sama, enggak boleh pilih kasih. Sayang semuanya,” kata ibu asal Palembang ini, dikutip dari tayangan Hitam Putih, Trans 7.

Selain itu, dia juga disiplin dalam mendidik anak-anaknya. Anak ke sekolah saat pagi hari, sementara siangnya saat pulang sekolah, mereka beristirat dan main.

Sebelum pukul 17.00 atau ketika ayah mereka belum pulang, semua anak-anaknya harus berada di rumah. Saat azan magrib, televisi harus dimatikan karena mereka semua menjalankan ibadah salat.

Setelah salat, ngaji. Setelah itu, belajar,” ujarnya.

Nafisah menjelaskan alasan banyak anaknya yang kuliah kedokteran lantaran termotivasi oleh anak tertuanya, Idrus Alwi.

“Yang paling tua masuk (kedokteran), jalani dan adik nanya enak enggak, katanya biasa aja, jadi (ikut) masuk (kuliah kedokteran),” imbuhnya.

Namun saat beberapa anaknya masih duduk di bangku kuliah, suami Nafisah meninggal dunia pada tahun 1996. Sejak saat itulah, dia berjuang sebagai ibu tunggal untuk membesarkan anak-anaknya sambil meneruskan bisnis suaminya sebagai pedagang batik.

Sementara soal biaya pendidikan tidak begitu membebani karena anak-anaknya masuk universitas negeri. Selain itu, mereka juga bisa berhemat membeli buku lantaran sebagian besar sekolah kedokteran, sehingga kerap berbagi buku pelajaran.

Dan meski ditinggal sang ayah, semangat dan perjuangan mereka untuk sekolah tidak pernah berhenti. Selain Nafisah, anak sulungnya, yakni Idrus Alwi memiliki peran penting dalam kesuksesan adik-adiknya.

“Tidak terlepas dari figur kakak paling tua. Dia selalu mengayomi kami untuk selalu semangat untuk mencari ilmu,” kata dr. Isa.

Keluarga besar ini juga memiliki satu kunci dalam menghadapi masa-masa sulit lho, Bunda. Diakui dr. Isa, saat tengah merasa down di masa perkuliahan, mereka akan selalu mendapat dukungan dan penyemangat dari saudara-saudaranya.

“Kakak-kakak selalu support untuk tetap semangat. Kami beruntung karena dikawal oleh kakak-kakak yang baik,” ujarnya.

Karena itulah, mereka mampu menyelesaikan kuliah dan memiliki karier yang cemerlang. Nafisah pun diganjar penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada Februari 2010 sebagai keluarga dengan jumlah profesi dokter terbanyak dalam keluarga.

(red/Haibunda.com)

Jenazah Husaini Korban Kapal Tenggelam Di Pulau Selayar Di Makamkan

0

Batamtimes.co – Natuna –  Jenazah almarhum Husaini (54) asal Ketapang, Pontianak, Kalimantan Barat, korban kapal tenggelam KM Sidiq yang terjadi di perairan Pulau Selayar, Subi, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Telah dikebumikan pihak keluarga ba’da Ashar, Senin (29/06/2020) di pemakaman tanah wakaf IKKB, Puak, Ranai.

Tjetjep : Total pasien sembuh COVID-19 mencapai 220 orang, kebanyakan dari Batam

0

Tanjungpinang – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat sebanyak 21 orang pasien di wilayah itu sembuh dari COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab dengan metode “Polymerase Chain Reaction” (PCR).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat, mengatakan, jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 terus bertambah.

“Total jumlah pasien yang sudah sembuh dari COVID-19 mencapai 220 orang, kebanyakan di Batam,” katanya, yang juga Plt Kadis Kesehatan Kepri.

Tjetjep merincikan pasien yang sembuh dari COVID-19 tersebar di Karimun lima orang, Batam 159 orang, Tanjungpinang 23 orang dan Bintan dua orang. Selain itu, 32 dari 33 orang pasien dari Klaster KM Kelud dan KM Sabuk Nusantara juga sudah sembuh.

Saat ini jumlah pasien positif COVID-19 di Tanjungpinang tinggal satu orang. Hampir dua bulan tidak ada penambahan pasien positif COVID-19 di Tanjungpinang.

Sementara di Karimun, baru-baru ini bertambah satu pasien positif COVID-19 setelah lebih dari dua bulan lima pasien berhasil sembuh dari COVID-19. Sedangkan di Bintan, jumlah pasien positif COVID-19 baru beberapa hari lalu bertambah lima orang setelah beberapa hari ditetapkan sebagai Zona Hijau.

Di Batam jumlah pasien positif COVID-19 yang dirawat dan dikarantina tinggal 47 orang.

“Lingga, Natuna dan Anambas tidak ada kasus positif COVID-19,” ujarnya.

Tjetjep mengemukakan jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kepri mencapai 8347 orang, sebanyak 7987 orang sudah selesai diawasi. Sementara jumlah orang dalam pemantauan mencapai 7113 orang, dan sebanyak 3868 orang sudah selesai dipantau.

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan mencapai 894 orang, sebanyak 665 orang sudah selesai diawasi.

Tim Satgas Bersatu Lawan Covid-19 Kepri berkoordinasi dengan Polda merancang program Kampung Tangguh

0

Tanjungpinang- Tim Satgas Bersatu Lawan Covid-19 Kepri di Batam berkoordinasi dengan Polda Kepri untuk merancang titik-titik program Kampung Tangguh. Kampung Tangguh menjadi upaya Kepri bersama Polda Kepri menekan penyebaran Covid-19 dengan membentengi komunitas masyarakat.

Ketua Tim Humas dan Publikasi Tim Satgas Bersatu Lawan Covid-19 Kepri di Batam, Iskandar Zulkarnaen, mengungkapkan Tim Satgas mendampingi Plt Gubernur Kepri Isdianto dalam peluncuran Kampung Tangguh agar Tim Satgas bisa berkoordinasi dengan Polda Kepri dalam hal ini Dirbinmas Polda untuk memperkuat dan memperbanyak Kampung Tangguh. “Kampung tangguh ini artinya membentengi komunitas. Sebab penyebaran Covid-19 sudah pada pola transmisi komunitas. Untuk itu perlu membentengi komunitas dengan pengetahuan tentang pola pencegahan dan penanganan Covid-19,” jelas Iskandar, Sabtu (27/6/2020).

Dia menambahkan membentuk Kampung Tangguh selaras selaras dengan upaya yang dilakukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri melalui Satgas Tim Bersatu Lawan Covid-19 Kepri di Batam.

Program Kampung Tangguh menjadi program untuk menciptakan kemandirian masyarakat. Pelaksana Tugas Gubernur Kepri H Isdianto meluncurkan program Kampung Tangguh di Perumahan Marbella Residence, Kota Batam, Jumat (26/6/2020).

H Isdianto mengapresiasi dibentuknya Kampung Tangguh dalam suatu lingkungan masyarakat. Keberadaan Kampung Tangguh diharapkan mampu menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di wilayahnya. Keberadaan kampung tangguh juga harus menjadikan masyarakatnya, dispilin mematuhi dan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga warganya bisa terus beraktivitas secara normal dan produktif, di tengah-tengah masih adanya pandemi Covid-19. Apresiasi tersebut disampaikan Isdianto saat menghadiri Pencanangan Kampung Tangguh Nusantara New Normal di Perumahan Marbella Residence, Kelurahan Belian Kecamatan Batam Kota Kota Batam, Jum’at (26/6). “Keberadaan Kampung Tangguh Nusantara yang digagas dan difasilitasi Polda Kepri, adalah upaya nyata kepolisian, untuk membantu memutus mata rantai penyebaran virus corona. Karenanya hal tersebut sangat kita apresiasi,” Isdianto bangga.

Provinsi Kepri tentu juga harus melakukan hal yang sama. Isdianto juga ingin lebih banyak lagi hadir kampung-kampung tangguh di wilayah Kepri. Karenaya ke depan, dia akan mengajak Bupati dan Walikota, untuk membentuk hal serupa. Karena ditengah pandemi yang masih belum ditemukan vaksin penyembuhnya, masyarakat harus terus beraktifitas. Sebab tidak mungkin bila semua hanya berdiam diri, tanpa segera bangkit berproduktifitas. Isdianto ingin, satu sisi berbagai aktifitas bisa berjalan, tapi kesehatan juga prioritas utama. “Dengan demikian, bila di era kenormalan baru ini semua sektor telah bergerak, berarti pembangunan bisa terus berlanjut. Justru kalau kita tidak segera bangkit dan bergerak, tentunya akan membahayakan kelanjutan pembangunan yang kita lakukan,“ kata Isdianto.

Sementara itu Kapolda Kepri Irjend Pol Aris Budiman menyampaikan, bahwa kampung tangguh adalah arahan langsung Kapolri agar kepolisian ikut serta melakukan aksi nyata memutus mata rantai penyebaran covid 19.

Adapun filosofi kampung tangguh bermaksud, kalau setiap orang harus tangguh baik jasmani dan juga rohani. Selanjutnya, mereka juga harus tangguh dalam hal sosial ekonomi dan kemasyarakatan.

Berikutnya tambah Kapolda, tangguh dalam hal keamanan dan ketertiban. Serta tangguh pula dalam berkreatifitas dan informasi. “Jika ini bisa dilakukan, maka kita yakin Kepri segera menjadi zona hijau covid 19, ” kata Kapolda.

Kampung Tangguh Nusantara yang sudah dibentuk di Provinsi Kepri sudah mencapai 10 tempat. Diantaranya, Kampung Tangguh Wisata Nongsa, Kampung Sanggam Seligi di Mangsang Kebun, Kampung Sanggam Selegi Tibeliat di Sri Temiang, Kampung Tangguh Seligi di Desa Tulang Karimun dan Kampung Tangguh Sidomulyo Batu X Tanjungpinang. Juga ada Kampung Tangguh Nusantara yang berada di Kelurahan Sei Lekop Kijang Bintan, Kampung Tangguh Batu Kacang di Singkep Lingga, Kambong Sigap di Bunguran Natuna dan Kampung Tangguh Tiangau di Siantan Selatan Anambas.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan peninjauan fasilitas Kampung Tangguh New Normal Perumahan Marbella, diantaranya pokso pendataan kampung tangguh, bilik buang kuman, pondok sehat dan fasilitas pendukung lain seperti wastafel cuci tangan dan juga dapur umum.

Saat ini di Kampung Tangguh New Normal Perumahan Marbella, ada satu orang warga yang tengah melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, karena yang bersangkutan baru saja tiba dari Surabaya.

Acara juga dihadiri Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, Wakapolda Kepri Brigjend Pol Darmawan, Danrem 033 Wirapratama diwakili Kol Persada Alam Kapolresta Barelang Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro, Dandim 0316 Letkol Ahmad Daud Harahap, Asisten 1 Sekdako Batam Yusfa Hendri.

Wabup Ngesti Kunjungi Pulau Seluan Sosialisasi Penerapan New Normal

0

Batamtimes.co – Natuna – Wakil Bupati (Wabup) Ngesti Yuni Suprapti, kunjungi Pulau Seluan, Kecamatan Bunguran Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, melakukan kunjungan kerja kegiatan sosialisasi terkait penerapan New Normal dan temu ramah bersama masyarakat tempatan.

Ngesti menyatakan, kondisi pemerintah saat ini berada dalam fase New Normal. Hal ini dilakukan untuk membangun kembali ekonomi dan memulai tatanan hidup baru yang tetap mengikuti protokol kesehatan dalam setiap aktivitas.

Tim SAR Natuna Evakuasi 7 Nelayan KM Sidiq Tenggelam, Satu Orang Meninggal Dunia

0

Batamtimes.co – Natuna – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan Pulau Selayar pada TW 0629 01.00 tempat koordinat interscept tim SAR Natuna. Di temukan 7 nelayan yakni, Porqan (27) Nahkoda KM Sidiq, Sudarman (38) ABK, Alfian (53) ABK, Teguh (29), Jamuris (55) ABK, Lendra (33) ABK.

Mengapung berhasil diselamatkan Kapal Tengker Gua Yuan 28 berbendara China rute Brazil – China, dan Husaini (54) ABK dinyatakan meninggal dunia.

Presiden minta agar seluruhnya bekerja tidak linear harus ada terobosan dalam penanganan Covid 19

0

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta dalam rangka percepatan penanganan dampak pandemi Covid-19 agar semua bekerja tidak linear dan ada terobosan yang bisa dilihat oleh masyarakat.

“Terobosan itu kita harapkan betul-betul berdampak pada percepat penanganan ini. Jadi tidak datar-datar saja,” tutur Presiden saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19 di Istana Merdeka, Provinsi DKI Jakarta, Senin (29/6/2020).
Hal itu bisa dilakukan, menurut Presiden, dengan menambah personel dari pusat atau tenaga medis dari pusat untuk provinsi-provinsi di luar DKI Jakarta yang menunjukkan tren penyebaran masih tinggi.
“Mungkin bisa dibantu lebih banyak peralatan dan betul-betul manajemennya, dua hal tadi kita kontrol provinsi. Karena kalau tidak kita lakukan sesuatu dan kita masih datar seperti ini, ini enggak akan ada pergerakan yang signifikan,” imbuh Presiden.
Lebih lanjut, Presiden juga meminta dilihat betul daerah-daerah yang mulai memasuki ke new normal, tahapannya betul-betul dilalui baik itu prakondisi, timing-nya kapan, diberikan bantuan, ada guidance dari pusat sehingga daerah tidak salah.
“Ada prakondisi, ada ketepatan timing-nya, kemudian yang ketiga prioritas sektor mana yang dibuka itu betul-betul diberikan panduan,” kata Presiden.
Kepala Negara juga meminta adanya pelibatan tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat, budayawan, sosiolog, antropolog dalam komunikasi publik harus secara besar-besaran dilibatkan.
“Sehingga jangan sampai terjadi lagi merebut jenazah yang jelas-jelas Covid oleh keluarga. Itu saya kira sebuah hal yang harus kita jaga tidak terjadi lagi setelah ini,” ujar Presiden.
Ia juga meminta adanya penjelasan sebelum dilaksanakannya pemeriksaan PCR maupun rapid test sehingga tidak ditolak oleh masyarakat.
“Ini karena apa, ya mungkin datang-datang pakai PCR, datang-datang bawa rapid test, belum ada penjelasan terlebih dahulu, sosialisasi dulu ke masyarakat yang akan didatangi sehingga yang terjadi adalah penolakan,” jelas Presiden.
(red/setkab)

Darmizal: Jokowi Perlu Pembantu Trengginas Bukan Laporan Diatas Kertas

0

Jakarta – KETUA umum Relawan Jokowi atau ReJO HM Darmizal MS menelaah isi pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) berdurasi 10 menit pada sidang kabinet “extra ordinery” 18 Juni lalu yang baru diupload di akun youtube sekretriat presiden pada Minggu 28 Juni 2020.

Menurutnya, isi pidato itu mesti dijawab oleh para menteri dan seluruh pembantu presiden dengan peningkatan kinerja dan prestasi yang tidak terbantahkan. Kerja tangkas, tanggap serta trengginas adalah jawaban dan kebutuhan terkini.

“Saya melihat presiden sudah sangat bijak dengan memberikan tenggat waktu 10 hari sebagai early warning dan dugaan saya, pada awalnya arahan itu hanya untuk konsumsi internal saja. Namun, setelah ditunggu 10 hari kemudian muncul sebagai konsumsi publik. Ini tentu ada alasannya. Berkemungkinan karena belum ditemukannya formula untuk perbaikan yang sesuai harapan atau belum terlihatnya peningkatan kinerja para pembantu presiden. Ini memang dilematis,” kata Darmizal, Senin 29 Juni 2020, setelah mendengar utuh isi pidato presiden Jokowi.

Seperti diketahui, saat memberikan pidato berdurasi 10 menit yang diuplood sekretariat presiden  diakun youtubenya, raut muka Jokowi terlihat kesal. Jokowi menekankan jangan sampai para menterinya menganggap kegoncangan global akibat pandemi Covid-19 ini sebagai hal yang biasa.

Bahkan, dengan nada lebih tinggi dan wajah yang terlihat serius presiden mengatakan, keadaan saat ini adalah situasi yang extra ordinary bukan keadaan biasa biasa saja. Untuk kepentingan 267 juta rakyat Indonesia, presiden dapat saja membubarkan suatu lembaga atupun melakukan reshuflle kabinet.

“Saya sungguh terkejut melihat gestur tubuh dan raut wajah bapak presiden Jokowi ketika menyampaikan pidato ‘extra Ordinary’ tersebut. Beliau terlihat sangat lain dari biasanya. Terlihat jelas menunjukkan jika presiden merasa kurang puas atas kinerja para pembantunya. Beliau menginginkan para pembantunya dapat bekerja lebih cepat, responsif dan solutif, bisa mengimbangi kinerjanya yang ingin serba cepat untuk melayani 267 juta penduduk Indonesia ditengah Covid-19 ini,” ungkap Darmizal.

Masih menurut Darmizal, para pembantu presiden tidak perlu pandai menjual citra, jago berkelit ataupun jago bicara seperti dialah yang terbaik. Pembantu presiden tidak boleh pula seperti membangun kerajaan sendiri atau membangun kroni dengan menempatkan “orang dari kelompoknya atau yang disenangi”. Menteri haruslah orang yang mampu menggali potensi untuk solusi dalam segala situasi. Harus problem solving.

“Isi pidato itu harus dimaknai sebagai ‘tamparan’ bagi menteri. Jadi, menteri tidak boleh pula sesuka hatinya  memberhentikan orang (like and dislike) yang sejak awal berdarah darah berkarir, membangun kebanggaan, harga diri dan prestasi. Gaya dan cara seperti ini, rasanya sudah meleset dari nilai-nilai, budaya luhur, akhlak dan moral yang semula menjadi tumpuan kebijakan seorang menteri. Reward dan punishment harus ada, namun harus punya takaran yang jelas dan waktunya tepat. Bangsa ini harus dibangun bersama dengan harmoni, tanpa ada yang merasa ditinggalkan atau disingkirkan. Jika salah, maka kegagalan yang didapatkan,” ungkap Darmizal.

“Sejak awal sudah saya jelaskan, bahwa presiden Joko Widodo adalah orang yang luar biasa. Menurut pikiran saya, bangsa Indonesia akan sulit memiliki presiden seperti Jokowi untuk jangka waktu yang panjang, dia ikhlas, bersih dan mengutamakan rakyat,” tambahnya.

Oleh karna itu, sudah seharusnya para pembantu Jokowi menyesuaikan diri mengimbangi kinerja presiden yang bergerak cepat memenuhi untuk kebutuhan rakyat. Jika tidak bisa, lanjut Darmizal, sebaiknya para menteri tersebut minggir angkat kaki jangan sampai menjadi beban.

“Bagi saya, lanjut Darmizal, arahan presiden Jokowi tersebut sudah sangat benderang, tegas dan lugas, itu adalah pelecut keras. Presiden siap mempertaruhkan reputasi politiknya demi kebaikan 267 juta rakyat Indonesia, siap membuat Perpres, Kepres atau kebijakan sulit sekalipun. Harus ada langkah cepat yang extra ordinary,” urainya.

Artinya seluruh, masih kata Darmizal, pembantu presiden harus menjawab arahan tersebut dengan mempertaruhkan pula apa saja yang mereka miliki untuk mengejar capaian terbaik guna memperbaiki keadaan agar negara dapat  keluar dari badai kesulitan yang diambang mata.

Alumni Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengungkapkan, sangat mendukung apa yang akan dilakukan presiden termasuk membubarkan lembaga yang hanya menjadi beban ataupun melakukan reshufle kabinet.

“Presiden Jokowi memang harus segera mengambil langkah tepat yang berdayaguna dan berdayalaksana. Sesuai niat baik dan rencana besar beliau, demi rakyat sejahtera dan Indonesia Maju,” pungkas Darmizal.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga