8.6 C
New York
Thursday, May 14, 2026
spot_img
Home Blog Page 687

PPDB tingkat SMA/SMK dan SLB di Provinsi Kepri dilakukan secara online

0

Tanjungpinang- Dinas Pendidikan Provinsi Kepri menegaskan bahwa seluruh proses, tahapan dan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB tingkat SMA/SMK dan SLB di Provinsi Kepri dilakukan secara online.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri H Muhd Dali di Tanjungpinang, Senin (22/6).

“Untuk PPDB semua proses nya menggunakan sistem online atau daring,” ungkap Dali.

Dijelaskan Dali, untuk PPDB Online di tingkat SMA/SMK dan SLB dimulai dari tanggal 29 Juni 2020.

“Semua melalui sistem online baik pendaftaran online, verifikasi, penerimaan, pendaftaran ulang hingga nantinya pelaksanaan belajar mengajar pada tahun ajaran baru 2020/2021 pun dengan sistem online ,” tegas Dali.

Disampaikan Dali, mengingat  kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya masih khawatir akan kondisi peserta didik jika dibukanya kembali sekolah.

“Saat ini masih belum aman, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar kita harapkan menggunakan sistem online atau daring,” jelas Dali

Bahkan lanjut Dali, proses pengenalan sekolah pun atau masa orientasi siswa direncanakan dilaksanakan dengan sistem online.

Mendagri serahkan penghargaan untuk Pemko Batam sebagai juara favorit

0

Batam- Inovasi Kota Batam menjadi juara favorit di Lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru 2020. Piagam penghargaan untuk juara favorit diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian dalam seremoni penyerahan penghargaan di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Pada lomba yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI ini Pemerintah Kota Batam mengirimkan tujuh video. Video inovasi Batam menjadi favorit dari total 2.517 video yang berpartisipasi di lomba ini.

Adapun partisipan lomba yakni sebanyak 460 daerah yang terbagi dalam klaster provinsi, kota, kabupaten, dan kabupaten tertinggal. Bersama Batam, juara favorit lainnya adalah Kota Salatiga dan Kota Bekasi.

“Kita bersyukur apa yang kita lakukan selama ini telah berjalan pada relnya. Juara favorit ini berdasarkan ‘like’ terhadap yang kita buat, berarti banyak yang memberi respon baik atas kerja yang kita lakukan,” kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad yang hadir di penyerahan penghargaan.

Amsakar mengatakan untuk menghadapi tatanan hidup baru atau new normal ini memang diperlukan kreativitas. Inovasi baru perlu dibuat agar kebijakan pemerintah dapat diterima masyarakat.

“Alhamdulillah melalui penghargaan ini artinya ada apresiasi kementerian terhadap kinerja yang dilakukan. Dan ini menyemangati kita untuk meningkatkan kinerja di waktu mendatang. Sekaligus memberikan spirit baru untuk beradaptasi dengan new normal ini,” tuturnya.

Pada lomba ini Pemko Batam berpartisipasi di ketujuh sektor yang dilombakan, yaitu hotel, restoran, tempat wisata, pasar modern, pasar tradisional, transportasi umum, serta pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Pembuatan video melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yakni DPMPTSP, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, BPPRD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perhubungan, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, RSUD, Sekretariat Daerah, serta dibantu seluruh elemen Pemerintah Kota Batam dan stakeholder terkait.

“Poin utama inovasi yang kita sajikan itu sebenarnya adalah pemanfaatan teknologi informasi atau digitalisasi pelayanan,” ujarnya.

Contohnya yaitu penggunaan Wanderlink sebagai inovasi new normal di sektor perhotelan. Aplikasi berbasis daring ini akan memudahkan wisatawan dalam memilih lokasi yang akan dituju di Kota Batam. Selain itu juga guna meminimalisir interaksi wisatawan terhadap orang banyak sehingga risiko tertular atau menularkan Covid-19 bisa diantisipasi.

Penggunaan aplikasi daring juga diterapkan di pasar tradisional. Aplikasi bernama Pasar Mama dihadirkan guna memudahkan masyarakat yang ingin berbelanja tanpa meninggalkan rumah. Selain itu juga didorong untuk melakukan pembayaran secara non tunai

Kemudian penggunaan transaksi non tunai atau digital payment juga dilaksanakan di sektor transportasi umum. Sementara penerapan protokol kesehatan tetap menjadi langkah utama di adaptasi kehidupan baru ini.

Antara lain setiap petugas pelayanan publik wajib menggunakan masker, sarung tangan, dan face shield. Kemudian fasilitas publik rutin dibersihkan dengan penyemprotan disinfektan. Selanjutnya disediakan sarana cuci tangan atau hand sanitizer di berbagai titik yang banyak disentuh tangan. Penerapan physical distancing atau jaga jarak serta pemeriksaan suhu tubuh pengguna jasa. Kapasitas atau daya angkut transportasi umum dikurangi sesuai jarak aman antar individu.

Pemko Batam juga melakukan sejumlah inovasi untuk pelayanan di PTSP tepatnya di Mal Pelayanan Publik (MPP). Inovasinya antara lain dengan optimalisasi pengajuan perizinan secara daring. Masyarakat bisa mengajukan perizinan melalui laman ptsp.batam.go.id dan oss.go.id.

Selain itu juga disediakan kanal layanan konsultasi daring dengan memanfaatkan platform pesan Whatsapp melalui nomor Call Center : 0813-64620028. Platform Zoom Meeting juga dimanfaatkan untuk konsultasi interaktif dan pengecekan dokumen secara langsung (LIVE). Serta diberikan layanan khusus pengantaran dokumen perizinan.

 

(red/mcb)

Peduli Masa Transisi New Normal, Gerakan Angkatan Muda Nias Indonesia Gelar Webinar Nasional

0

Batam – Situasi Covid-19 di Indonesia hari ini belum 100 persen stabil. Sebab, hingga saat ini, wabah global ini masih terjadi di sejumlah Negara termasuk Negara kita Indonesia. Organisasi kesehatan dunia atau WHO, akan memberlakukan tatanan kehidupan baru atau “New Normal” di tengah Covid-19. Dan hal ini juga, termasuk di Indonesia.

Suasana Webinar yang digelar Pemuda Nias secara viertual Sabtu (20/6/2020) Pukul 15.00 WIB @LKN
Gerakan Angkatan Muda Nias Indonesia (GAMNIS) Kepuluan Riau memandang perlu pembahasan soal ini. Sebab, di tengah wabah pandemic global ini belum ada terdapat vaksin yang ampuh melawan Covid-19. Jangan sampai, di Indonesia terjadi gelombang kedua jika sudah benar-benar masuk fase New Normal. Maka dengan itu, GAMNIS menggelar webinar nasional secara virtual Sabtu (20/6) pukul 15.00 WIB. Dengan Tema “Bersatu dan Bergotong Royong Menangani Covid-19 Dan Dampaknya Dalam Masa Transisi New Normal”.

Untuk mengupas diskusi tersebut, turut hadir narasumber dan pembicara nasional yang dipandu oleh Leo Halawa SH Moderator sekaligus sebagai Ketua Umum Gamnis Kepri antara lain DR. HM. Soerya Respationo, SH, MH (Romo) adalah Tokoh masyarakat Kepri dan mantan Wakil Gubernur Kepri 2010-2015,Firman Jaya Daeli, SH Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia. Prof. DR. Ir. H. Chablullah Wibisono, M.M Guru Besar / Rektor Universitas Batam (Uniba), Kolonel (CKM) DR.dr. H. Khairul Ihsan Nasution, Sp.BS Kepala RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang dan Kombes Pol Harry Goldenhardt.S, S.I.K, M.Si Kabid Humas Polda Kepri.

DR. HM. Soerya Respationo, SH, MH dalam pemaparannya, tema tersebut sangat lah menarik. Hanya menurutnya hingga saat ini jiwa gotong royong itu terkikis oleh karena keadaan. Terlepas dari pada itu kata pria yang akrab disapa Romo, semestinya gotong royong itu menjadi patokan bersama untuk melawan virus corona atau Covid-19 ini.

“Jiwa gotong royong ini terkikis dengan munculnya ego sektoral masyarakat. Tapi pada kesempatan ini saya pribadi, saya ajak peserta sekalian untuk membahas jiwa gotong royong yang mulai luntur di antara kita semuanya. Padahal, kalau mengaku sebagai seorang pancasilais itu harusnya tumbuh berkembangnya jiwa gotong royong di antara semuanya. Covid-19 di sini masyarakat tanpa memandang SARA. Kita semua bersatu padu bergotong royong bagaimana meingkatakan kepekaan dan kepedulian sosial,” jelas Romo dalam diskusi nasional virtual tersebut.

Romo juga mengatakan, masyarakat Kepulauan Riau saat ini sudah cerdas dengan keadaan corona ini. Hanya saja, pria yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Kepri menyarankan pemerintah untuk terus memperhatikan masyarakat. Sebab kata Romo, sampai saat ini banyak keluhan masyarakat kepadanya terkait pembagian sembako yang tidak merata. Padahal, masyarakat juga butuh sebenarnya di tengah kesulitan ini.

“Untuk itu, kami menyarankan pemerintah Kepri dan daerah untuk memperhatikan betul nasib mereka. Penyaluran bantuan sediakalanya tepat sasaran. Mari, bergotong royong bersama sama dengan masyarakat, untuk menangani ciovid-19. Jiwa Gotong Royong seharusnya muncul saat sekarang ini. Terlebih pada saat masa Covid-19. Untuk membantu kemanusian. Bagi yang lebih menyisihkan sebagian hartanya untuk bantuan kemanusian,” imbaunya.

Sementara itu, Pembicara Nasional Firman Jaya Daeli mengatakan untuk menyongsong masa transisi New Normal setidaknya ada dua hal yang menjadi fundamental dilakukan oleh masyarakat. Pertama, tetap hidup produktif dan kedua membangun rasa optimistis aman dari Covid-19.

“Pergumulan dan tantangan kita. Gotong royong yang digagas Gamnis sebagai sebuah jawaban, sebagai sebuah solusi cerdas untuk menangani problem serius kita adalah yakni problem Covid-19 ini. Tantang kita ke depan adalah, masyarakat Indonesia ke depan, harus maju, harus bangkit. Ada dua hal yang pertama adalah, senantiasa hidup produktif dan tetap aman dari Covid-19,” kata Firman yang juga mantan Anggota DPR RI tersebut.

Ia mengatakan, hubungan erat pergerakan pertumbuhan ekonomi, pergerakan dan pertumbuhan sosial, dan juga pengembangan stabilitas keamanan dan politik harus dibangun dalam masa transisi ini. Untuk menguatkan Indonesia maju.Ia juga meminta masyarakat, agar tetap waspada, dan serius mencegah. Karena menurutnya, sampai sekarang belum ditemukan vaksin virus corona.

“Dalam rangka menuju New Normal, Indonesia maju yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 dilandasi dengan semangat Gotong Royong. Tanpa kebersamaan dan kebergotong royongan. Dapat menjadi hambatan,” tuturnya.

Selaras dengan itu, Prof Chablullah Wibisono di tengah wabah corona yang dikuatkan kedaulatan pangan. Di samping itu juga kata dia, penggalakan zakat masyarakat. “Galakan zakat secara professional , tentu perlu campur tangan pemerintah. Solusinya adalah bangun ekonomi kerakyatan bukan kapitalis. Kekuatan rakyat lah yang mengendalikan ekonomi. Baiknya pemerintah, agar mendorong masyarakat kita jangan hanya didik sebagai konsumsi. Tapi harus juga sebagai produsen,” kata Prof Chablullah.

Ia menyarankan kepada pemerintah, dan pelaku usaha dari komponen masyarakat pertama pemerintahan di Kepri perlu membangun Kedaulatan Pangan, dengan Agrobisnis dan Marine Industri, Menggalakkan Zakat untuk kesejahteraan masyarakat, Sitem Ekonomi yang dibangun di Kepri adalah Ekonomi Kerakyatan bukan Kapitalis/Liberalis. “Mayarakat harus diedukasi berperilaku hidup sederhana, tidak berperilaku konsumtif, dan Masyarakat perlu diedukasi tentang kesehatan efek dari perilaku yang religius,” papar Profesor.

Kepala RS Khusus Infeksi COVID-19 Pulau Galang dr. H. Khairul Ihsan Nasution, Sp.BS memaparkan seluk-beluk corona virus. Dan ia mengatakan, sebagai rumah sakit yang ditunjuk khusus pemerintah siap sedia menangani pasien. Ia menerangkan dalam pemaparan yang luar biasa, hingga saat ini RS Galang telah merawat 130 lebih pasien di sana.

“Dan Alhamdulillah, 100 persen sembuh. Bukan hanya OTG tapi orang bergejala penyakit penyertaan lainnya. Bagaiamana memutuskan mata rantai? Ikuti aturan protokol kesehatan, transparan, melakukan pemberitahuan kepada pihak petugas, sehingga diisolasi sehingga bisa ditangkis,’’ katanya menjelaskan.

Untuk saat ini tambahnya, ada 58 pasien yang masih dirawat di sana. Dan optimistis akan sembuh 100 persen. Khairul juga mengingatkan, untuk menyongsong masa transisi New Normal ini, agar masyarakat mentaati protocol kesehatan yang telah ditetapkan. “Jangan anggap sepele, Covid-19 ini adalah, sesuatu barang yang berbahaya. Jangan main-main dengan ini. Jangan sampai terjadi gelombang kedua di era New Normal,” pesannya.

Terkait dengan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama corona ini, aman terkendali. Dipaparkan Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt sejak pertama kali diumumkan darurat nasional, Kapolri Idham Azis langsung memerintahkan jajaran untuk membentuk operasi kemanusiaan yakni “Operasi Kontinjensi Aman Nusa Ii 2020”. Dan ia mengatakan, sejelan tema, juga dibutuhkan Polri untuk menjaga stabilitas kamtibmas. Artinya, dibutuhkan kerja sama semua elemen bangsa.

“Di sinilah Nampak kegotong royongan. Dan ini lah menjadi ciri khas bangsa Indonesia ini, yang tidak dimiliki oleh bangsa bangsa lain, dan sekarang kita diuji. Gotong royong merupakan kearafian lokal. Dampak transisi new normal Polri sebagai elemen Negara dalam menjaga situasi Kamtibmas bersama-sama dengan TNI dan pemangku kepentingan lainnya. Memiliki tanggung jawab bersama mencipatkan suasana kondusif selama Covid-19. Sehari setelah,Bapak Kapolri telah memerintah semua jajaran untuk menggelar operasi kemanusiaan,” jelasnya.

Polri dalam hal Polda Kepri kata Harry, sudah membentuk beberapa Satuan Tugas atau Satgas untuk menanggulangi wabah pandemic global ini. Pertama Satgas Deteksi, Satgas Pencegahan, Satgas Penanganan, Satgas Rehabilitas, satgas Penegakan hukum, dan keenam Satgas Operasi Siber. Semua satgas ini dikerahkan dan dimonitoring saat melakukan tugas dan tupoksi masing-masing.

“Kami melakukan mapping, melakukan penyidikan masalah sosial awal perjalanan Covid-19 sampai dengan sekarang. Termasuk kontraproduktif pemerintah, Pencegahaan kegiatan penyemprotan desinfektan pembagian masker kepada masyarakat. Satgas Penanganan mencoba untuk membantu rekan-rekan kami memiliki pendampingan melalui RS Bhayangkara. Menugaskan dokter dan medis untuk bisa bersinergi dengan pihak-pihak lain. Keempat Satgas Rehabilitas (pendampingan), Kelima Satgas Penegakan Hukum, Keenam Satgas Operasi (Siber opini masyarakat), terhadap mereka yang melakukan penimbunan sembako). Dan harapan kita, dalam tatanan New Normal ini, semua aman terkendali tentu untuk ketahanan bangsa dan Negara kita,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Yustinus Halawa, SH, MH dan Sekjen GAMNIS Yanosokhi Gulu berharap apa yang telah didiskusikan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. “Harapan kita, pemaparan para bapak narasumber dapat menjadi sumbangsih saran. Dan kita dorong semua ini, demi Indonesia sehat,” kata Yustinus. “Harapan yang sama tentunya, semua elemen masyarakar termasuk Gamnis, menjadi bagian mensukseskan New Normal nanti. Pancasila dan UUD Abadi demi Indonesia sehat,” timpal Yanosokhi Gulo.

 

(tim/*)

 

Pasien sembuh COVID-19 Kepri terus bertambah, total 181 orang

0

Tanjungpinang – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau mencatat jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari COVID-19  bertambah 10 orang sehingga menjadi 181 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Jumat (19/6), mengatakan jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 setiap hari terus bertambah.

“Hari ini tidak ada penambahan pasien COVID-19 di Kepri,” ujarnya.

Tjejep menjelaskan pasien yang sembuh dari COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan dengan metode PCR tersebar di Karimun sebanyak 5 orang, Batam 121 orang, Tanjungpinang 22 orang, Bintan 2 orang.

Sementara total jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 265 orang, yang terdiri dari pasien yang dirawat di luar RS Galang, Batam sebanyak 233 orang, dan pasien yang dirawat di RS Galang 32 orang.

“Batam masih Zona Merah. Pemprov Kepri turut membantu Pemkot Batam dalam menangani persoalan itu,” ujarnya.

Tjetjep mengemukakan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kepri mencapai 841 orang, bertambah 5 orang. Sebanyak 609 orang pasien sudah selesai diawasi.

Sedangkan jumlah orang tanpa gejala (OTG) di Kepri mencapai 7552 orang, tidak ada penambahan hari ini. Sebanyak 7240 orang sudah selesai dipantau tim medis.

Sementara orang dalam pengawasan (ODP) di Kepri mencapai 6590 orang, bertambah 194 orang. Sebanyak 3669 orang sudah diawasi.

Ini keringanan UKT bagi mahasiswa PTN selama pandemi covid-19

0

Jakarta – Kemendikbud mengatur mekanisme penyesuaian UKT (Uang Kuliah Tunggal) melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 25 tahun 2020 tentang Standar Satuan Biaya Operasional Pendidikan Tinggi pada Perguruan Tinggi Negeri di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Peraturan ini bertujuan memberikan keringanan UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri yang menghadapi kendala finansial selama pandemi covid-19.

“Kami terus berkomitmen menghadirkan akses pada layanan pendidikan. Beberapa penyesuaian kebijakan dilakukan untuk mendukung mahasiswa dan satuan pendidikan agar tetap memperoleh hak dan menjalankan layanan pendidikan secara optimal,” terang Mendikbud Nadiem Makarim pada taklimat media virtual di Jakarta, Jumat (19/06/2020).

4 kebijakan Mendikbud

Terdapat empat arahan kebijakan baru yang diatur dalam Permendikbud tersebut yaitu:

1. UKT dapat disesuaikan untuk mahasiswa yang keluarganya mengalami kendala finansial akibat pandemi Covid-19.

2. Mahasiswa tidak wajib membayar UKT jika sedang cuti kuliah atau tidak mengambil satuan kredit semester (SKS) sama sekali (misalnya: menunggu kelulusan).

. Pemimpin perguruan tinggi dapat memberikan keringanan UKT dan/atau memberlakuan UKT baru terhadap mahasiswa.

4. Mahasiswa di masa akhir kuliah membayar paling tinggi 50 persen UKT jika mengambil kurang atau sama dengan 6 SKS:

• Semester 9 bagi mahasiswa program sarjana dan sarjana terapan (S1, D4)
• Semester 7 bagi mahasiswa program diploma tiga (D3)
Menurut Mendikbud, melalui kebijakan ini diharapkan mahasiswa mendapatkan berbagai manfaat. Yaitu, keberlanjutan kuliah tidak terganggu selama pandemi, hemat biaya saat tidak menikmati fasilitas dan layanan kampus, fleksibilitas untuk mengajukan keringanan UKT, dan penghematan di masa akhir kuliah.

“Arahan kebijakan ini berdasarkan kesepakatan Majelis Rektor PTN (MRPTN) pada tanggal 22 April 2020,” kata Nadiem.

5 keringanan mahasiswa

Melalui kebijakan ini, terdapat empat keringanan akan diperoleh mahasiswa.

1. Cicilan UKT: Mahasiswa dapat mengajukan cicilan UKT bebas bunga (nol persen) dengan jangka waktu pembayaran cicilan disesuaikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

2. Penundaan UKT: Mahasiswa dapat menunda pembayaran UKT dengan tanggal pembayaran disesuaikan kemampuan ekonominya.

3. Penurunan UKT: Mahasiswa tetap membayar UKT, namun dapat mengajukan penurunan biaya dan jumlah UKT baru disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mahasiswa.

4. Beasiswa: Semua mahasiswa berhak mengajukan diri untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar ( KIP) kuliah atau skema beasiswa lain yang disediakan perguruan tinggi dan kriteria penerimaan sesuai ketentuan program beasiswa yang berlaku.

5. Bantuan Infrastruktur: Mahasiswa dapat mengajukan bantuan dana untuk jaringan internet dan pulsa, serta ketentuan berdasarkan pertimbangan masing-masing PTN.

“Kami berharap para mahasiswa dapat berperan aktif dalam mencari pilihan keringanan yang telah diberikan oleh pemerintah,” tutur Mendikbud.

Penurunan UKT, kata Mendikbud, terus dilakukan di berbagai kampus di seluruh Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Gorontalo.

Proses penurunan UKT telah disepakati dan dalam pelaksanaan oleh seluruh PTN.

Syarat penerima bantuan

Penambahan jumlah penerima bantuan akan diberikan sebanyak 410.000 mahasiswa utamanya Perguruan Tinggi Swasta di luar 467.000 mahasiswa yang menerima Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi dan KIP Kuliah.

Dana Bantuan Pandemi ini khusus untuk mahasiswa dengan kondisi keuangan yang terkena dampak pandemi.

Dana KIP Kuliah Reguler tahun 2020 tetap diberikan untuk 200.000 mahasiswa baru yang menjalankan semester 1 di tahun 2020.

Adapun dana Bidikmisi tetap dilanjutkan bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di tahun 2020 dan tetap menjalankan program Afirmasi Pendidikan Tinggi dengan sasaran 267.000 mahasiswa.

Kriteria mahasiswa yang dapat menerima dana bantuan pandemi, yakni:

1. Kendala finansial: orang tua atau penanggung biaya kuliah mengalami kendala finansial dan tidak sanggup bayar UKT semester ganjil 2020;

2. Status beasiswa: tidak sedang dibiayai program KIP Kuliah atau program beasiswa lainnya yang membiayai UKT secara penuh maupun sebagian;

3. Jenjang kuliah: mahasiswa PTS dan PTN yang sedang menjalankan perkuliahan semester ganjil tahun 2020

(red/kompas.com)

124 pasien Covid-19 di Kota Batam dinyatakan sembuh

0

Batam –  Sebanyak 124 pasien Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Batam dinyatakan sembuh. Hal ini berdasarkan data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam hingga Senin (22/6/2020) pagi.

Jumlah pasien sembuh ini lebih banyak dibandingkan pasien yang masih dalam perawatan. Adapun total pasien Covid-19 di daerah ini 209 orang dan 12 pasien dinyatakan meninggal dunia.

“Yang masih dirawat ada 73 pasien. Semoga dalam waktu dekat segera sembuh,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (22/6/2020).

Rudi mengapresiasi kinerja semua petugas yang berjibaku menangani Covid-19 di Kota Batam ini. Kerja sama yang sudah dibangun, kata Rudi, merupakan kunci keberhasilan penanganan Covid-19 di kota ini

“Ini kinerja kita sama-sama, saya mengapresiasi keberhasilan ini,” kata Rudi.

Selain itu, Rudi juga meminta semua warga Batam untuk tetap mengikuti imbauan pemerintah agar masalah Covid-19 ini segera bisa dikendalikan

“Harus pakai masker, jaga jarak dan rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir,” ujar Rudi.

Wali Kota Batam ini juga mengungkapkan, petugas di masing-masing kecamatan masih melakukan penyisiran di lapangan untuk menemukan warga yang kemungkinan terjangkit Covid-19. Terkhusus, kata dia, di kluster yang ada di Batam.

“Ini upaya kita mengendalikan Covid-19, mudah-mudahan warga tetap sehat dan pasien yang ada sekarang segera sembuh,” kata dia.

 

 

(red/Mcb)

BCC Tur d’Bintan 2020 dengan jarak tempuh perjalanan 70 km

0

Batam – Setelah sekian lama tidak melakukan aktifitas bersepeda di luar daerah, kali ini Bifza Cycling Community (BCC) BP Batam dengan thema : “Tour d’Bintan 2020, gowes wisata & kuliner”, melaksanakan kegiatan tour ke pulau Bintan Propinsi Kepulauan Riau, dengan jarak tempuh perjalanan 70 km. Dengan tetap berpedoman pada protokol Kesehatan di masa pandemi Covid-19 ini, seperti memakai masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan, kegiatan ini berhasil dilakukan.

Kegiatan ini diikuti 38 pesepeda yang merupakan karyawan dan keluarga BP Batam. Ikut serta dalam kegiatan tersebut Binsar Tambunan, yang merupakan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam, Kurnia Budi yang merupakan Kepala Biro Umum BP Batam, Memet Rachmat yang merupakan Kepala Pusat Harmonisasi Kebijakan, serta beberapa pejabat BP Batam lainnya seperti Manajer Air Baku-Hadjad Widagdo, Kabag Mutasi Kesejahteraan dan Sis Info SDM-Budi Susilo, Kabid Teknologi Informasi-Nova Faizal, Kasubdit Pembangunan Fasilitas Wisata dan Lingkungan Hidup-Harry Prasetyo, Kabag Rumah Tangga dan Pemeliharaan Aset-Juhardi.

Dikarenakan dilakukan di luar daerah, BCC selalu melibatkan komunitas pesepeda lokal sebagai pemandu perjalanan dan sekaligus bersilaturahmi. Dan kali ini BCC melibatkan komunitas pesepeda Capung Tanjung Pinang yang menurunkan 3 pesepeda yang berpengalaman.

Mengusung sub Thema pada kegiatan ini yaitu gowes, wisata dan kuliner, maka tempat pemberhentian untuk kegiatan ini dilakukan di 3 tempat yaitu setelah menempuh 17 kilometer perjalanan BCC singgah di Gurun Pasir Bintan untuk istirahat sejenak, lalu berhenti di kedai durian di jalan Lintas Bar setelah menyelesaikan 33 kilometer perjalanan, dan persinggahan terakhir sekaligus istirahat sholat dan makan siang (ishoma) di halaman Kantor BP Bintan yaitu setelah menyelesaikan 51 kilometer perjalanan, lalu menyelesaikan perjalanan menuju Pelabuhan ferry Sri Bintan Pura sejauh 19 km, sehingga total jarak perjalanan kali ini sejauh 70 kilometer.

Menurut pengurus BCC sekaligus pemrakarsa kegiatan ini, Juhardi mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan pemanasan karena ada rencana ke depan setelah suasana kondusif dan pandemi covid-19 berakhir, akan melakukan tour ke Minangkabau, dengan thema Tour d’Minangkabau 2. Kabag Rumah Tangga dan Pemeliharaan Aset BP Batam ini juga menjelaskan secara panjang lebar mengenai keberadaan BCC BP Batam yang sudah berdiri sejak tahun 2004. “Kita upayakan akan melakukan kegiatan ini setiap tahun. Waktunya pastilah menyesuaikan, misalnya pas libur panjang, sehingga teman-teman BP Batam bisa ikut berpartisipasi. Semua Karyawan dan keluarga dipersilahkan ikutan, karena kita itu gowesnya santai, tidak kebut-kebutan. Toh, teman-teman BCC sudah terlatih karena setiap Rabu kita gowes ke kantor”. Demikian jelasnya.

Bifza Cycling Community (BCC) BP Batam termasuk komunitas pesepeda yang aktif di Batam. Sejak berdiri hingga saat ini telah melakukan banyak perjalanan ke luar daerah seperti : Tour Singapore-Johor tahun 2014, Tour Bali tahun 2015, Tour ke Padang tahun 2015, Tour Bangka tahun 2016, Tour Cipayung tahun 2016, Bergabung dengan club Gowes 6 dengan rute Ambarawa ke Borobudur, Tour Bukit Tinggi tahun 2017, Tour ke Rinjani Lombok tahun 2018, Tour Medan tahun 2018.

“Tur d’Bintan ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya kami lakukan. Sebelumnya pada tahun 2018 pernah kami lakukan 2 kali”. Demikian dijelaskan salah satu anggota BCC, Binsar Tambunan yang merupakan Direktur Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan BP Batam. “BCC tidak hanya aktif pada kegiatan bersepeda saja, namun setiap tahun terutama pada bulan Oktober, BCC selalu ikut aktif pada Kegiatan sosial penghijauan, yaitu melakukan penanaman pohon di pinggiran waduk”.

Kegiatan ini dilakukan 1 hari penuh di pulau Bintan. Dimulai dari keberangkatan jam 06:00 wib pagi dari Pelabuhan Telaga Punggur Batam, menyewa speedboat menuju Pelabuhan Tanjung Uban. Bersepeda menuju Kota Tanjung Pinang dengan jarak 70 kilometer. Lalu dengan Ferry di Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang menyebrang kembali ke Telaga Punggur Batam jam 15:00 wib.

 

(red/Humas BP Batam)

Unjuk Kekuatan Hanya Saling Gertak

0

Oleh : Jagarin Pane

Penulis adalah pemerhati pertahanan dan alutsista TNI

GELAR otot militer diperlihatkan antara dua kekuatan militer terhebat, AS dan China. Dan kali ini yang terbesar. Palagannya adalah mulai dari Selat Taiwan sampai Laut China Selatan (LCS). China menggelar kekuatan laut dan udaranya untuk menggertak Taiwan, Filipina, Malaysia dan Vietnam.

AS memandang ini sebagai tindakan “anggar jago” dan mentang-mentang. Maka dikirimlah 3 kapal induk sekaligus beserta dayang-dayangnya berupa puluhan destroyer, fregat, kapal selam dan ratusan jet tempur ke perairan Pasifik Barat. Konvoi itu telah sampai. Termasuk 8 kapal perang Australia ikut meramaikan suasana.

Sebagai antisipasi terhadap gelar kekuatan otot militer kedua raksasa itu, Indonesia bersiap diri siaga penuh di Natuna dengan penambahan kekuatan sejumlah KRI striking force. Juga skadron jet tempur di Koopsau satu diperintahkan siaga penuh terukur.

China, entah kenapa setelah sempoyongan mabuk Corona tiba-tiba membuka permusuhan terbuka di tiga front militer sekaligus. Dengan India di barat negerinya, dengan Taiwan di timur dan dengan sejumlah negara ASEAN di selatan negerinya. Apa karena gerah dengan sebab musabab Corona atau mau uji nyali kekuatan militernya.

Dengan India bahkan telah terjadi bentrok fisik yang meminta korban tewas puluhan pasukan kedua negara. Lucunya meski keduanya telah mengerahkan puluhan ribu pasukan dan alutsista, justru adu fisik ala primitif yang terjadi. Adu jotos antar tentara. Sangat memalukan.

Maka meskipun di teater LCS telah berkumpul sejumlah kapal perang, kapal induk, kapal selam dan jet tempur, kita meyakini tidak sampai terjadi perang terbuka antara China dan AS. Otot militer sejatinya dikerahkan untuk memberikan efek gentar, show of force. Saling gertak tapi juga ukur kekuatan. Bahasa militer adalah bahasa adrenalin. Bahasa ego negara yang berada dalam kendali bahasa diplomasi.

Sejatinya dunia kita sekarang sudah saling ketergantungan satu sama lain. Membangun kesejahteraan tidak bisa lepas dari hubungan ekonomi dan perdagangan antar negara. Saling membutuhkan. Bahkan dunia masa depan adalah bangunan digitalisasi online global, borderless.

Yang menjadi pertanyaan mengapa China menjadi agresif dan cenderung buas belakangan ini. Semuanya soal teritori. Padahal pada saat yang bersamaan perang dagang dengan AS masih berlangsung seru. Apalagi dunia masih dilanda pandemi Covid19.

Utamanya soal batas teritori. Dengan India yang sudah dingin dengan kondisi status quo selama empat dekade. Tiba-tiba cepat berubah menjadi konflik panas membara. Aneh kan ? Dengan Taiwan juga sudah mulai unjuk kekuatan. Jet tempur China sudah berani menerobos wilayah udara Taiwan.

Adalah wajar jika kemudian AS dan anak asuhnya Australia tampil untuk unjuk kekuatan dengan mengerahkan 3 kapal induk sekaligus. Tindakan kasar China jelas tidak pantas dalam koridor Code of Conduct di LCS. Apapun alasannya tidak dibenarkan. Karena klaimnya di LCS tidak sah secara hukum internasional.

Tingkah konyol China ini dianggap dunia sebagai kurangnya semangat kecerdasan diplomasi alias kaku. Padahal dunia sudah sangat saling tergantung sama lain. Mestinya semua persoalan klaim teritori bisa diselesaikan di meja perundingan. Bukan berlagak sebagai preman lapak teritori.

Gelar kekuatan militer China sesungguhnya hanya untuk gagah-gagahan. Untuk menakut-nakuti. Memang negara-negara di LCS mengambil sikap mengalah tetapi bibit kebencian utamanya di kalangan warga negaranya mulai tumbuh. Di India sudah terjadi demo besar dan ajakan boikot produk China.

Pergelaran kekuatan militer besar-besaran AS adalah balasan dan pesan kuat untuk China agar tidak bermain api di LCS . Tetapi situasi dan kondisi panas ini tidak sampai menimbulkan perang terbuka diantara kedua raksasa dunia ini. Percayalah. Resikonya sangat mengerikan.

Dan kita pun wajib bersiaga di Natuna dengan terukur. Maksudnya tetap waspada dan defensif menjaga perairan laut Natuna Utara. Kita harus menghadirkan armada Bakamla dan KRI setiap saat. Paling tidak kalau ada yang mulai intip-intip Natuna dan ternyata ada “satpamnya” bisa mengurungkan niatnya.

****
Semarang, 21 Juni 2020
Penulis adalah pemerhati pertahanan dan alutsista TNI

Ongkos maju setingkat bupati Rp 30 miliar

0

Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku menerima informasi terkait biaya untuk menjadi kepala daerah. Menurut Tito, ongkos untuk maju menjadi kepala daerah setingkat bupati mencapai Rp 30 miliar.

“Teman-teman menjadi bupati itu membutuhkan Rp 20 sampai Rp 30 miliar. Wali kota pasti lebih lagi, bagaimana dengan gubernur,” ujar Tito dalam webinar, Sabtu (20/6/2020).

Tito menyebut, tak heran jika ada kepala daerah yang tertangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun penegak hukum lainnya. Menurut Tito, rata-rata kepala daerah yang maju degan modal puluhan miliar itu akan berusaha mengembalikan modal selama menjadi kepala daerah.

Nah karena perlu modal, akibatnya apakah calon kepala daerah betul-betul siap untuk mengabdi, berkorban, mengeluarkan segala biaya modal dan lain-lain dan setelah terpilih betul-betul bebas dari korupsi, dan melupakan uang yang menjadi modal,” kata Tito.

Beberapa kepala daerah menurut Tito tidak mau merugi mengeluarkan biaya besar namun tak mendapatkan apa-apa. Apalagi, jika kepala daerah hanya mengandalkan gaji dan tunjangan, apakah cukup untuk mengembalikan modal yang mencapai Rp 30 miliar tersebut.

“Takutnya dia tidak mau rugi, untuk mengembalikkan modal. Saya tidak heran kepala daerah kena OTT, atau terlibat korupsi,” kata Tito.

Usulan Penundaan Pilkada

Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian menyinggung usul penundaan Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2020, karena pandemi Covid-19 yang belum berakhir. Menurutnya, jika usulan tersebut dijalankan, maka bakal ada 270 Pelaksana tugas (plt) yang diperintahkan menjadi kepala daerah.

“Apakah kita mau mundur sampai Covid selesai tahun 2022? Saya (bisa) punya 270 Plt dengan tanda tangan Bapak Presiden untuk gubernur dan Plt bupati. Ini yang teken Mendagri,” kata Tito saat kunjungan kerja ke Atambua, Jumat (19/6/2020).

Menurut Tito, hal tersebut tidak baik untuk demokrasi. Tito meyakini, Plt bukan mandat rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan di daerah.

“Apakah ini (Plt) baik? Tidak. Kenapa? Karena Plt itu terbatas kewenangannya dan tidak memiliki legitimasi dari rakyat,” jelas dia.

(red/liputan6.com)

Selamat, dua perusahaan tambang raksasa asing yang beroperasi di Indonesia sudah di tangan ibu pertiwi

0

Jakarta – Pemerintah telah berhasil mengambil 20% saham tambang nikel raksasa Brazil, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) melalui holding BUMN Pertambangan Mining Industry Indonesia (MIND ID). Setelah sebelumnya berhasil mengakuisisi 51% saham perusahaan tambang asal Amerika Serikat PT Freeport Indonesia akhir 2018 lalu.

Melalui akuisisi ini artinya dua perusahaan tambang raksasa asing yang beroperasi di Indonesia, kini sudah di tangan ibu pertiwi kembali. MIND ID juga resmi menandatangani perjanjian jual beli saham pada 19 Juni atas divestasi 20% saham Vale bersama para pemegang saham mayoritas Vale Indonesia, yakni Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM).

Penandatanganan perjanjian ini adalah langkah awal dimulainya kerja sama strategis jangka panjang antara MIND ID dan Vale Indonesia setelah Pemerintah menunjuk MIND ID untuk membeli saham divestasi Vale Indonesia sebagai kelanjutan dari penandatangan Perjanjian Pendahuluan pada tanggal 11 Oktober 2019.

Dari pihak manajemen MIND ID menegaskan langkah ini sesuai dengan mandat MIND ID untuk mengelola cadangan mineral strategis Indonesia dan mendorong hilirisasi industri pertambangan nasional.

“Transaksi ini menegaskan kepercayaan perusahaan-perusahaan tambang dunia terhadap MIND ID dan Indonesia secara keseluruhan. Kerjasama MIND ID dan PTVI akan menjadi sinergi yang saling menguntungkan dan saling melengkapi untuk memajukan industri pertambangan,” kata Group CEO MIND ID Orias Petrus Moedak, dalam siaran persnya, Sabtu (20/6/2020).

Dalam penjualan 20% saham divestasi ini, VCL akan melepas sahamnya sebesar 14,9% dan SMM sebesar 5.1% seharga Rp 2.780 per saham atau senilai total Rp 5,52 triliun. Transaksi penjualan ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2020. Setelah selesainya transaksi, kepemilikan saham di Vale Indonesia akan berubah menjadi VCL 44,3%, MIND ID 20%, SMM 15%, dan publik 20.7%.

Divestasi 20% saham Vale Indonesia merupakan kewajiban dari amandemen Kontrak Karya (KK) di tahun 2014 antara Vale Indonesia dan Pemerintah Republik Indonesia.

Melalui kepemilikan 20% saham di Vale Indonesia, dan 65% saham di PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)., MIND ID akan memiliki akses terhadap salah satu cadangan dan sumberdaya nikel terbesar dan terbaik dunia.

Akuisisi Vale ini berjarak tidak sampai dua tahun setelah pencaplokan Freeport. Tak tanggung-tanggung, dana yang dikeluarkan untuk memboyong saham PTFI ini cukup besar, yakni US$ 3,85 miliar.

“Hari ini merupakan momen yang bersejarah setelah PT Freeport beroperasi di Indonesia sejak 1973. Kepemilikan mayoritas ini akan kita gunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” tutur Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jumat (21/12/2018), saat mengumumkan akuisisi 51,2% saham Freeport ke PT Inalum.

(red/cnbcindonesia.com)

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga