8.6 C
New York
Tuesday, May 12, 2026
spot_img
Home Blog Page 697

Erick Thohir melantik 31 pejabat baru untuk berbagai posisi di BUMN

0
Foto Menteri BUMN Erick Thohir (oke oke. com)

Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir melantik pejabat eselon baru seiring perampingan klasterisasi perusahaan negara, sekaligus memperkuat pengawasan operasional BUMN khususnya di tengah pandemi virus corona COVID-19. Secara keseluruhan ada 31 pejabat baru yang dilantik untuk berbagai posisi.

Mengutip pernyataan pers Kementerian BUMN, Rabu (10/6), para pejabat yang dilantik tersebut terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II), Pejabat Administrator (Eselon III), dan Pejabat Pengawas (Eselon IV) di Lingkungan Kementerian BUMN.

Dalam kesempatan itu, Erick meminta para pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang baru untuk bersama-sama bergerak mengakselerasi implementasi kebijakan di lapangan melalui penguatan pengawasan atas kinerja BUMN, khususnya di masa pandemi COVID-19 sekarang ini.

Sebelumnya, Menteri Erick telah melakukan terobosan baru dengan membagi BUMN menjadi 12 klaster dari yang semula berjumlah 27 klaster.

Klaster ini sudah dibentuk melalui Peraturan Menteri BUMN Nomor PER- 01/MBU/03/2020 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Kementerian BUMN.

“Dengan adanya COVID-19 ini justru sudah saatnya kita memperbaiki yang namanya rantai pasokan dan juga bagaimana kita sebagai bangsa harus bisa berdikari. Jadi, nanti para Asdep ketika sudah menjabat jangan kaget kalau ada perubahan dengan portofolio BUMN yang harus diawasi dan dipertanggungjawabkan ke depan, karena para Asdep ini yang menjadi ujung tombak dalam membantu kami (Menteri dan Wakil Menteri) agar implementasinya benar,” kata Erick Thohir.

Pelantikan itu dilakukan melalui video conference dengan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN I dan II, Sekretaris Kementerian BUMN, sejumlah pejabat Eselon I Kementerian BUMN beserta perwakilan pejabat yang dilantik dan diambil sumpahnya.

Nama-nama pejabat eselon II yang ditunjuk Erick Thohir, yakni:

Asisten Deputi Bidang Industri Mineral dan Batubara, Heri Purnomo

Asisten Deputi Industri Telekomunikasi dan Farmasi – Aditya Dhanwantara

Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk, Imam Paryanto

Asisten Deputi Bidang Industri Pertahanan dan Manufaktur, Liliek Mayasari

Asisten Deputi Bidang Perbankan dan Pembiayaan, Muhammad Khoerur Roziqin

Asisten Deputi Bidang Jasa Konstruksi dan Perumahan, Hendrika Nora Osloi Sinaga

Asisten Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Perhubungan, Yohanes Babtista Priyatmo Hadi

Kepala Biro Perencanaan, Organisasi dan Kepegawaian, Chairiah

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Fasilitasi Dukungan Strategis – Raino

Kepala Biro Umum dan Keuangan – Susi Meyrista br Tarigan

Asisten Deputi Bidang Hukum Korporasi, Rini Widyaastuti

Asisten Deputi Peraturan Perundangan-undangan, Wahyu Setyawan

Asdep Bidang Manajemen SDM – Andus Winarno

Asisten Deputi Bidang Tanggung Jawab Sosial Lingkungan, Agus Suharyono

Asisten Deputi Bidang Teknologi dan Informasi, Imam Bustomi

Asisten Deputi Bidang Keuangan, Bin Nahadi

Inspektur, Suprianto

Asisten Deputi Bidang Industri Energi, Minyak, dan Gas, Abdi Mustakim

Plt. Asisten Deputi Bidang Industri Semen, Survei, dan Industri Lainnya, Aditya Dhanwantara

Asisten Deputi Bidang Asuransi dan Jasa Lainnya, Anindita Eka Wibisono

Asisten Deputi Bidang Perkebunan dan Kehutanan, Desty Arlaini

Asisten Deputi Bidang Kawasan, Logistik, dan Pariwisata, Endra Gunawan

Asisten Deputi Bidang Manajemen Risiko dan Kepatuhan, Romy Marcandi

Pengambilan Jenazah Pasien PDP di RSBP Batam

0

Batam – Seorang pasien PDP Covid-19 bernama “N” telah meninggal dunia di ruang rawat PIE Rumah Sakit BP Batam pada Selasa, (9 /6/ 2020).

Direktur RSBP Batam, dr. Sigit Riyarto, menjelaskan, pasien tersebut merupakan rujukan dari Rumah Sakit Harapan Bunda (RSHB) Batam yang didiagnosa ARDS (Acute Respiratory Distress Syndrome) atau sesak nafas hebat karena pasien tersebut mempunyai riwayat Sakit Jantung dan Hipertensi.

Pasien tersebut dirujuk pada tanggal 8 Juni 2020 pukul 01.15 WIB ke RSBP Batam, dan langsung ditangani sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Pasien ini ditangani langsung oleh Dokter Spesialis Paru, sebagai dokter penanggungjawab pasien.

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pasien ini dinyatakan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan kemudian dipindahkan ke ruang rawat PIE (ruang khusus penanganan Covid-19).

Pasien tersebut telah dilakukan SWAB, namun hasilnya belum keluar.

Pada tanggal 9 Juni 2020, pasien mengalami perburukan sehingga henti nafas dan henti jantung.

Sesuai dengan prosedur di RSBP Batam, maka dilakukan upaya resusitasi jantung paru dengan peralatan DC Shock. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil dan pasien dinyatakan meninggal pada pukul 20.30 WIB.

Selanjutnya, pada pukul 20.30 WIB, sejumlah orang yang mengaku kerabat dan keluarga dari Almarhumah Ny. N, mendatangi kamar jenazah RSBP Batam untuk mengambil jenazah tersebut.

Pihak RSBP Batam sudah memberikan penjelasan kepada kerabat dan keluarga Almarhumah, bahwa Almarhumah telah dinyatakan sebagai Pasien PDP, maka terkait dengan proses pemakamannya harus mengikuti prosedur Covid-19 yang telah ditentukan.

Akan tetapi, pihak keluarga Almarhumah berkeberatan dan bersikeras untuk membawa jenazah pulang kemudian dimakamkan sendiri oleh pihak keluarga.

Setelah dilakukan negosiasi dengan pihak kepolisian dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, maka telah disepakati bahwa keluarga boleh membawa pulang jenazah tersebut sesuai dengan syarat yang telah ditentukan.

Adapun syaratnya, keluarga Almarhumah bersedia menandatangani Surat Pernyataan bermeterai, yang berisi bertanggungjawab atas konsekuensi dan akibat yang akan ditimbulkan karena pemakaman tidak berstandar Covid-19.

Selain itu, keluarga bersedia membayar biaya perawatan karena bila bukan Covid-19, maka RSBP Batam tidak dapat mengklaim biayanya ke Kementerian Kesehatan.

 

(red/Biro Humas Promosi dan Protokol)

 

Persiapan Pilkada Serentak 2020 Di Tengah Covid-19, Asisten Ekbang Natuna Hadiri Rakor Video conference Bersama Kemendagri

0

Batamtimes.co – Natuna – Menjelang persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 di tengah Covid-19 Asisten bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat daerah Kabupaten Natuna Tasrif, menghadiri Rapat koordinasi (Rakor) melalui Video Conference bersama Kemendagri, KPU RI dan para Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia, Rabu (10/06/2020) pagi.

Jelang New Normal, Polres Natuna Salurkan 10 Ton Beras Tahap II

0

Batamtimes.co – Natuna – Jelang penerapan new normal, Polres Natuna kembali mendistribusikan 10 ton beras kepada warga terdampak virus Corona atau Covid-19.

Survei Indikator : Kepuasan Publik Terhadap Kinerja Polri Penanganan Covid-19 Meningkat

0

Batamtimes.co – Natuna – Kepuasan publik terhadap kinerja Polri dibawah kepimpinan Jenderal Polisi Idham Azis soal penanganan Covid-19 meningkat.

Kaidah umum yang selalu dipegang oleh aparat kepolisian, “Salus Populi Suprema Lex Esto”  artinya keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

Ini besaran angin di ban serap Mobil

0

Jakarta – Ban serep adalah peranti yang sangat penting, apalagi dalam keadaan emergency. Ketika ban utama bocor, maka ban serep harus siap menggantikannya.

Walaupun sudah ada teknologi runflatt yang digunakan mobil-mobil Eropa, namun regulasi di Indonesia tetap mengharuskan mobil yang dijual di tanah air menyertakan ban cadangan. Selain itu, terdapat pula jenis ban serep space saver spare tire yang memiliki dimensi lebih tipis untuk telapaknya.

Karena sifatnya hanya untuk keperluan emergensi, maka ban ini tak lebih banyak ‘nganggur’ dibandingkan dipergunakan. Lalu berapakah tekanan ban yang pas untuk ban serep ini?

“Ukuran yang dikenakan pada ban serep harus lebih besar dibandingkan dengan ukuran ban standarnya,” ujar Abeng, pemilik bengkel ban Victory Auto Sport yang berlokasi di kawasan Tangerang Selatan seperti yang dilansir dari otodriver.com

“Hal ini bertujuan supaya pada saat dipergunakan lebih mudah kita samakan kebutuhan tekanan bannya dengan ban utama yang telah terpasang. Tinggal kempesin saja sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

“Ban dengan tekanan angin yang lebih besar, karena kapasitas tekanan ban yang bisa disimpannya bisa 2-3 kali lipat dari ukuran yang direkomendasikan untuk ban utama (yang biasanya tertera pada pintu atau pilar B sebuah mobil),” sambungnya.

“Ini berlaku untuk semua ukuran ban dan jenis ban serep,” tutupnya.

 

(red/swan/otodriver. com)

 

Isdianto minta PLN tidak melakukan pemutusan aliran listrik pelanggan yang nunggak selama masa pandemi covid-19

0

Tanjungpinang –  Plt. Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto meminta langsung kepada manajer UP3 PLN Tanjungpinang Suharno untuk tidak melakukan pemutusan aliran listrik pelanggannya yang nunggak selama masa pandemi covid-19 ini.

Selain itu Isdianto juga meminta keringanan lainnya seperti kebijakan membayar dengan cara nyicil bagi yang tagihannya terlaku besar.

Adapun yang terpenting, Isdianto meminta agar pihak PLN lebih transparan dalam menghitung tagihan para pelanggannya. Sehingga tidak sampai menimbulkan keresahan ditengah masyarakat yang ditakutkan memancing masyarakat bertindak kurang percaya dan anarkis nantinya.

“Saya amati beberapa hari ini beritanya tentang PLN terus. Dan semuanya aduan masyarakat tentang tagihan yang membengkak. Coba jelaskan kepada masyarakat, apakah itu bisa dipertanggungjawabkan atau tidak,” kata Isdianto saat menerima audiensi pihak PLN, Rabu (10/6) di ruang kerjannya, Dompak, Tanjungpinang.

Mendengar alasan pihak PLN yang mengatakan jika kenaikan tagihan merupakan perintah dari pusat, Isdianto menegaskan jika alasanya kurang bisa diterima karena belum pernah ada sosialisasi dan sebagainya. Oleh sebab itu Isdianto meminta agar pihak PLN juga segera melakukan sosialisasi seluas-luasnya kepada masyarakat.

Selanjutnya dengan tegas meminta agar kenaikan tagihan yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh PLN terhadap pelanggannya, termasuk menyangkut rumah kosong yang tetap ditagih pembayaran agar dikembalikan kepada masyarakat.

“Saya minta, jika ada rumah kosong dan tetap tertagih agar dikembalikan. Kemudian harapan saya dimasa covid ini, walaupun masyarakat telat membayar, tidak ada pemutusan oleh PLN. Kalaupun ada yang tagihannya terlalu besar supaya bisa dicicil. Intinya marilah kita jaga kondusifitas daerah kita ini, berikan pelayanan yang baik dan jangan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat,” ujar Isdianto.

Mendengar arahan Plt. Gubernur ini, manajer UP3 PLN Tanjungpinang yang didampingi beberapa staffnya mengangguk menyetujuinya. Suharno juga mengaku sedang bersiap untuk melakukan sosialisasi seluas-luasnya terkait kenaikan tagihan rekening listrik bagi pelanggannya. Dan sudah membuka posko pengaduan untuk hal ini.

“Langkah kami selanjutnya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Dan kita juga sudah membuka posko pengaduan saat ini,” kata Suharno.

Tampak hadir mendampingi Plt. Gubernur dalam lesempatan ini Asisten I Raja Ariza, asisten II Syamsul Bahrum dan jajaran kepala OPD terkait.

Raja Ariza dalam kesempatan ini juga meminta kepada pihak PLN agar kantor pemerintahan yang ada di Tanjungpinang tidak sampai mengalami pemadaman, karena sangat berpengaruh dengan kinerja pegawai.

Menyangkut kebutuhan beban daya sebesar 75 MW di Tanjungpinang dan Bintan, sementara pihak PLN hanya memiliki cadangan daya sebesar 25 MW. Hal ini menurut Raja Ariza agar mendapatkan perhatian secara khusus.

“PLN harus memiliki backup yang cukup. Usahakan kalau bisa listrik di kantor Pemerintahan jangan sampai mati,” katanya.

 

(red/kominfo)

Amsakar : Ribuan orang mengakses secara bersamaan hingga sulit terbuka laman ppdb-batam.id

0

Batam- Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad meninjau penerimaan peserta didik baru (PPDB) hari pertama ke Dinas Pendidikan Kota Batam di Sekupang, Rabu (10/6). Ia mengaku sudah menerima informasi tentang sulitnya mengakses laman http://ppdb-batam.id.

Amsakar menjelaskan hal itu terjadi karena ribuan orang mengakses secara bersamaan. Sementara kapasitas peladen (server) hanya mampu menampung 1.200 orang di satu waktu.

“Karena hari pertama, kelihatannya semua sedang berupaya mendaftar. Tadi saya lihat tercatat hampir 1.300 orang yang masuk, sedangkan kapasitas kemampuan server kita hanya 1.200. Karena itu mungkin saja orang tua yang daftar di jam sekarang merasa lambat, karena full kondisinya tadi,” kata Amsakar.

Menurutnya kondisi seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat Batam sudah paham mekanisme PPDB daring atau online. Terlihat dari peladen yang padat pengakses.

“Dari pantauan mekanisme PPDB pagi ini kesimpulan sementara, semua berjalan sesuai relnya. Dan dapat dikatakan, bagian terbesar masyarakat Batam sudah memahami pendaftaran secara online. Mungkin ada satu dua saja yang belum paham,” ujarnya.

Ia mengatakan orang tua calon murid SD dan SMP masih bisa mendaftar sampai 26 Juni mendatang. Peladennya aktif selama 22 jam setiap hari.

“Hanya pukul 23.00-01.00 tengah malam servernya mati. Jadi selebihnya silakan daftar. Pilih mau ke SD dan SMP mana,” ujarnya.

Saat peninjauan Amsakar juga meminta pihak Dinas Pendidikan untuk koordinasi dengan penyedia server. Antara lain meminta pihak penyedia untuk meningkatkan kecepatannya. Serta menambah tampilan menu di aplikasi sehingga semakin memperjelas informasi bagi masyarakat.

PPDB tahun ini masih menggunakan sistem zonasi seperti sebelumnya. Untuk SD, siswa yang diterima dengan jalur zonasi mencapai 80 persen dari total kapasitas muris baru tiap sekolah. Selebihnya, 15 persen untuk jalur afirmasi dan 5 persen bagi orang tua yang pindah kerja.

Sedangkan pada PPDB SMP, jalur zonasi disiapkan sebanyak 50 persen. Kemudian 30 persen untuk siswa berprestasi akademik dan non akademik, 15 persen jalur afirmasi, dan 5 persen perpindahan.

“Sistem online ini kita pakai untuk sekolah di mainland. Untuk di pulau-pulau tidak pakai online. Karena keberadaan sarana di sana cukup. Mungkin hari ini daftar bisa langsung diterima karena kapasitasnya tertampung,” kata Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung.

200 sampel swab warga Batam sedang menunggu proses pemeriksaan

0

Batam- Ada sekitar 200 sampel swab warga Batam yang sedang menunggu proses pemeriksaan. Hal ini disampaikan Wali Kota sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Batam, Muhammad Rudi dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (9/6).

“Daerah lain orang sakit yang minta diperiksa. Tapi di Batam, kita yang mencari orang sakit. Kita bentuk tim, lakukan penyisiran dengan rapid diagnostic test (RDT). Untuk yang reaktif, kita tes swab. Selain itu juga kita lakukan tracing terhadap kontak dekat pasien terkonfirmasi positif covid. Saat ini masih ada 200-an yang menunggu hasil tes swab dengan PCR (polymerase chain reaction),” tutur Rudi.

Menurut Rudi penyisiran terhadap masyarakat yang dicurigai terpapar covid-19 ini bisa dilakukan berkat kerja sama tim, mulai dari tingkat kota hingga ke satuan masyarakat terkecil. Sementara pengujian bisa terwujud berkat bantuan pengusaha, komunitas, hingga pemerintah negeri seberang.

Berdasarkan data Gugus Tugas, hingga 9 Juni telah dilakukan pemeriksaan laboratorium terhadap 618 sampel swab. Dari pemeriksaan tersebutlah didapatkan jumlah terkonfirmasi positif di Batam sebanyak 159 orang.

“Angka 159 itu memang terlihat banyak. Tapi itu karena kita mencari yang sakit, tidak menunggu orang sakit datang. Kita cari supaya bisa kita obati sampai sembuh. Saat ini sudah ada 64 pasien yang dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah RDT yang sudah dilakukan di Batam sebanyak 9.947 uji. Dengan jumlah terbanyak adalah orang tanpa gejala (OTG) yaitu 5.049 uji RDT. Selanjutnya RDT juga dilakukan terhadap 2.356 orang dalam pemantauan (ODP), 2.237 orang dengan risiko (ODR), serta 305 pasien dalam pengawasan (PDP).

“Dari jumlah pasien terkonfirmasi positif juga paling banyak kategori OTG, yaitu ada 109 orang. Artinya yang terlihat sehat, tanpa gejala juga ternyata ada yang positif covid. Jadi kitalah yang harus menjaga diri, rajin cuci tangan, jaga jarak, pakai masker. Kita pakai masker ini menjaga diri kita sendiri dan menjaga orang lain juga,” pesan Rudi.

 

(red/MCB)

Istri almarhum mantan Wali Kota Tanjungpinang dinyatakan sembuh

0

Juariyah Syahrul (53), istri dari Syahrul (almarhum), mantan Wali Kota Tanjungpinang akhirnya dinyatakan sembuh dari COVID-19 setelah 10 kali swab.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Selasa, merasa gembira akhirnya Juariyah alias Juju dinyatakan sembuh setelah swab ke-9 dan ke-10 yang diperiksa dengan metode PCR, hasilnya negatif.

“Bu Juju salah satu pasien COVID-19 terlama. Alhamdulillah, akhirnya sembuh,” kata Rustam.

Berdasarkan riwayat kesehatannya, pertama kali Juju diambil swab pada 12 April 2020. Juju diambil swab lantaran suaminya yang saat itu masih menjabat sebagai Wali Kota Tanjungpinang positif COVID-19.

Swab pertama hasilnya positif mengidap COVID-19. Kemudian swab kedua pada 27 April 2020, dan swab ketiga pada 30 April 2020, hasilnya juga positif.

Sementara swab keempat pada 5 Mei 2020, hasilnya negatif. Sedangkan pemeriksaan swab kelima 9 Mei 2020, swab keenam 20 Mei 2020, swab ketujuh 21 Mei 2020 hasilnya positif.

“Swab kedelapan, kesembilan dan kesepuluh membuahkan hasil negatif,” ujarnya.

Rustam menjelaskan Juju merupakan pasien positif  COVID-19 ke-19, yang dinyatakan mengidap virus itu berdasarkan hasil pemeriksaan PCR pada 17 April 2020.

“Terhadap pasien ini dilakukan karantina mandiri karena memungkinkan berdasarkan analisis kesehatan. Beliau melakukan karantina selama 52 hari,” ucapnya.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 di Tanjungpinang bertambah menjadi 22 orang. Sementara yang masih dirawat sebanyak 2 orang.

“Pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia sebanyak 3 orang,” tuturnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga