8.6 C
New York
Monday, May 11, 2026
spot_img
Home Blog Page 707

Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil Amankan seorang pemilik narkotika jenis sabu

0

Batam – Tim teknis Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengamankan seorang diduga pelaku berinisial RD alias R di Jalan S. Parman terminal Muka Kuning, kepadanya ditemukan Narkotika yang dikemas didalam 5 bungkus plastik bening berisikan serbuk Kristal putih diduga Narkotika jenis sabu dengan berat total 103 gram, pada Selasa (26/5/20).

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt S., S.IK., M.Si. didampingi Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Muji Supriyadi, S.H., S.Ik., M.H, mengatakan “Kronologi penangkapan adalah pada Selasa (26/5/20) sekira pukul 22.45 wib Tim teknis Subdit II Ditresnarkoba Polda Kepri telah melakukan upaya paksa dengan menangkap seorang laki-laki berinisial RD alias R di Jalan S. Parman terminal Muka Kuning, Kota Batam, saat dilakukan penggeledahan ditemukan Narkotika jenis sabu sebanyak 2 Paket seberat 21.15 gram yang disimpan didalam bungkusan plastik bening”. Tutur Kabid Humas Polda Kepri

“Selanjutnya tim melakukan interograsi kepada RD alias R dan mengaku masih ada menyimpan Narkotika jenis sabu di salah satu Hotel di wilayah Batu aji, Kota Batam, selanjutnya tim bergerak menuju tempat tersebut dan melakukan penggeledahan ditemukan 3 bungkus plastik bening diduga berisikan Narkotika jenis sabu dengan berat masing-masing 95.5 gram, 4.0 gram dan 1.4 gram”. Jelas Kabid Humas Polda Kepri.

Tersangka RD alias R, Laki-laki, 28 tahun, pekerjaan Wiraswasta beralamat di Kampung Tengah, Batu Besar Kecamatan Nongsa, Kota Batam. Atas perbuatan nya tersangka diancam dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 6 tahun atau paling lama 20 tahun dan dan Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, tutup Kabid Humas Polda Kepri.

 

(red/Humas Polda kepri)

Pilkada serentak tetap diadakan,dengan mengikuti protokol kesehatan

0

Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengatakan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang rencananya dilaksanakan pada Desember 2020 dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan khususnya pada tahapan pilkada yang berisiko penularan COVID-19.

“Belajar dari pengalaman negara lain dan kemudian bagaimana menyiasatinya, Pilkada 2020 yang akan dilaksanakan pada Desember tetap kita laksanakan namun protokol kesehatan kita komunikasikan dan koordinasikan,” kata Tito dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR secara fisik dan virtual, di Jakarta, Rabu (27/5/2020).

Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan kepada KPU bahwa ada beberapa kegiatan penting dalam tahapan Pilkada 2020 seperti pembentukan dan pelatihan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang bisa dilakukan secara berjenjang dan virtual.

Menurut dia, untuk pemutakhiran data pemilih oleh petugas dilakukan secara door to door dengan mengenakan sarung tangan dan alat pelindung diri (APD).

“Lalu kegiatan pendaftaran calon tidak harus dengan rombongan dan konvoi, pengundian dan pengumuman pasangan calon bisa dilakukan secara virtual,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Menurut dia, untuk kampanye pilkada tidak perlu dilakukan secara fisik namun bisa dilakukan dengan kampanye terbatas dalam ruangan dan menggunakan media termasuk live streaming.

Tito mengatakan untuk pemungutan suara, disarankan adanya penambahan Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan khusus di daerah yang masuk zona merah pandemi COVID-19 harus menggunakan APD, masker, dan sarung tangan.

“Pemungutan suara diatur per jam, dan pemilih yang memberikan hak suaranya bisa diatur waktu kedatangannya,” katanya.

Tito mengatakan dirinya telah mengkomunikasikan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Gugus Tugas Penanganan COVID-19 terkait rencana pelaksanakan Pilkada pada 9 Desember 2020.

Menurut dia, Kemenkes dan Gugus Tugas mendukung pilkada dilaksanakan pada tanggal tersebut namun harus mematuhi protokol kesehatan harus dipatuhi dan disusun dengan mengikutsertakan keduanya.

(red/liputan6.com.)

TKI ilegal dari Malaysia masuk ke Kabupaten Batubara, satu orang meninggal

0
Kapal tongkang membawa 40 TKI ilegal dari Malaysia sewaktu memasuki pelabuhan Tanjungtiram. Terlihat korban meninggal ditutupi terpal ditunggui istrinya, Rabu (27/5/20).okemedan/ist

Tanjungtiram– TKI ilegal dari Malaysia kembali masuk ke Kabupaten Batubara melalui Pelabuhan Tanjungtiram, Rabu (27/5/2020).

Seorang TKI dari 40 TKI orang yang tiba menggunakan tongkang (kapal kayu) dikabarkan meninggal dunia diduga menderita penyakit TBC.

Informasi yang diperoleh, ketika dalam perjalanan dari pelabuhan Malaysia, mereka sempat ditangkap oleh petugas kepolisian Diraja Malaysia. Karena kapal tersebut membawa mayat, pihak patroli Malaysia kembali melepaskan mereka menuju pulang ke Pelabuhan Tanjungtiram, Batubara.

Korban yang meninggal dunia dalam perjalanan disebutkan warga Desa Perupuk Kecamatan Limapuluh Pesisir Kabupaten Batubara. Korban meninggal karena sesak nafas dan menderita penyakit TBC.

Anggota Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batubara yang juga Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batubara Jonnis Marpaung membenarkan informasi tentang masuknya TKI Ilegal melalui Pelabuhan Tanjungtiram.

“Ya, informasi memang demikian, satu orang dikabarkan meninggal dunia berkisaran umur 30- 40 Tahunan,” kata Jonnis di Limapuluh, Kecamatan Limapuluh.

Meski dikabarkan meninggal akibat sesak nafas dan TBC, namun terhadap jenazah warga Desa Perupuk itu menurut Jonnis rencananya akan dilakukan penguburan melalui protokoler Covid-19.

“Soal mayat yang meninggal rencananya akan kita lakukan penguburan melalui protokoler Covid-19,” ujar Jonnis.

 

(red/okemedan.com)

Achmad Yurianto : Secara garis besar beberapa provinsi tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19

0

Jakarta – Jubir Pemerintah untuk Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan secara garis besar beberapa provinsi di Tanah Air telah menunjukkan gambaran bagus. Tidak ada lagi penambahan kasus Covid-19 signifikan, tidak ada lagi perluasan daerah terdampak, dan tidak ada penularan local yang tidak terkendali.

“Artinya di daerah tersebut Covid-19 sudah mulai terkendali dan sudah mulai kita sarankan lakukan relaksasi tanpa meninggalkan aspek protokol kesehatan untuk tetap menjamin aman dari Covid-19,” katanya pada Konferensi Pers di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (27/5).

Namun demikian protokol kesehatan tetap harus diterapkan seiring dengan dimulainya era New Normal. Pada era New Normal masyarakat bisa beraktivitas dengan mengedepankan upaya pencegahan penularan Covid-19 seperti jaga jarak fisik dengan orang lain, olah raga, rajin cuci tangan, dan memakai masker.

“Sudah barang tentu kita harus tetap menuju ke masyarakat produktif namun aman dari Covid-19,” ujarnya.

dr. Achmad melanjutkan bahwa pemerintah telah mendiskusikan terkait bagaimana penerapan physical distancing di era New Normal. Di fasilitas umum seperti super market atau mall, orang yang masuk ke sana harus diyakini sehat, salah satunya dengan indikator pengecekan suhu tubuh.

Demikian juga pengaturan jaga jarak di Kawasan industry. Nanti nya apakah akan dilakukan pemilihan industry untuk memperkerjakan karyawan usia produktif saja atau seperti apa akan diputuskan kemudian.

“Hari demi hari kita lakukan monitoring apakah langkah kita sudah tepat. Kita minta di era New Normal semua fasilitas umum harus menyediakan fasilitas mudah untuk cuci tangan pakai sabun,” ucap dr. Achmad.

Cuci tangan pakai sabun efektif membunuh virus Covid-19 dan menekan kenaikan jumlah kasus positif Covid-19 yang terus meningkat. Hari ini dari 278.411 spesimen yang diperiksa ada penambahan 686 kasus konfirmasi positif Covid-19, sehingga total 23.851.

Pasien Covid-19 yang sembuh bertambah 180 total 6.057, sedangkan pasien meninggal bertambah 55 total 1.473. Kasus Covid-19 sudah menyebar di 410 kabupaten/kota di seluruh provinsi.

“Mari kita bangun kesadaran dari diri kita sendiri untuk mencegah penularan Covid-19. Basisnya adalah keluarga, kami berharap peran kepala keluarga akan jadi penentu keberhasilan. Kita yakini bahwa ke depan kita akan lebih baik lagi,” kata dr. Achmad.

 

(red/kemenkes)

TNI – Polri bersama Yayasan Budha Tzu Chi berikan bantuan ribuan paket sembako

0

Batam – Hari ini ribuan Paket sembako diberikan kepada fakir miskin, pekerja buruh dan masyarakat yang terdampak covid – 19, Kapolda Kepri Irjen Pol Dr. Aris Budiman M.Si menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako dan melepas rombongan Personel Polri dan TNI pembawa paket sembako di Mapolda Kepri pada rabu (27/5/20), hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Kepri, Perwakilan dari Budha Tzu Chi Kota Batam Rudi Tan, Pejabat Utama Polda Kepri, Para pejabat TNI serta Personel TNI-Polri.

Kapolda Kepri dalam sambutannya mengatakan “Bantuan kemanusian ini yaitu dalam bentuk pembagian sembako dari saudara-saudara kita di Budha Tzu Chi yang memberikan kepercayaan kepada kita TNI-Polri untuk menyalurkan bantuan tersebut dan personel-personel kita yaitu Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjangkau sampai di pedesaan, saya yakin para personel kita mengetahui warga nya yang mengalami kesulitan baik yang terdampak covid – 19 maupun yang selama ini membutuhkan pertolongan kita. Sebagai Abdi Negara kami mengucapkan terima kasih kepada Budha Tzu Chi untuk bantuannya yang akan diberikan ke masyarakat” tutur Kapolda Kepri.

Selanjutnya Ketua Budha Tzu Chi Kota Batam Rudi Tan dalam sambutannya mengatakan “Puji syukur kepada Tuhan yang maha kuasa pada hari ini terjalin kerjasama yang baik antara TNI-Polri dan Budha Tzu Chi dalam Bakti Sosial Peduli Covid – 19, kami sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri atas kerjasama ini dan semoga dapat terus berlanjut dalam memberikan bantuan kepada masyarakat. Bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan hasil dari bantuan seluruh masyarakat Kota Batam yang kami kumpulkan dari sebulan yang lalu. Sebanyak 10.000 paket sembako telah terkumpul. Dimana sebelumnya telah diserahkan 5.000 Paket sembako dan Pada hari ini 5.000 paket sembako kembali kami serahkan. Dengan harapan kegiatan ini, masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu. Tutur Rudi Tan dari Perwakilan Budha Tzu Chi.

Berikutnya Kapolda Kepri beserta pejabat TNI dan Budha Tzu Chi menyerahkan secara simbolis bantuan paket sembako dan melepas rombongan pengantaran paket sembako yang terdiri dari kendaraan roda dua personel TNI-Polri, kendaran truk pengangkut Sembako dan kendaraan dinas Patroli roda empat.

“Dengan berlangsung nya kegiatan ini diharapkan media yang ada di Provinsi Kepri dapat ikut berkontribusi memberikan data masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan hingga tersentuh kepelosok masyarakat yang ada di Kepri dan tepat sasaran”. Tutup Kabid Humas Polda Kepri

(red/Humas Polda kepri)

Walikota Batam Paparkan Batam sebagai percontohan New Normal kepada Kapolda Kepri

0

Batam – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menghadiri kegiatan silaturahmi dengan Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman. Silaturahmi dengan Kapolda yang baru dilantik awal Mei lalu ini berlangsung di Mapolresta Barelang, Rabu (27/5/2020).

Pada kesempatan silaturahmi tersebut, Wali Kota menjelaskan kondisi Batam secara singkat. Terutama situasi di masa pandemi corona virus disease (Covid-19).

“Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) di Batam kompak Pak Kapolda. Di Batam kita bersatu. Di masa pandemi ini, kita sudah menjalankan apa yang diatur Menteri Kesehatan tentang penanganan Covid-19,” ujar Rudi yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam ini.

Saat ini, sambungnya, Kota Batam sedang mempersiapkan pelaksanaan tatanan hidup baru atau new normal. Rencananya new normal tersebut mulai berlaku mulai 15 Juni mendatang.

Sesuai dengan arahan pemerintah pusat yang menjadikan Kepri sebagai proyek percontohan bersama Bali dan Yogyakarta. Khususnya di sektor kepariwisataan, mengingat Batam sebagai bagian dari Kepri menjadi tiga besar daerah penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

Rudi mengatakan mulai 15 Juni nanti, seluruh kegiatan ekonomi akan dibuka kembali. Namun tetap wajib menjalankan protokol kesehatan. Seperti mengenakan masker, menyiapkan hand sanitizer, serta menerapkan physical distancing.

“Waktunya tinggal 14 hari lagi untuk mensterilkan jelang new normal. Yaitu melalui pembatasan aktivitas masyarakat dengan penerapan protokol kesehatan. Untuk pengawasan, personel Satpol PP dan Ditpam kurang kuat. Maka butuh bantuan TNI-Polri,” tuturnya.

Ia juga memaparkan dukungan pihak lain dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Batam. Banyak bantuan yang diberikan pengusaha dan masyarakat umum, bahkan dari negara tetangga agar Covid-19 di Batam segera terselesaikan.

Bantuan yang diterima Batam beragam fungsi. Mulai dari alat uji laboratorium Polymerase Chain Reaction, rapid diagnostic test, alat pelindung diri lengkap untuk kebutuhan tim medis, hingga bahan pangan pokok untuk dibagikan ke masyarakat.

Pegawai Pemprov Kepri masih menerapkan WFH hingga 29 Mei

0

TANJUNGPINANG- Pegawai Pemprov Kepri masih akan menerapkan bekerja dari rumah (work from home) hingga 29 Mei mendatang. Diharapkan sebelum itu, sudah ada arahan dari Pemerintah Pusat terkait New Normal bagi aparatur sipil negara (ASN).

“Kan kita belum dapar surat dari Menpan. Hari ini rapat Menko, kita menunggu itu,” ujar Sekda Kepri, H.T.S. Arif Fadillah yang juga Ketua Harian Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Kepri di Kepri Smart Province (KSP), Selasa (26/5/2020).

Namun aktivitas bekerja ASN Pemprov Kepri akan tetap berjalan. Jika nanti diberlakukan New Normal bagi ASN, Pemprov Kepri akan mengikuti sesuai protocol Covid-19. “Aktivitas tetap berjalan, tapi ada jarak duduk,” tambah Sekda.

Nantinya tidak hanya New Normal bagi ASN saja, tapi juga akan diberlakukan New Normal bagi dunia usaha di Kepri. “Nanti termasuk juga kegiatan berusaha untuk New Normal. Tapi yang pertama kita persiapkan dulu New Normal untuk masjid. Hari ini keluarnya,” ungkap Sekda.

Saat ini Menpan RB masih mengkaji New Normal bagi ASN. “Ya kita harus realistis saja bahwa Corona ini belum ada obat/vaksin, jadi harus tetap waspada,” ujar Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Dwi Wahyu Atmaji  Selasa (26/5/2020).

Ada tiga komponen yang akan diatur dalam skenario New Normal. Pertama, skenario ini akan menerapkan sistem kerja yang lebih fleksibel (flexible working arrangement) yang membuat ASN bisa bekerja dari kantor, rumah, atau tempat lain.

Kedua, skenario ini juga mewajibkan penerapan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, pemakaian masker dan cuci tangan untuk mencegah penularan virus selama bekerja. Skema ini, jelas Wahyu, tentunya akan diiringi dengan penyesuaian sarana dan ruang kerja.

Ketiga, percepatan dan perluasan penerapan teknologi informasi dan komunikasi juga harus dilakukan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, misalnya melalui e-office, digital signature, dan rapat lewat video conference.

 

(red/diskominfo)

Lebaran Bukannya Minta Maaf, 2 Orang Ini Malah Nyolong

0

Yogyakarta – Dua orang pencuri nyaris tewas menjadi bulan-bulanan setelah aksinya tertangkap warga di toko kaca Sari Nugraha, Dusun Ngangkruk, Desa Caturharjo, Kecamatan Sleman, DI Yogyakarta pada Selasa 26 Mei 2020 dini hari atau H+3 lebaran.

Dalam tayangan video yang bededar di masyarakat, pria yang diduga melakukan aksi pencurian itu tergeletak jalan dengan luka dibagian pergelangan tangan sebelah kanan. Tayangan video diperoleh dalam dua versi. Pertama, video berdurasi 6 detik dan kedua 11 detik.

Kapolsek Sleman AKP Irwiantoro saat dubungi wartawan membenarkan ihwal aksi pencurian yang berlangsung disaat orang sedang nyenyak tertidur itu.

“Betul (telah terjadi pencurian). Kejadian tanggal 26 Mei 2020 sekitar jam 01.30 WIB. Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Dusun Nangkruk, Desa Caturharjo, Sleman ditoko kaca Sari Nugraha,” ujar Kapolsek Rabu 27 Mei 2020.

Saat ini lanjut Kapoksek, kasus tersebut sedang diatangani dan dilakukan pendalaman oleh penyidik Polsek Sleman.

“(Saat ini) masih proses pendalaman oleh penyidik,” pungkas Kapolsek Sleman.

 

(red/Tanto)

Toko serba 5000 di Jl Brigjen katamso Medan hangus terbakar

0

Medan – Toko yang menjual berbagai peralatan dengan harga serba Rp5.000 di Jalan Brigjend Katamso, Lingkungan II, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Medan Maimun ludes terbakar, Selasa (26/05/2020) dini hari.

Informasi yang diperoleh, peristiwa kebakaran ini pertama kali terjadi pada, Senin (25/05/2020) pukul 22.20 WIB. Namun, api dengan cepat membesar dan membakar habis bangunan ruko berlantai 3 tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian ini langsung menghubungi pihak petugas Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (P2K) Kota Medan.

Petugas yang mendapatkan laporan tersebut, langsung menurunkan sejumlah armada pemadamnya ke lokasi kebakaran.
Untuk memadamkan api, petugas membutuhkan waktu sekitar dua jam lebih. Api baru dapat dikuasai petugas pemadam pada pukul 00.30 WIB.

Manager Pusdalops-PB Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan Nurly menyampaikan, tidak terdapat korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.

“Objek yang terbakar 1 unit Ruko milik Bapak Miky Topas dengan persentase yang terbakar ±90%. Saat ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwajib,” pungkasnya.

 

(red/beritasumut. com)

IDI Kepri menyiapkan 40 dokter menangani pasien COVID-19

0

Tanjungpinang – Ikatan Dokter Indonesia Provinsi Kepulauan Riau (IDI Kepri) menyatakan sebanyak 40 dokter di wilayah itu mendapatkan tugas khusus menangani pasien COVID-19.

Ketua IDI Kepri Rusdani, di Tanjungpinang, Selasa (26/05), mengatakan, dokter yang menangani pasien COVID-19 sudah dibekali ketramplilan khusus.

“Mereka terlatih, memiliki keahlian karena sudah dilatih sebelum menangangi pasien COVID-19,” ujarnya.

Rusdani mengemukakan satu orang dokter maksimal menangani 20 pasien COVID-19. Sebanyak 40 dokter itu siap menjalankan tugasnya secara maksimal.

“Dokter khusus itu paling banyak bertugas di Batam karena jumlah pasien COVID-19 paling banyak di Batam. Jika daerah lain, seperti Tanjungpinang dan Karimun membutuhkannya, maka mereka sudah siap ditugaskan di daerah tersebut,” tuturnya.

Menurut dia, dokter yang mendapat tugas khusus dalam menangani pasien COVID-19 dapat ditambah jika dibutuhkan. Namun untuk saat ini jumlah dokter khusus itu sudah cukup memadai.

“Jika kurang, kami akan melatih kembali,” katanya.

Rusdani mengatakan jumlah dokter di Kepri banyak. Dokter yang menangani pasien COVID-19 tidak hanya spesialis paru-paru, melainkan juga dokter lainnya seperti dokter spesialis penyakit dalam dan dokter umum.

“Kalau dilihat dari perkembangan COVID-19, kami yakin jumlah dokter cukup memadai untuk menangani pasien COVID-19,” ucapnya.

Sementara terkait ruang perawatan maupun karantina, Rusdani meragukannya, seandainya jumlah pasien membludak. Namun ia menolak mengomentari persoalan itu lebih mendalam.

“Silahkan telusuri sendiri apakah ruang rawat inap dan karantina memadai,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Nasional

HIBURAN

Olahraga